Sulit Bangun Untuk Sholat Shubuh

Ada yg punya otot besar, namun tidak bisa mengangkat kelopak matanya untuk bangun shubuh.

Sayang sekali …

Padahal siapa yang menjaga shalat ini maka ia berada dalam jaminan Allah. -HR Muslim-

Rumaysho.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Waktu

Ulama terdahulu membagi waktu mnjadi 3:
1- belajar Quran dan hadits
2- menyibukkan diri dg keluarga
3- bekerja mencari rizki
Selain dari tiga itu disebut Atho bin Abi Robbah sebagai amalan yg sia-sia (fudhulul kalam).

Rumaysho.com

Hikmah Dibalik Pelarangan Emas Dan Sutra Bagi Kaum Pria

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya orang kafir mereka bisa mengenakan emas dan perak di dunia. Adapun di akhirat, mereka tidak akan mendapatkan bagian apa-apa. Sedangkan orang muslim, mereka akan mengenakan perak dan emas di surga. Dan mereka akan mendapatkan kenikmatan yang lain yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 36)

Dari Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِى وَأُحِلَّ لإِنَاثِهِمْ‬

“Diharamkan bagi laki-laki dari umatku sutera dan emas, namun dihalalkan bagi perempuan.” (HR. Tirmidzi no. 1720).

Di antara hikmah kenapa sampai emas dan sutera dilarang:

1- Tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang kafir sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah di atas.

2- Tasyabbuh (penyerupaan) dengan wanita.

3- Berlebihan dalam mengenakan sutera bukanlah sifat jantan dari laki-laki. Memang laki-laki dituntut pula untuk berhias diri namun tidak berlebih-lebihan. (Lihat

Al Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom karya Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, 4:
207)

Masih berlanjut pada pakaian sutera dalam kadar bagaimana yang dibolehkan …

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 29 Jumadal Ula 1434 H

www.rumaysho.com 

Nasehat Untuk Pemuda

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i).

Karena menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insyaAllah. Jika demikian maka kita tidak asal asalan.

Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan untuk memilih istri yang baik agamanya:“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].

Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:

Sebaiknya (walaupun bukan wajib) ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)

Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
Gadis lebih diutamakan dari pada janda. Walau janda itu juga sangat boleh dan menolong.

Subur : krn akan menjadikan kebanggan nabi dihari qiyamat.
Cantik: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]

Shalatlah Istikharah Agar lebih mantab

Abu riyadL, Lc

BERLEMAH LEMBUTLAH SERTA SAYANGI BUAH HATIMU

Wahai ayah dan ibu…..

Diantara bentuk ketinggian & kemuliaan agama islam yg menunjuki bahwa agama islam sgt mencintai & menyayangi anak-anak( buah hatinya) dgn penuh belas kasih. Krn berlemah lembut kepadanya serta mencurahkan kasih sayang kpd mereka akan mengantarkan kedua org tuanya menuju syurga.

Bahkan Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kpd seseorang laki-laki yg hendak menikah agar dia menikahi wanita yg memiki rasa belas kasih (baik kpd suaminya maupun kelak kepada buah hatinya), sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh abu dawud: 2050.

Mafhumnya, jgn engkau menikahi wanita yang keras hatinya! Yg demikian akan memberikan mudharat untuk suami & anaknya.

Kemudian ada satu hadits lagi yg menunjukkan sgt sayangnya kedua orang tua kepada anaknya, lebih khusus kaum ibu karena dia lebih sering bersama buah hatinya, untuk itu para ibu harus memiliki rasa belas kasih kepada anaknya.

Perhatikan hadits yg sgt besar berikut ini:

“Dari Aisyah dia berkata: Datang kpd saya seorang wanita dgn membawa 2 putrinya. Maka saya berikan 3 butir kurma, sehingga masing mereka mendapatkan 1 butir kurma. Kemudian masing-masing anaknya pun memakan kurma tersebut, tinggal 1 kurma yang dimiliki oleh ibunya, ketika kurma tersebut hendak dimakan oleh ibunya, ternyata kedua putrinya meminta kurma tersebut. Lalu aku (aisyah) melihat ibunya tidak jadi memakannya, tetapi kurma yg menjadi haknya dibelah menjadi 2 kemudian dia berikan kepada kedua putrinya. Kemudian saya (aisyah) ceritakan kisah yg menakjubkan ini kepada Rasulullah, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH dgn kurma tersebut itu telah mewajibkan baginya syurga & dijauhkan dari neraka” (Riwayat muslim)

Yaa subhanallah, sangat indah sekali kisah tersebut yg menunjukki sayangnya & sgt sabarnya seorg ibu kepada anak-anaknya, yg dgn sebab sayangnya & kesabarannya ALLAH berikan syurga & dijauhkan dari neraka untuknya.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Prinsip Akidah Seorang Muslim

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal

Para ulama sering menjelaskan tiga prinsip yang harus jadi pegangan setiap muslim. Jika prinsip ini dipegang, barulah ia disebut muslim sejati.

Para ulama mengatakan, Islam adalah:

اْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِهِ

“Berserah diri pada Allah dengan mentauhidkan-Nya, patuh kepada-Nya dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik.”

Prinsip pertama: Berserah diri pada Allah dengan bertauhid

Maksud prinsip ini adalah beribadah murni kepada Allah semata, tidak pada yang lainnya. Siapa yang tidak berserah diri kepada Allah, maka ia termasuk orang-orang yang sombong. Begitu pula orang yang berserah diri pada Allah juga pada selain-Nya (artinya: Allah itu diduakan dalam ibadah), maka ia disebut musyrik. Yang berserah diri pada Allah semata, itulah yang disebut muwahhid (ahli tauhid).

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Sesembahan itu beraneka ragam, orang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah: 31).

Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5).

Selanjutnya silahkan baca pd link berikut:
http://muslim.or.id/aqidah/prinsip-akidah-seorang-muslim.html

Prinsip Akidah Seorang Muslim

Ust. Muhammad Abduh Tuasikal

Para ulama sering menjelaskan tiga prinsip yang harus jadi pegangan setiap muslim. Jika prinsip ini dipegang, barulah ia disebut muslim sejati.

Para ulama mengatakan, Islam adalah:

اْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِهِ

“Berserah diri pada Allah dengan mentauhidkan-Nya, patuh kepada-Nya dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik.”

Prinsip pertama: Berserah diri pada Allah dengan bertauhid

Maksud prinsip ini adalah beribadah murni kepada Allah semata, tidak pada yang lainnya. Siapa yang tidak berserah diri kepada Allah, maka ia termasuk orang-orang yang sombong. Begitu pula orang yang berserah diri pada Allah juga pada selain-Nya (artinya: Allah itu diduakan dalam ibadah), maka ia disebut musyrik. Yang berserah diri pada Allah semata, itulah yang disebut muwahhid (ahli tauhid).

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Sesembahan itu beraneka ragam, orang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah: 31).

Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5).

Selanjutnya silahkan baca pd link berikut:
http://muslim.or.id/aqidah/prinsip-akidah-seorang-muslim.html

Ikhlas

Satu amalan apabila dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar maka tertolak.

Juga satu amalan yang benar namun dilakukan tidak dengan keikhlasan maka tertolak.

Ikhlas artinya berniat melakukannya semata karena Allah dan benar artinya sesuai dengan ajaran Rasulullah.

(Diambil dari pernyataan al-Fudhail bin Iyaadh (wafat 187 H) dinukil dari kitab Hilyatulauliya’, karya Abu Nuaim al-Ashfahani 8/95)

Mari belajar agama, agar mampu beramal dengan benar dan ikhlas!

www.klikuk.com
titan ilmu penyejuk qalbu

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Apakah Setan Mengetahui Isi Hati Manusia ?

TANYA:

Bismillah

Apakah syetan juga mengetahui apa-apa yang ada dalam hati kita? Atau hanya Alloh saja yang mengetahuinya ?

Eko
Alamat: Jepang
Email: frend_***@yahoo.com

JAWAB:

Memang tidak dipungkiri masih teropinikan di pikiran banyak orang bahwa syeitan mengetahui yang ghaib dan mengetahui isi hati kita. Apalagi para pendukung syeitan berusaha menyebarkan hal ini kepada semua orang dari mulai cerita dusta sampai sinetron berseri.

Allah telah menjelaskan kepada kita semua kedustaan dan kebatilan opini tersebut, ketika mewafatkan Nabi Sulaiman –’Alaihis salam-. Para jin dan syeitan yang berada disekitar beliau tidak ada yang mengetahui kematian beliau hingga serangga tanah memakan tongkat beliau hingga beliau jatuh. Allah berfirman:

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلا دَابَّةُ الأرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya.Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba`:14)

Dengan demikian jelaslah syeitan tidak mengetahui isi hati kita kecuali telah kita sampaikan atau sudah ingin kita sampaikan. Bagaimana mengetahui yang ada didalam hati? Sedangkan mereka saja tidak mengetahui kematian nabi Sulaiman –Alaihi salam-.

Dengan ini jelaslah yang mengetahui ilmu ghaib adalah Allah semata.
Wabillahi taufiq.

Sumber : http://m.klikuk.com/ghoib/

Kuhadiahkan Baktiku Padamu Bunda Sayang..

Engkau rela bersusah payah dalam kelemahanmu disaat aku 9 bulan dirahimmu

Ibunda… Disaat aku ingin kedunia engkau berjuang antara hidup dan mati..

Dalam sakitmu engkau tetap tersenyum untukku..

Cintamu yg tulus padaku tidak pernah ternodai sepanjang masa..

Doakan aku wahai bunda agar ananda selalu berbakti kpdmu..

Semoga Allah mengampunimu dan mengampuni diriku..

عن ابن عمر قال أتى رسول الله صلى الله عليه و سلم رجل فقال يا رسول الله أذنبت ذنبا كبيرا فهل لي توبة؟ فقال له رسول الله صلى الله عليه و سلم هل لك من أم قال لا قال هل لك من خالة قال نعم فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم فبرها.

Dari Ibnu Umar bahwasanya seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengerjakan dosa besar, apakah saya masih bisa taubat?”.

Rasulullah berkata, “Apakah kamu memiliki ibu?”. Dia menjawab, “Tidak”. Rasulullah berkata,

“Apakah kamu memiliki bibi (dari ibu)?”. Dia menjawab, “Ya”. Rasulullah berkata, “Berbaktilah kepadanya”.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi:1968 dan al-Hakim: 4/155, dan al-Hakim menshahihkannya

Kisah salaf

Dari Atha’ bin Yasar dari Ibnu Abbas, bahwasanya seseorang mendatangi Ibnu Abbas dan berkata, “Sesungguhnya aku melamar seorang wanita namun dia enggan untuk menikah denganku kemudian orang lain melamarnya dan dia suka untuk
menikah dengannya sehingga aku cemburu pada wanita ini dan aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa taubat?”.

Lalu Ibnu Abbas berkata, “Ibumu masih hidup?”.

Dia menjawab, “Tidak”. Ibnu Abbas berkata,

“Bertaubatlah kepada Allah dan dekatkan dirimu kepada-Nya semampumu”. Akupun (Atha’ bin Yasar) menemui Ibnu Abbas dan menanyakan “Kenapa engkau bertanya kepadanya tentang kehidupan ibunya?”. Ibnu Abbas berkata, “Aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dari berbakti kepada seorang ibu”.

diriwayatkan oleh Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad:4
al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab.

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abine riyadL

Menebar Cahaya Sunnah