Pelaku Maksiat Tidak Kekal ‎​Di Neraka

Pertanyaan:

العاصي لا يخلد في النار

Pelaku Maksiat Tidak Kekal ‎​Di Neraka

يقول تعالى: إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ، ويقول أيضا: وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى هل بين هاتين الآيتين تعارض؟ وما المراد بقوله: مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ؟ ع – أ – ز – جدة

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. al-Maidah:116).

Dan Dia berfirman:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman,
beramal shaleh kemudian tetap di jalan yang benar”. (QS. Thaaha:82).

Apakah pada dua ayat tersebut terdapat pertentangan?
Dan apa Чαπƍ dimaksud dengan firman-Nya:

مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. al-Maidah:116).
ع – أ – ز – جدة

Jawaban:….silahkan baca ‎​selanjtnya di link berikut: http://www.ibnumubarakallaitsi.wordpress.com/2013/04/20/1150/

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’ Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Luangkan Waktumu Untuk Membaca Al Qur’an

Akhi/ Ukhti…
Moga Allah menjagamu selalu

Tak terasa sudah berlalu beberapa jam dari kehidupan kita di hari ini…

Sebagian sudah tenggelam dalam aktivitasnya

Ada yang sibuk dengan dunianya

Ada yang sibuk dengan urusan rumah

Dan lain sebagainya…

Tapi sudahkan kita membuka Kitabulllah

Tuk sedikit membaca kalamullah

Walaupun hanya satu ayat…

Al Qur’an adalah petunjuk

Pentunjuk yang membimbingmu untuk berjalan secara benar dalam semua aktivitasmu

Al Qur’an adalah Cahaya

Cahaya yang menerangi jalan dan hatimu

Al Qur’an adalah Penyembuh

Penyembuh dari segala penyakit yang hampir semua dari kita memilikinya

Al Qur’an adalah kasih sayang Allah

Apa kiranya kita tidak butuh dengan kasih sayangNya

Kalau kau belum membuka Kitabullah, sampai saat kau membaca Ini

Maka saatnya kau menutup BBmu sejenak…

1 atw 2 menit…

Untuk meraih hidayah, nur, syifa’ dan Rahmat Ilahi

Lewat KalamNya

Moga Allah menerima amalan kita

Mengampuni dosa kita

Mempertemukan kita di surga

Bersama Rasulullah shallahu alaihi wa sallam

 Ditulis oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Omong Kosong

Betapa seringnya angan-angan indah terlintas dipikiran kita
Kadang terbetik di hati ingin berbuat kebaikan

Ingin membantu orang… Ingin beramal
Ingin berdakwah
Ingin beribadah
Ingin ini dan itu

Kita berkoar-koar bagaikan ayam yang hendak bertelur
(tapi kalau ayam ada telornya, he he he)

Namun pada akhirnya kebanyakan apa yang kita katakan hilang begitu saja

Bak menulis di atas air

Atau melangkah di padang pasir yang kering… hilang bekasnya diterpa angin

Ada seseorang yang pernah berpesan:

لتكن خطاك في دروب الخير ،، على رمل ندي لايسمع لها وقع،،ولكن آثارها بينة

“Hendaklah langkah-langkah­mu di jalan kebaikan itu, seperti melangkah di pasir yang basah
Tidak terdengan suaranya
Namun bekasnya tampak dengan jelas”.

Iya… biar orang tidak melihat kita
Tapi mereka melihat bekas langkah kita

Mungkin kiranya nasehat ini bermanfaat buat yang menulis dan yang membaca

 Ditulis oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Mengorbankan Harta Demi Hijrah

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbondong-bondong berhijrah ke Madinah meninggalkan harta, negeri dan keluarga besar mereka.

Ketika Shuhaib berangkat hijrah, kaum kuffar Quraisy menghalanginya ditengah jalan ingin menghalangi hijrah beliau. Mereka berkata kepada Shuhaib Ar-Ruumi radhiallahu ‘anhu, “Engkau datang kepada kami dalam keadaan miskin. Kemudian hartamu bertambah banyak ketika bersama kami. Sekarang engkau ingin pergi dengan membawa hartamu. Demi Allah, itu tidak akan bisa terjadi!”

Mendengar teguran ini, Shuhaib mengajukan penawaran, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku memberikan seluruh hartaku kepada kalian? Apakah kalian akan membiarkan aku pergi?”

Baca kelanjutannya disini
KLIK http://m.klikuk.com/kisah-sahabat-nabi-shuhaib/

Sebarkan…
****
Ayo berSEDEKAH di jalan Allah.
Salurkan Donasi Anda ke :
• Norek Bank Mandiri 138-00-1060915-9
• Atas Nama KHOLID

Sabar Atas Gangguan Istri

By.Ust.Ahmad Ferry Nasution

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan pergauilah istrimu dengan cara yang baik, dan apabila kalian tdk menyukai mereka maka brsabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padanya, padahal ALLAH menjadikan pada dirinya kebaikan yang sangat banyak (An-nisa :19)

Syaikh Abdurrahman As-sa’di menjelaskan dikitab tafsirnya, maksud ayat “dan pergauilah istrimu dengan cara yg baik” yaitu kita diperintahkan untuk bergaul dengan istri kita dengan cara yang baik, baiknya perkataan kita kepadanya maupun perbuatan/keadaan kita kepadanya.

Kemudian syaikh menjelaskan kepada kita; “Sepantasnya bagi kalian wahai para suami untuk tetap menahan istrimu dalam ikatan pernikahan walaupun kalian menjumpai sesuatu yang kalian tidak menyukai pada diri mereka. Karena dibalik itu semua ada kebaikan yang sangat besar.

Diantaranya adalah berpegang degan perintah ALLAH & menerima wasiat-Nya yang didalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Diantara kebaikan lainnya yang engkau mnahan dirimu untuk tetap bersama istrinya, dalam keadaan engkau tidak mencintainya didalamnya terdapat “mujahadatun nafs” dan berakhlak dengan akhlak yang indah. Bisa jadi kebencianmu terhadapnya akan hilang dan berubah menjadi kecintaan (sebagaimana yang seperti ini sering terjadi) .

Kebaikan lainnya bisa jadi dia akan mendapatkan rizki berupa anak yang sholeh dari istrinya tersebut, yang akan memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya didunia maupun akhirat. Tentunya semua ini dilakukan, apabila tali pernikahan tersebut masih bisa dipertahankan. Apabila memang harus berpisah dan tidak mungkin untuk tetap seiring bersama dengnnya (istri), maka sisuami tidak bisa dipaksakan untuk tetap menahan istrinya. (Taisir Al-Karimir Rahman)

Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaulah dengan baik serta nasehatilah mereka dengan lemah lembut serta doakan mereka dengan kebaikan, sebagaimana Nabi mendoakan istri-istrinya (ini yg kita sering lupa, yaitu mendoakannya).

— ~ ~ ~ ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ~ ~ ~ —

Mensyukuri Nikmat

Perhatikanlah orang yang lebih sengsara darimu dalam masalah harta, dan jangan perhatikan orang di atasmu. Karena itu lebih membuatmu mensyukuri nikmat Allah. ~HR Bukhari-Muslim~

Rumaysho.com di pagi hari penuh berkah

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Haramnya Keledai

Ust. Badrusalam LC

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata: “Ketika di hari Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Abu Thalhah untuk menyeru: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kalian dari daging keledai karena ia adalah najis”. Muttafaqun ‘alaih.
(bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Najisnya keledai dan ini mencakup darah, daging, kencing dan kotorannya.

2. Adapun badan, air liur dan keringatnya terjadi perselisihan, yang shahih adalah suci, karena Nabi mengendarai keledai, dan pasti terkena badan dan keringatnya serta air liurnya, dan ini sulit untuk dihindari, kaidah mengatakan: kesulitan mendatangkan kemudahan. Dan ini adalah pendapat imam Malik, Asy Syafi’I dan riwayat dari imam Ahmad.

3.Haramnya memakan daging n susu keledai.

4. Setiap yg najis haram untuk dimakan.

Mengajak Kepada Kebaikan

Jangan anda biarkan diri ini diam atau acuh untuk mengajarkan manusia kebaikan..

Maukah doa anda dikabulkan?
Jangan-jangan karena diamnya kita atas kebaikan dan tidak ikut berusaha mencegah kemaksiatan merupakan penyebab doa kita terhalang..

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam , bahwasannya Beliau bersabda:
(( يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مُرُّوا باِلْمَعْرُوْفِ, وَانْهَوْا عَنِ اْلمُنْكَرِ, قَبْلَ أَنْ تَدْعُوْنِيْ فَلاَ أَسْتَجِيْبَ لَكُمْ, وَقَبْلَ أَنْ تَسْأَلُوْنِيْ فَلاَ أُعْطِيْكُمْ, وَ قَبْلَ أَنْ تَسْتَنْصُرُوْنِيْ فَلاَ أَنْصُرَكُمْ ))
Allah berfirman: “Perintahkanlah kepada yang ma`ruf, dan laranglah dari hal yang munkar, sebelum kalian berdoa lalu Aku tidak mengabulkan doa kalian, sebelum kalian meminta kepadaKu lalu Aku tidak memberi kepada kalian, sebelum kalian meminta pertolongan kepadaKu lalu aku tidak memberi pertolongan kepada kalian.”

(Hasan. HR Ahmad (VI/159) dan al-Bazzâr (no. 3304) dari ‘Aisyah

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadL. Boyolali

Lalat

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (Bukhari dan Abu Dawud) dan Abu Dawud menambah: “Sesungguhnya ia jatuh dengan mendahulukan sayap yg ada padanya penyakit”.
(ref. bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Lalat itu suci baik hidup maupun mati.

2. Semakna dengan lalat adalah setiap binatang yg darahnya tidak mengalir, hukumnya sama yaitu suci.

3. Disunnahkan/diwajibkan menenggelamkan lalat dalam air bila jatuh padanya lalu dibuang, dan meminum airnya.

4. Salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada yg lainnya terdapat penawar, dan ini adalah mu’jizat yg menunjukkan kenabian beliau.

5. Kewajiban aqal adalah tunduk kepada dalil, terutama bila aqal menganggap tidak masuk diakal suatu dalil, karena Allah maha Tahu segala sesuatu sedangkan aqal manusia terbatas.
——-

KAPANKAH ADA WANITA SEPERTI INI LAGI ???

KAPANKAH ADA WANITA SEPERTI INI LAGI???

Ibnu ‘Asaakir rahimahullah dalam kitabnya Taarikh Dimasyq menyebutkan biografi seorang wanita yang sholehah yang sangat rajin beribadah yang bernama ROOBI’AH BINTI ISMA’IL.

Wanita ini seorang janda yang kaya raya. Ia telah memberanikan diri untuk menawarkan dirinya untuk dinikahi kepada seorang lelaki yang sholeh yang bernama Ahmad bin Abil Hawaari. Maka Ahmad bin Abil Hawaari berkata :

لَيْسَ لِي هِمَّةٌ فِي النِّسَاءِ لِشُغْلِي بِحَالِي

“Aku tidak punya hasrat kepada para wanita karena kesibukanku dengan dirikau (yaitu ibadahku)”

Ternyata sang wanita Robi’ah binti Isma’il juga berkata

إني لأشغل بحالي منك وما لي شهوة ولكني ورثت مالا جزيلا من زوجي فأردت أن أنفقه على إخوانك وأعرف بك الصالحين فتكون لي طريقا إلى الله

“Sungguh aku juga bahkan lebih sibuk beribadah dari dirimu, serta aku tidak berhasrat, akan tetapi aku telah mewarisi harta yang banyak dari suamiku. Aku ingin untuk menginfakan hartaku pada saudara-saudara­mu, dan dengan dirimu aku mengenal orang-orang yang sholeh, sehingga hal ini menjadi jalanku menuju Allah”

Ahmad bin Abil Hawaari berkata, “Aku minta izin dahulu kepada guruku”

Lalu Ahmad pun menyampaikan hal ini kepada Abu Sulaiman gurunya, dan sang guru selalu melarang murid-muridnya untuk menikah dan berkata, “Tidak seorangpun dari sahabat kami yang menikah kecuali akan berubah”.

Namun tatkala sang guru mendengar tentang tuturan sang wanita maka ia berkata :

تَزَوَّجْ بِهَا فَإِنَّهَا وَلِيَّةُ للهِ

“Nikahilah wanita tersebut, sesungguhnya ia adalah seorang wanita wali Allah”

Menebar Cahaya Sunnah