Sumber-sumber Maksiat

Seluruh maksiat & perbuatan dosanya baik yg besar maupun yg kecil berasal dari 3 sumber maksiat:

1. Bergantung kpd selain Allah, puncaknya adalah syirik

2. Emosional, puncaknya adalah pembunuhan

3. Terlalu mengumbar nafsu, puncaknya adalah zina

Allah Jalla wa’ala telah menyebutkan semua itu dalam ayat-Nya yg mulia “Dan yg tdk pernah beibadah kpd selain Allah, tdk membunuh jiwa yg Allah haramkan kecuali dgn alasan yg benar & tdk berzina” Al-Furqon:68

Untuk mengatasi semua itu adalah dengan:

1.iman kpd Allah (ilmu yg benar, pemahaman yg benar & amal saleh)

2. Banyak berserah diri kpd Allah

3. Senantiasa menjauhi segala hal yg memancing syahwat

4. Berusaha untuk selalu meredam emosi & tdk pernah menyimpan dendam

Dalam hal ini Allah berfirman,
” Apa yg telah kalian raih sekecil apapun adalah perhiasan kehidupan Dunia sedangkan apa yg ada disisi Allah adalah lebih baik & lebih abadi bagi orang-orang yg beriman, senantiasa berserah diri kpd Rabb mereka, selalu menghindari setiap perbuatan keji sekecil apapun & selalu berupaya meredam emosi” As-Syura: 36-37.

Semoga bermanfaat!

Lihat Al-Fawaid karya Ibnul Qoyyim Hal. 132-133

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc

Jilbab Gaul…

Pemutarb­alikan Tujuan Syari’at…

Sungguh aneh…
Jilbab yang disyari’atkan dengan tujuan agar seorang wanita terjaga, terlindungi, tidak menjadi pusat tebar pesona, agar menutupi perhiasannya, agar tidak diganggu dan menjadi mangsa lirikan-lirikan­ mata yang jelalatan….

SEBALIKNYA…
Ol­eh sebagian wanita muslimah malah dijadikan sarana untuk berhias…, mempercantik panorama wanita…, sarana menebar pesona….

Semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus….
Aamiii­n

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sudahkah Kita Siap Dengan Amal Kita Saat Ini ?

“Yang mengikuti mayit hingga ke kubur ada tiga: keluarga, harta dan amalnya. Dua akan kembali, yangg satu tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya. Yang akan tetap adalah amalnya” (HR Bukhari & Muslim)

Sudahkah kita siap dengan amal kita saat ini?

Rumaysho.com

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

CIRI-CIRI WANITA AHLUL JANNAH

Nabi yang mulia shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda dalam satu haditsnya yang diriwayatkan oleh imam nasa’I.

Beliau bersabda;
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni syurga ?? mereka ini ialah istri yang memiliki rasa belas kasih sayang, kemudian yang bakal memberikan banyak keturunan, dan mereka (para istri) yang segera kembali/mendatangi suaminya. Dia (seorang istri) dimana jika terjadi suaminya marah dengannya, maka istrinya segera mendatanginya (mendatangi suaminya) serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya seorang istri berkata padanya: “Aku tidak mampu memejamkan mataku ini (aku tidak bisa tidur) sebelum engkau ridha kepadaku”.

Subhaanallah….
Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali untuk kita semua, diantara pelajaran yang dapat kita ambil:

1. Memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang ciri-ciri wanita ahlul jannah.

2. Keutamaan memiliki seorang istri yang memiliki rasa belas kasih dan sayang, yang kelak sangat memberikan manfaat untuk suami dan anak-anaknya, yang dia berkhidmat untuk mereka (suami dan anaknya) dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan tidak keras dan kasar kpd suami dan anaknya.

3. Keutamaan menikahi seorang wanita yang kelak akan mendapatkan keturunan yang banyak darinya, yang dengan sebabnya memiliki banyak anak akan menambah jumlah kaum muslimin yang beribadah kepada ALLAH dan menghidupi sunnah Nabi-NYA.

4. Tingginya hak suami yang wajib dipenuhi oleh seorang istri, dan wajib bagi seorang istri untuk taat kepadanya dalam perkara baik (bukan ma’siyat).
Bahkan Nabi yang mulia pernah bersabda: “tidaklah seorang istri dapat memenuhi hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya.

Semoga bermanfaat

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Nifaq Ada Dua Macam: Nifaq I’tiqadi Dan Nifaq ‘Amali.

Jenis ke 1.
Nifaq i’tiqadi(keyakinan):
yaitu sesorang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Padahal hakikatnya tidak beriman.

Nifaq ini telah disebutkan di dalam Al Qur’an di beberapa tempat. Dan Allah Ta’ala akan memasukkan pelakunya krn nifaq ini ke dasar neraka yang paling bawah.
Krn hakikatnya ia adalah orang yg tidak percaya ajaran islam

Jenis ke 2.
Nifaq ‘amali(perbuatan):
sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam:

(( أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا , وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ , وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري ومسلم)

“Empat hal apabila terdapat pada diri seseorang maka dia menjadi seorang munafiq tulen, dan jika terdapat padanya satu di antara empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat satu tanda kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji
mengingkari, jika berselisih dia berbuat curang, dan jika dipercaya
berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sebagaimana sabda beliau:
(( آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري)

“Tanda seorang munafik ada tiga: jika berbicara maka dia berdusta, jika berjanji maka dia mengingkari, dan jika dipercaya maka dia berkhianat.” (HR Bukhari.

Adapun nifaq amal ini merupakan dosa besar yg dapat mempengaruhi naik turunnya iman dalam diri seorang mu’min.

Maka berhati hatilah dan selalu introspeksi diri.. Jangan sampai ada tanda tanda kemunafikan pada diri kita baik keyakinan ataupun perbuatan.

Akhir kata, kita memohon kepada Robbul alamin Allah azza wa jalla untuk menjaukan nifaq tsb dari hati maupun amalan kita.

آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.

‎Jangan Mengorek-ngorek Kesalahan Orang Lain


D¡ antara adab islam, Kita diperintahkan untuk menutupi aib orang lain. Karena barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya ketika ‎di¡ dunia maupun ‎​di akherat nanti.

Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Huraiarah رضي الله عنه

Dari Nabi صلى الله عليه و سلم

من ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة

“Barangsiapa yang menutupi aib
saudaranya yang muslim, maka Allah tutup aibnya ‎​di dunia dan ‎​di akhirat”.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –
by Ust. Fuad Hamzah Baraba’

Malam Minggu

Malam minggu banyak orang bergadang dan esok pagi kehilangan subuhnya..

Mari berperang melawan sifat Nifaq(kemunafikan) dg sholat subuh dan isya’ berjamaah dimasjid.

Siapkan tidur diawal waktu jika takut kesiangan!!

Jangan anda siasiakan umur yg tak seawet pintu rumah anda..

Dari Abu Hurairah radhiaAllahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

“Shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang ada pada keduanya, niscaya mereka menghadirinya, meski dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan shalat, lalu ia ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa beberapa ikat kayu mendatangi kaum yang tidak mengerjakan shalat (berjama’ah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.”
(Diriwayatkan Al-Bukhari (657) dan Muslim (651).)

Dalam hadist lain:
Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallhu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa shalat Isya’ berjama’ah, maka seakan-akan ia shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat Shubuh berjama’ah, maka seakan-akan ia shalatsemalam suntuk.”
(Diriwayatkan Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi, dan lafazh keduanya, ‘Barangsiapa shalat Isya’ berjama’ah, maka seperti shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat Isya’ dan Shubuh berjama’ah, maka seperti shalat semalam.’)
(Shahih, diriwayatkan Muslim (656), Abu Daud (555) dan At-Tirmidzi (221)).

Barangsiapa takut Api neraka dan rindu kpd Allah dan SurgaNya maka akan ringan kakinya dalam melangkah menuju kpd kebaikan..

Semoga Allah Ta’ala menghilangkan sifat nifaq amli(amalan) dan I’tiqodi(keyakinan) dari dalam hati dan jasad kita..

Selamat lekas istirahat…

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadL.

Kasih Ibu Tiada Tara

Sungguh aneh….
Seorang ibu bisa mengayomi dengan baik 10 anak anaknya dengan penuh kesabaran, kasih sayang, bahkan terkadang dengan hidup yang pas-pasan.
Sementara ada 10 orang anak yang berkecukupan yg tdk bisa mengayomi dan berbakti kepada seorang ibu mereka….

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Salah Kaprah

Salah kaprah istilah
Suami adalah mahram..

Istilah ini sangat keliru, karena:

Mahram: adalah seorang yg tidak boleh menikahi selamanya tanpa batas,

Sedangkan istri atau suami mereka bukanlah mahram, karena kalo mahram gak boleh menikahinya.

Kalo orang safar atau berduan sendirian bolehlah dia bersama mahram..

Apalagi bersama pasutri..tentu sangat boleh

Maka pahamilah arti mahram dan arti pasutri..

Karena pasutri melebihi mahram dalam batasannya.

www.abu-riyadl.blogspot.com

Adab Menjawab Salam

Allah سبحانه وتعالى berfirman :

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

Maka balaslah salam saudaramu dgn yg lebih baik atau minimal serupa.

Jika saudaramu memberi salam “Assalaamu’alaikum” maka jawaban yg serupa adalah
“Wa’alaikum Assalaam” atau jika disambung “Wa’alaikumussalam”.

Jika jawabannya “Wa’alaikum salam” maka itu belum serupa karena “Assalaam” lebih tinggi daripada “Salam”.

(Faedah dari kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظه الله)

———¤•¤•¤———-

Menebar Cahaya Sunnah