Bulan Bisa Menangis

Dari Ibnu Abi Mulaikah berkata,
“Suatu ketika ada seseorang yang melewati Abdullah bin ‘Amr yang sedang sujud di sebuah ruangan seraya menangis (karena takut kepada Allah).”

Lalu setelah itu Abdullah pun berkata kepada Thariq,”Apa yang engkau lihat tadi adalah hal yang biasa, sebab yang lebih mengagumkan adalah bulan bisa menangis karena takut kepada Allah.”

Atsar sahih diriwayatkan oleh Waki’ ibnul Jarrah dalam kitab “Zuhud” No:25

Subhanallah!

Apakah hati kita sudah mati atau sudah begitu kotor hingga tidak bisa menangis karena takut kepada-Nya Jalla Fii ‘ula?!

Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu dikala sunyi & ramai!

Kodok

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ LC

Dari Abdurrahman bin Utsman (ia berkata): “Sesungguhnya seorang tabib (dokter) pernah bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم ttg kodok yang ia akan jadikan sebagai obat? maka Nabi صلى الله عليه وسلم telah melarang tabib tersebut membunuh kodok.”

HADITS SHAHIH dikeluarkan: Abu Dawud (no.3871 & 5269 & ini lafazhnya), Nasaa-i (7/210), Ahmad (3/453), Hakim (4/411) & Baihaqy (9/258), mereka semuanya mrwytk dari jln Ibnu Abi Dzi’b, dri Sa’id bin Khalid, dari Sa’id bin Musayyab, dri Abdurrahman bin Utsman (spt di atas).

Imam Hakim: “Hadits ini shahih isnadnya” & Imam Dzahabi tlh menyetujuinya.

FIQIH HADITS

Hadits mulia ini: hujjah yg sangat kuat ttg haramnya memakan daging kodok karena tiga sebab:

Pertama:
Karena Nabi صلى الله عليه وسلم tlh melarang membunuhnya, baik u/ dimakan atau dimanfaatkan atau u/ disia2kan.

Kedua:
Larangan memakannya. Karena tidak ada faedahnya kalau yang dimaksud oleh hadits di atas hanya terbatas pada larangan membunuhnya, tetapi halal memakannya!?

Cara yang seperti ini merupakan kejumudan dan lebih zhahir dari kaum zhahiriyyah, tanpa mau melihat dan memahami lafazh & siyaaq (susunan) hadits. Di dalam hadits di atas seorang tabib (dokter) meminta izin kepada Nabi صلى الله عليه وسلم untuk menjadikan kodok sebagai obat.

Tentunya yang dimaksud oleh si dokter ialah dengan cara memakannya atau memberi makan kepada si pasien yang dia yakini bahwa daging kodok itu sebagai obat. Inilah yang cepat kita tangkap dengan mudah dari permintaan izin dokter tersebut kepada Nabi صلى الله عليه وسلم.

Apakah saudara akan memahami, bahwa maksud dokter tersebut meminta izin untuk menjadikan kodok sebagai obat, ialah dengan cara daging kodok itu dioles2kan ketubuh si pasien bukan dengan cara memakannya?

Ketiga:
Para Ulama telah membuat satu kaidah dan telah menjadikannya sebagai salah satu sebab tentang haramnya sesuatu binatang yaitu:

Setiap binatang yang kita diperintah untuk membunuhnya atau dilarang membunuhnya hukumnya adalah haram dimakan.

Ref: buku al-masail ust. Abdul Hakim Abdat

Haramnya Keledai

Ust. Badrusalam LC

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata: “Ketika di hari Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Abu Thalhah untuk menyeru: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kalian dari daging keledai karena ia adalah najis”. Muttafaqun ‘alaih.
(bulughul maram)

Fawaid hadits:
1. Najisnya keledai dan ini mencakup darah, daging, kencing dan kotorannya.

2. Adapun badan, air liur dan keringatnya terjadi perselisihan, yang shahih adalah suci, karena Nabi mengendarai keledai, dan pasti terkena badan dan keringatnya serta air liurnya, dan ini sulit untuk dihindari, kaidah mengatakan: kesulitan mendatangkan kemudahan. Dan ini adalah pendapat imam Malik, Asy Syafi’I dan riwayat dari imam Ahmad.

3.Haramnya memakan daging n susu keledai.

4. Setiap yg najis haram untuk dimakan.

Air Liur Unta

Ust. Badrusalam LC

Dari Amru bin Kharijah radliyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di Mina di atas untanya, sementara air liur unta mengalir di atas pundakku”. HR Ahmad, at Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya.
(bulughul maram hadits ke-24)

Derajat hadits:
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Shahih Tirmidzi no 2121.

Fawaid hadits:
1. Air liur unta adalah suci dengan ijma’ ulama.

2. Unta juga suci kotoran dan air kencingnya, berdasar hadits lain muttafaqun ‘alaih bahwa Nabi menyuruh orang-orang ‘uraniy untuk minum susu dan air kencing unta untuk pengobatan.

3. Diqiyaskan kepada unta, semua binatang yang halal dimakan dagingnya.

4. Bolehnya khotbah di atas kendaraan.

5. Disunnahkannya berkhotbah di tempat yang lebih tinggi.

(y)

Shaf Wanita Dalam Shalat Berjamaah

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله

– Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama’ah

Pertanyaan :
Bagaimana posisi shaf perempuan yang shalat berjamaah bersama perempuan dan dimanakah letak imam dan makmum?

Penanya : Ummu Hanna~Kra

Jawab:
Perempuan jika shalat berjama’ah bersama peremupuan tanpa ada laki-laki di sana maka mereka membuat shaf sebagaimana biasa. Jika jumlahnya banyak maka berbaris, namun jika sedikit tidak berbaris. Sedangkan imamnya berada ditengah dan makmumnya berada di sebelah kanan dan kirinya. Inilah yang dicontohkan oleh ‘Aisyah dan Ummu Salamah Radhiallahu’anhuma.

Sebagaimana disampaikan dalam Al Mushannaf Abdurrazzaq Ash Shan’ani, juga dibawakan oleh Syaikh Musthafa Al Adawi dalam Jami’ Ahkam An Nisa.

وَاللّــــهُ أَعْلَــــــمُ بِالصَّـــــوَابِ

Selengkapnya KLIK :
http://m.klikuk.com/shaf-wanita-dalam-shalat-berjamaah/

– Bagaimana jika keluar madzi ketika sholat jumat, apakah saya mengganti sholat 2 rekaat, atau menggantinya dengan sholat dzuhur ?

Silahkan KLIK :
http://m.klikuk.com/safar-ketika-jumat/

Semoga bermanfaat
Jazaakumullah khairan

Kisah Hijrah Ummul Mu’minin Ummu Salamah

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله

Dari Ummu Salamah  radhiallahu
‘anha mengisahkan,

“Lalu mereka merebut tali kekang unta dari tangan Abu Salamah radhiallahu ‘anhu dan merebutku darinya”

Seketika itu juga, Bani ‘Abdil-Asad, keluarga dekat Abu Salamah marah.

Mereka berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak kami ini ( Salamah) bersama Ummu Salamah, karena kalian telah merebut Ummu Salamah dari tangan keluarga kami ini (Abu Salamah)”.

Akhirnya mereka pun memperebutkan anakku Salamah. Sampai akhirnya, Bani al-Mughirah menyerah. Bani ‘Abdil-Asad pergi membawa anakku. Sedangkan aku ditahan oleh Bani al- Mughirah.

Ummu Salamah berkata, “Aku terpisah dengan suami dan anakku”

Sejak itulah Ummu Salamah sangat merasa sedih. Setelah terpisah dari sang anak dan sang suami yang sudah berangkat hijrah.

Ummu Salamah pergi pagi dan duduk di al-Abthah. Disana ia menumpahkan kesedihannya, menangis sampai sore hari. Ini dilakukan setiap hari.

Hingga setelah satu tahun berlalu, ada salah seorang anak pamannya yang merasa iba kepadanya, lalu ia pun berkata kepada Bani al-Mughirah, “Tidakkah kalian melepaskan wanita malang ini? Kalian telah memisahkannya dengan anak dan suaminya”

Subhanallah….
Baca lengkap kisahnya KLIK :

http://m.klikuk.com/ummu-salamah/

Sebarkan..
Jazaakumullah khairan

KEMULIAAN DAN KEWIBAWAAN SEORANG HAMBA YANG HAKIKI ITU HANYA BERDASARKAN AGAMA DAN AKHLAKNYA YANG BAIK

Oleh: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz حفظه الله

Ibnu Al-Muqoffa’ rahimahullah berkata: “Jika manusia menghormatimu (dan memuliakanmu) karena harta dan kekuasaanmu (atau kedudukanmu, pent), maka janganlah engkau kagum dengannya. Karena penghormatan n kemuliaan seperti itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya keduanya. Akan tetapi, hendaknya engkau merasa kagum (n bersyukur pada Allah, pent) manakala mereka memuliakan n menghormatimu karena (baiknya) agama dan akhlak (perilaku n sopan santun)mu.” (Lihat ‘Uyuunu Al-Akbaar, karya Ibnu Qutaibah II/121).

Hal ini sebagaimana Allah memuji Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam n memberikan kepada beliau kedudukan yg tinggi disebabkan keimanan n ketakwaan beliau yg sangat kuat, dan akhlak beliau yg sangat agung.

(*) Allah Ta’ala berfirman:
“Wa innaka La’alaa Khuluqin ‘Azhiim”

Artinya: “Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) benar-benar di atas akhlak yg sangat agung.”. (QS. Al-Qolam: 3).

(*) Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan harta dunia kpd siapa saja yg Dia cintai n siapa sj yg Dia benci. Akan tetapi Allah Ta’ala tidaklah memberikan iman (dan baiknya kwalitas agama, pent) kecuali hanya kepada orang-orang yg Dia cintai.”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dlm Al-Mushonnaf secara Mauquf).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 8 April 2013)

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Ritual Sesat Menjelang Ujian Akhir Nasional

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله

Ujian Akhir Nasional (UAN) kali ini memang terasa sulit dibanding dimasa silam.

Semakin sulitnya pun, hal-hal tidak logis dan berbau mistik yang dilakukan.

Entah kenapa bukan hanya Allah yang jadi tempat mengadu.

Apa karena lemahnya iman yang membuat mereka malah semakin
jauh dari Allah.

Padahal orang-orang musyrik di masa silam saja ketika
sulit, yang mereka jadikan tempat harapan adalah Allah semata.
Makanya ketika sempit, mereka meminta hanya pada Allah.
Namun ketika lapang, Allah diduakan dalam ibadah.

Berbagai Ritual Sesat

Coba kita lihat ada berbagi ritual sesat yang ditampilkan oleh
berbagai media menjelang UAN saat ini.

1- Minta wangsit dari dukun

2- Memakai jimat dan rajah berupa pensil dan lainnya

3- Berdo’a melalui perantaraan kubur wali

4- Mandi kembang

5- Doakan keampuhan pada pensil yang digunakan untuk UAN

Baca kesesatan selengkapnya di :
http://muslim.or.id/aqidah/ritual-sesat-menghadapi-ujian-akhir-nasional.html.

Sumber-sumber Maksiat

Seluruh maksiat & perbuatan dosanya baik yg besar maupun yg kecil berasal dari 3 sumber maksiat:

1. Bergantung kpd selain Allah, puncaknya adalah syirik

2. Emosional, puncaknya adalah pembunuhan

3. Terlalu mengumbar nafsu, puncaknya adalah zina

Allah Jalla wa’ala telah menyebutkan semua itu dalam ayat-Nya yg mulia “Dan yg tdk pernah beibadah kpd selain Allah, tdk membunuh jiwa yg Allah haramkan kecuali dgn alasan yg benar & tdk berzina” Al-Furqon:68

Untuk mengatasi semua itu adalah dengan:

1.iman kpd Allah (ilmu yg benar, pemahaman yg benar & amal saleh)

2. Banyak berserah diri kpd Allah

3. Senantiasa menjauhi segala hal yg memancing syahwat

4. Berusaha untuk selalu meredam emosi & tdk pernah menyimpan dendam

Dalam hal ini Allah berfirman,
” Apa yg telah kalian raih sekecil apapun adalah perhiasan kehidupan Dunia sedangkan apa yg ada disisi Allah adalah lebih baik & lebih abadi bagi orang-orang yg beriman, senantiasa berserah diri kpd Rabb mereka, selalu menghindari setiap perbuatan keji sekecil apapun & selalu berupaya meredam emosi” As-Syura: 36-37.

Semoga bermanfaat!

Lihat Al-Fawaid karya Ibnul Qoyyim Hal. 132-133

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc

Menebar Cahaya Sunnah