UPDATE – Buk-Ber ‘Arofah dan ‘Asyuro

MALAM SENIN – 04 DZULHIJJAH 1443 /  03 JULI 2022
.
Program ini insyaa Allah berlangsung hingga 10 hari pertama bulan Muharom 1444 Hijryah, menghidangkan ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (buk-ber) seribuan jama’ah di masjid-masjid insyaa Allah pada :

puasa ‘Arofah – 09 Dzulhijjah
4,000 porsi insyaa Allah untuk 4,000 jama’ah di belasan masjid dan musholla di beberapa kecamatan di Lombok Timur.

puasa ‘Asyuro – 10 Muharrom
1,000 porsi insyaa Allah bagi sekitar 1,000 santri putra dan putri ma’had. 

Per porsi : Rp. 25,000, namun silahkan berapa saja partisipasinya dan tidak ada batas minimal, semoga Allah menerimanya dan memberikan kemudahan pelaksanaannya..
.
TOTAL : Rp. 125 Juta

Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.

================

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

1. “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah), aku harapkan dari Allah, bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya, dan Puasa Asyuro (10 Muharram), aku harapkan dari Allah, bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu..” [HR. Muslim no. 1162 dan Abu Dawud no. 2425]
.
2. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” [HR. at-Tirmidzi no. 807]

3.  “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya..” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

================

➡ untuk berpartisipasi, silahkan transfer ke :
BANK SYARIAH INDONESIA  (451)
no. rekening : 748 000 4447
an. AL ILMU TA’AWUN
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

s/d MALAM SENIN pkl. 20.00 WIB:

➡️ partisipasi yang masuk  > Rp.  63 juta
➡️ masih terbuka kesempatan   > Rp. 62 juta

Daftar partisipasi akan diposting secara berkala insyaa Allah. 

Untuk laporan buk-ber periode sebelumnya bisa dilihat DI SINI

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati dan ribuan jama’ah masjid yang melaksanakan ibadah puasa sunnah senin-kamis, ‘Arofah dan ‘Asyuro, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

 

UPDATE – Wakaf 3 Sumur, Pembebasan Lahan Rumah Tahfizh Dan Masjid

AHAD  SIANG  – 03 DZULHIJJAH 1443 / 03 JULI 2022
.
➡ untuk berpartisipasi, silahkan transfer ke :
BANK SYARIAH INDONESIA  (451)
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.

===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

===================================
.
Dengan memohon izin Allah, terbuka kembali kesempatan untuk berpartisipasi dalam program 3 sumur bor, pembebasan lahan dan pembangunan pondok tahfizh dan pembebasan lahan masjid di bulan harom Dzulqo’dah ini.
.
===================================
.
1️⃣ Sumur Bor – Masjid Al Ijtihad – Ds Longseran Barat, Lombok Barat

2️⃣ Sumur Bor – Ds Longseran Timur, Lombok Barat

● Ada sekitar 400 KK Jiwa yang tinggal di Ds Longseran Barat dan sekitar 300 KK di Ds Longseran Timur. Kedua dusun yang bertetanggaan ini kondisinya darurat air bersih, air yang digunakan sehari-hari adalah air yang dialirkan dari sungai yang airnya keruh dan terkadang mambuat kulit gatal-gatal, sementara mata air di hutan sudah habis dialirkan ke dusun-dusun yang lain, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al.. Warga sangat berharap adanya bantuan sumur bor di masing-masing dusun untuk mengurangi kesulitan air yang mereka hadapi.

Berdasarkan survey lokasi, kedalaman ke 2 sumur insyaa Allah mencapai 85 meter di masing-masing dusun dan insyaa Allah dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa,  Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================
.
3️⃣ Sumur Bor – Musholla Al-Hidayah – Ds Genjer Baru, Terara, Lombok Timur

Saat ini air bersih diambil dari air parit yang disaring namun kurang layak untuk dikonsumsi, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al. Sebagian besar warga dusun berprofesi sebagai petani, buruh tani dan buruh lepas, sebagian pedagang dan PNS. Insyaa Allah sumur bor akan dimanfaatkan untuk keperluan ibadah di musholla dan kebutuhan harian warga dusun yang jumlahnya mencapai sekitar 500 KK. Berdasarkan survey lokasi, kedalaman sumur insyaa Allah mencapai 40 meter dan insyaa Allah dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa,  Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================

4️⃣ Pembebasan lahan dan Pembangunan Rumah Tahfizh – TPQ – Bayan, Lombok Utara

● Ada sekitar 80 santri TPQ dan saat ini mereka meminjam ruangan di sebuah musholla. Dengan adanya bangunan sendiri, insyaa Allah para santri dapat belajar Alqur’an dengan lebih baik lagi. Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya (kepada orang lain)..” (HR. Bukhari, no. 4739)

Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================

5️⃣ Pembebasan Lahan Masjid Assunnah Timba Gading, Lombok Timur. TAHAP 5

● Ini adalah lanjutan dari program wakaf sebelumnya yang dibagi menjadi beberapa tahap, dan ini adalah tahap ke 5. Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari amal jariyah membangun masjid :

Sebagian besar warga timba gading adalah petani tradisional dan buruh tani yang berpenghasilan menengah ke bawah. Saat ini bangunan yang digunakan sebagai masjid tak lagi mampu menampung jama’ah yang alhamdulillah meningkat saat sholat 5 waktu, sholat Jum’at dan saat menghadiri kajian, sedangkan lokasinya juga tak memungkinkan untuk perluasan sehingga pengurus masjid bersama warga dan jama’ah yang jumlahnya mencapai 1,000 jiwa bermaksud hendak membebaskan sebuah lahan untuk bangunan masjid baru yang bisa menampung jumlah jama’ah, namun qoddarallah terkendala oleh biaya karena kondisi ekonomi warga yang belum memungkinkan. Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

berikut adalah lokasi sumur dan masjid yang hendak dibebaskan.

.
===================================

➡➡ Dengan demikian, maka total program di atas mencapai Rp. 368 juta, semoga Allah memberikan kemudahan..

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank : 451)
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

s/d AHAD  SIANG pkl. 13.00 WIB:
➡️ partisipasi yang masuk  > Rp.  140 juta
➡️ masih terbuka kesempatan   > Rp. 228 juta

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Ketika Terjadi Perselisihan Antara Ustadz

Nasehat Emas Ibnu Taimiyah rohimahullah ketika terjadi perselisihan antara ustadz :

وإذا وقع بين معلم ومعلم أو تلميذ وتلميذ أو معلم وتلميذ خصومة ومشاجرة لم يجز لأحد أن يعين أحدهما حتى يعلم الحق فلا يعاونه بجهل ولا بهوى بل ينظر في الأمر

“Apabila antara guru dengan guru atau murid dengan murid atau guru dengan murid terjadi perseteruan dan pertengkaran maka tidak boleh seorangpun membantu salah satunya sampai mengetahui kebenaran. Tidak boleh ia mendukung salah satunya dengan kebodohan dan hawa nafsu, tetapi hendaklah ia periksa masalahnya..

فإذا تبين له الحق أعان المحق منهما على المبطل سواء كان المحق من أصحابه أو أصحاب غيره ; وسواء كان المبطل من أصحابه أو أصحاب غيره فيكون المقصود عبادة الله وحده وطاعة رسوله ; واتباع الحق والقيام بالقسط

Apabila telah jelas kepadanya kebenaran, maka ia mendukung yang berada di atas kebenaran baik itu temannya atau bukan. Sehingga maksud tujuan tertingginya adalah ibadah kepada Allah dan menaati rosulNya. Mengikuti kebenaran dan menegakkan keadilan..

قال الله تعالى : { يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بهما فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman jadilah penegakkan keadilan sebagai saksi-saksi untuk Allah walaupun atas diri kalian sendiri atau kedua orangtua atau karib kerabat. Jika ia kaya atau faqir maka Allah lebih layak untuk keduanya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu dari berbuat adil..

ومن مال مع صاحبه – سواء كان الحق له أو عليه – فقد حكم بحكم الجاهلية وخرج عن حكم الله ورسوله

Barangsiapa yang lebih condong kepada sahabatnya walaupun ia di atas kesalahan, maka sesungguhnya ia telah berhukum dengan HUKUM JAHILIYAH dan telah keluar dari hukum Allah dan RosulNya..”

[ Majmu Fatawa 28/16-17 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Merasa Suci

Allah Ta’ala berfirman:

: {فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى} [32: النجم]

“Janganlah kamu merekomendasi diri sendiri, Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertaqwa..” (An Najm: 32)

Ayat ini melarang kita untuk merekomendasi diri sendiri dengan merasa bahwa kita telah baik, telah kokoh keimanan, telah bersih dari kotoran dosa dan sebagainya.

● Ibnu Abi Mulaikah rohimahullah berkata,

“Aku mendapati tiga puluh shahabat, tidak ada seorangpun diantara mereka yang merasa bahwa imannya sudah seperti iman jibril. Mereka semua mengkhawatirkan kemunafiqan menimpa mereka..” (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq)

● Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata tentng penyakit munafiq,

“Tidak ada yang merasa aman darinya kecuali orang munafiq, dan tidak ada yang merasa takut darinya kecuali seorang mukmin..”

Seorang mukmin selalu merasa takut akan dosa-dosanya. Ia tak pernah merasa dirinya telah baik keimanannya. Ia khawatir amalnya tak diterima. Sehingga ia terus bersungguh sungguh untuk memperbaiki diri.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keutamaan Ibu Dalam Islam

Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Seseorang datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rosulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali..?’
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu..'”

[ HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548 ]

● Imam Al-Qurthubi rohimahullah menjelaskan,

“Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali..

Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena:
kesulitan dalam menghadapi masa hamil,
kesulitan ketika melahirkan, dan
kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak,
hanya dialami oleh seorang ibu.. 

Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya..”

[ Tafsir Al-Qurthubi – 10 : 239 ]

Jika Tidak Ditahan Maka Setan Akan Tertawa Dan Masuk

● Nabi Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda:⁣

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ : هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan tidak menyukai tasa’ub (menguap). Jika seseorang bersin maka ucapkanlah hamdalah, dan merupakan hak baginya terhadap setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit..

Adapun menguap, itu dari setan. Maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin. Jika ia menguap sampai mengeluarkan suara “hah” maka setan pun tertawa..” (HR. Bukhari no. 6223, Muslim no. 2994).⁣

● Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiallahu ’anhu, Nabi Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda :⁣

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ⁣

“Jika kalian menguap maka tutuplah mulutnya dengan tangannya. Karena setan akan masuk..”⁣

● Ibnu Allan Asy Syafi’i rohimahullah mengatakan :⁣

أي قدر استطاعته ، وذلك بإطباق فيه ، فإن لم يندفع بذلك فبوضع اليد عليه⁣

“Maksudnya tahanlah sebisa mungkin. Yaitu dengan melakukan ithbaq (menggabungkan bibir). Jika tidak bisa ditahan maka dengan meletakkan tangan di mulut..”

(Dalilul Falihin, 6/175)⁣

Ditulis oleh,
Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara:

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini..

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami..” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai..

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat..

4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah..

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Sibuk Memikirkan Aib Sendiri

Imam Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

“Wajib bagi orang yang berakal untuk senantiasa menetapi (mencari) keselamatan dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus (mencari-cari aib orang lain), hendaklah ia senantiasa sibuk memperbaiki aibnya sendiri.. 

Karena sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan aibnya sendiri dan melupakan aib orang lain, maka hatinya akan menjadi tenteram dan tidak akan merasa lelah.. 

Maka setiap kali dia melihat aib yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa ringan tatkala melihat aib yang serupa ada pada saudaranya.. 

Sementara orang yang senantiasa sibuk dengan mencari aib orang lain dan melupakan aibnya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya..”

[ Roudhotul ‘Uqola – 131 ]

Membongkar Keburukan Seseorang Dan Menyebarkannya Dengan Kedok Nasehat

Berkata Al Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah,

إخراجُ السوء وإشاعتُه في قالب النصح، فهو يُظهر الشَّفَقَةَ والتألُّم لحال المنصوح، وفي الباطن إنما غرضه التعيير والأذى، فهذا من إخوان المنافقين الذين ذمهم الله؛

“Membongkar keburukan (seseorang) dan menyebarkannya dengan kedok nasehat.. Ia memperlihatkan rasa kasihan dan sedih kepada orang yang dinasehatinya, padahal di batinnya ia ingin menjelekkannya adalah perbuatan kaum munafiqin yang Allah cela..”

(Al Farqu Baina Ta’yir Wanashihah)

Betapa banyaknya jenis ini di zaman ini..

Ia tebar nasehatnya untuk seseorang di media sosial..
dengan dalih dalam rangka menasehati..
padahal perbuatannya tersebut sebetulnya menebar aib..

Semoga Allah melindungi kita dari sifat demikian..
Kecuali bila pelakunya melakukan kemungkaran secara terang-terangan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rumah Di Surga

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang bangunan surga, Beliau bersabda :

لبِنةٌ من فضَّةٍ ولبنةٌ من ذَهَبٍ ، وملاطُها المسكُ الأذفرُ ، وحصباؤُها اللُّؤلؤُ والياقوتُ ، وتُربتُها الزَّعفرانُ مَن دخلَها ينعَمُ ولا يبأسُ ، ويخلدُ ولا يموتُ ، لا تبلَى ثيابُهُم ، ولا يفنى شَبابُهُم

“Terbuat dari batu bata emas dan perak, perekatnya adalah minyak kesturi..

Krikilnya adalah intan dan permata, tanahnya adalah za’faran..

Siapa yang memasukinya akan selalu senang dan tidak akan pernah susah. Kekal tidak akan mati. Bajunya tak pernah lusuh. Akan terus muda..”

[ HR At-Tirmidzi dan diahahihkan oleh Syaikh al-Albani ]

Membangun rumah di surga adalah dengan beramal saleh..

Diantaranya adalah yang disebutkan dalam hadits :

Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar.. 

Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan.. 

Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya..”

[ HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah