Berikut adalah rangkuman nasehat Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah mengenai program praktis untuk menjadi orang yang banyak berdzikir kepada Allah:
1. MENGAGUNGKAN DAN MENJAGA SHOLAT WAJIB 5 WAKTU SEBAGAI INTI DZIKIR
● Sholat wajib adalah bentuk dzikir yang paling agung, yang diperintahkan langsung untuk menegakkan dzikir kepada Allah | ‘Dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku..’
● Orang yang menjaga sholat dengan baik akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat, sebaliknya yang tidak menjaga sholat tidak akan mendapatkannya.
2. MENGAMALKAN SUNNAH KETIKA MENDENGAR ADZAN
● Hentikan semua aktivitas (pembicaraan, perdagangan, atau bacaan lainnya) dan berikan perhatian penuh untuk mendengarkan adzan.
● Ucapkan apa yang diucapkan oleh muadzin kalimat per kalimat.
● Berdo’a setelah adzan (terdapat do’a setelah adzan secara langsung serta waktu di antara adzan dan iqomah yang mustajab).
● Keutamaannya: Membawa ketenangan hati, kekhusyukan dalam sholat, bahkan janji surga bagi yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dari hati setelah mendengarkan adzan.
3. BERSEGERA MENUJU MASJID
● Jangan menunda-nunda persiapan hingga iqomah dikumandangkan atau sholat terlewat. Segera mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid begitu mendengar panggilan adzan agar punya waktu cukup untuk
– menunaikan sholat sunnah rowatib,
– tahiyyatul masjid,
– membaca Al-Qur’an, dan
– berdo’a.
● Meneladani sifat mulia para lelaki yang digambarkan dalam Surah An-Nuur ayat 37 | ‘Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sholat..’
4. MEMBIASAKAN DUDUK BERDZIKIR SETELAH SELESAI SHOLAT
● Orang yang terbiasa tergesa-gesa keluar masjid usai sholat biasanya karena hatinya masih terikat dengan kesibukan dunia.
● Luangkan waktu sejenak setelah salam untuk berdzikir, karena dzikir kepada Allah akan mendatangkan ketenangan hati | ‘Alaa bi dzikrillaahi tathmainnul quluub..’
5. RUTIN MENGAMALKAN DZIKIR PAGI DAN PETANG
● Dzikir pagi dibaca setelah sholat shubuh hingga matahari terbit, sedangkan dzikir petang dibaca menjelang terbenamnya matahari.
Pagi hari adalah pengendali/kendali sepanjang hari (..awal hari adalah masa mudanya dan akhir hari adalah masa tuanya..). Barangsiapa yang mengawali harinya dengan dzikir, maka hari tersebut akan terjaga, diberkahi, dan berada dalam lindungan Allah.
6. KONSISTEN DENGAN DZIKIR SEBELUM TIDUR DAN SETELAH BANGUN TIDUR
● Jangan menutup hari dengan kelalaian atau bermain handphone (smartphone) hingga tertidur.
● Membaca dzikir sebelum tidur dan saat bangun tidur sangat penting karena memiliki keutamaan besar :
– jika seseorang meninggal di malam itu, ia mati di atas fitrah, dan
– jika ia terbangun keesokan harinya, maka ia akan mendapati kebaikan dan keberkahan dalam harinya.
7. MEMELIHARA DZIKIR HARIAN YANG TERIKAT – MUQOYYAD
Membiasakan dzikir dzikir harian sesuai sunnah pada berbagai situasi, seperti:
● dzikir saat masuk dan keluar rumah.
● dzikir saat hendak makan dan minum.
● dzikir saat naik kendaraan.
● mengucapkan salam saat berjumpa dengan sesama Muslim.
8. MEMPERBANYAK DZIKIR MUTLAK
● Melengkapi amalan harian dengan memperbanyak dzikir bebas kapan saja dan di mana saja seperti :
– subhaanallah,
– walhamdulillaah,
– walaa ilaaha illallaah,
– wallaahu Akbar
Jika seluruh rangkaian program harian di atas :
– sholat terjaga,
– adzan diperhatikan,
– dzikir pagi-petang,
– dzikir (sebelum dan saat bangun tidur),
– dzikir harian, dan
– dzikir mutlak
dikerjakan secara konsisten, maka seseorang akan tercatat dan termasuk dalam golongan –Adz dzaakirii-nallaaha katsiiran wadz dzaakiroot | laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah (Al Ahzaab – 35 .. yang disiapkan baginya ampunan dan pahala yang agung.






























































































































































———————————-





























