Seni Kehidupan…

Kehidupan di dunia ini, penuh dengan lika-liku dan pernak-pernik yang tak selalu indah, kan menjadi indah bilamana disikapi dengan hati yang lapang.

Anak yang terkadang menyebalkan, istri yang rewel, suami yang kurang tanggap, mertua yang tak bersahabat, partner bisnis berkhianat, tetangga yang usil, kawan kerja pemalas…dst, kan membuat kemarahan memuncak, stress, luka dan duka mendalam di hati, bilamana tak dihadapi dengan kesabaran yang tak berbatas.

Mudah memaafkan ketergelinciran orang lain, adalah seni hidup yang akan membuat hatimu menjadi bahagia, lapang dada dan suka cita.

Manakala setiap kesalahan dan kekeliruan orang tak bisa kau terima dan maafkan, pastilah hatimu kan hancur lebur, remuk-redam dalam kegalauan yang tak berkeputusan.

Manalah ada manusia yang sempurna selamat dari kesalahan dan kekhilafan. Manakala hati kau selalu sibukkan untuk terus mengingat kesalahan orang padamu niscaya kan membuatmu letih.

Orang cerdas adalah orang yang tidak gampang baper menghadapi perkara remeh temeh yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan dan dimasukkan ke dalam arsip hatimu, untuk menjaga agar qolbumu tetap lapang tidak sempit dan sumpek.

Orang bijak tak kan mau berkutat, memusingkan diri dengan keteledoran anak istrinya, keluarga maupun tetangganya, karena akan merubah kegembiraan harinya menjadi hari yang penuh duka dan luka.

Berkata Imam Ahmad Bin Hambal yang maknanya lebih kurang : ”9/10 dari perangai mulia adalah tidak mengambil pusing segala yang remeh temeh”

➡️ Seni kehidupan itu adalah mampu memaafkan orang yang bersalah padamu, membalas keburukannya dengan kebaikan, menukar kebencian dan dendam kesumat padanya dengan ampunan, meski ia adalah perkara yang tak ringan.

Kita memang harus lebih banyak bercermin dari teladan para Nabi dan orang-orang Sholeh. Bagaimana mereka mampu membahagiakan hati mereka dengan memaafkan orang-orang yang jahat dan buruk sikap terhadap mereka.

Lihat betapa jahat dan zalimnya saudara-saudara Nabi Yusuf yang membuangnya dalam sumur yang dalam, hanya karena cemburu. Membuat Yusuf kecil dijauhkan dari keluarga, diperjual belikan sebagai hamba sahaya, difitnah wanita dan masuk penjara bertahun-tahun.

Lihat pula apa balasan Yusuf terhadap mereka tatkala ia berada di puncak kekuasaan, “Tidak ada balas dendam terhadap kalian pada hari ini, semoga Allah memaafkan kalian”

Belajar dari Baginda Nabi Muhammad yang didustakan kaumnya, diembargo, diusir dari kampung halamannya, bahkan hampir terbunuh…

Tatkala Beliau masuk ke Kota Mekah sebagai penakluk, dan tatkala Quraisy menjadi makhluk yang hina dina menunggu keputusan Muhammad untuk mereka. Di hadapan ribuan Kafir Quraisy ia berpidato: ”hari ini aku akan berkata kepada kalian sebagaimana Yusuf berkata kepada sauadara-saudaranya yang zalim ‘tidak ada balas dendam di hari ini, semoga Allah memaafkan kalian’, pergilah kalian kemanapun kalian mau sungguh seluruh kalian telah kubebaskan”

Betapa kejahatan gembong munafik Abdullah bin Ubay bin Salul, pembuat onar dan makar, penyebar fitnah dan pengadu domba, namun tatkala mati Nabi tetap menyolatkan jenazahnya. Umar sempat sewot dan menarik baginda Nabi sambil berkata: ”bagaimana anda sholatkan ia padahal ia orang munafiq ?” Nabi menjawab: ”aku disuruh Allah pilih antara menyolatkan ataupun tidak menyolatkannya, demi Allah bila kutau Allah akan mengampuninya manakala aku berdo’a untuknya lebih banyak dari tujuhpuluh kali, niscaya kan aku lakukan”

Allahu akbar, sungguh betapa besar dan mulia nya jiwa-jiwa orang yang mampu memaafkan musuhnya manakala ia sanggup menghabisinya dan melampiaskan amarahnya.

Wallahul musta’an.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Malas Ibadah Setelah Do’a Dan Harapan Dikabulkan…

Sewaktu miskin rajin berdo’a, namun setelah kaya do’a kadang kala saja.

Di saat susah, rajin ibadah, setelah semuanya menjadi mudah, mulai banyak alasan untuk tidak beribadah.

Demikiankah kondisi anda ?

Simak pernyataan Imam Ibnu Taimiyyah berikut:
“Barang siapa meninggalkan sebagian perintah Allah setelah keinginannya dikabulkan, maka ini adalah perbuatan dosa.

Bahkan bisa jadi perubahan sikap ini adalah bentuk dari syirik kecil yang sering menimpa mayoritas manusia.”

[Majmu’ Fatawa 22/387]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى 

TIPS Sehat…

Penyakit raga itu sebagian besarnya- setelah disebabkan makanan yang menghilangkan kestabilan hararah dan rutubah dalam tubuh-berpangkal dari penyakit yang bersarang di Qalbu.

Apa yang dibilang stres, depresi, frustasi semua bermula dari penyakit qalbu yang tidak sepenuhnya mengimani garis takdir yang telah ditentukan Allah, akibat dari ambisi dunia yang tak kesampaian.

Ambisi dunia adalah samudera tak bertepi yang menghanyutkan banyak orang, yang berasal dari muara tahta, harta dan wanita.

Apa yang disebut diabetes, darah tinggi, jantung koroner, gagal ginjal, kanker payudara, kanker tulang, setelah faktur pola makan yang tak baik adalah dampak dari suasana hati yang tak baik pula.

Hati yang bergejolak dengan badai iri, hasad dan dengki, ujub, sombong, memiliki peran besar menjungkir balikkan dan merusak kesehatan raga.

Tak salah Nabi kita menyebutkan “sungguh dalam jasad ini ada segumpal daging, bilamana ia baik akan baik pulalah seluruh jasad, dan bila ia rusak maka rusak pulalah seluruh jasad, dialah qalbu.”

Menyehatkan hati dengan qana’ah, ridho atas ketentuan Allah, zikir, membaca Alquran, ibadah sholat, sedekah, menimba ilmu, menjalin silaturrahm, memasukkan kegembiraan pada orang lain adalah tips menjur menjaga kesehatan raga.

Iringi pula dengan menyedikitkan makan, silahkan menyantap segala makanan yang baik-baik selama tidak berlebihan, Kata Allah: ”makanlah dan minumlah tapi jangan berlebihan”

kata Nabi: ”tidak pernah anak adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari memenuhi isi lambungnya, bilamana harus hendaklah ia memberikan sepertiga porsi untuk makannya, sepertiga kedua untuk minumnya dan sepertiga akhir untuk nafasnya”

Tips sehat terakhir, jangan tinggalkan ruqyah syar’i bilamana kau merasa ada di tubuhmu masalah, dengan mendawamkan zikir pagi dan petang…

Silahkan mencoba !!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

UPDATE – Waqaf 3 Sumur Bor dan 2 Jalur Pipa Air Bersih…

UPDATE – SELASA SIANG 16 SHOFAR 1441 / 15 OKTOBER 2019
.
hingga pkl. 12.30 :
➡️ masih terbuka kesempatan  Rp. 74 juta

alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat…
.
===================================

DONASI WAQAF 3 SUMUR BOR DAN PIPA AIR BERSIH
.
.
bismillahirrohmaanirrohiim
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
⚉ Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu , beliau mengatakan, “Rosuulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

[HR. al-Bazzar dalam Kasyful Astaar, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah dalam Shohihul Jami’, no. 3602]

Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah no. 2 – mengalirkan sungai) mengatakan,

maksudnya adalah membuat aliran-aliran sungai dari mata air dan sungai induk, supaya airnya bisa sampai ke pemukiman masyarakat serta sawah ladang mereka. Dengan demikian, manusia akan terhindar dari dahaga, tanaman tersirami, serta binatang ternak mendapatkan air minum.

betapa pekerjaan besar ini akan menghasilkan begitu banyak kebaikan bagi manusia dengan membuat kemudahan bagi dalam mengakses air yang merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Semisal dengan ini yaitu mengalirkan air ke pemukiman masyarakat melalui pipa-pipa, begitu pula menyediakan tandon-tandon air di jalan-jalan dan tempat-tempat yang mereka butuhkan.”

Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah no. 3 – menggali sumur) mengatakan,

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya. (Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut. Maka (dengan perbuatannya itu) Allah ‘Azza wa Jalla bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya.

Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rosuulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.” [HR. Bukhari, no. 2466 dan Muslim, no. 2244]

Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.”
.
===================================
.
dengan izin Allah, program amal jariyah kali ini tergolong masif, karena (sebagaimana tersebut dalam hadits diatas) terkumpul didalamnya 2 bentuk amal jariyah, yaitu:

MENGGALI SUMUR : 2 sumur bor masing-masing untuk masjid dan 500 warga desa Golo Mori di NTT, dan 1 sumur bor untuk masjid di lombok timur – NTB

⚉ MENGALIRKAN SUNGAI :
(1)
melalui pipa air sejauh
2.5 KM dari sumber air ke pondok tahfizh ibnu ‘abbas dan ke pemukiman warga sekitar pondok di dasan bantek, suralaga – lombok timur – NTB;
(2) melalui pipa air sejauh 1.9 KM dari mata air ke pondok pesantren Assunnah, lombok timur – NTB.

Soknar Desa Golo Mori, Kec. Komodo, Kab. Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT)  dihuni oleh sekitar 500 warga dengan kondisi ekonomi rendah. Qoddarallah wa maa syaa-a fa’al, mereka sudah lama kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk mandi, minum dll. Ustadz Wujud hafizhohullah telah mengunjungi desa tersebut. Setelah berkoordinasi dan mendapat dukungan penuh dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) setempat, Ustadz Wujud hafizhohullah dan kami (bbg Al Ilmu) berupaya untuk mewujudkan permintaan kepala desa Golo Mori akan 2 sumur bor dengan kedalaman sekitar 30 m, satu sumur bor di Masjid Taqwa, Lenteng Golo Mori, dan satu sumur bor lagi di tengah pemukiman warga Soknar Golo Mori. Dengan adanya akses ke air bersih lewat 2 sumur bor ini, maka in-syaa Allah, akan meningkatkan kondisi kehidupan dan kebersihan warga, dan juga peningkatan kualitas ibadah warga dan jama’ah masjid Taqwa. Total biaya untuk 2 sumur bor dengan kedalaman +/- 30 m : Rp. 49 juta.

Kebutuhan akan sumur bor juga datang dari Masjid Assunnah di kec. Sakra, Lombok Timur. Selama ini pasokan air bersih bersumber dari PDAM yang dikelola oleh desa setempat, namun, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al, pasokan air seringkali mati sehingga menyulitkan jama’ah masjid untuk berwudhu, minum, istinja, dll. Dikarenakan kondisi tanah, maka in-syaa Allah akan dilakukan pengeboran sedalam 50 s/d 60 m untuk mencoba mendapatkan debit air tanah yang banyak. Semoga dengan adanya sumur bor ini, kegiatan wudhu untuk ibadah sholat 5 waktu, kajian agama, dll di masjid tersebut bisa berjalan dengan lebih baik, in-syaa Allah. Total biaya adalah Rp. 45 juta, namun masih ada sisa dana sebesar Rp. 15 juta dari program sumur Musholla Nuurussunnah yang qoddarallah wa maa syaa-a fa’al tertunda pengerjaannya karena kondisi tanah yang sulit ditambah dengan kesulitan mendapatkan pekerja sumur bor untuk wilayah tersebut. Dengan demikian biaya yang diperlukan untuk sumur bor kali ini adalah selisihnya (45 – 15) Rp. 30 juta.

Terkait pipanisasi air bersih (no. 1), 300 santri  pondok tahfizh ibnu ‘abbas dan sekitar 300 KK warga yang tinggal di sekitar pondok di dasan bantek, suralaga, lombok timur, sangat memerlukan pasokan air bersih karena, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al, selama ini pasokan air dari sumur manual sudah kecil debit airnya dan tak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah  santri pondok tahfizh dan juga jumlah warga yang bermukim di sekitar pondok. Rencananya adalah dengan menyalurkan air dari sumber mata air yang berjarak sekitar 2.5 Km dari pondok melalui pipa.

Dengan adanya pipa ini maka, in-syaa Allah, kebutuhan air bersih pondok tahfizh dan warga sekitar akan terpenuhi secara rutin setiap hari. Total biaya untuk Tahap 1 sebesar Rp. 156 juta

Terkait pipanisasi air bersih (no. 2), ini adalah program pondok pesantren Assunnah, lombok timur. Ini adalah lanjutan dari program sebelumnya (BACA DI SINI). Setelah konsultasi lebih jauh dengan teknisi, ada perubahan spec pipa (harus lebih tebal) dikarenakan sebagiannya posisinya akan berada di bawah permukaan air, dan juga penyambungan pipa harus  dilakukan dengan baik dan benar oleh kontraktor yang berpengalaman agar in-syaa Allah pipa ini akan bertahan untuk jangka waktu yang lama, dan untuk ini ada penambahan biaya. Total tambahan Rp. 44 juta.

Total biaya yang diperlukan untuk ke 5 program diatas adalah Rp. 279 juta (lihat UPDATE SALDO paling atas) untuk :
3 sumur bor sedalam rata-rata 30 – 60 m. 
3 tower dan 3  tandon air.
3 unit mesin pompa besar untuk kedalaman +/- 30-50 m.
pipa air sepanjang 2.5 KM (2500 meter) dan 1.9 KM (1900 meter) dengan spesifikasi khusus (lebih tebal).
bak penampung dan bak filter.

yang hendak berpartisipasi dalam program masif (5 in 1) ini, silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
.
no. rekening : 748 000 9996
.
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838 0662 4622
.
Jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, Semoga Allah menerimanya dan menjadikannya naungan kelak di yaumul hisab.. hari dimana tidak ada naungan selain naungan Allah Subhanahu Wata’ala.. 
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Luas Dan Sempitnya Rezeki Bukan Ukuran Kemuliaan Ataupun Kehinaan…

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

Allahu ta’ala berfirman:

قَالَ تَعَالَى فَأَمَّا الْأِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ كلا أَي لَيْسَ كل من وسعت عَلَيْهِ وأكرمته وَنعمته يكون ذَلِك إِكْرَاما مني لَهُ وَلَا كل من ضيّقت عَلَيْهِ رزقه وابتليته يكون ذَلِك إهانة مني لَهُ

[Adapun manusia apabila Robbnya memberi ujian dengan memuliakan dan memberikan kenikmatan-kenikmatan kepadanya, maka ia berkata Robbku telah memuliakanku dan apabila Robbnya memberi ujian dengan membatasi rezekinya, maka ia berkata Robbku telah menghinakanku.]

“Sekali-kali tidaklah demikian ! Yaitu tidaklah setiap orang yang Aku beri keluasan, kemuliaan, dan kenikmatan kepadanya berarti Aku memuliakannya. Demikian pula tidaklah setiap orang yang Aku beri kesempitan rezeki dan ujian kepadanya berarti Aku menghinakannya.”

[al-Fawaid, juz 1, hlm. 155]

Jangan Khawatir Dengan Rezeki…

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmah-Nya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmat-Nya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

[al-Fawaid, hlm. 94]

Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surat Al Baqoroh…

Dari Abu Mas’ud Al-Badri rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.”

[HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808]

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.

⚉ Al-Qadhi ‘Iyadh rohimahullah menyatakan bahwa, “makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari sholat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an. Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat.” [Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83]

⚉ Imam Nawawi rohimahullah menyatakan bahwa, “maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari sholat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti sholat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut bisa memaknai maksud hadits.” [Lihat Syarh Shohih Muslim, 6: 83-84]

⚉ Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” [Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541]

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqoroh ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan.

ref : https://rumaysho.com/11085-keutamaan-membaca-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah-pada-waktu-malam.html

Menebar Cahaya Sunnah