Jangan Menunda Taubat

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Segera bertaubat adalah kewajiban setelah melakukan dosa. Tidak diperbolehkan untuk menundanya. Kapan pun seseorang menundanya, maka ia telah melakukan dosa (lainnya) karena penundaan tersebut.

Dalam hal ini, ketika ia bertaubat dari dosa (itu sendiri), masih ada kewajiban taubat lainnya yang tersisa baginya .. yaitu ia harus bertaubat karena telah menunda taubatnya..!”

(Madaarijus Saalikin – 1/487-488)

● Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Orang yang suka menunda taubat itu seperti orang yang ingin mencabut sebuah pohon. Ia dapati pohon itu sudah kokoh dan sulit dicabut. Lalu ia berkata, ‘Aku tunda saja, tahun depan baru aku cabut..’

Padahal ia tahu, semakin lama pohon itu tumbuh (maka) akarnya semakin kuat, sedangkan fisiknya (kekuatannya sendiri) justru semakin melemah..”

(Tadzkirah al-Arib fii Tafsir al-Gholrib)

● Qotadah rohimahullah berkata,

“Ketahuilah bahwa setiap penundaan (dalam taubat) adalah satu langkah menjauh dari ampunan Allah. Dan siapa yang menunda taubat hingga nyawanya di kerongkongan, maka tidak ada lagi taubat baginya..”

(Tafsir At-Thobari – 8/95 – Tafsir An-Nisaa’ ayat 18)

UPDATE : Wakaf 4 Sumur Bor – Mushaf – Lahan Masjid – Ruang Kelas

SABTU PAGI – 11 APRIL  / 22 SYAWWAL 

Alhamdulillah terbuka kembali program wakaf di bulan Ramadhan 1447 hijriyah yaitu wakaf :
– 4 sumur bor,
– mushaf,
– pembebasan lahan masjid, dan
– ruang kelas.

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
santunan sembako janda dan dhu’afa : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

**********
BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

Informasi : https://wa.me/6283806624622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf, atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

📌 program wakaf kali ini insyaa Allah mencakup 4 bentuk wakaf (warna merah) yang terdapat dalam hadits di atas .. jangan lupa untuk menghadiahkan pahala amal jariyah kepada kedua orangtua, istri/suami, anak  dan tentunya diri anda sendiri .. semoga Allah mudahkan.

1️⃣ Sumur Bor : Pondok Pesantren Insan Adil, Dusun Kembang Kerang 2, Batukliang, Lombok Tengah. Jumlah terdampak : 161 santri dan 25 pengajar. Sumber air pondok saat ini adalah sumur gali tradisional yang dipakai bersama sama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar pondok, sehingga kebutuhan air pondok tidak terpenuhi. Saat musim kemarau, debit air sumur sering kali kering sehingga para santri berjalan sekitar 1 Km untuk mencapai sumber air bersih. Perkiraan kedalaman sumur bor : 50 meter.

2️⃣ Sumur Bor : Masjid Dhia Ul Haq, Dusun Lembak Lauk, Labuhan Haji, Lombok Timur. Jumlah penduduk sekitar 500 KK/2.000 jiwa. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani, peternak, buruh lepas dengan penghasilan di bawah rata rata. Alhamdulillah kajian sunnah rutin diadakan di masjid dan dihadiri ratusan warga sekitarnya. Saat ini sumber air masjid adalah sumur gali tradisional yang debitnya berkurang bahkan kering pada musim kemarau. Perkiraan kedalaman sumur bor : 65 meter.

3️⃣ Sumur Bor : LKSA Yaumul Hasanah, Dusun Aik Jambe, Kuripan, Lombok Barat. Jumlah terdampak : 135 santri dan 15 pengajar. Sumber air pondok saat ini adalah sumur gali tradisional yang selalu kering di musim kemarau sehingga kerap meminta batuan kiriman air bersih dari Dinas Sosial Lombok Barat. Perkiraan kedalaman sumur bor : 35 meter.

4️⃣ Sumur Bor : Masjid Nurul Hayat, Dusun Tojong Ojong Timur, Batukliang, Lombok Tengah. Jumlah penduduk sekitar masjid 240 KK/800 jiwa. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani, buruh tani dengan penghasilan di bawah rata rata. Sumber air saat ini dari PDAM yang sering mengalami masalah terutama di musim hujan karena sebagian pipanya hanyut terseret banjir. Sedangkan sumber air lainnya adalah sumur gali tradisional yang kering saat musim kemarau. Perkiraan kedalaman sumur bor : 55 meter.

–>> Warga dan para pengurus pondok pesantren di 4 wilayah di atas sangat berharap adanya bantuan sumur bor dari para muhsinin untuk membantu kebutuhan warga dan santri akan air bersih untuk ibadah (wudhu) dan keperluan harian lainnya serta air minum. Ke 4 sumur di atas insyaa Allah akan dilengkapi dengan toren, tower, mesin pompa, filter air, dll.

Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah Menggali Sumur) mengatakan,

5️⃣ Wakaf 1.500 s/d 2.000 mushaf bagi beberapa masjid, ma’had, TPQ, lapas di wilayah NTB, dan juga buku Iqro dan tajwid.

Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah) berkata,

“Mewariskan Alqur’an ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf Alqur’an lalu mewakafkannya di masjid masjid dan majelis-majelis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf Alqur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya..”

6️⃣ Pembebasan (TAHAP 1)  Lahan Masjid Assunnah, Ds Daya, Lombok Timur. Jumlah warga dan jama’ah di sekitar musholla ada 30 KK. Sebagian besarnya adalah petani, buruh tani dan pedagang. Saat ini warga melaksanakan kegiatan sholat berjama’ah dan kajian rutin sunnah di musholla kecil yang berukuran 5 x 6 m2, dan lokasinya berada di tengah pemukiman warga.

Seiring berjalannya waktu, jumlah jama’ah semakin dan kondisinya tidak lagi memadai. Takmir dan jama’ah berharap bantuan untuk membebaskan lahan seluas 1,000 m2 dan lokasinya di pinggir jalan sehingga mudah aksesnya. Kedepannya insyaa Allah akan dibangun sebuah masjid di lahan tsb, dan juga sebagai TPA/Rumah Tahfizh. Ada tiga pemuda warga setempat yang saat ini kuliah di Universitas Islam Madinah, Universitas Najran dan Lipia, dan insyaa Allah kedepannya mereka bisa berbagi ilmu agama di masjid tsb .. Semoga Allah mudahkan.

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan :
– dilaksanakan sholat (berjama’ah),
– dibaca ayat-ayat Alqur’an,
– nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut,
– ilmu-ilmu (syar’i) akan diajarkan,
– serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, dan masih banyak faedah-faedah yang lain.
Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..” (al-Fawaaid al-Mantsuurah)

7️⃣ Pembangunan ruang kelas SDI Darul Hijrah & TKI Abu Bakar, Darul Hijrah, Aikmel, Lombok Timur. Jumlah total SDI (189 murid), TK Islam (64 murid), TPQ (148 murid) dan LKSA (yatim/piatu – 61 murid). Saat ini sebagian murid belajar di musholla karena kekurangan ruang kelas.

Semoga Allah memberikan kemudahan, dan memberikan pahala jariyah dari setiap ilmu Alqur’an dan ilmu syar’i yang diamalkan dan kemudian diajarkan kembali oleh para murid santri selama kehidupan mereka, aamiin.

7️⃣ Biaya Listrik untuk beberapa lembaga pendidikan sunnah seperti LKSA dan Rumah Tahfizh, dan 5 unit lemari pendingin kaca berisi minuman mineral bagi jama’ah masjid dan santri di 5 masjid dan ma’had.

➡️ Total anggaran mencapai Rp. 800 juta .. semoga Allah mudahkan.

———————————
SALDO
● 10 Apr – pkl. 05.00 wib  :  Rp.  768 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :        Rp.    24 Juta
————————————————–
● 11 Apr – pkl. 05.00 wib. : Rp.  792 Juta
————————————————–

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

UPDATE : Santunan Janda Dan Dhu’afa – DZULHIJJAH 1447

SABTU PAGI – 11 APRIL / 22 SYAWWAL 

📌 Jadwal santunan yang berikutnya insyaa Allah akan dilaksanakan di salah satu dari 10 hari terbaik, yaitu di 10 hari pertama Zhulhijjah.

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

“Hadits ini menunjukkan bahwa amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya dan di sini tidak ada pengecualian.

Jika dikatakan bahwa amalan di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah, itu menunjukkan bahwa beramal di waktu itu adalah sangat utama di sisi-Nya..”

(Lathoo-if Al Ma’arif, hal. 456)

=======

alhamdulillah, terbuka program rutin insyaa Allah santunan bulanan bagi sekitar 125 s/d 150 janda dan dhu’afa (dan keluarga beresiko stunting/KBS), juga termasuk para guru guru agama, TKA, TPA, PAUD yang masuk dalam katagori janda dan kategori miskin, dalam bentuk sembako seperti beras, telur, minyak goreng dll.. Program ini dilaksanakan insyaa Allah bersama posko Assunnah Peduli di wilayah pulau Lombok, NTB.

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
wakaf 4 sumur bor, lahan masjid, mushaf : https://bbg-alilmu.com/archives/73048

**********
Tidak ada batas nilai minimal partisipasi dalam program ini, namun bila hendak berpartisipasi per paket sembako, maka nilainya : Rp. 160,000 /paket.

Bila hendak berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
7480005559
AL ILMU DANA SOSIAL

Informasi : https://wa.me/6283806624622


============

Jumlah yang akan disalurkan sebanyak 125 paket sembako senilai Rp. 20 Juta, semoga Allah mudahkan.

SALDO SANTUNAN :
● 10 Apr – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.   1.2 Juta
—————————–
● tambahan partisipasi.     :   Rp.  1.7 Juta
DZULHIJJAH 1447.  .      Rp. (0.0) Juta
—————————–
● 11 Apr – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.  2.9 Juta

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI RAMADHAN 1447 – 2026 : Ds Lenek Sukarema, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI FEBRUARI 2026 – SYA’BAN 1447 : sekitar 140 paket sembako bagi beberapa guru pengajar TPA, TK/PAUD, Rumah Tahfizh yang juga janda dan kurang mampu, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JANUARI 2026 – ROJAB 1447 : Ds Lenek Peseriman, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DESEMBER 2025 : Ds Lenek Kalibambang, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2025 : Ds Lenek Duren, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKTOBER 2025 : Ds Ramban Biak, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SEPTEMBER 2025 –  ROBII’UL AWWAL 1447 : Ds Lenek Daya, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AGUSTUS 2025 –  SHOFAR 1447 : Ds Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JULI 2025 –  AL MUHARROM 1447 : Ds Bagik Nyaka Santri, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JUNI 2025 – DZULHIJJAH 1446 LKSA Assunnah, Aikmel, Lombok Timur

========

PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2023 s/d MEI 2025 BISA DILIHAT DI SINI
============
● Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”

(HR. Al Bukhori no. 5353, Muslim no. 2982)

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajjud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”

(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Kendali Harimu Ada di Waktu Pagi

Terjemahan :

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Jadi, jika Allah memuliakanmu dan :
– engkau mendengar adzan Shubuh,
– lalu engkau mengucapkan seperti yang diucapkan (muadzin),
– berangkat ke Masjid lebih awal,
– berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
– melaksanakan sholat sunnah kemudian sholat wajib,
– lalu engkau membaca dzikir—dzikir pagi setelah sholatmu..

Tahukah engkau apa yang baru saja engkau lakukan..?

Engkau baru saja melakukan sesuatu yang sangat luar biasa..! Engkau kini telah memegang kendali penuh atas harimu dengan memanfaatkan waktu pagi hari ini.

Salah seorang ulama Salaf berkata, “Harimu itu seperti untamu. Jika engkau memegang bagian awalnya (kepalanya), maka bagian akhirnya akan mengikutinya..”

Sisa harimu akan tunduk padamu dalam kebaikan dan keberkahan.

Ibnul Qoyyim rohimahullah memiliki perkataan yang indah dan bagus. Beliau berkata,

“Awal siang (hari) adalah masa mudanya, dan akhir siang adalah masa tuanya. Dan barangsiapa yang tumbuh besar di atas sesuatu, maka ia akan menjadi tua di atas hal tersebut..”

Artinya, jika seseorang berdzikir di pagi hari, maka dzikir itu akan menyertainya di sisa harinya. Jika dia malas di pagi hari, kemalasan itu akan terus bersamanya sampai akhir hari. Namun, jika dia bersemangat, semangat itu akan terus bersamanya sampai akhir hari.

Pagi hari adalah kendali hari tersebut. Jika engkau berhasil mengendalikannya, maka seluruh harimu akan terkendali.

📌 Dengarkan cerita ini yang terdapat dalam Shohih Muslim:

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, sahabat yang mulia, didatangi oleh sekelompok sahabatnya di rumahnya pada pagi hari setelah sholat Shubuh. Ketika mereka masuk dan duduk di majelisnya, beliau sedang bertasbih.

Beliau bertanya, “Apakah matahari sudah terbit..?”

Mereka menjawab, “Belum..”

Maka beliau lanjut bertasbih. Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah matahari sudah terbit..?” Mereka menjawab, “Ya..”

Beliau kemudian berucap, “Segala puji bagi Allah, yang telah memaafkan kita pada hari kita ini dan tidak menghukum kita karena dosa-dosa kita..”

Kapan beliau mengucapkan ini..?

Tepat saat matahari baru saja terbit. Padahal harinya belum berakhir, beliau masih berada di awal hari, namun beliau sudah memuji Allah karena telah dimaafkan.

Apa yang bisa engkau pelajari dari sini..?

Bahwa barangsiapa yang memegang kendali di awal hari, maka seluruh harinya akan dimaafkan dan akan menjadi baik baginya. Inilah pemahaman para Sahabat rodhiyallahu ‘anhum.

Jika engkau menjaga awal harimu dengan dzikir, (maka) :

● Harimu akan menjadi baik sepenuhnya.

● Seluruh harimu akan berada dalam kendalimu.

● Dan engkau berada dalam perlindungan Allah.

Diantara Keutamaan Memperbanyak Sholawat Di Hari Jum’at

Syaikh Ali Ath Thantawi rohimahullah berkata,

“Janganlah engkau jadikan hari Jum’atmu sama seperti hari-hari lainnya .. hanya sekedar waktu untuk tidur atau beristirahat fisik. Jadikan ia hari untuk ‘mencuci’ hatimu dengan sholawat.

Jika engkau merasa beban hidupmu berat dalam sepekan, maka ringankanlah ia di hari Jum’at dengan mengadukannya kepada Allah dan bersholawat kepada utusan-Nya. Sholawat itu melapangkan dada yang sempit..”

(Shuwar wa Khawaathir – 214)

*) bisa baca berulang ulang : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

Mata Yang Khianat

Allah Ta’ala berfirman,

﴾يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ﴿

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati..” (Qs. Ghoofir: 19)

Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa menjelaskan,

“(Yaitu) seorang laki-laki yang sedang berada di tengah kumpulan orang banyak, lalu ada seorang wanita lewat di hadapan mereka.

Ia memperlihatkan kepada orang-orang itu bahwa ia menundukkan pandangannya dari melihat wanita tersebut.

Namun, ketika ia melihat mereka sedang lengah (tidak memperhatikan), ia pun mencuri pandang kepada wanita tersebut.

Jika ia takut mereka akan menyadarinya, ia kembali menundukkan pandangannya.

Padahal, Allah telah melihat di dalam hatinya bahwa ia berhasrat untuk bisa melihat aurat (bagian tubuh) wanita tersebut..!”

(Az-Zuhd – Hanad bin al-Sari No. 1428)

📌 Nasihat ini sangat mendalam, terutama dalam mengingatkan kita untuk menjaga kejujuran batin di masa di mana pandangan mata begitu mudah tergoda.

Beberapa poin renungan dari nasihat Ini:

MATA YANG KHIANAT: Istilah “khianat mata” merujuk pada pandangan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi saat manusia lain tidak melihat, padahal di depan orang lain seseorang tampak sholeh atau menjaga diri.

PENGAWASAN ALLAH (MUROQOBAH): Nasihat ini menekankan bahwa meski kita bisa menipu penilaian manusia, kita tidak pernah bisa menipu Allah yang mengetahui getaran hati dan niat yang paling dalam.

INTEGRITAS HATI: Kesholehan sejati bukan hanya apa yang tampak di depan publik, tetapi konsistensi antara tindakan lahiriah dengan apa yang disembunyikan dalam dada.

Ketika Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Hamba

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

“Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia mengilhaminya untuk memohon kepada-Nya dan meminta pertolongan-Nya .. dan Dia menjadikan (tindakan) meminta pertolongan serta memohon kepada-Nya itu sebagai sarana untuk mendapatkan kebaikan yang telah Dia tetapkan baginya, sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Al-Khattab rodhiyallahu ‘anhu,

‘Aku tidak merisaukan apakah (do’aku) akan dikabulkan dan dikaruniai (oleh Allah) .. satu-satunya yang menjadi perhatianku adalah tentang (kemampuan) memanjatkan do’a itu sendiri. Karena kapan pun aku diilhami untuk memohon kepada-Nya, sesungguhnya pengabulan dan karunia-Nya akan datang menyertainya..’

(Iqtida’ Ash-Shirooth Al-Mustaqiim – 2/229)

📌 Beberapa poin penting dan hikmah mendalam dari nasihat Imam Ibnu Taimiyyah rohimahullah :

DO’A ADALAH TANDA KASIH SAYANG ALLAH

Ketika Anda digerakkan untuk berdo’a, itu adalah sinyal bahwa Allah sedang merencanakan kebaikan untuk Anda. Keinginan untuk meminta bukan datang dari diri sendiri, melainkan “ilham” atau petunjuk langsung dari Allah.

IBADAH DO’A SEBAGAI “WASILAH” (SARANA)

Allah telah menetapkan takdir kebaikan bagi hamba-Nya, namun Dia menjadikan do’a sebagai kunci atau sebab (perantara) untuk membuka pintu takdir baik tersebut.

FOKUS PADA PROSES BERDO’A, BUKAN HASIL

Nasihat Umar bin Al-Khattab rodhiyallahu ‘anhu mengajarkan bahwa tugas seorang hamba hanyalah meminta. Kekhawatiran kita seharusnya bukan pada “apakah Allah akan mengabulkan..?”, melainkan pada “apakah saya masih diberikan hidayah untuk mau meminta..?”.

Akhlak Yang Baik

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik .. dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor lagi kasar..”

(HR. At Tirmidzi no. 2002 – Ash Shohihah no. 876)

📌 Berikut adalah penjelasan beberapa Ulama -rohimahumullah- terkait kriteria akhlak yang baik.

● Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah berkata,

“Engkau bersabar atas apa yang datang dari manusia (gangguan mereka) dan engkau tidak marah kepada mereka..” (Al-Adab asy-Syar’iyyah – 2/204)

● Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

“Jika engkau ingin ditemani oleh seseorang, maka carilah orang yang memiliki akhlak baik. Karena orang yang berakhlak baik tidak akan melakukan kecuali kebaikan.

Jika engkau berbuat buruk padanya, ia tetap bersabar; dan jika engkau berbuat baik padanya, ia akan bersyukur..” (Hilyatul Auliyaa’ – 8/96)

● Abdullah bin Al Mubarak rohimahullah berkata,

“Akhlak yang baik adalah wajah yang senantiasa ceria, mengerahkan kebaikan (harta/tenaga), dan menahan diri dari mengganggu orang lain..” (Jamii’ul ‘Uluum wal Hikam – 1/454)

📌 Secara umum, para ulama salaf merumuskan akhlak mulia ke dalam tiga pilar utama:

● Ringan tangan dalam membantu sesama,

● Tidak menyakiti orang lain (baik lisan maupun perbuatan),

● Sabar saat diganggu/disakiti orang lain, dan menunjukkan wajah yang ramah dan menyenangkan saat bertemu.

Perubahan Hati

​‘Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Iman bermula sebagai sebuah bintik putih kecil di dalam hati. Semakin bertambah iman seseorang, maka semakin putihlah hatinya. 

Namun, semakin bertambah kemunafikan seseorang, maka semakin hitam pula hatinya hingga ketika orang tersebut telah menjadi munafik sepenuhnya, hatinya menjadi (benar-benar) hitam..”

(Majmu’ al-Fatawa karya Ibnu Taimiyyah – 7/191)

Istiqomah Sepanjang Tahun

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah berkata,

“Iman seseorang tidak ditentukan oleh seberapa banyak mereka beribadah di bulan Ramadhan, melainkan oleh bagaimana mereka melanjutkannya setelah itu.

Orang-orang sholeh adalah mereka yang istiqomah (teguh pendirian) sepanjang tahun..”

(Kitab Az-Zuhd karya Imam Ahmad)

Menebar Cahaya Sunnah