Nasihat Ulama – KOMPILASI

Berikut ini adalah kompilasi artikel ‘Nasihat Ulama’ yang pernah diposting, dan kompilasi ini akan terus di update, in-syaa Allah.. semoga bermanfaat…

GENERASI SAHABAT

Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu

  1. Karena Kamu Akan Dibalas Sesuai Perbuatanmu

Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma

  1. Hari Yang Dipilih
  2. Jangan Bermaksiat Di Bulan Haram

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu

  1. Jangan Tertipu

==============
GENERASI SETELAH SAHABAT (aphabetical order)

Abdullah bin Mubarok rohimahullah

  1. Mereka Yang Terhalang Dari Ilmu
  2. Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Abu Mu’awiyah Al Aswad rohimahullah

  1. Bagi Yang Keinginan Terbesarnya Adalah Dunia

Abu Qilabah rohimahullah

  1. Apabila Allah Memberimu Ilmu
  2. Berbaik Sangkalah

Abul Atahiyah rohimahullah

  1. Sesungguhnya Kapal Itu Tak Mungkin Berlayar Diatas Daratan

Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah

  1. Hingga Mushafpun Berdebu

Asy -Syaukani rohimahullah

  1. Suami Yang Buruk Akhlaknya

Auza’i rohimahullah

  1. Kerugian Yang Besar

Bilal ibn Sa’ad rohimahullah

  1. Bukan Tentang Kecilnya Maksiat

Bisyr bin Harits al-Haafy rohimahullah

  1. Kesempurnaan Bukan Syarat Untuk Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  2. Menyembunyikan Kebaikan

Dzun Nuun al-Misri rohimahullah

  1. Tiga Ciri Sifat Ikhlas

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah

  1. Jangan Menganggap Kecil Dosa
  2. Janganlah Kalian Tertipu Dengan Dunia
  3. Kebaikan Yang Engkau Dapatkan dari Musuhmu Lebih Banyak Dibandingkan dari Teman
  4. Memutus Harapan Dari Makhluk
  5. Menggapai Hakikat Iman
  6. Sesuai Kadarnya
  7. Waspadalah Akan Dosa Di Sisa Umurmu

Hasan al Bashri rohimahullah

  1. Bersedihnya Seorang Mukmin di Pagi dan Sore Hari
  2. Dunia Itu TIGA Hari
  3. Hakikat Kehidupan Dunia
  4. Hanya Karena Allah
  5. Jauhi Sikap Menunda
  6. Mempertanggung-Jawabkan Perbuatan Sendirian
  7. Munafik Sesungguhnya
  8. Solusi Pemimpin Yang Zholim
  9. Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa
  10. Terlelap Dalam Tidurnya
  11. Tidak Dapat Diukur Harganya dan Bandingannya
  12. Wahai Para Pemuda

Hatim al-Ashom rohimahullah

  1. Hati Yang Sejuk

Ibnu ‘Abdil Barr rohimahullah

  1. Jangan Meremehkan Amal Sedikitpun

Ibnu As-Samak rohimahullah

  1. Apa Gunanya..?!

Ibnu ‘Aqil Al Hanbali rohimahullah

  1. Tamu dan Jamuannya

Ibnu ‘Aun rohimahullah

  1. Jangan Merasa Aman Dari Dosa-Dosamu

Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah

  1. Di Antara Hikmah Al-Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun

Ibnu Hibban rohimahullah

  1. Agar Lebih Banyak Mendengar

Ibnu Katsir rohimahullah

  1. Bersabar Menghadapi Musibah
  2. Ketaatan Adalah Barometernya

Ibnu Qudamah al-Maqdisy rohimahullah

  1. Ridho Yang Membinasakan

Ibnu Rojab rohimahullah

  1. Berlomba Untuk Menjadi Yang Terdepan Dalam Beramal
  2. Jangan Hinakan Diri Dengan Kemaksiatan
  3. Tawakal Yang Hakiki

Ibnu Syaqiq rohimahullah

  1. Keutamaan Sedekah Air

Ibnu Taimiyah rohimahullah

  1. Agar Jiwa Menjadi Suci dan Sholih
  2. Akibat Terbiasa Menentang Syariat Dengan Akalnya
  3. Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah
  4. Etika Membawa Anak Ke Masjid
  5. Fitnah Itu Ada DUA Sebab
  6. Hati Yang Terpaut Dengan Dunia
  7. Karena Semua Adalah Milik Allah
  8. Lebih Baik
  9. Niat

Ibnul Jauzi rohimahullah

  1. Jangan Sampai Anda Salah Sangka
  2. Menjaga Lisan
  3. Paku Dosa

Ibnul Mubarok

  1. Bersabarlah
  2. Meskipun Aku Tidak Termasuk Dari Mereka

Ibnul Qoyyim rohimahullah

  1. Adab Seseorang
  2. Akibat Mencintai Dunia Secara Berlebihan
  3. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #1
  4. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #2
  5. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #3
  6. Empat Hal Yang Bisa Menjadi Sebab Datangnya Rezeki
  7. Hal Yang Menghancurkan Amal
  8. Jangan Khawatir Dengan Rezeki
  9. Jangan Sia-Siakan Cinta Allah
  10. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat
  11. Keutamaan Sedekah Di Hari Jum’at
  12. Kurang Peduli Dengan Urusan Akhirat
  13. Landasan Setiap Kebaikan
  14. Luas Dan Sempitnya Rezeki Bukan Ukuran Kemuliaan Ataupun Kehinaan
  15. Menundukkan Pandangan Dari Keharaman
  16. Menyia-nyiakan Waktu
  17. Mereka Yang Tidak Girang Dengan Urusan Iman
  18. Nikmat Yang Mengiringi Cobaan
  19. Orang Yang Busuk dan Orang Yang Baik
  20. Saudara Kandung Kemenangan
  21. Sifat Rendah Hati
  22. Sungguh Menakjubkan
  23. Tidak Bisa Bersabar Dalam Menghindari Maksiat
  24. Yang Menghalangi Pahala
  25. Waspadalah

Ja’far bin Muhammad

  1. Tidaklah Sempurna Perbuatan Baik Kecuali Dengan TIGA Perkara

Malik bin Anas rohimahullah

  1. Allah Akan Bukakan Hati Orang Yang..

Malik bin Dinar rohimahullah

  1. Akibat Berbicara Hal-Hal Yang Tidak Bermanfaat
  2. Jangan Terlena Dengan Dunia
  3. Perumpamaan Orang Mukmin
  4. Tujuan Kehidupan

Muhammad bin Sirin rohimahullah

  1. Orang Yang Paling Banyak Kesalahannya
  2. Tidak Pernah Hasad

Qotadah rohimahullah

  1. Ancaman Bagi Mereka Yang Menjadikan Dunia Tujuan Hidupnya
  2. Mereka Yang Bersama Malaikat

Sahl bin Abdillah at-Tustury rohimahullah

  1. Hanya Orang Yang Jujur Imannya

Sa’id ibn Jubair rohimahullah

  1. Hakikat Takut dan Dzikir

Sa’id bin Musayyab rohimahullah

  1. Manusia Lebih Hina Dari Dunia

Salamah bin Dinar rohimahullah

  1. Nikmat Yang Membinasakan

Sufyan ats-Tsaury rohimahullah

  1. Hakekat Cinta Karena Allah
  2. Menyegerakan Amal Kebaikan

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahullah

  1. Keutamaan Menjaga Waktu

Syaikh Abdurrahman Assa’diy rohimahullah

  1. Ejekan Manusia Kepadamu Tidak Akan Membahayakanmu, Kecuali…

Syaikh Ali Musthofa Tanthowy rohimahullah

  1. Betapa Anehnya
  2. Didiklah Anak Dengan Tanggung Jawab Sejak Dini

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rohimahullah

  1. Adakah Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah..?

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah

  1. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  2. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  3. Bertambah Kesulitan, Bertambah Pula Keimanannya
  4. Do’a Dalam Salam
  5. Ikhlas Itu Berat
  6. Jagalah Lisanmu
  7. Kafarat Ghibah
  8. Kebanyakan Orang Menyia-nyiakan Waktu
  9. Kerugian Yang Nyata
  10. Memanfaatkan Sisa Umur Yang Ada Untuk Beramal Sholih
  11. Wajib Bagimu Untuk Memperhatikan Hatimu
  12. Yang Lebih Baik Dari Dirham

Syumaith bin ‘Ajlan rohimahullah

  1. Letak Kekuatan Seorang Mukmin

‘Urwah ibnu az-Zubair rohimahullah

  1. Waspadai Kemaksiatan

Wahb bin Munabbih rohimahullah

  1. Tanda Hasad

Walid bin Qois rohimahullah

  1. Yang Banyak Hartanya

Yahya bin Mu’adz rohimahullah

  1. Bertaubatlah
  2. Hendaknya Seorang Mukmin Mendapati Tiga Hal Ini Dari Anda
  3. Isi Hati
  4. Pentingnya Hati Yang Selamat

Lainnya

  1. Mengetahui Keburukan

Yang Lebih Baik Dari Dirham

Syaikh al-Utsaimin rohimahullah berkata :

“Setiap manusia yang mengghibahi orang lain, maka hakikatnya dia telah memberikan amal sholihnya kepada orang itu. Oleh karena itu sebagian salaf mengatakan : “Aku ingin memberikan dirham kepada orang yang telah mengghibahiku, karena dia telah memberikan kepadaku yang lebih baik daripada dirham, yaitu amal sholihnya”

[ Al-Liqo asy-Syahri hal 58 ]

 

Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Hubaib Al Jallab berkata, “Aku bertanya kepada Abdullah bin Mubarok tentang apakah sesuatu yang terbaik bagi seseorang..?”
Beliau menjawab, “Akal yang kuat..”

Aku berkata, “Jika ia tidak memiliki itu..?”
Beliau menjawab, “Adab yang bagus..”

Aku bertanya lagi, “Jika ia tidak punya..?”
Beliau menjawab, “Saudara yang baik yang bisa dimintai nasehatnya..”

Aku kembali bertanya, “Jika tidak..?”
Beliau menjawab, “Diam yang panjang..”

“Jika tidak..?” Tanyaku lagi.
Beliau menjawab, “Kematian yang segera..”

[ Siyar A’lam Nubala 8/397 ]

Di alih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Musim-Musim Ketaatan

Telah berlalu bulan ramadhan dengan berbagai kenangannya yang indah…

Kini kita bersiap dengan kesempatan bulan syawal dengan puasa enam harinya..

Setelah syawal, di depan kita ada tiga bulan haram yang mulia berturut-turut yaitu dzul qaidah, dzulhijjah dan muharrom…

Semua itu adalah musim-musim ketaatan sebagai rahmat dari Allah kepada kaum mukminin…
Agar mukmin selalu berpindah dari ketaatan menuju ketaatan lainnya…
Allah ta’ala berfirman

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

“Bila kamu telah selesai maka berdirilah.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata menafsirkan: “Apabila kamu telah melaksanakan sholat lima waktu maka berdirilah menuju qiyaamulail.” (Tafsir ibnu Katsier).

Maka mintalah kepada Allah kekuatan untuk dapat mempergunakan kesempatan musim musim ketaatan yang agung ini dengan ketaatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Percakapan Penduduk Surga

Percakapan penduduk surga

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ

Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertanya.

قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ

Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).

فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ

Sesungguhnya kami dahulu (di dunia) menyembah-Nya . Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.”
(Ath Thuur 26-28)

Saat berada di keluarga merasa takut…
Renungkanlah kalimat ini wahai para suami…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Antara Bahagia dan Bergembira

Dalam alqur’an kata SA’ID artinya bahagia hanya untuk penduduk surga..
Baca surat Hud: 108

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Adapun di dunia Allah tidak menggunakan kata sa’id (bahagia). Namun Allah menggunakan kata FARAH (bergembira). Allah berfirman:

وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

“Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)”.

Dan bergembira dengan dunia yang menyebabkan kelalaian itu dicela oleh Allah.

Itu menunjukkan bahwa kebahagiaan yang hakiki itu adalah dengan iman dan ketaatan.
Adapun para pemilik kekayaan yang tak beriman, hati mereka tak akan pernah bahagia. Selalu dirundung dengan kekuatiran, kesempitan, dan penyakit penyakit hati lainnya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Penyebab Kelapangan Hati

Tauhid dan Keimanan kepada Allah menyebabkan kelapangan hati. Dan hati yang luas dan lapang menimbulkan kesabaran, ketabahan, kedermawanan, keikhlasan, ketaatan dan ketaqwaan.

Sedangkan kekufuran menyebabkan kesempitan dada. Dan kesempitan dada menimbulkan berbagai penyakit hati.

Allah menyifati surga itu luas dan lapang.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang  disediakan untuk orang orang yang bertaqwa.” (Ali Imran: 133)

Dan menyifati kesempitan untuk penduduk neraka

اِنَّهَا عَلَيۡهِمۡ مُّؤۡصَدَةٌ

“Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِىۡ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (Surat Al Humazah)

Demikianlah.. balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Ayat – 8

Allah Ta’ala berfirman tentang kisah ini:

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar..”
(An Nuur: 15)

Ayat ini berbicara tentang kisah ‘Aisyah yang dituduh berzinah. Tersebar dari mulut ke mulut menjadi issu yang hangat.

Allah turunkan ayat ini sebagai peringatan untuk kita agar berhati hati membicarakan kehormatan seorang muslim. Jangan mudah menerima tuduhan begitu saja. Namun hendaklah benar benar kita periksa.

Ketika kita menganggap remeh suatu dosa, maka menjadi besar di sisi Allah. Oleh karena itu Allah mengatakan: “Dan kamu menganggapnya ringan, padahal di sisi Allah besar..”

Masuk dalam ayat ini semua orang yang gemar menebar issu bohong yang berhubungan dengan kehormatan seorang hamba Allah yang shalih.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Renungan Ayat – 7

Renungan Hadits

Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

وليأتين على الناس زمان يتعلمون فيه القرآن، يتعلمونه ويقرأونه، ثم يقولون قد قرأنا وعلمنا، فمن ذا الذى هو خير منا ؟ فهل فى أولئك من خير ” . قالوا يا رسول الله، من أولئك ؟ .. قال :
” أولئك منكم، وألئك هم وقود النار “

“Benar benar akan datang kepada manusia suatu zaman, mereka mempelajari alquran dan menghafalnya. Kemudian mereka berkata, “Kita telah menghafal dan memahaminya, maka adakah orang yang lebih baik dari kami ?”

Nabi bersabda, “Apakah (menurut kalian) mereka ada kebaikannya ?”
Para shahabat berkata, “Siapakah mereka wahai Rosulullah ?”
Beliau bersabda, “Mereka itu termasuk dari kalian (umat islam). Mereka itu adalah bahan bakar api Neraka.”

(HR. Ath Thabrani, hasan lighairihi).

Sebuah hadits yang perlu kita camkan..
Merasa lebih baik karena keilmuan atau ibadah atau hafalan dan sebagainya membuat amalan tersebut sia sia..

Mungkin kita merasa telah memperjuangkan Islam..
Mungkin kita merasa telah banyak hafal ayat dan riwayat..
Mungkin kita merasa telah dalam ilmunya..
Lalu kita merasa paling baik dan meremehkan orang lain..
Seperti ini sifat orang-orang yang akan menjadi bahan bakar api Neraka…

Na’udzu billahi min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Ayat – 7

Allah Ta’ala berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka istiqomahlah sesuai dengan apa yang diperintahkan dan orang orang yang bertaubat bersamamu. Dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Dia melihat apa yang kamu lakukan.” (Hud:112)

Perhatikanlah ayat ini..
Allah menyuruh kita untuk istiqomah sesuai dengan apa yang diperintahkan..
bukan sesuai selera dan kepuasan keinginan kita..

lalu Allah berfirman: “dan orang yang bertaubat bersamamu..”
Karena ketika istiqomah terkadang kita jatuh kepada maksiat. Namun segera bertaubat dan beristighfar..

Lalu Allah berfirman: “Jangan melampaui batas..”
Peringatan agar istiqomah kita tidak berubah menjadi ghuluw atau berlebih lebihan..
Melebihi batasan batasan syariat yang telah ditentukan melalui lisan RasulNya..

Wallahu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Renungan Ayat – 6

Menebar Cahaya Sunnah