Bersegera Untuk Hadir Awal Pada Sholat Jum’at

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Apabila hari Jum’at tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah..”

(HR. Al Bukhari 3211)

📌 Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan maksud hadis di atas,

“Yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khotib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jum’atan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan sholat, dzikir, berdo’a, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal..”

(Fathul Bari, 2/367)

➡️ Maka pada sholat Jum’at, ada 3 malaikat yang mencatat amal manusia.

1/ Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia

2/ Malaikat yang berjaga di pintu masjid, mencatat setiap mereka yang datang sebelum khotib naik mimbar, sesuai urutannya.

Ketika seseorang datang terlambat dan khotib sudah naik mimbar, maka orang yang terlambat tsb tidak mendapatkan catatan jenis yang kedua, yaitu catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal, wallaahu a’lam.

UPDATE : Santunan Janda Dan Dhu’afa – AGUSTUS 2026

JUM’AT PAGI – 17 JULI / 2 SHOFAR 

📌 Jadwal santunan 125 paket sembako yang berikutnya insyaa Allah akan dilaksanakan di bulan Agustus 2026.

=======

alhamdulillah, terbuka program rutin insyaa Allah santunan bulanan bagi sekitar 125 s/d 150 janda dan dhu’afa (dan keluarga beresiko stunting/KBS), juga termasuk para guru guru agama, TKA, TPA, PAUD yang masuk dalam katagori janda dan kategori miskin, dalam bentuk sembako seperti beras, telur, minyak goreng dll.. Program ini dilaksanakan insyaa Allah bersama posko Assunnah Peduli di wilayah pulau Lombok, NTB.

**********
Tidak ada batas nilai minimal partisipasi dalam program ini, namun bila hendak berpartisipasi per paket sembako, maka nilainya : Rp. 160,000 /paket.

Bila hendak berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
7480005559
AL ILMU DANA SOSIAL

Informasi : https://wa.me/6283806624622


============

Insyaa Allah jumlah yang akan disalurkan di bulan Juli 2026 adalah sebanyak 125 paket sembako senilai Rp. 20 Juta, semoga Allah mudahkan.

SALDO SANTUNAN :
● 16 Jul – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.   1.2 Juta
—————————–
● tambahan partisipasi.  :   Rp.   0.5 Juta
● BULAN  — AGT 2026.   Rp. (0.0) Juta
—————————–
● 17 Jul – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.  1.7 Juta

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
wakaf mushaf dan pembebasan lahan masjid : https://bbg-alilmu.com/archives/73888

**********

PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AL MUHARROM 1448 – JUNI 2026 : Ds Lengkukun, Kayangan, Lombok Utara

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DZULHIJJAH 1447 – MEI 2026 : LKSA Assunnah, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DZULQO’DAH 1447 – APRIL 2026 : Ds Lenek Baru, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SYAWWAL 1447 – 2026 : Ds Lenek Lauk, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI RAMADHAN 1447 – 2026 : Ds Lenek Sukarema, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI FEBRUARI 2026 – SYA’BAN 1447 : sekitar 140 paket sembako bagi beberapa guru pengajar TPA, TK/PAUD, Rumah Tahfizh yang juga janda dan kurang mampu, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JANUARI 2026 – ROJAB 1447 : Ds Lenek Peseriman, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DESEMBER 2025 : Ds Lenek Kalibambang, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2025 : Ds Lenek Duren, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKTOBER 2025 : Ds Ramban Biak, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SEPTEMBER 2025 –  ROBII’UL AWWAL 1447 : Ds Lenek Daya, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AGUSTUS 2025 –  SHOFAR 1447 : Ds Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JULI 2025 –  AL MUHARROM 1447 : Ds Bagik Nyaka Santri, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JUNI 2025 – DZULHIJJAH 1446 LKSA Assunnah, Aikmel, Lombok Timur

========

PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2023 s/d MEI 2025 BISA DILIHAT DI SINI
============
● Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”

(HR. Al Bukhori no. 5353, Muslim no. 2982)

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajjud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”

(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Agama Islam Berporos Pada Tiga Hadits

Syaikh Prof Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى menjelaskan,

“Agama (Islam) itu berporos pada tiga hadits, yaitu :

1. Hadits Umar rodhiyallahu ‘anhu :

“Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya..”

2. Hadits Aisyah rodhiyallahu ‘anha :

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amalan tersebut ditolak..”

3. Hadis An-Nu’man bin Basyir rodhiyallahu ‘anhu :

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar)..”

Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Agama Islam itu intinya adalah melaksanakan perintah, menjauhi larangan, dan menjaga diri dari perkara yang samar (syubhat). Hal ini telah dijelaskan dalam hadis An-Nu’man bin Basyir rodhiyallahu ‘anhu.

Perkara tersebut tidak akan sempurna kecuali jika bentuk lahiriah dari amalan tersebut sesuai dengan sunnah (tuntunan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam). Hal ini telah dijelaskan dalam hadis Aisyah rodhiyallahu ‘anha.

Serta bagian batin dari manusia (hati) haruslah menginginkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala (ikhlas) melalui amalan tersebut. Hal ini telah dijelaskan dalam hadis Umar rodhiyallahu ‘anhu : “Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya..”

UPDATE : Bukber Puasa Senin & Kamis – JULI 2026

KAMIS PAGI – 16 JULI / 1 SHOFAR

Alhamdulillah, terbuka kembali kesempatan berpartisipasi dalam menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa sunnah Senin-Kamis, insyaa Allah.

Jadwal bukber berikutnya insyaa Allah:
— TBA (saat ini masih musim libur santri)

===============
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============
BACKGROUND :

1. PUASA SENIN-KAMIS
Insyaa Allah menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa bagi para santri penghafal Alqur’an di ma’had Assunnah di setiap hari senin dan kamis. Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, nilainya saat ini Rp. 22.000/porsi.

SALDO IFTHOR PUASA SENIN-KAMIS :
● 14 Jul – pkl. 05.00 wib      : Rp.  15.0 Juta
● tambahan partisipasi         : Rp.   0.5 Juta
bukber (TBA).                       : Rp.   (0.0) Juta
————————————————
● 16 Jul – pkl. 05.00 wib     : Rp.  15.5 Juta
————————————————
laporan : BUKBER PUASA ASYURO 1447 H & PUASA AROFAH 1448 H
—————————–

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

1. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” [HR. Tirmidzi no. 807]

2. “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur .. silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.

Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]

Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Enam Dzikir Yang Mudah Diamalkan Setiap Saat

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Enam dzikir yang paling mulia setelah Kitabullah Subhaanahu wa Ta’ala. Alangkah mudahnya (untuk diamalkan) :

Subhanallaah (Maha Suci Allah)

Walhamdulillaah (Segala puji bagi Allah)

Walaa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah)

Wallaahu akbar (Allah Maha Besar)

Walaa hawla walaa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Wa shollallaahu ‘alaa Muhammad (Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Muhammad)

Alangkah sederhananya .. tidak membutuhkan usaha berat dan tidak ada hal yang bisa mengalihkan darinya.

Seseorang bisa mengucapkannya :
– saat berada di dalam mobil, atau
– bisa mengucapkannya ketika sedang menunggu sesuatu.

Dan kami mendapati sebagian dari masyaikh (guru) kami yang tidak pernah berhenti berdzikir, seperti Syaikh bin Baz rohimahullah.

Bahkan ketika beliau sedang mendengarkan pertanyaan, di sela-sela mendengarkan pertanyaan tersebut beliau tetap berzikir kepada Allah, “Astaghfirullaah .. Subhaanallaah..”

Dan barangkali sebagian dari kalian, jika pernah mendengarkan program Nuur ‘alaa ad-Darb bersama Syaikh bin Baz rohimahullah, akan menyadari hal ini.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang banyak berdzikir mengingat-Nya..”

Diantara Tanda Tanda Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Teman

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman al-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya) .. jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya)

Seorang sahabat .. ketika dia berteman, dia menginginkan kebaikan (kesetiaan) dari sahabatnya, (namun) jika orang ini saja tidak berbakti kepada ibu dan ayahnya,
– bagaimana mungkin dia akan berbuat baik (setia) kepadamu..?
– bagaimana mungkin kebaikan akan datang kepadamu darinya..?

Oleh karena itu, wahai saudara saudara, di antara tanda tanda yang harus diperhatikan dalam memilih teman adalah bagaimana keadaan/sikap teman tersebut terhadap kedua orangtuanya.

Jika dia berbakti kepada kedua orangtuanya, maka pegang erat-eratlah (pertahankan) pertemanan dengannya. Karena sesungguhnya jika engkau membutuhkannya, engkau akan menemukannya (dia akan membantumu).

Adapun jika dia tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, maka berhati-hatilah (waspadalah) terhadapnya, dan jangan jadikan dia sebagai teman dekat bagaimanapun kondisinya.

Karena sesungguhnya, barangsiapa yang tidak menunaikan hak kedua orangtuanya, maka dia tidak akan pernah menunaikan hak hak orang lain di antara manusia..”

Memikirkan Aib Dan Kekurangan Diri Sendiri

Muhammad bin Nadhr Al Haritsi rohimahullah berkata:

ذُكِرَ رجل عند الربيع بن خيثم فقال : “ما أنا عن نفسي براض فأتفرغ منها إلى ذم غيرها ، إن العباد خافوا الله على ذنوب غيرهم وأمنوه على ذنوب أنفسهم

“Disebutkan tentang seseorang di sisi Rabie’ bin Al Khutsaim.

Maka beliau berkata,

“Aku sendiri belum ridho kepada diriku. Lalu apakah aku akan sibuk mencela orang lain..?

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada adzab Allah atas dosa-dosa orang lain, tetapi mereka merasa aman dari dosa-dosa dirinya sendiri..”

(Syu’abul Iman 16/100)

Janganlah Berdo’a Dengan Do’a Yang Terlalu Detail

Syaikh Abdussalam asy-Syuwai’ir, حفظه الله تعالى menjelaskan sebagai berikut,

Imam Abu Amr Al-Auza’i rohimahullah ta’ala pernah suatu ketika melakukan thowaf di Baitullah, lalu beliau mendengar seorang Arab Badui berdo’a :

– Ya Allah,  sesungguhnya Engkau mengetahui keadaanku, dan

– Engkau mengetahui apa yang dapat memperbaiki keadaanku.

– Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang membahayakanku (membuatku merugi), dan

– Engkau mengetahui apa yang mendatangkan kebaikan serta mampu menghilangkan kemudhorotanku.

– Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan urusanku kepada-Mu.

Imam Al-Auza’i rohimahullah berkata, ‘Aku pun takjub dengan do’anya..’

Beliau melanjutkan, ‘Maka aku terus memperhatikannya hingga ketika ia keluar dari tempat thowaf, tiba tiba ada seorang lelaki yang mendatanginya dan berkata, Wahai Fulan, kerabatmu yang bernama Fulan telah meninggal dunia dan engkau mendapatkan warisan darinya..’

Maka orang Arab Badui itu pun berkata, ‘Allah telah mengabulkan hajatku..’

Selalu —terutama di tempat-tempat yang mulia seperti ini— bersungguh sungguhlah untuk tidak berdo’a meminta perkara yang terlalu men-detail .. serahkanlah segala urusan kepada Robb-mu.

Mengenai anak-anakmu, ucapkanlah,

Ya Allah, perbaikilah (urusan) anak-anakku.

Maka Allah ‘Azza wa Jalla akan memperbaiki mereka dengan cara yang di dalamnya terdapat taufik (petunjuk-Nya).

Sebagian orang (berdo’a) harus di kampus tertentu, dengan nilai IPK tertentu, dengan kriteria tertentu, dengan bentuk tertentu, dan dengan rincian-rincian tertentu. Sehingga, jika tidak terwujud apa yang ia inginkan —padahal apa yang dipilihkan oleh Allah pasti lebih baik daripada apa yang ia pilih sendiri— engkau akan melihatnya bersedih, bahkan berputus asa. Bahkan, terkadang ia berburuk sangka kepada Robb-nya ‘Jalla wa ‘Alaa’ dengan menganggap bahwa do’anya tidak dikabulkan.

Maka dari itu, selalulah bersungguh sungguh untuk menyerahkan segala urusan kepada Robb-mu.

Katakanlah,
– Ya Allah, pilihlah untuk ayah dan ibuku kesembuhan, kesehatan, serta kebaikan dalam urusan mereka.

– Ya Allah, pilihlah untuk mereka kebaikan dalam urusan mereka.

Dan jika mereka sedang sakit, katakanlah:
– Ya Allah, sembuhkanlah orangtuaku.
– Ya Allah, tetapkanlah kesehatan untuknya.
– Ya Allah, tetapkanlah kebaikan dalam urusannya.
– Ya Allah, pilihlah untuk mereka apa saja yang Engkau kehendaki.

Jadi, selalulah pasrahkan segala urusan kepada Robb-mu.

Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah untuk memanjatkan do’a-do’a yang bersifat universal (jawaami’ud du’a) dan jangan meminta hal-hal yang terlalu mendetail. Karena sesungguhnya hal itu lebih menyempurnakan imanmu dan lebih berpeluang bagi dikabulkannya doamu dengan perintah Allah ‘Azza wa Jalla.

Do’a apa saja yang dipanjatkan oleh seorang hamba, maka dengannya akan tercapai maksud (tujuan utama) yang diinginkan.

=====

KISAH MENAKJUBKAN TENTANG DO’A ORANGTUA UNTUK ANAKNYA

Imam al-Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah pernah mendo’akan putranya yang bernama Ali dengan do’a :

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah bersungguh-sungguh dalam mendidik Ali, namun aku tidak mampu mendidiknya (sesuai harapanku), maka didiklah ia untukku..”

Maka Allah mengabulkan do’anya. Ali pun tumbuh menjadi salah satu ulama kaum muslimin dan orang yang paling sholeh di antara mereka. Bahkan, sebagian ulama ada yang menganggapnya lebih utama daripada ayahnya dalam hal ibadah dan rasa takut kepada Allah.

Abdullah bin al-Mubārak berkata, “Manusia terbaik adalah al-Fudhayl, dan yang lebih baik darinya adalah putranya, Ali..”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 8/445)

Diantara Tolok Ukur Dalam Mencari Menantu Pria

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Sekarang .. jika seseorang ingin menikahkan anak perempuannya, hal pertama yang harus dia tanyakan adalah tentang sholat.

Dia (ayah anak perempuan) harus pergi ke jama’ah di lingkungan sekitar pelamar tersebut dan bertanya kepada orang-orang di lingkungan tersebut mengenai bagaimana pelaksanaan sholatnya.

Ini adalah tolok ukur harian.

Jika mereka memberitahunya bahwa pelamar tersebut jarang terlihat di masjid kecuali sedikit, dan dia tidak pernah menghadiri sholat Shubuh, misalnya, maka dia (ayah anak perempuan) harus menghindari pelamar tersebut.

Dia harus menghindarinya karena sholat adalah tolok ukur.

Sholat adalah tolok ukur harian yang melaluinya .. seseorang dapat menilai dirinya sendiri, dan juga menilai orang lain..”

Menebar Cahaya Sunnah