MUTIARA SALAF : Mempersiapkan Diri

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Sungguh dungu, orang yang tidaklah tahu kapan mati mendatanginya, tapi dia tidak mau menyiapkan diri untuk menghadapinya. Dan manusia yang paling lalai adalah orang yang usianya itu sudah melewati 60 tahun dan mendekati 70 tahun, tapi dia tetap lalai tidak mempersiapkan dirinya, padahal usia antara 60 sampai 70 tahun adalah medan perang hidup mati, dan seharusnya orang yang terjun di medan perang itu menyiapkan dirinya..”

[ Shaidul Khaathir hal 439 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

UPDATE – WAKAF 5 Sumur + Pembangunan 2 Masjid + Mushaf

AHAD SIANG – 17 ROBI’UL AWWAL 1443 / 24 OKTOBER 2021
.
SALDO s/d pkl. 13.00 WIB:
➡️ jumlah partisipasi yang masuk  > Rp.  480 juta
➡️ masih terbuka kesempatan   > Rp. 59 juta  (*)
(*) termasuk program wakaf no 7 yaitu Mushaf dan Buku Iqro’

alhamdulillah alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat..
.
➡ untuk berpartisipasi, silahkan transfer ke :
Bank Syariah Indonesia (kode bank 451)
no. rekening : 748-000-9996
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.

Daftar partisipasi s/d AHAD SIANG pkl. 13.00 WIB

5 SUMUR – 24 Okt – 2

Dokumentasi program-program wakaf sebelumnya, silahkan klik :
AL ILMU CHANNEL

===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

⚉ Syaikh ‘Abdurrozaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah no. 3 – Menggali Sumur) mengatakan,
.
“Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang..”
.
terkait amal jariyah no. 5 – Membangun Masjid :
.
“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan sholat, dibaca ayat-ayat al-Qur’an, nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..”
.
Dan dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” [HR. Ibnu Majah, no. 738]
.
Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa ibunya Sa’ad bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’ad tidak ada di rumah. Sa’ad berkata, “Wahai Rosulullah.. ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau..? Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Ya..”  [ HR. Bukhari – 2756 ]
.
===================================
.
Alhamdulillah, mulai KAMIS 14 Oktober 2021 (07 Robi’ul Awwal 1443), Allah membukakan kembali kesempatan untuk berpartisipasi dalam 6 program wakaf sbb :
.
===================================
.
1️⃣ SUMUR BOR DAN JARINGAN PIPA – Masjid Nurul Yaqin, Dusun Aik Ngempok, Pringgasela, Lombok Timur, NTB

Mayoritas warga dusun (420 KK/1,360 jiwa) adalah buruh lepas, yang berpenghasilan rendah.. Meskipun proses renovasi belum selesai, Masjid Nurul Yaqin tetap aktif digunakan oleh warga untuk ibadah dan pihak takmir masjid dan masyarakat sangat berharap adanya bantuan sumur bor terutama untuk kebutuhan air sehari-hari seperti wudhu, minum jama’ah masjid dan masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid. Lokasi sumur di tanah Masjid dan kedalaman sumur sekitar 50 meter berikut mesin pompa, tandon, tower, meteran listrik, pipa air dari sumur ke warga, dll,.. semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.

===================================
.
2️⃣ SUMUR BOR – Masjid Darussholihin, Dusun Medas Bawak Bagek, Gunung Sari, Lombok Barat, NTB

Sebagian besar warga dusun (35 KK/100 jiwa) adalah kuli bangunan dan berdagang.. pihak takmir masjid sangat berharap adanya bantuan sumur bor untuk kebutuhan harian akan air wudhu dan minum jama’ah, dan juga warga sekitar masjid saat musim kemarau. Lokasi sumur di tanah Masjid dengan kedalaman sumur sekitar 35 meter, berikut mesin pompa, tandon, tower, meteran listrik, pipa, dll, semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.

 

===================================
.
3️⃣ SUMUR BOR DAN JARINGAN PIPA – Dusun Kandong, Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB

Warga dusun adalah petani dan pedagang dengan penghasilan rendah dan terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah dakwah sunnah telah berjalan dan warga sangat berharap adanya bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih sehari-harinya. Lokasi sumur di tanah wakaf yang in-syaa Allah kedepannya juga akan menjadi lokasi musholla.  Kedalaman sumur minimal sekitar 35 meter berikut mesin pompa, tandon, tower, meteran listrik, pipa sepanjang 500 meter, dll,.. semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.

.
===================================
.
4️⃣ SUMUR BOR DAN JARINGAN PIPA – Dusun Reban, Pujut, Lombok Tengah, NTB

Sebagian besar warga adalah petani dan buruh tani yang berpenghasilan rata-rata menengah ke bawah, saat ini mereka sedang mengalami krisis air bersih karena sumber air bersih dari PDAM seringkali mati dan juga sering keruh, dikarenakan sumber airnya dari sebuah bendungan sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih seperti minum, memasak, warga harus membeli air galon. Warga sangat berharap adanya bantuan sumur bor terutama untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Kedalaman sumur minimal sekitar 35 meter berikut mesin pompa, tandon, tower, meteran listrik, pipa sepanjang 300 meter, dll,.. semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.

.
===================================
.
5️⃣ SUMUR BOR – TPQ Al Muhur, Dusun Paok Timur, Sukamlia, Lombok Timur, NTB

Masyarakat pada umumnya petani buruh lepas yang berpenghasilan menengah ke bawah.. masyarakat sangat berharap adanya bantuan sumur bor terutama untuk kebutuhan air sehari-hari. Lokasi sumur berada di lahan wakaf TPQ Al Muhur sehingga bisa dimanfaatkan oleh para santri dan warga sekitarnya. Kedalaman sumur minimal sekitar 35 meter berikut mesin pompa, tandon, tower, meteran listrik, pipa, dll,.. semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.

.
===================================
.
6️⃣ PEMBANGUNAN DUA MASJID

⚉ Masjid Jorong, Sembalun Bumbung, Lombok Timur (TAHAP 3).

Masjid Batu Jalik, Sembalun, Lombok Timur (TAHAP 4)

Saat ini kedua masjid (Masjid Jorong dan Masjid Batu Jalik) sedang dalam proses pembangunan dan diharapkan in-syaa Allah selesai sebelum Ramadhan 1443 H, semoga Allah memberikan kemudahan.. ➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli.
.
===================================
.
7️⃣ (BARU) MUSHAF DAN BUKU IQRO’  – Puluhan Masjid, Ma’had, Rumah Tahfizh/TPQ yang tersebar di pulau Lombok.

Barusan ada permintaan ratusan mushaf dan buku Iqro’ dari jaringan puluhan masjid dan TPA Assunnah yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten di pulau Lombok, NTB.

Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah) berkata, Mewariskan al-Qur’an ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf al-Qur’an lalu mewakafkannya di masji-masjid dan majlis-majlis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf al-Qur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya..”

semoga Allah memberikan kemudahan➡️ Koordinator program ini adalah Assunnah Peduli.

.
===================================
.

➡➡ Dengan demikian, dan semoga Allah memberikan kemudahan, total dana untuk ke 7 program ini adalah Rp. 539 juta (lihat UPDATE SALDO partisipasi paling atas). Semoga Allah memberikan kemudahan..
.
➡ yang hendak berpartisipasi dalam program amal jariyah ini dalam bentuk INFAQ, untuk dirinya dan/atau untuk orangtua,  silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Indonesia ( ex. BSM ) kode bank : 451
no. rekening : 748-000-9996
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/muhsinah/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan dan meng-infaq kan sebagian hartanya.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..”

[ HR. Muslim no. 1893 ]

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?

UPDATE – Program Rutin – Buk-Ber Puasa SENIN-KAMIS

SABTU SIANG – 17 ROBI’UL AWWAL 1443 /  24 OKTOBER 2021
.
Jadwal buk-ber berikutnya, in-syaa Allah :
SENIN – 25 OKTOBER 2021

.
➡ untuk berpartisipasi, silahkan transfer ke :
Bank Syariah Indonesia (kode bank 451)
no. rekening : 748-000-4447
an. al ilmu TA’AWUN
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.
datar partisipasi s/d AHAD SIANG pkl. 13.00 WIB:

SENIN KAMIS – 24 Okt – 1

================
.
BACKGROUND :
Program rutin, in-syaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (buk-ber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa di setiap hari senin-kamis.
.
SATU porsinya senilai Rp. 20.000. Namun silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. D
alam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.
.
Buk-ber OKTOBER 2021
– SENIN 04 Oktober 2021  : 405 santri
– KAMIS 07 Oktober 2021 : 249 santri
– SENIN 11 Oktober 2021  : 480 santri
– KAMIS 14 Oktober 2021 : 320 santri
– SENIN 18 Oktober 2021  : 468 santri
– KAMIS 21 Oktober 2021 : 256 santri

================
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Dalam hadits lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]
.
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an yang melaksanakan ibadah puasa sunnah secara rutin in-syaa Allah di setiap senin-kamis, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Kaidah Untuk Menjawab Syubhat Amalan Bid’ah

Kaidah untuk menjawab syubhat: “tidak semua yang ditinggalkan Nabi dan para Sahabat, tidak boleh dilakukan..”

=====

Diantara syubhat yang seringkali diulang-ulang untuk membolehkan amalan bid’ah adalah: “Tidak semua yang ditinggalkan Nabi dan para Sahabat, maka harus ditinggalkan di zaman ini.. Sehingga tidak semua ibadah yang ditinggalkan Beliau dan para Sahabat, maka harus ditinggalkan di zaman ini..” misalnya:

1. Kita tidak harus meninggalkan naik mobil dan yang semisalnya .. padahal beliau dan para Sahabat tidak pernah naik mobil.

2. Kita tidak harus meninggalkan mikrofon untuk adzan .. padahal di zaman Beliau dan para Sahabat, tidak pernah ada yang adzan pakai mikrofon.

3. Kita tidak harus meninggalkan shalat Tarawih berjama’ah di masjid hingga akhir Ramadhan .. padahal di zaman Beliau tidak pernah ada Tarawih berjama’ah di masjid dari awal sampai akhir Ramadhan.

4. Kita tidak harus meninggalkan belajar bahasa Arab agar bisa memahami Ayat Allah dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

SANGGAHAN:
Memang tidak semua yang ditinggalkan Nabi dan para Sahabat harus ditinggalkan di zaman ini .. Tapi semua amalan yang memenuhi EMPAT SYARAT berikut ini, maka harus kita tinggalkan di zaman ini:

1. Dia merupakan amalan ibadah.
Jika bukan ibadah, maka pada asalnya boleh dilakukan.. makanya naik mobil dan sejenisnya boleh dan tidak harus kita ditinggalkan di zaman setelahnya.

2. Dimampui oleh Nabi dan para Sahabat.
Bila tidak dimampui oleh Beliau dan para Sahabat, maka tidak harus ditinggalkan di zaman setelahnya.. makanya menggunakan mikrofon dibolehkan, karena tidak ada yang bisa adzan menggunakan mikrofon di zaman itu.

3. Tidak ada penghalang untuk melakukannya di zaman Nabi.
Bila ada penghalang untuk melakukannya di zaman Beliau, maka tidak harus ditinggalkan ketika penghalangnya sudah hilang.
Makanya, kita tidak harus meninggalkan shalat Tarawih di masjid secara berjama’ah dari awal Ramadhan hingga akhir ramadhan .. karena dahulu Beliau tinggalkan itu disebabkan adanya penghalang, yaitu kekhawatiran Allah mewajibkannya, padahal beliau tidak ingin memberatkan umatnya.. dan setelah Beliau wafat, kekhawatiran itu sudah tidak ada lagi.

4. Ada kebutuhan / dorongan untuk melakukannya di zaman Nabi dan para Sahabat.
Jika tidak ada kebutuhan / dorongan untuk melakukannya di zaman Beliau dan para Sahabat, padahal setelah itu ada kebutuhan / dorongan untuk melakukannya, maka tidak harus ditinggalkan.
Makanya, kita tidak harus meninggalkan belajar Bahasa Arab, karena Beliau dan para Sahabat tidak perlu belajar Bahasa Arab, karena itu bahasa mereka sendiri.


Intinya:
Bila 4 syarat di atas ada pada suatu amalan.. dan ternyata tidak dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat, maka berarti amalan itu harus ditinggalkan, dan bila dilakukan jadinya bid’ah.

Sebaliknya bila salah satu dari empat syarat ini tidak terpenuhi, maka amalan itu tidak harus ditinggalkan, kecuali ada dalil lain yang menunjukkan tidak bolehnya, wallahu a’lam.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bukti Cinta Yang Sebenarnya

“Jangan sampai kebencian kepada suatu kaum, menjadikan kalian berbuat tidak adil (zalim) kepada mereka..!” [QS. Al-Maidah: 8]

=====

Sehingga janganlah menuduh orang yang tidak ikut “Maulid Nabi”, dengan tuduhan “pasti tidak cinta Nabi” -shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Karena seringkali alasan dia tidak ikut “Maulid Nabi” adalah karena “cinta yang sangat tinggi” kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mungkin ada yang heran, mengapa karena “cinta Nabi”, seseorang malah meninggalkan “maulid Nabi”..?

Jawabannya:

Karena menurut dia bukti cinta yang sebenarnya adalah “mengikuti apapun yang dikatakan oleh orang yang dia cintai..”

Ketika dia sangat mencintai Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- .. dan dia tahu beliau mengatakan “Jauilah perkara-perkara baru dalam agama (bid’ah)..”, dia juga tahu hadits: “Perkara paling buruk dalam agama adalah perkara-perkara baru dalam agama (bid’ah)” .. kemudian dia melihat bahwa ritual maulid itu bid’ah, karena tidak pernah dilakukan, baik oleh Nabi, para sahabat, para tabiin, maupun para tabi’ut tabiin .. maka konsekuensinya dia akan meninggalkan “Maulid Nabi” .. bukan karena dia tidak “cinta Nabi”, justru dia tinggalkan itu, karena dia “sangat mencintai beliau” -shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Oleh karenanya, jangan zalimi saudaramu dengan tuduhan “tidak cinta kepada Nabi” shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan dia sangat sadar akan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, sehingga aku lebih dia cintai melebih orang tuanya, anaknya, dan manusia semuanya..” [HR. Bukhari dan Muslim].

Kenyataannya setiap muslim yang ikhlas, dia pasti mencintai Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, hanya saja bentuk cintanya bisa berbeda sesuai dengan latar belakang ilmu masing-masing.

Jangan sampai “maulidmu” menjadikanmu menzalimi saudaramu..!

Ingat sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-: “Sungguh kezaliman akan mendatangkan banyak kegelapan kepadamu di hari kiamat nanti..!” [HR. Bukhari dan Muslim].

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Tidak Memberikan Mudhorot Selama Engkau Tidak Perdulikan

Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As Sa’di rohimahullah berkata,

ومن الأمور النافعة أن تعرف أن أذية الناس لك وخصوصاً في الأقوال السيئة، لا تضرك بل تضرهم، إلا إن أشغلت نفسك في الاهتمام بها، وسوغت لها أن تملك مشاعرك، فعند ذلك تضرك كما ضرتهم، فإن أنت لم تضع لها بالاً لم تضرك شيئاً.

“Di antara perkara bermanfaat yang perlu engkau ketahui, bahwa gangguan orang-orang kepadamu, khususnya berupa ucapan jelek, tidak memberikan mudhorot (bahaya/kerugian) bagimu, namun justru memberikan mudhorot bagi mereka.

Kecuali, jika engkau sibukkan dirimu dengan memperhatikannya dan engkau biarkan ucapan itu mengendalikan kemarahanmu. Saat itulah, ucapan itu akan memberikan mudhorot  bagimu sebagaimana memberikan mudhorot bagi pelakunya.

Jika engkau tidak memperdulikannya, ucapan jelek itu tidak akan memberikan mudhorot bagimu sama sekali..”

[ Al Wasailul Mufidah lil Hayatis Sa’idah – 30 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tingginya Rasa Takut Kepada Allah Ta’ala

Gambaran betapa tingginya rasa takut kepada Allah ta’ala .. padahal keadaan agamanya sangat istimewa.
=====

Diceritakan oleh Imam Bukhari -rahimahullah-:

“Suatu ketika Hammad bin Salamah menjenguk Sufyan Ats-Tsauri (seorang ulama besar ahli hadits dari generasi tabi’ut tabi’in, wafat 97 H) saat beliau sakit..

Maka Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: “Wahai Abu Salamah (kun-yah Hammad), apakah Allah MAU MENGAMPUNI orang sepertiku..?”

Maka Hammad mengatakan: “Demi Allah, jika aku diminta memilih antara dihisab oleh Allah dengan dihisab oleh kedua orangtuaku, tentu aku memilih dihisab oleh Allah daripada dihisab oleh kedua orang tuaku, karena Allah ta’ala lebih sayang kepadaku daripada kedua orang tuaku..!” [Hilyatul Auliya’ 6/251]

—————————-

Pelajaran berharga dari kisah ini:

1. Sebaik apapun agama kita, kita harus tetap takut kepada Allah.

2. Takut kepada Allah adalah tanda baiknya seseorang.

3. Pentingnya teman yang shalih dan manfaatnya yang sangat besar bagi kita.

4. Pentingnya menyeimbangkan antara khauf (rasa takut) dan roja’ (rasa harap) kepada Allah.

5. Bila kita melihat teman kita dominan rasa takutnya, maka ingatkan dia kepada kasih sayang Allah yang sangat besar kepada hamba-Nya.

Wallahu a’lam.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Membuka Wajah Mayat Saat Dikuburkan

Membuka wajah mayat saat dikuburkan.

Syaikh Masyhur bin Hasan hafidzahullahu berkata:
“Sebagian orang melakukan hal itu pada mayat dan berhujjah dengan atsar-atsar yang sharih tapi tidak shahih..”

Seperti:
Atsar tabi’in Adh Dhohak yang berwasiat agar wajahnya dibuka. (Dikeluarkan oleh ibnu abi Syaibah dalam Mushonnaf no 11795) Namun sanadnya lemah karena ada perawi yang lemah yang bernama Juwaibir.

Juga berhujjah dengan riwayat Ibnu ‘Umar yang berkata, “Apabila kalian menurunkan aku ke liang lahat maka tempelkan pipiku ke tanah..” Namun atsar ini tidak ditemukan sanadnya. Kalaupun misalnya shahih akan tetapi tidak sharih menunjukkan membuka wajah.

(Al Qoulul Mubin fii Munkarotil Janaiz hal. 460-461)

Lajnah Daaimah ditanya tentang hukum membuka wajah mayat saat dikuburkan. Mereka menjawab:

لا نعلم دليلا يدل على كشف وجه الميت في القبر، بل ظاهر الأدلة الشرعية يدل على أنه لا يكشف؛ ذكرا كان أو أنثى؛ لأن الأصل تغطية الوجه كسائر بدنه، إلا أن يكون الرجل محرما فلا يغطى

“Kami tidak mengetahui adanya dalil membuka wajah mayat di kubur. Justeru lahiriyah dalil dalil syariat menunjukkan tidak dibuka baik laki laki maupun wanita. Karena pada asalnya adalah ditutup wajahnya sebagaimana badannya. Kecuali orang yang sedang berihram maka tidak boleh ditutup..”

(Fatwa Lajnah Daaimah)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Kenapa Ramadhan Tidak Termasuk Bulan Haram..?

Kenapa bulan Ramadhan tidak termasuk bulan suci/haram..?

➡️ Karena dalil yaitu firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS At Taubah ayat 36 :

إن عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..”

dan hadits Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhiroh) dan Sya’ban..”

(HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Semenjak Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan langit dan bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan jumlah bulan yaitu dua belas bulan; empat diantaranya adalah bulan haram, tiga bulan berurutan yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, lalu Muharram serta satu yang terpisah yaitu bulan Rajab. Ini merupakan bulan-bulan diagungkan, baik pada masa jahiliyyah ataupun pada masa islam, Allah mengkhususkan larangan berbuat zhalim dibulan-bulan tersebut..”

(Dyiaul Lami’ min Khutabil Jawami’ Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin jilid 5 hal 397-401)

wallahu a’lam

Kesombongan Yang Besar Tapi Dibungkus Agama

Kita sadari atau tidak, kesombongan banyak ditampakkan oleh sebagian orang kepada kita .. tapi karena dibungkus agama, ia tidak terlihat sebagai kesombongan, dan mudah menyebar di tengah-tengah masyarakat, wallahul musta’an.

Dan berikut ini adalah sebagian contohnya:

1. Mengaku shalat jumatnya di depan ka’bah .. padahal tinggalnya di negara kita.

2. Mengaku bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat sadar.

3. Mengaku bertemu atau bersalaman dengan Nabi Khadhir (biasanya disebut Khidir).

4. Mengaku dikasih pesan atau hadits istimewa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

5. Mengaku selalu diawasi dan diperhatikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

6. Mengaku didatangi atau diziarahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam .. mirip dengan ini, mengaku acaranya dihadiri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

7. Mengaku dibawa naik ke Sidrotul Muntaha dan bertemu Allah.

8. Mengaku sudah sebagai wali, atau rela disebut sebagai wali.

9. Memerintahkan muridnya untuk menyebut namanya bila sedang dalam masalah, niscaya beres masalahnya.

10. Menjamin semua muridnya masuk surga.

11. Mengaku yang menyelisihinya pasti celaka.

12. Mengaku nanti bisa menggandeng seseorang masuk surga.

13. Mengaku mendapatkan ilham atau bisikan dari Allah.

14. Menjamin semua yang mengikuti ormasnya masuk surga .. ketika ditanya oleh malaikat di kubur, jawab saja: “aku pengikut ormas itu..!”

15. Mengaku kalau pengurus masjid bukan dari ormasnya, maka akan salah semua..!

16. Mengaku mendapat tongkat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan masih banyak lagi yang lainnya .. Sungguh kesombongan yang terlihat oleh orang awam, karena dibungkus oleh agama.
Padahal kesombongan sangatlah dimurkai oleh Allah, sampai-sampai Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam menyabdakan: “Tidak masuk surga, orang yang di hatinya ada kesombongan, meski hanya sekecil dzarrah (semut merah yang sangat kecil)..”

Saudaraku seiman, waspadalah terhadap kesombongan, semoga Allah jauhkan kita semua darinya, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

Menebar Cahaya Sunnah