Satu Arah

Abu Hazim Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

“Tidaklah seorang hamba itu memperbaiki hubungannya dengan Allah Ta’ala kecuali Allah juga akan memperbaiki hubungannya dengan sesarna hamba, dan tidaklah dia merusak hubungannya dengan Allah Ta’ala kecuali Allah akan merusak hubungannya dengan sesama hamba.

Melakukan satu arah, tentu lebih mudah daripada melakukan semua arah.

Sesungguhnya jika engkau fokus kepada Allah maka semua arah akan berpihak kepadamu, tapi jika engkau merusak hubunganmu dengan Allah, maka semua arah akan membencimu..”

( Hilyatul Auliya’ – 7/51 )

Rezeki Tidak Akan Tertukar

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لَا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَكُنْ عَبْدٌ لِيَمُوتَ حَتَّى يَبْلُغَهُ آخِرُ رِزْقٍ هُوَ لَهُ، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ: أَخْذِ الْحَلَالِ، وَتَرْكِ الْحَرَامِ

“Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya.

Maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram..”

(HR. Abdurazzaq dalam Al Mushannaf, Ibnu Hibban no. 3239 – Syaikh Al-Albani rohimahullah men-shohihkan hadits ini dalam kitab Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shohiihah No. 2607)

📌 Al Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Wahai anak Adam.. sesungguhnya engkau tidak dapat mendahului ajalmu, dan tidak ada yang dapat menghalangimu dari rezeki yang telah ditetapkan untukmu, dan (engkau juga) tidak akan diberi rezeki yang bukan bagianmu.

Lantas, mengapa engkau terlalu berlebihan dalam bekerja (sehingga lalai dari Allah)..?! atas dasar apa engkau membinasakan dirimu..?!”

( Mawaizh Lil Imam Al Hasan al-Bashri – 91 )

📌 Abu Hazim Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

“Aku memikirkan tentang rezeki temyata aku mendapatinya dua macam.

Satu untukku yang pada saatnya akan aku dapatkan, maka aku tidak bisa menyegerakannya walaupun aku berusaha mendapatkannya dengan kekuatan langit dan bumi .. dan yang satunya lagi untuk orang lain. Jadi apa yang telah lalu tidak akan aku dapatkan, maka aku hanya mencari yang masih tersisa.

Rezekiku tidak akan dimiliki oleh orang lain sebagaimana rezeki orang lain tidak akan dimiliki oleh diriku. Lantas untuk yang mana aku akan menghabiskan umurku..?!”

( Hilyatul Auliya’ – 7/44 )

Kalau Begitu, Engkau Adalah Istriku

Berikut adalah kisah Syu’aib bin Harb rohimahullah, seorang Ulama besar dari generasi Tabi’ut Tabi’in.

102 – Ia (perawi) berkata,

Syu’aib bin Harb berniat untuk menikahi seorang wanita.

Maka ia berkata kepada wanita tersebut, “Sesungguhnya aku ini orang yang temperamental (mudah marah)..”

Wanita itu menjawab, “Yang lebih buruk darimu adalah orang yang membuatmu menjadi mudah marah..”

Mendengar jawaban bijak itu, Syu’aib berkata, “Kalau begitu, engkaulah istriku..”

(Taariikh Baghdad – 9/240)

📌 Wanita tersebut menyadari bahwa sifat mudah marah sering kali merupakan reaksi terhadap provokasi, kurangnya pengertian dari pasangan, atau karena tekanan dari luar. Secara tidak langsung wanita tersebut berkata, ‘Aku tidak akan melakukan hal-hal yang dapat memicu sifat temperamentalmu (mudah marah)..”

Mendengar jawaban tersebut, Syu’aib bin Harb rohimahullah menyadari bahwa wanita di hadapannya adalah sosok yang cerdas, yang siap melengkapi kekurangannya, dan mampu menjadi penenang di kala marahnya memuncak.

Maka tanpa ragu, Syu’aib bin Harb rohimahullah mengunci pilihannya saat itu juga dengan berkata, “Kalau begitu, engkaulah istriku..”

UPDATE : Buk-Ber Puasa Asyuro 1448 & Puasa Senin Kamis

KAMIS PAGI – 11 JUNI / 25 DZULHIJJAH
===============
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Al Muharrom) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim – no. 1162)
===============
Alhamdulillah, terbuka kembali kesempatan berpartisipasi dalam menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa sunnah :
– Asyuro : 10 Al Muharrom 1448

===============
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============
1️⃣ PUASA ASYURO 1448 & SENIN – KAMIS

Tahap 1 : 1,000 porsi
Tahap 2 : 200 porsi
buk-ber bagi sekitar 1,200 jama’ah dan santri di beberapa masjid di Lombok Timur, NTB. Perkiraan anggaran : Rp. 30 Juta.

Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, maka nilainya saat ini Rp. 25.000/porsi. semoga Allah mudahkan.

SALDO 
● 10 Jun – pkl. 05.00 wib:  Rp.     31.3 Juta
● tambahan partisipasi    :  Rp.       0.8 Juta
bukber puasa Asyuro   :    Rp.    (0.0) Juta
—————————————————
● 11 Jun – pkl. 05.00 wib  : Rp.    32.1 Juta
————————————————

2️⃣ PUASA AROFAH
Tahap 1 : 1,000 porsi
Tahap 2 : 200 porsi
Tahap 3 : 800 porsi
Tahap 4 : 350 porsi
Alhamdulillah telah terlaksana buk-ber puasa Arofah bagi sekitar 2,350 jama’ah dan santri di ma’had Assunnah dan sekitar 7 masjid di Lombok Timur, NTB.

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

1. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. At Tirmidzi no. 807)

2. “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya..” (HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur .. silahkan share ke kerabat, teman, dll.

Rosulullah shollallahu ’alayhi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

UPDATE : Santunan Janda Dan Dhu’afa – JULI 2026

KAMIS PAGI – 11 JUNI / 25 DZULHIJJAH

📌 Jadwal santunan 125 paket sembako yang berikutnya insyaa Allah akan dilaksanakan di bulan Juli 2026.

=======

alhamdulillah, terbuka program rutin insyaa Allah santunan bulanan bagi sekitar 125 s/d 150 janda dan dhu’afa (dan keluarga beresiko stunting/KBS), juga termasuk para guru guru agama, TKA, TPA, PAUD yang masuk dalam katagori janda dan kategori miskin, dalam bentuk sembako seperti beras, telur, minyak goreng dll.. Program ini dilaksanakan insyaa Allah bersama posko Assunnah Peduli di wilayah pulau Lombok, NTB.

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
wakaf mushaf dan pembebasan lahan masjid : https://bbg-alilmu.com/archives/73888

**********
Tidak ada batas nilai minimal partisipasi dalam program ini, namun bila hendak berpartisipasi per paket sembako, maka nilainya : Rp. 160,000 /paket.

Bila hendak berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
7480005559
AL ILMU DANA SOSIAL

Informasi : https://wa.me/6283806624622


============

Insyaa Allah jumlah yang akan disalurkan di bulan Juli 2026 adalah sebanyak 125 paket sembako senilai Rp. 20 Juta, semoga Allah mudahkan.

SALDO SANTUNAN :
● 10 Jun – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.     5.0 Juta
—————————–
● tambahan partisipasi.     :   Rp.    0.9 Juta
● BULAN  — JULI 2026. Rp.    (0.0) Juta
—————————–
● 11 Jun – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.     5.9 Juta

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DZULHIJJAH 1447 – MEI 2026 : LKSA Assunnah, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DZULQO’DAH 1447 – APRIL 2026 : Ds Lenek Baru, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SYAWWAL 1447 – 2026 : Ds Lenek Lauk, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI RAMADHAN 1447 – 2026 : Ds Lenek Sukarema, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI FEBRUARI 2026 – SYA’BAN 1447 : sekitar 140 paket sembako bagi beberapa guru pengajar TPA, TK/PAUD, Rumah Tahfizh yang juga janda dan kurang mampu, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JANUARI 2026 – ROJAB 1447 : Ds Lenek Peseriman, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DESEMBER 2025 : Ds Lenek Kalibambang, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2025 : Ds Lenek Duren, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKTOBER 2025 : Ds Ramban Biak, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SEPTEMBER 2025 –  ROBII’UL AWWAL 1447 : Ds Lenek Daya, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AGUSTUS 2025 –  SHOFAR 1447 : Ds Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JULI 2025 –  AL MUHARROM 1447 : Ds Bagik Nyaka Santri, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JUNI 2025 – DZULHIJJAH 1446 LKSA Assunnah, Aikmel, Lombok Timur

========

PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2023 s/d MEI 2025 BISA DILIHAT DI SINI
============
● Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”

(HR. Al Bukhori no. 5353, Muslim no. 2982)

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajjud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”

(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

UPDATE : Wakaf 4 Sumur Bor, Jaringan Pipa, Mushaf & Lahan Untuk Dibangun Masjid

KAMIS PAGI – 11 JUNI  / 25 DZULHIJJAH

Dengan izin Allah, alhamdulillah terbuka kembali program wakaf yaitu :

  • wakaf 4 sumur bor
  • wakaf mengalirkan air bersih via pipa
  • wakaf mushaf
  • wakaf pembebasan lahan masjid

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
santunan sembako janda dan dhu’afa di bulan Juli 2026 : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

**********

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣Orang yang mengajarkan suatu ilmu
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf, atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

📌 program wakaf kali ini insyaa Allah mencakup 4 bentuk wakaf (warna biru) yang terdapat dalam hadits di atas .. jangan lupa untuk menghadiahkan pahala amal jariyah kepada kedua orangtua, istri/suami, anak  dan tentunya diri anda sendiri .. semoga Allah mudahkan.

———————————-
1️⃣  Sumur Bor : Ma’had Al Yaumi Putra, Ds Kolo, Jempong Baru, Lombok Barat.

Ma’had bermanhaj salaf ini menjadikan Tahfizh Alqur’an sebagai program unggulan. Saat ini fasilitas masih sederhana dan kekurangan sumber air. Berdasarkan hasil survey dengan rotex, diperkirakan kedalaman sumur +/- 30 meter.

===================
2️⃣ Sumur Bor : Pondok Pesantren Tibyanul Falah, Dusun Presak Barat, Desa Karang Bayan, Lingsar Lombok Barat.

Masyarakat di sekitar pondok berprofesi sebagai pekebun, buruh lepas, buruh tani, peternak dan lainnya yang tingkat sosialnya dibawah rata- rata berkecukupan.

Sumber air pondok saat ini masih menumpang pada sumur bor kandang ayam yang berjarak lebih kurang 1 kilometer dari pondok dan terkadang airnya juga disetop alirannya oleh pemilik kandang sehingga hal ini sangat mengganggu kegiatan ibadah santri di pondok. Seringkali santri meminta air ke rumah rumah warga di sekitar pondok untuk kegiatan ibadah mereka seperti berwudhu’ dan lainnya. Yang diperlukan adalah sumur bor dengan perkiraan kedalaman 70 meter.

===================
3️⃣  Sumur Bor : Dusun Bebante Timur, Sembalun Bumbung, Lombok Timur.

Masyarakat Dusun Bebante mayoritas berprofesi sebagai petani, buruh lepas, tukang bangunan dengan rata-rata penghasilan menengah ke bawah. Alhamdulillah sebagian masyarakat sudah menerima dakwah sunnah. Mereka saat ini sangat kesulitan untuk mendapatkan sumber air yang layak, karena sumber airnya dari gunung sudah tercemar bahkan disetiap musim kemarau airnya mengering ditambah dengan jaringan pipa yang sudah banyak rusak. Yang diperlukan adalah sumur bor dengan perkiraan kedalaman (rotex) 50 meter dan 200 meter pipa.

===================
4️⃣  Sumur Bor : Pondok Pesantren Al Hafizhiyah, Dusun Masjuring, Desa Persiapan Masjuring, Praya Barat, Lombok Tengah.

Pondok ini (300 santri) terletak di ujung selatan pulau Lombok yang mana daerah tersebut termasuk daerah tadah hujan yang sangat jauh dari mata air, sehingga pada waktu musim kemarau tiba masyarakat setempat sangat kesulitan untuk mendapatkan air yang bersih dan layak konsumsi. Sumber air pondok saat ini berasal dari PDAM akan tetapi sering mengalami gangguan sehingga air mati dan akhirnya para santri dan pengurus pondok kesulitan dalam menjalankan kegiatan ibadah. Yang diperlukan adalah sumur bor dengan perkiraan kedalaman sumur (rotex) mencapai 50 meter.

===================
5️⃣  Jaringan Pipa : Masjid Al Furqon  Dusun Baret Desa, Sembalun Lawang, Lombok Timur.

Alhamdulillah, ini ternasuk dalam wakaf mengalirkan sungai. Masjid Al Furqon adalah masjid sunnah yang rutin mengadakan kajian pekanan dan bulanan yang diisi oleh Ustadz Mizan Qudsiyah, Ustads Sufyan Bafien Zen, dll -hafizhohumullah-. Masjid kekurangan air bersih karena debit air dari sumur gali (kedalaman 10 meter) mengecil saat musim panas. Warga dan jama’ah sekitar masjid rata rata adalah petani dan buruh tani dengan penghasilan menengah ke bawah. Rencananya pengurus masjid akan mengalirkan air dari sumber air yang berjarak 1.5 Km (1,500 meter) dari masjid via pipa HDPE.

KEUTAMAAN MENGALIRKAN SUNGAI

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah berkata,

Mangalirkan sungai maksudnya adalah membuat aliran-aliran sungai dari mata air dan sungai induk, supaya airnya bisa sampai ke pemukiman masyarakat serta sawah ladang mereka. Dengan demikian, manusia akan terhindar dari dahaga, tanaman tersirami, serta binatang ternak mendapatkan air minum.

Betapa pekerjaan besar ini akan menghasilkan begitu banyak kebaikan bagi manusia dengan membuat kemudahan bagi dalam mengakses air yang merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Semisal dengan ini yaitu mengalirkan air ke pemukiman masyarakat melalui pipa-pipa, begitu pula menyediakan tandon-tandon air di jalan-jalan dan tempat-tempat yang mereka butuhkan..” (Al Fawaaid al-Mantsuurah 11-15)

====
CATATAN : Ke 4 sumur bor dan jaringan pipa di atas akan dilengkapi dengan mesin pompa, toren, tower, kwh listrik, jaringan pipa  dan filter air insyaa Allah. Semoga Allah mudahkan.

===================
6️⃣ Wakaf 40.000 s/d 50.000 mushaf (TAHAP  2) bagi beberapa masjid, ma’had, TPQ, lapas di wilayah NTB.

Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah) berkata,

“Mewariskan Alqur’an ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf Alqur’an lalu mewakafkannya di masjid masjid dan majelis-majelis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf Alqur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya..”

===================
7️⃣ Pembebasan (TAHAP 2)  Lahan Masjid Assunnah, Ds Daya, Lombok Timur. Jumlah warga dan jama’ah di sekitar musholla ada 30 KK. Sebagian besarnya adalah petani, buruh tani dan pedagang. Saat ini warga melaksanakan kegiatan sholat berjama’ah dan kajian rutin sunnah di musholla kecil yang berukuran 5 x 6 m2, dan lokasinya berada di tengah pemukiman warga.

Seiring berjalannya waktu, jumlah jama’ah semakin dan kondisinya tidak lagi memadai. Takmir dan jama’ah berharap bantuan untuk membebaskan lahan seluas 1,000 m2 dan lokasinya di pinggir jalan sehingga mudah aksesnya. Kedepannya insyaa Allah akan dibangun sebuah masjid di lahan tsb, dan juga sebagai TPA/Rumah Tahfizh. Ada tiga pemuda warga setempat yang saat ini kuliah di Universitas Islam Madinah, Universitas Najran dan Lipia, dan insyaa Allah kedepannya mereka bisa berbagi ilmu agama di masjid tsb .. Semoga Allah mudahkan.

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan :
– dilaksanakan sholat (berjama’ah),
– dibaca ayat-ayat Alqur’an,
– nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut,
– ilmu-ilmu (syar’i) akan diajarkan,
– serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, dan masih banyak faedah-faedah yang lain.
Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..” (al-Fawaaid al-Mantsuurah)

———————————
➡️ Total anggaran mencapai Rp. 600 juta .. semoga Allah mudahkan.
———————————
SALDO
● 10 Jun – pkl. 05.00 wib :  Rp.  310 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :      Rp.       2 Juta
————————————————–
● 11 Jun – pkl. 05.00 wib. : Rp.  312 Juta
————————————————–

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Diantara Hak Hak Para Ulama

Berikut adalah poin-poin ringkas mengenai kewajiban memuliakan serta menjaga hak-hak para ulama (berdasarkan perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu) :

1. KEUTAMAAN MENGHORMATI ULAMA

* Bagian dari Sunnah : Menghargai ulama merupakan perkara yang diperintahkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam} dan termasuk bagian dari Sunnah (sebagaimana perkataan Thawus bin Kaisan).

* Bentuk Pengagungan Kepada Allah : Memuliakan ulama karena ilmu dan Al-Qur’an yang ada pada diri mereka pada hakikatnya adalah bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

2. HAK-HAK ULAMA DAN ADAB SAAT BERINTERAKSI

* Membatasi Pertanyaan : Tidak berlebihan atau terlalu banyak mengajukan pertanyaan yang tidak perlu kepada mereka.

* Tidak Membantah Jawaban : Menghindari sikap mendebat atau menyanggah ketika ulama sedang memberikan jawaban.

* Memahami Kondisi Ulama : Tidak terus-menerus mendesak dengan pertanyaan apabila melihat ulama tersebut sedang dalam kondisi lelah atau malas.

* Menjaga Sikap Fisik : Tidak memegang pakaian atau baju mereka ketika mereka hendak bangkit berdiri.

* Menjaga Rahasia : Wajib menyembunyikan dan tidak menyebarluaskan rahasia atau privasi para ulama.

* Melarang Ghibah : Tidak menggunjing (ghibah) atau membicarakan keburukan orang lain di hadapan mereka.

* Memaafkan Kekeliruan : Jika ulama melakukan kesalahan atau kekeliruan dalam ijtihad, hendaklah dimaafkan dan diterima alasannya.

* Mendahulukan Kebutuhan Mereka : Segera membantu atau memenuhi keperluan ulama sebelum mendahului kepentingan orang lain.

3. ADAB MENGHADIRI MAJELIS ULAMA

* Memberi Salam Khusus :  Mengucapkan salam secara khusus kepada ulama tersebut saat datang, lalu salam secara umum kepada jemaah majelis yang lain.

* Posisi Duduk : Duduk dengan sopan tepat di hadapan mereka.

* Menjaga Pandangan & Isyarat : Tidak menunjuk-nunjuk dengan tangan dan tidak menggerak-gerakkan mata (berwajah sinis/meremehkan) di hadapan mereka.

* Tidak Membanding-bandingkan Pendapat : Tidak bersikap tidak sopan dengan mengatakan “Si Fulan (ulama lain) memiliki pendapat yang berbeda dengan pendapatmu..” di depan mereka.

📌 KESIMPULAN
Menghormati ulama digambarkan seperti posisi seseorang di bawah pohon kurma yang basah; kita harus sabar menanti ilmu berharga yang senantiasa runtuh dan berjatuhan dari mereka untuk kemaslahatan kita.

ref : https://almanhaj.or.id/60194-menghormati-dan-menghargai-ulama-2.html

Bagaikan Burung Unta

Syaikh bin Baz rohimahullah berkata,

“Banyak dari para suami yang bersikap bagaikan singa di hadapan istrinya, namun menjadi seperti burung unta jika berhadapan dengan orang lain selain istrinya..”

(Syarah Riyaadhus Shoolihiin 1/543)

📌 Perumpamaan ‘burung unta’ dalam pepatah Arab sering digunakan untuk menggambarkan sifat pengecut atau penakut (karena kebiasaan burung unta yang menyembunyikan kepalanya saat merasa terancam).

Maksud dari ucapan beliau rohimahullah adalah menyindir para suami yang hanya berani dan keras kepada istrinya sendiri di rumah, namun mendadak menjadi penakut dan tidak berdaya ketika menghadapi orang lain di luar rumah.

Diantara Keutamaan Mengajarkan Tauhid

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Ketika seekor anjing sedang berputar putar di sekitar sumur dan hampir mati karena kehausan, tiba tiba seorang wanita pezina dari kaum Bani Israil melihatnya. Maka wanita itu melepas sepatunya (khuff), lalu mengambilkan air dengan sepatu itu dan memberi minum si anjing. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalnya itu..”

(HR. Al Bukhari no. 3467)

📌 Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah berkata,

“Jika memberi minum untuk menghilangkan rasa haus seekor anjing saja bisa menjadi sebab diampuninya seorang wanita (pezina) oleh Allah, maka apalagi dengan orang yang menghilangkan dahaga manusia dengan (mengajarkan mereka) Tauhid..!”

(Syarah Kitab At Tauhid)

Lima Nasehat

‘Umar bin Khattab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

1. Janganlah berbicara tentang hal yang tidak bermanfaat bagimu (bukan urusanmu).

2. Kenalilah musuhmu dan waspadalah terhadap temanmu, kecuali orang yang terpercaya (amanah).

3. Tidak ada orang yang benar-benar terpercaya, kecuali orang yang takut kepada Allah.

4. Janganlah engkau berteman dengan orang yang gemar berbuat buruk/maksiat (faajir) karena ia dapat mempengaruhimu dengan keburukannya, dan janganlah engkau membuka rahasiamu kepadanya

5. Ketika engkau meminta saran orang lain dalam urusanmu, bermusyawaralah hanya dengan orang-orang yang takut kepada Allah.

(Shifatush Shofwah – 1/149)

Menebar Cahaya Sunnah