UPDATE : Buk-Ber Puasa Arofah 1447 & Asyuro 1448

KAMIS PAGI – 23 APRIL  / 5 DZULQO’DAH
===============
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Al Muharrom) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim – no. 1162)
===============
Alhamdulillah, terbuka kembali kesempatan berpartisipasi dalam menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa sunnah :
– Arofah :  9 Dzulhijjah 1447
– Asyuro : 10 Al Muharrom 1448
===============
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============
1️⃣ PUASA AROFAH 1447 & ASYURO 1448

Insyaa Allah menyiapkan 2,000 porsi buk-ber bagi sekitar 2,000 jama’ah di beberapa masjid di Lombok Timur, NTB.

Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, maka nilainya saat ini Rp. 25.000/porsi. Estimasi anggaran : Rp. 50 Juta .. semoga Allah mudahkan.

SALDO 
● 22 April – pkl. 05.00 wib:  Rp.  16.0 Juta
● tambahan partisipasi     :  Rp.      2.0  Juta
—————————————————
● 23 April – pkl. 05.00 wib : Rp.  18.0 Juta
————————————————
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

1. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. At Tirmidzi no. 807)

2. “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya..” (HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur .. silahkan share ke kerabat, teman, dll.

Rosulullah shollallahu ’alayhi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

UPDATE : Santunan Janda Dan Dhu’afa – DZULHIJJAH 1447

KAMIS PAGI – 22 APRIL / 5 DZULQO’DAH

📌 Jadwal santunan yang berikutnya insyaa Allah akan dilaksanakan di salah satu dari 10 hari terbaik, yaitu di 10 hari pertama Zhulhijjah.

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

“Hadits ini menunjukkan bahwa amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya dan di sini tidak ada pengecualian.

Jika dikatakan bahwa amalan di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah, itu menunjukkan bahwa beramal di waktu itu adalah sangat utama di sisi-Nya..”

(Lathoo-if Al Ma’arif, hal. 456)

=======

alhamdulillah, terbuka program rutin insyaa Allah santunan bulanan bagi sekitar 125 s/d 150 janda dan dhu’afa (dan keluarga beresiko stunting/KBS), juga termasuk para guru guru agama, TKA, TPA, PAUD yang masuk dalam katagori janda dan kategori miskin, dalam bentuk sembako seperti beras, telur, minyak goreng dll.. Program ini dilaksanakan insyaa Allah bersama posko Assunnah Peduli di wilayah pulau Lombok, NTB.

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
wakaf mushaf dan pembebasan lahan masjid : https://bbg-alilmu.com/archives/73888

**********
Tidak ada batas nilai minimal partisipasi dalam program ini, namun bila hendak berpartisipasi per paket sembako, maka nilainya : Rp. 160,000 /paket.

Bila hendak berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
7480005559
AL ILMU DANA SOSIAL

Informasi : https://wa.me/6283806624622


============

Jumlah yang akan disalurkan sebanyak 125 paket sembako senilai Rp. 20 Juta, semoga Allah mudahkan.

SALDO SANTUNAN :
● 21 Apr – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.   12.2 Juta
—————————–
● tambahan partisipasi.     :   Rp.     0.6 Juta
DZULHIJJAH 1447.  .      Rp.   (0.0) Juta
—————————–
● 23 Apr – pkl. 05.00 wib.  :  Rp.  12.8 Juta

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SYAWWAL 1447 – 2026 : Ds Lenek Lauk, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI RAMADHAN 1447 – 2026 : Ds Lenek Sukarema, Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI FEBRUARI 2026 – SYA’BAN 1447 : sekitar 140 paket sembako bagi beberapa guru pengajar TPA, TK/PAUD, Rumah Tahfizh yang juga janda dan kurang mampu, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JANUARI 2026 – ROJAB 1447 : Ds Lenek Peseriman, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI DESEMBER 2025 : Ds Lenek Kalibambang, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2025 : Ds Lenek Duren, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI OKTOBER 2025 : Ds Ramban Biak, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI SEPTEMBER 2025 –  ROBII’UL AWWAL 1447 : Ds Lenek Daya, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI AGUSTUS 2025 –  SHOFAR 1447 : Ds Lenek, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JULI 2025 –  AL MUHARROM 1447 : Ds Bagik Nyaka Santri, Aikmel, Lombok Timur

==========
PENYALURAN SANTUNAN – EDISI JUNI 2025 – DZULHIJJAH 1446 LKSA Assunnah, Aikmel, Lombok Timur

========

PENYALURAN SANTUNAN – EDISI NOVEMBER 2023 s/d MEI 2025 BISA DILIHAT DI SINI
============
● Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”

(HR. Al Bukhori no. 5353, Muslim no. 2982)

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajjud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”

(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

UPDATE : Wakaf Mushaf – Lahan Untuk Dibangun Masjid

KAMIS PAGI – 23 APRIL  / 5 DZULQO’DAH 

Dengan izin Allah, alhamdulillah terbuka kembali program wakaf di penghujung bulan Syawwal 1447 hijriyah (April 2026) yaitu :

  • wakaf mushaf
  • wakaf pembebasan lahan masjid

**********
📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
santunan sembako janda dan dhu’afa di 10 hari pertama Zhulhijjah 1447 : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

**********

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣Orang yang mengajarkan suatu ilmu
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf, atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

📌 program wakaf kali ini insyaa Allah mencakup 2 bentuk wakaf (warna merah) yang terdapat dalam hadits di atas .. jangan lupa untuk menghadiahkan pahala amal jariyah kepada kedua orangtua, istri/suami, anak  dan tentunya diri anda sendiri .. semoga Allah mudahkan.

1️⃣ Wakaf 40.000 s/d 50.000 mushaf (TAHAP  2) bagi beberapa masjid, ma’had, TPQ, lapas di wilayah NTB, dan juga buku Iqro dan tajwid. 

Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah) berkata,

“Mewariskan Alqur’an ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf Alqur’an lalu mewakafkannya di masjid masjid dan majelis-majelis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf Alqur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya..”

2️⃣ Pembebasan (TAHAP 2)  Lahan Masjid Assunnah, Ds Daya, Lombok Timur. Jumlah warga dan jama’ah di sekitar musholla ada 30 KK. Sebagian besarnya adalah petani, buruh tani dan pedagang. Saat ini warga melaksanakan kegiatan sholat berjama’ah dan kajian rutin sunnah di musholla kecil yang berukuran 5 x 6 m2, dan lokasinya berada di tengah pemukiman warga.

Seiring berjalannya waktu, jumlah jama’ah semakin dan kondisinya tidak lagi memadai. Takmir dan jama’ah berharap bantuan untuk membebaskan lahan seluas 1,000 m2 dan lokasinya di pinggir jalan sehingga mudah aksesnya. Kedepannya insyaa Allah akan dibangun sebuah masjid di lahan tsb, dan juga sebagai TPA/Rumah Tahfizh. Ada tiga pemuda warga setempat yang saat ini kuliah di Universitas Islam Madinah, Universitas Najran dan Lipia, dan insyaa Allah kedepannya mereka bisa berbagi ilmu agama di masjid tsb .. Semoga Allah mudahkan.

Syaikh ‘Abdurrozaq al-Badr hafizhohullah berkata,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan :
– dilaksanakan sholat (berjama’ah),
– dibaca ayat-ayat Alqur’an,
– nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut,
– ilmu-ilmu (syar’i) akan diajarkan,
– serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, dan masih banyak faedah-faedah yang lain.
Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..” (al-Fawaaid al-Mantsuurah)

———————————
➡️ Total anggaran mencapai Rp. 300 juta .. semoga Allah mudahkan.
———————————
SALDO
● 22 Apr – pkl. 05.00 wib :  Rp.  27 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :      Rp.     5 Juta
————————————————–
● 23 Apr – pkl. 05.00 wib. : Rp.  32Juta
————————————————–

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Orang Yang Menanam Kebaikan

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya kalian sedang melewati siang dan malam dengan usia yang terus berkurang, sementara amal perbuatan kalian tetap dicatat, dan kematian datang secara tiba-tiba.

Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia akan segera menuai kebahagiaan .. dan barangsiapa yang menanam keburukan, maka ia akan segera menuai penyesalan. Setiap penanam akan memanen apa yang telah ia tanam.

Orang yang lambat tidak akan kehilangan bagian (rezeki) yang telah ditetapkan untuknya, dan orang yang ambisius tidak akan mendapatkan apa yang tidak ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang diberikan kebaikan, maka Allah-lah yang telah memberikannya .. dan barangsiapa yang dilindungi dari keburukan, maka Allah-lah yang telah melindunginya.

Orang-orang yang bertakwa adalah pemimpin, para ulama adalah penunjuk jalan, dan duduk bersama mereka akan mendatangkan tambahan (ilmu dan iman)..”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 1/497)

Ridholah Atas Segala Ketetapan Allah Bagimu

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Ridholah (terimalah dengan lapang dada) atas segala sesuatu yang Allah tetapkan bagimu.

Karena sesungguhnya :
– tidaklah Dia menahan sesuatu darimu melainkan untuk memberimu,
– tidaklah Dia mengujimu melainkan untuk menjaga dan menyelamatkanmu,
– idaklah Dia memberimu rasa sakit melainkan untuk menyembuhkanmu, dan
– tidaklah Dia mewafatkanmu melainkan untuk memberimu kehidupan (yang sesungguhnya).

Maka waspadalah, jangan sampai engkau tidak ridho kepada-Nya meski hanya sekejap mata, sehingga engkau jatuh (kehilangan kedudukan) di mata-Nya..”

(Madaarijus Saalikiin – 2/208)

Manfaatkanlah Waktu Anda Sebaik Baiknya

Al Muzani rohimahullah berkata,

– Setiap hari yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui hari yang lain..’

– Setiap malam yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata,

‘Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Boleh jadi engkau tidak akan menemui malam yang lain..’

(Hilyatul Auliyaa’ -7/330)

📌 Nasihat ini merupakan pengingat yang sangat dalam mengenai urgensi waktu dan bagaimana setiap detik dalam kehidupan kita adalah kesempatan yang tidak akan terulang kembali.

Maafkanlah

Al Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah berkata,

“Maafkanlah saudaramu. Apa keuntungan yang engkau dapatkan jika Allah menghukum saudaramu sesama Muslim hanya karena (urusan dengan) dirimu..?”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 11/262)

Nasehat Al Imam Ahmad rohimahullah tersebut di atas berakar kuat pada prinsip-prinsip utama dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

📌 Balasan Sesuai Jenis Amal

Alqur’an mengajarkan bahwa jika kita menginginkan ampunan dari Allah, maka kita harus memulai dengan mengampuni hamba-Nya.

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu..? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..” (Qs. An-Nuur: 22)

📌 Pahala Yang Menjadi Urusan Allah Secara Langsung

Biasanya, pahala amal ibadah sudah disebutkan ukurannya. Namun, untuk orang yang memaafkan dan memperbaiki hubungan, Allah menjanjikan pahala yang langsung menjadi dari Allah.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zholim .” (Qs. Ash-Shuraa: 40)

📌 Sifat Penghuni Surga

Dalam Alqur’an, Allah menyebutkan ciri-ciri orang bertaqwa yang dipersiapkan untuk masuk surga, salah satunya adalah :

“…orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan..” (Qs. Aali ‘Imran: 134)

📌 Memaafkan Meningkatkan Kemuliaan, Bukan Kehinaan

Banyak orang merasa bahwa memaafkan adalah tanda kelemahan. Namun Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menegaskan hal yang sebaliknya dalam sebuah hadis :

“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan derajatnya..” (HR. Muslim)

Orang Yang Paling Bijaksana

Salman al-Farisī menulis surat kepada Abu Ad Darda’ rodhiyallahu ‘anhumaa,

“Sesungguhnya engkau tidak akan pernah mendapatkan apa yang engkau inginkan kecuali dengan meninggalkan apa yang engkau dambakan (dengan nafsu), dan engkau tidak akan pernah mencapai apa yang engkau harapkan kecuali dengan bersabar terhadap apa yang engkau benci.

Maka, jadikanlah :
– bicaramu sebagai dzikir,
– diammu sebagai tafakur (renungan), dan
– pandanganmu sebagai ibrah (pelajaran).

Ketahuilah, bahwa selemah-lemahnya manusia adalah ia yang memperturutkan hawa nafsunya namun tetap mengharapkan Allah mengabulkan angan-angan kosongnya.

Dan orang yang paling bijaksana di antara mereka adalah ia yang menundukkan nafsunya (dalam ketaatan) dan beramal untuk kehidupan setelah kematian..”

(Bahjat al-Majaalis wa Uns al-Majaalis karya Ibnu ‘Abdil Barr)

Diantara Tanda Kerendahan Hati

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika seseorang berbuat salah kepadamu lalu ia datang untuk meminta maaf atas kesalahannya, maka sifat rendah hati (tawadhu) mewajibkanmu untuk menerima permintaan maafnya, terlepas dari apakah ia tulus atau tidak, dan serahkanlah niat batinnya kepada Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam terhadap orang-orang munafik yang tidak ikut serta dalam peperangan.

Ketika mereka mendatangi beliau dengan berbagai alasan, beliau menerima alasan tersebut dan menyerahkan rahasia batin mereka kepada Allah.

Termasuk tanda kemurahan hati dan kerendahan hati adalah ketika engkau melihat adanya cacat (kebohongan) pada alasan yang mereka berikan, engkau tidak mendebat atau menyudutkan mereka.

Sebaliknya, ucapkanlah :
Mungkin saja keadaannya memang seperti yang engkau katakan..

atau

Jika sesuatu telah ditetapkan, maka ia pasti terjadi, dan apa yang telah ditakdirkan tidak dapat dihindari..

atau perkataan serupa lainnya..”

(Madaarijus Saalikiin – 3/81,82)

Jangan Biarkan Dirimu Terhina

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika engkau mengetahui nilai dirimu yang sebenarnya, niscaya engkau tidak akan membiarkan dirimu terhina dengan melakukan maksiat.

Ketika Iblis enggan bersujud kepada ayahmu, Adam, ia (pada hakikatnya) enggan bersujud kepadamu .. lalu mengapa engkau justru berteman dengannya dan meninggalkan Kami..?

Jika memang ada cinta di dalam hatimu, niscaya pengaruhnya akan tampak pada anggota tubuhmu..”

(Al Fawa’id – 118)

Menebar Cahaya Sunnah