UPDATE – Wakaf 2 Sumur Bor + Musholla + Mushaf

UPDATE – AHAD PAGI – 15 ROBI’UL AWWAL  1442 /  01 NOVEMBER 2020
.
Saldo hingga pkl. 06.00 :
➡️ nilai partisipasi yang masuk  > Rp. 248 juta
➡️ masih terbuka kesempatan   > Rp. 114 juta

alhamdulillahilladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat…
.
yang hendak berpartisipasi, silahkan transfer ke :
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
no. rekening : 748-000-9996
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.

Daftar partisipasi s/d JUM’AT SIANG pkl. 14.00

Mushaf - 30 Okt - 1

===================================
.
Alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
⚉ Dalam hadits riwayat al Bazzar (Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal..’

.
⚉ Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15.

terkait amal jariyah no. 3 – menggali sumur :

“Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang..”

terkait amal jariyah no. 5 – membangun masjid) mengatakan,

“Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Sebuah tempat yang Allah perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan sholat, dibaca ayat-ayat al-Qur’an, nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala..
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” [HR. Ibnu Majah, no. 738]

==========================

Dengan memohon ridho Allah, dan dalam rangka ta’awun di bulan Robi’ul Awwal 1442, terbuka kembali kesempatan amal jariyah, yaitu :

1️⃣ WAKAF LAHAN MUSHOLLA : Dusun Daya, Sembalun Lawang, Lombok Timur
2️⃣ WAKAF SUMUR BOR + MUSHOLLA : Desa Sandik, Batu Layar, Lombok Barat
3️⃣ WAKAF SUMUR BOR : Dsn Padak, Lembar, Lombok Barat

4️⃣ WAKAF MUSHAF + IQRO’ : Puluhan Masjid dan TPA : Lombok Barat dan Timur
.
==========================
.
1️⃣ WAKAF LAHAN MUSHOLLA : Dusun Daya, Sembalun Lawang, Lombok Timur
.
Masih terkait dengan program wakaf sebelumnya yaitu wakaf Musholla di Dusun Daya terletak di bagian utara kaki Gunung Rinjani (baca DISINI). Warga RT 5 Dusun Daya (50 KK – 150 jiwa) rata-rata adalah dari keluarga kurang mampu dan berprofesi sebagai petani dan buruh tani.

Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dakwah Tauhid telah bersemi dan sekitar 50% dari warga RT tsb aktif dalam mengikuti majelis-majelis ilmu di berbagai masjid di luar wilayah mereka. Dalam program wakaf sebelumnya, dengan pertolongan Allah telah terkumpul dana pembangunan musholla. Namun qodarullah ada kendala di lahan yang akan dibebaskan dimana harga yang diminta pemilik tanah lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya sehingga diperlukan dana tambahan Rp. 50 juta, semoga Allah mudahkan. ➡️Koordinator program ini adalah Assunnah Peduli.

Selain untuk melaksanakan sholat berjama’ah 5 waktu, musholla in-syaa Allah akan digunakan oleh anak-anak (TPA) dan para ibu-ibu untuk mendapatkan ilmu-ilmu Alqur’an dan sunnah. Seiring dengan perkembangan jumlah warga, Musholla ini rencananya kedepannya akan ditingkatkan statusnya menjadi Masjid in-syaa Allah..
.
==========================
.
2️⃣ WAKAF SUMUR BOR + MUSHOLLA : Desa Sandik, Batu Layar, Lombok Barat
.
Rumah Tahfizh Diyarul Atqiya  di Dusun Tato Desa Sandik Kec. Batu Layar Lombok Barat, memiliki sekitar 150 santri/santriwati. Saat ini belum ada ruang belajar dan musholla yang memadai bagi para santri, selain itu juga Rumah Tahfizh tidak memiliki sumber air bersih sendiri untuk wudhu para santri dll, qodarullah wa maa syaa-a fa’al.. Meskipun Rumah Tahfizh baru didirikan 2 tahun lalu, namun warga masyarakat umum sekitarnya antusias mengikutkan anak-anak mereka di Rumah Tahfizh ini untuk belajar ilmu Alqur’an dan Assunnah sehingga menjadi peluang dakwah yang besar in-syaa Allah. Salah satu santri di Rumah Tahfizh ini pernah menjadi juara 2 MHQ tingkat provinsi NTB.

Rencananya musholla akan dibangun dengan ukuran 100 m2 (10×10) sehingga dapat menampung jama’ah warga sekitar dan digunakan juga untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) Rumah Tahfizh tsb, in-syaa Allah

Biaya pembangunan musholla adalah Rp. 230 juta ditambah Rp. 30 juta untuk sumur bornya, total Rp. 260 juta ➡️ Koordinator dan pelaksana program ini adalah Assunnah Peduli. 
.
==========================
.
3️⃣ WAKAF SUMUR BOR : Dsn Padak, Lembar, Lombok Barat
.
Permohonan bantuan sumur bor juga datang dari Masjid Nurul Hikmah dan Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Hikmah di Kec. Lembar Kab. Lombok Barat. Ada sekitar 170 warga yang tinggal di sekitar masjid dan Ponpes, rata-rata berprofesi sebagai buruh kasar, dan alhamdulillah sebagian dari mereka sudah aktif di kajian sunnah. Qodarullah, mereka juga mengalami kesulitan air bersih. Biaya Sumur bor ini Rp. 35 juta, dan rencananya in-syaa Allah untuk memenuhi kebutuhan air bersih jama’ah masjid, para santri Ponpes dan juga warga sekitarnya, semoga Allah memberikan kemudahan. ➡️ Koordinator program ini adalah Assunnah Peduli.

==============

4️⃣ WAKAF MUSHAF + IQRO’ : Puluhan Masjid dan TPA tersebar di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur

Barusan ada permintaan ratusan mushaf dan buku Iqro’ dari jaringan puluhan masjid dan TPA Assunnah yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur.

Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah) berkata, Mewariskan al-Qur’an ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf al-Qur’an lalu mewakafkannya di masji-masjid dan majlis-majlis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf al-Qur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya..”

Dana yang dialokasikan adalah Rp. 17 juta, semoga Allah memberikan kemudahan➡️ Koordinator program ini adalah Assunnah Peduli.

==============
➡➡ Dengan demikian, dan semoga Allah memberikan kemudahan, total dana untuk ke 4 program ini adalah Rp. 362 juta (lihat UPDATE SALDO paling atas)
.
➡ yang hendak berpartisipasi dalam program amal jariyah ini dalam bentuk INFAQ, untuk dirinya dan/atau untuk orangtua yang sudah wafat,  silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
no. rekening : 748-000-9996
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838-0662-4622
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan dan meng-infaq kan sebagian hartanya.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

RAHASIAKANLAH Rencana Anda

Rahasiakanlah rencana Anda, agar anda sukses dalam menggapainya.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

استعينوا على إنجاح الحوائج بالكتمان ، فإن كل ذي نعمة محسود

“Bantulah KESUKSESAN hajat-hajat kalian dengan MERAHASIAKANNYA, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran HASAD orang lain..” [Silsilah Shohihah: 1453]

Oleh karena itulah, seringkali rencana kita gagal atau mengalami banyak hambatan ketika beritanya mulai tersebar.

Wallahu a’lam..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

2508152051

 

Tenanglah Dan Jangan Gelisah

Rasa gelisah tidak akan menghilangkan kemungkinan terjadinya apa yang kau takutkan di masa depan.. padahal rasa gelisah itu telah mencuri kebahagiaanmu di hari ini.

Sehingga praktis rasa gelisah itu tidak mendatangkan manfaat sedikitpun, oleh karena itu Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menuntun kita untuk berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perasaan gelisah dan bersedih..” [HR. Bukhori: 2893]

Maka, buanglah rasa gelisah dari hatimu dan tumbuhkanlah rasa tawakkal, serahkan semua urusan kepada Allah, setelah engkau melakukan usaha yang kau mampui.

Dan jangan lupa, iringilah usahamu dengan banyak berdo’a. Lalu syukurilah nikmat yang ada di tanganmu.. insya-Allah rasa tenang dan bahagia akan selalu menghiasi hati Anda..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

2108151449

Ambillah Pelajaran Dari Perjalanan Hidup Ini

Saat umurku 4 th: “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

Saat umurku 6 th: “Ayahku tahu semua orang..”

Saat umurku 10 th: “Ayahku istimewa, tapi cepet marah..”

Saat umurku 12 th: “Ayahku dulu penyayang, ketika aku masih kecil..”

Saat umurku 14 th: “Ayahku mulai lebih sensitif..”

Saat umurku 16 th: “Ayahku tidak mungkin mengikuti zaman ini..”

Saat umurku 18 th: “Ayahku seiring berjalannya waktu akan menjadi lebih susah..”

Saat umurku 20 th: “Sulit sekali aku memaafkan ayahku, aku heran bagaimana ibuku bisa tahan hidup dengannya..”

Saat umurku 25 th: “Ayahku menentang semua yang ingin ku lakukan..”

Saat umurku 30 th: Susah sekali aku setuju dengan ayah, mungkin saja kakekku dulu capek ketika ayahku muda..

Saat umurku 40 th: “Ayahku telah mendidikku dalam kehidupan ini dengan banyak aturan, dan aku harus melakukan hal yang sama..”

Saat umurku 45 th: “Aku bingung, bagaimana ayahku dulu mampu mendidik kami semua..?”

Saat umurku 50 th: “Memang susah mengatur anak-anak, bagaimana capeknya ayahku dulu dalam mendidik kita dan menjaga kita..?”

Saat umurku 55 th: “Ayahku dulu punya pandangan yang jauh, dan telah merencanakan banyak hal untuk kita, ayah memang orang yang istimewa dan penyayang..”

Saat umurku 60 th: “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

Lingkaran perjalanan ini menghabiskan waktu 56 tahun untuk kembali ke titik semula di umur 4 th, saat ku katakan “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

====================

Maka hendaklah kita berbakti kepada orang tua kita sebelum kesempatan itu hilang, dan hendaklah kita berdo’a kepada Allah agar menjadikan anak-anak kita lebih baik dalam bermu’amalah dengan kita melebihi mu’amalah kita dengan orang tua kita.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu bapak dengan sebaik-baiknya..

Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya telah sampai usia lanjut di sisimu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia..

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil..” [Al-Isro’: 23-24].

Ini adalah risalah dari seseorang yang telah menjalani semua perjalanan hidup di atas, maka aku senang meringkasnya untuk diambil ibrah dan pelajaran.

Ya Allah ampunilah kami dan orang tua kami serta siapapun yang berjasa kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami semua Surga Firdaus-Mu..

Ditulis oleh,
Ustadz  DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

2708151640

Kekuatan Seorang Mukmin

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Sebagian salaf berkata, kekuatan mukmin itu ada pada hatinya dan kelemahannya di badannya. Sedangkan kekutan munafik itu di badannya dan kelemahannya di hatinya..” (Al Fatwa Al Kubro)

Demikianlah Allah menyifati orang munafik dalam alqur’an,

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar..” (QS Al Munafiqun: 4)

Kayu yang disandarkan..
Terlihat kuat lahirnya namun tak ada akal dan iman..
tidak ada juga kefaqihan dan ilmu..
Di hatinya hanya syahwat dan hawa nafsu..

Sedangkan mukmin..
Baginya keselamatan hati itu segala galanya..
Maka ia makmurkan hatinya dengan ketaqwaan..
Ia hiasi hatinya dengan cinta, takut dan berharap kepada pencipta alam..

Itulah hakikat kekuatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrussalam Lc حفظه الله تعالى

Saat Allah Memberikan Hidayah

Syaikh ‘Abdurrozaq bin Badr حفظه الله تعالى bercerita di chanel telegram beliau,

“Sebagian temanku yang salih bercerita tentang tetangganya yang berusia 24 tahun. Ia adalah pecandu arak. Dan tidak pernah sholat. Hari-harinya diisi dengan minum arak..

Suatu hari, aku melihat dia sholat di masjid dan banyak beribadah. Ia duduk setelah sholat shubuh sampai matahari terbit. Aku merasa heran dengan perubahannya..

Ketika orang orang telah pergi, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. Pemuda itu berkata, “Aku akan menceritakan kisahku..

“Suatu malam yang amat dingin aku keluar seperti biasanya. Ternyata aku melihat seekor anak anjing hampir mati kedinginan. Aku merasa iba sekali kepadanya. Segera ku ambil anjing itu. Aku berikan susu. Saking kasihannya aku peluk anjing itu agar merasa hangat. Sampai hilang kedinginannya dan ia segar kembali. .

Lalu akupun tidur..

Namun anehnya keinginanku minum arak telah hilang sama sekali. Padahal aku sangat candu dengan arak dan aku merasa semangat untuk beribadah dan sholat…
.
Syaikh ‘Abdurrozaq berkata, “Perhatikanlah sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tentang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan.. Lalu Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya..”

Ia menyayangi seekor anjing, dan Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya. “Orang yang penyayang itu akan disayangi oleh Arrohman.” (HR Attirmidzi)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

FIQIH Ad Da’wah – 16 – Amalan Yang Tidak Berdasarkan Dalil Dari Al Qur’an dan Hadits, Maka Ia Tertolak

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 15 – Wasilah Itu Disesuaikan Dengan Tujuannya  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. kitab qowaaid wa dhowaabit fiqih ad da’wah.. sekarang kita masuk ke kaidah selanjutnya..

⚉ KAIDAH KE-16 : ‎SIAPA YANG MENGAMALKAN SUATU AMALAN YANG TIDAK BERDASARKAN KEPADA DALIL DARI AL QUR’AN DAN HADITS, MAKA IA TERTOLAK

Artinya : Bahwa setiap amalan yang sifatnya ibadah yang sama sekali tidak ditunjukan oleh pokok-pokok Islam dan dalil-dalilnya dari Al Qur’an maupun hadits maupun kaidah-kaidah syariat yang ditunjukan oleh Al Qur’an dan hadits, maka perbuatan itu bathil.

Dan kaidah ini (kata beliau) memberikan batasan kepada perbuatan mukallaf dari dua sisi:

‎1️⃣ Hendaklah yang ia amalkan itu benar-benar yang di izinkan oleh syariat. Adapun yang tidak di izinkan oleh syariat tidak boleh ia amalkan.

‎2️⃣ Mengingkari orang yang mengamalkan sesuatu yang dianggap termasuk agama tapi ternyata Allah tidak pernah mengizinkannya. Baik ia yang membuatnya atau mengikuti orang lain.

⚉ Syaikhul Islam rohimahullah berkata, “Allah telah mengutus Nabi Muhammad dengan membawa syariat Islam dan hakekat Iman. Maka, setiap yang menyeru kepada syariat atau hakikat yang menyelisihi apa yang Allah utus Rosulullah dengannya, maka ia tersesat jalan..” (Kitab Jami’ul Masa’il jilid 1 halaman 87-88)

Dan kaidah ini ditunjukan oleh dalil, bahkan itu merupakan lafazh hadits.

⚉ Rosulullah ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada diatasnya perintah Kami, maka ia tertolak..” (HR. Bukhari dan Muslim).

⚉ Kata Imam Nawawi rohimahullah, “Hadits ini tegas menolak semua bid’ah dan perkara yang dibuat-buat..”

⚉ Demikian pula hadits bahwa ada tiga orang datang kepada isteri-isteri Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam untuk bertanya tentang bagaimana ibadah Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam. Ketika mereka dikabarkan, mereka menganggap sedikit sekali ibadahnya Rosul.

Lalu mereka berkata : “Siapa kita dibandingkan dengan Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam, Allah sudah ampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang..”
Lalu yang satu berkata, “Saya akan shalat semalam suntuk terus menerus..”
Yang satu berkata, “Saya akan berpuasa terus menerus, tidak akan berbuka..”
Yang satu berkata, “Saya tidak akan menikah karena khusus ibadah saja..”

Rupanya ucapan tiga orang ini terdengar kepada Nabi ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam, maka beliau bersabda (yang artinya), “Kaliankah yang mengatakan begini dan begitu..? Aku demi Allah lebih takut kepada Allah dari kalian dan lebih bertakwa dari kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku sholat dan aku tidur, akupun menikah. Siapa yang tidak menyukai sunnahku maka ia tidak termasuk golonganku..”

Praktek dalam dakwah :

1️⃣ Tidak boleh menjadikan bid’ah atau semua wasilah-wasilah yang tidak di izinkan oleh syariat untuk berdakwah. Dengan alasan katanya supaya menarik manusia biar sadar dan yang lainnya tetap tidak boleh. Seperti yang dilakukan banyak orang dizaman ini.

2️⃣ Tidak boleh seorang da’i atau murobbi menyuruh manusia untuk membuat suatu ibadah yang menyerupai i’tikaf. Seperti yang di zaman sekarang. Mereka yang pergi ke masjid 3 hari, 7 hari, 40 hari dengan tujuan katanya mau beribadah, mau berdakwah. Ini jelas tidak ada syariatnya dari Allah dan RosulNya, tidak pula para sahabat, tidak pula para tabi’in dan para tabi’ut tabi’in.

3️⃣ Diantara prakteknya juga, tidak boleh beramar ma’ruf nahi munkar kecuali benar-benar dengan kefaqihan, bukan sebatas dengan semangat. Karena amar ma’ruf nahi munkar itu ibadah. Sedangkan ibadah harus sesuai dengan syariat Rosulullah ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Menebar Cahaya Sunnah