SELESAI – Waqaf Sumur Bor + Jaringan Pipa Air

UPDATE – KAMIS PAGI – 09 ROBI’UL AKHIR 1441 / 05  DESEMBER 2019
.
alhamdulillahilladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat… dengan izin Allah, kami SUDAHI donasi untuk program waqaf sumur bor + jaringan pipa 1 Km untuk warga dan pondok Tahfizh al Irfan di desa Atu’ Walupang, pulau Lembata, NTT. Saksikan video penemuan air di sore/malam hari tanggal 5 desember 2019 : https://youtu.be/i5Eu-5F236A

Jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya untuk program ini. Donasi yang masuk ke rekening setelah ini akan dialokasikan untuk program air berikutnya.

Berikut adalah daftar partisipasi para muhsinin dalam program ini (silahkan cek dan bila ada yang terlewat mohon info ke no 0838-0662-4622)➡️Al Irfan - Laporam Penerimaan

.
klik GALLERY (paling bawah) untuk lihat foto dokumentasi
.

.
===================================
.
WAQAF SUMUR BOR DAN JARINGAN PIPA AIR SEJAUH 1 KM
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
⚉ Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu , beliau mengatakan, “Rosuulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

[HR. al-Bazzar dalam Kasyful Astaar, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah dalam Shohihul Jami’, no. 3602]

Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah no. 3 – menggali sumur) mengatakan,

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya. (Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut. Maka (dengan perbuatannya itu) Allah ‘Azza wa Jalla bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya.

Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rosuulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.” [HR. Bukhari, no. 2466 dan Muslim, no. 2244]

Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.”
.
===================================
.
dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla, kami membuka kesempatan partisipasi dalam amal jariyah – waqaf sumur bor (tahap 1) dan jaringan pipa air sejauh 1 Km (tahap 2).

Kebutuhan akan sumur bor ini datang dari desa Atu’ Walupang, Buyasari, kab. Lembata, NTT. Di desa di pelosok NTT ini ada 20 kampung yang dihuni oleh sekitar 1000 KK, dan sebuah pondok Tahfizh Manahil al Irfan (berdiri tahun 2009) dengan sekitar 350 santri dan santriwati dari keuarga kurang mampu yang berasal dari pulau dan daerah sekitarnya seperti Rote, Maumere, Alor, dll tanpa dipungut biaya pendidikan.

Qoddarallah wa maa syaa-a fa’al, seluruh 20 kampung di desa ini sudah lama mengalami krisis air bersih, dan mereka harus membeli air bersih terus menerus. Hal ini menimbulkan masalah karena kondisi ekonomi warga di desa tersebut.

Pondok al Irfan sendiri harus mengalokasikan air dengan bijak yaitu untuk wudhu, masak dan bersuci dari hadats, sedangkan untuk mandi hanya dilakukan sekali dalam 2 s/d 3 hari, itupun subhaanallah harus keluar berjalan kaki dari pondok sejauh +/- 5 km (lihat foto). Oleh karena ini, pihak pondok al Irfan berupaya membuat sumur bor untuk warga desa, dan alhamdulillah, tim survey sudah berkunjung ke wilayah tersebut, dan alhamdulillah hasil survey geolistrik menunjukkan debit air di kedalaman antara 100 – 110 m. Jarak sumur dan pondok al Irfan adalah 1 Km.

Biaya yang dibutuhkan (dengan kondisi) hingga sumur selesai dan airnya bisa dimanfaatkan oleh warga desa, adalah Rp. 275 juta, termasuk diantaranya bak air, mesin pompa besar. Ini adalah TAHAP 1, sedangkan TAHAP 2 adalah pemasangan jaringan pipa dari sumur ke pondok sejauh 1000 m (1 km) sehingga memudahkan warga sekitar pondok dan juga para santri/santriwati pondok untuk mendapatkan air bersih. Biaya TAHAP 2 ini adalah Rp. 70 juta, termasuk 1000 m pipa, biaya transportasi dari Surabaya ke desa Atu Walupang, dan biaya pemasangan pipa. Total biaya adalah Rp. 345 juta.

Alhamdulillah sudah tersedia bantuan terpisah dari
Seorang muhsinin sebesar Rp. 25 juta,
⚉ Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) ’95, sebesar Rp. 90 juta

dengan adanya TAHAP 2, maka sisa biayanya yang kita upayakan dalam proposal ini, yaitu Rp. 230 juta. (lihat UPDATE SALDO paling atas). Perjanjian dengan tim survey dan pengebor adalah pembayaran HANYA akan dilakukan bilamana air sudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh warga.

Ini akan menjadi sumur pertama di desa Atu’ Walupang dan in-syaa Allah dengan adanya sumur bor ini, akan meringankan kesulitan 1000 KK warga desa dalam mendapatkan air bersih untuk kegiatan ibadah sholat 5 waktu, minum, mandi, memasak dll, in-syaa Allah. Kegiatan ini di koordinir oleh Ustadz Muhammad Wujud  حفظه الله تعالى. qq Al Furqon Magelang, yang sudah mengunjungi dan melihat langsung kondisi pondok al Irfan sekitar 2 bulan lalu.

yang hendak berpartisipasi dalam program ini, baik itu INFAQ maupun yang hendak menyalurkan harta RIBA silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
.
no. rekening : 748 000 9996
.
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838 0662 4622
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

Siapa yang meringankan kesusahan dunia saudaranya, Allah akan mengangkat kesulitannya pada hari kiamat.
Siapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang susah, Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat.
Siapa yang menutup aib saudaranya, Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.
Allah senantiasa akan menolong hamba selama ia menolong saudaranya.
Siapa yang menempuh jalan menuntut ilmu, Allah akan memberikan ia kemudahan menuju surga.
Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, lalu ia membaca kitab Allah, lalu ia mengajarkan satu dan lainnya, melainkan akan turun kepadanya ketenangan, akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi malaikat, Allah akan senantiasa menyebutnya di sisi makhluk-Nya yang mulia.
Siapa yang lambat amalnya, maka kedudukan nasabnya yang mulia tidak bisa mengejar lambatnya amalnya tadi.”
.
[ HR. Muslim ]
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.