All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Lelah Di Dunia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

” وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم،

Semua orang yang berakal bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan.

وإن من آثر الراحة فاتته الراحة،

Orang yang lebih suka bersenang-senang, akan terluput darinya kesenangan..

وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة،

Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan..

فلا فرحة لمن لا هم له،

Tak akan mendapat kebahagiaan orang yang tak bersungguh-sungguh..

ولا لذة لمن لا صبر له،

Tidak akan merasakan kelezatan orang yang tak punya kesabaran..

ولا نعيم لمن لا شقاء له،

Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah..

ولا راحة لمن لا تعب له،

Dan tak akan beristirahat orang yang tak mau lelah..

بل إذا تعب العبد قليلاً استراح طويلاً،

Bahkan, bila hamba lelah sedikit maka ia akan beristirahat panjang..

وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،

Apabila ia kuat menanggung beban kesabaran sebentar, akan membawanya kepada kehidupan yang abadi..

وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة،

Semua yang didapatkan oleh orang yang diberi kesenangan abadi adalah akibat kesabaran sesaat..

والله المستعان ولا قوة إلا بالله،

Allah lah tempat meminta bantuan, dan tiada kekuatan kecuali dengan idzinNya..

وكلما كانت النفوس أشرف والهمة أعلا كان تعب البدن أوفر وحظه من الراحة أقل،

Ketika jiwa itu mulia, dan cita citanya tinggi, maka kelelahan badan semakin banyak dan istirahatnya sedikit..

كما قال المتنبي :
وإذا كانت النفوس كباراً ** تعبت في مرادها الأجسام “

Sebagaimana sya’ir al mutanabbi:
Apabila seseorang berjiwa besar..
Badan akan lelah tuk meraihnya..

(مفتاح دار السعادة” لابن القيم 2 / 15 .)

Ditrjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

10 Perkara Yang Tidak Ada Manfaatnya

Ada sepuluh perkara yang tidak bermanfaat:

1. Ilmu yang tidak diamalkan.

2. Amal yang tidak ikhlas dan tidak sesuai dengan contoh Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallam .

3. Harta yang tidak diinfakkan. Pemiliknya tidak dapat menikmatinya di dunia tidak juga menjadi pahala di akhirat.

4. Hati yang kosong dari mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengannya.

5. Badan yang tak digunakan untuk ketaatan.

6. Cinta yang tak diikat dengan keridlaan yang dicintai dan menjalani perintahnya.

7. Waktu yang kosong dari kebaikan.

8. Pikiran yang berfikir dalam perkara yang tak bermanfaat.

9. Berkhidmat kepada orang yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah tidak juga untuk kebaikan dunia.

10. Takut dan berharap kepada sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat tidak juga mudlarat, tidak memiliki kehidupan tidak juga kematian.

(Al Fawa-id hal. 146).

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc, حفظه الله تعالى

da300713

Ketika Harga Telah Mahal

Dahulu..
‘Aisyah radliyallahu ‘anha..
Sengaja mencari hari yang paling panas dan berat..
Untuk berpuasa padanya..
Ketika beliau ditanya, “Mengapa demikian..?”
Beliau menjawab, “Ketika barang murah, semua orang akan membeli..
Tapi ketika barang menjadi mahal..
Tak semua orang dapat membeli..”

Jawaban yang mengetuk hati..
Memberi motivasi..
Buat pemburu ridla ilahi..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da2106130653

Renungkan Sejenak Ni’mat Allah Yang Ada Pada Hidangan Di Depanmu

Akhi/ukhti…‬‬
‪‪Hari ini…‬‬
‪‪Kalau boleh aku meminta‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Bila kau hendak menyantap hidangan yang tersaji atau kau beli…‬‬
‪‪Cobalah merenung sejenak…‬‬
‪‪ ‬‬
‪‪Disebutkan oleh sebagian ulama’ “Tidaklah suatu makanan disajikan kepadamu melainkan di dalamnya ada 360  nikmat “(Syarhul Mumti’ 1/100).‬‬

‪‪Mulai dari Malaikat Mikail yang bertugas menakar hujan…

sampai ke petani yang menanam, memupuk, memanen, memikul, menjemur…‬‬

‪‪Sampai akhirnya dimasak, pakai api, gas, kuali, bumbu-bumbunya, ada garam, dll‬‬
‪‪Entahlah… sampai mana lagi…‬‬

‪‪Tapi ketahuilah… bahwa nikmat Allah itu banyak sekali…‬‬
‪‪Dan kita tak mungkin menghitungnya…‬‬

‪‪Belum lagi setelah kita makan, bagaimana proses makanan itu sampai ke seluruh tubuh kita…‬‬
‪‪Itu juga nikmat-nikmat yang sering kita lupa…

coba diskusikan bersama teman yang lagi makan bersamamu…‬‬

‪‪Tapi yang jelas, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:‬‬

‪‪ ‫إِنَّ اللهَ سبحانه و تعالى لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ: يَأْكُلُ اْلأَكْلَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا، وَيَشْرَبُ الشُّرْبَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا. ‬‬‬

 ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu waTa`ala benar-benar ridha kepada hamba bila ia makan makanan lalu memuji-Nya atas hal itu, dan minum minuman lalu memuji-Nya atas hal itu”‬‬

‪‪Dan nikmat keridhaan Allah kepada kita adalah jauh lebih besar dari segala nikmat…‬‬

‪‪Maka jangan lupa untuk selalu memuji Allah setelah makan dan minum‬‬

‪‪Jangan lupa baca bismillah‬‬
‪‪Dan dengan tangan kananmu…‬‬

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

da1011130103

Kepada Siapapun Yang Bingung Dan Takut Hidup Miskin…

Nasehat emas dari ulama besar Al Hasan Al Basri rohimahullah :

Kepada orang yang ragu akan rezkinya…..

Kepada seorang pemuda yang ragu melangkah maju untuk menikah, khawatir tidak bisa menghidupkan rumah tangga…….

Kepada orang tua yang membatasi anaknya hanya dua atau tiga saja, karena khawatir miskin….

Kepada suami yang ragu untuk berpoligami, karena takut tidak bisa memberi makan istri kedua dan anak-anaknya….

Kepada istri pertama, yang tidak mau memberikan izin kepada suaminya untuk berpoligami karena khawatir jatuh miskin, atau tidak mendapatkan nafkah dari suami karena dibagi kepada istri kedua….

Kepada siapapun yang bingung hidup… takut miskin,….

Kepada orang yang selalu mengeluh kesusahan hidup…. dll….

Simaklah perkataannya :

قال الحسن البصري: قرأت في تسعين موضعا من القرآن أن الله قدر الأرزاق وضمنها لخلقه ، وقرأت في موضع واحد ” الشيطان يعدكم الفقر” : فشككنا في قول الصادق في تسعين موضعا ، وصدقنا قول الكاذب في موضع واحد “

Hasan Basri berkata:

“Aku telah membaca di sembilanpuluh tempat (90 kali disebutkan) di dalam al Qur’an, bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan (mentaqdirkan) rezki dan menjamin rezki itu untuk makhluk-Nya, dan aku membaca (hanya) pada satu tempat syaitan menakut-nakutimu akan kefakiran…

Lantas, (apakah layak) kita ragu terhadap perkataan yang Maha Benar di sembilan puluh tempat, sementara kita mempercayai perkataan pembohong (hanya) di satu tempat ?”

Apakah setelah ini, kita masih ragu terhadap rezki kita yang telah ditetapkan Allah untuk kita ?

Bersemangatlah……, maju…. Langkahkanlah kaki anda untuk maju ke depan…..

Ustadz Muhammad Elvi Syam MA, حفظه الله تعالى

 

da0512130943

Yang Pertama Kali Melakukan Sholat Khusus Malam Nishfu Sya’ban…

172. BBG Al Ilmu – 151

Pertanyaan:
Ana mau tanya, siapa dan kapan yang pertama kali melakukan sholat nishfu sya’ban. Sebenarnya semalam ana dengarkan juga kajian di radio, tapi ana kurang jelas namanya. Yang ana ingat hanya tahunnya yakni 448 H.

Jawaban:
Orang yang pertama kali menghidupkan sholat ini pada malam Nishfu Sya’ban adalah seseorang yang dikenal dengan Babin Abul Hamroo’. Dia tinggal di Baitul Maqdis pada tahun 448 H. Dia memiliki bacaan Qur’an yang bagus. Suatu saat di malam Nishfu Sya’ban dia melaksanakan sholat di Masjidil Aqsho. Kemudian ketika itu ikut pula di belakangnya seorang pria. Kemudian datang lagi tiga atau empat orang bermakmum di belakangnya. Lalu akhirnya jama’ah yang ikut di belakangnya bertambah banyak.

Ketika datang tahun berikutnya, semakin banyak yang sholat bersamanya pada malam Nishfu Sya’ban. Kemudian amalan yang dia lakukan tersebarlah di Masjidil Aqsho dan di rumah-rumah kaum muslimin, sehingga sholat tersebut seakan-akan menjadi sunnah Nabi. (Al Bida’ Al Hawliyah, 299)

Lalu kenapa sholat ini dinamakan sholat Alfiyah? Alfiyah berarti 1000. Sholat ini dinamakan demikian karena di dalam sholat tersebut dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali. Sholat tersebut berjumlah 100 roka’at dan setiap roka’at dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 10 kali. Jadi total surat Al Ikhlas yang dibaca adalah 1000 kali. Oleh karena itu, dinamakanlah sholat alfiyah.

والله أعلم بالصواب

ref : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/serba-serbi-bulan-syaban-01.html

da2706130714

 

Hadits Malam Nishfu Sya’ban…

156. Tj – 371

Pertanyaan:
Seputar hadits2 yang populer berkaitan dengan anjuran melakukan amalan2 tertentu pada malam nishfu sya’ban (pertanyaan disingkat mengingat terbatasnya tempat).

Jawaban:
Malam nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam lainnya. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu. Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak katakan, “Barangsiapa yang biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal 13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15 Hijriyah).

Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan puasa tertentu.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 115)

Dalam hadits-hadits tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebutkan bahwa Allah akan mendatangi hamba-Nya atau akan turun ke langit dunia. Perlu diketahui bahwa turunnya Allah di sini tidak hanya pada malam Nishfu Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam Bukhari-Muslim bahwa Allah turun ke langit dunia pada setiap 1/3 malam terakhir, bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja. Oleh karenanya, keutamaan malam Nishfu Sya’ban sebenarnya sudah masuk pada keumuman malam, jadi tidak perlu diistimewakan.

Untuk ulasan lengkapnya, silahkan buka link berikut:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3487-amalan-keliru-di-bulan-syaban.html

والله أعلم بالصواب

da2406131722

 

Tak Butuh Terima Kasih…

Allah Ta’ala berfirman:

[ إنما نطعمكم لوجه الله لا نريد منكم جزاء ولا شكوراً ]

“Sesungguhnya kami memberimu makan karena semata-mata mengharap wajah Allah. Kami tidak menginginkan balasan dari kalian tidak juga terima kasih.”

⚉ Berinfak mengharapkan do’a fakir miskin..
⚉ Atau mengharapkan ucapan terima kasih..

Tidak sesuai dengan ayat ini..
Cukuplah pujian dari Allah dan pahala yang besar dariNya..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

 

da2708130937

 

Amal Hati…

Amal hati lebih agung dari amalan badan..

Tawakal..
Takut..
Berharap..
Cinta..
Dan amal hati lainnya..

Abu Hurairah berkata: “Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam ditanya:

‘Amal apa yang paling utama ..?’
Beliau menjawab: “Iman kepada Allah..’
‘Kemudian apa..?’
Beliau menjawab, ‘Jihad fi sabilillah.’
[HR Bukhari dan Muslim]

Padahal jihad jauh lebih melelahkan..

Namun iman kepada Allah jauh lebih utama..

Lihat saja..
Infak kita dengan emas sebesar gunung…

Tidak dapat mengalahkan infak shahabat dengan satu genggam emas..

Karena berbeda iman kita dengan mereka..

Mereka lebih ikhlas..
Lebih takut kepada Allah..
Lebih cinta kepadaNya..

Orang yang lebih sedikit amalnya dari kita..
Mungkin utama karena ketaqwaan hatinya..

Oleh karena itu..
Jangan tertipu oleh banyaknya amal..

Karena ilmu bukan dengan banyaknya riwayat yang kita hafal..

Tapi ilmu itu hakikatnya adalah yang melahirkan rasa takut..
Bukan melahirkan rasa ujub..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da2110132149