All posts by BBG Al Ilmu

Bisa Jadi: Nikmat Bagi Anda, Siksa Bagi Dia, Nikmat Bagi Dia, Siksa Untuk Anda…

Sobat !

Ketahuilah, sejatinya rasa nikmat dan siksa di dunia ini sering kali bersifat semu. Betapa banyak urusan yang menurut anda terasa begitu nikmat dan menyenangkan, namun bagi banyak orang hal yang sama terasa menyiksa dan menyakitkan.

Membuang sampah sembarangan, di aliran sungai, di jalan, dan dimanapun anda mau, memang bagi anda terasa nyaman alias memudahkan. Namun bagi banyak orang perbuatan anda ini tentu menyedihkan dan sering kali mendatangkan petaka.

Parkir kendaraan sembarangan, memang memudahkan anda namun sering kali menyengsarakan banyak orang.

Bertutur kata sesuka hati anda memang ringan dan sering kali terasa menyenangkan, namun sesering itu pula ucapan anda menyakitkan perasaan orang.

Walau anda merasa bahagia dan senang dengan perbuatan di atas, namun ketahuilah cepat atau lambat dan pada gilirannya nasib malang serupa pasti menimpa anda.

Karena itu, berpikirlah dan timbanglah setiap ucapan dan perbuatan anda. Tidak semua yang anda senang lantas boleh anda lakukan, namun pikirkanlah agar tindakan dan ucapan anda itu juga dapat menyenangkan setiap orang yang mengetahui atau merasakannya.

Kepekaan anda terhadap efek dari setiap ucapan dan perbuatan anda adalah cermin dari iman anda. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ “

“Tidaklah engkau dinyatakan sempurna imanmu hingga engkau memperlakukan saudaramu sebagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri.” ( Muttafaqun alaih).

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

da2904140658

 

Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…

Ibnu Baththol -rohimahulloh- dalam Syarah Shohih Bukhorinya mengatakan:

“Memberikan minuman, merupakan salah satu ibadah paling agung yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Salah seorang tabi’in mengatakan:

‘Barangsiapa banyak dosanya, maka hendaknya dia (bersedekah) memberikan minuman (kepada orang lain).

Karena, jika dosa seorang yang memberikan minuman kepada anjing saja bisa diampuni, apalagi orang yang memberikan minuman kepada seorang mukmin yang bertauhid, atau memberikan kehidupan kepadanya ?!”.

Dan pernah ada salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “sedekah apakah yang PALING afdhol ?”

Beliau menjawab: “memberikan minuman.”

[HR. Ahmad, dihasankan oleh Syeikh Albani].

Ustadz DR. Musyaffa Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

 

da0806152211

Hati Yang Bening…

Suatu ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia… Dialah “hati yang bening”.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendo’akannya agar diberkahi.”

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri sholihah, keturunan yang baik), saya mendo’akan: ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’“.

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiapkali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah, semoga Dia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas (dari neraka), begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdoa: ‘Ya Robb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zholim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya, oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka’”.

Itulah hati-hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam, Hasan Bashri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang men-zholimiku”… dan ia terus memperbanyak do’a itu!

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d… Sungguh, malam ini aku mendengar engkau berdo’a untuk kebaikan orang yang men-zholimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang men-zholimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya ?
Beliau menjawab: “Firman Allah (yang artinya):

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah”. [Q.S. Asy-Syuuro: 40].

[Kitab Syarah Shohih Bukhori, karya Ibnu Baththol, 6/575-576]

Sungguh, itulah hati yang dijadikan sholih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah !

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu!

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya. Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

[Terjemahan dari status berbahasa arab].

Ustadz DR. Musyaffa Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

 

da0509150030

Tiga Manfaat Menundukkan Pandangan…

1⃣ Merasakan manisnya iman.
Karena orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik darinya.

2⃣ Mewariskan cahaya di hati dan kekuatan firasat.
Syah bin Syuja’ seorang ulama yang amat kuat firasatnya berkata, “Siapa yang menundukkan pandangannya. dari sesuatu yang haram, menahan dirinya dari syahwat, memakmurkan hatinya dengan selalu merasa di awasi oleh Allah, dan memakmurkan lahiriahnya dengan mengikuti sunnah, serta membiasakan memakan yang halal, maka firasatnya tidak akan salah.”

3⃣ Memberikan kekuatan hati dan ketegaran.
Karena pengikut hawa nafsu akan ditimpa kerendahan dan kehinaan pada jiwanya. Sebaliknya orang yang senantiasa mentaati Allah akan diberikan kemuliaan dan keperkasaan.
Al Hasan Al Bashri berkata, “Walaupun. ia berkendaraan yang mewah dan berjalan dengan bangganya, sesungguhnya kehinaan itu membelit lehernya karena Allah enggan kecuali menghinakan orang yang memaksiatinya.”

(Fiqih Nazhor hal 40-42).

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk selalu menundukkan pandangan..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

da2502140645

Berakal…

Sufyan bin Uyainah rohimahullah berkata:
“Bukanlah orang yang berakal yang sebatas mengetahui kebaikan dan keburukan..
tetapi orang berakal adalah yang apabila melihat kebaikan..
ia mengikutinya..
dan bila melihat keburukan..
ia meninggalkannya..”

[Hilyah auliya 8/339]

iya..
kita sudah banyak mengetahui ilmu..
tapi ilmu itu kebanyakan adanya di dada..
untuk mengaplikasikannya susah terasa..
tahu bahwa ghibah itu haram..
tapi lisan ini serasa manis menggunjing orang..
tahu bahwa ujub itu haram..
tapi seringkali menghantui hati karena adanya kelebihan..
kelebihan ilmu..
kelebihan amal..
kelebihan bersedekah..
semoga Allah mengampuni kita..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

da2702140614

Ucapan Oleh Lidah Juga Dihisab…

Apa yang diucapkan oleh lidah juga dihisab oleh Allah sebagaimana amalan, lantas kenapa kita begitu berhati-hati dalam beramal namun tidak berhati-hati dalam berucap ?

⚉  Bukankah lidah lebih cepat beraktifitas dibandingkan amalan ? dalam satu menit terlalu banyak kata yang bisa dilontarkan oleh lidah, sedangkan amalan terbatas ruang geraknya.

⚉  Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang sedang hidup maupun yang telah lama meninggal dunia bahkan para ulama (dengan menggibah mereka) ?, adapun amalan hanya bisa menyakiti orang yang masih hidup ?

⚉  Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang tidak dihadapannya bahkan berada di tempat yang jauh di ujung dunia, sementara amalan hanya bisa menyakiti orang yang dihadapannya ?

⚉  Bukankah lisan merupakan salah satu sebab terbesar yang menjerumuskan orang dalam api neraka ?

Lantas kenapa kita bisa berpikir dan berhati-hati tatkala bertindak sementara tidak berfikir dan berhati-hati dalam berucap ?

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

da2405140017

 

 

Ingin MENILAI Seseorang…?

Yahya bin Abi Katsir -rohimahulloh-
mengatakan:

“Ada dua sifat, bila Anda melihat keduanya
ada pada diri seseorang, ketahuilah apa yang
di belakang keduanya pasti lebih baik lagi:

(1) Bila dia mampu mengendalikan lisannya.
(2) Dia selalu menjaga sholatnya”.

[Kitab: Ash-Shomt, Ibnu Abid Dunya, hal: 264].

———-

Mutiara salaf ini juga menunjukkan bahwa “siapa bilang kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya”, bila kita tidak boleh menilai seseorang dari lahirnya, lalu dari mana kita menilainya ?! Bukankah kita TIDAK mungkin menilai seseorang dari batinnya ?!

Bahkan Allah ta’ala telah menjelaskan ciri lahir para pengikut Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-, agar kita dapat menilai siapa saja yang pantas disebut sebagai para pecinta beliau yang sebenarnya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersamanya itu BERSIKAP KERAS terhadap orang-orang kafir tapi BERKASIH SAYANG terhadap sesama mereka. Kamu MELIHAT mereka banyak bersujud dan ruku’ untuk mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka TAMPAK tanda-tanda bekas sujud, demikianlah sifat mereka dalam Kitab Taurat”. [QS. Al-Fath: 29].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da0603151336

Walau Hanya Sedikit…

Imam Al Auza’iy rohimahullah berkata..
‘Atho’ bin Abi Robah adalah orang yang paling diridhoi oleh manusia..
namun yang menghadiri majelis taklimnya hanya tujuh atau delapan orang saja..’
(Tarikh Abu Zur’ah Ad Dimasyqi)

itulah salafushalih..
bukan kwantitas yang mereka pikirkan..
namun kwalitas..
walaupun hanya dihadiri tujuh atau delapan orang..
namun semuanya menjadi ulama besar..
sementara kita..
terkadang hanya melihat banyaknya yang hadir..
ratusan bahkan ribuan..
namun kwalitas terasa masih jauh..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

da1102160905

Bahaya Amalan RIYA…

Syeikh Al-‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata :

“Umar bin Khottob -rodhiallohu ‘anhu- mengatakan: ‘Siapa yang memoles dirinya dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, niscaya Allah menampakkan keburukannya’…

Begitu pula orang yang memoles dirinya dengan ibadah, dia menampakkan kepada manusia bahwa dia seorang ahli ibadah, maka Allah ‘azza wajall pasti akan membongkarnya -semoga Allah melindungi kami dan kalian dari RIYA-.

Sepandai apapun manusia menutupi, Allah tetap mengetahui, dan Dia akan membongkar kedok orang yang beramal bukan karenaNya.

Jadi timbanglah semua amalanmu dengan perkataan Umar -rodhiallohu ‘anhu- ini !”

[Syarah Hilayatu Tholibil Ilm, Hal: 49-50].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da2311140733

Menceritakan Semua Yang Dilihat…

Kholid bin Ma’dan rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang menceritakan kepada orang-orang semua yang dia lihat dengan kedua pasang matanya, atau apapun yang dia dengar dengan kedua pasang telinganya, atau apa saja yang dipungut oleh kedua tangannya, maka dia termasuk orang-orang yang menyukai   tersebarnya kekejian di tengah-tengah kaum  yang beriman.”

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui” (QS. an-Nuur: 19).”

[Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim, Hal. 71)]

Kholid bin Ma’dan rohimahullah adalah seorang Ulama yang wafat pada tahun 104 Hijriyah.