All posts by BBG Al Ilmu

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Larangan Tajassus (Mencari-Cari Kesalahan) dan Buruk Sangka…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Ikuti terus Facebook Page dan Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://www.facebook.com/bbg.al.ilmu.menebar.cahaya.sunnah/

https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/

Indahnya Taghoful…

TAGHOFUL artinya : melupakan kesalahan saudara kita dan tidak mengingat ingatnya.
Ia adalah akhlak yang mulia..

⚉  Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata, “Taghoful adalah akhlak orang-orang yang mulia.”

⚉  Ibnul Jauzi rohimahullah berkata:

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

“Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang-orang mulia.
Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.
Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.
Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung hitung kesalahan saudaranya, tetangganya, temannya dan keluarganya. Oleh karena itu imam Ahmad rohimahullah berkata, ‘Sembilan persepuluh akhlak yang baik ada pada taghoful.'”

[Tahdzibul Kamal 19/230].

Bila kita cinta mungkin amat mudah kita melupakan kesalahannya..
Tetapi ketika kita benci..
Kesalahan kecil padanya tampak jelas di mata kita..
Allahul Musta’an..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

 

Faidah Ayat An Najm: 32…

Allah Ta’ala berfirman:

: {فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى} [32: النجم] 

“Janganlah kamu merekomendasi diri sendiri, Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.”
(An Najm: 32)

Ayat ini melarang kita untuk merekomendasi diri sendiri dengan merasa bahwa kita telah baik, telah kokoh keimanan, telah bersih dari kotoran dosa dan sebagainya.
Karena kita tidak tahu dengan apa kita akan ditutup.

Ibnu Abi Mulaikah berkata,
“Aku mendapati tiga puluh shahabat, tidak ada seorangpun diantara mereka yang merasa bahwa imannya sudah seperti iman jibril. Mereka semua mengkhawatirkan kemunafiqan menimpa mereka”.
[Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq]

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata tentang penyakit munafiq, “Tidak ada yang merasa aman darinya kecuali orang munafiq. Dan tidak ada yang merasa takut darinya kecuali seorang mukmin.”

Seorang mukmin selalu merasa takut akan dosa dosanya. Ia tak pernah merasa dirinya telah baik keimanannya. Ia khawatir amalnya tak diterima. Sehingga ia terus bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

Tahdzir…??

Tahdzir itu artinya : mewanti-wanti agar menjauhi seseorang.

Tahdzir itu boleh jika memang orang yang ditahdzir berhak ditahdzir dan mashlahatnya lebih besar dari mudhorot tahdzir. Apabila mudhorotnya lebih besar maka tidak boleh.

Di zaman dahulu para ulama menggunakan tahdzir juga untuk membela agama. Seperti Imam Asy Syafii, Ad Darimi mentahdzir Bisyir Al Marisi. Bahkan imam Ad Darimi menulis buku: Bantahan Utsman bin Sa’id Ad Darimi terhadap Bisyir Al Marisi yang sesat.

Imam Ahmad mentahdzir Seorang ulama yang bernama Husain Al Karobisi karena ia mengatakan: ‘lafdzi bil qur’an makhluk.’ Juga mentahdzir Amru bin Ubaid karena keyakinan qodariyahnya, padahal Amru bin Ubaid ini ahli ibadah yang hebat.

Para ulama juga mentahdzir Al Hasan bin Shalih bin Hayy karena pendapatnya membolehkan memberontak kepada pemimpin muslim. Padahal Al Hasan bin Shalih ini sangat hebat keilmuan haditsnya bahkan setarap Sufyan Ats Tsauri.

Cuma masalahnya para awam-ers menganggap itu sesuatu yang tabu. Karena kurang fahamnya permasalahan tersebut.

Tahdzir itu bisa benar dan bisa salah sesuai dengan bukti yang ia paparkan. Tahdzir bisa diikuti bila memang kesalahan orang yang ditahdzir adalah kesalahan yang fatal dan mengeluarkan pelakunya dari ahlussunnah karena melakukan bid’ah yang disepakati oleh para ulama akan kebid’ahannya.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فإذا كان المعلم أو الأستاذ قد أمر بهجر شخص ; أو بإهداره وإسقاطه وإبعاده ونحو ذلك : نظر فيه فإن كان قد فعل ذنبا شرعيا عوقب بقدر ذنبه بلا زيادة وإن لم يكن أذنب ذنبا شرعيا لم يجز أن يعاقب بشيء لأجل غرض المعلم أو غيره .

“Apabila seorang guru atau ustadz menyuruh untuk meninggalkan seseorang atau menjauhinya, maka wajib dilihat; jika yang ditahdzir itu memang melakukan suatu penyimpangan syari’at maka hendaklah diberikan sanksi sesuai dengan besarnya penyimpangan dan tidak boleh lebih dari itu.

Jika dia tidak melakukan penyimpangan syariat maka tidak boleh memberinya sanksi hanya karena mengikuti keinginan guru tersebut.”

(Majmu fatawa 28/15)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Anjuran Untuk Menjauhi Sifat Rakus…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

Ikuti terus Facebook Page dan Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://www.facebook.com/bbg.al.ilmu.menebar.cahaya.sunnah/

https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/

Ingin Punya Banyak Anak Namun Kawatir Rezeki…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Facebook Page dan Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://www.facebook.com/bbg.al.ilmu.menebar.cahaya.sunnah/

https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/

TIPS Agar Setan Tidak Masuk Rumah Kita…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Facebook Page dan Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://www.facebook.com/bbg.al.ilmu.menebar.cahaya.sunnah/

https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/

Sakit Hati Pada Seseorang Lalu Mendo’akan Keburukan Baginya, Bolehkah..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Tawakkal Tuh Susahnya Minta Ampun…

Tawakkal tuh susahnya minta ampun.

Memahami konsepnya saja seakan rumit, apalagi prakteknya, demikian kata sebagian orang.

Betul demikian, karena tawakkal itu adalah salah satu tingkatan iman yang cukup tinggi.

Bila anda dan demikian juga saya merasa berat, itu bukti bahwa iman kita masih terlalu rendah, sekedar memahaminya saja susah, apalagi menerapkannya.

Bagaikan anak TK diminta mengangkat beban seberat 70 Kg, wajar bila dia merasa susah, berat bahkan mustahil bisa melakukannya.

⚉  Tawakkal itu berarti percaya sepenuhnya bahwa semua urusan telah Allah tentukan, sehingga tidak perlau galau memikirkan hari esok.

⚉  Tawakkal juga berarti berserah diri, sehingga selalu puas dengan apa yang Allah berikan kepadanya.

⚉  Tawakkal juga berarti selalu berbaik sangka bahwa apa yang Allah berikan pasti lebih baik dibanding apa yang ia inginkan.

⚉  Tawakkal berarti meyakini bahwa tiada daya atau upaya yang dapat menolak kehendak Allah. Apapun yang Allah kehendaki pasti terlaksana dan apapun yang tidak Allah kehendaki pasti tiada mungkin dapat terwujud.

⚉  Tawakkal berarti selalu optimis, ulet, dan kerja keras, dalam segala kondisi dan dalam segala urusan, karena tiada yang mustahil bagi Allah bila telah menghendakinya.

⚉  Tawakkal berarti selalu mencukupkan diri dengan yang halal, dan menjauhi yang haram, karena rejeki tiada akan pernah lari dikejar, dan juga tiada pernah ketingalan walau terlupakan.

Semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى