Category Archives: BBG Kajian

Keutamaan Akhlak Mulia

1. Kebaikan ada pada akhlak yang mulia

2. Kriteria orang baik adalah yang baik akhlaknya

3. Akhlak yang mulia merupakan pemberat timbangan amal

4. Derajat orang yang senantiasa sholat malam dan puasa sunnah bagi akhlak mulia

5. Perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke surga/neraka

6. Akhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang senantiasa sholat malam dan puasa di siangnya

7. Kesempurnaan iman adalah dengan adanya akhlak mulia

8. Yang paling dicintai dan paling dekat duduknya dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam kelak di akherat

9. Jaminan rumah di surga tertinggi bagi orang yang berakhlak mulia

10. Tolok ukur baiknya Islam seseorang

11. Do’a memohon akhlak yang mulia

Kendali Harimu Ada di Waktu Pagi

Terjemahan :

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Jadi, jika Allah memuliakanmu dan :
– engkau mendengar adzan Shubuh,
– lalu engkau mengucapkan seperti yang diucapkan (muadzin),
– berangkat ke Masjid lebih awal,
– berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
– melaksanakan sholat sunnah kemudian sholat wajib,
– lalu engkau membaca dzikir—dzikir pagi setelah sholatmu..

Tahukah engkau apa yang baru saja engkau lakukan..?

Engkau baru saja melakukan sesuatu yang sangat luar biasa..! Engkau kini telah memegang kendali penuh atas harimu dengan memanfaatkan waktu pagi hari ini.

Salah seorang ulama Salaf berkata, “Harimu itu seperti untamu. Jika engkau memegang bagian awalnya (kepalanya), maka bagian akhirnya akan mengikutinya..”

Sisa harimu akan tunduk padamu dalam kebaikan dan keberkahan.

Ibnul Qoyyim rohimahullah memiliki perkataan yang indah dan bagus. Beliau berkata,

“Awal siang (hari) adalah masa mudanya, dan akhir siang adalah masa tuanya. Dan barangsiapa yang tumbuh besar di atas sesuatu, maka ia akan menjadi tua di atas hal tersebut..”

Artinya, jika seseorang berdzikir di pagi hari, maka dzikir itu akan menyertainya di sisa harinya. Jika dia malas di pagi hari, kemalasan itu akan terus bersamanya sampai akhir hari. Namun, jika dia bersemangat, semangat itu akan terus bersamanya sampai akhir hari.

Pagi hari adalah kendali hari tersebut. Jika engkau berhasil mengendalikannya, maka seluruh harimu akan terkendali.

📌 Dengarkan cerita ini yang terdapat dalam Shohih Muslim:

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, sahabat yang mulia, didatangi oleh sekelompok sahabatnya di rumahnya pada pagi hari setelah sholat Shubuh. Ketika mereka masuk dan duduk di majelisnya, beliau sedang bertasbih.

Beliau bertanya, “Apakah matahari sudah terbit..?”

Mereka menjawab, “Belum..”

Maka beliau lanjut bertasbih. Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah matahari sudah terbit..?” Mereka menjawab, “Ya..”

Beliau kemudian berucap, “Segala puji bagi Allah, yang telah memaafkan kita pada hari kita ini dan tidak menghukum kita karena dosa-dosa kita..”

Kapan beliau mengucapkan ini..?

Tepat saat matahari baru saja terbit. Padahal harinya belum berakhir, beliau masih berada di awal hari, namun beliau sudah memuji Allah karena telah dimaafkan.

Apa yang bisa engkau pelajari dari sini..?

Bahwa barangsiapa yang memegang kendali di awal hari, maka seluruh harinya akan dimaafkan dan akan menjadi baik baginya. Inilah pemahaman para Sahabat rodhiyallahu ‘anhum.

Jika engkau menjaga awal harimu dengan dzikir, (maka) :

● Harimu akan menjadi baik sepenuhnya.

● Seluruh harimu akan berada dalam kendalimu.

● Dan engkau berada dalam perlindungan Allah.

Berharap Hanya Kepada Allah

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Yusuf ‘Alaihissalam,

وَقَالَ لِلَّذِيْ ظَنَّ اَنَّهٗ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِيْ عِنْدَ رَبِّكَۖ فَاَنْسٰىهُ الشَّيْطٰنُ ذِكْرَ رَبِّهٖ فَلَبِثَ فِى السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ ࣖ (٤٢)

Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu..” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya. (Qs Yusuf ayat 42)

Imam Ath Thobari rohimahullah menafsirkan,

وهذا خبرٌ من الله جل ثناؤه عن غفلة عَرَضت ليوسف من قبل الشيطان، نسي لها ذكر ربه الذي لو به استغاث لأسرع بما هو فيه خلاصه ، ولكنه زلَّ بها فأطال من أجلها في السجن حبسَه، وأوجع لها عقوبته

“Ini pengabaran dari Allah Ta’ala tentang kelalaian Yusuf yang berasal dari setan. Beliau lupa untuk mengingat Robbnya.

Padahal jika beliau beristighotsah kepada-Nya pasti Allah segera membebaskannya. Namun beliau tergelincir sehingga Allah semakin panjangkan penjaranya sebagai sanksi untuknya..” (Tafsir Ath Thobari)

Berharap kepada makhluk dan menyandarkan hati kepada ya hanya membuat penderitaan semakin panjang..

Berharaplah hanya kepada Allah..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sunnah Yang Hilang Saat Sholat Maghrib

SUNNAH YANG HILANG : TERKADANG MEMBACA AYAT SETELAH SURAT AL FATIHAH DI ROKA’AT KE 3 SHOLAT MAGHRIB

Asy Syaikh Bin Baz rohimahullah mengatakan,

“.. untuk sholat maghrib, di roka’at ketiga dianjurkan untuk TERKADANG membaca ayat sebagaimana yang dibaca Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu ..”

(Fatawa Nur ‘alaa ad-Darb, 2/788)

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدوها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالًا، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam jangan kalian lakukan.

Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..

Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..
Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Sangka Mereka Diam

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ (٤)

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..” (Qs Az-Zalzalah ayat 4)

Imam Mujahid rohimahullah menafsirkan, “Mengabarkan manusia tentang apa yang mereka lakukan di atasnya..” (Tafsir Ath Thobari)

Kursi yang kita bermaksiat di atasnya..
Pepohonan dan bebatuan demikian pula tanah yang kita pijak…
Semua akan bersaksi pada hari kiamat..
Tentang ketaatan atau kemaksiatan yang kita lakukan..

Maka jangan kita sangka mereka diam..
Tapi kelak mereka akan berbicara dengan perintah Robbnya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Menghargai Waktunya

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.

Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang .. diantara mereka ada yang sibuk main catur .. ada juga yang menghabiskan waktunya membicarakan penguasa dan harga yang mahal ..

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktunya hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khotir – 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis (waktunya) untuk menonton film..
Ada yang habis (waktunya) untuk traveling..
Ada yang habis (waktunya) untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tawakkal Kepada Allah Adalah Kunci Kekuatan Hati

Tawakkal kepada Allah yang benar adalah: menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam meraih manfaat dan menolak mudharat, setelah melakukan sebab sebab yang dibenarkan syariat.

Tawakkal akan menjadikan hati seseorang teguh, kuat, dan tenang .. karena dia menyandarkan semua urusannya kepada Allah yang maha kuat, maha penyayang, maha bijaksana, dan maha berkuasa atas segala sesuatu.

Allah ta’ala berfirman,

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan selalu memberikan kecukupan kepadanya..” [QS. Ath-Thalaq 3]

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan,

فالقوة كل القوة في التوكل على الله كما قال بعض السلف: من سره أن يكون أقوى الناس فليتوكل على الله

“Kekuatan sejati itu sebenarnya ada pada tawakkal kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah..” (Zadul Ma’ad 2/364)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ingin Bahagia..?

Diantara kunci kebahagiaan adalah berusaha mengingat-ingat nikmat yang Allah berikan kepada kita .. kemudian mensyukurinya.

Saat kita sedih karena hilangnya harta, maka berusahalah mengingat-ingat nikmat nikmat Allah yang lainnya, sehingga kita bisa mengatakan :

– Alhamdulillah, Allah masih menjaga imanku.
– Alhamdulilah, Allah masih menjaga anak dan suamiku (atau istriku).
– Alhamdulillah, Allah masih menjadikanku lebih baik dari si fulanah (atau si fulan)
– Alhamdulillah, ujian kita masih belum seberat ujian si fulanah (atau si fulan), dst.

Dan ingatlah betapapun berat ujian dan kesedihan kita, tetap saja keadaan kita masih selaras dengan firman-Nya :

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها

“Apabila kalian ingin menghitung semua nikmat Allah, maka kalian tidak akan mampu menghitungnya..”

Oleh karena itu, berusahalah terus mengingat-ingat nikmat Allah yang tak terhitung itu .. insyaAllah kita akan semakin bahagia .. dan jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya, baik dengan lisan, anggota badan, maupun dengan hati.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى