Category Archives: BBG Kajian

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Sebab-Sebab Munculnya Bid’ah…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Sejarah Munculnya Bid’ah…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Sebab-Sebab Munculnya Bid’ah 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan Haqiiqotul Bid’ah…

Kita sekarang masuk ke…

⚉  Sebab-Sebab Munculnya Bid’ah

Disini penulis buku mengatakan bahwa sebab-sebab munculnya bid’ah ada dua macam:

1⃣ SEBAB YANG BERSIFAT TAKDIR DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

Artinya bahwa perpecahan itu sudah Allah takdirkan, karena adanya hikmah-hikmah yang besar dibaliknya.

Allah berfirman [QS Hud :118-119]

‎وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
‎إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

‘Kalaulah Allah Robb-mu berkehendak, Allah akan jadikan manusia itu satu aqidah, satu ummat dan mereka akan terus senantiasa berselisih kecuali yang dirahmati oleh Robb-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka dan telah sempurna kalimat Robb-mu bahwa Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dari kalangan jin dan manusia seluruhnya.’

Disini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa perpecahan perselisihan itu sudah Allah takdirkan. Dan tentunya adanya perselisihan… banyak sekali hikmah-hikmahnya, diantara hikmah adanya perpecahan, perselisihan akan terlihat orang yang mengikuti dalil dengan orang yang mengikuti hawa nafsu, akan terlihat orang yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan orang yang tidak sungguh-sungguh.

2⃣ SEBAB DARI MANUSIA ITU SENDIRI.

Apa saja ? Ada beberapa macam:

1. Mengikuti hawa nafsu
Oleh karena itulah ahli bid’ah disebut oleh para Ulama sebagai Ahlul hawa (pengikut hawa nafsu) karena mereka beragama sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan mereka saja, bukan sesuai dengan dalil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
‘Sebab munculnya kesesatan yang paling utama adalah mengikuti dugaan dan hawa nafsu’  [dalam kitab Majmu Fatawa jilid 3/ hal. 384]

Dan memang benar bahwa orang yang mengikuti sebatas dugaan-dugaan pendapat tanpa dalil dan hujjah, demikian pula mengikuti hawa nafsu, maka pasti akan tersesat. Tapi orang yang berusaha untuk mengikuti dalil maka ia, in-syaa Allah, akan tertunjuki.

‘Umar bin Khattab rodhiallahu ’anhu berkata sebagaimana dikeluarkan oleh Alalika’i dalam Kitab Syarah Itikod Ahlusunnah wal Jama’ah jilid 1/hal 123, kata ‘Umar:
‘Jauhi oleh kalian orang-orang yang hanya sebatas berpendapat dengan ro’yu (pendapat akal), karena mereka sebenarnya musuh-musuh sunnah, mereka merasa lelah tidak mampu untuk menghafal hadits, maka mereka kemudian berbicara sebatas dengan ro’yu (akal pikirannya saja). Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.’

Disini Beliau mengatakan bahwa orang yang hanya berpendapat dengan ro’yu (pendapat-pendapat akalnya) tanpa melihat dalil dari Al Qur’an dan Hadits pemahaman Salafush-sholih itu pasti akan tersesat.

Kenapa muncul orang yang berpendapat dengan akal ?
👉🏼  Karena mereka malas untuk mencari dalil, untuk mengkaji dalil dan tata cara memahaminya, mereka lebih senang menggunakan akal pikiran mereka saja.
Dan ini adalah merupakan kebiasaan ahli bid’ah. Munculnya kebid’ahan akibat daripada mengedepankan ro’yu daripada dalil, lebih mengedepankan dugaan-dugaan dan hawa nafsu, sehingga munculnya kebid’ahan itu adalah akibat dari itu.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Mereka Selebriti Langit…

Alangkah banyaknya orang-orang yang bermimpi menjadi selebritis yang terkenal di dunia, diketahui khalayak ramai, dipuja dan tersohor namanya di mana-mana menjadi perhatian media elektronik dan media massa.

Cita-cita mereka yang tertinggi, tatkala menjadi artis ternama, maupun bintang film. Bahkan dikalangan da’i dan penutut ilmu juga tidak sedikit tejangkiti virus ingin tenar dan jadi selebriti.

Segala daya dan upaya dikerahkan untuk mencapai target hidupnya,sebagian nekat dengan jual diri demi jadi artis terkenal, dan nekat jual agama demi ketenaran dan popularitas.

Subhanallah, apalah guna jika seseorang terkenal di dunia tapi dilupakan di langit ??

⚉  Seorang lelaki melewati Rosulullah-shollallahu ‘alaihi wa sallam-maka beliau bertanya pada para sahabat:

مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا؟. قَالُوا: حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ يُسْتَمَعَ. قَالَ: ثُمَّ سَكَتَ. فَمَرَّ رَجُلٌ مِنَ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ: مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا؟. قَالُوا: حَرِىٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ لاَ يُنْكَحَ وَإِنْ شَفَعَ أَنْ لاَ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ لاَ يُسْتَمَعَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: هَذَا -أي: الثاني الفقير المغمور- خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِثْلَ هَذَا.متفق عليه

‘apa pandangan kalian tentang orang ini ?’ mereka menjawab: ‘orang ini seandainya meminang wanita pasti akan diterima pinangannya, seandainya memohon syafaat pasti akan diterima syafaatnya, seandainya berbicara akan didengarkan omongannya’, maka Rasulullah terdiam. Tak berapa lama lewatlah salah seorang dari kaum muslimin yang fakir, maka Rosulullah kembali bertanya: ‘apa pandangan kalian tentang orang ini ?’ Mereka menjawab: ‘orang ini seandainya meminang akan ditolak lamarannya, jika memohon syafaat, tidak akan dilayani dan jika berbicara tidak akan didengar.’ Rosulullah menjawab: ‘orang ini lebih baik satu dunia daripada orang yang pertama.’ [ Muttafaq ‘alaihi ]

⚉  Berkata Ibrahim an-nakh’i dan Hasan Bashri, rohimahumallah :

“كفى بالمرء شرًّا أن يُشار إليه بالأصابع في دين أو دنيا إلا من عصم الله”.

‘sungguh seseorang dalam kejelekan tatkala orang-orang orang mengacungkan jari-jari telunjuk mereka padanya dalam hal agama ataupun dunia, kecuali orang-orang yang dipelihara Allah.’

⚉  Berkata Fudhail bin Iyadh, rohimahullah :

“إن قدرت أن لا تـُعرف فافعلْ وما عليك إن لم يُثنَ عليك، وما عليك أن تكون مذمومًا عند الناس إذا كنت عند الله محمودًا”.

‘seandainya kalian mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah, tiada sedikitpun dosa seandainya kalian tidak pernah dipuji,dan tidak juga menjadi masalah jika kalian dicela manusia selama kalian dipuji Allah.’

⚉  Berkata Mukhallad bin Hasan, berkata Ayyub :

ما صدق عبد قط فأحب الشهرة

‘tidak pernah selamanya ada seorang hamba yang jujur yang mencintai ketenaran.’

⚉  Berkata Sufyan Tsauri rohimahullah :

“السلامة في أن لا تُحِب أن تعرف

‘keselamatan itu ada ketika seseorang tidak menginginkan ketenaran’

Dia juga berkata:

“واحذر حب المنزلة فإن الزهادة فيها أشد من الزهادة في الدنيا”.

‘waspadailah sifat ingin mencari kedudukan, sebab zuhud terhadap perkara ini lebih dahsyat daripada zuhud terhadap dunia’

⚉  Berkata Abdullah bin Mubarak rohimahullah, Sufyan Tsauri berpesan padaku:

” إياك والشهرة، فما أتيتُ أحدًا (أي من العلماء) إلا وقد نهى عن الشهرة”.

‘hindarilah mencari popularitas, tidak seorangpun dari ulama yang pernah kudatangai kecuali mengingatkan agar meninggalkan keinginan untuk tenar.’
Sufyan juga menuliskan pesan padaku: ‘Sebarkan ilmumu dan hindari popularitas.’

⚉  Dari Fudhail bin Muhalhal rohimahullah, dia berkata :

“قال لي سفيان فيم السلامة؟ قلت: أن لا تعرف. قال: هذا ما لا يكون، ولكن السلامة في أن لا تحب أن تعرف”:

pernah Sufyan tsauri bertanya padaku, ‘bagaimana jalan keselamatan ?’ Aku menjawab: ‘ketika engkau tidak inggin dikenal,’ dia menjawab, ‘hal itu mustahil, tetapi jalan keselamatan adalah tatkala engkau tidak memiliki ambisi untuk dikenal.’

diantara bentuk ungkapannya:

“مَن أَحَبَّ أن يُذكَر لم يُذكرْ، ومَن كره أن يذكَر ذُكِر

‘barang siapa yang ingin terkenal maka tidak akan dikenal, dan barang siapa yang dan tidak ingin dikenal, akan terkenal.’

⚉  Berkata Bisyir bin Harits, rohimahullah :

لا أعلم رجلاً أحبَّ أن يُعرف إلا ذهب دينه وافتضح

‘tidak ada seorangpun yang kukenal gila popularitas kecuali akan luntur agamanya dan akan dipermalukan.’ Dia juga berkata:

لا يجد حلاوة الآخرة رجل يحب أن يعرفه الناس

‘tidak akan mendapatkan manisnya negeri akhirat bagi orang-orang yang ingin dikenal manusia.’

⚉  Berkata Almarwazi, rohimahullah

“قال لي أحمد: قل لعبد الوهاب: أخملْ ذكرك فإني أنا قد بليت بالشهرة”.

Imam Ahmad berkata padaku: ‘hindari popularitas, sebab aku benar-benar telah diuji dengan ketenaran’

Untuk mencari popularitas terkadang seseorang nekat melakukan perbuatan yang terkutuk –na’uzubillah min dzalik– dikisahkan ada seseorang yang tertangkap ketika berusaha mengencingi sumur zam-zam, maka orang beramai-ramai menangkapnya dan bertanya padanya apa motifasinya nekat melakukan itu, maka dia menjawab: ‘aku ingin menjadi orang yang terkenal’na’uzubillah min dzalik, nekat dikenal walaupun dengan laknat.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Jangan Saling Mencela…

Renungkan…
.
➡️ Yang dipilih, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang gak kepilih, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang nyoblos, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang golput, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang nyoblos dan mencela dan merendahkan saudaranya yang golput, akan dihisab oleh Allah…
.
➡️ Yang golput dan mencela dan merendahkan saudaranya yang nyoblos, juga akan dihisab oleh Allah…
.
.
Allahu Ta’ala berfirman dalam surat Qaf (# 50) ayat ke 17 dan 18 (yang artinya),
.
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. (17)
.
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (18)
.
.
ALLAAHUMMA HAASIBNII HISAABAN YASIIRON…
.
Yaa Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah…
.
.
#hisab
#mencela
#merendahkan
.
.

 

Jangan Sibukkan Diri Dengan Tindakan Mencela Orang Lain…

Suatu hari, Hasan Al-Bashri -rohimahulloh- mendengar orang mencela Hajjaj yang terkenal dengan kezalimannya yang luar biasa, maka beliau pun mendatanginya dan mengatakan:

“Heh.. Wahai lelaki, seandainya kamu telah menemui akheratmu, maka dosamu yang paling kecil pun, akan lebih memberatkanmu, daripada dosa Hajjaj yang paling besar sekalipun.

Dan ketahuilah, bahwa Allah itu hakim yang maha adil, jika Dia nanti mengambil dari Hajjaj hak orang-orang yang dizaliminya, maka Dia juga akan mengambilkan haknya Hajjaj dari orang-orang yang menzaliminya.

Maka jangan sekali-kali menyibukkan diri dengan perbuatan mencela seseorang !

[Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim al-Ashfahani, 2/270]

———–

Daripada engkau mencela kegelapan, lebih baik engkau menghidupkan cahaya, sehingga kegelapan itu hilang dengan sendirinya.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

da1504162256

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Sejarah Munculnya Bid’ah…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Tercelanya Bid’ah # 3…) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Sejarah Munculnya Bid’ah 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan kitab Haqiiqotul Bid’ah (Hakikat Bid’ah)

Kita masuk kepada pembahasan…

⚉  Sejarah Munculnya Bid’ah

Ketahuilah bahwa dizaman Rosulullah, demikian pula Abu Bakar, demikian pula ‘Umar, bid’ah belumlah muncul.
Karena dizaman tersebut adalah zaman yang luar biasa terjaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka-mereka yang terus berpegang kepada sunnah Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam.

Munculnya kebid’ahan yang merupakan fitnah, itu setelah zaman ‘Umar bin Khattab rodhiallahu’anhu. Dan ini sudah diisyaratkan dalam sebuah hadits bahwa ketika Umar bertanya kepada para sahabat, “Siapa diantara kalian yang mengetahui hadits tentang fitnah ?”
Kemudian Hudzaifah berkata, “Engkau tidak akan terkena fitnah tersebut hai Umar. Karena antara engkau dan fitnah tersebut ada sebuah pintu.”
Lalu ‘Umar berkata, “Apakah pintu itu akan terbuka atau pecah ?”
Kata hudzaifah: “pecah”
Kata Umar, “Kalau begitu pintu tersebut tidak akan tertutup kembali.”

Ini memberikan kabar bahwa fitnah-fitnah termasuk di dalamnya yaitu munculnya kebid’ahan, yaitu baru muncul setelah dizaman ‘Umar bin Khattab. Tepatnya diakhir zaman ‘Utsman bin Affan, munculnya fitnah khowarij.
Dimana kaum khowarij, mereka akibat daripada hasutan-hasutan orang-orang yang pura-pura masuk Islam, seperti Abdullah bin Saba’ dan kawan-kawannya yang menyebarkan fitnah terhadap ‘Utsman bin Affan yang kemudian terjadilah demo besar-besaran untuk menurunkan ‘Utsman yang berakhir dengan terbunuhnya ‘Utsman bin Affan.

Kemudian digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. Dan dizaman Ali terjadi perang antara Ali dan Muawiyah yang disebut dengan perang Shiffiin. Yang kemudian Ali dan Muawiyah bersepakat untuk berdamai. Dimana Ali mengirimkan Abu Musa al-Asy’ari dan Muawiyah mengirimkan Amr bin al-Ash.

Kemudian orang-orang khowarij disinilah muncul karena kedangkalan ilmu mereka, mereka menuduh Ali menyerahkan hukum kepada manusia. Muawiyah menyerahkan hukum kepada manusia, padahal hukum itu kata mereka milik Allah semata. Maka Ali dituduh oleh mereka tidak berhukum dengan hukum Allah.
Sementara orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah itu kafir. Maka merekapun mengkafirkan Ali dan mengkafirkan para pengikut Ali, mengkafirkan Muawiyah dan merekapun juga mengkafirkan para pengikut Muawiyah.
Dan mereka berkumpul disebuah tempat, namanya Haruro’. Mereka kemudian disebut kaum Haruriyyah.

Dan munculnya khowarij ini telah Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam kabarkan akan kemunculan mereka, dalam hadits-hadits yang shohih. Diantaranya Rosulullah bersabda,
“Akan muncul sebuah kelompok saat kaum muslimin sedang berperang, berpecah belah
Mereka menghafal Al Qur’an
Namun tidak sampai kekerongkongannya…”
maksudnya karena sangking dangkal mereka pemahamannya.

Itulah kemudian muncul ternyata benar dizaman Ali bin Abi Thalib rodhiallahu ’anhu.

Tadinya Ali tidak mau memerangi mereka. Tapi ketika mereka telah berbuat keonaran dan membunuhi sebagian kaum muslimin, maka Ali bin Abi Thalib pun bermusyawarah dengan para sahabat. Maka bersepakatlah para sahabat bahwa mereka itulah yang dimaksud oleh Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam

Dan bahwasanya orang yang memerangi mereka akan mendapatkan pahala yang besar sampai hari kiamat.

Rosulullah mengabarkan bahwa tanda diantara mereka adalah ada dilengan salah seorang mereka seperti payudara wanita. Maka Ali pun dengan bertawakal kepada Allah bersama para sahabat memerangi kaum haruro tersebut, dan berhasil ditumpas. Lalu Ali berusaha mencari tanda tersebut dan ternyata mendapatkannya lalu beliaupun sujud sebagai rasa syukur kepada Allah.

Dan tentunya orang-orang khowarij tidak sampai disitu, mereka sisa-sisa mereka yang lari berusaha untuk membalas dendam sampai akhirnya mereka berhasil membunuh Ali bin Abi Thalib.

Kemudian… ini adalah khowarij dan khowarij pemikirannya adalah intinya mengkafirkan pelaku dosa besar, karena mereka memahami secara pemahaman yang dangkal firman Allah, barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka kafir. Sedangkan pelaku dosa besar tentunya tidak berhukum dengan hukum Allah, jadi menurut mereka kafir.

Atas dasar inilah mereka menganggap bahwa seluruh pelaku dosa besar itu murtad kafir halal darahnya. Na’udzubillah

Kemudian nanti akan kita jelaskan firqoh yang lainnya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah – Bermusyawarah Di Saat-Saat Penting…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

===============

KITAB FIQIH – Al Istikhlaf…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Ma’mum Sholat Dibelakang Imam Tapi Ada Penghalang…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan kajian fiqihnya… kemudian beliau membawakan sebuah pembahasan, yaitu…

⚉  AL ISTIKHLAF… artinya : IMAM MEMINTA MA’MUM UNTUK MENGGANTIKAN DIRINYA DITENGAH SHOLAT KETKA TERJADI UDZUR.

Ini diperbolehkan atau disyari’atkan seorang imam untuk menarik ma’mum yang ia pandang berhak untuk menjadi imam lalu menyuruhnya untuk menggantikannya sebagai imam.

Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhori tentang kisah ‘Umar bin Khattab yang ditusuk saat beliau menjadi imam lalu beliau memegang tangan Abdurrahman bin ‘Auf dan menyuruhnya untuk menggantikan beliau menjadi imam.

Kemudian… apabila imam, misalnya diroka’at pertama, ia baru ingat bahwa ia belum mandi junub maka boleh ia beri isyarat kepada ma’mum agar dia (imam) pergi untuk mandi junub lalu kemudian ia melanjutkan kembali sebagai imam.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Bakhrah rodhiallahu ‘anhu, bahwa “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam masuk didalam sholat shubuh kemudian beliau mengisyaratkan dengan tangannya supaya diam ditempat kemudian beliau datang dalam keadaan rambutnya basah lalu beliau kembali mengimami mereka.”
(HR Abu Daud)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam telah mulai bertakbir kemudian setelah selesai sholat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إنما أنا بشر وإني كنت جنبًا [سنن أبي داود : 234

“Aku ini manusia biasa yang bisa lupa dan tadi aku baru ingat dalam sholat kalau aku junub.”

Dalam riwayat yang lain Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam ingatnya sebelum bertakbir.

Dan dari Abu Hurairah bahwasanya, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam keluar sementara sholat telah di-iqomatkan, lalu beliau merapihkan shoff sehingga apabila beliau telah berdiri ditempat sholatnya dan para ma’mum menunggu takbirnya beliau, maka beliaupun kemudian menghadap kepada ma’mum dan berkata, “diamlah ditempat kalian”, kamipun diam ditempat kami sampai kemudian beliaupun keluar dalam keadaan rambutnya basah telah mandi.” (HR Imam Bukhori dan Muslim)

Adapun kalau imam batalnya ditengah sholat maka hendaknya imam menarik ma’mum yang ada dibelakangnya.

Dan apabila imam setelah selesai sholat baru ingat kalau ia belum mandi junub, maka ia wajib untuk mengulang sholatnya, adapun ma’mum maka tidak perlu untuk mengulang sholatnya sebagaimana diriwayatkan dari ‘Umar bahwa beliau pernah mengimami sholat shubuh kemudian beliaupun setelah selesai sholat pergi ke Juruf dan ternyata beliau mendapatkan beliau sedang junub maka beliaupun mengulangilah sholatnya dan orang orang tidak mengulanginya.

Dan diriwayatkan seperti ini juga dari Utsman dan Ali.

⚉  TEMPAT IMAM DAN MA’MUM

Dimana ma’mum berdiri dari imam kalau ma’mumnya sendiri ?

Yaitu ia berdiri disebelah kanan imam sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas ia sholat malam bersama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam . [HR Imam Bukhori dan Muslim]
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Dzikir Masuk Pasar…

MESKIPUN TUJUAN ANDA KE PASAR BISA BERBEDA-BEDA – UNTUK BELANJA atau SEKEDAR CEK HARGA atau MENGHADIRI PENGAJIAN DI MASJID YANG ADA DI DALAM KOMPLEK PASAR, dll – JANGAN LUPA BACA DZIKIR MASUK PASAR SEBAGAI BERIKUT :
.
▪️LAA ILAAHA ILLALLAH
▪️WAHDAHU LAA SYARIKA LAH,
▪️LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU,
▪️YUHYII WA YUMIIT,
▪️WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT,
▪️BI YADIHIL KHOIR,
▪️WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR
.
Artinya :
▪️Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya,
▪️Milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian,
▪️Dialah yang menghidupkan dan mematikan,
▪️Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati,
▪️Ditangan-Nyalah segala kebaikan,
▪️Dan Dia maha mampu atas segala sesuatu
.
Yang dimaksud dengan pasar adalah semua tempat berkumpulnya para pedagang, yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam barang dagangan, dan ini mencakup pasar tradisional, pasar modern, mall, dan lain-lain. Wallahu a’lam
.

Bagaimana dengan MINI MARKET ? apakah juga bisa dianggap pasar ? baca jawabannya berikut ini : Apakah Mini Market Juga Dianggap Pasar Yang Mana Kita Dianjurkan Baca Dzikir ?
.
Dzikir ini sangat ringan, namun memberikan nilai pahala sangat besar. Mengapa bisa demikian? Jawabannya karena dzikir ini dibaca di pasar. Di baca di tempat umumnya manusia lupa Allah, jauh dari ibadah.
.
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” (HR. Muslim 671).
.
Kata an-Nawawi rohimahullah,
.
“Karena pasar, umumnya dalah tempatnya orang curang, menipu, transaksi riba, sumpah palsu, menyalahi janji, tidak ingat Allah, dan aktivitas lainnya yang semakna. Masjid adalah tempat turunnya rahmat. Sementara pasar kebalikannya.” (Syarh Shahih Muslim, 5/171).
.
Di saat manusia dalam kondisi lupa Allah, ada diantara hamba-Nya yang justru berdzikir dan mengingat Sang Pencipta. Di saat semua manusia sibuk dengan dunia dan perdagangannya, dia justru menjadi orang yang ingat Allah. Banyak berdzikir ketika di masjid, atau ketika di tengah majlis dzikir, adalah perbuatan yang lumrah. Namun berdzikir di tempat umumnya orang lupa Allah, adalah amalan yang istimewa.
.
Wallahu a’lam
.
Silahkan bagi yang hendak save, share, posting ulang… Semoga bermanfa’at, baarokallahu fiik
.
.
#pasar
#dzikir
#dosa
#kebaikan
#rumah
#surga
.
.