Category Archives: BBG Kajian

Dunia Yang Melelahkan

Dunia ini melelahkan dan menjenuhkan. Kata Umar bin Khattab, sekiranya bukan karena kelezatan ibadah bermunajat di malam gelap gulita, berpuasa dipanas teriknya siang dan, nikmatnya berteman dengan orang-orang sholeh yang menjaga ucapan mereka, memilih dan memilah perkataan sebagaimana kalian mensortir panen buah kalian, niscaya kematian lebih dia sukai.

Betapa tidak, segala kenikmatannya takkan dapat dibeli kecuali dengan letih, lelah, dan derita. Selepas mereguk piala-piala kenikmatannya, kau kan merasa betapa kelelahan kan kembali menderamu.

Nikmatnya perjumpaan kan berakhir dengan tangis perpisahan. Derai tawa yang menggemuruh lenyap terbawa tangisan yang mengharu biru. Suka duka yang baru dinikmati berganti dengan isak tangis nestapa.

Mimpi mukmin adalah negeri akhirat yang seluas langit dan bumi, berjumpa dan menatap wajah Allah Rabbul Izzati, dipertemukan dengan rombongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin, sebaik-baik teman sejati.

Di taman-taman surga yang abadi, semerbak harum mewangi, bersama para bidadari yang bermata jeli, laksana intan dan permata yang tersembunyi, menatap sungai-sungai yang mengalir tanpa henti, dibawah teduhnya pohon-pohon rindang tak bertepi.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 166 – 167 – 168

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

166.

167.

168.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bahagia Yang Dicari

Ibnu Sa’di rohimahullah membagi sebab kebahagiaan menjadi tiga bagian :

PERTAMA : kebahagiaan yang terlahir dari sebab agama.

KEDUA : kebahagiaan  yang lahir dari sebab memperoleh apa yang sesuai dengan tabiat dan instingnya.

KETIGA : kebahagiaan yang lahir disebabkan kerja kerasnya, usaha dan kesungguhannya.

Adapun kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang dirasakan setiap mukmin manakala punya tujuan hidup yang jelas, mencari keridhoan Robb Sang penciptanya, tempat ia bernaung, berlindung, bergantung dan memuja, segala kebahagiaan apapun dari dua kebahagiaan lainnya, akan lebur dalam kebahagiaan mengabdi kepada Al Kholiq Sang Pencipta, yang kasih dan menyayanginya lebih dari kecintaan ibu kandungnya sendiri.

Kebahagiaan, kerajaan, kekuasaan dan  harta benda Baginda Nabi Sulaiman- ‘Alaihis salam- lenyap tak bermakna dalam samudera cintanya kepada Allah sang Kekasih.  Manakala ia terlalaikan dari kuda-kuda pacu dan kuda perangnya hingga telat sholat Ashar hingga matahari tenggelam, membuat ia tersadar dan menyembelih seluruh kuda-kuda perangnya, untuk disedekahkan pada Allah Robbul ‘Alamin.

Kebahagiaan mendapatkan apa yang disenangi adalah tabiat manusia, seperti memperoleh harta benda, makanan yang lezat dikala lapar, rumah yang indah tempat bernaung, kerjaan dan gaji yang bagus, kesehatan dan nikmat anak dan istri, adalah kebahagiaan yang berserikat padanya mukmin dan kafir, bahkan boleh jadi kebahagiaan orang kafir dengan dunia, harta dan pangkat yang ia miliki melebihi berlipat ganda daripada yang dimiliki mukmin.

Sebagaimana kebahagiaan Firaun dan Haman dengan kedudukan, kebahagiaan Qorun dengan harta, yang jauh mengalahkan apa yang dimiliki Musa dan Harun. Namun bukankah Musa dan Harun lebih bahagia dari mereka.

Kebahagiaan dengan kerja keras, menghasilkan berbagai penemuan untuk memudahkan hidup, banyak dirasakan orang-orang kafir, seperti kebahagiaan penemu mesin uap, mesin lokomatif, listrik hingga penemu pesawat dan roket serta berbagai alat komunikasi canggih sekarang, yang kesemuanya adalah kebahagiaan yang semu, dan berakhir dengan kepunahan.

Manakah kebahagiaan kaum Tsamud yang ahli memahat rumah-rumah dari gunung-gunung keras..?

Manakah kebahagiaan Firaun dengan piramida-piramida yang ditinggalkan..?

Semuanya lenyap hanya sisa-sisa keruntuhan peradaban maju masa silam.

Bila kau ingin bahagia yang hakiki, masuki pintu agama Allah, ketuk kebahagiaan pada ridho-Nya dan kecintaan-Nya, niscaya kebahagiaan kan melekat abadi sepanjang masa.

Rasakan surga dunia dalam taman-taman ketaatan pada-Nya, sebelum kau nikmati surga akhirat.

“dalam dunia ini ada surga, bilamana seseorang tak pernah merasakannya, ia takkan pernah merasakan surga akhirat..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 163 – 164 – 165

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

163.

164.

165.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 160 – 161 – 162

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

160.

161.

162.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : TIPS Menggapai Kebahagiaan

قال الإمام الشاطبي رحمه الله* :

Imam As-Syathibi rohimahullah mengatakan,

من علامات السعادة على العبد :

“Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba,

تيسير الطاعة عليه.

● Dimudahkannya dia melakukan ketaatan kepada Allah..

وموافقة السنة في أفعاله.

● Segala perbuatan atau amalnya sesuai dengan sunnah (tuntunan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)..

وصحبته لأهل الصلاح.

● Senantiasa bersahabat dengan orang-orang shalih..

وحسن أخلاقه مع الإخوان

● Senantiasa berakhlak baik kepada saudaranya..

وبذل معروفه للخلق.

● murah kebaikan kepada sesamanya..

واهتمامه للمسلمين.

● mencurahkan perhatian kepada kaum muslimin..

ومراعاته لأوقاته ».

● Senantiasa menjaga waktunya untuk yang (hal-hal yang) bermanfaat..”

(I’thishom 2/152)

Semoga tanda-tanda kebahagiaan itu ada pada diri kita..

Semoga Manfaat..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Ismail Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى

Ma’had Riyadhussholihiin, Pandeglang.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menjadikan Kebahagiaan Dunia Sebagai Jalan Menuju Allah

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فَمن أحب اللَّذَّة ودوامها والعيش الطيّب فليجعل لَذَّة الدُّنْيَا موصلا لَهُ إِلَى لَذَّة الآخر بِأَن يَسْتَعِين بهَا على فرَاغ قلبه لله وإرادته وعبادته فيتناولها بِحكم الِاسْتِعَانَة وَالْقُوَّة على طلبه لَا بِحكم مُجَرّد الشَّهْوَة والهوى

“Siapa yang ingin kelezatan dunia dan kebahagiaannya terus ada, maka jadikanlah kelezatan tersebut sebagai wasilah yang menyampaikannya kepada kelezatan akherat, dengan menggunakannya untuk menjadikan hatinya untuk Allah, baik niat maupun ibadahnya..

Ambillah kelezatan dunia itu untuk lebih kuat mencari akherat. Bukan mengambilnya dengan hukum syahwat dan hawa nafsu..”

(Al Fawaid hal 197-198)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bercanda Itu Sunnah

Sufyan bin Uyainah rohimahullah ditanya, “Apakah bercanda itu aib..?” Beliau berkata:

بل سنَّة ، ولكن الشأن فيمن يحسنه ويضعه مواضعه

“Justru sunnah.. tetapi itu untuk orang berbuat ihsan (dalam bercanda) dan meletakkannya pada tempat tempatnya..” (Syarhussunnah Imam Al Baghowi 13/184)

Imam Ibnu Hibban rohimahullah berkata dalam kitab Roudhotul Uqola (1/77)

الواجب على العاقل أن يستميل قلوب الناس إليه بالمزاح وترك التعبس , والمزاح على ضربين : فمزاح محمود , ومزاح مذموم , فأما المزاح المحمود فهو : الذي لا يشوبه مَا كره اللَّه عز وجل ، ولا يكون بإثم ولا قطيعة رحم . وأما المزاح المذموم : فالذي يثير العداوة ، ويذهب البهاء ويقطع الصداقة ويجرىء الدنيء عليه ويحقد الشريف به “

“Kewajiban orang yang berakal adalah mengambil hati manusia dengan bercanda dan tidak bermuka masam.. dan bercanda itu ada dua macam:
– bercanda yang terpuji, dan
– bercanda yang tercela..

Adapun yang terpuji adalah yang tidak dikotori oleh perbuatan yang dibenci oleh Allah, bukan dosa dan bukan memutuskan hubungan..

Adapun yang tercela adalah yang menimbulkan permusuhan, menghilangkan kewibawaan, memutuskan pertemanan, membuat orang bodoh menjadi tak sopan kepadanya dan membuat orang mulia dengki kepadanya..”

Para shahabat berkata, “Wahai Rosulullah, engkau bercanda dengan kami..?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berkata kecuali dengan benar..”

(HR Attirmidzi no 1990 dari hadits Abu Hurairah dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL