Category Archives: BBG Kajian

Jangan Sangka Mereka Diam

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ (٤)

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..” (Qs Az-Zalzalah ayat 4)

Imam Mujahid rohimahullah menafsirkan, “Mengabarkan manusia tentang apa yang mereka lakukan di atasnya..” (Tafsir Ath Thobari)

Kursi yang kita bermaksiat di atasnya..
Pepohonan dan bebatuan demikian pula tanah yang kita pijak…
Semua akan bersaksi pada hari kiamat..
Tentang ketaatan atau kemaksiatan yang kita lakukan..

Maka jangan kita sangka mereka diam..
Tapi kelak mereka akan berbicara dengan perintah Robbnya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Menghargai Waktunya

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.

Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang .. diantara mereka ada yang sibuk main catur .. ada juga yang menghabiskan waktunya membicarakan penguasa dan harga yang mahal ..

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktunya hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khotir – 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis (waktunya) untuk menonton film..
Ada yang habis (waktunya) untuk traveling..
Ada yang habis (waktunya) untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tawakkal Kepada Allah Adalah Kunci Kekuatan Hati

Tawakkal kepada Allah yang benar adalah: menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam meraih manfaat dan menolak mudharat, setelah melakukan sebab sebab yang dibenarkan syariat.

Tawakkal akan menjadikan hati seseorang teguh, kuat, dan tenang .. karena dia menyandarkan semua urusannya kepada Allah yang maha kuat, maha penyayang, maha bijaksana, dan maha berkuasa atas segala sesuatu.

Allah ta’ala berfirman,

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan selalu memberikan kecukupan kepadanya..” [QS. Ath-Thalaq 3]

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan,

فالقوة كل القوة في التوكل على الله كما قال بعض السلف: من سره أن يكون أقوى الناس فليتوكل على الله

“Kekuatan sejati itu sebenarnya ada pada tawakkal kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah..” (Zadul Ma’ad 2/364)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ingin Bahagia..?

Diantara kunci kebahagiaan adalah berusaha mengingat-ingat nikmat yang Allah berikan kepada kita .. kemudian mensyukurinya.

Saat kita sedih karena hilangnya harta, maka berusahalah mengingat-ingat nikmat nikmat Allah yang lainnya, sehingga kita bisa mengatakan :

– Alhamdulillah, Allah masih menjaga imanku.
– Alhamdulilah, Allah masih menjaga anak dan suamiku (atau istriku).
– Alhamdulillah, Allah masih menjadikanku lebih baik dari si fulanah (atau si fulan)
– Alhamdulillah, ujian kita masih belum seberat ujian si fulanah (atau si fulan), dst.

Dan ingatlah betapapun berat ujian dan kesedihan kita, tetap saja keadaan kita masih selaras dengan firman-Nya :

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها

“Apabila kalian ingin menghitung semua nikmat Allah, maka kalian tidak akan mampu menghitungnya..”

Oleh karena itu, berusahalah terus mengingat-ingat nikmat Allah yang tak terhitung itu .. insyaAllah kita akan semakin bahagia .. dan jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya, baik dengan lisan, anggota badan, maupun dengan hati.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Dua Perkara Penting Untuk Dipahami Ketika Berdo’a

Bedakan antara berdo’a agar diberikan sesuatu dengan SEGERA, dengan sikap TERGESA-GESA dalam do’a.

=======

a. Berdo’a agar diberikan sesuatu dengan segera dibolehkan, karena disebutkan dalam do’a Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika meminta hujan (istisqo’):

اللهم اسقنا غيثا مغيثا، مريئا مريعا، نافعا غير ضار، عاجلا غير آجل

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, hujan yang baik dan menyuburkan, hujan yang membawa manfaat dan tidak membawa mudorot; yang Engkau SEGERAKAN datangnya dan tidak Engkau tunda (HR. Abu Dawud 1169, shohih)

Ini dibolehkan karena masuk dalam sikap berharap akan kemurahan Allah ta’ala, dan itu bukan termasuk sikap tergesa-gesa dalam do’a yang dicela.

b. Adapun tergesa-gesa dalam do’a yang tercela adalah merasa :
– do’a lambat dikabulkan,
– tidak senang kepada Allah (atas belum dikabulkannya do’a),
– meragukan kemurahan dan kedermawanan-Nya, serta
– mengeluh karena keinginan belum terwujud.

Dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak meridhoi hati hamba-Nya yang beriman kepada-Nya menjadi sempit dan berputus asa karena hal itu.

Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- telah bersabda,

لا يزَالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَم يدعُ بإِثمٍ، أَوْ قَطِيعةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتعْجِلْ قِيلَ: يَا رسُولَ اللَّهِ مَا الاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيبُ لي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْد ذَلِكَ، ويَدَعُ الدُّعَاءَ

“Do’a seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, asalkan ia tidak berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutuskan hubungan kekerabatan, selama ia tidak tergesa-gesa..”

Ada yang bertanya: “Wahai Rosulullah, apa itu tergesa-gesa..?”

Beliau menjawab: “Yaitu ia mengatakan, ‘Aku sudah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat (do’aku) dikabulkan..’ Maka ia pun merasa lemah (putus harapan) karenanya dan meninggalkan do’a..” (HR. Muslim 2735).

Semoga bisa dipahami dengan baik dan Allah berkahi, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

=======
ARTIKEL TERKAIT

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Kepo

Ada orang Arab badui bertanya kepada Imam Asy Sya’biy rohimahullah, ‘apakah Iblis punya istri..?’

(Asy Sya’biy) : ‘punya..’

(Arab badui) : ‘mana dalilnya..?’

(Asy Sya’biy) : yaitu firman Allah, ‘apakah kamu menjadikan iblis dan keturunannya sebagai tandingan selain-Ku..?’ (Al Kahfi: 50)

(Arab badui) : ‘siapa nama istrinya..?’

(Asy Sya’bi) : ‘aku tidak menghadiri pernikahannya..’

(Siyar A’laam Nubala 4/312)


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Screenshot

Apakah Kalimat Yang Diucapkan Saat Marah Bisa Menjadi Do’a..?

simak audio penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لَا تَدْعُوْا عَلَى أَنْفًسِكُمْ ، وَلَا تَدْعًوْا عَلَى أَوْلَادِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لَا تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةَ نَيْلٍ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابَ لَكُمْ

– janganlah mendo’akan kejelekan bagi diri kalian,
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan kepada anak-anak,
– janganlah mendo’akan kejelekan kepada pembantu kalian,
– janganlah pula mendo’akan kejelekan kepada harta-harta kalian.

Bisa jadi tatkala do’a kejelekan itu diucapkan, saat itu merupakan waktu dikabulkannya do’a oleh Allah.

(HR. Muslim no. 3009 dari sahabat mulia Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu)

Kedudukan Amalan “Mengajarkan Ilmu” Kepada Orang Lain

Sebagian orang enggan mengajarkan ilmu agama yang Allah titipkan kepadanya .. macem macem alasannya :
– aku bukan siapa siapa,
– belum pantas,
– dapat apa,
– dapat berapa,
– kecewa dengan manusia,
dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Sungguh, alasan alasan itu hanya merugikan dirinya saja .. karena ilmu agama tidaklah membutuhkan dirinya, dia yang sangat membutuhkan pahala menyebarkan ilmu agama.

Lihatlah bagaimana kedudukan amalan mengajarkan ilmu agama ini di mata ulama besar dari generasi salaf Abdullah bin al Mubarak -rohimahullah-:

قيل لعبد الله بن المبارك : لو قيل لك لم يبق من عمرك إلا يوم، ما كنت صانعا؟ قال: كنت أعلم الناس

Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya, ‘Seandainya dikatakan kepadamu bahwa umurmu tinggal satu hari saja, apa yang akan engkau lakukan..?’

Beliau menjawab, ‘Aku akan mengajarkan ilmu kepada manusia..’

[Al-Madkhal Ilas Sunanil Kubra, hal: 473]

Kalau bukan karena besarnya pahala mengajarkan ilmu, tentu beliau tidak akan mengatakan seperti itu.

Ingat, mengajarkan ilmu tidak harus ada banyak ilmu dulu .. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda (yang artinya): “sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat..” [HR. Al Bukhari 3461].

Semoga Allah mudahkan bagi kita, dan Allah berkahi amalan kita, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Masih Ulang Tahun..?

Ulang tahun .. disamping tidak pernah dicontohkan oleh para Nabi dan manusia manusia terbaik di ummat ini, kebahagiaan di dalamnya sangat tidak selaras dengan keadaan manusia yang sedih bila mendekati kematiannya.

Makna ini telah disinggung dalam bait syair berikut ini:

إنا لنفرح بالأيام نقطعُها 🔘 وكلُّ يومٍ مضى يُدني من الأجل
فاعمل لنفسكَ قبلَ الموتِ مُجتهدًا 🔘 فإنما الربحُ والخُسران في العملِ

sungguh kita bergembira dengan hari hari yang kita lalui..
padahal sebenarnya setiap hari yang berlalu mendekatkan kita kepada kematian..

maka bersungguh-sungguh lah dalam beramal untuk dirimu sebelum matimu..
karena sesungguhnya untung rugi yang sebenarnya hanyalah pada amalan..

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan .. dan mewafatkan dalam keadaan husnul khotimah, aamiin


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى