Category Archives: BBG Kajian

KAIDAH DALAM AT-TAKFIIR – Sebab Munculnya Pengkafiran Tanpa Haq Dalam Ummat Islam

Dari kitab yang berjudul At Takfiir wa Dhowabithhu, tentang Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran, ditulis oleh Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Hakikat Iman Menurut Firqoh-Firqoh Menyimpang #3) bisa di baca di SINI

=======
.
🌿 Sebab Munculnya Pengkafiran Tanpa Haq Dalam Ummat Islam  🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan At Takfiir wa Dhowabithhu..
Kemudian Beliau menyebutkan.. Sebab-sebab munculnya kafir mengkafirkan dengan tanpa haq dalam ummat Islam.

1⃣ KEBODOHAN TERHADAP AGAMA DAN TERHADAP DALIL-DALIL AGAMA DAN TATA CARA MEMAHAMINYA

Maka kata Beliau:
“Kebutuhan terhadap agama Allah sebab yang paling besar, yang menjadikan seseorang jatuh kepada mengkafirkan kaum muslimin dengan tanpa haq, dengan tanpa burhan.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

‎وهذه الطر يقة التي سلكها هذا وأمثاله هي طريقة أهل البدع , الذين يجمعون بين الجهل والظلم ، فيبتدعون بدعة مخالفة للكتاب والسنة وإجهاع الأمة

“Tata cara yang dilalui oleh orang ini dan yang semisalnya dari ahli bid’ah, yaitu mengumpulkan antara kebodohan dengan kezholiman, sehingga merekapun membuat-buat Bid’ah yang menyelisihi AlQur’an, sunnah dan ijma’, dan mengkafirkan orang yang tidak setuju dengan kebid’ahan mereka”

2⃣ MENGIKUTI HAWA NAFSU DAN BERPALING DARI NASH.

Maka orang-orang yang suka mengkafirkan dengan tanpa haq itu, tidak mau merujuk kepada dalil yang shohih dan shorih. Akan tetapi mereka berusaha mencari-cari dalil yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, yang mencari-cari dalil-dalil yang sifatnya mutasyaabihat, yang bisa dipelintirkan sesuai dengan keinginan mereka.

3⃣ PENAFSIRAN YANG RUSAK, YANG DISESUAIKAN DENGAN HAWA NAFSU MEREKA.

Kata Beliau:
“Ta’wil atau penafsiran yang rusak terhadap nash adalah sebab yang hakiki, yang memunculkan pengkafiran kepada kaum muslimin dengan tanpa haq. Bahkan para Ulama menganggap bahwa ta’wil seperti ini sebab segala macam munculnya keburukan dan fitnah dalam ummat Islam.”

Ibnul Qoyyim berkata,
“Kesimpulannya, perpecahannya ahli kitab, perpecahan ummat Islam menjadi 73 golongan, itu sebabnya adalah ta’wil. Demikian pula masuknya musuh-musuh Islam kedalam Islam dari kalangan para ahli filsafat, orang-orang Qoromithoh, orang-orang Batiniyah, Isma’iliyah, Nasiriyah, itu dari pintu ta’wil ini, menafsirkan dengan penafsiran yang rusak sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan berbagai macam bencana yang menimpa Islam, yaitu akibat daripada ta’wil yang rusak tersebut.”

Disini Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa ta’wil yang rusak itu sebab berbagai macam keburukan. Makanya orang Khowarij, kesesatan mereka karena apa ? Menta’wil ayat-ayat sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Addhohak berkata, “Orang-orang nahrowan (yaitu khowarij), mereka menafsirkan ayat-ayat dari Alqur’an yang harusnya itu untuk ahli kitab, tapi kemudian dijadikan untuk kaum muslimin, akhirnya dihukumi sama, yaitu dikafirkan.

Demikian pula orang-orang syi’ah mencari-cari dalil sesuai dengan keinginan mereka lalu ditafsirkan sesuai dengan keinginan mereka, orang-orang batiniyah, bahkan dizaman sekarang orang-orang liberal pun demikian, mereka mencari ayat yang kira-kira mendukung pendapat mereka, menta’wil dan ditafsir sesuai dengan pemahaman mereka, ini merupakan sebab utama munculnya berbagai macam kesesatan, kebodohan.”

4⃣ ADANYA TALBIS IBLIS.

Dimana iblis berusaha untuk mengindahkan perbuatan mereka yang rusak tersebut dengan berbagai macam alasan-alasan yang dibuat-buat oleh iblis dan bala tentaranya.

Makanya ‘Ali bin Abi Tholib berkata kepada orang-orang khowarij setelah Beliau memerangi mereka, “Celaka untuk kalian ini. Sungguh telah memberikan mudhorot kalian, orang yang telah menipu kalian.”

Para sahabat berkata, “wahai amirul mkmniin.. siapa yang menipu mereka ?”
kata ‘Ali, “syaiton yang menipu mereka”

Wallahu a’lam 🌼
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul At Takfiir wa Dhowabithhu, tentang Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran, ditulis oleh Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

KITAB FIQIH – Anjuran Untuk Memperbanyak Sholawat dan Salam Di Hari Jum’at

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Anjuran Untuk Banyak Berdo’a Di Hari Jum’at  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. masih di bab tentang sholat Jum’at..

➡️ Disunahkannya memperbanyak sholawat dan salam untuk Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam di malam jum’at dan di hari jum’at.

⚉ Dari Aus bin Aus rodhiallahu ‘anhu ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : » إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ (رواه أبو داود والنسائي وابن

Sesungguhnya diantara hari-hari yang paling utama kalian adalah hari jum’at, dihari itu Nabi Adam diciptakan, dihari itu beliau diwafatkan dihari jum’at juga ditiupkan sangkakala, dihari jum’at juga terjadi dimatikan manusia tiupan kedua maka perbanyaklah bersholawat kepadaku padanya karena sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku,” kemudian para sahabat bertanya, “yaa Rosulullah bagaimana sholawat kami akan diperlihatkan kepada engkau sementara engkau telah menjadi tulang belulang ?” Maka Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “sesungguhnya Allah Subhaana Wa Ta’ala mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para Nabi” [HR Abu Daud, Ibnu Majah, An Nasa’i dan lainnya]

⚉ Dari Anas ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Perbanyaklah bersholawat padaku hari jum’at dan malam jum’at maka siapa yang sholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat untuknya 10x” [HR. Imam Baihaqi dan lainnya]

Dua hadits ini menunjukkan dianjurkan banyak bersholawat di hari jum’at dan di malam jum’at.

➡️ Disunahkan membaca surat Al Kahfi dihari jum’at atau malamnya.

⚉ Dari Sa’id Al Kudri bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari jum’at akan bercahaya untuknya dari cahaya antara dua jum’at” [HR Imam Nasa’i dan Imam Baihaqi]

Dan dalam riwayat,

“siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari jum’at maka akan menerangi untuknya cahaya antara ia dengan Baitul ‘atiq” [HR Imam Baihaqi]

Dan dalam riwayat Abu Sa’id secara mauquf,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“siapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam jum’at maka akan menerangi untuknya dari cahaya antara ia dengan Baitul ‘atiq” [HR Ad Darimy]

Memang terjadi ikhtilaf para ulama tentang lafadz “hari jum’at” karena riwayat yang shohih adalah tanpa menyebutkan “hari jum’at” sebatas keutamaan membaca surat Al Kahfi, namun banyak ulama menyebutkan bahwa lafadz “hari jum’at” ini termasuk lafadz yang bisa diterima artinya tambahan dari perawi yang tsiqoh sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al Atsqolani dan lainnya.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Serasa Menggelegar Mendengarnya

Shubuh ini, imam masjid tempat saya sholat, pada rakaat pertama membaca surat At Thooriq, tatkala sampai pada penghujung surat, entah mengapa jiwa saya begitu bergetar mendengar suara imam membaca ayat berikut:

إنهم يكيدون كيدا(15) وأكيد كيدا(16) فمهل الكافرين أمهلهم رويدا(17)

“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.” (Ath Thooriq : 15-17)

Subhanallah, barangkali anda merasa aman karena berhasil mendiskreditkan Islam dan ummat Islam, sehingga anda mendapat keuntungan materi, atau keuntungan dunia fana lainnya.

Atau dengan ulah anda, keuntungan anda semakin melimpah, karir anda melejit, namun selama-lama anda bisa malang melintang di dunia ini, pastilah esok hari anda harus pasrah pada keperkasaan utusan Allah, yaitu Malaikat Maut.

Bayangkan perasaan anda saat menjalani kepastian itu, tanpa ada jabatan, harta atau kolega yang bisa menolong anda.

Percayalah, cepat atau lambat Allah pasti membalas ulah dan kelakuan anda.

Allahu Akbar !

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Renungan

Allah merahasiakan diterimanya sebuah amalan, agar hati kita selalu khawatir.

Dia juga selalu membuka pintu taubat, agar kita selalu punya harapan.

Dan Dia menjadikan penentu status seseorang pada amalan penutup hidupnya, agar tidak seorang pun tertipu dengan amalnya.

Seandainya paras dan ragamu lebih penting dan berharga dari ruhmu, tentunya ruh tidak naik ke langit, sedang raga harus dikubur dalam tanah.

Betapa banyak orang terkenal di muka bumi, namun ia tidak dikenal di penghuni langit.

Sebaliknya, betapa banyak orang tak dikenal dibumi, namun ia dikenal baik oleh penghuni langit.

Ukuran kemuliaan di sisi Allah adalah kekuatan takwa, bukan kekuatan raga.

Maka lihatlah kedudukanmu di sisi Allah, dan tinggalkan penilaian manusia.

[Sumber dari pesan berbahasa arab]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da3001161903

Keadaan Kita Di Akherat Nanti

Ibnul Qoyyim -rohimahullah- berkata:

“Sungguh, seorang hamba akan mati sebagaimana kebiasaan hidupnya .. dan dia akan dibangkitkan sebagaimana matinya”

[Miftahu Daris Sa’aadah 1/94].

Intinya: keadaan kita di akherat nanti, sesuai keadaan kita di dunia ini .. karena kita dibangkitkan sesuai keadaan kita saat mati .. dan keadaan kita saat mati sesuai kebiasaan hidup kita saat ini.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

EMPAT Amalan Pembuka REZEKI

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

Ada empat (amalan) yang dapat mendatangkan rezeki:
(1) Bangun malam (untuk sholat)
(2) Banyak istighfar di waktu sahur
(3) Rutin bersedekah
(4) Berdzikir di awal hari dan di akhirnya

Dan ada empat perkara yang dapat menghalangi rezeki:
(1) Tidur pagi
(2) Sedikitnya sholat
(3) Malas-malasan
(4) Berkhianat (tidak jujur)”

[Sumber: Kitab Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/378]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da3011150513

Suamimu Tak Seburuk Fir’aun…

Wahai kaum wanita, saat ini anda bisa saja berkata: ‘nasib oh nasib, punya laki kayak gini.. mimpi buruk apa ya aku dulu..?’

‘Udah duitnya seret, ngomel terus, mana ndak cakep, kentutnya bau lagi..’

Wahai kaum istri, keep calm please..

Coba untuk sejenak anda menjawab pertanyaan berikut:

Siapa yang lebih buruk, suamimu atau Fir’aun ?

Namun demikian sejelek apapun Fir’aun ternyata tidak menghalangi istrinya yaitu Asiyah bintu Muzahim menjadi wanita penghuni surga. Bahkan kisah dan ketegaran batinnya diabadikan dalam Al Qur’an.

{ وَضَرَبَ اللَّه مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَة فِرْعَوْن إِذْ قَالَتْ رَبّ ابْن لِي عِنْدك بَيْتًا فِي الْجَنَّة } 

“Dan Allah membuat isteri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Robbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim.” ( At Tahrim 11)

Percayalah saudari, kalau anda mendambakan kebahagiaan, percayalah bahwa kebahagian itu hanya Allah yang punya, bila anda beriman dengan baik, pasti anda bahagia, sebagaimana Asiyah bintu Muzahim bisa tetap berbahagia walau suaminya adalah manusia paling jahat di dunia.

Saudariku ! Selama anda mengharapkan kebahagiaan dari suami anda niscaya anda kecewa dan menderita.

Namun setiap kali anda fokus menunaikan tugas dan kewajiban anda sebagai istri, sedangkan hak dan kebahagian hidup anda, hanya anda pinta kepada Allah Yang Maha Kuasa, niscaya anda bahagia, siapapun suami anda.

Bila anda berkata: ‘kok bisa ya wanita sholehah dinikahi lelaki jahat seperti itu ?’

Ya.. untuk membuktikan dan menguji kekuatan iman Asiyah bintu Muzahim, karena kalau tanpa ujian, niscaya kesempurnaan iman beliau tidak terbukti.

Terlebih bagi saya dan juga anda, sehingga bisa jadi anda akan bertanya: ‘apa hebatnya dia sehingga kita dianjurkan meneladaninya dan dia dimasukkan ke dalam surga ?’

Nabi Muhammad Shollallahu ’alaihi wasallam bersabda :

“إن عظم الجزاء مع عظم البلاء ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا، ومن سخط فله السخط ” حسنه الترمذي.

“Sesungguhnya besarnya pahala itu setimpal dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya.

Barang siapa yang ridho dengan ujian itu maka baginya keridhoan Allah, dan barang siapa yang marah/benci kepada ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah” (At Tirmizi)

Jadi suamimu kayak gitu.. karena Allah sayang kepadamu, agar engkau bisa berjiwa besar, dan dapat pahala besar.

Selamat mencoba, semoga bahagia selalu bersamanya.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى .

 

Semua Terserah Padamu

Akhi Ukhti…

Terkadang ada orang yang merasakan kerasnya hatinya
Sulit untuk menerima nasehat
Sulit untuk bertaubat
Susah untuk meneteskan air mata
Selalu gundah gulana
Hajatnya tidak terkabulkan…

Mungkin kiranya kau perlu melaksnakan nasehat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di bawah ini

((أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ اِرْحَمْ الْيَتِيْمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ)).

“Apakah kamu ingin hatimu lunak ? Dan Hajatmu dipenuhi ?

1. Sayangilah anak yatim
2. Usaplah kepalanya
3. Berilah ia makan dari makananmu

Niscaya hatimu akan lunak dan hajatmu akan kau dapatkan” [HR Thabrani dishahihkan al Albani].

Semua permasalahan itu ada jalan keluarnya
Segala problematika ada solusinya

Yang jadi masalah adalah ketika engkau tidak mau keluar dari masalahmu
sedangkan pintu terbuka lebar-lebar di hadapanmu

Engkau tinggal melangkah…
Tapi semua terserah padamu

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

da2204171320

Yakinlah…

Hidup ini bisa saja tertatih-tatih dan berliku-liku, tapi dia tidak akan berhenti. Cita dan asa bisa saja menjadi kabur, tapi dia tidak akan mati.

Kesempatan bisa saja hilang, tapi dia tidak akan habis. Dan betapapun terasa berat dan sempitnya hidup ini, yakinlah bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Ingatlah selalu firman Allah ta’ala (yang artinya): 
Bukankah shubuh itu dekat.
[Hud:81]

Sepanjang apapun kelamnya malam, pasti nantinya akan disusul oleh kemunculan fajar sebagai permulaan terangnya kehidupan…

Maka sungguh pada setiap kesulitan ada kemudahan. Sungguh pada setiap kesulitan ada kemudahan. [Asy-Syarh:5-6].

Perhatikanlah bagaimana Allah mengulangi redaksi yang sama hingga dua kali, oleh karena itu carilah dengan seksama celah kemudahan itu, saat Anda menghadapi kesulitan dalam hidup ini.

Semoga bermanfaat…

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

da2011142054

Kapankah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar..?

Dosa kecil menjadi dosa besar pada lima keadaan berikut ini:

1️⃣ Terus menerus.
melakukan dosa kecil secara terus menerus menjadikannya besar.
Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak terus menerus melakukan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imraan [3]: 135).

2️⃣ Meremehkan dosa.
Disebutkan hadits dalam Shohih Bukhari,

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.” (HR. Bukhari no. 6492).

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun orang yang fajir melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.” (HR. Bukhari no. 6308).

3️⃣ Merasa gembira dengan dosa.
Merasa gembira dengan dosa menyebabkan pelakunya tidak bertaubat dan terus menerus melakukannya. bahkan ketika ia terluput dari dosa, ia akan merasa sedih. padahal kata Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang merasa gembira dengan kebaikannya dan merasa sedih dengan keburukannya maka ia adalah mukmin.” (HR Ahmad)

4️⃣ Terang-terangan berbuat dosa.

عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah rodhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Robb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

5️⃣ Yang melakukannya adalah seorang pemuka yang diikuti.

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.” (HR Muslim)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

da0701160900