Category Archives: BBG Kajian

Diantara Keutamaan Sholat Malam

Syaikh Abdurrozzaq al Badr حفظه الله تعالى menjelaskan tentang keutamaan sholat malam (qiyamul lail), beliau berkata :

“Dan sesungguhnya di dalam sholat malam terdapat manfaat yang besar serta buah yang agung, yang akan dipetik oleh seorang hamba jika ia diberi taufik untuk menjaga ibadah ini.

Dari Bilal rodhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Hendaklah kalian melakukan sholat malam, karena ia adalah :
– kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian,
– sarana pendekatan diri kepada Allah,
– pencegah dari perbuatan dosa,
– penghapus kesalahan-kesalahan, dan
– pengusir penyakit dari tubuh..”

(HR. At-Tirmidzi)

● Sabda beliau ‘hendaklah kalian melakukan sholat malam..’, maksudnya adalah sholat tahajud di malam hari.’

● Sabda beliau ‘karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholeh..’, maksudnya adalah adat, tabiat, dan jalan hidup mereka.

● Sabda beliau ‘sarana pendekatan diri kepada Allah.’, maksudnya adalah perkara terbesar yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.

● Sabda beliau ‘pencegah dari perbuatan dosa..’, maksudnya mencegah dari melakukannya. Allah Ta’ala berfirman :
‘Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..’

Dan Dia (Allah) juga berfirman : ‘Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar..’

● Dan sabda beliau ‘penghapus kesalahan-kesalahan..’, maksudnya adalah pelebur bagi dosa-dosa dan penutup baginya.

● Dan sabda beliau ‘dan pengusir penyakit dari tubuh’, maksudnya menolak dan menjauhkan penyakit dari jasmani (badan).

Ikatan Iman Adalah Ikatan Terkuat

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Allah telah menciptakan para malaikat. Sebagaimana kita ketahui, para malaikat adalah makhluk yang berbeda dari manusia. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan anak Adam (manusia) diciptakan dari tanah liat.

Meskipun berasal dari jenis yang berbeda, Allah berfirman, ‘Malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya, mereka beriman kepada-Nya dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman. (Seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan peliharalah mereka dari adzab neraka Jahanam..”

Ini adalah do’a dari mereka (para malaikat) dan bentuk rasa cinta dari malaikat kepada orang-orang beriman.

Mengapa demikian..?! Karena adanya ikatan itu, yaitu ikatan iman.

Walaupun malaikat dan manusia berasal dari jenis yang berbeda—yang satu diciptakan dari cahaya dan yang lain dari tanah liat—mereka mencintai orang-orang beriman karena adanya ikatan yang menyatukan mereka.

Ikatan itu adalah ikatan iman.

Dan ikatan iman adalah ikatan yang paling kuat di antara seluruh ikatan..”

Hanya Dalam Hal Yang Baik Saja

Ketaatan kepada pemimpin hanya dalam hal yang baik saja .. ini adalah terjemahan dari hadits Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim:

إنما الطاعة في المعروف

Diantara contoh penerapan hadits ini :

Jika aturan demokrasi membolehkan sesuatu, sedangkan syariat (aturan) Allah melarangnya, maka harusnya kita mendahulukan aturan Allah .. bukan menjadikan aturan demokrasi untuk membolehkan sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Misalnya, jika aturan demokrasi membolehkan kita mencela dan merendahkan pemimpin yang sah, sedangkan syariat Allah melarangnya, bahkan memasukkannya ke dalam dosa besar GHIBAH..!

Maka harusnya kita meninggalkannya .. alih-alih membolehkannya dengan dalih aturan demokrasi membolehkannya.

Intinya aturan Allah harus didahulukan daripada aturan makhluk-Nya .. dan itu menuntut kita untuk bersabar.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, aamiin


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Idul Adha Berlangsung Selama 4 Hari Dan Batas Waktu Takbiran

● Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Hari-hari Tasyrik adalah hari hari Eid (hari raya) juga, dan karena inilah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengutus orang yang menyerukan bahwa sesungguhnya hari-hari tersebut adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka tidak boleh seorang pun berpuasa pada hari-hari itu..”

(Lathoif al-Ma’aarif – 614)

● Ibnu Qudamah rohimahullah berkata,

“Dan hal itu (takbir hingga Ashar hari ke-13) diriwayatkan dari Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhum. Pendapat ini juga diambil oleh Ats-Tsauri, Asy-Syafi’i, Abu Yusuf, dan Muhammad.

Karena hari itu adalah hari terakhir dari hari hari Tasyrik, maka takbiran diakhiri pada waktu Ashar-nya, sebagaimana hari Arofah adalah hari pertamanya, maka takbiran dimulai pada waktu Shubuh-nya..”

(Al Mughni – 2/245)

Rasa Cinta Semakin Kuat Dengan Bersholawat

Ibnu al-Qoyyim rohimahullah berkata,

“Bersholawat kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam membuat cinta kepada beliau tetap hidup, semakin kuat, dan terus bertambah.

Karena semakin sering seseorang mengingat orang yang dia cintai, menghadirkannya dalam hati, serta mengingat kebaikan kebaikan dan sifat sifatnya, maka cintanya akan semakin besar, rindunya semakin kuat, hingga memenuhi seluruh hatinya..”

(Jala’ul Afham: 525)

Semoga sholawat dan salam tercurah kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam.

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Keutamaan Akhlak Mulia

1. Kebaikan ada pada akhlak yang mulia

2. Kriteria orang baik adalah yang baik akhlaknya

3. Akhlak yang mulia merupakan pemberat timbangan amal

4. Derajat orang yang senantiasa sholat malam dan puasa sunnah bagi akhlak mulia

5. Perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke surga/neraka

6. Akhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang senantiasa sholat malam dan puasa di siangnya

7. Kesempurnaan iman adalah dengan adanya akhlak mulia

8. Yang paling dicintai dan paling dekat duduknya dengan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam kelak di akherat

9. Jaminan rumah di surga tertinggi bagi orang yang berakhlak mulia

10. Tolok ukur baiknya Islam seseorang

11. Do’a memohon akhlak yang mulia

Kendali Harimu Ada di Waktu Pagi

Terjemahan :

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Jadi, jika Allah memuliakanmu dan :
– engkau mendengar adzan Shubuh,
– lalu engkau mengucapkan seperti yang diucapkan (muadzin),
– berangkat ke Masjid lebih awal,
– berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
– melaksanakan sholat sunnah kemudian sholat wajib,
– lalu engkau membaca dzikir—dzikir pagi setelah sholatmu..

Tahukah engkau apa yang baru saja engkau lakukan..?

Engkau baru saja melakukan sesuatu yang sangat luar biasa..! Engkau kini telah memegang kendali penuh atas harimu dengan memanfaatkan waktu pagi hari ini.

Salah seorang ulama Salaf berkata, “Harimu itu seperti untamu. Jika engkau memegang bagian awalnya (kepalanya), maka bagian akhirnya akan mengikutinya..”

Sisa harimu akan tunduk padamu dalam kebaikan dan keberkahan.

Ibnul Qoyyim rohimahullah memiliki perkataan yang indah dan bagus. Beliau berkata,

“Awal siang (hari) adalah masa mudanya, dan akhir siang adalah masa tuanya. Dan barangsiapa yang tumbuh besar di atas sesuatu, maka ia akan menjadi tua di atas hal tersebut..”

Artinya, jika seseorang berdzikir di pagi hari, maka dzikir itu akan menyertainya di sisa harinya. Jika dia malas di pagi hari, kemalasan itu akan terus bersamanya sampai akhir hari. Namun, jika dia bersemangat, semangat itu akan terus bersamanya sampai akhir hari.

Pagi hari adalah kendali hari tersebut. Jika engkau berhasil mengendalikannya, maka seluruh harimu akan terkendali.

📌 Dengarkan cerita ini yang terdapat dalam Shohih Muslim:

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, sahabat yang mulia, didatangi oleh sekelompok sahabatnya di rumahnya pada pagi hari setelah sholat Shubuh. Ketika mereka masuk dan duduk di majelisnya, beliau sedang bertasbih.

Beliau bertanya, “Apakah matahari sudah terbit..?”

Mereka menjawab, “Belum..”

Maka beliau lanjut bertasbih. Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah matahari sudah terbit..?” Mereka menjawab, “Ya..”

Beliau kemudian berucap, “Segala puji bagi Allah, yang telah memaafkan kita pada hari kita ini dan tidak menghukum kita karena dosa-dosa kita..”

Kapan beliau mengucapkan ini..?

Tepat saat matahari baru saja terbit. Padahal harinya belum berakhir, beliau masih berada di awal hari, namun beliau sudah memuji Allah karena telah dimaafkan.

Apa yang bisa engkau pelajari dari sini..?

Bahwa barangsiapa yang memegang kendali di awal hari, maka seluruh harinya akan dimaafkan dan akan menjadi baik baginya. Inilah pemahaman para Sahabat rodhiyallahu ‘anhum.

Jika engkau menjaga awal harimu dengan dzikir, (maka) :

● Harimu akan menjadi baik sepenuhnya.

● Seluruh harimu akan berada dalam kendalimu.

● Dan engkau berada dalam perlindungan Allah.

Berharap Hanya Kepada Allah

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Yusuf ‘Alaihissalam,

وَقَالَ لِلَّذِيْ ظَنَّ اَنَّهٗ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِيْ عِنْدَ رَبِّكَۖ فَاَنْسٰىهُ الشَّيْطٰنُ ذِكْرَ رَبِّهٖ فَلَبِثَ فِى السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ ࣖ (٤٢)

Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu..” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya. (Qs Yusuf ayat 42)

Imam Ath Thobari rohimahullah menafsirkan,

وهذا خبرٌ من الله جل ثناؤه عن غفلة عَرَضت ليوسف من قبل الشيطان، نسي لها ذكر ربه الذي لو به استغاث لأسرع بما هو فيه خلاصه ، ولكنه زلَّ بها فأطال من أجلها في السجن حبسَه، وأوجع لها عقوبته

“Ini pengabaran dari Allah Ta’ala tentang kelalaian Yusuf yang berasal dari setan. Beliau lupa untuk mengingat Robbnya.

Padahal jika beliau beristighotsah kepada-Nya pasti Allah segera membebaskannya. Namun beliau tergelincir sehingga Allah semakin panjangkan penjaranya sebagai sanksi untuknya..” (Tafsir Ath Thobari)

Berharap kepada makhluk dan menyandarkan hati kepada ya hanya membuat penderitaan semakin panjang..

Berharaplah hanya kepada Allah..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sunnah Yang Hilang Saat Sholat Maghrib

SUNNAH YANG HILANG : TERKADANG MEMBACA AYAT SETELAH SURAT AL FATIHAH DI ROKA’AT KE 3 SHOLAT MAGHRIB

Asy Syaikh Bin Baz rohimahullah mengatakan,

“.. untuk sholat maghrib, di roka’at ketiga dianjurkan untuk TERKADANG membaca ayat sebagaimana yang dibaca Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu ..”

(Fatawa Nur ‘alaa ad-Darb, 2/788)