Category Archives: BBG Kajian

Termasuk Orang Yang Manakah Anda..?

Akhi/Ukhti..

Bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya maka sebagian orang akan berkata “setengah kosong” dan sebagian lagi berucap “setengah isi”
termasuk orang yang manakah anda ?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh.

Adapun insan yang berkata “setengah isi” maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya kosong karena bagaimanapun gelas itu ada isinya dan ia berucap “Alhamdulillah masih ada isinya”

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Berbeda Namun Sejatinya Bersepakat…

⚉  ‎Imam Malik berfatwa anjing tidak najis walau jilatannya wajib dibasuh 7x dan salah satunya dengan menggunakan tanah.

Mayoritas ulama’ berfatwa jilatan anjing najis besar.

⚉  ‎Imam Abu Hanifah tidak mensyaratian bacaan fatihah dalam sholat.

Mayoritas ulama menganggap bacaan fatihah sebagai rukun shalat.

Dan masih banyak lagi kasus serupa.

Mereka berbeda fatwa namun sejatinya mereka bersepakat, dalam:
1. Sumber agama mereka adalah Al Qur’an dan As Sunnah.

2. Fatwa fatwa mereka di atas dihasilkan dari kajian terhadap dalil dengan metodologi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

3. Tidak ada unsur hawa nafsu atau argumen lain yang lebih diutamakan di atas Al Qur’an dan As Sunnah.

4. Metodologi yang mereka gunakan untuk mengkaji dalil mereka dapatkan dari ulama’ terdahulu sebelum mereka.

5. Beda pendapat tidak menumbuhkan kesombongan atau kebencian kepada ulama’ lain yang menyelisihi fatwanya. Karena yang menjadi tinjauan utama mereka adalah alasan/dalil dan metodologi masing masing dalam memahami dalil, bukan hasil akhir dari kajiannya. Sehingga dahulu di kalangan ulama’ bila terjadi perbedaan pendapat, masing masing menanyakan dalil saudaranya dengan berkata:

ما حملك على هذا ؟

“Apa dalil yang mendorongmu berpendapat/melakukan demikian ?”

Bila telah mengetahui dalil dan cara pendalilan saudaranya maka tidak dilanjutkan dengan tuduhan sesat atau lainnya.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

12 Golongan Manusia Yang Di Do’akan Oleh Malaikat…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ke-1 : Orang-orang yang bertaubat kepada Allah dan mengikuti jalan Allah

============================================

Ke-2 : Orang-orang yang tidur dalam keadaan bersuci (wudhu)

============================================

Ke-3 : Orang-orang yang duduk menunggu waktu sholat di Masjid

============================================

Ke-4 : Orang-orang yang berada di shof pertama (terutama sebelah kanan)

============================================

Ke-5 : Orang-orang yang menyambung shof (barisan dalam sholat)

============================================

Ke-6 : Orang-orang yang mengucapkan ‘amiiin’ bertepatan dengan ucapan ‘aamiin’ malaikat

============================================

Ke-7 : Orang-orang yang sahur

============================================

Ke-8 : Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ‘ashar berjama’ah di masjid

============================================

Ke-9 : Orang-orang yang mendo’akan saudaranya dari jauh (** lihat tambahan info terkait do’a ini – paling bawah)

============================================

Ke-10 : Orang-orang yang ber-infaq di jalan Allah

============================================

Ke-11 : Orang-orang yang menjenguk saudaranya yang sakit

============================================

Ke-12 : Orang-orang yang mengajarkan ilmu dan kebaikan

============================================

NB : terkait perkara mendo’akan orang lain, ada beberapa adabnya sebagai berikut (kllk):

  1. Awali Do’a Dengan Memuji Allah dan Ber-Sholawat Baik Di Luar Maupun Dalam Sholat…
  2. Do’a Untuk Diri Sendiri Baru Kemudian Do’a Untuk Orang Lain…
  3. Salah Satu Contoh Memuji Allah Sebelum Berdo’a…
  4. DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

 

Amalan Yang Lebih Baik Dari Jihad..?

Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma ditanya tentang jihad. Beliau menjawab :

ألا أدلك على خير من الجهاد؟ تبني مسجدا وتعلم فيه الفرائض والسنة والفقه في الدين.

“Maukah engkau aku tunjukkan amalan yang lebih baik daripada jihad..?
Engkau membangun masjid, lalu di dalamnya engkau ajarkan hal-hal yang wajib, yang sunnah, dan fikih (mendalami) agama.”

Jami’ Bayani al-‘Ilmi wa Fadhlihi 1/38 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Benci Tidak Selalu Menjauhi Atau Menghukumi…

Benci tidak selalu menjauhi atau menghukumi.

Anda benci kepada kebodohan, namun bukan berarti anda harus menjauhi mereka, kadang kala anda harus mendatangi mereka untuk mengajari mereka.

Benci kepada pelaku kesyirikan sering kali menuntut anda untuk mendatangi mereka untuk mendakwahi mereka.

Namun kadang kala anda tak kuasa untuk banyak berbuat apalagi melawan, anda hanya kuasa untuk diam, karena ternyata pelaku kekufuran atau kemaksiatan tersebut adalah orang tua anda.

Atau mereka adalah masyarakat sekitar anda, sehingga anda tetap berinteraksi sosial dengan mereka.

Diam bukan berarti menyetujui, namun tetap benci.

Walaupun bisa jadi anda kuasa melakukan pengingkaran atau menunjukkan sikap, satu hal yang belum tentu kuasa dilakukan oleh orang selain anda.

Sesatkah orang yang karena suatu alasan apalagi tidak menunjukkan sikap atau kebencian dan pengingkaran ?

Bila semua itu dilakukan karena tujuan yang dibenarkan, bukan sekedar kemalasan atau kepentingan dunia semata, maka keduanya tidak layak dicela.

Bahkan kadang kala anda benci namun tetap bermanis muka demi kepentingan yang lebih besar atau menghindari kerugian yang lebih berat.

Nabi shollalahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan atau menunda keinginan untuk memugar bangunan Ka’bah demi menghindari kekacauann yang lebih berat.

Sebagaimana beliau tidak mengizinkan para sahabat untuk meng-eksekusi orang orang munafiq, demi menghindari kesan buruk terhadap Islam dan ummat Islam; tega membunuh kawan sendiri.

Jadi manhaj itu bukan produk kaku namun sebaiknya luwes dan sangat akomodir terhadap perubahan dan perbedaan kondisi, figur dan tujuan.

Semoga mencerahkan.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

UPDATE – Donasi Pembangunan Rumah Tahfizh…

saldo donasi pembangunan yang terhimpun dari para muhsinin/donatur hingga pkl. 13.00 jum’at siang 10 syawwal 1440 (14 juni 2019) mencapai rp. 161 juta atau sekitar 81% dari total anggaran pembangunan, alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat.
.
masih diperlukan : +/- rp. 39 juta

===================================

DONASI PEMBANGUNAN RUMAH TAHFIZH
.
.
bismillahirrohmaanirrohiim
.
alhamdulillah wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
kami membuka kembali kesempatan amal jariyah, yaitu pembangunan rumah tahfizh di desa toya, aikmel, lombok timur.
.
foto 1 dan 2 : adalah lokasi lahan yang akan segera dibebaskan in-syaa Allah dan dijadikan tanah waqaf, dana pembebasan sudah tersedia. lokasi lahan terletak berdekatan dengan masjid habibah (foto 3).
.
tim tenaga pengajar adalah para hafizh/hafizhoh lulusan beberapa lembaga pendidikan dakwah seperti lipia jakarta, ma’had imam bukhori, dll.
.
pada tahap awal, in-syaa Allah, akan dibangun 2 kelas untuk menampung sekitar 60 santri (setara usia sd dan smp).
.
diperlukan biaya sekitar rp. 200 juta untuk membangun 2 kelas berikut kantor dan sarana penunjang lainnya.
.
saldo donasi pembangunan yang terhimpun dari para muhsinin/donatur hingga pkl. 13.00 jum’at siang 10 syawwal 1440 (14 juni 2019) mencapai rp. 161 juta atau sekitar 81% dari total anggaran pembangunan, alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat.
.
masih diperlukan : +/- rp. 39 juta
.
silahkan yang hendak berpatisipasi dalam program amal jariyah rumah tahfizh, transfer ke :
.
bank syariah mandiri
.
no. rekening : 748 000 555 9
.
an. al ilmu dana sosial
.
informasi/konfirmasi (opsional) :
0838 0662 4622
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya di hari-hari penghujung ramadhan 1440 h untuk terwujudnya generasi penghafal al Qur’an di desa toya, aikmel, lombok timur.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Teguhlah, Jangan Goyah…

Syeikh Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berpesan:

Teguhlah, jangan goyah dengan banyaknya serangan yang diarahkan kepadamu, atau banyaknya celaan atas pendapatmu.
Selama kamu di atas kebenaran, maka teguhlah, karena kebenaran itu tidak mungkin tersingkir.

Setelah itu, belalah dirimu jika posisimu lemah, karena tidak ada keadaan yang lebih rendah dari tindakan membela diri. Adapun jika posisimu kuat, maka seranglah. Dan hari-hari itu akan terus berputar.

Tapi yang paling penting, jika posisimu lemah, kamu harus teguh, dan jangan katakan: manusia, semuanya menyelisihi pendapat itu. Akan tetapi, teguhlah, karena Allah pasti akan menolong agamaNya, kitabNya, dan RasulNya di semua zaman.

Dan memang harus ada gangguan, lihatlah Imam Ahmad, dia diseret di pasar dengan hewan bagal, dan dicambuki, tapi dia tetap sabar dan teguh.

Dan lihatlah Syeikhul Islam, dia diarak di atas gerobak dan dijebloskan dalam penjara, tapi dia tetap teguh.

Selamanya tidaklah mungkin bumi bertabur banyak mawar dan bunga, bagi orang yang berpegang teguh kepada sunnah. Siapa yang menginginkan hal itu, berarti dia telah menginginkan kemustahilan.

[Syarah Annuniyyah, Syeikh Al-Utsaimin 3/270]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

da170316-0542

Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..

Memberikan pinjaman, merupakan ladang pahala yang SANGAT BESAR .. Jangan sia-siakan kesempatan ini.

=====

Diantaranya:

1. Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai nominal pinjaman sampai jatuh tempo.

2. Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai dua kali lipatnya nominal pinjaman, selama waktu penangguhan setelah jatuh tempo.

3. Mendapatkan naungan Allah di hari kiamat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ.

“Pemberi hutang setiap harinya mendapatkan pahala bersedekah (senilai piutangnya) sebelum jatuh tempo.

Maka apabila telah jatuh tempo, lalu dia memberikan penangguhan pembayaran, maka setiap harinya dia mendapatkan pahala bersedekah senilai dua kali lipat piutangnya.”

[HR. Ahmad 22537, dishahihkan oleh Syeikh Albani]

Beliau juga bersabda:

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ

“Barangsiapa menunggu orang yang kesulitan (membayar hutangnya), atau membebaskan hutangnya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya.” [HR. Muslim 3014]

Bayangkan bila Anda menghutangi 1 juta kepada orang lain .. maka anda mendapatkan pahala bersedekah 1 juta setiap harinya sampai jatuh tempo.

Bila setelah jatuh tempo dia masih sulit melunasi dan Anda memberi masa penangguhan, maka anda mendapatkan pahala bersedekah 2 juta setiap harinya sampai dia bisa melunasinya.

Ini baru piutang dengan nominal 1 juta, bagaimana bila lebih dari itu .. Belum lagi pahala naungan dari Allah di akherat kelak.

Karena Allah -azza wajalla- sudah memberikan pahala yang sangat besar dari amalan ini .. sebagai gantinya, Allah sangat murka bila akad sosial ini dikomersilkan menjadi riba.

Ayo semangat menghidupkan sunnah ini .. Jangan biarkan saudara-saudara kita terjerat riba oleh mereka yang terbiasa menari di atas penderitaan manusia.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang.. (audio oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى) 

Jadilah Seperti Butiran Gula Pasir…

Akhi Ukhti…

Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat orang lain (begitulah pesan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)

Berapa banyak manfaat yang kau berikan pada orang lain ?
Orang tuamu
Pasangan hidupmu
Keluargamu
Kerabatmu
Tetanggamu
Sahabatmu
Masyarakatmu
Dan negerimu ?

Jangan dibalik pertanyaannya, apa yang diberikan orang padaku ?

Ada yang berpesan:
JADILAH SEPERTI BUTIRAN GULA PASIR
WALAUPUN DIA TELAH LARUT DAN MENGHILANG WUJUDNYA
DIA TETAP MENINGGALKAN RASA MANIS

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Katakan Tidak Tahu Bila Memang Tidak Tahu…

Jangan sampai kita menipu dan mengkhianati saudara sendiri .. katakan: “saya tidak tahu”, bila memang tidak tahu.

Syeikh Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Seandainya ada orang bertanya tentang jalan menuju daerah tertentu, lalu kamu katakan: ‘Jalannya lewat sini’, padahal kamu tidak tahu, tentu orang-orang akan menganggap itu sebagai tindakan khianat dan menipu.

Bagaimana kamu akan mengatakan tentang jalan menuju Surga -yaitu syariat yang diturunkan Allah-, padahal kamu tidak tahu tentang itu sama sekali !”

[Ad-Dhiya’ Al-Lami’ 322]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى