Category Archives: BBG Kajian

Mengapa Engkau Diam…?

Saat engkau di mobil, atau jalan di pasar, atau duduk di kantor, atau dimanapun tempatmu, tidak mampukah engkau sekedar menggerakkan lisan… mengapa engkau diam..?!

Bukankah detik-detik yang sedang kau alami sekarang ini juga bagian dari umurmu, dan itu juga mengurangi jatah usiamu… Mengapa engkau sia-siakan dalam diam..?!

Pada momen-momen itu, isilah dengan membaca Alquran… engkau beralasan, tidak hapal quran..? … Saya yakin, engkau masih hapal Alfatehah, surat yang paling agung dalam Alquran, ulang-ulang saja Alfatehah itu, seribu kali atau duaribu kali, tidak ada yang melarangmu… mengapa engkau diam..?!

Saat engkau menunggu lampu merah, atau sedang naik angkot, atau duduk menunggu antrian, atau saat engkau bertugas sebagai satpam, atau polisi, atau tentara yang berjaga, isilah dengan istighfar… mengapa engkau diam..?!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da160116

FIQIH Ad Da’wah – 08 – ‎Sesuatu Yang Menjerumuskan Pada Kerusakan Wajib Ditutup Apabila Tidak Bertabrakan Dengan Maslahat Yang Lebih Besar

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 07 – Apa Saja Yang Haram Padahal Mampu Untuk Melakukan Yang Lainnya Maka Wajib Melakukan Yang Lainnya  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. kitab qowaaid dan dhowaabit fiqih ad da’wah.. sekarang kita masuk ke..

⚉ KAIDAH KE-8 : ‎SESUATU YANG MENJERUMUSKAN PADA KERUSAKAN WAJIB DITUTUP APABILA TIDAK BERTABRAKAN DENGAN MASLAHAT YANG LEBIH BANYAK/BESAR

Kaidah ini menunjukan bahwa setiap wasilah yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan kerusakan, dimana mafsadahnya lebih besar daripada maslahatnya wajib dilarang.

⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Majmu’ Fatawa jilid 32 halaman 228, “Setiap perbuatan yang bisa menyeret kepada yang haram, dan ini banyak terjadi.. maka itu menjadi sebab keburukan. Maka apabila tidak ada maslahat yang lebih kuat dan mafsadahnya lebih banyak, maka harus dilarang..”

Kaidah ini mempunyai dasar/dalil yang banyak.

Diantaranya Allah berfirman dalam:

⚉ Al-An’am: 108

وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan..”

Lihat..! Padahal mencaci-maki orang-orang yang menyeru selain Allah Subhanahu wa Ta’ala sebetulnya boleh-boleh saja.. Namun, ketika itu bisa menyeret kepada perbuatan yang haram, yaitu bahwa mereka akan mencaci-maki Allah gara-gara kita mencaci mereka. Dan mafsadahnya jelas lebih besar daripada mencaci-maki mereka. Maka pada waktu itu perbuatan tersebut tidak boleh dilakukan.

⚉ Juga berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam “Kenapa kita tidak membunuh orang munafiq saja wahai Rasulullah..?” (Maksudnya Abdullah bin Ubay bin Salul).

Maka Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda “Jangan sampai tersebar imej (menjadi pembicaraan orang) bahwa Muhammad ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam membunuh sahabat-sahabatnya..”

Artinya kata Syaikhul Islam rohimahullah, “Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam melarang membunuh orang-orang munafiq padahal itu maslahat. Supaya itu tidak menyeret kepada kesan yang buruk terhadap manusia bahwa Nabi Muhammad ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam membunuh sahabat-sahabatnya. Karena orang-orang munafiq ini memperlihatkan keislamannya..”

⚉ Diantara dalil juga hadits Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam yang melarang sholat diwaktu matahati terbit dan diwaktu matahari terbenam. Padahal sholat itu maslahat. Akan tetapi waktu itu adalah waktu orang-orang kafir sujud kepada matahari. Sehingga ada nilai keserupaan (kemiripan). Maka Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam melarang supaya tidak menyeret kepada tasyabbuh.

➡️ Adapun dalam dakwah, lebih banyak contoh, misalnya:

⚉ Bolehnya menterjemahkan Al Quran ke bahasa-bahasa selain Arab agar dipahami karena maslahatnya lebih besar.

⚉ Seorang muslim yang berada dinegeri kafir boleh bersekutu dengan orang kafir dalam perkara-perkara yang sifatnya lahiriyah kalau disana ada maslahat yang lebih besar.

Artinya kalau disana mereka menggunakan pakaian orang-orang kafir yang tentunya tidak bertabrakan dengan batasan-batasan yang telah dibataskan dalam Islam, untuk kemaslahatan mendakwahkan mereka kepada agama, kata Syaikhul Islam rohimahullah, boleh..

⚉ Haram hukumnya mengajarkan manusia tata cara, bagaimana caranya supaya bisa sampai kepada yang haram dengan membuat cara-cara yang dibuat-buat. Ini jelas adalah yang diharamkan dalam syariat.

Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Pahala Besar Bagi Yang Membaca 100 Ayat Al Qur’an Di Malam Hari…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى  berikut ini :

Dari Tamim Ad Dary rodhiyalahu ‘anhu berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan di shohihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

Ketika membacanya di dalam sholat-sholat sunnah malam Tahajud dan Witir, maka kita perhatikan jumlah ayat-ayat yang kita baca agar bisa meraih apa yang dijanjikan dalam hadits.

Contohnya :  membaca QS asy-Syams/91 (15 ayat) di roka’at pertama, lalu membaca QS Adh Dhuha/93 (11 ayat) di roka’at kedua, lalu salam, dengan demikian telah dibaca sedikitnya 26 ayat di sesi pertama.

Lalu lanjut sholat tahajjud 2 roka’at lagi dengan membaca surat-surat lainnya seperti QS al-Buruuj/85 (22 ayat) di roka’at pertama, lalu membaca QS al-Qodr/97 (5 ayat) di roka’at kedua, lalu salam, dengan demikian telah dibaca sedikitnya 27 ayat di sesi kedua. Total sesi 1 dan 2 sudah 26 + 27 = 53 ayat..

dan begitu seterusnya, sehingga total minimal 100 ayat, wallahu a’lam

Bagi para wanita yang sholat di kamarnya/rumahnya, termasuk sholat tarawih saat Ramadhan, dimana sholat tarawih adalah termasuk sholat malam, maka jangan lewatkan kesempatan ini. Wallahu a’lam.
.
ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…
.
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da290816-2019

Boleh Dengan Catatan

Pertanyaannya:
Apakah boleh (misalnya) merutinkan membaca sholawat, sebanyak 100 kali, setiap habis sholat Shubuh, karena ingin banyak membaca sholawat dan merasa cocok dengan waktu itu..?

Jawabannya:
Boleh dengan beberapa catatan:

1. Dia merutinkannya untuk dirinya sendiri.

2. Tidak menganggap ada keutamaan khusus pada bilangan itu untuk bersholawat.

3. Tidak menganggap ada keutamaan khusus pada waktu itu untuk bersholawat.

Hal ini karena adanya perintah untuk bersholawat secara umum .. dan perintah itu tidak mungkin diwujudkan kecuali dengan adanya waktu, dan bilangan.

Sehingga bila seseorang ingin merutinkan:
a. Dzikir tertentu.. karena ingin mendapatkan keutamaannya yang disebutkan dalam dalil yang shohih.
b. Dengan bilangan tertentu.. karena ingin menyemangati diri sampai pada target itu .. dan agar bisa rutin dalam melakukan kebaikan itu.
c. Pada waktu tertentu.. karena waktu yang pas dan longgar di waktu itu.

Maka, seperti ini tidak menjadi masalah, wallahu a’lam.

Inilah jawaban mengapa sahabat Abu Hurairah -radhiallahu anhu- merutinkan setiap hari bertasbih sampai 12,000 kali, dan kita tidak menyebutnya sebagai amalan bid’ah. [Lihat: Siyaru A’lamin Nubala’ 2/610]

Ini juga sebagai jawaban mengapa mengkhususkan hari tertentu untuk kajian bukan bid’ah .. Mengapa mengkhususkan mudik dan kumpul keluarga di hari raya bukan bid’ah .. dst.

Semoga bisa dipahami dengan baik .. silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Perekat Paling Kuat Antara Suami Isteri Bukanlah Rasa Cinta, Tapi AGAMA

Perekat paling kuat antara suami isteri bukanlah rasa cinta, tapi AGAMA

Oleh karenanya, seringkali kita melihat cinta suami kepada isteri atau sebaliknya justeru semakin besar dan memuncak, ketika keduanya membangun rumah tangganya dengan pondasi agama.

Oleh karena itulah, Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada kita untuk mementingkan faktor ini, yaitu dalam sabda beliau (yang artinya):

“Dapatkanlah isteri yang memiliki agama (yang baik); niscaya kamu akan beruntung..”

[Muttafaqun alaih; Shahih Bukhori: 5090, Shahih Muslim: 1466].

Bahkan Sahabat ‘Umar bin Khottob -rodhiallohu ‘anhu- saat menjadi khalifah pernah ditanya seorang perempuan:

“Wahai amirul mukminin, suamiku telah menyumpahku agar aku tidak berbohong, sehingga aku merasa bersalah jika berbohong, apakah aku masih boleh berbohong wahai amirul mukminin”

Maka sahabat ‘Umar pun menjawab:

“Ya, silahkan berbohong kepada kita (sebagai suami).. jika salah seorang dari kalian (para isteri) tidak suka kepada kami (para suami), maka jangan katakan (ketidak sukaan) itu kepadanya !

Karena, rumah tangga yang dibangun di atas rasa cinta itu sangat sedikit.

Namun manusia biasanya menjalin hubungan itu karena Islam, hubungan nasab, dan jiwa sosial..”

[Alma’rifah wat tarikh 1/392].

Dan hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- (yang artinya):

“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (isteri), karena jika dia membenci salah satu perangainya; dia pasti masih suka perangai yang lainnya” [HR. Muslim: 1469].

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

2004201116

FIQIH Ad Da’wah – 07 – Apa Saja Yang Haram Padahal Mampu Untuk Melakukan Yang Lainnya Maka Wajib Melakukan Yang Lainnya

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 06 – Tidak Ada Sesuatu Yang Wajib Dalam Syariat Kecuali Berdasarkan Syariat Atau Akad  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. faedah dari kitab qowaaid dan dhowaabit fiqih ad da’wah.. masuk ke..

⚉ KAIDAH KE-7 : APA-APA YANG HARAM PADAHAL MAMPU UNTUK MELAKUKAN YANG LAINNYA MAKA WAJIB DILAKUKAN YANG LAINNYA TERSEBUT DISERTAI KETIDAK MAMPUAN

Maksudnya, jika ada sesuatu yang haram dilakukan..

➡️ Contoh:
Ada orang yang sholat dengan tayammum padahal air ada dan dia bisa menggunakan air. Maka sholat dengan tayammum dalam keadaan ini adalah haram.

Namun ketika tidak mampu untuk menggunakan air dan kita mampu untuk tayammum maka pada waktu itu kita wajib bertayammum.

Kaidah ini adalah merupakan kaidah yang menunjukan akan kemudahan Islam.

⚉ Ibnul Qoyyim rohimahullah menyebutkan empat (4) macam keadaan seseorang dilihat dari sisi mampu dan tidak mampu yang berhubungan dengan badannya.. demikian pula berhubungan dengan perkara yang diperintahkan..

‎1️⃣ Seorang mukallaf mampu melakukannya dengan badannya dan mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan tersebut, maka ia wajib melaksanakannya.

Seperti orang yang mampu badannya, sehat, kuat dan yang diperintahkan adalah sholat dengan berwudhu. Maka, wajib berwudhu untuk sholat.

‎2️⃣ Badannya tidak mampu dan juga tidak mampu melaksanakan yang diperintahkan.

Contoh: Orang yang sakit dan tidak ada air. Maka pada waktu itu ia wajib tayammum dan melakukan yang sesuai dengan kemampuannya.

‎3️⃣ Badannya tidak mampu tapi dia mampu melakukan yang diperintahkan tersebut.

Seperti orang yang tidak mampu dengan badannya untuk berhaji tapi ia punya kemampuan harta. Maka pada waktu itu dia wajib untuk menyuruh seseorang menghajikan dirinya dengan hartanya tersebut.

‎4️⃣ Mampu dengan badannya tapi tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan tersebut.

Maka wajib berpindah kepada badal (penggantinya) jika ada penggantinya.

Contoh: Sudah mencari air untuk berwudhu tapi tidak ada. Berarti ia tidak mampu untuk berwudhu dengan air. Maka, pada waktu itu dia wajib berpindah kepada tayammum.

Inilah empat (4) keadaan orang yang tidak mampu atau mampu berhubungan dengan perkara yang diperintahkan.

➡️ Dalil kaidah ini banyak, diantaranya :

⚉ Allah Subhanaahu wa Ta’ala menyebutkan tentang ayat tayammum (QS An-nisa : 43)

‎فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا

“Jika kalian tidak mendapatkan air untuk berwudhu maka tayammumlah..”

⚉ Demikian pula Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sholatlah dalam keadaan berdiri, bila tidak mampu maka duduklah, jika tidak mampu maka berbaringlah diatas rusuk..” (HR. Bukhari)

➡️ Contoh dalam praktek dakwah:

⚉ Boleh menyuruh seseorang jadi imam padahal dia kurang bagus bacaannya karena tidak ada yang kemampuannya lebih bagus ditempat tersebut. Walaupun jika dibandingkan dengan yang bagus tentu dia kurang. Maka boleh pada waktu itu karena keadaannya darurat.

⚉ Ketika tidak ada khilafah diatas minhaji nubuwah, maka boleh mengangkat pemimpin yang bukan dari Quraisy yang ternyata juga tidak memenuhi syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam misalnya. Maka, pada waktu itu kita taati karena untuk menghindari mudhorot yang lebih besar.

Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

FIQIH Ad Da’wah – 06 – Tidak Ada Sesuatu Yang Wajib Dalam Syariat Kecuali Berdasarkan Syariat Atau Akad

Dari pembahasan kitab FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – 05 – Pada Asalnya Dalam Masalah Ibadah Itu Menunggu DALIL  – bisa di baca di SINI
.
=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. pembahasan dari kitab dhowaabit dan qowaaid fiqih ad da’wah..

⚉ KAIDAH KE-6 : TIDAK ADA SESUATU YANG WAJIB DALAM SYARIAT KECUALI BERDASARKAN SYARIAT ATAU AKAD

Maksudnya.. bahwa tidak wajib atas kaum muslimin sesuatupun kecuali yang diwajibkan oleh Allah Subhanaahu wa Ta’ala dengan syariat yang Allah turunkan atau dengan akad yang diizinkan oleh Allah.

➡️ Yang Allah wajibkan seperti : sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji ke baitullah, berbakti kepada orangtua, silaturahim dan sebagainya..

➡️ Yang wajib karena akad : seperti akad-akad muamallah seperti jual-beli, simpan-pinjam, sewa menyewa, demikian pula persekutuan persero dan sebagainya. Tentunya yang kedua ini syaratnya adalah diizinkan oleh syariat. Jika tidak diizinkan oleh syariat karena mengandung riba atau yang lainnya maka akad itu bathil tentunya..

Dalil daripada kaidah ini :

⚉ Qs Ash-Shuro: 21

‎أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ وَلَوۡلَا كَلِمَةُ ٱلۡفَصۡلِ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih..”

Artinya : Ini celaan terhadap kaum musyrikin Quraisy yang membuat syariat-syariat dari agama yang tidak diijinkan oleh Allah. Mereka berbuat bid’ah dalam agama.. dan ini juga celaan kepada semua yang seperti mereka. Yang membuat buat ibadah atau syariat yang tidak pernah diijinkan oleh Allah Subhanaahu wa Ta’ala.

Para ulama semua sepakat bahwa sesuatu yang wajib atas kaum muslimin itu yang Allah dan Rosul-Nya wajibkan. Bukan yang diwajibkan oleh siapapun.

Kalau ada ulama mewajibkan sesuatu tanpa dalil, maka dia tidak ada hak. Sama saja dia mensyariatkan apa yang Allah tidak diizinkan.

Contoh praktek dalam dakwah :

1️⃣ Tidak boleh mewajibkan pada manusia untuk mengikuti madzhab tertentu atau tarikat tertentu. Karena ini tidak pernah Allah wajibkan. Allah hanya wajibkan mengikuti Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Mewajibkan untuk ikut madzhab tertentu jelas membuat syariat yang tidak pernah Allah ijinkan.

Bermadzhab silakan saja, tapi untuk mewajibkan.. ini tidak boleh. Karena madzhab itu hanya wasiilah. Kewajiban kita taklid kepada Allah dan Rosul-Nya. Kalau ada pendapat madzhab yang tidak sesuai dengan dalil, kewajiban kita adalah mengikuti dalil.

2️⃣ Tidak boleh seorangpun menyelisihi syariat yang sudah jelas hanya karena mengikuti pendapat seorang ustadz atau kiyai atau madzhab atau ajengan.

Kewajiban dia adalah berusaha untuk berpegang kepada syariat.

⚉ Sebagaimana Imam Malik rohimahullah mengatakan,
“Setiap orang boleh dibuang dan boleh diambil pendapatnya kecuali Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam yang wajib kita ambil..”

⚉ Imam Syafi’i rohimahullah juga tegas mengatakan,
” Apabila pendapatku bertentangan dengan sabda Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam, yang wajib kalian ambil adalah sabda Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam dan buanglah pendapatku..”

3️⃣ Dalam mena’ati pemerintah, tidak boleh kalau ternyata bertabrakan dengan Al Quran dan hadits.

Jika aturan mereka tidak bertabrakan maka wajib kita untuk mena’atinya karena itu yang diperintahkan oleh Allah Subhanaahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari Kitab FIQIH Ad Da’wah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh ‘Abid bin ‘Abdillah Ats Tsubati.
.
.
Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – FIQIH Ad Da’wah ‘Inda Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah – Kaidah-Kaidah dan Batasan-Batasan Dalam Fiqih Berdakwah Menurut Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – At Takfiir wa Dhowabithhu – Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Berikut ini adalah kompilasi artikel ‘Nasihat Ulama’ yang pernah diposting, dan kompilasi ini akan terus di update, in-syaa Allah.. semoga bermanfaat…

GENERASI SAHABAT

Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu

Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma

  1. Hari Yang Dipilih
  2. Jangan Bermaksiat Di Bulan Haram

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu

  1. Jangan Tertipu

==============
GENERASI SETELAH SAHABAT (aphabetical order)

Abu Mu’awiyah Al Aswad rohimahullah

  1. Bagi Yang Keinginan Terbesarnya Adalah Dunia

Abu Qilabah rohimahullah

  1. Apabila Allah Memberimu Ilmu
  2. Berbaik Sangkalah

Abul Atahiyah rohimahullah

  1. Sesungguhnya Kapal Itu Tak Mungkin Berlayar Diatas Daratan

Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah

  1. Hingga Mushafpun Berdebu

Asy -Syaukani rohimahullah

  1. Suami Yang Buruk Akhlaknya

Auza’i rohimahullah

  1. Kerugian Yang Besar

Bakr bin ‘Abdillah al-Muzanii rohimahullah

  1. Salah Satu Cara Mensyukuri Nikmat Allah

Bilal ibn Sa’ad rohimahullah

  1. Bukan Tentang Kecilnya Maksiat

Bisyr bin Harits al-Haafy rohimahullah

  1. Kesempurnaan Bukan Syarat Untuk Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  2. Menyembunyikan Kebaikan

Dzun Nuun al-Misri rohimahullah

  1. Tiga Ciri Sifat Ikhlas

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah

  1. Jangan Menganggap Kecil Dosa
  2. Janganlah Kalian Tertipu Dengan Dunia
  3. Kebaikan Yang Engkau Dapatkan dari Musuhmu Lebih Banyak Dibandingkan dari Teman
  4. Memutus Harapan Dari Makhluk
  5. Menggapai Hakikat Iman
  6. Saudara Yang Sebenarnya
  7. Sesuai Kadarnya
  8. Tentang Rasa Takut dan Harap Kepada Allah Ta’ala
  9. Waspadalah Akan Dosa Di Sisa Umurmu

Hasan al Bashri rohimahullah

  1. Bersedihnya Seorang Mukmin di Pagi dan Sore Hari
  2. Dunia Itu TIGA Hari
  3. Hakikat Kehidupan Dunia
  4. Hanya Karena Allah
  5. Jauhi Sikap Menunda
  6. Mempertanggung-Jawabkan Perbuatan Sendirian
  7. Munafik Sesungguhnya
  8. Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan
  9. Solusi Pemimpin Yang Zholim
  10. Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa
  11. Terlelap Dalam Tidurnya
  12. Tidak Dapat Diukur Harganya dan Bandingannya
  13. Wahai Para Pemuda

Hatim al-Ashom rohimahullah

  1. Hati Yang Sejuk
  2. Sesungguhnya Keselamatan Hariku Adalah..

Ibnu ‘Abdil Barr rohimahullah

  1. Jangan Meremehkan Amal Sedikitpun

Ibnu As-Samak rohimahullah

  1. Apa Gunanya..?!

Ibnu ‘Aqil Al Hanbali rohimahullah

  1. Tamu dan Jamuannya

Ibnu ‘Aun rohimahullah

  1. Jangan Merasa Aman Dari Dosa-Dosamu

Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah

  1. Di Antara Hikmah Al-Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun
  2. Menghibur Teman Yang Sedang Bersedih
  3. Tanda Kebahagiaan dan Tanda Kesengsaraan

Ibnu Hibban rohimahullah

  1. Agar Lebih Banyak Mendengar
  2. Dengki
  3. Keutamaan Memaafkan Kesalahan Saudaranya
  4. Yang Lebih Besar Pahalanya Atau Dosanya

Ibnu Katsir rohimahullah

  1. Ada Apa Dengan Bulan Dzulqo’dah..?
  2. Balaslah Salam Dengan Yang Lebih Baik
  3. Bersabar Menghadapi Musibah
  4. Ketaatan Adalah Barometernya

Ibnu Qudamah al-Maqdisy rohimahullah

  1. Mencari Seseorang Yang Bersih Dari Kekurangan
  2. Ridho Yang Membinasakan

Ibnu Rojab rohimahullah

  1. Akibat Dari Dzikir
  2. Berlomba Untuk Menjadi Yang Terdepan Dalam Beramal
  3. Ciri-Ciri Orang Yang Jujur
  4. Jangan Hinakan Diri Dengan Kemaksiatan
  5. Masa Muda Itu Pendek
  6. Tawakal Yang Hakiki

Ibnu Syaqiq rohimahullah

  1. Keutamaan Sedekah Air

Ibnu Taimiyah rohimahullah

  1. Agar Jiwa Menjadi Suci dan Sholih
  2. Akibat Terbiasa Menentang Syariat Dengan Akalnya
  3. Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah
  4. Etika Membawa Anak Ke Masjid
  5. Fitnah Itu Ada DUA Sebab
  6. Hati Yang Terpaut Dengan Dunia
  7. Istighfar Merupakan Kebaikan Terbesar
  8. Karena Semua Adalah Milik Allah
  9. Lebih Baik
  10. Niat

Ibnul Jauzi rohimahullah

  1. Jangan Sampai Anda Salah Sangka
  2. Lebih Baik Dari Rencanamu
  3. Menjaga Lisan
  4. Paku Dosa
  5. Untuk Dilewati Bukan Dimiliki

Ibnul (Abdullah bin) Mubarok rohimahullah

  1. Bersabarlah
  2. Mereka Yang Terhalang Dari Ilmu
  3. Meskipun Aku Tidak Termasuk Dari Mereka
  4. Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Ibnul Qoyyim rohimahullah

  1. Adab Seseorang
  2. Ajarkan TAUHID Sejak Anak Usia Dini
  3. Akibat DUA Perkara
  4. Akibat Mencintai Dunia Secara Berlebihan
  5. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #1
  6. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #2
  7. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #3
  8. Bagaikan Mimpi Ketika Tidur
  9. Empat Hal Yang Bisa Menjadi Sebab Datangnya Rezeki
  10. Hal Yang Menghancurkan Amal
  11. Jangan Khawatir Dengan Rezeki
  12. Jangan Sia-Siakan Cinta Allah
  13. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat
  14. Keuntungan Yang Paling Besar
  15. Kurang Peduli Dengan Urusan Akhirat
  16. Keberuntungan Terbesar Di Dunia Ini Tatkala..
  17. Landasan Setiap Kebaikan
  18. Luas Dan Sempitnya Rezeki Bukan Ukuran Kemuliaan Ataupun Kehinaan
  19. Mencintai Dunia Secara Berlebihan
  20. Menundukkan Pandangan Dari Keharaman
  21. Menyia-nyiakan Waktu
  22. Mereka Yang Tidak Girang Dengan Urusan Iman
  23. Nikmat Yang Mengiringi Cobaan
  24. Orang Yang Busuk dan Orang Yang Baik
  25. Para Saksi Saat Berdzikir
  26. Pokok Semua Kesalahan Ada TIGA
  27. Saudara Kandung Kemenangan
  28. Sedekah Di Hari Jum’at
  29. Sifat Rendah Hati
  30. Sungguh Menakjubkan
  31. Tidak Bisa Bersabar Dalam Menghindari Maksiat
  32. TIGA Perbuatan Indah
  33. Ucapan Adalah Tawanan Hingga..
  34. Yang Menghalangi Pahala
  35. Waspadalah

Imam asy-Syafi’i rohimahullah

  1. Cukup Bagimu

Ja’far bin Muhammad rohimahullah

  1. Tidaklah Sempurna Perbuatan Baik Kecuali Dengan TIGA Perkara

Kholid bin Ma’dan rohimahullah

  1. Menceritakan Semua Yang Dilihat

Malik bin Anas rohimahullah

  1. Allah Akan Bukakan Hati Orang Yang..

Malik bin Dinar rohimahullah

  1. Akibat Berbicara Hal-Hal Yang Tidak Bermanfaat
  2. Jangan Terlena Dengan Dunia
  3. Perumpamaan Orang Mukmin
  4. Tujuan Kehidupan

Muhammad bin Ka’ab rohimahullah

  1. Jangan Berteman Dengan Teman Seperti Ini

Muhammad bin Sirin rohimahullah

  1. Orang Yang Paling Banyak Kesalahannya
  2. Tidak Pernah Hasad

Qotadah rohimahullah

  1. Ancaman Bagi Mereka Yang Menjadikan Dunia Tujuan Hidupnya
  2. Mereka Yang Bersama Malaikat

Sahl bin Abdillah at-Tustury rohimahullah

  1. Hanya Orang Yang Jujur Imannya

Sa’id ibn Jubair rohimahullah

  1. Hakikat Takut dan Dzikir

Sa’id bin Musayyab rohimahullah

  1. Manusia Lebih Hina Dari Dunia

Salamah bin Dinar rohimahullah

  1. Akibat Dari Bersihnya Hati
  2. Lihatlah Apa Yang Engkau Inginkan Bersamamu Di Akhirat
  3. Nikmat Yang Membinasakan

Sufyan ats-Tsaury rohimahullah

  1. Hakekat Cinta Karena Allah
  2. Menyegerakan Amal Kebaikan

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahullah

  1. Keutamaan Menjaga Waktu
  2. Sedekah dan Do’a Bermanfaat Bagi Orang Yang Hidup Maupun Yang Mati
  3. Tetap Membutuhkan Hidayah

Syaikh Abdurrohman Assa’diy rohimahullah

  1. Ejekan Manusia Kepadamu Tidak Akan Membahayakanmu, Kecuali…

Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafizhohullah

  1. Janganlah Meremehkan Pintu Kebaikan Yang Dibuka Untuk Orang Lain
  2. Pahala Membangun Masjid

Syaikh Ali Musthofa Tanthowy rohimahullah

  1. Betapa Anehnya
  2. Didiklah Anak Dengan Tanggung Jawab Sejak Dini

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rohimahullah

  1. Adakah Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah..?

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah

  1. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  2. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  3. Bertambah Kesulitan, Bertambah Pula Keimanannya
  4. Cukup Bagimu
  5. Do’a Yang Terkandung Dalam Ucapan Salam
  6. Ikhlas Itu Berat
  7. Jagalah Lisanmu
  8. Kafarat Ghibah
  9. Kebanyakan Orang Menyia-nyiakan Waktu
  10. Kerugian Yang Nyata
  11. Larangan Duduk Bersandar Dengan Tangan Kiri
  12. Melalaikan Ibadah Di 10 Hari Awal Dzulhijjah
  13. Memanfaatkan Sisa Umur Yang Ada Untuk Beramal Sholih
  14. Sedekah Sebagai Naungan
  15. Wajib Bagimu Untuk Memperhatikan Hatimu
  16. Yang Lebih Baik Dari Dirham

Syumaith bin ‘Ajlan rohimahullah

  1. Letak Kekuatan Seorang Mukmin

‘Urwah ibnu az-Zubair rohimahullah

  1. Waspadai Kemaksiatan

Wahb bin Munabbih rohimahullah

  1. Memujimu Dengan Sesuatu Yang Tidak Ada Padamu
  2. Tanda Hasad

Walid bin Qois rohimahullah

  1. Yang Banyak Hartanya

Yahya bin Mu’adz rohimahullah

  1. Bertaubatlah
  2. Hendaknya Seorang Mukmin Mendapati Tiga Hal Ini Dari Anda
  3. Isi Hati
  4. Pentingnya Hati Yang Selamat

Lainnya

  1. Mengetahui Keburukan

Merenungi Kehidupan Dunia

Hidup di dunia bagaikan kapal yang berlayar di atas lautan..

Kapal itu dapat berlayar bila ia tidak dipenuhi air laut..
Bila dipenuhi air laut maka akan tenggelam..

Demikian pula hidup di dunia..

Kita akan dapat berlayar menuju akherat..
Bila hati tak dipenuhi cinta dunia..
Namun bila hati dipenuhi cinta dunia..
Ia akan karam dan terombang ambing dalam lautan syahwat dan hawa nafsu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى