Category Archives: Abu Fairuz Ahmad Ridwan

Seni Kehidupan…

Kehidupan di dunia ini, penuh dengan lika-liku dan pernak-pernik yang tak selalu indah, kan menjadi indah bilamana disikapi dengan hati yang lapang.

Anak yang terkadang menyebalkan, istri yang rewel, suami yang kurang tanggap, mertua yang tak bersahabat, partner bisnis berkhianat, tetangga yang usil, kawan kerja pemalas…dst, kan membuat kemarahan memuncak, stress, luka dan duka mendalam di hati, bilamana tak dihadapi dengan kesabaran yang tak berbatas.

Mudah memaafkan ketergelinciran orang lain, adalah seni hidup yang akan membuat hatimu menjadi bahagia, lapang dada dan suka cita.

Manakala setiap kesalahan dan kekeliruan orang tak bisa kau terima dan maafkan, pastilah hatimu kan hancur lebur, remuk-redam dalam kegalauan yang tak berkeputusan.

Manalah ada manusia yang sempurna selamat dari kesalahan dan kekhilafan. Manakala hati kau selalu sibukkan untuk terus mengingat kesalahan orang padamu niscaya kan membuatmu letih.

Orang cerdas adalah orang yang tidak gampang baper menghadapi perkara remeh temeh yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan dan dimasukkan ke dalam arsip hatimu, untuk menjaga agar qolbumu tetap lapang tidak sempit dan sumpek.

Orang bijak tak kan mau berkutat, memusingkan diri dengan keteledoran anak istrinya, keluarga maupun tetangganya, karena akan merubah kegembiraan harinya menjadi hari yang penuh duka dan luka.

Berkata Imam Ahmad Bin Hambal yang maknanya lebih kurang : ”9/10 dari perangai mulia adalah tidak mengambil pusing segala yang remeh temeh”

➡️ Seni kehidupan itu adalah mampu memaafkan orang yang bersalah padamu, membalas keburukannya dengan kebaikan, menukar kebencian dan dendam kesumat padanya dengan ampunan, meski ia adalah perkara yang tak ringan.

Kita memang harus lebih banyak bercermin dari teladan para Nabi dan orang-orang Sholeh. Bagaimana mereka mampu membahagiakan hati mereka dengan memaafkan orang-orang yang jahat dan buruk sikap terhadap mereka.

Lihat betapa jahat dan zalimnya saudara-saudara Nabi Yusuf yang membuangnya dalam sumur yang dalam, hanya karena cemburu. Membuat Yusuf kecil dijauhkan dari keluarga, diperjual belikan sebagai hamba sahaya, difitnah wanita dan masuk penjara bertahun-tahun.

Lihat pula apa balasan Yusuf terhadap mereka tatkala ia berada di puncak kekuasaan, “Tidak ada balas dendam terhadap kalian pada hari ini, semoga Allah memaafkan kalian”

Belajar dari Baginda Nabi Muhammad yang didustakan kaumnya, diembargo, diusir dari kampung halamannya, bahkan hampir terbunuh…

Tatkala Beliau masuk ke Kota Mekah sebagai penakluk, dan tatkala Quraisy menjadi makhluk yang hina dina menunggu keputusan Muhammad untuk mereka. Di hadapan ribuan Kafir Quraisy ia berpidato: ”hari ini aku akan berkata kepada kalian sebagaimana Yusuf berkata kepada sauadara-saudaranya yang zalim ‘tidak ada balas dendam di hari ini, semoga Allah memaafkan kalian’, pergilah kalian kemanapun kalian mau sungguh seluruh kalian telah kubebaskan”

Betapa kejahatan gembong munafik Abdullah bin Ubay bin Salul, pembuat onar dan makar, penyebar fitnah dan pengadu domba, namun tatkala mati Nabi tetap menyolatkan jenazahnya. Umar sempat sewot dan menarik baginda Nabi sambil berkata: ”bagaimana anda sholatkan ia padahal ia orang munafiq ?” Nabi menjawab: ”aku disuruh Allah pilih antara menyolatkan ataupun tidak menyolatkannya, demi Allah bila kutau Allah akan mengampuninya manakala aku berdo’a untuknya lebih banyak dari tujuhpuluh kali, niscaya kan aku lakukan”

Allahu akbar, sungguh betapa besar dan mulia nya jiwa-jiwa orang yang mampu memaafkan musuhnya manakala ia sanggup menghabisinya dan melampiaskan amarahnya.

Wallahul musta’an.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

TIPS Sehat…

Penyakit raga itu sebagian besarnya- setelah disebabkan makanan yang menghilangkan kestabilan hararah dan rutubah dalam tubuh-berpangkal dari penyakit yang bersarang di Qalbu.

Apa yang dibilang stres, depresi, frustasi semua bermula dari penyakit qalbu yang tidak sepenuhnya mengimani garis takdir yang telah ditentukan Allah, akibat dari ambisi dunia yang tak kesampaian.

Ambisi dunia adalah samudera tak bertepi yang menghanyutkan banyak orang, yang berasal dari muara tahta, harta dan wanita.

Apa yang disebut diabetes, darah tinggi, jantung koroner, gagal ginjal, kanker payudara, kanker tulang, setelah faktur pola makan yang tak baik adalah dampak dari suasana hati yang tak baik pula.

Hati yang bergejolak dengan badai iri, hasad dan dengki, ujub, sombong, memiliki peran besar menjungkir balikkan dan merusak kesehatan raga.

Tak salah Nabi kita menyebutkan “sungguh dalam jasad ini ada segumpal daging, bilamana ia baik akan baik pulalah seluruh jasad, dan bila ia rusak maka rusak pulalah seluruh jasad, dialah qalbu.”

Menyehatkan hati dengan qana’ah, ridho atas ketentuan Allah, zikir, membaca Alquran, ibadah sholat, sedekah, menimba ilmu, menjalin silaturrahm, memasukkan kegembiraan pada orang lain adalah tips menjur menjaga kesehatan raga.

Iringi pula dengan menyedikitkan makan, silahkan menyantap segala makanan yang baik-baik selama tidak berlebihan, Kata Allah: ”makanlah dan minumlah tapi jangan berlebihan”

kata Nabi: ”tidak pernah anak adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari memenuhi isi lambungnya, bilamana harus hendaklah ia memberikan sepertiga porsi untuk makannya, sepertiga kedua untuk minumnya dan sepertiga akhir untuk nafasnya”

Tips sehat terakhir, jangan tinggalkan ruqyah syar’i bilamana kau merasa ada di tubuhmu masalah, dengan mendawamkan zikir pagi dan petang…

Silahkan mencoba !!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Mutiara Hikmah…

Jika setiap omongan orang yang kau dengar, kau kumpulkan laksana batu-batu kecil yang membentuk gunung dan kau pikul di atas pundakmu, niscaya gunung itu kan menghancurkan pundakmu.

Tetapi jika omongan tersebut kau kumpulkan dan kau susun menjadi benteng yang kokoh di bawah kakimu, niscaya dirimu kan berdiri tegar di atasnya menatap dunia yang luas.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Mereka Selebriti Langit…

Alangkah banyaknya orang-orang yang bermimpi menjadi selebritis yang terkenal di dunia, diketahui khalayak ramai, dipuja dan tersohor namanya di mana-mana menjadi perhatian media elektronik dan media massa.

Cita-cita mereka yang tertinggi, tatkala menjadi artis ternama, maupun bintang film. Bahkan dikalangan da’i dan penutut ilmu juga tidak sedikit tejangkiti virus ingin tenar dan jadi selebriti.

Segala daya dan upaya dikerahkan untuk mencapai target hidupnya,sebagian nekat dengan jual diri demi jadi artis terkenal, dan nekat jual agama demi ketenaran dan popularitas.

Subhanallah, apalah guna jika seseorang terkenal di dunia tapi dilupakan di langit ??

⚉  Seorang lelaki melewati Rosulullah-shollallahu ‘alaihi wa sallam-maka beliau bertanya pada para sahabat:

مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا؟. قَالُوا: حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ يُسْتَمَعَ. قَالَ: ثُمَّ سَكَتَ. فَمَرَّ رَجُلٌ مِنَ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ: مَا تَقُولُونَ فِي هَذَا؟. قَالُوا: حَرِىٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ لاَ يُنْكَحَ وَإِنْ شَفَعَ أَنْ لاَ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ لاَ يُسْتَمَعَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: هَذَا -أي: الثاني الفقير المغمور- خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِثْلَ هَذَا.متفق عليه

‘apa pandangan kalian tentang orang ini ?’ mereka menjawab: ‘orang ini seandainya meminang wanita pasti akan diterima pinangannya, seandainya memohon syafaat pasti akan diterima syafaatnya, seandainya berbicara akan didengarkan omongannya’, maka Rasulullah terdiam. Tak berapa lama lewatlah salah seorang dari kaum muslimin yang fakir, maka Rosulullah kembali bertanya: ‘apa pandangan kalian tentang orang ini ?’ Mereka menjawab: ‘orang ini seandainya meminang akan ditolak lamarannya, jika memohon syafaat, tidak akan dilayani dan jika berbicara tidak akan didengar.’ Rosulullah menjawab: ‘orang ini lebih baik satu dunia daripada orang yang pertama.’ [ Muttafaq ‘alaihi ]

⚉  Berkata Ibrahim an-nakh’i dan Hasan Bashri, rohimahumallah :

“كفى بالمرء شرًّا أن يُشار إليه بالأصابع في دين أو دنيا إلا من عصم الله”.

‘sungguh seseorang dalam kejelekan tatkala orang-orang orang mengacungkan jari-jari telunjuk mereka padanya dalam hal agama ataupun dunia, kecuali orang-orang yang dipelihara Allah.’

⚉  Berkata Fudhail bin Iyadh, rohimahullah :

“إن قدرت أن لا تـُعرف فافعلْ وما عليك إن لم يُثنَ عليك، وما عليك أن تكون مذمومًا عند الناس إذا كنت عند الله محمودًا”.

‘seandainya kalian mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah, tiada sedikitpun dosa seandainya kalian tidak pernah dipuji,dan tidak juga menjadi masalah jika kalian dicela manusia selama kalian dipuji Allah.’

⚉  Berkata Mukhallad bin Hasan, berkata Ayyub :

ما صدق عبد قط فأحب الشهرة

‘tidak pernah selamanya ada seorang hamba yang jujur yang mencintai ketenaran.’

⚉  Berkata Sufyan Tsauri rohimahullah :

“السلامة في أن لا تُحِب أن تعرف

‘keselamatan itu ada ketika seseorang tidak menginginkan ketenaran’

Dia juga berkata:

“واحذر حب المنزلة فإن الزهادة فيها أشد من الزهادة في الدنيا”.

‘waspadailah sifat ingin mencari kedudukan, sebab zuhud terhadap perkara ini lebih dahsyat daripada zuhud terhadap dunia’

⚉  Berkata Abdullah bin Mubarak rohimahullah, Sufyan Tsauri berpesan padaku:

” إياك والشهرة، فما أتيتُ أحدًا (أي من العلماء) إلا وقد نهى عن الشهرة”.

‘hindarilah mencari popularitas, tidak seorangpun dari ulama yang pernah kudatangai kecuali mengingatkan agar meninggalkan keinginan untuk tenar.’
Sufyan juga menuliskan pesan padaku: ‘Sebarkan ilmumu dan hindari popularitas.’

⚉  Dari Fudhail bin Muhalhal rohimahullah, dia berkata :

“قال لي سفيان فيم السلامة؟ قلت: أن لا تعرف. قال: هذا ما لا يكون، ولكن السلامة في أن لا تحب أن تعرف”:

pernah Sufyan tsauri bertanya padaku, ‘bagaimana jalan keselamatan ?’ Aku menjawab: ‘ketika engkau tidak inggin dikenal,’ dia menjawab, ‘hal itu mustahil, tetapi jalan keselamatan adalah tatkala engkau tidak memiliki ambisi untuk dikenal.’

diantara bentuk ungkapannya:

“مَن أَحَبَّ أن يُذكَر لم يُذكرْ، ومَن كره أن يذكَر ذُكِر

‘barang siapa yang ingin terkenal maka tidak akan dikenal, dan barang siapa yang dan tidak ingin dikenal, akan terkenal.’

⚉  Berkata Bisyir bin Harits, rohimahullah :

لا أعلم رجلاً أحبَّ أن يُعرف إلا ذهب دينه وافتضح

‘tidak ada seorangpun yang kukenal gila popularitas kecuali akan luntur agamanya dan akan dipermalukan.’ Dia juga berkata:

لا يجد حلاوة الآخرة رجل يحب أن يعرفه الناس

‘tidak akan mendapatkan manisnya negeri akhirat bagi orang-orang yang ingin dikenal manusia.’

⚉  Berkata Almarwazi, rohimahullah

“قال لي أحمد: قل لعبد الوهاب: أخملْ ذكرك فإني أنا قد بليت بالشهرة”.

Imam Ahmad berkata padaku: ‘hindari popularitas, sebab aku benar-benar telah diuji dengan ketenaran’

Untuk mencari popularitas terkadang seseorang nekat melakukan perbuatan yang terkutuk –na’uzubillah min dzalik– dikisahkan ada seseorang yang tertangkap ketika berusaha mengencingi sumur zam-zam, maka orang beramai-ramai menangkapnya dan bertanya padanya apa motifasinya nekat melakukan itu, maka dia menjawab: ‘aku ingin menjadi orang yang terkenal’na’uzubillah min dzalik, nekat dikenal walaupun dengan laknat.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Bila Apa yang Kau Tuliskan Dicela…

Sobat..
Tak perlu begitu sedih ketika apa yang kau tulis dan share didustakan orang, dilecehkan maupun dikomentari miring…
Itu hak mereka…
Nabi saja tidak lepas dari celaan dan kecaman…
Apalagi dirimu…

Jika takut dengan komentar dan celaan, lebih baik tak masuk ke dalam dunia maya, karena jejaring sosial bagaikan jalan raya yang dilintasi semua kendaraan, semua orang dengan segala macam kepentingan.

Jangan pernah berharap semua orang akan memberikan kata “like” dengan apa yang kau goreskan… itu mustahil…

Lebih penting dari itu adalah memperbaiki niatmu, untuk apa dan untuk siapakah engkau menulis dan menshare…
Sekiranya hanya untuk menunjukkan bahwa engkau hebat, engkau berilmu, maka urungkan niatmu…

Sekiranya tujuannya hanyalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya folower dan menyeru manusia kepada dirimu, maka mundurlah dan batalkan keinginanmu…

Setelah niatmu benar…
Selanjutnya lihat dan perhatikan dengan baik konten yang kau tulis, jangan sampai apa yang kau tulis menyelisihi apa yang tertera dalam Quran dan Sunnah Nabimu, pilihlah bahasa yang santun, hindari penyebutan nama, institusi sekiranya mendatangkan kemudaratan yang lebih besar…

Setelah itu berserahlah pada Allah, semoga saja satu dua orang bisa mendapat petunjuk karenamu akan lebih berharga dari unta merah bahkan dunia seisinya…

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Di Museumkan…

Akan datang masanya jantung yang ada di dada kan berhenti berdegub…

Akan tiba waktunya denyut nadimu kan melemah untuk kemudian mengakhiri kerjanya berdetak..

Kala itu kau bukan siapa-siapa lagi, tak punya apa-apa lagi…

Kenangan tentangmu kan punah seiring dengan pergantian hari dan bulan..

Harta, pangkat, jabatan bahkan mungkin istrimu kan pindah ke orang lain..

Villa, istana dan kendaraanmu telah pula diisi orang lain..

Dengan pergantian tahun arsip tentangmu kan dilipat, disimpan dan dimuseumkan…

Buatlah persiapan untuk kedatangan hari itu,
Pastikan bahwa hanya amalan sholeh yang abadi menemanimu hingga hari berbangkit.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/abufairuzcom/

Gelorakan Cintamu…

Cinta ibarat tanaman yang harus terus disirami, dipupuk, dijaga dan dilindungi dari berbagai pengganggu.

Cinta yang besar lambat laun kan mengecil, memudar dan sirna ketika tidak pernah dinyalakan dengan api kerinduan, tegur sapa, perhatian dan puji-pujian pada pasangan.

Jika ada agama, buhul cinta (mawaddah) bisa saja hilang atau menipis, namun rumah tangga kan tetap bertahan rumah selama masih ada buhul kasihan( rahmah) dan masih tegak tongkat penyangga hak, kewajiban dan tanggung jawab antara kedua pasangan.

Namun dapatkah disamakan keindahan rumah tangga yang dibangun dengan dua buhul cinta dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah) dengan rumah tangga yang hanya bertahan dengan satu buhul rahmah saja?

Tentu tidak, dua buhul yang mengikat kan lebih kuat daripada satu buhul saja, apalagi buhul yang satu itupun tidak lagi sempurna bila mengering dan mengelupas di makan zaman.

So, gelorakan cinta dalam mahligai rumah tanggamu, hidupkan pujian dan sanjungan, rangkai kata-kata yang indah, bingkailah cintamu dengan kerinduan, harapan dan pengorbanan. Jangan biarkan ia layu, mengering dan mati ditelan pergantian musim dan perubahan waktu.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Cinta dan Rindu…

⚉  CINTA
Cinta tidak hanya monopoli raja-raja, para pangeran, bangsawan, pejabat maupun orang-orang kaya, tapi ia juga bisa hadir menjadi milik para hamba sahaya, orang-orang fakir dan miskin tak bersuku dan berbangsa.

Ia hadir di istana-istana megah, villa-vila nan indah, apartement dan rumah-rumah nan mewah, tapi dapat pula menghuni gubuk-gubuk derita, rumah-rumah reot sempit dan kumuh berselimut duka.

Cinta tak kenal perbedaan usia, bangsa, warna, rupa dan bahasa. Bak samudera nan luas membentang semua makhluk berserikat untuk dapat mereguk dan mengambil manfaatnya.

Cinta hakiki itu bersifat abadi, takkan lekang ditelan masa, takkan hilang berganti musim, tak kan lenyap bersama terkuburnya jasad, bercerainya tubuh antara sahara dan benua, setia mengalir layaknya darah yang mengalir dalam tubuh, terus berpacu bersama detak jantung dan denyut nadi manusia.

Cinta yang hakiki kan berlanjut meski bumi telah hancur binasa, langit telah runtuh tak bersisa, matahari dan bulan dikumpulkan dan dibenturkan antara keduanya.

Kiamat tak kan mampu menjadi penghalang orang-orang yang bercinta, bahkan kiamat itu pula menjadi penyebab bersatunya jasad mereka di taman-taman surga.

⚉  RINDU
Rindu adalah efek dari deburan ombak cinta yang menghantam pantai hati, Gelombang cinta yang melahirkan riak-riak dan suara menggemuruh yang memecah bibir daratan qalbu. Dimana ada cinta, disitu kan terlahir rindu. Semakin kuat kecintaan kan semakin kuat kerinduan.

Rindu pada sang kekasih, adalah keniscayaan yang terkadang meruntuhkan dinding sabar, membuat air mata berurai, wajah memucat dan tubuh mengurus. Hanya Allah jualah tempat mengadu.

Rindu terlarang adalah kerinduan pada orang-orang yang tidak halal untuk dirindu.

Hidup ini penuh dengan pernak-pernik, sarat dengan kenangan dan kejadian. Ada kenangan masa jahiliyah yang tak boleh dikenang kecuali dengan istighfar, taubat dan amal sholeh.

Kelebat bayang makhluk-makhluk istimewa yang dahulu pernah punya hubungan dengan anda, menenun hari-hari indah bersamanya kemudian merenda bulan menjadi tahun, tanpa disadari terkadang menyeruak kembali muncul ke alam sadar.

Ketika itu terjadi, hentikan petualangan alam fikirmu, kembalilah ke alam nyata dan katakan :

 “QODDARALLAH MA SYA’A FA’AL” (semua telah menjadi takdir Allah, kehendakNya jualah yang akan terjadi.)

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Orang Jujur dan Pendusta…

Dalam kitab syarhu Al-Aqidah al-Asfahaniyyah, Ibnu Taimiyah berkata:

“الصادقون يدوم أمرهم، والكذابون ينقطع أمرهم، هذا أمر جرت به العادة وسنة الله التي لن تجد لها تبديلا”.

شرح العقيدة الأصفهانية (٢٠٣)

“Orang -orang jujur kan senantiasa berkekalan urusan mereka, sebaliknya para pendusta kan terputus segala urusan mereka , begitulah ketentuan yang telah digariskan, sunnatullah yang tidak akan pernah berubah”.

Bila anda menjumpai orang yang tidak jujur dan amanah dalam tingkah laku, maupun perkataan mereka, maka tunggulah masa kehancurannya.

Hanya orang dungu yang mau ditipu berkali-kali, Orang berakal takkan mau ditipu dua kali.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Tiada Yang Tetap…

Di dunia ini tiada yang tetap, segalanya kan berubah. Jikalah ada yang tetap maka dialah “perubahan”.

“Berubah itu yang menjadi ketetapan..”

Jika musim hujan telah berakhir, datanglah musim kemarau,
jika terang siang berakhir datanglah gelapnya malam,
tiada banjir yang abadi kecuali akan mengering,
tiada lautan yang surut kecuali akan datang pasang,
tiada tangisan yang mengalir kecuali berganti tawa,
tiada derita kecuali berganti bahagia,
tiada pertemuan yang kekal kecuali kan datang perpisahan..

“Segala yang didunia ini fana dan berubah..”

Jika hari ini dialah kekasih anda, maka tidak mustahil esok menjadi musuh bebuyutan.
Jika hari ini ialah teman setia, besok lusa dia berkhianat..

“Jika pagi ini ia beriman, boleh jadi esok petang dia menjadi kafir..”

Ada mantan preman yang tobat,
ada juga mantan santri yang murtad,
ada mantan pendeta dan ada pula mantan ustadz,
ada mantan istri dan ada pula mantan suami..

Seorang mukmin hendaklah senantiasa berubah kepada yang lebih baik dalam segala sisi kehidupannya. Berubah untuk lebih sholeh, lebih santun, lebih gairah menimba ilmu, lebih giat dalam berinfaq, lebih gigih dalam berdakwah, lebih semangat berkorban untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin…

Bukan lagi masanya berleha-leha,
bukan waktunya untuk tidur lelap,
bukan lagi zamannya bersantai-santai..

“Siapa yang ingin menyingsing fajar, harus mau berjalan malam..”

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.