Category Archives: Abu Fairuz Ahmad Ridwan

Dakwah Itu IBADAH…

Karena ia ibadah, maka metodenya baku tak menerima kreasi maupun innovasi. Segala kreasi baru dalam ibadah tidak akan pernah mampu membangun kembali kejayaan Islam…

Apapun nama dan sebutannya berupa ”dakwah gaul” dengan mencampur adukkan yang haq dan batil, antara dakwah dan musik, antara dakwah dan film religi, antara dakwah dan seni menari……..

pasti kan menemukan jalan buntu, meski terlihat sesaat hebat, modern, namun kan segera hilang tenggelam di telan masa..

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

Tantangan Dakwah…

Dakwah itu penuh tantangan…

1. Baik dari diri sendiri.. seperti tantangan riya, ujub, hubbuz zhuhur, tafawwuqul Aqran dan lain-lain.
2. Baik dari rival yang seprofesi, disebabkan hasad, iri dan dengki, fanatik maupun ta’assub pada individu, tokoh, yayasan maupun perkumpulan tertentu…
3. Dari musuh-musuh dakwah, ahlul ahwa wal bida’…

Solusinya:

1. Berjuang untuk mengikhlaskan niat lillahi ta’ala semata, dengan terus menterapi penyakit-penyakit hati semisal ujub, bangga, riya dst..

2. Terus menerus bergantung pada Allah, berdoa padaNya agar diberikan keikhlasan dan taufiq, dijauhkan dari kejelekan diri dan syaitan.

3. Berusaha semakin memperbagus akhlak dalam berinteraksi dengan sesama teman para da’i dengan berhusnuz zhan pada mereka, mengalah dan bersabar dengan perangai mereka, tetap berupaya membina hubungan dan persahabatan dengan mereka.

4. Mencari akar permasalahan dalam dakwah, setelah tau baru berusaha mencarikan jalan keluarnya.

5. Banyak meminta nasehat dengan para senior yang telah mendahui kita dalam berdakwah.

6. Barusaha untuk senantiasa mengajak mereka bermusyawarah dalam menghadapi berbagai problematika dakwah..

Wallahu a’lam…

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

Penawar Hati Yang Galau…

Sahabat…
Ku tau piranti hatimu berserpih-serpih, tatkala mimpi-mimpi yang kau semai diladang harap, hanyalan menuai kekecewaan demi kekecewaan.

Menyelami samudera hati seseorang yang kau harap , ternyata lebih pelik dari menyelami dasar samudera yang berjejak. Dalam lautan dapat diduga, namun samudera hati siapa yang tau.

Sahabat…
Kesalahan fatalmu adalah terlalu berharap pada kenaifan makhluk dan lupa bersandar pada kehebatan Sang Pencipta-pemilik samudera cinta-yang telah punya skenario dan perhitungan yang maha bijak dan adil untukmu.

Selami samudera cinta-Nya, niscaya kan kau dapati lezatnya buah iman dalam qalbumu yang dapat mengikis habis segala harapmu pada percikan gelombang cinta makhluk yang membentur pantai hatimu.

Obati luka-luka kekecewaan hatimu dengan istighfar dan taubat, basuh ia dengan munajat..

Yakinlah Zat yang MahaTau apa yang tersirat dan tersurat dari garis takdirmu, takkan memberikan padamu kecuali makhluk yang memang layak dan sesuai untukmu.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

Gigih Dalam Urusan Dunia, Lalai Dalam Urusan Akhirat…

Orang-orang yang menyibukkan dunia dengan sesuatu yang akan bermanfaat untuknya kelak di sisi Allah Ta’ala, mereka adalah orang-orang yang beruntung, baik di dunia dan di akhirat. Dia beruntung di dunia karena menyibukkan diri dalam amal kebaikan. Demikian pula, dia beruntung di akhirat karena telah membekali diri dengan berbagai amal shalih.

Allah Ta’ala berfirman dalam banyak ayat Al-Quran,

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا .

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu.” (QS. Luqman [31]: 33)

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala melarang kita untuk terperdaya dengan kehidupan dunia. Dia tertipu dengan dunia, sehingga sia-sialah waktunya, terluput dari berbagai amal shalih, karena dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Dia habiskan dunia ini, siang dan malam, hanya untuk mengumpulkan harta saja atau hanya untuk berlomba-lomba dalam teknologi. Hal ini sebagaimana kondisi orang-orang kafir saat ini. Mereka habiskan dunia ini untuk sesuatu yang tidak abadi.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh memanfaatkan dunia ini dan kemajuan teknologi di dalamnya. Akan tetapi, hendaknya dia manfaatkan ini semua untuk membantu ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى.

Lelaki Sejati…

Lelaki sejati adalah lelaki yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga..

Yang siap mengayomi istri dan anak-anaknya…

Siap bekerja keras demi mengemban tanggung jawab atas keluarganya..

Tidak bergantung dengan mata pencarian istrinya, apalagi numpang hidup dengan istrinya..

Duhai para lelaki, dikau adalah pemimpin, semoga sukses selalu dalam mengarungi samudera pernikahan yang terkadang berombak dahsyat, dapat menenggelamkan bahteramu, jika kau tak arif dalam mengemudi.

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

#abufairuznasehatpernikahan

Tak Perlu Terlalu Banyak Tau…

Perkara yang akan membuat damai hati dan menentamkan jiwa adalah fokus memperhambakan dirimu kepada Allah Rabbal Alamin.

Adapun perkara yang membuat tercerai berainya hati adalah terlalu banyak tau dan selalu mau tau tentang apa yang ada pada manusia.

Semakin kau kuakkan pandangan matamu lebar-lebar, semakin sempit hidup yang kau rasakan, tatkala “jelalatan”matamu membentur semua sisi di sekelilingmu.

Lihat istri orang cantik rupawan, hatimu tercabik-cabik karena istrimu tak seindah dia. Lihat istana nan megah, mobil berkelas dan mewah, jiwamu remuk redam tatkala yang kau miliki hanya sepetak rumah sederhana tak berperabot, dan tatkala yang tunggangi hanyalah besi tua dimakan usia.

Hidup ini bukan untuk membanding-bandingkan rezeki dengan orang lain, tetapi hakikat hidup adalah mensyukuri apa yang kau miliki pemberian dari Allah.

* * *

Dalam berumah tangga, penghalang kebahagian kan datang menyapamu selama engkau selalu ingin tau tentang segala sesuatu pada diri pasanganmu.

Bilamana hidupmu ingin tentram tak perlu heboh maksain diri melanggar privasi pasanganmu hingga segala yang terdapat di HP nya harus kau obrak-abrik tuk cari tau apakah suamimu punya istri baru ataupun tidak, punya pasngan selingkuh atau tidak.

Apalagi jika hidup ber”madu” tak usahlah terlalu banyak tau tentang apa yang dimiliki tetanggamu, tak usah menguping apa pembicarannya dengan suamimu, apalagi mengutus “detektif” kecilmu untuk memata-matai gerak gerik suamimu dan madunya. Hal itu hanya membuat tak nyaman perasaan hatimu kelak.

Dalam dunia sosial, tak usah selalu mau tau pula tentang apa komentar manusia terhadapmu, bagaimana mereka membicarakan tentang rumah tanggamu, atau tentang bisnismu, tutup telinga rapat-rapat dan pejamkan mata baik-baik.

Teruslah berjalan selama memang jalan yang kau tempuh diridhoi Ar rahman.

Batam, 8 Jumadi Ula 1440/14 Jan 2019

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

Penawar Nestapa…

Kau coba tuk kembalikan masa..

Mengutip serpihan-serpihan kaca..
Merekat cermin hati yang telah retak…

Sia-sia sahabat…
Biarkan rinai hujan membasuh lukamu…
Bersihkan piranti-piranti hati yang terkoyak.

Sekelam apapun mendung yang pernah berarak melewatimu…
Bukankah bias mentari setelah hujan membawa pelangi yang indah…..?
Bukankah setelah badai kan tampak rona lazuardi yang terang…?
Bukankah lahar dan lava yang dahsyat kelak menyuburkan bumi..?

Tak perlu sesali goresan takdir yang merenggut segala yang kau cinta..
Sebab tangisan tidak akan pernah menghidupkan yang mati….
Sebab duka nestapa tidak kan mengembalikan orang yang pergi…

Semilir angin masih tetap setia berhembus..
Kidung senja masih tetap indah melantunkan kicauan burung yang kembali ke sarang…
Dawai-dawai kehidupan harus tetap berjalan.

Tataplah hari esok….
Niscaya kan terbit terang setelah gelap..
Fainna ma’al ‘usri..yusra..
Sungguh setelah kesulitan akan datang kemudahan…

Abu Fairuz Ahmad,  حفظه الله تعالى 
posted on fb Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى 

Jangan Berbangga Dengan Amalmu…

Abu Fairuz, حفظه الله تعالى

Tatkala anda terpilih berada di atas jalan Islam dan Sunnah,bukan berarti anda adalah orang yang istimewa di hadapan Allah,tetapi karena rahhmatNya yang luas semata sedang meliputi anda.

Jika Dia berkendak, begitu mudah bagiNya mencabut rahmat tersebut, maka jangan pernah tertipu merasa bangga dengan amal ibadahmu.

http://salamdakwah.com/baca-artikel/jangan-bangga-dengan-amal.html