Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Jangan Meremehkan Siapapun

Al Munawi rohimahullah berkata,

“Seorang insan jangan meremehkan siapapun. Barangkali orang yang diremehkan lebih bersih hatinya, lebih baik amalnya dan lebih ikhlas niatnya.”

(Faidhul Qodiir 5/280)

Saat diberi kelebihan..
Sulit menjaga hati agar tidak merasa lebih baik..

Saat melihat orang yang terjatuh kepada kesalahan..
Seringkali hati meremehkannya dan mentertawakan..
Padahal mungkin ia segera taubat dan menangisi dosanya..

Dan kitapun tak tahu di atas apa kita akan meninggal..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jauhkan Dirimu Dari Teman Yang Buruk

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya .. sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap..”

(HR. Al Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

📌 Mutharrif bin Abdillah rohimahumallah berkata,

“Teman yang sholeh lebih baik dari menyendiri .. dan menyendiri lebih baik dari teman yang tak baik..”

(Az Zuhd – 1365)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Amal Yang Paling Berat

Imam Asy Syafii rohimahullah berkata,

Amal yang paling berat itu tiga:
– Dermawan saat susah..
– Wara’ di saat sendirian..
– Dan menyampaikan kebenaran kepada orang yang diharapkan dan ditakutkan..

(Shifatu Ash Shofwah 1/531, karya Ibnul Jauzi)

Kebanyakan orang dermawannya saat kaya..
Ketika susah menjadi pelit..
Karena dermawan saat susah memang sulit..

Saat sendiri rasa takut kepada Allah seringkali kalah oleh syahwat..
Berbeda saat di hadapan orang..
Maka takut kepada Allah saat sendiri pahalanya amat besar..

Saat kita berharap kepada seseorang bantuan dan hartanya..
Atau takut kehilangan sesuatu darinya..
Seringkali membuat berat untuk mengingatkan kesalahannya..
Dan menyampaikan kebenaran kepadanya..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Perbuatan Yang Dapat Merendahkan Derajat Seseorang

Imam Asy Syafi:i rohimahullah ditanya,

“perbuatan apa yang dapat merendahkan lelaki..?”

Beliau menjawab :
– banyak berbicara,
– menyebarkan rahasia, dan
– percaya kepada setiap orang.

(Al Intiqo karya Ibnu ‘Abdil Barr, 100)

Al Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

المُؤْمِنُ قَلِيْلُ الكَلَامِ كَثِيْرُ العَمَلِ، وَالمُنَافِقُ كَثِيْرُ الكَلَامِ قَلِيْلُ العَمَلِ، كَلَامُ المُؤْمِنِ حُكْمٌ، وَصَمْتُهُ تَفَكُّرٌ، وَنَظَرُهُ عِبْرَةٌ، وَعَمَلُهُ بِرٌّ، وَإِذَا كُنْتَ كَذَا لَمْ تَزَلْ فِي عِبَادَةٍ

“Mukmin itu sedikit berbicaranya dan banyak beramal. Sedangkan munafik banyak berbicara dan sedikit beramal. Ucapan mukmin itu penuh hikmah. Diamnya untuk tafakkur, melihatnya untuk mengambil pelajaran, dan amalnya kebaikan. Jika kamu seperti itu maka kamu senantiasa dalam ibadah..”

(Hilyatul Auliyaa’ 8/98)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hati Yang Ridho Dengan Takdir

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Seorang insan apabila ridho dengan takdir maka ia akan beristirahat dari kesedihan..”

(Syarah Al Arba’in Annawawiyah)

Tidak ridho kepada takdir hanya akan menimbulkan kesedihan..
Hatipun menjadi galau..
Lalu berburuk sangka kepada Allah..
Dan menjauh dari-Nya..

Berbeda saat hati ridho dengan takdir..
Maka ia akan merasa tentram dan tenang..
Ia yakin bahwa itu semua kebaikan untuk dirinya..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Menghargai Waktu

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.
– Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang.
– Diantara mereka ada yang sibuk bermain catur.
– Ada juga yang habis waktunya membicarakan penguasa dan harga barang yang mahal.

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktu hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khothir hal 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis waktunya untuk menonton film..
Ada yang habis waktunya untuk traveling..
Ada yang habis waktunya untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Karakter Yang Buruk

Sufyan bin ‘Uyainah rohimahullah berkata,

“Diantara manusia ada orang yang apabila mendengar darimu 50 faedah, ia tidak ingat satu pun darinya. Namun, jika engkau melakukan satu kesalahan, ia akan mengingatnya dan menyebutkannya di majelis majelis..”

(Al ‘Uzlah – Al Khathabi)

Demikianlah karakter kaum yang buruk..
Hanya mengingat kesalahan walaupun sedikit dan membesar besarkannya..
Dan mengubur banyak kebaikan dan melupakannya..

Bagaikan wanita yang suaminya banyak berbuat baik kepadanya..
Namun hanya karena melihat sebuah kesalahan ia berkata, “Aku tak pernah melihatmu berbuat baik..”

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berburuk Sangka Kepada Allah Ta’ala

Imam Asy Syafi’i rohimahullah ditanya,

“Bagaimana bentuk buruk sangka kepada Allah..?” Beliau berkata, “Yaitu waswas selalu khawatir ditimpa musibah dan takut nikmatnya hilang .. semua itu bentuk su’uzhon kepada Ar Rohmaan Ar Rohiim..”

​Takut akan masa depan bukanlah sifat orang yang bertawakal kepada Allah..

Kewajiban hamba adalah menyerahkan urusannya kepada Allah..

Dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia nyiakan hamba-Nya yang bertaqwa..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dua Rukun Tawakal

Orang yang faham makna tawakal tidak perlu bertanya tentang ikhtiar karena rukun tawakal ada dua yaitu :

– ikhtiar, dan
– bersandar kepada Allah ‘Azza wajalla

Tawakkal tanpa ikhtiar bukanlah tawakal tapi malas..

Ikhtiar namun hati tidak bersandar kepada Allah Ta’ala adalah syirik..

Dan tawakal adalah ibadah yang sangat agung..
Diantara sifat orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab adalah hanya bertawakal kepada Allah ‘Azza wajalla..

Bukan kepada skill dan kemampuan diri..
Bukan kepada wali atau Nabi..
Bukan kepada pemimpin negara..

Namun kepada Allah ‘Azza wajalla penguasa alam semesta..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Dari Suka Mentertawakan Dan Mengejek Orang Lain

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Siapa yang mentertawakan orang maka ia akan ditertawakan lagi dan siapa yang mengejek perbuatan saudaranya maka biasanya ia jatuh kepada perbuatan tersebut..”

(Al Furuusiyah hal 446)

Seorang mukmin tidak pernah mentertawakan siapapun..
Namun ia mendo’akan hidayah dan kebaikan..

Tapi terkadang saat kita benci pada seseorang..
Kita suka menertawakan kesalahannya..

Akibatnya, Allah jerumuskan kita kepada kesalahan yang sama..
Sebagai balasan yang setimpal..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى