Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Hukum Mujtahid Tidak Boleh Disebut Hukum Allah…

Ibnu Qayyim berkata, “Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam melarang panglima perangnya yang bernama Buraidah bila mengepung musuh lalu menyerah untuk diberikan kepada mereka hukum Allah. Beliau bersabda,

‎فإنك لا تدرى أتصيب حكم الله فيهم أم لا ولكن أنزلهم على حكمك وحكم أصحابك

“Karena kamu tidak mengetahui apakah (ijtihadmu) sesuai dengan hukum Allah atau tidak. Tapi berlakukanlah kepada mereka hukummu dan para sahahabatmu.”
(HR Muslim)

Perhatikanlah bagaimana beliau membedakan antara hukum Allah dengan hukum seorang mujtahid. Nabi melarang menamai hukum mujtahid sebagai hukum Allah.

Sama halnya dengan hasil analisa seorang dokter, tidak boleh ia menisbatkan analisanya sebagai kesehatan ala Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Pembagian Bid’ah # 2…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Pembagian Bid’ah # 1) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Pembagian Bid’ah # 2 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan.. kajian hakikat bid’ah nya…

Kemarin sudah kita sebutkan bahwa bid’ah tebagi menjadi 2…

Bid’ah Haqiqiyah : yaitu bid’ah yang sama sekali tidak ada asalnya dari syari’at.
Bid’ah ‘Idhofiyah : yaitu bid’ah yang ditambahkan pada perkara yang disyari’atkan

Contoh : sholat disyari’atkan lalu kemudian ditambahkan padanya bacaan-bacaan atau gerakan-gerakan yang tidak ada asalnya dari syari’at.

Al Imam asy-Syatibi membagi bid’ah ‘Idhofiyah menjadi 2 macam:

1⃣ Bid’ah ‘Idhofiyah yang mendekati bid’ah Haqiqiyah.
Contohnya : adalah orang yang tidak mau memakai pakaian yang bagus, dimana ia menganggap memakai pakaian yang bagus itu cinta dunia, atau dalam rangka melatih jiwa dan ia tidak mau makan-makanan yang enak karena takut tertipu dengan dunia misalnya, atau takut ujub dan yang lainnya.

Makanya yang seperti ini tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah, Rosulullah tetap makan makanan yang biasa, yang enak, memakai pakaian yang bagus namun tidak mewah. Adapun kemudian beribadah kepada Allah dengan cara meninggalkan pakaian yang bagus dan baik, atau meninggalkan makanan yang enak, yang baik, yang sehat tentu ini adalah perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam

2⃣ Bid’ah ‘Idhofiyah yang mendekati sunnah, sampai-sampai dikira itu sunnah, padahal bukan.

Contoh : adalah terus menerus melakukan suatu ibadah sunnah yang Nabi tidak mendawamkannya, karena perbuatan ibadah sunnah itu ada 2:

ada yang didawamkan oleh Nabi, seperti sholat tahajud, sholat qobliyah shubuh, sholat witir, sholat sunnah rowatib.
ada lagi sholat yang tidak di dawamkan oleh Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam dari ibadah-ibadah yang sifatnya sunnah, seperti sholat qobliyah magrib, sholat sunnah mutlak dan yang lainnya.

Ketika kita mendawamkan dan terus-menerus sesuatu yang Nabi tidak dawamkan itu bisa saja menjadi bid’ah.

Sebuah contoh misalnya Syaikhul Islam, menyebutkan bahwa tidak baik membaca terus menerus di shubuh hari Jum’at, (surat) Assajadah terus, sehingga akhirnya dikira oleh orang, bahwa itu hukumnya wajib. Maka yang seperti inipun tidak bagus.

Sofyan ats-Tsauriy juga pernah ditanya tentang orang yang memperbanyak membaca Al Ikhlas dan tidak membaca surat yang lainnya, pokoknya dalam sholat dia hanya membaca Al Ikhlas saja diulang-ulang, maka Sofyan ats-Tsauriy tidak menyukainya dan berkata

‎إنما أنتم متبعون فاتّبعوا الأولين

“kalian itu harusnya ittiba’, maka ikutilah orang-orang pertama

‎ولم يبلغنا عنهم نحو هذا

dan tidak pernah sampai kepada kami ibadah seperti itu

‎وإنما أنزل القرآن ليُقرأ ولا يُخص شيء

Alqur’an diturunkan untuk dibaca semuanya, tidak dikhususkan suatu surat tanpa surat yang lainnya”

(Dalam Kitab Al-Bida’ Wannahyu ‘Anha halaman 43)

Maka ini adalah diantara contoh bid’ah ‘Idhofiyah yang dikira oleh orang itu sunnah, padahal ternyata itu tidak sunnah, tapi masuk dalam kategori yaitu bid’ah ‘Idhofiyah.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

Kafarat Ghibah…

‏قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله :
.
كفارة الغيبة إن علم صاحبك ، فاذهب إليه واستسمح منه ، وإن لم يعلم فكفارة ذلك أن تستغفر له ، وأن تذكر صفاته الحميدة في المجلس الذي اغتبته فيه ؛ لأن الحسنات يذهبن السيئات
.
– لقاء الباب المفتوح

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Kafarat ghibah jika yang di ghibahi tahu, minta maaflah kepadanya. Jika tidak tahu maka kafaratnya mohon ampunan untuknya dan menyebut kebaikannya di majelis yang kami ghibahi ia. Karena kebaikan menghapus keburukan”

[Liqo al Baabul Maftuh]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Apabila Allah Memberimu Ilmu…

قال أبو قلابة -وهو من أعلام التابعين- :

“إذا أحدثَ الله لك علماً، فأحدِثْ لله عبادةً
ولا تكن إنما همّكَ أن تحدثَ به الناسَ”

“فتح المغيث”٣/ ٢٩٤

Abu Qilabah rohimahullah, seorang tabi’in berkata,

“Apabila Allah memberimu ilmu maka timbulkanlah ibadah kepada Allah. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk men-share kepada manusia.”

[Fath al-Mughits 294/3]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Nikmat Yang Mengiringi Cobaan…

قال ابن القيم -رحمه الله- :

” فكم لله من نعمةٍ جسيمةٍ ومنَّةٍ عظيمة تُجنى من قطوف الابتلاء والامتحان “.
____________
📚مفتاح دار السعادة (٢/٨٤٨)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Berapa banyak nikmat yang besar dan pemberian yang agung dipetik dari ujian dan cobaan”

[ Miftah Dar as-Sa’aadah 2/848 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Fitnah Itu Ada DUA Sebab…

‏قال ابن تيمية رحمه الله :
عامة الفتن التي وقعت من أعظم أسبابها قلة الصبر إذ الفتنة لها سببان إما ضعف العلم وإما ضعف الصبر
– المستدرك على المجموع

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Kebanyakan fitnah yang terjadi sebab terbesarnya adalah sedikitnya kesabaran. Karena fitnah itu ada dua sebab: yaitu sedikitnya ilmu dan sedikitnya kesabaran.”

[Al Mustadrok ‘alaal Majmuu’]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Tamu dan Jamuannya…

‏قال ابن عقيل الحنبلي: النعم أضياف وقراها الشكر، والبلايا أضياف وقراها الصبر، فاجتهد أن ترحل الأضياف شاكرة حسن القرى، شاهدة بما تسمع وترى.
الآداب الشرعية لابن مفلح الحنبلي

Ibnu ‘Aqil Al Hanbali rohimahullah berkata,

“Nikmat itu tamu dan jamuannya adalah syukur. Ujian juga tamu dan jamuan untuknya adalah sabar…

Usahakan saat tamu pergi ia berterima kasih atas bagusnya jamuan, dan bersaksi terhadap apa yang ia dengar dan lihat.”

[al-Adaab asy-Syar’iyah Li Ibni Muflih Al Hanbali]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Lebih Baik…

‏قال شيخ الإسلام ابن_تيمية :
(مُصيبةٌ تُقبِلُ بك على الله، خيرٌ لك من نعمةٍ تُنسِيك ذكرَ الله).
__
جامع المسائل ٣٨٧/٩

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Musibah yang membuatmu kembali kepada Allah lebih baik dari pada kenikmatan yang membuatmu lupa kepada Allah.”

[Jaami’ul Masaa-il 387/9]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)