Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Berburuk Sangka Kepada Allah Ta’ala

Imam Asy Syafi’i rohimahullah ditanya,

“Bagaimana bentuk buruk sangka kepada Allah..?” Beliau berkata, “Yaitu waswas selalu khawatir ditimpa musibah dan takut nikmatnya hilang .. semua itu bentuk su’uzhon kepada Ar Rohmaan Ar Rohiim..”

​Takut akan masa depan bukanlah sifat orang yang bertawakal kepada Allah..

Kewajiban hamba adalah menyerahkan urusannya kepada Allah..

Dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia nyiakan hamba-Nya yang bertaqwa..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dua Rukun Tawakal

Orang yang faham makna tawakal tidak perlu bertanya tentang ikhtiar karena rukun tawakal ada dua yaitu :

– ikhtiar, dan
– bersandar kepada Allah ‘Azza wajalla

Tawakkal tanpa ikhtiar bukanlah tawakal tapi malas..

Ikhtiar namun hati tidak bersandar kepada Allah Ta’ala adalah syirik..

Dan tawakal adalah ibadah yang sangat agung..
Diantara sifat orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab adalah hanya bertawakal kepada Allah ‘Azza wajalla..

Bukan kepada skill dan kemampuan diri..
Bukan kepada wali atau Nabi..
Bukan kepada pemimpin negara..

Namun kepada Allah ‘Azza wajalla penguasa alam semesta..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Dari Suka Mentertawakan Dan Mengejek Orang Lain

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Siapa yang mentertawakan orang maka ia akan ditertawakan lagi dan siapa yang mengejek perbuatan saudaranya maka biasanya ia jatuh kepada perbuatan tersebut..”

(Al Furuusiyah hal 446)

Seorang mukmin tidak pernah mentertawakan siapapun..
Namun ia mendo’akan hidayah dan kebaikan..

Tapi terkadang saat kita benci pada seseorang..
Kita suka menertawakan kesalahannya..

Akibatnya, Allah jerumuskan kita kepada kesalahan yang sama..
Sebagai balasan yang setimpal..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدواها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالاً، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

“Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para shahabat Muhammad shollallaahu ‘alayhi wasallam jangan kalian lakukan. Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.”

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..
Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..

Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sesuai Sikapnya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

مَنْ عامل خلق اللّٰه بصفة عامله اللّه تعالى بتلك الصّفة بعينها في الدُّنيا والآخرة فالله تعالى لعبده على حسب ما يكون العبد لخلقه

“Siapa yang bermu’amalah dengan makhuk Allah dengan suatu sifat, maka Allah pun memperlakukannya dengan sifat tersebut di dunia dan akherat. Allah memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba kepada makhluk-Nya..”

(Al Wabil Ash Shoyyib hal 35)

Orang yang menyayangi makhluk Allah maka Allah pun sayang kepada-Nya..

Orang yang menutupi aib saudaranya maka Allah tutupi aibnya di dunia dan akherat..

Orang yang selalu membantu orang lain maka Allah pun selalu membantunya..

Orang yang suka memaafkan kesalahan saudaranya maka Allah pun memaafkan kesalahannya..

Demikianlah Allah memperlakukan hamba hamba-Nya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berharap Hanya Kepada Allah

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Yusuf ‘Alaihissalam,

وَقَالَ لِلَّذِيْ ظَنَّ اَنَّهٗ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِيْ عِنْدَ رَبِّكَۖ فَاَنْسٰىهُ الشَّيْطٰنُ ذِكْرَ رَبِّهٖ فَلَبِثَ فِى السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ ࣖ (٤٢)

Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu..” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya. (Qs Yusuf ayat 42)

Imam Ath Thobari rohimahullah menafsirkan,

وهذا خبرٌ من الله جل ثناؤه عن غفلة عَرَضت ليوسف من قبل الشيطان، نسي لها ذكر ربه الذي لو به استغاث لأسرع بما هو فيه خلاصه ، ولكنه زلَّ بها فأطال من أجلها في السجن حبسَه، وأوجع لها عقوبته

“Ini pengabaran dari Allah Ta’ala tentang kelalaian Yusuf yang berasal dari setan. Beliau lupa untuk mengingat Robbnya.

Padahal jika beliau beristighotsah kepada-Nya pasti Allah segera membebaskannya. Namun beliau tergelincir sehingga Allah semakin panjangkan penjaranya sebagai sanksi untuknya..” (Tafsir Ath Thobari)

Berharap kepada makhluk dan menyandarkan hati kepada ya hanya membuat penderitaan semakin panjang..

Berharaplah hanya kepada Allah..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدوها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالًا، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam jangan kalian lakukan.

Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..

Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..
Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Sangka Mereka Diam

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ (٤)

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..” (Qs Az-Zalzalah ayat 4)

Imam Mujahid rohimahullah menafsirkan, “Mengabarkan manusia tentang apa yang mereka lakukan di atasnya..” (Tafsir Ath Thobari)

Kursi yang kita bermaksiat di atasnya..
Pepohonan dan bebatuan demikian pula tanah yang kita pijak…
Semua akan bersaksi pada hari kiamat..
Tentang ketaatan atau kemaksiatan yang kita lakukan..

Maka jangan kita sangka mereka diam..
Tapi kelak mereka akan berbicara dengan perintah Robbnya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Menghargai Waktunya

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.

Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang .. diantara mereka ada yang sibuk main catur .. ada juga yang menghabiskan waktunya membicarakan penguasa dan harga yang mahal ..

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktunya hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khotir – 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis (waktunya) untuk menonton film..
Ada yang habis (waktunya) untuk traveling..
Ada yang habis (waktunya) untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kepo

Ada orang Arab badui bertanya kepada Imam Asy Sya’biy rohimahullah, ‘apakah Iblis punya istri..?’

(Asy Sya’biy) : ‘punya..’

(Arab badui) : ‘mana dalilnya..?’

(Asy Sya’biy) : yaitu firman Allah, ‘apakah kamu menjadikan iblis dan keturunannya sebagai tandingan selain-Ku..?’ (Al Kahfi: 50)

(Arab badui) : ‘siapa nama istrinya..?’

(Asy Sya’bi) : ‘aku tidak menghadiri pernikahannya..’

(Siyar A’laam Nubala 4/312)


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Screenshot