Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Sudah Berapa Lama Ngaji..?

Udah berapa lama ngaji ?

وَلَا يَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ الۡاَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ‌ؕ وَكَثِيۡرٌ مِّنۡهُمۡ فٰسِقُوۡنَ

“…dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik..” (Al Hadid: 16)

Abdullah bin Mas’ud berkata,

ولا يتطالن عليكم الأمد فتقسو قلوبكم ولا يلهينكم الأمل

“Janganlah panjangnya waktu membuat hati kalian menjadi keras dan jangan dilalaikan oleh angan angan..” (Shahih Jaami’ Bayan hal. 472)

Di awal ngaji hati amat khusyu’ dan terkadang menangis saat sholat dan membaca al qur’an…
Setelah bertahun tahun mengaji ternyata hati menjadi keras…
Lidah semakin tajam…

Pertanda apakah itu ???

Pertanda kita tidak bersungguh sungguh menjaga hidayah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Suka Menghitung-Hitung Musibah dan Melupakan Nikmat

Ada seorang ibu mengadu kepada saya putrinya yang murtad. Saat ditanya mengapa ia murtad..
Dia menjawab dia sudah tidak percaya kepada Allah karena ia pernah punya pengalaman buruk sama Allah…

Ya Robb.. Pengalaman yang buruk mungkin karena doa-doanya tak didengar…
Sungguh benar yang Allah firmankan:

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

“Sesungguhnya manusia itu kepada Robbnya benar benar kanud”

Al Hasan Al Bashri menafsirkan, “Kanud adalah orang banyak kufur yang suka menghitung hitung musibah dan melupakan nikmat..” (Tafsir Thobari)

Itulah cara setan agar seorang hamba menjauh dari Robbnya…
Diingatkan kepadanya tentang do’anya dahulu yang belum terkabul..
Diingatkan tentang keinginannya yang tak menjadi kenyataan…
Padahal jika Allah kabulkan bisa jadi itu mudhorot untuk hidupnya…

Demikianlah…
Bila seorang hamba yang ia pikirkan hanya kepentingan dan hak dirinya saja pasti ia akan terputus dari Allah…

Pikirkanlah hak Allah kepada kita, apakah kita telah melaksanakannya ? Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba hamba-Nya yang beriman…

Namun…
Keyakinan seringkali goyah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT

Penyimpangan Setelah Hidayah

Yang Allah Inginkan Untuk Kita

“Kalian menginginkan kesenangan dunia sedangkan Allah menginginkan akherat” (Al Anfal: 67)

Allah menginginkan akherat..
Maka Allah memberi berbagai macam ujian di dunia kepada orang orang yang beriman…
Agar mereka tidak tertipu dengan dunia..
Dan agar dengan ujian itu Allah gugurkan dosa-dosa mereka…

Namun kita seringkali menginginkan dunia…
Sehingga seringkali tak ridho dengan ujian dari-Nya..
Padahal ujian itu adalah kebaikan yang Allah inginkan untuk kita…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Beberapa Amalan Yang Mendapatkan Jaminan Rumah di Surga…

Ada beberapa amalan yang apabila seseorang melakukannya maka Allah akan membangunkan rumah untuk orang tsb. Diantaranya :

1.   Membaca QS Al-Ikhlas 10 Kali

Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْراً فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat). Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/30721

=========================

2.  Mengerjakan Sholat Dhuha 4 Roka’at dan Sholat Sebelum Zhuhur 4 Roka’at.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعًا، وَقَبْلَ الأُولَى أَرْبَعًا بنيَ لَهُ بِهَا بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Hadits ini menunjukkan amalan sunnah sholat 4 roka’at di waktu Dhuha dan 4 Roka’at sebelum (Qobliyah) Zhuhur. Namun perlu diperhatikan bahwa mengerjakan sholat 4 roka’at di sini adalah dengan 2 roka’at kemudian salam dan 2 roka’at kemudian salam. Karena keumuman hadits tadi dikhususkan dengan hadits,

صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

Sholat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan 2 roka’at salam dan 2 roka’at salam.” (HR. An-Nasai, no. 1666; Ibnu Majah, no. 1322. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)

=========================

3.  Mengerjakan 12 Roka’at Sholat Rowatib Dalam Sehari

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, no. 728)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795).

=========================

4.  Membaca Do’a Masuk Pasar

Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya Ibnu ‘Umar, dari kakeknya (‘Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكُ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan Ibnu Majah 2235. Syaikh Al-Albani rohimahullau Ta’ala menyatakan, hadits tersebut HASAN, dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152 )

Simak video penjelasannya berikut ini : https://bbg-alilmu.com/archives/9548

=========================

5.  Meninggalkan Perdebatan, Meninggalkan Kedustaan dan Membaguskan Akhlaq

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273)

=========================

6.  Membangun Masjid Dengan Ikhlas Karena Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).

Dan beberapa amalan lainnya dan bisa di simak di link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=xfC0BnCDjSA

 

 

Keutamaan Sedekah Di Hari Jum’at

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Sedekah di hari Jum’at dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadan dibandingkan sedekah di bulan–bulan selainnya.”

[ Zaadul Ma’aad ]

Di alih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

NB: Tambahan penjelasan dan jawaban oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

⚉ Karena hari Jum’at itu kan hari yang mulia. Nabi (shollallahu ‘alayhi wa sallam) mengatakan bahwa hari Jum’at itu sebaik-baiknya hari. Dalam riwayat lain, “sayyidul ayyaam.” Sedangkan amal salih bila bertepatan dengan waktu yang mulia maka pahalanya jadi berlipat ganda..

⚉ Semua amal salih bila bertepatan dengan waktu mulia pahalanya tentu lebih besar. Kaidah asalnya begitu.. Demikian juga perbuatan dosa.

⚉ Tanya: Bolehkah Ustadz melazimkan sedekah ‘menunggu’ hari Jum’at ?” Jawab: “jika dibutuhkan banget ya gak usah nunggu-nunggu Jum’at dulu.. karena keutamaan itu terkadang tidak melihat kepada waktu tapi juga faktor lainnya..”

ref: https://www.facebook.com/UBCintaSunnah

Nasihat Ulama – KOMPILASI

Berikut ini adalah kompilasi artikel ‘Nasihat Ulama’ yang pernah diposting, dan kompilasi ini akan terus di update, in-syaa Allah.. semoga bermanfaat…

GENERASI SAHABAT

Abu ad-Darda’ rodhiyallahu ‘anhu

  1. Karena Kamu Akan Dibalas Sesuai Perbuatanmu

Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma

  1. Hari Yang Dipilih
  2. Jangan Bermaksiat Di Bulan Haram

Umar bin Khoththob rodhiyallahu ‘anhu

  1. Jangan Tertipu

==============
GENERASI SETELAH SAHABAT (aphabetical order)

Abu Mu’awiyah Al Aswad rohimahullah

  1. Bagi Yang Keinginan Terbesarnya Adalah Dunia

Abu Qilabah rohimahullah

  1. Apabila Allah Memberimu Ilmu
  2. Berbaik Sangkalah

Abul Atahiyah rohimahullah

  1. Sesungguhnya Kapal Itu Tak Mungkin Berlayar Diatas Daratan

Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah

  1. Hingga Mushafpun Berdebu

Asy -Syaukani rohimahullah

  1. Suami Yang Buruk Akhlaknya

Auza’i rohimahullah

  1. Kerugian Yang Besar

Bilal ibn Sa’ad rohimahullah

  1. Bukan Tentang Kecilnya Maksiat

Bisyr bin Harits al-Haafy rohimahullah

  1. Kesempurnaan Bukan Syarat Untuk Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  2. Menyembunyikan Kebaikan

Dzun Nuun al-Misri rohimahullah

  1. Tiga Ciri Sifat Ikhlas

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah

  1. Jangan Menganggap Kecil Dosa
  2. Janganlah Kalian Tertipu Dengan Dunia
  3. Kebaikan Yang Engkau Dapatkan dari Musuhmu Lebih Banyak Dibandingkan dari Teman
  4. Memutus Harapan Dari Makhluk
  5. Menggapai Hakikat Iman
  6. Saudara Yang Sebenarnya
  7. Sesuai Kadarnya
  8. Tentang Rasa Takut dan Harap Kepada Allah Ta’ala
  9. Waspadalah Akan Dosa Di Sisa Umurmu

Hasan al Bashri rohimahullah

  1. Bersedihnya Seorang Mukmin di Pagi dan Sore Hari
  2. Dunia Itu TIGA Hari
  3. Hakikat Kehidupan Dunia
  4. Hanya Karena Allah
  5. Jauhi Sikap Menunda
  6. Mempertanggung-Jawabkan Perbuatan Sendirian
  7. Munafik Sesungguhnya
  8. Solusi Pemimpin Yang Zholim
  9. Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa
  10. Terlelap Dalam Tidurnya
  11. Tidak Dapat Diukur Harganya dan Bandingannya
  12. Wahai Para Pemuda

Hatim al-Ashom rohimahullah

  1. Hati Yang Sejuk

Ibnu ‘Abdil Barr rohimahullah

  1. Jangan Meremehkan Amal Sedikitpun

Ibnu As-Samak rohimahullah

  1. Apa Gunanya..?!

Ibnu ‘Aqil Al Hanbali rohimahullah

  1. Tamu dan Jamuannya

Ibnu ‘Aun rohimahullah

  1. Jangan Merasa Aman Dari Dosa-Dosamu

Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah

  1. Di Antara Hikmah Al-Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun

Ibnu Hibban rohimahullah

  1. Agar Lebih Banyak Mendengar
  2. Keutamaan Memaafkan Kesalahan Saudaranya
  3. Yang Lebih Besar Pahalanya Atau Dosanya

Ibnu Katsir rohimahullah

  1. Bersabar Menghadapi Musibah
  2. Ketaatan Adalah Barometernya

Ibnu Qudamah al-Maqdisy rohimahullah

  1. Ridho Yang Membinasakan

Ibnu Rojab rohimahullah

  1. Berlomba Untuk Menjadi Yang Terdepan Dalam Beramal
  2. Jangan Hinakan Diri Dengan Kemaksiatan
  3. Tawakal Yang Hakiki

Ibnu Syaqiq rohimahullah

  1. Keutamaan Sedekah Air

Ibnu Taimiyah rohimahullah

  1. Agar Jiwa Menjadi Suci dan Sholih
  2. Akibat Terbiasa Menentang Syariat Dengan Akalnya
  3. Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah
  4. Etika Membawa Anak Ke Masjid
  5. Fitnah Itu Ada DUA Sebab
  6. Hati Yang Terpaut Dengan Dunia
  7. Karena Semua Adalah Milik Allah
  8. Lebih Baik
  9. Niat

Ibnul Jauzi rohimahullah

  1. Jangan Sampai Anda Salah Sangka
  2. Menjaga Lisan
  3. Paku Dosa

Ibnul (Abdullah bin) Mubarok rohimahullah

  1. Bersabarlah
  2. Mereka Yang Terhalang Dari Ilmu
  3. Meskipun Aku Tidak Termasuk Dari Mereka
  4. Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Ibnul Qoyyim rohimahullah

  1. Adab Seseorang
  2. Akibat Mencintai Dunia Secara Berlebihan
  3. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #1
  4. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #2
  5. Apabila Allah Ta’ala Menghendaki Kebaikan Kepada Seseorang #3
  6. Empat Hal Yang Bisa Menjadi Sebab Datangnya Rezeki
  7. Hal Yang Menghancurkan Amal
  8. Jangan Khawatir Dengan Rezeki
  9. Jangan Sia-Siakan Cinta Allah
  10. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat
  11. Keutamaan Sedekah Di Hari Jum’at
  12. Kurang Peduli Dengan Urusan Akhirat
  13. Landasan Setiap Kebaikan
  14. Luas Dan Sempitnya Rezeki Bukan Ukuran Kemuliaan Ataupun Kehinaan
  15. Mencintai Dunia Secara Berlebihan
  16. Menundukkan Pandangan Dari Keharaman
  17. Menyia-nyiakan Waktu
  18. Mereka Yang Tidak Girang Dengan Urusan Iman
  19. Nikmat Yang Mengiringi Cobaan
  20. Orang Yang Busuk dan Orang Yang Baik
  21. Saudara Kandung Kemenangan
  22. Sifat Rendah Hati
  23. Sungguh Menakjubkan
  24. Tidak Bisa Bersabar Dalam Menghindari Maksiat
  25. Yang Menghalangi Pahala
  26. Waspadalah

Imam asy-Syafi’i rohimahullah

  1. Cukup Bagimu

Ja’far bin Muhammad rohimahullah

  1. Tidaklah Sempurna Perbuatan Baik Kecuali Dengan TIGA Perkara

Malik bin Anas rohimahullah

  1. Allah Akan Bukakan Hati Orang Yang..

Malik bin Dinar rohimahullah

  1. Akibat Berbicara Hal-Hal Yang Tidak Bermanfaat
  2. Jangan Terlena Dengan Dunia
  3. Perumpamaan Orang Mukmin
  4. Tujuan Kehidupan

Muhammad bin Sirin rohimahullah

  1. Orang Yang Paling Banyak Kesalahannya
  2. Tidak Pernah Hasad

Qotadah rohimahullah

  1. Ancaman Bagi Mereka Yang Menjadikan Dunia Tujuan Hidupnya
  2. Mereka Yang Bersama Malaikat

Sahl bin Abdillah at-Tustury rohimahullah

  1. Hanya Orang Yang Jujur Imannya

Sa’id ibn Jubair rohimahullah

  1. Hakikat Takut dan Dzikir

Sa’id bin Musayyab rohimahullah

  1. Manusia Lebih Hina Dari Dunia

Salamah bin Dinar rohimahullah

  1. Nikmat Yang Membinasakan

Sufyan ats-Tsaury rohimahullah

  1. Hakekat Cinta Karena Allah
  2. Menyegerakan Amal Kebaikan

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahullah

  1. Keutamaan Menjaga Waktu

Syaikh Abdurrahman Assa’diy rohimahullah

  1. Ejekan Manusia Kepadamu Tidak Akan Membahayakanmu, Kecuali…

Syaikh Ali Musthofa Tanthowy rohimahullah

  1. Betapa Anehnya
  2. Didiklah Anak Dengan Tanggung Jawab Sejak Dini

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rohimahullah

  1. Adakah Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah..?

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah

  1. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  2. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  3. Bertambah Kesulitan, Bertambah Pula Keimanannya
  4. Cukup Bagimu
  5. Do’a Yang Terkandung Dalam Ucapan Salam
  6. Ikhlas Itu Berat
  7. Jagalah Lisanmu
  8. Kafarat Ghibah
  9. Kebanyakan Orang Menyia-nyiakan Waktu
  10. Kerugian Yang Nyata
  11. Larangan Duduk Bersandar Dengan Tangan Kiri
  12. Memanfaatkan Sisa Umur Yang Ada Untuk Beramal Sholih
  13. Wajib Bagimu Untuk Memperhatikan Hatimu
  14. Yang Lebih Baik Dari Dirham

Syumaith bin ‘Ajlan rohimahullah

  1. Letak Kekuatan Seorang Mukmin

‘Urwah ibnu az-Zubair rohimahullah

  1. Waspadai Kemaksiatan

Wahb bin Munabbih rohimahullah

  1. Tanda Hasad

Walid bin Qois rohimahullah

  1. Yang Banyak Hartanya

Yahya bin Mu’adz rohimahullah

  1. Bertaubatlah
  2. Hendaknya Seorang Mukmin Mendapati Tiga Hal Ini Dari Anda
  3. Isi Hati
  4. Pentingnya Hati Yang Selamat

Lainnya

  1. Mengetahui Keburukan

Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Hubaib Al Jallab berkata, “Aku bertanya kepada Abdullah bin Mubarok tentang apakah sesuatu yang terbaik bagi seseorang..?”
Beliau menjawab, “Akal yang kuat..”

Aku berkata, “Jika ia tidak memiliki itu..?”
Beliau menjawab, “Adab yang bagus..”

Aku bertanya lagi, “Jika ia tidak punya..?”
Beliau menjawab, “Saudara yang baik yang bisa dimintai nasehatnya..”

Aku kembali bertanya, “Jika tidak..?”
Beliau menjawab, “Diam yang panjang..”

“Jika tidak..?” Tanyaku lagi.
Beliau menjawab, “Kematian yang segera..”

[ Siyar A’lam Nubala 8/397 ]

Di alih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Musim-Musim Ketaatan

Telah berlalu bulan ramadhan dengan berbagai kenangannya yang indah…

Kini kita bersiap dengan kesempatan bulan syawal dengan puasa enam harinya..

Setelah syawal, di depan kita ada tiga bulan haram yang mulia berturut-turut yaitu dzul qaidah, dzulhijjah dan muharrom…

Semua itu adalah musim-musim ketaatan sebagai rahmat dari Allah kepada kaum mukminin…
Agar mukmin selalu berpindah dari ketaatan menuju ketaatan lainnya…
Allah ta’ala berfirman

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

“Bila kamu telah selesai maka berdirilah.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata menafsirkan: “Apabila kamu telah melaksanakan sholat lima waktu maka berdirilah menuju qiyaamulail.” (Tafsir ibnu Katsier).

Maka mintalah kepada Allah kekuatan untuk dapat mempergunakan kesempatan musim musim ketaatan yang agung ini dengan ketaatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Percakapan Penduduk Surga

Percakapan penduduk surga

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ

Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertanya.

قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ

Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).

فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ

Sesungguhnya kami dahulu (di dunia) menyembah-Nya . Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.”
(Ath Thuur 26-28)

Saat berada di keluarga merasa takut…
Renungkanlah kalimat ini wahai para suami…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Antara Bahagia dan Bergembira

Dalam alqur’an kata SA’ID artinya bahagia hanya untuk penduduk surga..
Baca surat Hud: 108

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Adapun di dunia Allah tidak menggunakan kata sa’id (bahagia). Namun Allah menggunakan kata FARAH (bergembira). Allah berfirman:

وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

“Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)”.

Dan bergembira dengan dunia yang menyebabkan kelalaian itu dicela oleh Allah.

Itu menunjukkan bahwa kebahagiaan yang hakiki itu adalah dengan iman dan ketaatan.
Adapun para pemilik kekayaan yang tak beriman, hati mereka tak akan pernah bahagia. Selalu dirundung dengan kekuatiran, kesempitan, dan penyakit penyakit hati lainnya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى