Category Archives: Abu Ya’la Kurnaedi

Kecintaan Yang Benar…

Kecintaan yang benar dari seorang muslim kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bagaimana? Penulis membahas ada enam perkara. Yaitu:

PERTAMA, DIRASAKAN DI HATI

Seorang yang beriman betul-betul merasa dari hatinya, dia mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang beriman, dia beramal siang dan malam agar bisa bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kelak di surga yang penuh dengan kenikmatan. Inilah cinta yang benar. Kemudian kecintaan yang ada didalam hati ini akan tampak pada anggota badan dalam perbuatan.

Orang yang jujur dalam cintanya, dia akan mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berjalan dengan manhaj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّـهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّـهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali-Imran[3]: 31)

Ayat inilah yang disebut oleh ulama dengan Ayatul Mihnah (ayat ujian). Yaitu menguji mereka yang mengucapkan “Aku cinta Allah.” Jika cintanya benar dengan dibuktikan dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, minimal mendapatkan dua keutamaan. Yaitu mendapatkan cinta Allah dan mendapatkan ampunan.

Cinta kepada Allah adalah pokoknya, sedangkan mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah cabang. Orang yang mencintai Allah, dia akan mencintai RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang mencintai Allah, dia akan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia akan meniti jalannya dan manhajnya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru manusia kejalan yang lurus. Dan memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“…Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura[42]: 52)

KEDUA, SURI TAULADAN

Cinta yang benar adalah menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai contoh untuk dirinya. Kalau hanya mengatakan, “Aku cinta Nabi”, kemudian tidak mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka cintanya adalah cinta palsu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

Perhatikanlah wahai umat Islam, keadaan para pemuda dan pemudi kita, perhatikan juga rumah-rumah kita, kita dapati kita mengambil contoh dari orang-orang kafir. Kita meniru mereka dalam penampilan kita, begitupun dalam makan, dalam perdagangan kita, bahkan cara berbicara kita, kita lebih memilih mencontoh orang-orang kafir dari pada mencontoh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu mari kita perbaiki keadaan kita. Hendaknya kalau kita cinta kepada Rasul, kita jadikan Rasul sebagai suri tauladan kita.

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى.

Alangkah Mulianya…

Alangkah mulianya istri shalihah…

Ia tidak bangga dengan dompet suaminya yang tebal, atau kartu ATM nya yang penuh terisi angka kalau bukan dari yang halal…

Ia lebih ridha dan qana’ah dengan pemberian suaminya yang halal walaupun seadanya…

Kehalalan mendatangkan ketentraman, keberkahan dan ridha Allah..
Yang haram selain mendatangkan murka Allah, iapun mendatangkan kesusahan batin dan jasmani…

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc,  حفظه الله تعالى

da300416-2035

Mutiara Nasehat…

Nasehat Syekh Ibnu Utsaimin, rohimahullah :

” Sibukkanlah diri anda dengan aib-aib anda (sendiri), sucikan diri anda darinya semampunya, wajib atas anda dengan diri anda secara khusus, karena seseorang yang SIBUK dengan aib-aib manusia (orang lain) ia akan LELAH

Semoga kita mampu mengamalkan nasehat beliau…

Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc,  حفظه الله تعالى

 

da240716-2026

Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah…

Walaupun banyak ujianmu, walaupun keras cobaan-cobaanmu, walaupun sempit kehidupanmu, walaupun engkau kehilangan hal yang paling besar dari apa yang engkau miliki… janganlah putus asa dari kemurahan dan kelembutan Allah ta’ala…

Disaat meninggalkan dunia ini, seseorang sangat berharap seandainya (dulu) ia memperbanyak ibadah, benar dalam berbicara, memperbagus akhlaknya, menyucikan hatinya, akan tetapi ia adalah waktu yang tidak bisa kembali setelahnya…

Maka hendaknya kita bersegera sebelum meninggalkan dunia ini…

اللهم صل على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

Sumber : Group – كتاب و سنة على منهاج السلف –

Alih bahasa :
Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Jangan…

Dari Abu Dzar (semoga Allah meridhainya) – beliau berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

*لا تحقرن من المعروف شيئاً ، و لو أن تلقى أخاك بوجه طلق*

“Janganlah anda menganggap remeh kebaikan sedikitpun, walaupun menjumpai saudara anda dengan wajah yang berseri-seri” [HR Muslim no. 2626].

Dalam hadits ini terdapat larangan menyepelekan kebaikan, walaupun terasa sepele tetapi jika itu sebuah kebaikan maka bersemangatlah tuk melakukannya dengan selalu mengharapkan keridhaan Allah ta’ala…

● Meminjamkan pena tuk kawan menulis…

● Memegang tangan salah satu kita supaya tidak terpeleset atau terjatuh…

● Mengabarkan sesuatu yang dibutuhkan saudara kita walaupun terasa sepele…

● Sedekah tidak harus dengan harta…

● Senyuman dan perkataan yang baik itu juga sedekah…

Mari berbagi kebaikan…

Semoga Allah merahmati kita…

Abu Ya’la Kurnaedi,  حفظه الله تعالى

Sendiri…

Ketika salah satu diantara kita meninggal kemudian dimakamkan…
Setelah itu semua orang meninggalkannya, walaupun orang yang paling mencintainya, mereka bersedih hanya sementara, setelah itu melupakannya, tersibukkan dengan urusannya masing-masing , harta, rumah, pekerjaan, dunia dan dunia…

Sedangkan si mayit sendiri…ya sendiri…

Walaupun mungkin ia dulu curahkan segenap pikiran, usaha, dan semuanya tuk orang-orang yang dicintainya…
Tapi mereka lupa dengan yang telah dikubur…
Kalaupun ingat hanya momen-momen tertentu dan dalam waktu yang singkat…
Keadaan ini akan menimpa kita semua…
Oleh karena itu hendaknya kita selalu ingat Allah dan berusaha terus mencari keridhaanNya, Rabb yang tidak pernah lupa dan tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya yang shalih…

Semoga kita tdak salah melangkah …

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله

Janganlah Sekali-kali…

Janganlah sekali-kali kita menghina
seseorang yang terjatuh dalam
maksiat…
Bisa jadi ia di malam hari menangis
dan bertaubat kepada Allah yang
maha pengampun…
Sedangkan kita berada dalam ujub
akan amalan kebaikan…
Ingatlah Allah menerima taubat
seorang hamba dan amalnya yang
ikhlas walaupun sedikit…
Tapi Allah murka kepada seseorang
yang ujub dan tertipu dengan amalnya…

Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله