Category Archives: Mashun

MUTIARA SALAF : Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Al Imam Al Baghowi rohimahulloh berkata,

“Apabila seorang wanita berbicara dengan laki-laki asing (bukan mahrom), maka selayaknya ia berbicara dengan lantang (tidak mendayu-dayu) untuk mencegah hasrat buruk (para lelaki)..”

[ Ma’aalimuttanzil – 3/635 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Keutamaan Mendo’akan Orangtua Di Bulan Ramadhan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Seyogyanya para penuntut ilmu menjelaskan kepada orang awam, bahwasanya jamuan malam untuk kedua orangtua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya..

NAMUN do’a yang engkau panjatkan untuk (kedua) orangtuamu ketika Sholat Tarawih atau Sholat Tahajjud itu jauh lebih utama dibanding engkau menyembelihkan untuknya sepuluh ekor unta..”

[ Liqoo’ Baab al-Maftuuh 115 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

mari perbanyak do’a dan mohon ampunan untuk kedua orangtua di bulan Ramadhan..
.
dan letak do’a saat dalam sholat, baik itu dalam sholat wajib yang 5 waktu maupun dalam sholat-sholat sunnah seperti sholat tarawih atau sholat tahajjud, adalah saat sujud dan sebelum salam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dalam banyak hadits shohih, salah satunya sbb :
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
.
“Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Robb-nya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah do’a (ketika itu)..”
.
[ HR. Muslim, no. 482 ]
.
Di dalam Ash-Shohihayn dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepadanya berkata : “Kemudian hendaknya seseorang memilih permintaan yang dia kehendaki..”
.
Dalam lafazh yang lain, “Kemudian pilihlah do’a yang paling disukai lalu berdo’a..”
.
Hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Hal ini menunjukkan disyariatkannya berdo’a dalam kondisi-kondisi tersebut dengan do’a yang disukai oleh seorang muslim, baik yang berhubungan dengan akhirat maupun yang berkaitan dengan kemaslahatan duniawiyah.
.
Dengan syarat dalam do’anya tidak ada unsur dosa dan memutuskan silaturahim. Namun yang paling utama adalah memperbanyak do’a dengan do’a yang diriwayatkan dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam..
.
lalu bagaimana tata-cara berdo’a..?terutama saat sujud dalam sholat..?
.
simak penjelasannya dalam berbagai (audio) artikel berikut ini :
.
KUPAS TUNTAS TENTANG DO’A
.
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33134
.
Diantaranya membahas :
.
1. Salah satu adab berdo’a, yaitu memulainya dengan memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung lalu bersholawat. (Audio no 11)
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33201
.
2. Apakah membaca sholawat saat hendak berdo’a dalam sujud..? (audio no. 76).
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33401
.
3. Apakah boleh membaca do’a dari Alqur’an dalam sujud..? simak audio no. 31
klik : https://bbg-alilmu.com/archives/33390
.
salah satu do’a memohon ampunan untuk kedua orangtua adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrohiim ‘alayhissalam yang diabadikan dalam Qs. Ibrohiim (14) ayat ke 41..
.

MUTIARA SALAF : Berharap Pujian Dan Takut Celaan Manusia

Al-Imam Abul Faraj Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh berkata,

“Ketahuilah bahwa kebanyakan manusia celaka dikarenakan kekhawatiran terhadap celaan manusia dan kecintaan kepada pujian mereka, sehingga setiap gerak-gerik mereka selalu menyesuaikan keridhoan manusia, berharap pujian dan takut celaan mereka..”

[ Mukhtashor Minhajul Qoshidin hal. 212 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc,  حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

 

MUTIARA SALAF : Janganlah Merasa Bangga Dengan Amal Baikmu

Salamah bin Dinar Al-Makhzumi rohimahulloh berkata,

“Sembunyikanlah amal baikmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu, dan janganlah merasa bangga dengan amal (baik) mu, karena engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang bahagia (selamat) ataukah sebaliknya..”

[ Syu’abul Iman karya Imam Al-Baihaqi : 6412]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

NASIHAT ULAMA : Menyikapi Anak Yang Tidak Sholeh

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahulloh berkata,

“Sebaiknya bagi orang yang dianugerahkan oleh Allah anak yang tidak sholeh, hendaknya ia terus berusaha mendidiknya seraya berdo’a dengan sungguh-sungguh agar Allah memperbaiki anaknya, dan hendaknya ia tidak berputus asa dari rahmat Allah..

betapa banyak anak-anak yang berubah menjadi sholeh setelah sebelumnya mereka berperangai buruk..”

[ Syarah Bulughul Marom – 10/289 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

Allah Ta’ala berfirman tentang do’a Nabi Ibrohim ‘alaihissalam :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Robbku..! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat..! Wahai Robb kami.. Perkenankanlah do’aku..” [Ibrohim/ 14: 40]

dan Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Zakariya ‘alaihissalam :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Robbi..! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a..” [Aali Imron/3:38]

Panjatkanlah untaian do’a seperti yang dipanjatkan para hamba pilihan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Robb kami..! Anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa..” [Al-Furqon/ 25: 74]

Tak mungkin anak-anak bisa menjadi sholeh kecuali dengan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Sungguh, betapa anak-anak kita sangat membutuhkan do’a kita sebagai orang tua. Mohonlah agar mereka dijadikan anak yang sholeh..! Berdo’alah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar anak-anak kita dianugerahi kebaikan dan ke-istiqomahan.

Dan perlu diingat juga, bahwa terbentuknya anak sholeh, disamping dengan banyak berdo’a juga diawali dengan qudwah (contoh) yang baik, teladan yang baik dari bapak dan ibu. Bila anak melihat bapak ibunya sosok yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka anak pun akan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Bila orang tua tekun mendirikan sholat, maka anak pun akan tekun sholat. Mereka akan terpola menjadi orang pilihan dan sholeh. Maka teladan yang baik, merupakan obor penerang bagi anak keturunan kita. Teladan adalah cahaya yang menerangi hati sang anak..

Referensi: https://almanhaj.or.id/11223-keshalihan-anak.html

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL