Category Archives: Muhammad Abduh Tuasikal

Cara Melakukan Puasa Awal Dzulhijjah

Seringkali ada yang bertanya, apakah ada tuntunan melakukan puasa dari hari pertama hingga hari kesembilan Dzulhijjah..? Yang diketahui hanyalah puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah.

Intinya, puasa tersebut memiliki tuntunan.

➡ Adapun dalil yang menunjukkan istimewanya puasa di awal Dzulhijjah karena dilakukan pula oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana diceritakan dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Di antara sahabat yang mempraktikkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut untuk berpuasa. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Latho’if Al-Ma’arif, hlm. 459)

➡ Bagaimana dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukan puasa Dzulhijjah..? Riwayatnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijah sama sekali.” (HR. Muslim no. 1176)

Untuk memahami hal ini, lihat perkataan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berikut.

Imam Ahmad bin Hambal menjelaskan bahwa ada riwayat yang menyebutkan hal yang berbeda dengan riwayat ‘Aisyah di atas. Lantas beliau menyebutkan riwayat Hafshah yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari awal Dzulhijah. Sebagian ulama menjelaskan bahwa jika ada pertentangan antara perkataan ‘Aisyah yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sembilan hari Dzulhijah dan perkataan Hafshqh yang menyatakan bahwa beliau malah tidak pernah meninggalkan puasa sembilan hari Dzulhijah, maka yang dimenangkan adalah perkataan yang menetapkan adanya puasa sembilan hari Dzulhijah.

Dalam penjelasan lainnya, Imam Ahmad menjelaskan bahwa maksud riwayat ‘Aisyah adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari Dzulhijah. Sedangkan maksud riwayat Hafshah adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di mayoritas hari yang ada. Jadi, hendaklah berpuasa di sebagian hari dan berbuka di sebagian hari lainnya..

(Latho’if Al-Ma’arif, hlm. 459-460)

Cara melakukan puasa awal Dzulhijjah
➡ Boleh lakukan dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, lebih utama lagi puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
➡ Boleh lakukan dengan memilih hari yang diinginkan, yang penting jangan tinggalkan puasa Arafah.

Niat puasanya bagaimana..? Niat cukup dalam hati, karena maksud niat adalah keinginan untuk melakukan amalan.

Moga dimudahkan beramal shalih di awal Dzulhijjah. Karena amalan shalih di awal Dzulhijjah dapat mengalahkan jihad.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

ref: https://rumaysho.com/11910-cara-melakukan-puasa-awal-dzulhijjah.html

Serba-Serbi DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Di Bulan Dzulhijjah…

Untuk memudahkan pencarian, berikut adalah daftar SERBA SERBI DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Di Bulan Dzulhijah yang pernah kami posting dari beragai sumber.

SERBA SERBI DZULHIJJAH – Daftar Isi LENGKAP

  1. Larangan Mencukur Bagi Yang Hendak Berkurban… 
  2. Amalan Apa Saja Di Awal Bulan Dzulhijjah… (audio) 
  3. Lebih Utama… 
  4. Berkurban ? Ah, Sayang Uangnya..!
  5. Bolehkah Kurban Atas Nama Organisasi..?
  6. Kurban Giliran Dalam Keluarga…
  7. Kurban Atas Nama Istri Karena Niat Berkurban Tapi Dari Uang Suami, Siapa Yang Tidak Potong Rambut dan Kuku..?
  8. Ingin Kurban Tapi Masih Punya Hutang…
  9. Peringatan Bagi Yang Akan Ber-Kurban Termasuk Panitia Kurban… (audio)
  10. Pahala Kurban Untuk Siapa Saja..? (audio) 
  11. Bolehkah Suami dan Istri Sama-Sama Berkurban..? (audio)
  12. Apakah Boleh Menyatukan Niat Aqiqah Dengan Niat Ber-Kurban…?? (audio)
  13. Sunnah Yang Terlupakan Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  14. Berkurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal… (audio)
  15. E-Book Panduan Kurban Praktis…
  16. Rancu Antara Batas Iuran dan Batas Pahala per Hewan Kurban… (audio)
  17. Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  18. Beredarnya Hadits PALSU Terkait Keutamaan 10 HARI PERTAMA Bulan DZUL-HIJJAH… 
  19. Hadits Dhoif Seputar Dzulhijjah… 
  20. Tentang Derajat Hadits Puasa Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah… (audio)
  21. Jangan Dekati Masjid Kami..!! 
  22. Bolehkah Puasa Arafah Dan Puasa Awal Dzulhijjah Namun Masih Memiliki Utang Puasa..? 
  23. Belasan Jam Untuk 2 Tahun… 
  24. Hari Arofah… 
  25. Daging Kurban Tercampur…
  26. Amalan di Hari-Hari Tasyrik (11-12-13 Dzulhijjah)… 
  27. Mengapa Dilarang Puasa Di Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)..? 
  28. Puasa Ayyamul Biidh Tanggal 13 Dzulhijjah..?
  29. Satu Kurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?
  30. Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Kurbannya..?

Beberapa Amalan Yang Mendapatkan Jaminan Rumah di Surga…

Ada beberapa amalan yang apabila seseorang melakukannya maka Allah akan membangunkan rumah untuk orang tsb. Diantaranya :

1.   Membaca QS Al-Ikhlas 10 Kali

Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْراً فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat). Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/30721

=========================

2.  Mengerjakan Sholat Dhuha 4 Roka’at dan Sholat Sebelum Zhuhur 4 Roka’at.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعًا، وَقَبْلَ الأُولَى أَرْبَعًا بنيَ لَهُ بِهَا بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Hadits ini menunjukkan amalan sunnah sholat 4 roka’at di waktu Dhuha dan 4 Roka’at sebelum (Qobliyah) Zhuhur. Namun perlu diperhatikan bahwa mengerjakan sholat 4 roka’at di sini adalah dengan 2 roka’at kemudian salam dan 2 roka’at kemudian salam. Karena keumuman hadits tadi dikhususkan dengan hadits,

صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

Sholat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan 2 roka’at salam dan 2 roka’at salam.” (HR. An-Nasai, no. 1666; Ibnu Majah, no. 1322. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)

=========================

3.  Mengerjakan 12 Roka’at Sholat Rowatib Dalam Sehari

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, no. 728)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795).

=========================

4.  Membaca Do’a Masuk Pasar

Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya Ibnu ‘Umar, dari kakeknya (‘Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكُ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan Ibnu Majah 2235. Syaikh Al-Albani rohimahullau Ta’ala menyatakan, hadits tersebut HASAN, dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152 )

Simak video penjelasannya berikut ini : https://bbg-alilmu.com/archives/9548

=========================

5.  Meninggalkan Perdebatan, Meninggalkan Kedustaan dan Membaguskan Akhlaq

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” (HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273)

=========================

6.  Membangun Masjid Dengan Ikhlas Karena Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).

Dan beberapa amalan lainnya dan bisa di simak di link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=xfC0BnCDjSA

 

 

Do’a Memohon Perlindungan Dari Hilangnya Nikmat…


.
.
SATU LAGI DO’A DARI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM yang ada dalam KITAB RIYADHUS SHOLIHIN AN NAWAWI, yaitu do’a berlindung dari hilangnya nikmat dan datangnya penyakit.
.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, dia berkata, “Di antara do’a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”
.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemarahan-Mu. (HR. Muslim)
.
FAEDAH DARI DO’A :
.
PERTAMA: Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, Iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam do’a ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Makus hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya.
.
KE-DUA: Yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan (‘afiyah) adalah nikmat sehat tersebut berubah menjadi sakit. Yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi do’a ini kita maksudkan meminta selalu kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit) pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.
.
KE-TIGA: Yang dimaksud fuja’ah adalah datang tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam do’a ini berarti kita berlindung pada Allah dari datangnya ‘adzab, siksa dan murka Allah yang tiba-tiba.
.
KE-EMPAT: Dalam do’a ini, kita juga meminta pada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.
.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى
.
ref : https://rumaysho.com/1054-doa-berlindung-dari-hilangnya-nikmat-dan-kesehatan.html
.
#nikmat
#sehat
#sakit
#murka
.
.
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
http://instagram.com/bbg_alilmu

Yang Kerap Terlupakan Di Saat-Saat Ini – Kematian Tidak Bisa Dihindari…

Beberapa waktu terakhir, negeri kita mengalami beberapa musibah gempa dan tsunami yang mengakibatkan banyaknya jumlah korban meninggal di berbagai tempat. Lalu… Banyak orang yang bertanya, ‘apakah tidak ada alat untuk deteksi sebelum gempa agar lebih banyak nyawa yang terselamatkan ?‘… 

Yuk kita baca yang berikut…

======================

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

⚉    Ingatlah … Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

⚉    Harus diyakini … Kematian tak bisa dihindari …

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

⚉    Semua pun tahu … Tidak ada manusia yang kekal abadi …

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

⚉    Yang pasti … Allah yang kekal abadi …

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27)

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

⚉    Lalu … Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

⚉    Jadilah mukmin yang cerdas …

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik ?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas ?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Hanya Allah yang memberi taufik.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى.

 

Ref : https://rumaysho.com/4773-kematian-yang-tidak-bisa-dihindari.html

Sehari Beramal Seribu Kebaikan, Bisakah..?

Sehari Beramal Seribu Kebaikan, Bisakah..?

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda, Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh seribu kebaikan setiap hari ?

Maka seseorang yang duduk bertanya, Bagaimana seseorang bisa memperoleh seribu kebaikan ?’ Beliau menjawab, ‘Ia bertasbih seratus kali, maka akan ditulis untuknya seribu kebaikan,
atau dihapus darinya seribu kesalahan
.’

[HR. Muslim, no. 2698]

Yuk raih minimum SERIBU KEBAIKAN setiap harinya…
.
Ini malam pun bisa kita meraihnya, in-syaa Allah…
.
Penjelasan:
.
1. Hadits di atas menunjukkan keutamaan dzikir.
.
2. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal. Ini baru kelipatan minimal dari suatu amalan. Karena kelipatannya bisa mencapai 700 kali lipat.
.
3. Huruf aw (artinya: atau) dalam hadits bisa bermakna waw (artinya: dan), artinya dengan bertasbih seratus kali akan ditulis seribu kebaikan dan dihapus seribu maksiat.
.
4. Kalau aw dimaknakan dengan ‘atau’ maknanya menjadi ada yang bertasbih ditetapkan baginya seribu kebaikan, ada juga yang dihapuskan baginya seribu kesalahan
.
5. Hendaklah seorang guru mengajarkan kepada murid-muridnya fadhilah-fadhilah suatu amalan
.
6. Sahabat begitu semangat dalam melakukan kebaikan.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc, حفظه الله تعالى
.
Ini adalah dzikir yang tidak terikat oleh waktu dan tempat, jadi silahkan di baca kapan saja (baca soal tanya-jawab di bawah). Wallahu a’lam.
.
PERTANYAAN :
Ingin menanyakan tentang hadits tentang Dzikir Subhanallah 100 x mendatangkan 1000 kebaikan.
Diman disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi Wasallam bersabda :

“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh 1000 kebaikan setiap hari ?

Apakah setiap hari ini adalah pembatasan waktu bahwa dzikir ini hanya diucapkan sekali sehari ? …. Ataukah boleh kita baca 100x lalu kita ulangi lagi 100x dst dalam sehari tanpa batas dengan harapan semakin banyak pahala kebaikan yang didapat dan semakin banyak kesalahan yang dihapus ?

Syukron Ustadz.

JAWABAN :
Boleh diulang lebih dari itu, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tidak membatasi sama sekali. Hanya menjelaskan bahwa orang yang membaca dzikir tersebut bisa mendapatkan pahala 1000 kebaikan. Wallahu a’lam

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Berikut ini adalah kumpulan artikel terkait masalh Riba yang pernah di posting di portal ini. Semoga bermanfaat.

  1. Seuntai Nasehat : RIBA !!!
  2. Paham Riba Tapi Kenapa Masih Kerja Di Bank..?
  3. Dana Riba… Mengapa Dikumpulkan dan Dimanfa’atkan..?
  4. Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?
  5. Kerja Di Tempat RIBA Tapi Kenapa Do’a Di Kabulkan..?!
  6. Bagi Yang Masih Menikmati Atau Berkecimpung Di Dunia RIBA…
  7. Riba Fadhl… Meluruskan Pesan Berantai… (RALAT)
  8. Tentang Menerima Makanan Dari Orang Yang Bekerja Di Bisnis RIBA…
  9. Lebih Besar Dari Riba…
  10. Riba, Zinah, Penyebar Issue, Penceramah Yang Tidak Mengamalkan Ilmunya, dll… Diantara Penyebab Adzab Kubur #3
  11. Hasil Akhir Pemakan RIBA…
  12. Laknat Bagi Para Pendukung Riba…
  13. Pekerjaan Haram Dan Tidak Mampu Beribadah Dengan Semestinya…
  14. Transaksi Riba (Giro Diuangkan Dimuka)…
  15. Penyaluran Harta Riba Untuk Cat Tembok Rumah…
  16. Bolehkah Beribadah Di Masjid Yang Dibangun Dengan Uang Haram..?
  17. Membayar Hutang Ribawi Dengan Hutang Ribawi Juga…
  18. Apakah Dana Pensiun PNS Riba..?
  19. Ikut Pergi Dengan Teman Yang Bekerja Di Bank Ribawi…
  20. Terlilit Hutang Riba…
  21. Membuat Aplikasi Yang Dipakai Bank Ribawi…
  22. Bonus Dari Keuntungan Riba…
  23. Bekerja Di Toko Yang Melakukan Transaksi Riba Dengan Bank…
  24. ….

Bila Sholat Sunnah Qobliyah Shubuh Terlewat…

Keutamaan sholat sunnah qobliyah Shubuh atau sholat sunnah Fajar.

Dalam shohih Muslim terdapat hadits dari ‘Aisyah, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua roka’at sunnah fajar (qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, ‘Aisyah mengatakan, “Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan satu pun sholat sunnah yang kontinuitasnya (kesinambungannya) melebihi dua rokaat (sholat rawatib) Shubuh.”

Lalu… bagaimana jika kita telat datang ?
Sesampainya di masjid Imam jama’ah Shubuh sedang menunaikan sholat Shubuh. Apakah boleh sholat sunnah qobliyah Shubuh diqodho’? Kapan diqodho’nya?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz,rohimahullah, berkata :

“Jika seorang muslim tidak mampu menunaikan sholat sunnah fajar sebelum penunaian sholat Shubuh, maka ia boleh memilih menunaikannya setelah sholat Shubuh atau menundanya sampai matahari meninggi. Karena ada dalil (hadits) yang menunjukkan bolehnya kedua-keduanya.

Akan tetapi jika menundanya sampai matahari meninggi itu lebih baik karena ada perintah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini. Adapun qodho’ sholat sunnah fajar tadi setelah sholat Shubuh maka telah shohih pula dari ketetapan (taqrir) beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bolehnya.”

(Majmu’ Al Fatawa, 11: 373)
.
.
HADITS PERTAMA
.
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang belum menunaikan sholat sunnah Fajar, hendaklah ia menunaikannya setelah terbit matahari.” (HR. at Tirmidzi)
.
.
HADITS KEDUA
.
Dari Qois (kakeknya Sa’ad), ia berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihatku sedang sholat sunnah fajar setelah sholat Shubuh. Beliau berkata, “Dua roka’at apa yang kamu lakukan, wahai Qois ?” Aku berkata, “Wahai Rosulullah, aku belum melaksanakan sholat sunnah Fajar. Inilah dua roka’at sholat sunnah tersebut.” Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lantas mendiamkannya.” (HR. Al Baihaqi, shohih)

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Kapan Wanita Mulai Sholat Zhuhur di Hari Jum’at..? dan Apa Hukum Iqomah Untuk Sholat Bagi Wanita Di Rumahnya..?

Kita telah mengetahui bersama bahwa sholat Jum’at tidaklah wajib bagi muslimah. Sebagai gantinya, ia melaksanakan shalat Zhuhur (empat roka’at) di rumahnya. Seringkali ditanyakan oleh para wanita, kapan mulainya sholat Zhuhur tersebut? Apakah ketika telah masuk waktu Zhuhur atau barangkali menunggu sampai shalat Jum’at para pria di masjid selesai ? Moga artikel sederhana ini bisa sebagai jawaban.

⚉ Al Lajnah Ad Daimah di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya,
Apa hukum menunaikan sholat Jum’at bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah sholat para pria atau ia sholat bersama mereka (kaum pria)?”

⚉ Jawaban yang disampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,

Wanita tidak wajib melaksanakan sholat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan sholat Jum’at bersama imam sholat Jum’at, sholatnya tetap dinilai sah. Jika ia sholat di rumahnya, maka ia kerjakan sholat Zhuhur empat roka’at. Ia boleh mulai mengerjakan sholat Zhuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat Jum’at (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya.

Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Fatwa di atas ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147, pertanyaan kedua]

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah juga pernah mendapatkan pertanyaan yang serupa. Beliau berkata,

Kapan wanita itu melaksanakan sholat Zhuhur di hari Jum’at ? Yaitu ketika sudah masuk waktu Zhuhur.  Sholat Zhuhur wanita ini tidak ada kaitannya dengan shalat Jum’at laki-laki. Jika sudah masuk waktu Zhuhur yang biasa terdengar adzan Zhuhur pada waktu itu atau ditandai dengan tergelincirnya matahari ke arah barat, tentu saja hal ini dilakukan dengan melihat kondisi matahari, maka wanita boleh melakukan sholat Zhuhur ketika itu tanpa mesti mengikuti sholat Jumat laki-laki.

Kalau para wanita melakukan sebelum atau sesudah iqomah shalat Jum’at, selama itu sudah masuk waktu Zhuhur, maka tidaklah masalah. Intinya, sholat wanita ketika itu tidak ada kaitan sama sekali dengan sholat pria. Akan tetapi yang mesti diperhatikan adalah waktu sholat Zhuhur tadi benar-benar sudah masuk dan itu mestinya diperhatikan dengan seksama.” [ https://binbaz.org.sa/old/39606 ]

Kesimpulannya…
👉🏼 seorang wanita boleh melaksanakan sholat Zhuhur saat hari Jum’at di rumah mulai sejak masuk waktu Zhuhur, tidak mesti menunggu sampai para jama’ah pria selesai menunaikan sholat Jum’at. Hal yang sama berlaku bagi orang yang udzur tidak bisa melaksanakan sholat Jum’at seperti orang yang sakit.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

ref : https://rumaysho.com/8445-kapan-wanita-shalat-zhuhur-di-hari-jumat.html

=====================
TAMBAHAN

APA HUKUM IQOMAH UNTUK SHOLAT BAGI WANITA DI RUMAHNYA ?
.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya tentang hukum iqomah untuk sholat bagi wanita.
.
Beliau menjawab, “…Tidak mengapa bagi wanita untuk membaca iqomah untuk sholat jika ia sholat sendirian di rumahnya, dan jika tidak membaca iqomah juga tidak mengapa.
.
Karena iqomah untuk sholat adalah wajib atas jama’ah laki-laki. Sehingga seorang laki-laki yang sholat sendirian maka iqomah tidaklah wajib baginya, dan jika membaca iqomah maka itu lebih utama, dan jika tidak membacanya maka itu tidak mengapa…
.
.
(Sumber : Majmu’ Al Fatawa Wa Rasail Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Dikumpulkan oleh Syaikh Fahd bin Nashir As Sulaiman, Cetakan Pertama, 1419 H, Daru Tsurayya lin Nasyr, XII/159-160).

Do’a Yang Biasa Dibaca Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam…

Faedah dari hadits Do’a (di gambar) :
.
1.  Dianjurkan untuk membiasakan do’a tersebut.
.
2.  Do’a tersebut berisi permintaan agar kita diberi keselamatan terhindar dari sifat-sifat jelek yang disebutkan di dalamnya.
.
3.  Do’a tersebut berisi permintaan agar kita tidak terjerumus dalam sifat-sifat jelek tersebut.
.
4.  Meminta perlindungan dari sifat ‘ajz, yaitu tidak adanya kemampuan untuk melakukan kebaikan. Demikian keterangan dari An Nawawi rahimahullah. [ Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 17/28 ]
.
5.  Meminta perlindungan dari sifat kasal, yaitu tidak ada atau kurangnya dorongan (motivasi) untuk melakukan kebaikan padahal dalam keadaan mampu untuk melakukannya. Inilah sebagaimana yang dijelaskan oleh An Nawawi rahimahullah. Jadi ‘ajzitu tidak ada kemampuan sama sekali, sedangkan kasal itu masih ada kemampuan namun tidak ada dorongan untuk melakukan kebaikan.
.
6.  Meminta perlindungan dari sifat al jubn,artinya berlindung dari rasa takut (lawan dari berani), yaitu berlindung dari sifat takut untuk berperang atau tidak berani untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Juga do’a ini bisa berarti meminta perlindungan dari hati yang lemah.
.
7.   Meminta perlindungan dari al harom, artinya berlindung dari kembali pada kejelekan umur (di masa tua). Ada apa dengan masa tua? Karena pada masa tua, pikiran sudah mulai kacau, kecerdasan dan pemahaman semakin berkurang, dan tidak mampu melakukan banyak ketaatan. [ Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/28-29 ]
.
8.  Meminta perlindungan dari fitnah (cobaan) ketika hidup dan mati. Ibnu Daqi Al ‘Ied mengatakan, “Fitnah kehidupan adalah fitnah yang dihadapi manusia semasa ia hidup yaitu berupa fitnah-fitnah dunia (harta), fitnah syahwat, kebodohan dan yang paling besar dari itu semua –semoga Allah melindungi kita darinya- yaitu cobaan di ujung akhir menjelang kematian. Sedangkan fitnah kematian  yang dimaksud adalah fitnah ketika mati. Fitnah kehidupan bisa kita maksudkan pada segala fitnah yang ada sebelum kematian. Boleh jadi fitnah kematian juga bermakna fitnah (cobaan) di kubur.”
.
9.  Menunjukkan adanya siksa dan fitnah kubur, karena bagaimana mungkin sesuatu yang dimintai perlindungan, namun hal itu tidak ada. Sungguh mustahil!!! Ibnu Hajar Al Makki mengatakan, “Dalam doa perlindungan terhadap siksa kubur ini terdapat bantahan telak terhadap Mu’tzilah yang mengingkari adanya siksa kubur.” 
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,  حفظه الله تعالى .