Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Mengatakan “Tidak Tahu” Dengan Jujur

Google mencerdaskan anda atau menjadikan anda bodoh..?

Mengatakan “tidak tahu” dengan jujur adalah jawaban cerdas, bukan jawaban bodoh.

Penyakit di zaman ini, terutama orang yang terlanjur dipandang atau ditokohkan terlebih lagi di media sosial, adalah ceroboh menjawab, berkomentar, dan menulis.

Jujur dengan berkata “saya tidak tahu” menjadi momok paling menakutkan di dunia maya. Dengan dalih, kalau tidak tahu kan tinggal tanya ke “mufti google”, dan sejurus kemudian jadi ulama’ besar.

Yuk, kita “uri uri” alias kita hidup suburkan kejujuran dengan berkata “saya tidak tahu”

Lebih baik diam daripada berkata dalam urusan agama yang tidak kita kuasai ilmunya.

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung..” (An Nahel 116)

Semoga mencerahkan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Cerdas Finansial Di Saat Krisis

Cerdas finansial di saat krisis.

Pendapatan berkurang atau bahkan hilang.

Pekerjaan sulit, harga barang melejit.

Lapangan pekerjaan menyempit, mana sedang wabah penyakit.

Pokoknya apa apa sedang sulit bertambah sulit karena lagi ndak punya duwit.

Lalu gimana solusinya dong..?

Kawan, ingat rejeki itu bukan hanya duwit, kemudahan juga tidak hanya urusan duwit, pekerjaan juga bukan hanya yang menghasilkan duwit.

Tahukah anda bahwa duwit itu sekedar alat untuk memudahkan urusan anda, konon duwit atau fulus itu bikin urusan mulus.

Nah, bukankah kemaren gara-gara mengejar duwit anda merasa kesulitan cari waktu untuk kumpul dengan anak istri anda..? Kini anda mudah berkumpul dengan anak istri walau tanpa duwit.

Kemaren anda berdalih mau mengumpulkan duwit agar bisa beribadah, nah kini anda bisa banyak beribadah tanpa duwit, kenapa masih juga merasa susah..?

Kemaren pusing karena sibuk mengumpulkan duwit sehingga lupa untuk membantu atau bersilaturrahim ke orang tua, kini tanpa duwit anda bisa melakukannya namun mengapa anda masih saja belum melakukannya..?

Dan masih banyak lagi,

Jadi apa yang sebenarnya anda cari..?

Kawan, cerdas mengatur finansial itu bila anda memilikinya, dan bila tidak ada, maka berarti tidak usah repot repot memikirkannya apalagi sibuk mengaturnya.

Konsentrasikan pikiran anda untuk mengatur ulang diri sendiri dan keluarga, bila anda telah berhasil, niscaya esok hari anda dipercaya Allah untuk mengatur finansial karunia-Nya.

Semoga menyadarkan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Di Hatimu Tersimpan Kunci Sukses Puasa dan Semua Amalanmu

Di hatimu tersimpan kunci sukses puasa dan semua amalanmu.

Bisa jadi amalan anda sama dengan amalan orang munafik, namun anda masuk surga mereka masuk neraka.

Anda beramal karena Allah mereka beramal karena takut sama manusia.

Anda beramal karena meneladani Nabi shalalahu alaihi wa sallam namun mereka beramal demi mengamankan harta dan dunianya.

Anda beramal berdasarkan dalil sedang mereka beramal berdasarkan kepentingan dunianya.

Anda beramal demi menjalankan perintah sedangkan mereka beramal demi kepentingan dunianya.

Lalu kapan semuanya akan terbuka nyata ?

Di saat ajal menjemput, Allah biasanya akan menampakkan semuanya menjadi nyata, anda khusnul khatimah sedangkan orang munafik su’ul khatimah.

Di alam kubur dan kemudian di akhirat, anda dikaruniai nikmat kubur dan surga, sedangkan mereka mendapat siksa kubur dan neraka jahannam.

Selamat bercermin membaca isi hati masing masing.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Saat Tertimpa Musibah
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  4. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  5. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  6. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  7. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  8. Keutamaan Bersedekah Di Hari-Hari Ini
  9. SELESAI – MASIF : WAKAF 2 Sumur Bor + 2 Jaringan Pipa
  10. Keutamaan Sedekah Air #1
  11. Keutamaan Sedekah Air #2
  12. Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…
  13. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  14. Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..
  15. SELESAI – Tebar Sembako dan Air Minum
  16. Ladang Pahala
  17. Sikap Orang Beriman Terhadap Wabah Virus Corona
  18. Apakah Wafat Di Hari Selain Jum’at Tidak Mendapatkan Husnul Khotimah..?
  19. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  20. Tawakal Yang Hakiki
  21. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  22. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  23. Tentang Berjabat Tangan
  24. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  25. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  26. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  27. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  28. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  29. Ringankan Orang Yang Sakit
  30. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  31. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  32. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  33. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  34. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  35. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  36. Kabar Gembira
  37. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  38. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  39. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  40. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  41. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  42. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  43. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  44. Landasan Setiap Kebaikan
  45. Musibah Menghapus Dosa…
  46. Mendung Kan Berakhir
  47. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  48. Bersabar Menghadapi Musibah
  49. Allah Yang Mengetahui Akhir Dari Perkara Kita
  50. Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu
  51. Jangan Sampai Anda Turut Menularkan Virus
  52. Bertambah Kesulitan, Betambah Pula Keimanannya
  53. Akibat Dosa
  54. Yang Penting Untuk Di Pahami Saat Menghadapi Musibah
  55. Agar Musibah Anda Berpahala… Agar Kesedihan Anda Seakan Tiada…
  56. Hakikat Iman
  57. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  58. Bersabarlah Dan Berhusnudzonlah Kepada Allah Dalam Ujian Dan Musibah
  59. Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan
  60. Saling Mendo’akan
  61. Renungan Ayat – 3
  62. Menunggu Jalan Keluar
  63. Tentang Sholat Iedul Fitri Di Rumah
  64. Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

#COVID_19 : Hal Ghoib Semakin Dipercaya

Corona tiba, hal ghoib semakin dipercaya.

Banyak yang tidak mengetahui bentuk, rupa, warna corona walau demikian semua percaya dan berusaha keras mencegah dan menghindarinya sekuat tenaga.

Bila anda tanya, “dari mana kita mengetahui keberadaan corona ?”

Jawabannya biasanya, “informasi dari pihak lain”, atau “bukti korbannya, sehingga dianggap itu meyakinkan, sehingga harus waspada dan berupaya sekuat tenaga”

Anehnya, urusan siksa akhirat, murka Allah di dunia dan akhirat, yang jelas-jelas nyata dan fakta, data dan bukti nyata juga sudah banyak, kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam ditenggelamkan, Kaum Saba’, Tsamud dan lainnya juga telah menjadi bukti dahsyatnya murka Allah,

Bencana alam, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, badai, banjir banding juga telah membuktikan keampuhan murka Allah Ta’ala.

Namun demikian, kita masih berleha-leha menyikapinya.. meremehkannya bahkan banyak manusia yang meragukannya.

Mengapa ?

Yah itulah hidayah, bila pintu hidayah di dalam jiwa anda telah tertutup, maka anda tidak akan pernah mempercayainya.

Sobat, yuk kewaspadaan terhadap corona menghantarkan kita untuk semakin mewaspadai murka Allah, dengan meningkatkan ibadah, istighfar, jauhi maksiat, dan mengkaji agama-Nya.

Semoga dengan corona kita bertambah iman, dan kalaupun harus mati dengan corona kita mendapat predikat ‘husnul khotimah.’

Namun bila corona malah menambah anda jauh dari agama, semakin meremehkan murka Allah, maka walaupun anda selamat dari corona, maka bisa jadi kelak anda harus menelan pil pahit ‘su’ul khotimah.’

Sobat !
Sebagai orang yang beriman, anda harus percaya bahwa yang kuasa melindungi anda, dan menyembuhkan anda dari corona hanyalah Allah Ta’ala. Adapun hidup sehat, suplemen, atau obat-obatan sebatas upaya, sedangkan kesembuhan atau kesehatan seutuhnya kuasa Allah Ta’ala. Karena itu, yuk kita jadikan corona sebagai cambuk untuk semakin mendekat kepada Allah Ta’ala, tanpa mengabaikan upaya untuk menanggulangi dan mengobatinya.

Dan jangan lupa, untuk menambah ilmu dan pemahaman anda tentang agama Islam, anda bisa bergabung dengan kami di sini:
http://pmb.stdiis.ac.id/

Semoga menggugah semangat dan mengobarkan keimanan anda.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Serasa Menggelegar Mendengarnya

Shubuh ini, imam masjid tempat saya sholat, pada rakaat pertama membaca surat At Thooriq, tatkala sampai pada penghujung surat, entah mengapa jiwa saya begitu bergetar mendengar suara imam membaca ayat berikut:

إنهم يكيدون كيدا(15) وأكيد كيدا(16) فمهل الكافرين أمهلهم رويدا(17)

“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.” (Ath Thooriq : 15-17)

Subhanallah, barangkali anda merasa aman karena berhasil mendiskreditkan Islam dan ummat Islam, sehingga anda mendapat keuntungan materi, atau keuntungan dunia fana lainnya.

Atau dengan ulah anda, keuntungan anda semakin melimpah, karir anda melejit, namun selama-lama anda bisa malang melintang di dunia ini, pastilah esok hari anda harus pasrah pada keperkasaan utusan Allah, yaitu Malaikat Maut.

Bayangkan perasaan anda saat menjalani kepastian itu, tanpa ada jabatan, harta atau kolega yang bisa menolong anda.

Percayalah, cepat atau lambat Allah pasti membalas ulah dan kelakuan anda.

Allahu Akbar !

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Suamimu Tak Seburuk Fir’aun…

Wahai kaum wanita, saat ini anda bisa saja berkata: ‘nasib oh nasib, punya laki kayak gini.. mimpi buruk apa ya aku dulu..?’

‘Udah duitnya seret, ngomel terus, mana ndak cakep, kentutnya bau lagi..’

Wahai kaum istri, keep calm please..

Coba untuk sejenak anda menjawab pertanyaan berikut:

Siapa yang lebih buruk, suamimu atau Fir’aun ?

Namun demikian sejelek apapun Fir’aun ternyata tidak menghalangi istrinya yaitu Asiyah bintu Muzahim menjadi wanita penghuni surga. Bahkan kisah dan ketegaran batinnya diabadikan dalam Al Qur’an.

{ وَضَرَبَ اللَّه مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَة فِرْعَوْن إِذْ قَالَتْ رَبّ ابْن لِي عِنْدك بَيْتًا فِي الْجَنَّة } 

“Dan Allah membuat isteri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Robbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim.” ( At Tahrim 11)

Percayalah saudari, kalau anda mendambakan kebahagiaan, percayalah bahwa kebahagian itu hanya Allah yang punya, bila anda beriman dengan baik, pasti anda bahagia, sebagaimana Asiyah bintu Muzahim bisa tetap berbahagia walau suaminya adalah manusia paling jahat di dunia.

Saudariku ! Selama anda mengharapkan kebahagiaan dari suami anda niscaya anda kecewa dan menderita.

Namun setiap kali anda fokus menunaikan tugas dan kewajiban anda sebagai istri, sedangkan hak dan kebahagian hidup anda, hanya anda pinta kepada Allah Yang Maha Kuasa, niscaya anda bahagia, siapapun suami anda.

Bila anda berkata: ‘kok bisa ya wanita sholehah dinikahi lelaki jahat seperti itu ?’

Ya.. untuk membuktikan dan menguji kekuatan iman Asiyah bintu Muzahim, karena kalau tanpa ujian, niscaya kesempurnaan iman beliau tidak terbukti.

Terlebih bagi saya dan juga anda, sehingga bisa jadi anda akan bertanya: ‘apa hebatnya dia sehingga kita dianjurkan meneladaninya dan dia dimasukkan ke dalam surga ?’

Nabi Muhammad Shollallahu ’alaihi wasallam bersabda :

“إن عظم الجزاء مع عظم البلاء ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا، ومن سخط فله السخط ” حسنه الترمذي.

“Sesungguhnya besarnya pahala itu setimpal dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya.

Barang siapa yang ridho dengan ujian itu maka baginya keridhoan Allah, dan barang siapa yang marah/benci kepada ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah” (At Tirmizi)

Jadi suamimu kayak gitu.. karena Allah sayang kepadamu, agar engkau bisa berjiwa besar, dan dapat pahala besar.

Selamat mencoba, semoga bahagia selalu bersamanya.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى .

 

Bagi Yang Ingin Punya Anak Menjadi Ustadz

Enak yah jadi ustadz, apalagi yang ngetren.

Umrah, haji, pergi sana-sini gampang, ada lagi yang lebih seru, dikagumi banyak orang dan digandrungi banyaaaaak itu tuh, tentunya pasti menyandang gelar “anak shaleh”, keren abis bukan ?

Demikian bayangan banyak orang, akibatnya ada sebagian orang tua yang melakukan segala upaya agar anaknya bisa jadi ustadz.

Sampai-sampai sebagian orang tua ogah mendengar apalagi membantu putranya mewujudkan “mimpi” menjadi dokter, atau perwira TNI, atau perwira Polri atau pedagang atau lainnya.

Seribu satu cara dilakukan sebagian orang tua, yang penting anaknya mondok, sekolah agama, agar kelak “hidup mulia”, jadi “anak shaleh” karena bertitel “ustadz”.

Sobat! Kholid bin Walid rodhiyallahu ‘anhu bukan ustadz juga bukan ulama’, namun sejarah mengukir namanya dengan “tinta emas” berkat tajamnya pedang beliau.

Raja An Najasyi juga bukan ulama’ namun namanya harum dan jasanya diakui oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ketika ia meninggal beliau dan para sahabat mensholatkan gaib. Bukan karena ilmu yang beliau ajarkan, namun karena jasanya melindungi para sahabat yang berhijrah ke Habasyah dan tentu juga karena ke-islamannya.

‘Uwais Al Qarni dikenang sejarah bukan karena ilmunya, namun karena baktinya kepada orang tuanya.

Karena itu jangan paksa anak anda meniti “anak tangga” menjadi ustadz, namun arahkan agar putra putri anda menjadi orang shaleh, apapun profesinya.

Lebih baik menjadi pengusaha shaleh, jendral shaleh, insinyur shaleh atau profesi lainnya yang serupa, dibanding “mantan santri” atau “ustadz mogol” alias setengah mateng atau “kiyai kagok”.

Semoga mencerahkan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Bagi Yang Mendambakan Tinggal Di Kampung Islami

Bagi Yang Mendambakan Tinggal Di Kampung Islami

Enak ya, kalau bisa tinggal di kampung islami, desa sunnah, kampung ulama’ dst.

Demikian gumam atau mimpi sebagian orang..
benarkah demikian ?

Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya permasalahan yang serupa, kemudian beliau menjelaskan bahwa keutamaan tinggal di satu tempat tidaklah dinilai dari kampungnya atau negerinya.

Kelebihan tinggal di suatu tempat dinilai dari apa yang bisa Anda lakukan. Bila Anda tinggal di suatu negeri atau Perkampungan yang banyak pelaku maksiat nya, atau bahkan banyak Non-muslim nya, namun anda bisa banyak berbuat kebaikan di sana ingin memerintahkan yang Ma’ruf dan melarang yang Mungkar.

Sedangkan bila anda tinggal di negeri muslim maka Anda hanya menjadi pupuk bawang tidak banyak yang bisa Anda lakukan, walaupun anda lebih nyaman hati atau anda lebih tenang, maka menurut beliau dengan tetap tinggal di negeri yang lebih banyak maksiat namun anda juga lebih banyak bisa berbuat kebaikan lebih baik dan lebih utama daripada anda tinggal di negeri Islam yang hanya sebagai pupuk bawang.

Beda halnya bila anda tidak berguna di kampung yang heterogen bahkan anda terkontaminasi negatif maka “bertiarap” dengan berpindah agar selamat itu bisa menjadi solusi bagi ketidak berdayaan anda.

Makanya Fokuslah untuk berbuat baik di mana pun anda berada, dibanding sibuk memikirkan kampung ini atau itu, negeri ini atau negeri itu.. karena nilai anda ada pada karya Anda, Bukan pada rumah Anda atau alamat kantor Anda atau kampung Anda.

Beliau lalu berdalil dengan surat Al Hujurot ayat : 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”

Dengan demikian Anda tidak mudah tertipu dengan kampung Islam atau negri sunnah atau kampung taqwa atau desa kurma atau kampung unta dan nama nama serupa lainnya, yang telah terbukti jadi jargon perdagangan yang juga terbukti indah di dengar pahit di rasa dan fakta.

[silahkan baca Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 27/39-40]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Bagi Yang Ingin Punya Anak Menjadi Ustadz

Iman Pasti Diuji, Agar Terbukti Murni Bukan Imitasi

Anda mengaku beriman ? Sudahkah anda diuji sehingga terbukti iman anda murni bukan iman imitasi ?

Adapun janji Allah Ta’ala, maka pasti benar dan sudah terbukti, berbeda dengan iman anda, karena itu jangan bermimpi menguji kebenaran janji Allah, namun bersiaplah untuk diuji kebenaran iman anda.

Kisah berikut cukup unik untuk anda renungkan, bagaimana orang beriman menjalani ujian iman.

Sahabat Abu Said Al Khudri mengisahkan,
“Suatu hari datang seorang lelaki kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,
“Wahai Rasulullah, sejatinya saudaraku saat ini sedang menderita diare”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْقِهِ عَسَلًا»

“Minumi ia madu”

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan petunjuk Nabi, yaitu meminumi saudaranya madu.

Tidak selang berapa lama, ia kembali lagi menemui Rosulullah dan berkata kepadanya, “aku telah meminumkan madu kepadanya, namun ternyata diarenya malah bertambah parah”

Mendengar laporan itu, beliau kembali memerintahkannya untuk terus meminuminya madu.

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan perintah Rosulullah, namun lagi-lagi diare sauadaranya semakin bertambah parah. Sehingga ia kembali menemui Rosulullah dan mengabarkan hal ini kepada beliau.

Mendapat laporan perihal diare saudara lelaki itu yang semakin bertampah parah, lagi-lagi Rosulullah memerintahkannya untuk meminuminya madu.

Tanpa pikir panjang atau ragu sedikitpun, lelaki itu kembali mematuhi perintah Rosulullah.

Dan lagi-lagi diare saudaranya semakin bertambah parah, hingga akhirnya untuk yang ketiga kalinya ia menyampaikan kejadian ini kepada Nabi. Dan Nabi pun kembali memerintahkannya dengan pengobatan yang sama. Dan kembali lagi diare saudara lelaki itu juga belum kunjung sembuh.

Walau sudah mencoba pengobatan ala Rosulullah untuk ketiga kalinya, namun lelaki itu tidak putus asa atau bergeming dan ragu. Ia tetap dengan yakin meminta petunjuk dari Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan untuk keempat kali ini, Rosulullah bersabda,

صَدَقَ اللهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ»

“Allah Maha Benar, sedangkan perut saudaramu yang tidak benar/ mengalami gangguan”

Selanjutnya Rosulullah memerintahkan lelaki itu untuk meminumkan madu kepada saudaranya, dan SUBHANALLAH, setelah minum madu empat kali, barulah diare saudara lelaki itu sembuh total.” (Muslim)

Rosulullah menyatakan bahwa Allah Maha Benar, karena Allah telah menjelaskan bahwa pada madu terdapat kesembuhan, sebagaimana ditegaskan pada ayat 69 surat An Nahl.

Demikianlah contoh nyata bagaimana seorang mukmin melatih keimanan, walau gagal tiga kali, namun tetap saja teguh dan tegar menerapkan ajaran Rosulullah, hingga akhirnya berhasil mendapatkan bukti akan kebenaran ajaran beliau.

Bagaimana dengan anda sobat ?

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى