Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

#COVID_19 : Ladang Pahala

Diantara usaha syar’i yang bisa kita lakukan agar selamat dari Covid-19 adalah dengan banyak bersedekah.

Dan diantara lahan sedekah yang sangat besar pahalanya saat ini adalah..
➡️ sedekah masker, APD untuk tenaga kesehatan, dan
➡️ sedekah kepada mereka yang kekurangan

Mari berbagi, dan jadikan musibah ini sebagai ladang pahala !

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2863081427140089&id=100003147806078?sfnsn=wiwspwa&extid=nWAdiGPLLxL0zhr4

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  4. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  5. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  6. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  7. UPDATE – Tebar Sembako dan Air Minum
  8. Ladang Pahala
  9. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  10. Tawakal Yang Hakiki
  11. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  12. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  13. Tentang Berjabat Tangan
  14. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  15. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  16. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  17. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  18. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  19. Ringankan Orang Yang Sakit
  20. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  21. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  22. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  23. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  24. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  25. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  26. Kabar Gembira
  27. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  28. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  29. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  30. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  31. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  32. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  33. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  34. Landasan Setiap Kebaikan
  35. Musibah Menghapus Dosa…
  36. Mendung Kan Berakhir

#COVID_19 : Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah

Jangan sampai lupa:

1. Membaca dzikir keluar rumah berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “barangsiapa membaca dzikir ini saat keluar rumah, maka dia akan di berikan petunjuk, dicukupi kebutuhannya, dan akan dilindungi (dari bahaya apapun).” [HR. Abu Dawud: 5095, shahih].

2. Membaca doa singgah di suatu tempat ini:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقْ

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “barangsiapa yang singgah di suatu tempat, dan dia baca dzikir ini, maka tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya, sampai dia meninggalkan tempat itu.” [HR. Muslim: 2708]

3. Membaca setiap pagi dan sore, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda: “Bacalah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain, saat pagi dan sore, sebanyak 3 kali, itu akan melindungimu dari segala sesuatu.” [HR. Abu Dawud: 5082, Hasan].

4. Membaca dzikir saat melihat orang yang terkena bala’ ini:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكُمْ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “barangsiapa melihat orang yang terkena bala’, dan membaca dzikir ini, maka dia akan diselamatkan dari bala’ itu.” [HR. Attirmidzi: 3431, Hasan].

5. Bersedekah semampunya .. meski hanya sedikit.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda, “bahwa sedekah bisa menolak kematian yang buruk.” [HR. Attirmidzi: 664, Hasan].

6. Melakukan usaha lahir (sebab kauni) yang bisa menjaga dan menyelamatkan diri dari bala’ dan musibah .. sebagaimana arahan ahli kesehatan, seperti: memakai masker, makan yang bergizi, istirahat yang cukup, dst.

7. Bertawakkal kepada Allah setelah melakukan semua usaha di atas .. serahkan semuanya kepada Allah, Dialah sebaik-baik penjaga dan penyelamat kita .. dan Dialah yang paling menyayangi para hamba-Nya yang patuh dan taat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Bertawakkallah kalian hanya kepada Allah, jika kalian benar beriman” [QS. Al-Ma’idah: 23]

Semoga Allah menjaga dan menyelamatkan kita semua, dari bala’ dan musibah yang ada, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

#COVID_19 : Physical Distance Juga Bagian Dari Islam

“Wabah itu seperti API .. dan kalian adalah BAHAN BAKARNYA .. maka berpencarlah kalian, agar api itu tidak mendapati sesuatu yang menjadikannya hidup .. hingga dia mati (dengan sendirinya)”

Inilah perkataan sahabat Nabi yang mulia ‘Amr bin ‘Ash -rodhiallahu ‘anhu- kepada penduduk negeri Syam ketika munculnya tho’un di sana.

Jadi.. jangan sampai ada yang mengatakan usaha seperti ini menunjukkan,
“kurang iman”, atau
“seperti orang yang belum ngaji”, atau
“tindakan takut kepada selain Allah”..

Sungguh ini adalah usaha yang juga diperintahkan Allah dan Rosul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

#COVID_19 : Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…

Ibnu Hazm -rohimahulloh- mengatakan:

Aku dapati orang yang ‘beramal untuk akherat’, jika dia diuji dengan sesuatu yang dibenci di jalannya itu; dia tidak sedih, bahkan dia malah bahagia, karena harapannya terhadap apa yang akan diterimanya (di akherat) itu menjadi penolong baginya pada hal yang dia inginkan, dan itu melebihi target yang dia inginkan.

Dan aku dapati bila dia terhenti langkahnya oleh sesuatu hal di jalannya itu; dia tidak sedih, karena dia (tahu) tidak disalahkan karena itu, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap apa yang dia inginkan (di akherat).

Aku melihat bila dia dijadikan sasaran gangguan; dia bahagia. Bila ditimpa kesulitan; dia bahagia. Dan bila dia lelah karena apa yang dijalani; dia gembira, sehingga dia dalam keadaan bahagia selamanya…

Dan ketahuilah, bahwa yang diinginkan (oleh manusia) hanyalah satu; MENGUSIR KESEDIHAN, dan tidak ada jalan untuk itu melainkan satu jalan, yaitu: beramal karena Allah ta’ala.

[Al-Akhlaq was Siyar, Ibnu Hazm, hal: 15-16].

——-

Inilah yang jauh hari telah disinggung oleh Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya adalah kebaikan, dan itu tidaklah ada melainkan pada diri seorang mukmin.

Bila dia menerima nikmat; dia bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa ujian, dia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan pula baginya“. [HR. Muslim: 2999].

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

da230115-0516

#COVID_19 : Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !

Jangan sampai kita kalah dengan ketakutan kita sendiri !

=====

Yakinlah bahwa kita semua akan ditolong dan dikuatkan Allah dalam menghadapi musibah ini, selama kita kembali kepadanya, dan mentaatinya .. “La haula wala quwwata illa billah” .. Tentunya dengan tetap melakukan usaha lahir dan batin yang kita mampui.

Ingatlah firman-Nya:

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِين

“Mengapa penduduk suatu negeri tidak BERIMAN, sehingga imannya bisa memberikan manfaat kepada mereka. Lihatlah kaumnya Nabi Yunus, ketika mereka BERIMAN, Kami hilangkan dari mereka AZAB dunia yg menghinakan, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yg ditentukan” [QS. Yunus 98]

Ingat juga perkataan Syeikhul Islam -rohimahullah-:

“Banyak orang yang sakit bisa sembuh tanpa pengobatan, mereka sembuh dengan doa yang mustajab, ruqyah yang manjur, kekuatan hati, dan tawakkal yang baik”. [Al-Fatawa 21/563]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

#COVID_19 : Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman

Tenanglah wahai saudaraku seiman .. Apapun keadaannya, bisa menjadi yang terbaik untuk kalian.

=====

Saya termasuk yang pesimis, penyebaran Covid19 bisa dihentikan di negeri tercinta ini, wallahul musta’an .. tapi, itu bukan berarti semuanya berakhir !

Oleh karenanya, tetaplah tenang, jangan panik atau takut secara berlebihan .. Lakukan usaha yang kita mampui, baik usaha lahir, maupun usaha batin.

Jika terpapar virus ini, dan ini kemungkinan terburuknya, maka tetaplah tenang .. ingatlah:

1️⃣ Itu adalah kehendak Allah .. sabarlah menerimanya, karena bisa jadi itulah yg terbaik, dan bisa jadi Allah mendatangkan banyak kebaikan padanya.

Dan berharaplah pahala dari musibah itu, karena setiap musibah yg menimpa seorang mukmin, akan mendatangkan pahala dari Allah ta’ala, karena sabda beliau: “Sesungguhnya besarnya pahala, tergantung besarnya musibah” [HR. Attirmidzi: 2396, hasan]

2️⃣ Ingatlah, banyak sekali orang yang terpapar virus ini akhirnya sembuh, bahkan kemungkinan sembuhnya jauh lebih besar .. sehingga jangan frustasi, tapi tetaplah jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan berusahalah mengkonsumsi sesuatu yang dapat meningkatkan kemampuan imun tubuh untuk bertahan, seperti: madu, jahe, jeruk nipis, dll.

Biasanya virus bisa dijinakkan oleh tubuh yang sehat dalam 2-3 pekan, waktu yang tidak begitu lama.

3️⃣ Ingatlah, bahwa wabah bisa menjadi rahmat bagi kaum mukminin yang tertimpa, selama dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah.

Bahkan sebagian ulama mengatakan, orang mukmin yang meninggal karena Covid19 bisa masuk dalam golongan orang yang mati syahid, karena masuk dalam hadits Nabi -shollallahu ‘alahi wa sallam-: “Orang yang mati karena penyakit dalam (al-Mabtuun) itu syahid” [Shahih Bukhari: 5733].

4️⃣ Ingatlah bahwa terpapar Covid19 bukan berarti kehilangan husnul khotimah .. sebaliknya, selamat dari Covid19, bukan berarti akan selamat dari su’ul khotimah .. padahal ada tidaknya Covid19, tidak mengubah kenyataan bahwa kita semua pasti akan mati.

Oleh karenanya, fokuslah untuk husnul khotimah, perbanyak istighfar, taubat, dan amal kebaikan agar Allah memberikan husnul khotimah.

Meninggal sebelum yang lain tapi husnul khatimah, tetap saja sebuah keberhasilan dalam hidup yang luar biasa, ingatlah firman-Nya:

“Siapapun yang diselamatkan dari Neraka, dan dimasukkan ke dalam surga, maka dia benar-benar telah mendapatkan kemenangan. Dan kehidupan dunia, hanyalah kenikmatan sedikit yang banyak menipu” [Alu Imron: 185].

5️⃣ Jangan menganggap rendah atau gagal mereka yang meninggal karena Covid19, karena bisa jadi itu cara Allah memuliakan mereka .. Lihatlah banyak sahabat -rodhiallahu ‘anhum- yang wafat karena penyakit Thoun ‘Amwas yang terjadi di Negeri Syam.

Saudaraku seiman, jangan pahami pesan ini sebagai ajakan untuk meremehkan masalah wabah ini .. tetaplah waspada dan berusaha menjauhkan diri dari bahaya wabah ini, semoga Allah menyelamatkan kita semua dari wabah ini.

Pesan ini bertujuan memberikan rasa tenang dan sabar bagi yang sudah berusaha, namun tetap terpapar Covid19, karena kehendak Allah yang tidak mungkin dihindarkan.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref: https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah/posts/2840288239419408

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

#COVID_19 : Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?

Takut terinfeksi virus Corona itu masuknya ke “Khouf Thobi’i” = takut yang wajar dan alami, karena sebabnya memang zhohir dan masuk akal. Ini bisa disamakan dengan takut kepada singa, ular, hiu, dll.. TIDAK MERUSAK TAUHID.

Berbeda dengan takut ‘kualat’ kepada mayit, masuknya ke “Khouf Sirr” = takut karena sebab yang samar (tidak masuk akal).. ini YANG MENGGANGGU TAUHID.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Orang Yang Lebih GEMBIRA Dan Lebih BUTUH Terhadap Pahala Sedekah

Seandainya ‘orang yang bersedekah’ sadar bahwa sedekahnya itu SAMPAI di tangan Allah sebelum sampai ke tangan si miskin, tentunya orang yang memberi akan lebih GEMBIRA dengan pemberiannya daripada orang yang mengambil pemberian.

Seandainya ‘orang yang memberi’ tahu bahwa dia itu BUTUH terhadap pahala sedekahnya melebihi kebutuhan si miskin terhadap sedekahnya, tentunya tangannya menjadi lebih RINGAN dalam memberi daripada tangan si miskin dalam menerima pemberiannya.

Seandainya ‘orang yang memberi’ tahu bahwa MANFAAT sedekahnya untuk dirinya jauh lebih besar daripada manfaat sedekah itu untuk si miskin, tentunya dia ingin MEMPERBANYAK sedekahnya melebihi keinginan si miskin untuk mendapatkan pemberian yang banyak.

Mari bantu orang yang membutuhkan di sekitar kita…

Kita selalu semangat dalam mencari harta dan berpikir bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas… maka harusnya kita juga semangat dan berpikir demikian dalam masalah pahala, bahkan harusnya lebih semangat lagi, wallohul musta’an…

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da2610162043

Tenanglah Bersama Allah… Karena Allah Melebihi Segalanya…

Tenanglah bersama Allah… karena Allah melebihi segalanya…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Jika orang-orang merasa kaya dengan dunianya, maka harusnya kamu merasa kaya dengan Allah..

Jika mereka merasa senang dengan dunianya, maka harusnya kamu merasa senang dengan Allah..

Jika mereka merasa akrab dengan teman-teman karib mereka, maka jadikanlah keakrabanmu itu dengan Allah..

Jika mereka mencari kenalan para penguasa dan pembesarnya, dan orang-orang mendekati mereka untuk mendapatkan kemuliaan dan kedudukan yang tinggi… maka kenalkan dirimu kepada Allah dan carilah kasih sayang-Nya, niscaya kamu raih dengannya puncak kemuliaan dan kedudukan yang tinggi.

[Kitab: Al-Fawaid, hal: 118].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1411150627