Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Ingin MENILAI Seseorang…?

Yahya bin Abi Katsir -rohimahulloh-
mengatakan:

“Ada dua sifat, bila Anda melihat keduanya
ada pada diri seseorang, ketahuilah apa yang
di belakang keduanya pasti lebih baik lagi:

(1) Bila dia mampu mengendalikan lisannya.
(2) Dia selalu menjaga sholatnya”.

[Kitab: Ash-Shomt, Ibnu Abid Dunya, hal: 264].

———-

Mutiara salaf ini juga menunjukkan bahwa “siapa bilang kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya”, bila kita tidak boleh menilai seseorang dari lahirnya, lalu dari mana kita menilainya ?! Bukankah kita TIDAK mungkin menilai seseorang dari batinnya ?!

Bahkan Allah ta’ala telah menjelaskan ciri lahir para pengikut Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-, agar kita dapat menilai siapa saja yang pantas disebut sebagai para pecinta beliau yang sebenarnya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersamanya itu BERSIKAP KERAS terhadap orang-orang kafir tapi BERKASIH SAYANG terhadap sesama mereka. Kamu MELIHAT mereka banyak bersujud dan ruku’ untuk mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka TAMPAK tanda-tanda bekas sujud, demikianlah sifat mereka dalam Kitab Taurat”. [QS. Al-Fath: 29].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da0603151336

Bahaya Amalan RIYA…

Syeikh Al-‘Utsaimin -rohimahulloh- berkata :

“Umar bin Khottob -rodhiallohu ‘anhu- mengatakan: ‘Siapa yang memoles dirinya dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, niscaya Allah menampakkan keburukannya’…

Begitu pula orang yang memoles dirinya dengan ibadah, dia menampakkan kepada manusia bahwa dia seorang ahli ibadah, maka Allah ‘azza wajall pasti akan membongkarnya -semoga Allah melindungi kami dan kalian dari RIYA-.

Sepandai apapun manusia menutupi, Allah tetap mengetahui, dan Dia akan membongkar kedok orang yang beramal bukan karenaNya.

Jadi timbanglah semua amalanmu dengan perkataan Umar -rodhiallohu ‘anhu- ini !”

[Syarah Hilayatu Tholibil Ilm, Hal: 49-50].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da2311140733

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Berikut ini adalah kumpulan artikel terkait masalh Riba yang pernah di posting di portal ini. Semoga bermanfaat.

  1. Seuntai Nasehat : RIBA !!!
  2. Paham Riba Tapi Kenapa Masih Kerja Di Bank..?
  3. Dana Riba… Mengapa Dikumpulkan dan Dimanfa’atkan..?
  4. Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?
  5. Kerja Di Tempat RIBA Tapi Kenapa Do’a Di Kabulkan..?!
  6. Bagi Yang Masih Menikmati Atau Berkecimpung Di Dunia RIBA…
  7. Riba Fadhl… Meluruskan Pesan Berantai… (RALAT)
  8. Tentang Menerima Makanan Dari Orang Yang Bekerja Di Bisnis RIBA…
  9. Lebih Besar Dari Riba…
  10. Riba, Zinah, Penyebar Issue, Penceramah Yang Tidak Mengamalkan Ilmunya, dll… Diantara Penyebab Adzab Kubur #3
  11. Hasil Akhir Pemakan RIBA…
  12. Laknat Bagi Para Pendukung Riba…
  13. Pekerjaan Haram Dan Tidak Mampu Beribadah Dengan Semestinya…
  14. Transaksi Riba (Giro Diuangkan Dimuka)…
  15. Penyaluran Harta Riba Untuk Cat Tembok Rumah…
  16. Bolehkah Beribadah Di Masjid Yang Dibangun Dengan Uang Haram..?
  17. Membayar Hutang Ribawi Dengan Hutang Ribawi Juga…
  18. Apakah Dana Pensiun PNS Riba..?
  19. Ikut Pergi Dengan Teman Yang Bekerja Di Bank Ribawi…
  20. Terlilit Hutang Riba…
  21. Membuat Aplikasi Yang Dipakai Bank Ribawi…
  22. Bonus Dari Keuntungan Riba…
  23. Bekerja Di Toko Yang Melakukan Transaksi Riba Dengan Bank…
  24. ….

Dapat Hadiah Dari Orang Yang Bisnisnya RIBA, Ditolak..?

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- pernah ditanya: “bolehkah mengambil hadiah dari orang yang berbisnis dengan sistem riba ?”

Jawaban beliau:

“Kita memiliki kaidah, bahwa harta yang diharamkan karena cara mendapatkannya, maka harta itu diharamkan untuk orang yang menghasilkan saja, tidak (haram) untuk orang yang mengambilnya dengan cara yang mubah.

(Oleh karena itu) Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah menerima hadiah dari orang yahudi, yaitu ketika menghadiahkan kepada beliau seorang perempuan (yahudi) seekor kambing di daerah Khoibar, beliau juga berbisnis dengan mereka, dan beliau wafat dalam keadaan baju perangnya digadaikan kepada seorang yahudi.

Padahal Allah ta’ala telah mengabarkan tentang mereka:

فَبِظُلْمٍ مِنْ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا * وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang yahudi itu, Kami haramkan atas mereka makanan-makanan yang baik yang dahulunya dihalalkan bagi mereka, juga karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah, dan disebabkan mereka mengambil (harta) riba, padahal mereka telah dilarang darinya, juga karena mereka memakan harta manusia dengan cara yang batil”. [An-Nisa’: 160-161].

Oleh karena itu, dibolehkan menerima hadiah dari orang yang berbisnis dengan riba, dibolehkan pula untuk melakukan transaksi jual beli dengannya, kecuali jika ada maslahat dalam memboikotnya, maka tidak mengapa kita menghindarkan diri dari hal ini karena maslahat tersebut.

Adapun harta yang diharamkan karena dzatnya, maka harta itu diharamkan, baik atas orang yang menghasilkannya maupun orang lain.

Misalnya: khomr (sesuatu yang memabukkan), jika ada seorang yahudi atau nasrani menghadiahkannya kepadaku, dan dia termasuk orang yang memandang halalnya khomr, maka tidak boleh diterima, karena itu diharamkan secara dzatnya.

Begitu pula jika ada seorang yang mencuri harta, dan dia memberikan sebagiannya kepada orang lain, maka tidak boleh diterima, karena harta itu diharamkan secara dzatnya”.

[Sumber: Liqo’ Babil Maftuh 2/59, dengan penyesuaian redaksi].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

 

da2507160559

Hakekat Tawakkal Dan Rahasianya…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Rahasia tawakkal dan hakekatnya adalah bersandarnya hati HANYA kepada Allah semata.

(Jika sudah demikian), maka tindakannya berikhtiar dengan apapun tidak akan membahayakan lagi baginya, asalkan hatinya kosong dari (perasaan) bersandar kepadanya dan mengandalkannya.

Sebagaimana tidak berguna baginya perkataan: “aku telah bertawakkal kepada Allah”, tapi ternyata masih bersandar kepada yang lain-Nya, mengandalkannya, dan percaya penuh kepadanya.

Jadi tawakkalnya lisan itu perkara tersendiri, dan tawakkalnya hati itu perkara lain. Sebagaimana taubatnya lisan tapi hatinya masih terus bermaksiat itu perkara lain lagi.

Maka perkataan seorang hamba: “aku telah bertawakkal kepada Allah”, tapi ternyata hatinya tetap bersandar kepada selain-Nya, itu seperti perkataannya: “aku telah bertaubat kepada Allah”, tapi ternyata dia tetap dengan kemaksiatannya dan terus melakukannya.”

[Kitab: Alfawaid, Ibnul Qoyyim, hal 87]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da2512141912

Agar Anda TEGAR Dalam Hidup, Lihatlah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam…

Ada orang tua Anda yang meninggal ?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- tumbuh besar dalam keadaan yatim piatu, tanpa kedua orang tuanya.

Ada anak Anda yang meninggal ?
Semua anak Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- wafat ketika beliau masih hidup, kecuali Fatimah -rodhiallohu ‘anha- yang meninggal beberapa bulan setelah wafatnya beliau.

Kehormatan Anda pernah dilecehkan ?
Kehormatan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah dilecehkan, dengan dituduhnya isteri beliau Aisyah -rodhiallohu ‘anha- telah berselingkuh, hingga Allah membebaskannya dari tuduhan keji tersebut dari atas langit ketujuh.

Anda terjerat hutang ?
Ketika Rosulullah -shollallohu ‘alaihi wasallam- wafat, baju perang beliau masih tergadaikan di tangan seorang yahudi

Anda terhimpit dengan keadaan, hingga tidak memiliki apapun untuk makan ?
Api dapur di rumah Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- biasa tidak menyala hingga beberapa bulan.

Ada putri Anda yang ditalak suaminya ?
Dua putri Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah ditalak oleh suaminya.

Anda harus pergi meninggalkan tempat kelahiranmu ? baik karena dipaksa atau terpaksa.
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah diusir oleh kaumnya sendiri dari tempat kelahirannya.

Anda pernah menjadi sasaran rencana pembunuhan ?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- sering menjadi sasaran rencana pembunuhan dari kaum yahudi dan kaum musyrikin

Ada tetangga yang mengganggu Anda 
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah diganggu tetangganya yang yahudi, namun demikian beliau tetap mengunjunginya saat dia sakit

Orang yang Anda senangi tidak mau mendengar Anda, tapi malah mendengar musuh-musuh Anda ? 
Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- tidak didengar oleh pamannya Abu Tholib, tapi dia malah taat kepada Abu Jahal.

Anda pernah dihina seseorang ?
Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- telah dicela kaumnya, bahkan telah diletakkan kotoran onta di atasnya

Pernah merasakan sempit rezeki dan diboikot orang yang berada di sekitar Anda ?
Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- pernah diboikot kaumnya di sebuah daerah kecil selama 3 tahun.

Anda memiliki beban pikiran ?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- memiliki beban dakwah dan bagaimana risalah islam bisa menyebar.

Anda pernah didustakan dan perkataan Anda ditolak mentah-mentah ?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah didustakan dan ditolak perkataannya oleh kaumnya

Gigi Anda sakit ?
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah retak gigi serinya.

Pernah dituduh melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan ?
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah dituduh gila dan melakukan praktek sihir.

Anda lelah dalam beribadah kepada Allah ?
Kedua kaki Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah sampai bengkak, karena lamanya beliau dalam sholat malam.

Mungkin ada satu atau lebih dari masalah-masalah ini pernah menimpa Anda, sehingga Anda merasakan hidup yang sedih, berat, galau, dan cemas… lalu bagaimana jika semua masalah tersebut berkumpul pada satu orang ?

Meskipun demikian, Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- dahulu tetap bahagia dan optimis, karena beliau menemukan kenyamanan hatinya dalam ketaatan kepada Robbnya, sebagaimana beliau isyaratkan dalam sabdanya: “Senangkan hati kami dengan sholat, wahai Bilal !”.

Maka, ini merupakan pesan berharga bagi kita semua, khususnya yang lagi sedih dan ditimpa musibah, tidakkah kita rela dengan musibah tersebut dan mengharap pahala dari Allah… Tidakkah kita menjadikan Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- sebagai teladan dan panutan yang baik.

Marilah kita bersholawat kepada beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

[Terjemahan]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

da3008141615

Jauhilah Perdebatan… Kebenaran Itu Sudah Jelas Dan Mudah Di Dapat…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Biasanya orang yang suka debat akan dihalangi dari KEBERKAHAN ilmu.

Karena kebanyakan orang yang suka debat, biasanya hanya ingin memenangkan pendapatnya, sehingga dia terhalang dari keberkahan ilmu.

Adapun orang yang menginginkan kebenaran, sungguh kebenaran itu mudah dan dekat dengannya, tidak perlu ada perdebatan panjang karena kebenaran itu jelas.

Oleh karenanya, kamu akan dapati para ahli bid’ah biasa berdebat dalam bid’ah-bid’ahnya, namun ilmu mereka kurang berkah, tidak ada kebaikan pada ilmu mereka.

Kamu akan dapati mereka saling berdebat dan berbantah-bantahan, namun berakhir dengan kenihilan, mereka tidak sampai kepada kebenaran, karena mereka hanya menginginkan pembelaan terhadap apa yang mereka jalani.

Maka, siapapun yang berdebat untuk memenangkan pendapatnya, biasanya dia tidak diberi taufiq (untuk sampai pada kebenaran), dan tidak menemukan keberkahan pada ilmunya.

Adapun orang yang berdebat dengan niat untuk mendapatkan ilmu, serta untuk menetapkan kebenaran dan membatalkan kebatilan, maka sungguh ini merupakan sesuatu yang diperintahkan, sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya):

“Ajaklah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan cara yang hikmah dan nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik”. [Surat Annahl: 125].”

[Kitab: Tafsir Surat Albaqoroh, 2/444-445].

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1511152101

Manfa’atkan Cinta Dunia, Untuk Meraih Firdaus-Nya…

Siapa yang tidak cinta dunia, itu merupakan fitrah manusia. Dia juga merupakan senjata bermata dua, bisa mendatangkan kebaikan, bisa juga mendatangkan keburukan.

Tidak diragukan lagi, setan dengan lihainya menjadikan cinta dunia yang ada pada manusia sebagai senjata agar mereka terlena dan lupa akan akherat…

Sebaliknya, sebenarnya kita juga bisa melawan setan dengan senjata yang sama agar kita selalu mendekat kepada Allah dan mendapatkan firdaus-Nya.

Bagaimana caranya ?

Yaitu dengan menyisipkan tujuan akherat pada target dunia yang sangat kita cita-citakan… Lihatlah beberapa contoh berikut ini:

1. Jika Anda sangat mencita-citakan kekayaan… Maka, berdo’alah untuk itu dengan menyisipkan tujuan akherat, misalnya dengan mengatakan: “Ya Allah berikanlah aku harta yang melimpah, berkah, bermanfaat bagi agama-Mu dan bisa memasukkanku ke surga firdaus-Mu”.

2. Jika Anda masih jomblo dan menginginkan isteri yang cantik dan salehah yang merupakan perhiasan terbaik dunia, maka berdoalah dengan mengatakan: “Ya Rabb, anugerahkan kepadaku isteri yang cantik dan salehah, yang diberkahi, dan bisa mengantarkanku ke firdaus-Mu”.

3. Jika Anda seorang pelajar, dan menginginkan prestasi yang tinggi, maka berdoalah dengan mengatakan: “Ya Allah, berikanlah aku kesuksesan dalam belajar dan ilmu yang bermanfa’at dan berkah, yang bisa memasukkanku ke dalam surga firdaus-Mu”…

(Silahkan dikembangkan sendiri dengan contoh-contoh lainnya)

Jika memang itu menjadi cita-cita besar kita, tentu kita akan rajin dan semangat berdo’a kepada Allah untuk itu… Dengan banyak berdo’a tentunya kita akan semakin dekat kepada Allah… Dengan semakin dekat kepada Allah, tentunya do’a kita kemungkinan besar akan terkabul…

Dan akhirnya, kita mendapatkan kebaikan dunia dan akherat… Semoga bermanfa’at, amin.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

 

da1104160738

Islam, Antara Hakekat Dan Propaganda…

1. Katanya Islam itu membuat hidup SUSAH.. Padahal Allah sejak dulu telah membantahnya:

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

“Kami menurunkan Al Quran kepadamu, BUKAN untuk membuatmu susah”. [QS. Thoha:2].

2. Katanya Islam itu membuat hidup terasa SEMPIT dan terpenjara.. Padahal Allah menyatakan sebaliknya:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit” [QS. Thoha:124].

3. Katanya Islam itu menjadikan orang MISKIN.. padahal Allah telah menyebutkan perkataan Nabi Nuh yang menyatakan sebaliknya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا # يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا # وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

“[10] Kukatakan: ‘Istighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia itu Maha Pengampun [11] (Dengannya) Dia akan mengirimkan hujan lebat kepada kalian [12] juga memberikan BANYAK HARTA dan banyak anak untuk kalian”. [QS. Nuh: 10-12]

4. Katanya, Islam hanya berguna untuk kehidupan akherat… padahal Allah telah menegaskan bahwa dengannya kita akan meraih kehidupan dunia yang baik dan mulia.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dan dia beriman, maka sungguh Kami benar-benar berikan kepadanya kehidupan (dunia) yang baik”. [QS. Annahl: 97].

5. Katanya Islam itu memberatkan.. padahal Allah dengan tegas telah membantahnya:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dia sama sekali tidak menjadikan pada agama ini sesuatu yang MEMBERATKAN kalian”. [QS. Al-Hajj: 87]

Dan masih banyak lagi propaganda Iblis lainnya tentang Islam.

——-

Yang jelas, Anda berada diantara 2 pilihan, silahkan memilih.. Percaya janji Allah, ataukah percaya propaganda Iblis ?

Pilihan yang sangat jelas dan sangat mudah ditentukan..

semoga bermanfaat, amin.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da1605151344

Yang Kurang Dari Kita.. PRAKTEKNYA…

Mungkin berat untuk jujur dalam hal ini, namun kenyataannya memang kita kurang dalam menerapkan ilmu agama yang telah kita ketahui.

Banyak dari kita -bahkan yang berstatus penuntut ilmu- tidak menjalankan amalan-amalan sunnah.. shalat sunnah rowatib bolong-bolong, shalat sunnah malam bablas terus, shalat dhuha malas, dst.

Begitu pula dalam puasa sunnah.. puasa senin-kamis jarang, puasa tiga hari tiap bulan tidak pernah terpikir, puasa Daud apalagi.

Silahkan lihat amalan lainnya.. misalnya dzikir pagi dan sore, membaca Alqur’an, dzikir mutlak (yang tidak terikat dengan tempat dan waktu), dst… Padahal tujuan utama ilmu agama adalah amalan, bukan hanya pengetahuan saja.

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Yang kurang dari kita dalam ilmu (agama) kita, bahwa kita tidak menerapkan ilmu kita dalam tingkah laku kita. Yang paling banyak di kita, bahwa kita mengetahui hukum syariat, adapun menerapkannya, maka ini sedikit, semoga Allah memperlakukan kita dengan ampunan-Nya.

Padahal manfaat dari ilmu adalah praktek nyatanya, sehingga tampak pengaruh ilmu itu pada tatapan wajahnya, tingkah lakunya, akhlaknya, ibadahnya, ketenangannya, takutnya (kepada Allah), dan pada hal lainnya. Dan inilah yang penting.

Saya kira seandainya ada seorang nasrani yang cerdas, dan dia belajar fikih sebagaimana kita mempelajarinya, tentu dia akan memahaminya sebagaimana kita memahaminya, atau bahkan lebih baik lagi. Lihatlah sebagai contoh dalam (ilmu) bahasa arab ada “Almunjid”, orang-orang mengatakan penulisnya seorang nasrani, dan dia bisa membahasnya dengan baik.

Oleh karena itu, perkara-perkara teori itu bukanlah tujuan dalam ilmu (agama), -Ya Allah kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat-, manfaat dari ilmu (agama) adalah ketika kita bisa mengambil manfaat darinya (dengan mengamalkannya).

Betapa banyak orang awam yang jahil, tapi kamu dapati dia lebih khusyu’ kepada Allah, lebih merasa diawasi Allah, lebih baik perilaku dan akhlaknya, lebih dalam ibadahnya, jauh melebihi apa yang ada pada penuntut ilmu (agama)”.

[Kitab Syarhul Mumti’ 7/166].

Ustadz DR. Musyaffa ‘Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

 

da2007162132