Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Katanya

Katanya:
“Dulu di zaman Nabi ga ada TV, begitu ada TV media ini dipakai untuk dakwah, begitu pula dengan musik”!

=====

Sanggahan:
kalau TV ga ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; memang benar, maka tidak mungkin beliau gunakan sebagai media dakwah.

Tapi kalau alat musik, maka yang benar di zaman Beliau sudah ada, dan beliau tidak gunakan sebagai media dakwah.

Bahkan Beliau haramkan dan Beliau katakan: “Akan ada banyak orang yang menghalalkannya..” [HR. Bukhari: 5590].

Dan sabda beliau itu telah nyata terbukti di zaman ini, dengan banyaknya orang-orang di zaman ini yang menghalalkannya, bahkan oleh mereka yang bergelar Ust, Habib, Gus, dst !

Maka bersabarlah wahai saudaraku yang berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, teruslah bersabar sampai kita berjumpa dengan Beliau di telaganya, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Saat Tertimpa Musibah
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  4. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  5. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  6. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  7. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  8. Keutamaan Bersedekah Di Hari-Hari Ini
  9. SELESAI – MASIF : WAKAF 2 Sumur Bor + 2 Jaringan Pipa
  10. Keutamaan Sedekah Air #1
  11. Keutamaan Sedekah Air #2
  12. Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…
  13. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  14. Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..
  15. SELESAI – Tebar Sembako dan Air Minum
  16. Ladang Pahala
  17. Sikap Orang Beriman Terhadap Wabah Virus Corona
  18. Apakah Wafat Di Hari Selain Jum’at Tidak Mendapatkan Husnul Khotimah..?
  19. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  20. Tawakal Yang Hakiki
  21. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  22. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  23. Tentang Berjabat Tangan
  24. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  25. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  26. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  27. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  28. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  29. Ringankan Orang Yang Sakit
  30. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  31. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  32. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  33. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  34. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  35. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  36. Kabar Gembira
  37. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  38. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  39. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  40. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  41. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  42. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  43. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  44. Landasan Setiap Kebaikan
  45. Musibah Menghapus Dosa…
  46. Mendung Kan Berakhir
  47. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  48. Bersabar Menghadapi Musibah
  49. Allah Yang Mengetahui Akhir Dari Perkara Kita
  50. Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu
  51. Jangan Sampai Anda Turut Menularkan Virus
  52. Bertambah Kesulitan, Betambah Pula Keimanannya
  53. Akibat Dosa
  54. Yang Penting Untuk Di Pahami Saat Menghadapi Musibah
  55. Agar Musibah Anda Berpahala… Agar Kesedihan Anda Seakan Tiada…
  56. Hakikat Iman
  57. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  58. Bersabarlah Dan Berhusnudzonlah Kepada Allah Dalam Ujian Dan Musibah
  59. Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan
  60. Saling Mendo’akan
  61. Renungan Ayat – 3
  62. Menunggu Jalan Keluar
  63. Tentang Sholat Iedul Fitri Di Rumah
  64. Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

Bahagia Juga Bagian Dari Takdir..!

Bahagia juga bagian dari takdir !

=====

Banyak orang tidak menyadari bahwa KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN di dunia merupakan nikmat Allah yang sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi, setiap orang sudah Allah tentukan bagiannya sendiri-sendiri.

Apapun yang dilakukan manusia, ia takkan mampu meraih kebahagiaan melebihi jatah yang Allah tentukan untuknya.

Oleh karenanya, carilah kebahagiaan dan kesenangan dengan jalan yang halal, karena hasil akhirnya akan sama, tidak akan bisa berkurang ataupun bertambah dari yang telah Allah tentukan.

Ingat Sabda Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-:

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Ketauhilah, bahwa apabila seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka takkan mampu memberikannya, kecuali yang telah Allah tetapkan untukmu..

(Sebaliknya), seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan bahaya atasmu, mereka tidak akan mampu menimpakannya, kecuali yang telah Allah tetapkan atasmu. PENA-PENA sudah diangkat dan LEMBARAN-LEMBARAN sudah kering..” [HR. Tirmidzi, 2516, shohih]

Apabila SELURUH umat tidak akan mampu menambahi SATU manfaat saja untuk kita, apalagi jika yang berusaha menambahinya hanya kita sendiri, atau segelintir orang saja..! Dan termasuk diantara manfaat tersebut adalah KESENANGAN dan KEBAHAGIAAN.

Inilah salah satu buah manis dari IMAN kita kepada TAKDIR Allah ‘azza wajall, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hati-Hatilah Dalam Berfatwa

Jika mati karena wabah itu syahid.. bukan berarti kita boleh menyengaja terpapar wabah..!

Bukankah mati karena terbakar juga syahid.. mati karena tenggelam juga syahid..
Apa boleh sengaja membakar diri, apa boleh sengaja menenggelamkan diri..?!

Hati-hatilah dalam berfatwa, apalagi yang bisa mengorbankan nyawa banyak kaum Muslimin..

Ingat, fatwa kita juga akan dihisab oleh-Nya..!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

Hukum Ajakan Ber-DONASI

Mencarikan donasi untuk saudara yang membutuhkan adalah bentuk kepedulian seorang muslim kepada saudaranya yang sangat dianjurkan.

Masuk dalam keumuman firman Allah:

وتعاونوا على البر والتقوى

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan..”

Masuk dalam keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضهم بعضا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan yang saling menguatkan..”

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu beberapa kali mencarikan donasi untuk sebagian sahabat beliau, diantaranya:

1. Untuk keluarga Ja’far .. beliau mengatakan:

اصنعوا لآل جعفر طعاما، فقد أتاهم ما يشغلهم

“Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena sedang ada sesuatu (kesedihan karena kematian) yang menyibukkan mereka..”

2. Untuk sekelompok sahabat dari kabilah Mudharr yang sangat miskin .. akhirnya banyak dari para sahabat beliau yang berdonasi untuk mereka. Kemudian beliau bersabda:

من سن في الإسلام سنة حسنة، فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيئا.

“Barangsiapa memberikan contoh kebaikan dalam Islam, maka baginya pahala amalan itu dan pahala orang-orang yang mengikuti dia setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali..”

3. Untuk seorang sahabat yang banyak hutangnya, karena rusaknya sebagian besar buah yang telah dia beli .. maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

تصدقوا عليه

“Bersedekahlah kalian kepadanya” .. Dan akhirnya beberapa orang bersedekah kepadanya, hingga bisa mengurangi beban hutang dia..” [HR. Ibnu Majah, shahih].

Inilah beberapa contoh dari Beliau, yang menunjukkan bolehnya mengumpulkan donasi untuk orang yang membutuhkan.

Adapun hadits yang menjelaskan larangan meminta-minta, maka maksudnya adalah meminta-minta untuk diri sendiri.

Adapun mengumpulkan donasi untuk orang lain yang sangat membutuhkan, atau korban bencana, atau untuk dakwah ilallah, atau untuk masjid .. maka ini masuk dalam bab mengajak orang lain untuk bersedekah dan berinfak, dan ini suatu kebaikan dan kemuliaan.

Dua masalah ini harus dibedakan .. agar kita bisa lebih tepat dalam menerapkan dalil-dalil yang ada, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Para Fakir Miskin.. Sungguh Beruntungnya Mereka, Bila Sabar Menjalaninya

Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.

Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.

2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].

3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].

———

Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.

Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan..” [QS. Albaqoroh: 197].

Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/12777

Serba-Serbi DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Untuk memudahkan pencarian, berikut adalah daftar SERBA SERBI DZULHIJJAH – Kumpulan Artikel Terkait Ibadah Kurban dan Ibadah Di Bulan Dzulhijah yang pernah kami posting dari berbagai sumber.

SERBA SERBI DZULHIJJAH – Daftar Isi LENGKAP

  1. Larangan Mencukur Bagi Yang Hendak Berkurban… 
  2. Amalan Apa Saja Di Awal Bulan Dzulhijjah… (audio) 
  3. Lebih Utama… 
  4. Berkurban ? Ah, Sayang Uangnya..!
  5. Bolehkah Kurban Atas Nama Organisasi..?
  6. Kurban Giliran Dalam Keluarga…
  7. Kurban Atas Nama Istri Karena Niat Berkurban Tapi Dari Uang Suami, Siapa Yang Tidak Potong Rambut dan Kuku..?
  8. Ingin Kurban Tapi Masih Punya Hutang…
  9. Peringatan Bagi Yang Akan Ber-Kurban Termasuk Panitia Kurban… (audio)
  10. Pahala Kurban Untuk Siapa Saja..? (audio) 
  11. Bolehkah Suami dan Istri Sama-Sama Berkurban..? (audio)
  12. Apakah Boleh Menyatukan Niat Aqiqah Dengan Niat Ber-Kurban…?? (audio)
  13. Sunnah Yang Terlupakan Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  14. Berkurban Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal… (audio)
  15. E-Book Panduan Kurban Praktis…
  16. Rancu Antara Batas Iuran dan Batas Pahala per Hewan Kurban… (audio)
  17. Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah… 
  18. Beredarnya Hadits PALSU Terkait Keutamaan 10 HARI PERTAMA Bulan DZUL-HIJJAH… 
  19. Hadits Dhoif Seputar Dzulhijjah… 
  20. Tentang Derajat Hadits Puasa Tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah… (audio)
  21. Jangan Dekati Masjid Kami..!! 
  22. Bolehkah Puasa Arafah Dan Puasa Awal Dzulhijjah Namun Masih Memiliki Utang Puasa..? 
  23. Belasan Jam Untuk 2 Tahun… 
  24. Hari Arofah… 
  25. Daging Kurban Tercampur…
  26. Amalan di Hari-Hari Tasyrik (11-12-13 Dzulhijjah)… 
  27. Mengapa Dilarang Puasa Di Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)..? 
  28. Puasa Ayyamul Biidh Tanggal 13 Dzulhijjah..?
  29. Satu Kurban untuk Satu Keluarga, Apa Maksud Satu Keluarga..?
  30. Memotong Rambut Dengan Sengaja, Apakah Sah Kurbannya..?

MUTIARA SALAF : Sebarkan Ilmumu, Agar Tidak Hilang Dan Terlupa

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan :

“Barangsiapa menyimpan ilmunya, tidak menyebarkannya, dan tidak mengajarkannya (kepada orang lain), Allah pasti akan memberikannya musibah dengan lupa dan hilangnya ilmu tersebut darinya, sebagai balasan yang sejenis dengan perbuatannya.

Dan hal ini merupakan perkara yang bisa disaksikan oleh indera dan nyata adanya..”

[Miftahu Daris Sa’adah 1/172]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/16525

MUTIARA SALAF : Bisa Jadi Ajalmu Sudah Dekat

Syaikh Bin Baz -rahimahullah- berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai..

Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore..
Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi..
Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi..

Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat..”

[ Syarh Riyadushsholihin 1/245 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Pahami Pola Penggiringan Opini

Coba pahami pola penggiringan opini di bawah ini:

1. Jenggotan = katanya seperti Yahudi .. Padahal seperti itulah dahulu keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Cadaran = katanya budaya Arab .. Padahal seperti itulah Alquran dan Hadits memerintahkan.

3. Rajin shalat berjamaah di Masjid = katanya ciri teroris .. Padahal seperti itulah perintah Alquran dan Haditsnya.

4. Melarang Bid’ah = katanya Wahabi .. Padahal seperti itulah dahulu Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-, beliau sering memperingatkan umatnya tentang bahaya bid’ah.

5. Mengatakan Allah di atas ‘Arsy = katanya akidah sesat .. Padahal seperti itulah yang ada dalam Alquran, Hadits, dan Ijma’ para ulama Ahlussunnah di zaman awal Islam.

=====

Inilah pola yang digunakan orang-orang di zaman ini untuk mengaburkan ajaran Islam yang hakiki.

Oleh karena itu, jika ada orang yang mencela sesuatu tentang Islam, jangan langsung percaya .. tapi lihatlah dalil yang menjadi dasarnya, dan lihatlah bagaimana para ulama salaf memahaminya.

Dengan begitu kita akan sampai kepada kebenaran dan selamat dari musibah dalam agama, wallahu a’lam.

Ya Muqollibal Quluub, Tsabbit Quluubana ‘Ala Diinik, amin..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى