Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Agar Tidak Merugikan Kita

Jangan pedulikan bully-an orang kepada kita .. agar hal itu tidak merugikan kita, tapi merugikan mereka sendiri.

=====

Syeikh Abdurrahman Assi’dy -rohimahullah-:

“Diantara sesuatu yang bermanfaat adalah pengetahuanmu bahwa gangguan manusia kepadamu -terutama dengan kata-kata buruknya-; tidak akan membahayakanmu, justru itu membahayakan mereka.

Kecuali jika kamu menyibukkan diri dengannya, dan membiarkan gangguan itu menguasai emosimu, maka ketika itulah dia jadi membahayakanmu sebagaimana dia telah membahayakan mereka.

Jika kamu tidak mempedulikannya, maka ia tidak akan membahayakanmu sama sekali..”

[al Wasaailul Mufiidatu Lil Hayaatis Sa’iidah hal 16]

Di alih-bahasakan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى 

Antara Sholat, Puasa Romadhon dan Pikun – Apakah Masih Ada Kewajiban Sholat dan Puasa dan Membayar Fidyah..?

Simak penjelasan Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Jawaban (audio) diatas ini adalah berdasarkan pertanyaan sbb :

Assalamu’alaykum Ustadz,

Ingin menanyakan, ayah ana sudah sepuh diatas 80an tahun qoddarallah wa maa syaa-a fa-ala mengalami pikun dan demensia tak bisa membedakan siang dan malam, dan tak mengenali anggota keluarga.

Bagaimana dengan kewajiban sholat dan puasanya Ustadz ? Karena beliau sudah tak bisa membedakan lagi bahwa barusan sudah makan jadi tampak lapar terus. Mohon nasehatnya Ustadz.

Syukron wa baarakallahu fiik
.
Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ.

“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari anak kecil hingga ia baligh.” [HR. at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi (II/102/693) – Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir 3514]
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Bagaimana wudhu dan sholat orang yang sakit yang memakai pampers dan tak ada yang membantunya..?
.
.
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Agar Anda TEGAR Menghadapi Cobaan Berat…

1. Sadarlah bahwa Anda tidak sendirian, ada Allah bersama Anda.

2. Ingatlah bahwa di balik takdir Allah pasti ada hikmah yang indah.

3. Tidak ada yang dapat memberi kebaikan dan menyelamatkan dari keburukan kecuali Allah, maka janganlah menggantungkan harapan kecuali kepada-Nya.

4. Apapun yang ditakdirkan menimpamu; ia tidak akan meleset darimu. Dan apapun yang ditakdirkan meleset darimu; ia tidak akan dapat menimpamu.

5. Ketahuilah hakekat dunia, maka jiwa Anda akan menjadi tenang.

6. Berbaik-sangkalah kepada Rabb Anda.

7. Pilihan Allah untuk Anda, itu lebih baik daripada pilihan Anda untuk diri Anda sendiri.

8. Cobaan yang semakin berat, menunjukkan pertolongan Allah semakin dekat.

9. Jangan pikirkan bagaimana datangnya pertolongan Allah, karena jika Allah berkehendak, Dia akan mengaturnya dengan cara yang tidak terlintas di akal manusia.

10. Anda harus berdoa meminta kepada Allah, yang di tangan-Nya ada kunci-kunci kemenangan.

———-

Kalau kita perhatikan, kebanyakan prinsip di atas mengaitkan kita dengan Allah ta’ala.

Karena memang manusia itu makhluk lemah, dan dia tidak akan menjadi kuat kecuali jika mendapatkan suntikan kekuatan dari luar, dan tidak ada yang mampu memberikan kekuatan seperti Allah azza wajall.

Dari sini, kita juga bisa memahami, mengapa semakin orang dekat dengan Allah, semakin kuat pula jiwanya.. dan mengapa semakin kuat akidah seseorang, semakin kuat pula kepribadiannya, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى .

 

da011014-1644

LIMA MENIT Yang Sangat Bermanfa’at…

Seringkali datang rasa malas dalam benak kita untuk melakukan amal ketaatan yang sebenarnya ringan, itulah lihainya setan dalam menggoda manusia.

Diantara tips untuk melawan kemalasan ini adalah dengan MENYEDERHANAKAN sebuah amalan, yakni menyadarkan diri bahwa amalan itu sangat ringan dan sederhana, hanya butuh LIMA MENIT saja.

Ketika Anda malas sholat sunnah 2 rekaat sebelum atau sesudah sholat wajib, maka katakan pada diri Anda dan lihatlah jam: “Hanya butuh kurang dari lima menit, masa PELIT beramal untuk diri sendiri ?!“.

Ketika Anda malas membaca Qur’an, maka katakan pada diri Anda: “Cobalah membaca Qur’an, lima meniiit saja, pahala untuk selamanya lo…

Ketika Anda malas untuk membaca dzikir-dzikir setelah sholat fardhu, katakan pada diri Anda: “Tidak maukah berdzikir meski hanya lima menit ?! bukankah telah banyak waktu yang terbuang tanpa pahala ?!

Selamat mencoba tips ini, dan ikutilah gerakan jam untuk membuktikannya bila diinginkan dan dimungkinkan, insyaAllah akan banyak amal ibadah yang bisa Anda lakukan…

————

Bilangan “5 menit” di sini hanyalah sebagai perwakilan untuk bagian kecil dari waktu Anda, sehingga bila masih terlihat banyak, maka bisa diganti dengan 4, 3, 2, 1 menit… dan bila terlihat terlalu sedikit, bisa diganti dengan 6,7,8, dst…

Metode seperti ini juga tersirat dalam beberapa hadits, diantaranya sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-

Ada DUA kalimat yang RINGAN di lisan, dicintai oleh Arrohman, dan berat dalam timbangan; subhaanallohi wabihamdih, subhaanallohil azhim

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

 

da2512152144

Belum Qodho’ Hutang Puasa Dari Sejak SMP

Pertanyaan:

Ada seorang wanita yang punya hutang puasa ramadhan (karena haidh).. namun karena kekurang-pahamannya terhadap hukum-hukum dalam agama, ia tidak pernah membayar/qodho hutang Ramadhan tsb (yang batal karena haidh) sampai Ramadhan berikutnya datang dan pergi.. dan begitu seterusnya dan tidak ada yang mengingatkannya/memberitahunya dari sejak jenjang SMP hingga ia menikah dan diberitahu oleh suaminya akan wajibnya qodho tsb..

dan sekarang setelah ia sadar dan mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik, walhamdulillah, dan setelah ia coba hitung-hitung, perkiraan ada 300 hari hutang qodho puasa Ramadhan dari sejak SMP yang belum ia lunasi, apa yang harus ia lakukan..?

Jawaban :

1. Dia termasuk orang yang meninggalkan puasa karena udzur (haidh).

2. Orang yang meninggalkan puasa karena udzur punya kewajiban untuk meng-Qodho’ puasanya.

3. Meng-Qodho’ puasa tidak harus berturut-turut, tapi bisa dicicil sedikit-sedikit hingga hutang puasanya lunas.

4. Apabila ada hutang puasa yang menumpuk, melewati Ramadhan berikutnya KARENA UDZUR maka tidak ada fidyahnya.

Tapi kalau hutang puasanya numpuk, melewati ramadhan berikutnya TANPA UDZUR maka dianjurkan membayar fidyah, tapi tidak sampai diwajibkan, wallahu a’lam.

5. Besaran fidyah untuk setiap hari yang diakhirkan Qodho’nya sampai melewati Ramadhan berikutnya tanpa udzur adalah memberikan makanan siap saji yang pantas kepada fakir miskin, atau memberikan setengah sho’ (1,5 kg untuk lebih hati-hatinya) dari makanan pokok daerahnya (kalau dikita berarti beras).

Demikian, wallahu a’lam.

Dijawab oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
.
.
Catatan Poin 4:
▪️Bila Ada Udzur : qodho’ saja tanpa fidyah

▪️Tanpa ada Udzur : qodho’ dan dianjurkan fidyah

ARTIKEL TERKAIT
Belum meng-Qodho’ Hutang Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Agar Pahala Puasa Anda Terjaga, Maka Berpuasalah Dari DOSA…

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Orang yang berpuasa adalah orang yang anggota badannya berpuasa dari dosa-dosa.

lisannya berpuasa dari kedustaan, kekejian, dan penipuan.

Perutnya berpuasa dari makanan dan minuman.

Kemaluannya berpuasa dari tindakan keji.

Sehingga bila berbicara; dia tidak berbicara dengan sesuatu yang dapat menodai puasanya, dan apabila berbuat; dia tidak berbuat sesuatu yang dapat merusak puasanya.

Sehingga semua perkataannya bermanfaat dan baik, begitu pula amal-amalnya.

Dia seperti bau yang dicium oleh orang yang duduk bersama orang yang membawa parfum misik.

Begitu pula orang yang duduk bersama orang yang berpuasa, dia akan mendapatkan manfaat dari duduk bersamanya, dia juga akan selamat saat duduk bersamanya dari kata tipuan, kedustaan, kekejian dan kezaliman.

Inilah puasa yang disyariatkan, bukan hanya sekedar menahan diri dari makanan dan minuman…

Jadi, puasa adalah puasanya anggota badan dari dosa dan puasanya perut dari makanan dan minuman.

Maka, sebagaimana makanan dan minuman bisa membatalkan puasa dan merusaknya, begitu pula dosa bisa membatalkan pahalanya dan merusak buahnya, sehingga dia seperti orang yang tidak berpuasa.”

[Alwabilush Shoyyib, hal 32-32]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da1906150928

Orang Yang Hatinya Kosong Dari Alquran !

Orang yang hatinya kosong dari Alquran ! Semoga bukan Anda.

=======

Abul ‘Aliyah -rahimahullah-:

“Akan datang suatu zaman, dimana hati manusia kosong dari Alquran, mereka tidak menemukan manis dan lezatnya Alquran.

Jika mereka meninggalkan perintah, mereka mengatakan: “Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Jika mereka melanggar larangan, mereka mengatakan: “Allah akan mengampuni kita, karena kita tidak melakukan kesyirikan sedikitpun”

Keadaan mereka selalu tamak dan tidak tulus. Mereka tutupi hati serigalanya dengan kulit domba. Yang paling afdhal dari mereka dalam agamanya adalah orang yang berpura-pura baik..”

[Az-Zuhud, karya Imam Ahmad 1741]

Dialih-bahasakan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

DZIKIR Yang Sangat Dahsyat Pahalanya

Suatu saat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- melihat Abu Umamah -rodhiallohu ‘anhu- menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya: “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah ?”
Dia menjawab: “Aku sedang berdzikir kepada Allah”

Beliau mengatakan: “Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya LEBIH BANYAK dari dzikirmu selama SEHARI SEMALAM ?”

Kemudian beliau mengajarinya (…dzikir di bawah ini…), dan beliau berpesan ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu.

[HR Ath-Thobroni dalam Kitab Al Mu’jam Al Kabir no 7930, Hadits dishohihkan oleh Syeikh Albani dalam Shohihul Jami’: 2615].

Mari kita berdzikir dengannya, dan mari kita ajarkan kepada orang lain.

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ.

سُبْحَان الِله عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ مَا خَلَقَ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ،
وَسُبْحَان الِله عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ، وَسُبْحَان الِله مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
1393. Kapan Membaca DZIKIR Dahsyat Ini..?

NB:
Latin:
Alhamdulillahi ‘Adada Maa Kholaqo
Walhamdulillahi Mil-a Maa Kholaqo
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Walhamdulillahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Walhamdulillahi ‘Adada Kulli Syai-in
Walhamdulillahi Mil-a Kulli Syai-in

Subhaanallahi ‘Adada Maa Kholaqo
Wa Subhaanallahi Mil-a Maa Kholaqo
Wa Subhaanallahi ‘Adada Maa Fis-samaa-waati Wa Maa Fil-Ardhi
Wa Subhaanallahi ‘Adada Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhaanallahi Mil-a Maa Ahsho Kitaabuhu
Wa Subhaanallahi ‘Adada Kulli Syai-in
Wa Subhaanallahi Mil-a Kulli Syai-in

Artinya :
Segala puji bagi ALLAH sebanyak semua ciptaan-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh semua ciptaan-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak semua yang dicatat kitab-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
dan segala puji bagi ALLAH sebanyak segala sesuatu,
dan segala puji bagi ALLAH sepenuh segala sesuatu.

Maha Suci ALLAH sebanyak semua ciptaan-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh semua ciptaan-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sebanyak seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi
dan Maha Suci ALLAH sebanyak semua yang dicatat kitab-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh apa yang dicatat kitab-Nya,
dan Maha Suci ALLAH sebanyak segala sesuatu,
dan Maha Suci ALLAH sepenuh segala sesuatu.

 

#COVID_19 : Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…

Ibnu Baththol -rohimahulloh- dalam Syarah Shohih Bukhorinya mengatakan: “Memberikan minuman, merupakan salah satu ibadah paling agung yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Salah seorang tabi’in mengatakan: ‘Barangsiapa banyak dosanya, maka hendaknya dia (bersedekah) memberikan minuman (kepada orang lain).

Karena, jika dosa seorang yang memberikan minuman kepada anjing saja bisa diampuni, apalagi orang yang memberikan minuman kepada seorang mukmin yang bertauhid, atau memberikan kehidupan kepadanya ?!”.

Dan pernah ada salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “sedekah apakah yang PALING afdhol ?”
Beliau menjawab: “memberikan minuman.”
[HR. Ahmad, dihasankan oleh Syeikh Albani].

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

da0806152211

#COVID_19 : Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..

Memberikan pinjaman, merupakan ladang pahala yang SANGAT BESAR .. Jangan sia-siakan kesempatan ini.

=====

Diantaranya:

1. Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai nominal pinjaman sampai jatuh tempo.

2. Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai dua kali lipatnya nominal pinjaman, selama waktu penangguhan setelah jatuh tempo.

3. Mendapatkan naungan Allah di hari kiamat.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ.

“Pemberi hutang setiap harinya mendapatkan pahala bersedekah (senilai piutangnya) sebelum jatuh tempo.

Maka apabila telah jatuh tempo, lalu dia memberikan penangguhan pembayaran, maka setiap harinya dia mendapatkan pahala bersedekah senilai dua kali lipat piutangnya.”

[HR. Ahmad 22537, dishohihkan oleh Syeikh Albani]

Beliau juga bersabda:

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ

“Barangsiapa menunggu orang yang kesulitan (membayar hutangnya), atau membebaskan hutangnya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya.” [HR. Muslim 3014]

Bayangkan bila Anda menghutangi 1 juta kepada orang lain .. maka anda mendapatkan pahala bersedekah 1 juta setiap harinya sampai jatuh tempo.

Bila setelah jatuh tempo dia masih sulit melunasi dan Anda memberi masa penangguhan, maka anda mendapatkan pahala bersedekah 2 juta setiap harinya sampai dia bisa melunasinya.

Ini baru piutang dengan nominal 1 juta, bagaimana bila lebih dari itu .. Belum lagi pahala naungan dari Allah di akherat kelak.

Karena Allah -‘azza wajalla- sudah memberikan pahala yang sangat besar dari amalan ini .. sebagai gantinya, Allah sangat murka bila akad sosial ini dikomersilkan menjadi riba.

Ayo semangat menghidupkan sunnah ini .. Jangan biarkan saudara-saudara kita terjerat riba oleh mereka yang terbiasa menari di atas penderitaan manusia.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang.. (audio oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى) 
.
JANGAN LEWATKAN YANG BERIKUT INI:
Kumpulan Artikel Terkait Covid-19