Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Semuanya Adalah Ujian

Orang yang lapang kehidupannya tetap harus bersabar .. sebaliknya orang yang sempit kehidupannya tetap harus bersyukur.

Lapang dan sempitnya kehidupan, semuanya adalah ujian, bahkan ujian berupa lapangnya kehidupan lebih sulit dihadapi.

======

Syaikhul Islam -rahimahullah- mengatakan,

“Kemiskinan cocok bagi banyak orang, sedangkan kekayaan hanya cocok bagi lebih sedikit orang.

Oleh karena itu, kebanyakan orang yang masuk surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kemiskinan lebih ringan.

(Namun sebenarnya) kedua keadaan tersebut—kemiskinan dan kekayaan—sama-sama membutuhkan sabar dan syukur.

Akan tetapi, karena :
– dalam kelapangan terdapat kenikmatan, sedangkan
– dalam kesusahan terdapat penderitaan,

maka :
– penyebutan syukur menjadi lebih dikenal dalam keadaan lapang, dan
– penyebutan sabar lebih dikenal dalam keadaan susah.

maka :
– orang yang berada dalam kelapangan lebih membutuhkan syukur, sedangkan
– orang yang berada dalam kesusahan lebih membutuhkan sabar.

Sabar bagi orang yang berada dalam kesusahan itu wajib. Apabila ia meninggalkannya, ia berhak mendapatkan hukuman. Demikian pula syukur bagi orang yang berada dalam kelapangan.

Adapun orang yang berada dalam kelapangan, sabar baginya terkadang bersifat sunnah, yaitu ketika ia menahan diri dari syahwat yang mubah. Dan terkadang sabar bersifat wajib baginya. Akan tetapi, karena ia telah menunaikan syukur, maka sebagian kekurangannya (dalam sabar) dapat diampuni.

Demikian pula orang yang berada dalam kesusahan. Syukur baginya terkadang bersifat sunnah, yaitu rasa syukur yang dengannya ia masuk dalam golongan orang-orang yang terdepan dalam kebaikan dan didekatkan kepada Allah. Sedangkan kekurangannya dalam syukur, maka bisa jadi diampuni karena ia telah menunaikan sabar dengan baik.

Sungguh berkumpulnya sabar dan syukur secara bersamaan (pada diri seseorang) merupakan perkara yang sulit bagi banyak orang..”

(Majmu’ul Fatawa 14/305)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Hanya Dalam Hal Yang Baik Saja

Ketaatan kepada pemimpin hanya dalam hal yang baik saja .. ini adalah terjemahan dari hadits Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim:

إنما الطاعة في المعروف

Diantara contoh penerapan hadits ini :

Jika aturan demokrasi membolehkan sesuatu, sedangkan syariat (aturan) Allah melarangnya, maka harusnya kita mendahulukan aturan Allah .. bukan menjadikan aturan demokrasi untuk membolehkan sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Misalnya, jika aturan demokrasi membolehkan kita mencela dan merendahkan pemimpin yang sah, sedangkan syariat Allah melarangnya, bahkan memasukkannya ke dalam dosa besar GHIBAH..!

Maka harusnya kita meninggalkannya .. alih-alih membolehkannya dengan dalih aturan demokrasi membolehkannya.

Intinya aturan Allah harus didahulukan daripada aturan makhluk-Nya .. dan itu menuntut kita untuk bersabar.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, aamiin


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Rasa Cinta Semakin Kuat Dengan Bersholawat

Ibnu al-Qoyyim rohimahullah berkata,

“Bersholawat kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam membuat cinta kepada beliau tetap hidup, semakin kuat, dan terus bertambah.

Karena semakin sering seseorang mengingat orang yang dia cintai, menghadirkannya dalam hati, serta mengingat kebaikan kebaikan dan sifat sifatnya, maka cintanya akan semakin besar, rindunya semakin kuat, hingga memenuhi seluruh hatinya..”

(Jala’ul Afham: 525)

Semoga sholawat dan salam tercurah kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam.

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tawakkal Kepada Allah Adalah Kunci Kekuatan Hati

Tawakkal kepada Allah yang benar adalah: menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam meraih manfaat dan menolak mudharat, setelah melakukan sebab sebab yang dibenarkan syariat.

Tawakkal akan menjadikan hati seseorang teguh, kuat, dan tenang .. karena dia menyandarkan semua urusannya kepada Allah yang maha kuat, maha penyayang, maha bijaksana, dan maha berkuasa atas segala sesuatu.

Allah ta’ala berfirman,

ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan selalu memberikan kecukupan kepadanya..” [QS. Ath-Thalaq 3]

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan,

فالقوة كل القوة في التوكل على الله كما قال بعض السلف: من سره أن يكون أقوى الناس فليتوكل على الله

“Kekuatan sejati itu sebenarnya ada pada tawakkal kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah..” (Zadul Ma’ad 2/364)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ingin Bahagia..?

Diantara kunci kebahagiaan adalah berusaha mengingat-ingat nikmat yang Allah berikan kepada kita .. kemudian mensyukurinya.

Saat kita sedih karena hilangnya harta, maka berusahalah mengingat-ingat nikmat nikmat Allah yang lainnya, sehingga kita bisa mengatakan :

– Alhamdulillah, Allah masih menjaga imanku.
– Alhamdulilah, Allah masih menjaga anak dan suamiku (atau istriku).
– Alhamdulillah, Allah masih menjadikanku lebih baik dari si fulanah (atau si fulan)
– Alhamdulillah, ujian kita masih belum seberat ujian si fulanah (atau si fulan), dst.

Dan ingatlah betapapun berat ujian dan kesedihan kita, tetap saja keadaan kita masih selaras dengan firman-Nya :

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها

“Apabila kalian ingin menghitung semua nikmat Allah, maka kalian tidak akan mampu menghitungnya..”

Oleh karena itu, berusahalah terus mengingat-ingat nikmat Allah yang tak terhitung itu .. insyaAllah kita akan semakin bahagia .. dan jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya, baik dengan lisan, anggota badan, maupun dengan hati.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Dua Perkara Penting Untuk Dipahami Ketika Berdo’a

Bedakan antara berdo’a agar diberikan sesuatu dengan SEGERA, dengan sikap TERGESA-GESA dalam do’a.

=======

a. Berdo’a agar diberikan sesuatu dengan segera dibolehkan, karena disebutkan dalam do’a Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika meminta hujan (istisqo’):

اللهم اسقنا غيثا مغيثا، مريئا مريعا، نافعا غير ضار، عاجلا غير آجل

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, hujan yang baik dan menyuburkan, hujan yang membawa manfaat dan tidak membawa mudorot; yang Engkau SEGERAKAN datangnya dan tidak Engkau tunda (HR. Abu Dawud 1169, shohih)

Ini dibolehkan karena masuk dalam sikap berharap akan kemurahan Allah ta’ala, dan itu bukan termasuk sikap tergesa-gesa dalam do’a yang dicela.

b. Adapun tergesa-gesa dalam do’a yang tercela adalah merasa :
– do’a lambat dikabulkan,
– tidak senang kepada Allah (atas belum dikabulkannya do’a),
– meragukan kemurahan dan kedermawanan-Nya, serta
– mengeluh karena keinginan belum terwujud.

Dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak meridhoi hati hamba-Nya yang beriman kepada-Nya menjadi sempit dan berputus asa karena hal itu.

Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- telah bersabda,

لا يزَالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَم يدعُ بإِثمٍ، أَوْ قَطِيعةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتعْجِلْ قِيلَ: يَا رسُولَ اللَّهِ مَا الاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: قَدْ دعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيبُ لي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْد ذَلِكَ، ويَدَعُ الدُّعَاءَ

“Do’a seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, asalkan ia tidak berdo’a untuk suatu dosa atau untuk memutuskan hubungan kekerabatan, selama ia tidak tergesa-gesa..”

Ada yang bertanya: “Wahai Rosulullah, apa itu tergesa-gesa..?”

Beliau menjawab: “Yaitu ia mengatakan, ‘Aku sudah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat (do’aku) dikabulkan..’ Maka ia pun merasa lemah (putus harapan) karenanya dan meninggalkan do’a..” (HR. Muslim 2735).

Semoga bisa dipahami dengan baik dan Allah berkahi, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

=======
ARTIKEL TERKAIT

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Kedudukan Amalan “Mengajarkan Ilmu” Kepada Orang Lain

Sebagian orang enggan mengajarkan ilmu agama yang Allah titipkan kepadanya .. macem macem alasannya :
– aku bukan siapa siapa,
– belum pantas,
– dapat apa,
– dapat berapa,
– kecewa dengan manusia,
dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Sungguh, alasan alasan itu hanya merugikan dirinya saja .. karena ilmu agama tidaklah membutuhkan dirinya, dia yang sangat membutuhkan pahala menyebarkan ilmu agama.

Lihatlah bagaimana kedudukan amalan mengajarkan ilmu agama ini di mata ulama besar dari generasi salaf Abdullah bin al Mubarak -rohimahullah-:

قيل لعبد الله بن المبارك : لو قيل لك لم يبق من عمرك إلا يوم، ما كنت صانعا؟ قال: كنت أعلم الناس

Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya, ‘Seandainya dikatakan kepadamu bahwa umurmu tinggal satu hari saja, apa yang akan engkau lakukan..?’

Beliau menjawab, ‘Aku akan mengajarkan ilmu kepada manusia..’

[Al-Madkhal Ilas Sunanil Kubra, hal: 473]

Kalau bukan karena besarnya pahala mengajarkan ilmu, tentu beliau tidak akan mengatakan seperti itu.

Ingat, mengajarkan ilmu tidak harus ada banyak ilmu dulu .. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda (yang artinya): “sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat..” [HR. Al Bukhari 3461].

Semoga Allah mudahkan bagi kita, dan Allah berkahi amalan kita, amin.


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Masih Ulang Tahun..?

Ulang tahun .. disamping tidak pernah dicontohkan oleh para Nabi dan manusia manusia terbaik di ummat ini, kebahagiaan di dalamnya sangat tidak selaras dengan keadaan manusia yang sedih bila mendekati kematiannya.

Makna ini telah disinggung dalam bait syair berikut ini:

إنا لنفرح بالأيام نقطعُها 🔘 وكلُّ يومٍ مضى يُدني من الأجل
فاعمل لنفسكَ قبلَ الموتِ مُجتهدًا 🔘 فإنما الربحُ والخُسران في العملِ

sungguh kita bergembira dengan hari hari yang kita lalui..
padahal sebenarnya setiap hari yang berlalu mendekatkan kita kepada kematian..

maka bersungguh-sungguh lah dalam beramal untuk dirimu sebelum matimu..
karena sesungguhnya untung rugi yang sebenarnya hanyalah pada amalan..

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan .. dan mewafatkan dalam keadaan husnul khotimah, aamiin


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Mengapa Kita Harus Terus Bersholawat Untuk Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam..?

As-Sakhowi -rohimahullah- mengatakan,

“مِن أوجَبِ شُعَبِ الإيمان: الصلاةُ على النَّبِي ﷺ؛ مَحَبَّةً له، وأداءً لِحَقِّه، وَتَوْقِيراً له وتعظيماً. وَالمُوَاظَبَةُ عليها مِن باب أداءِ شُكْرِهِ ﷺ؛ وَشُكْرُهُ وَاجِبٌ، لِمَا عَظُمَ مِنْهُ مِنَ الإنعام، فإنَّهُ سبب نجاتِنا من الجَحِيم، ودخولِنا في دار النَّعِيم”.

Diantara cabang iman yang paling wajib adalah bersholawat kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sebagai :
– bentuk cinta kepada beliau,
– menunaikan hak beliau,
– serta penghormatan dan pengagungan terhadap beliau.

Senantiasa bersholawat untuk beliau merupakan bentuk rasa syukur kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam, dan bersyukur kepada beliau adalah kewajiban, karena begitu besarnya kebaikan yang beliau berikan. Beliaulah sebab selamatnya kita dari neraka, dan masuknya kita ke dalam (surga) negeri kenikmatan.

(Al-Qoulul Badi’ – hal 84)


Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Agar Bisa Menghadapi Masalah Dengan Mudah

Apapun masalahnya, sebesar dan sesulit apapun masalah kita, jika kita DEKAT dengan Allah, pasti semuanya bisa dihadapi dan dijalani dengan mudah.

Karena tidak ada yang sulit di hadapan Allah yang maha mengetahui segala sesuatu, maha kuat, dan maha berkuasa atas segala sesuatu.

Ingatlah terus firman-Nya,

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب، ومن يتوكل على الله فهو حسبه

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya..” [Ath-Thalaq 2-3]

Jika kita sudah dekat dengan Allah, maka alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah ta’ala .. Jika belum, maka fokuslah untuk terus mendekat kepada-Nya.

Mohonlah terus kepada-Nya, agar masalah-masalah itu dimudahkan dan diangkat oleh-Nya, terutama dalam sujud-sujud kita .. Tidak ada yang bisa memudahkan dan mengangkat masalah kita, kecuali Dia.

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, aamiin

✏️
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى