Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Amalan Yang PALING AFDHAL Di Zaman Ini..!

Syeikh Muhammad Al-‘Utsaimin -rohimahullah- mengatakan:

“Amalan menuntut ilmu agama, di waktu kita sekarang ini, bisa jadi lebih afdhal dari pada amalan badan yang lainnya, karena manusia di saat ini, di zaman kita ini, sangat membutuhkan ilmu syar’i, disebabkan tersebarnya kejahilan, dan banyaknya orang yang bergaya alim dan mengaku sebagai ulama, padahal tidaklah ia memiliki ilmu, kecuali hanya sedikit..

Maka kita sangat membutuhkan para penuntut ilmu, yang memiliki ilmu yang mendalam dan kuat, yang dibangun di atas kitab dan sunnah, agar mereka bisa membendung kekacauan ini, yang faktanya telah menyebar di desa, negara, dan kota..

Setiap orang yang sebenarnya hanya punya satu atau dua hadits dari Rasul -shollallahu ‘alaihi wa sallam- langsung berfatwa dan meremehkan masalah fatwa, seakan-akan dia syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, atau Imam Ahmad, atau Imam Syafi’i, atau imam yang lainnya. Dan ini mengindikasikan bahaya besar jika Allah tidak menyelamatkan umat ini dengan para ulama yang ilmu dan hujjahnya mendalam dan kuat..

Oleh karena itu, kami melihat bahwa menuntu ilmu di zaman ini merupakan amalan yang PALING AFDHAL dari amalan yang berpengaruh terhadap orang lain. dia lebih afdhal daripada sedekah, lebih afdhal daripada jihad, bahkan ia merupakan jihad yang sebenarnya, karena Allah menjadikannya sejajar dengan jihad di jalan Allah..

dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Harusnya kaum mukminin tidak pergi berjihad semuanya, tapi harusnya dari setiap kelompok dari mereka ada orang-orang yang belajar mendalami agama, agar bisa memberikan peringatan kepada kaumnya saat kembali kepada mereka, agar mereka ingat kembali..” [Attaubah: 122]

Maka disini Allah menjadikan amalan menuntut ilmu agama sejajar dengan jihad fi sabilillah. [Syarah Riyadhus Shalihin 2/150].
Bahkan jauh sebelum zaman kita ini, Imam Ahmad -rohimahullah- telah mengatakan: “Ilmu agama itu tidak ada tandingannya, bila niatnya benar..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

DAFTAR KOMPLIT Artikel Serba-Serbi RAMADHAN

Berikut ini adalah beberapa artikel (audio dan tulisan) terkait dengan ibadah shaum (puasa) RAMADHAN.

  1. Bekal RAMADHAN – Part 1
  2. Bekal RAMADHAN – Part 2
  3. Bekal RAMADHAN – Part 3
  4. Tips Memaksimalkan Pahala Puasa 1 – Punya Target…
  5. Tips Memaksimalkan Pahala Puasa 2 – Meminimalisir Dosa…
  6. Tips Memaksimalkan Pahala Puasa 3 – Melakukan Amalan Yang Utama…
  7. Tips Memaksimalkan Pahala Puasa 4 – Menghindari Hal Yang Tidak Bermanfa’at…
  8. Berma’af-ma’afan Sebelum Ramadhan…
  9. Derajat Hadits Tentang Diharamkannya Neraka Bagi Orang Yang Bergembira Dengan Datangnya Ramadhan…
  10. Agar Pahala Puasa Anda Terjaga, Maka Berpuasalah Dari DOSA…
  11. Tentang Me-LAFAZH-kan Niat Puasa…
  12. Apakah Niat Puasa Ramadhan Harus Dilakukan Setiap Malam..?
  13. Adab Ringkas Buka Puasa…
  14. Makanan Pembuka Puasa…
  15. Ada Apa Dengan ‘DO’A BERBUKA PUASA’ Yang Populer Di Masyarakat …?
  16. Do’a Bagi Yang Memberi Makanan dan Minuman Untuk Buka Puasa…
  17. Do’a Setelah Makan…
  18. Satu Lagi Sunnah Yang Terlupakan Saat Makan…
  19. Sebaik-baiknya Makanan SAHUR Bagi Seorang MUKMIN – Adab Sahur Part # 1…
  20. IMSAK … dan SAHUR-nya Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam – Adab Sahur Part # 2…
  21. Nasehat Bagi Yang Suka Malas SAHUR…
  22. Amalan Yang Utama Di Waktu Sahur…
  23. Penanda Waktu Sahur Yang Sesuai Sunnah…
  24. Sunnah Yang Terlupakan : Sholat Setelah Ber-Siwak Lebih Utama Daripada 70 Roka’at Tanpa Ber-Siwak… Yuk Amalkan…
  25. Tarawih 4 + 4 + 3…
  26. Adakah Batasan Roka’at Sholat Sunnah Tarawih..?
  27. Berapa Kali Membaca Do’a Istiftah Dalam Shalat Tarawih..?
  28. Derajat Hadits Bacaan Sholawat Diantara Tiap 2 Roka’at Tarawih…
  29. Tentang Kebiasaan Merutinkan Ceramah/Kultum Tarawih…
  30. Keutamaan Witir Bersama Imam Tarawih…
  31. Bolehkah Pulang Sebelum Sholat Witir Bersama Imam..?
  32. Ada Apa Dengan Witir Di Rumah Dan Tidak Bersama Imam Tarawih Di Masjid…
  33. Apa Yang Dibaca Setelah Sholat Witir..?
  34. Nasihat Bagi Yang Terhalang Dari Sholat Tarawih Berjama’ah Di Masjid Karena Bertugas Di Malam Hari…
  35. Bagi PRIA, Lebih Utama Sholat Tarawih di Masjid ataukah di Rumahnya..?
  36. Bagi WANITA, Lebih Utama Sholat Wajib dan Sunnah (Tarawih dll) di Masjid ataukah di Rumahnya..?
  37. Bolehkah Sholat Lagi Setelah Tarawih..?
  38. Sholat Tahajjud Berjama’ah Setelah Tarawih…
  39. Susah Dan Suka Ngantuk Saat Tarawih dan Qiyaamul Lail…?
  40. Penjelasan Hadits Tentang Setan-Setan Yang Dibelenggu Di Bulan Ramadhan…
  41. Katanya Setan Dibelenggu… Mengapa Masih Ada Saja Yang Bermaksiat..?!
  42. Ngapain Sih Pakai Puasa Segala..?
  43. Bolehkah Membawa Anak Kecil Ke Shalat Berjama’ah Di Masjid..?
  44. Posisi Anak Kecil Dalam Shaff Shalat Berjama’ah Di Masjid…
  45. Kapankah Do’a Mustajab Saat Berpuasa Itu..?
  46. PENTING… Hal Yang Sering Dilupakan Wanita Haidh Saat Ramadhan…
  47. Puasa dan Al Qur’an Akan Memberikan Syafa’at…
  48. Keutamaan Memperbanyak Istighfar Setiap Hari…
  49. Nasihat Bagi Mereka Yang Sibuk Berdagang Di Bulan Ramadhan Ini…
  50. Nasihat Bagi Mereka Yang Sakit dan Tak Mampu Berpuasa Di Bulan Ramadhan Ini…
  51. Nasihat Bagi Para Ibu Rumah Tangga Di Bulan Ramadhan Ini…
  52. Tentang DUA Bentuk Witir 3-Roka’at… Mana Yang Lebih Utama..?
  53. Beda Antara Posisi Duduk Di Roka’at Akhir Sholat Witir Yang SATU dan TIGA (2+1) Roka’at…
  54. Apa Yang Dibaca Setelah Sholat Witir …?
  55. Penjelasan Mengapa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam Tarawih Berjama’ah Di Masjid Hanya Tiga Malam…
  56. Apakah Perlu Menambah Sholat Malam Setelah Tarawih..?
  57. Akibat Ghibah Di Bulan Ramadhan…
  58. Keutamaan Puasa – Cara Mendapatkan Kamar-Kamar Istimewa Di Surga…
  59. Fiqih Sholat Malam # 1 – Tata Cara Bila Ingin Melakukan Sholat Malam Berjama’ah Lagi Setelah Selesai Sholat Tarawih Berjama’ah Di Awal Malam…
  60. Fiqih Sholat Malam  # 2 – Tentang Sholat Malam Lagi Setelah Sholat Tarawih…
  61. Keutamaan Puasa – Terkumpulnya TIGA Pintu Kebaikan Di Bulan Ramadhan..
  62. Hujan dan Puasa – Terkumpulnya DUA Waktu Utama Untuk Berdo’a…
  63. Puasa Ramadhan Mengangkat Derajat Di Surga…
  64. Puasa Namun Tidak Sholat…
  65. Nasihat Bagi Ibu Hamil Di Bulan Ramadhan…
  66. Antara Membaca Banyak Ayat Tapi Tidak Paham atau Sedikit Ayat Dengan Tadabbur…
  67. Nasihat Bagi Yang Sholat Di Masjid Yang Lebih Jauh Padahal Ada Masjid Yang Lebih Dekat Dari Rumah…
  68. Mentadabburi Al Qur’an Membersihkan Penyakit Hati…
  69. Anjuran dan Pahala Bagi Yang Membaca Al Qur’an Setiap Hari…
  70. Motivasi Bagi Yang Sedang Belajar Membaca Al Qur’an…
  71. Bolehkah Membaca Al Qur’an Dari Aplikasi Di Hp..?
  72. Tentang Membaca Al Qur’an Dalam Keadaan Berhadats…
  73. Siapa Saja Dalam Keluarga Yang Boleh Kita Berikan Zakat Maal..?
  74. Bagaimana Bila Diundang Buka Puasa Dimana Laki dan Perempuan Campur Baur…
  75. Soal DZIKIR Setelah Membaca Al Qur’an…
  76. Kapankah Malam LAYLATUL QODR..?
  77. Memasuki Babak Final Ramadhan…
  78. Tentang Membaca Al Qur’an Sambil Mendengarkan Kajian Di Radio atau TV…
  79. Jika Engkau Ingin Tahu…
  80. Mana Yang Lebih Utama – Banyak Khatam Al Qur’an Ataukah Menghafalnya..
  81. Dzikir Yang Besar Pahalanya…
  82. Opsi Bagi Yang Tertinggal Beberapa Roka’at Tarawih Bersama Imam…
  83. Kebiasaan Mereka-reka Kapan Datangnya Laylatul Qodr…
  84. Tidak Di Syari’atkan Mencari-Cari Tanda Laylatul Qodr Di Ke-esokan Harinya…
  85. Siapakah Yang Paling Besar Pahalanya Dari Orang-Orang Yang Berpuasa..?
  86. Apakah Laylatul Qodr Hanya Diraih Oleh Mereka Yang I’tikaf Di Masjid Saja..?
  87. Ya Allah… Ridhoilah Aku…
  88. Kisah DO’A Laylatul Qodar…
  89. Mutiara Do’a Malam LAYLATUL QODR…
  90. Bagaimana Mendapatkan Malam Laylatul Qodr …?
  91. Apakah Ada Batasan Waktu I’tikaf..?
  92. Apa Yang Utama Dilakukan Bila Belum Mampu I’tikaf..?
  93. Bolehkah I’tikaf Selain Di TIGA Masjid..?
  94. Tentang Mengeraskan Suara Lantunan Al Qur’an Via Toa Masjid…
  95. Bolehkah Sholat ‘Isya Lewat Tengah Malam..?
  96. Sejarah Puasa Yang Wajib Diketahui Ummat Islam Saat Ini…
  97. Bolehkah Membaca Do’a Laylatul Qodr Di Waktu Lainnya..?
  98. Bolehkah Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin..?
  99. Amalan Berpahala SEDEKAH : Keutamaan Memperpanjang Tempo Hutang…
  100. Apabila Sudah Sholat Tarawih Bersama Imam, Amalan Apa Lagi Bila Terbangun Malam…?
  101. Bolehkah Mengundurkan Waktu Sholat Tarawih Bagi Wanita Yang Sholat Di Rumahnya..?
  102. Kabar Gembira Bagi Para Wanita Muslimah Yang Sholat Di Kamar/Rumahnya – Pahala Besar Bagi Yang Membaca 100 Ayat Al Qur’an Di Malam Hari…
  103. Tafsir QS Al Ahdzaab – 70 – Pentingnya Menjaga Lisan Terutama Di Bulan Ramadhan…
  104. Apakah Sujud Tilawah Harus Dalam Keadaan Berwudhu..?
  105. Apakah Harus Menutup Aurat Saat Sujud Tilawah..?
  106. Tips Agar Khusyu Beribadah Di Tengah Meningkatnya Kebutuhan…
  107. Apa Maksud Kalimat ‘Sedekah Dengan Tangan Kanan Sedangkan Tangan Kirinya Tidak Mengetahuinya…’
  108. Kapan Mulai Takbiran..?
  109. Idul Fitri = Kembali Kepada Fitrah..?
  110. Idul Fitri – Edisi Bolehkah Sholat Dhuha Pada Hari Raya ‘Id..?
  111. Idul Fitri – Edisi Dengan Siapa Saja Anda Bisa Bersalaman..?
  112. Apa Tanda Setelah Ramadhan Bahwa Seseorang Telah Mendapatkan Ampunan Dari Allah..?
  113. Ingin Mendapatkan Pahala Puasa Wajib Selama Satu Tahun..?
  114. Serba-Serbi Seputar Ibadah Di Bulan Syawwal…
  115. Mahram Seorang Wanita…
  116. Daftar masih akan bertambah dalam hari-hari kedepannya in-syaa Allah… nantikan update nya….

===============
Simak artikel terkait (KLIK Link dibawah ini) :
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

Keadaan Seorang Mukmin Di Akhir Zaman

Sahabat Ibnu Mas’ud -rodhiallahu ‘anhu- mengatakan:

“Akan datang suatu zaman, dimana seorang mukmin (dianggap) lebih hina dari budak wanita. Sebabnya tidak lain karena asingnya dia di tengah-tengah orang-orang yang rusak dari para pengikut syahwat dan syubhat. Sehingga mereka semua membencinya dan mengganggunya, karena dia menyelisihi cara hidup mereka, menyelisihi keinginan mereka, dan menyelisihi keadaan mereka..”

[Kitab: Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 2/329]

=====
Sepertinya zaman itu semakin dekat..
Jika kita ingin memperbaiki keadaan, maka teruslah berjuang untuk agama Allah.
Jangan menyerah dengan keadaan, Allah pasti akan memberikan hasil yang baik, jika usaha kita benar-benar gigih, ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan-Nya.

Semoga Allah terus meneguhkan kita di atas Sunnah dan menutup hidup kita dengan husnul khotimah, lalu mengumpulkan kita semua bersama Nabi-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallam di Surga Firdaus-Nya, aamiin ya Robb.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Bedakan Antara Memberi Makan Anjing Dengan Memelihara Anjing

Bedakan antara “memberi makan” anjing, dengan “memelihara” anjing
=====

Yang pertama dibolehkan, sedang yang kedua diharamkan.. dan tidak ada pertentangan antara keduanya.

Contoh lain: Kalau kita ketemu babi di hutan, dan terlihat kelaparan, bolehkah kita memberinya makan..? Tentu jawabannya boleh.. tapi bolehkah kita mengumpulkan babi dan memeliharanya di rumah..? Tentu tidak dibolehkan.

Contoh lagi: Kalau kita ketemu pezina sedang meminta makan karena kelaparan, bolehkah kita memberinya..? tentu dibolehkan.. tapi apa boleh kita mengumpulkan para pezina di rumah kita, kita tanggung kebutuhan makan mereka, dan mereka bebas melakukan perzinaan..? Tentu tidak dibolehkan.

Oleh karena itu, bedakan antara hadits yang melarang kita memelihara anjing selain anjing penjaga dan anjing berburu, dengan hadits yang menjelaskan bahwa ada seorang pelacur yang masuk surga karena memberi makan/minum anjing..

Ingat, pelacur yang disebutkan dalam hadits itu, tidaklah memelihara anjing yang dia beri makan/minum.

Adapun anjingnya Ashabul Kahfi, maka bisa jadi anjing tersebut termasuk anjing yang boleh dipelihara, seperti anjing berburu, atau anjing penjaga.. atau bisa jadi di syariat mereka dibolehkan memelihara anjing secara mutlak, dan ini tentunya berbeda dengan yang ada dalam syariat kita, wallahu a’lam.

Semoga bisa dipahami dengan baik.. dan silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

HADITS : Larangan Memelihara Anjing

Bercadar tapi memelihara anjing..
=====

Mungkin dia belum tahu hadits ini:

مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ صَيْدٍ وَلا مَاشِيَةٍ وَلا أَرْضٍ فَإِنَّهُ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ قِيرَاطَانِ كُلَّ يَوْمٍ

“Barangsiapa memelihara ANJING -selain anjing untuk berburu, atau menjaga ternak, atau menjaga tanaman-, maka pahalanya akan berkurang dua Qiroth setiap harinya..” [HR Muslim: 1575]

Dalam hadits lain Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan:

الْقِيرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ

“Satu Qiroth itu seperti gunung Uhud..” [HR. Muslim: 946]

Dan dalam penjelasan tentang gunung Uhud disebutkan:

يبلغ طول الجبل 7 كيلومترات وعرضه بين 2 و 3 كيلومتر وارتفاعه يصل إلى قرابة 1077 متراً.

“Gunung Uhud ini panjangnya mencapai 7 KM, lebarnya antara 2 dan 3 KM, sedangkan tingginya mencapai 1,077 M..” ref : BACA DI SINI

Semoga setelah tahu hadits ini, dia meninggalkannya..

Mungkin ada yang bertanya, kan dia niatnya baik..!

Maka jawabannya, meski niatnya baik, namun niat baik saja tidaklah cukup, tapi harus didukung dengan baiknya perbuatan, sebagaimana dikatakan sebagian ulama salaf “Betapa banyak orang menginginkan kebaikan, tapi ia tidak mendapatkannya..” wallahu a’lam.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Kita Itu Lemah, Allah Yang Menguatkan Kita

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-:

“Seseorang selama ruhnya masih di raganya, dia bisa saja ter-‘fitnah’, oleh karena itu aku berpesan kepada diriku sendiri dan kalian semua, agar kita selalu meminta kepada Allah KETEGUHAN di atas iman.

Dan hendaknya kalian takut, karena ada banyak tempat licin di bawah kaki kalian, bila Allah -azza wajall- tidak meneguhkan kalian, maka kalian akan terjatuh dalam kebinasaan.

Dengarkanlah firman Allah kepada RosulNya -shollallohu ‘alaihi wasallam- yang merupakan orang paling kuat keteguhannya dan paling kuat imannya:

“Kalau Kami tidak meneguhkanmu, niscaya kamu hampir saja condong sedikit kepada mereka..”

Jika ini berlaku pada diri Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam-, lalu bagaimana dengan kita yang lemah iman dan keyakinannya, serta sering dihinggapi syubuhat dan syahawat..?!

Sungguh kita berada dalam bahaya besar, oleh karenanya kita harus memohon kepada Allah ta’ala KETEGUHAN di atas kebenaran, dan agar Dia tidak menjadikan hati kita condong pada kesesatan.

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)..”

[Diringkas dari Syarhul Mumti’ 5/388]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

0310141815

Dua Ayat Yang Harus Selalu Terngiang Saat Terjadi Bencana

DUA AYAT yang harusnya selalu terngiang dalam benak setiap kita yang muslim saat terjadi BENCANA .. apalagi bila bencana itu datang BERTUBI-TUBI..

Pertama: QS. Asy-Syuro: 30, yang menjelaskan bahwa sebab datangnya musibah adalah karena DOSA manusia yang sudah keterlaluan.

Kedua: QS. Ar-Ruum: 41, yang menjelaskan bahwa tujuan Allah menimpakan musibah adalah agar kita KEMBALI kepada Allah.

Oleh karena itu, marilah kita ingatkan diri masing-masing akan banyaknya dosa-dosa kita dan dosa-dosa yang terjadi di sekitar kita .. Ayolah kita kembali kepada Allah, dengan beristighfar dan bertaubat .. tinggalkan kemaksiatan dan lakukan ketaatan.

Dan yang tidak kalah penting, mari tumbuhkan semangat bernahi-mungkar terhadap kemaksiatan yang ada di sekitar kita.

Semoga Allah menjaga kita dan negeri kita, serta memperbaiki keadaannya, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Husnuzhon Kepada Allah

Husnuzhon (berbaik sangka) kepada Allah itu bukan dengan meninggalkan kewajiban, bukan pula dengan melakukan kemaksiatan. Barangsiapa yang mengira demikian, maka dia telah tertipu dan merasa aman dengan makar Allah.

Ibnul Qoyyim -rohimahullah- mengatakan:
“Telah jelas perbedaan antara Husnuzhon dengan keadaan tertipu.. Bila Husnuzhon menjadikan seseorang beramal, mendorongnya, membantunya, dan menggiringnya kepada kebaikan, maka itulah Husnuzhon yang benar..

Tapi bila Husnuzhon kepada Allah, mengajaknya untuk malas-malasan dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka itu keadaan tertipu..”

[Aljawabul Kafi 1/38]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MENGAKU SALAH Jauh Lebih Baik dan Terhormat

Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat… daripada berusaha membenarkan yang salah karena kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.

=====

Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu.

Tapi hendaklah anda mengakui kesalahan itu, agar diri anda terdorong untuk selalu memohon ampun atas kesalahan itu, dan agar pada saatnya nanti anda bisa meninggalkan kesalahan itu.

Syeikh Ali Thontowi -rohimahulloh- pernah mengatakan, ketika beliau belum bisa memanjangkan jenggotnya:

“Adapun masalah memangkas habis jenggot (yang kulakukan), maka demi Allah aku tidak akan mengumpulkan pada diriku (dua keburukan, yakni); perbuatan buruk dan perkataan buruk, Aku tidak akan menyembunyikan kebenaran karena aku menyelisihinya, aku juga tidak akan berdusta atas nama Allah dan berdusta kepada manusia.

Aku mengakui bahwa diriku salah dalam hal ini, sungguh aku telah berusaha berkali-kali untuk meninggalkan kesalahan ini, tapi aku kalah oleh nafsu syahwatku dan kekuatan adat (masyarakat).

Dan aku terus memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada diriku sehingga aku bisa memanjangkannya, dan mintalah kalian kepada Allah agar aku bisa memanjangkannya, karena do’a seorang mukmin kepada mukmin lainnya -jika dilakukan tanpa sepengetahuannya-; tidak akan ditolak in-syaAllah”

[Kitab: Ma’an Nas, karya: Sy. Ali Thontowi, hal: 177-178].

Dan alhamdulillah di akhir hayatnya, beliau bisa memanjangkan jenggotnya.. Lalu beliau menjelaskan hal itu dalam catatan kaki pada halaman tersebut, beliau mengatakan:

“Dan Allah telah memberikan pertolongannya kepadaku (untuk memanjangkannya), maka hanya bagi-Nya segala pujian”

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

2511160631

Belum Qodho’ Hutang Puasa Dari Sejak SMP

Pertanyaan:

Ada seorang wanita yang punya hutang puasa ramadhan (karena haidh).. namun karena kekurang-pahamannya terhadap hukum-hukum dalam agama, ia tidak pernah membayar/qodho hutang Ramadhan tsb (yang batal karena haidh) sampai Ramadhan berikutnya datang dan pergi.. dan begitu seterusnya dan tidak ada yang mengingatkannya/memberitahunya dari sejak jenjang SMP hingga ia menikah dan diberitahu oleh suaminya akan wajibnya qodho tsb..

dan sekarang setelah ia sadar dan mendapatkan pemahaman agama yang lebih baik, walhamdulillah, dan setelah ia coba hitung-hitung, perkiraan ada 300 hari hutang qodho puasa Ramadhan dari sejak SMP yang belum ia lunasi, apa yang harus ia lakukan..?

Jawaban :

1. Dia termasuk orang yang meninggalkan puasa karena udzur (haidh).

2. Orang yang meninggalkan puasa karena udzur punya kewajiban untuk meng-Qodho’ puasanya.

3. Meng-Qodho’ puasa tidak harus berturut-turut, tapi bisa dicicil sedikit-sedikit hingga hutang puasanya lunas.

4. Apabila ada hutang puasa yang menumpuk, melewati Ramadhan berikutnya KARENA UDZUR maka (tetap harus qodho’ dan) tidak ada fidyahnya.

Tapi kalau hutang puasanya numpuk, melewati ramadhan berikutnya TANPA UDZUR maka (tetap harus qodho’ dan) dianjurkan membayar fidyah, tapi tidak sampai diwajibkan, wallahu a’lam.

5. Besaran fidyah untuk setiap hari yang diakhirkan Qodho’nya sampai melewati Ramadhan berikutnya tanpa udzur adalah memberikan makanan siap saji yang pantas kepada fakir miskin, atau memberikan setengah sho’ (1,5 kg untuk lebih hati-hatinya) dari makanan pokok daerahnya (kalau dikita berarti beras).

Demikian, wallahu a’lam.

Dijawab oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
.
.
Catatan Poin 4:
▪️Bila Ada Udzur : qodho’ saja tanpa fidyah

▪️Tanpa ada Udzur : qodho’ dan dianjurkan fidyah

ARTIKEL TERKAIT
Belum meng-Qodho’ Hutang Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya