Category Archives: Syafiq Riza Basalamah

Termasuk Orang Yang Manakah Anda..?

Akhi/Ukhti..

Bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya maka sebagian orang akan berkata “setengah kosong” dan sebagian lagi berucap “setengah isi”
termasuk orang yang manakah anda ?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh.

Adapun insan yang berkata “setengah isi” maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya kosong karena bagaimanapun gelas itu ada isinya dan ia berucap “Alhamdulillah masih ada isinya”

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Jadilah Seperti Butiran Gula Pasir…

Akhi Ukhti…

Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat orang lain (begitulah pesan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)

Berapa banyak manfaat yang kau berikan pada orang lain ?
Orang tuamu
Pasangan hidupmu
Keluargamu
Kerabatmu
Tetanggamu
Sahabatmu
Masyarakatmu
Dan negerimu ?

Jangan dibalik pertanyaannya, apa yang diberikan orang padaku ?

Ada yang berpesan:
JADILAH SEPERTI BUTIRAN GULA PASIR
WALAUPUN DIA TELAH LARUT DAN MENGHILANG WUJUDNYA
DIA TETAP MENINGGALKAN RASA MANIS

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Musibah Menghapus Dosa…

Akhi ukhti…

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita
Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya
Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang
Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.

sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan
Kita tidak pernah menghitungnya, kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung…
sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan…

Lepas dari semua itu, Allah, Ar Rahman Ar Rahiem…
Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah…
Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.”(HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no. 2573)

Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya
Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah
Salah satu ulama’ salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا لوردنا الآخرة مفلسين

“Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”.

Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah…
saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa…
Dengan menata hati
Bersabar
Meridhoi takdir Ilahi
Bersyukur kepada Rabbi
Selamat mengamalkan

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى

Jangan Makan Dengan Tangan Kiri…

Kita bisa lihat, masalah yang mungkin remeh bagi sebagian orang, yaitu makan dengan tangan kirinya, makan dengan kedua tangannya, padahal sudah jelas-jelas Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mengatakan :

إذا أكَلَ أحدُكم فلْيَأكُلْ بيَمينِه، وإذا شَرِبَ فلْيَشرَبْ بيَمينِه، فإنَّ الشَّيْطانَ يَأكُلُ بشِمالِه، ويَشرَبُ بشِمالِه

“kalau seorang makan diantara kalian, makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya”      [ HR. Muslim : 2020 , Abu dawud : 3776, At tirmidzi : 1800 ]

Kenapa dilarang oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam ?
Disebabkan syaitan itu kalau makan minum pakai tangan kiri. Maka jangan jadi syaitan, kita nggak ingin menjadi seperti musuh kita, bahkan kalau kita melihat musuh kita, mungkin kita akan berpaling atau mencoba menyerang dia, sekarang ini syaitan musuh kita, masak kita mau berteman dengan syaitan ? dia yang menyebabkan adam ‘alaihissalam tergoda sehingga memakan buah di dalam surga yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka berkaitan dengan itu, Salamah bin ‘Amr bin Aqwa Rodhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang makan di sisi Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, dia makan bersama Nabi, lalu dilihat sama Nabi bahwa lelaki ini makan dengan tangan kirinya. Maka apa kata Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam : “makanlah dengan tangan kananmu !”

Maka lelaki ini menjawab “aku tidak bisa makan dengan tangan kananku, aku nggak bisa”

Ada orang-orang yang kidal, yang kalau dikatakan pada dia untuk makan dengan tangan kanannya maka berat bagi dia , karena dia sudah terbiasa dengan tangan kirinya. Tangan kirinya bahkan lebih kuat dari tangan kanannya, apakah dibiarkan ? nggak boleh dibiarkan ! tetep usahakan dengan tangan kanannya.

Dan pria ini, ketika disuruh makan dengan tangan kanannya dia menjawab “aku tidak bisa”, lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengatakan semoga kamu benar-benar tidak bisa (baca : makan dengan tangan kanan)”

Maka kita lihat, pria ini sebetulnya mampu menggunakan tangan kanannya, tangannya masih utuh, masih bisa diangkat, tapi dia enggan melakukannya maka Nabi mendoakannya “semoga kamu tidak bisa” dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengatakan “tidak ada yang menghalangi dia melakukan perintahku kecuali rasa sombong”, artinya ada orang-orang sombong yang menolak kebenaran, dikasih tau nggak mau tau.

Apalagi sekarang ada riset yang berkaitan tentang kidal, riset ini menyebutkan bahwa orang yang kidal otaknya lebih cerdas, lebih pintar matematika, atau apalah yang mereka katakan, tapi yang terpenting, seorang Muslim jangan membiasakan dirinya makan atau minum dengan tangan kirinya, jangan sampai yang dialami pria ini tadi terjadi pada kita, jangan sampai nanti ketika tangan kanan ini sudah tidak bisa dipakai kita baru mengeluh dan menyesal, padahal Allah sudah memberikan kesempatan padamu selama bertahun-tahun, maka salah satu bentuk menjaga istiqomah kita adalah dengan membiasakan diri dengan sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam walau dalam hal-hal kecil seperti makan dan minum

Wallahu a’lam bishowaab

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى .

Ditulis ulang dari potongan ceramah Ustadz Syafiq Riza Basalamah berjudul : Riyadhus Shalihin. Bab : perintah memelihara sunnah & etikanya.