Category Archives: Zainal Abidin

Penyimpangan Setelah Hidayah

*لماذا ينتكس البعض بعد استقامته على طريق الهداية ؟؟؟*

Mengapa ada sebagian orang yang justru berbalik (menyimpang) setelah ia konsisten di atas jalan hidayah (bahkan sebelumnya ia mendakwahkan sunnah)…??

قيل للشيخ ابن باز :

Syaikh Bin Baz pernah ditanya:

ياشيخ ، فلان انتكس،

Wahai Syaikh; si fulan berbalik (menyimpang)

قال الشيخ :

Syaikh berkata;

(لعل انتكاسته من أمرين :

Boleh jadi dia berbalik menyimpang karena dua hal:

إما أنه لم يسأل الله الثبات ، أو أنه لم يشكر الله على الإستقامة) .

Pertama, dia mungkin tidak pernah meminta kepada Allah agar diteguhkan (di atas alhaq), atau yang kedua, ia tidak bersyukur setelah diberikan keteguhan dan keistiqomahan oleh Allah.

فحين اختارك الله لطريق هدايته،

Maka tatkala Allah telah memilihmu berjalan di atas jalan hidayah-Nya,

ليس لأنك مميز أو لطاعةٍ منك ،

camkanlah bahwa itu bukan karena keistimewaanmu atau karena ketaatanmu,

بل هي رحمة منه شملتك ،

melainkan itu adalah rahmat dari-Nya yang meliputimu

قد ينزعها منك في أي لحظة ،

Allah bisa saja mencabut rahmat tersebut kapan saja darimu

لذلك لا تغتر بعملك ولا بعبادتك

Oleh karena itu, jangan engkau tertipu dengan amalanmu, jangan pula disilaukan oleh ibadahmu

ولا تنظر باستصغار لمن ضلّ عن سبيله

Jangan engkau memandang remeh orang yang tersesat dari jalan-Nya

فلولا رحمة الله بك لكنت مكانه .

Kalau bukan karena rahmat Allah padamu, niscaya engkau akan tersesat pula, posisimu akan sama dengan orang yang tersesat itu.

أعيدوا قراءة هذه الآية بتأنٍّ

Ulang-ulang lah membaca ayat berikut ini dengan penuh penghayatan

﴿ ولوﻵ أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا ﴾

“Andai Kami tidak meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam), sungguh engkau hampir-hampir saja akan sedikit condong kepada mereka (orang-orang yang tersesat itu).”

إياك أن تظن أن الثبات على الإستقامة أحد إنجازاتك الشخصية …

Jangan pernah engkau menyangka, bahwa keteguhan di atas istiqomah, merupakan salah satu hasil jerih payahmu pribadi.

تأمل قوله تعالى لسيد البشر..

Perhatikan firman Allah kepada Pemimpin segenap manusia (Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam):

“ولولا أن ثبتناك”

“Kalau bukan Kami yang meneguhkanmu (wahai Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam)…”

فكيف بك !!؟.

Maka apalagi engkau…!!?

نحنُ مخطئون عندما نتجاهل أذكارنا،

Kita sering keliru, manakala kita melupakan dzikir-dzikir kita

نعتقد أنها شيء غير مهم وننسى

Kita menyangka bahwa dzikir-dzikir itu tidak penting, sehingga kita pun melupakannya.

بأن الله يحفظنا بها، وربما تقلب الأقدار..

Kita lupa bahwa Allah akan menjaga kita karena dzikir-dzikir tersebut. Boleh jadi takdir Allah akan berbalik.

يقول ابن القيم:

Ibnu al-Qayyim berkata:

حاجة العبد للمعوذات أشدُ من حاجته للطعام واللباس..!

Kebutuhan hamba akan do’a dan dzikir (agar Allah memberikan perlindungan), melebihi kebutuhannya akan makanan dan pakaian.

داوموا على أذكاركم لتُدركوا معنى:

Maka rutinkanlah membaca do’a dan dzikir kalian, agar kalian meraih apa yang dijanjikan dalam sabda Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam

احفظ الله يحفظك..

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian”

تحصنوا كل صباح ومساء ؛

Niscaya kalian akan mendapatkan perlindungan pagi dan petang.

فالدنيا مخيفة .. وفي جوفها مفاجأت .. والله هو الحافظ لعباده

Dunia ini benar-benar menakutkan…. di lorongnya ada banyak hal yang menyentakkan… Allah, Dialah yang Maha Menjaga hamba-hamba-Nya.

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

1208171450

Tertipu Angan-Angan Palsu…

Hari ini kata orang tanggal satu……menunjukkan tahun baru…..berangka 2019.

Hari ini kata orang usia bertambah sebagai tanda umur mulai tua….

Hari ini kata orang banyak rencana tahunan yang dicanangkan untuk menatap masa depan demi membangun peradaban….

Hari ini kata orang tahun 2019 sebagai pertanda tahun hoki angka sembilan yang menunjukkan angka keberuntungan.

Untuk apa kau tambah umur tak pernah bertambah kebaikan….

Untuk apa kau punya angka keberuntungan tapi nasibmu tak pernah beruntung ketika menghadap Robb semesta alam.

Demi Allah umur adalah titipan, tambah usia suatu keprihatinan.

Manusia setapak demi setapak melangkah menuju kepada gerbang kematian….

Tak terasa waktu menggilas, kesibukan mendera dan angan-angan dunia memabukkan hingga bekal akherat terabaikan…

Hisab akhirat amat berat, menghadap Allah tak terelakkan sudahkah kau mampu mempertanggung jawabkan seluruh tindakan dan kelakuan.

Ya Allah hisablah kami dengan hisab yang mudah….

Ya Allah terimalah kami sebagai hamba yang lemah yang selalu rindu pengampunan dan rahmat pemaafan.

Ya Allah hati terasa gemetar, jantung berdetak kencang dan urat nadi bergetar dahsyat saat Engkau panggil semua hamba di pelataran mahsyar.

Ya Allah tolonglah kami saat kesulitan di hisab, timbangan, pembagian catatan amal dan titian di atas neraka Jahanam.

Ya Allah hanya semata-mata rahmat dan ampunan yang menggiring aku untuk berkumpul bersama hambaMu yang shaleh di taman surga.

Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى.

Nasehat Bagi Wanita Yang Merasa Jengkel Jika Disebutkan Masalah Poligami…

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian wanita ada yang merasa jengkel ketika disebutkan masalah poligami di majelis dan bahkan sikap mereka berubah ketika disebutkan masalah poligami, maka apa nasehat Anda kepada para wanita tersebut ?

Jawaban: Yang dimaksud adalah suami menikah lebih dari satu wanita. Seorang wanita tabiatnya tidak menyukai poligami dan ditimpa kecemburuan yang terkadang hampir sampai pada batas kegilaan. Seorang wanita tidak tercela karena cemburunya tersebut, karena hal itu memang tabiat wanita. Hanya saja seorang wanita yang berakal, perasaan dan rasa cemburunya tidak akan mengalahkan sisi hikmah dan syari’at.

Syari’at membolehkan bagi pria untuk menikahi wanita lebih dari satu dengan syarat dia merasa aman dari sikap berat sebelah dan dia mampu untuk berbuat adil. Allah Ta’ala berfirman:

فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُوْلُوْا.

“Nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi sebanyak dua, atau tiga, atau empat. Namun jika kalian khawatir tidak bisa berlaku adil, maka nikahilah satu wanita saja, atau gaulilah budak-budak wanita yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih mudah bagi kalian untuk tidak berbuat zhalim.” (QS. An-Nisa’: 3)

Jadi Allah mewajibkan agar menikahi satu istri saja jika seseorang khawatir tidak mampu berbuat adil. Seorang wanita tidak diragukan lagi jika dia mendengar suaminya ingin menikah lagi maka sikapnya kepada suaminya berubah, tetapi sepantasnya baginya untuk menyiapkan dirinya dan menenangkannya dan hendaknya dia mengetahui bahwa ketidak sukaan dan kecemburuan yang muncul semacam ini akan hilang jika suaminya telah menikah lagi. Ini adalah perkara yang sudah terbukti berdasarkan pengalaman.

Hanya saja seorang suami hendaknya bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam menegakkan sikap adil diantara istri pertama dan kedua, karena sebagian suami (tidak semuanya –pent) jika dia menyukai istri kedua, terkadang dia mengurangi hak istri pertama dan melupakan kebahagiaan yang pernah dia rasakan bersama istrinya yang pertama sebelumnya, sehingga dia pun lebih condong kepada istrinya yang kedua.

Siapa saja yang keadaannya demikian maka hendaklah dia menyiapkan dirinya menghadapi hukuman yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ.

“Barangsiapa memiliki dua orang istri, lalu dia lebih condong kepada salah satunya, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan pipinya miring.” (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwaa’ul Ghaliil no. 2017: “Shahih.” –pent)

Kita berlindung kepada Allah darinya. Ketika itu seluruh manusia akan melihatnya, mereka akan menyaksikan pipinya miring sebelah, karena dia berpaling dari sikap adil, sehingga dia pun diberi balasan sesuai dengan dosanya, kita memohon keselamatan kepada Allah.

Pertanyaan: Syaikh, apakah sikap adil tersebut dalam hal nafkah dan bermalam saja ?

Jawaban: Sikap adil dalam semua perkara yang memungkinkan untuk berbuat adil padanya. Yaitu dalam hal nafkah, bermalam, bahkan hingga dalam perkara hubungan suami istri jika dia mampu.

Diterjemahkan oleh :
Ustadz Zainal Abidin Lc, حفظه الله تعالى

da1305162234

Cinta Sejati Hingga Mati…

Wawancara dengan seorang wanita tua di sebuah stasiun Radio.
Kisah seorang nenek yang telah hidup berumah tangga bersama suami 50 tahun penuh bahagia.
Dia ditanya rahasia kebahagiaannya selamanya 50 tahun.

*** Apakah karena pintar masak, ataukah karena cantiknya ataukah karena pandai melahirkan anak ataukah ada yang lainnya ?

Sang nenek pun bercerita, kebahagiaan hidup rumah tangga setelah Taufik dari Allah, amat bergantung pada sang istri, seorang wanita bisa menjadikan rumahnya surga atau sebaliknya.

*** Apakah harta !!
Banyak wanita yang kaya raya hidupnya menderita batin bahkan suaminya lari darinya.
*** Apakah anak sumber kebahagiaan!!
Di sana ada wanita yang melahirkan 10 anak sementara suaminya kehilangan rasa cinta bahkan mungkin menceraikannya.
Malah zaman sekarang banyak kaum wanita yang pandai membuat menu masakan istimewa sepanjang hari sedangkan suami terus mengeluh buruknya pergaulan sehari-hari.

*** Sang penyiar pun terpesona lalu bertanya, kalau memang begitu apa yang menjadi rahasia kebahagiaan Anda ?

Sang wanita tua pun menukas, Kalau suamiku marah, aku memilih diam penuh dengan hormat sambil menundukkan kepala penuh penyesalan.
Waspadalah terhadap diam tapi penuh dengan pelecehan, karena seorang laki-laki amat cerdik dalam memahami sikap itu.

*** Kemudian sang pembawa acara menyergap dengan pertanyaan, Kenapa Anda tidak keluar dari kamarmu ?

Sang wanita tua pun berkata, jangan lakukan itu,……karena dia menyangka kamu lari darinya dan tidak ingin mendengarkan ucapannya, bahkan kamu harus diam dan setuju terhadap semua yang dikatakan hingga dia tenang!
Kemudian saya katakan
Apakah kamu sudah selesai dari marahmu ?

*** Kemudian sang penyiar bertanya kembali, Lalu apakah yang anda lakukan ? Apakah kamu cemberut atau tidak berbicara hingga seminggu atau lebih ?

Sang wanita tua menjawab, Jangan… tinggalkan kebiasaan buruk, ibarat pisau bermata dua. Jika kamu mendiamkan suami seminggu, barang kali suami ingin berdamai tapi tidak kamu berikan kesempatan akhirnya masalah blunder. Boleh jadi tuntutannya makin tidak berkompromi.

*** Sang penyiar bertanya, Kalau memang begitu apa yang kamu lakukan ?

Sang wanita tua itu menjawab, Setelah dua jam atau lebih, suamiku saya buatkan segelas jus atau kopi. Maka saya katakan kepadanya, silahkan diminum.
Memang benar dia butuh hal itu, kemudian saya mengajaknya bicara seperti biasanya.
Lalu suamiku bertanya kepadaku, Apakah kamu marah? Saya jawab, Tidak, setelahnya dia minta maaf kepadaku atas ucapannya yang pedas. Setelah itu dia berbicara dengan santun.

*** Sang penyiar bertanya, Benarkah demikian ?

Sang wanita tua menjawab, Ya memang demikian yang terjadi dan aku bukan termasuk wanita pandir.
Apakah kamu mau aku ceritakan dengan sejujurnya, aku lebih mempercayai ucapannya saat marah lebih daripada saat dia tenang.

*** Sang penyiar bertanya lagi, Bagaimana kehormatan dan harga dirimu ?
Sang wanita tua pun menjawab, Kehormatan dan harga diriku ada pada ridha suamiku serta pada mesranya hubungan kita. Tidak ada kehormatan dan harga diri antar suami dan istri selain itu. Meski harus telanjang di depannya dari seluruh pakaiannya.
Aku berharap pesan ini tersampaikan kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita meskipun mereka yang mau menikah.
Hendaknya semua memahami hal-hal berikut ini,

لو خُلقت المرأة طائراً لكانت “طاووسآ

Andaikata wanita seekor burung maka dia ibarat Merak

لو خلقت حيواناً لكانت « غزالة

Andaikata wanita hewan maka dia ibarat kijang.

لو خلقت حشرة لكانت ” فراشة “

Andaikata wanita itu serangga maka dia ibarat kupu-kupu.

لكنها خلقت « بشراً » فأصبحت حبيبةً و زوجةً وأماً رائعة ، و أجملَ نعمةٍ للرجل على وجه الأرض.

Akan tetapi dia seorang anak manusia, sehingga dia menjadi sosok kekasih, istri dan Ibu yang bersahaja serta menjadi sumber nikmat paling indah bagi seorang laki-laki di muka bumi.

فلو لم تكن •• المرأة •• شيئاً عظيماً جداً لما جعلها « اللّه » حوريةً يكافئ بها المؤمن في الجنة …

‏‏Seandainya wanita bukan makhluk yang Agung maka Allah tidak akan menjadikannya makhluk yang merdeka yang menjadi pendamping kaum Mukmin di surga.

حقيقه أعجبتني لدرجة أنَّ وردةً تُرضيهآ ، وكلمةً تقتلها ) !!!

‏Aku heran seakan bunga wangi atau kalimat yang mencekik !

رائعة هي الأُنثى ♡

Wanita itu hidupnya bertabur keindahan.

في طفولتها تفتح لأبيها باباً في الجنة ..

Saat masih bayi menjadi pembuka surga untuk kedua orang tuanya

وفي شبابها تُكمل دين زوجها ..

Saat remaja menjadi penyempurna agama suaminya.

وفي أمومتها تكون الجنّة تحت قدميها ..

‏Saat menjadi seorang ibu maka surga dibawah kedua telapak kakinya.

Untaian mutiara hikmah yang amat indah.

كلام في قمة الروعة
‏شكراً لمن أرسله وأفرح به قلب البنت والاخت والزوجة والأم العظيمة

Terima kasih bagi yang menyebarkan untuk membuat gembira putrinya, saudarinya, istrinya dan ibunya yang Agung.

BACALAH DENGAN SEKSAMA KARENA NASEHAT MAHAL

Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

da0801172340

Syahwat Tersembunyi…

قال شداد بن أوس رضي الله عنه: يا بقايا العرب يا بقايا العرب! إن أخوف ما أخاف عليكم الرياء والشهوة الخفية، قيل لأبي داود: ما الشهوة الخفية قال: حب الرئاسة” (رسالة في التوبة؛ ج1، ص: [233]).

Syaddad bin Aus rodiallahu ‘anhu berkata,
“Wahai sisa-sisa orang Arab, Wahai sisa-sisa orang Arab ! Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah riya dan syahwat tersembunyi,” ditanyakan kepada Abu Daud, ‘apakah yang dimaksudkan syahwat tersembunyi ?’ Beliau berkata, ‘cinta popularitas’.

Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى.

Kematian…

Kematian, itulah yang ditakutkan semua manusia, …..
Kematian yang memutus hubungan dan pertalian.
Kematian yang memupuskan harapan dan angan-angan.
Karier, cita-cita, gelar, pangkat dan jabatan akan punah dan hilang oleh kematian…..
Kematian tak pernah mengenal waktu datang.
Kematian tak pernah mengenal umur orang.
Kematian tak pernah mengenal status terpandang.
Kematian tak pernah menerima grasi dan penundaan……..

Tua muda, kecil besar, laki perempuan, miskin berada dan pejabat rakyat jelata takluk terhadap kematian.

Kematian membuat orang angkuh sombong dan egois tunduk tak berdaya bahkan pasrah tak berkutik.

Betul apa yang dikatakan Imam Hasan Basri, kalau bukan karena tiga perkara, manusia enggan menundukkan kepalanya (alias rendah hati); sakit, miskin dan mati.

Ya Allah berilah kesempatan taubat nasuha sebelum datangnya kematianku….

Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Puasa Arafah Ikut Siapa..?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin juga mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Jika terdapat perbedaan tentang penetapan hari Arafah disebabkan perbedaan mathla’ (tempat terbit bulan) hilal karena pengaruh perbedaan daerah. Apakah kami berpuasa mengikuti ru’yah negeri yang kami tinggali ataukah mengikuti ru’yah Haromain (dua tanah suci) ?”

Syaikh rahimahullah menjawab,

“Permasalahan ini adalah turunan dari perselisihan ulama apakah hilal untuk seluruh dunia itu satu ataukah berbeda-beda mengikuti perbedaan daerah. Pendapat yang benar, hilal itu berbeda-beda mengikuti perbedaan daerah.

Misalnya di Makkah terlihat hilal sehingga hari ini adalah tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan di negara lain, hilal Dzulhijjah telah terlihat sehari sebelum ru’yah Makkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Makkah adalah tanggal 10 Dzulhijjah di negara tersebut. Tidak boleh bagi penduduk Negara tersebut untuk berpuasa Arafah pada hari ini karena hari ini adalah hari Idul Adha di negara mereka.

Demikian pula, jika kemunculan hilal Dzulhijjah di negara itu selang satu hari setelah ru’yah di Makkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Makkah itu baru tanggal 8 Dzulhijjah di negara tersebut. Penduduk negara tersebut berpuasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut mereka meski hari tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah di Mekkah.

Inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal Ramadhan hendaklah kalian berpuasa dan jika kalian melihat hilal Syawal hendaknya kalian berhari raya” (HR Bukhari dan Muslim).

Orang-orang yang di daerah mereka hilal tidak terlihat maka mereka tidak termasuk orang yang melihatnya.

👉🏼  Sebagaimana manusia bersepakat bahwa terbitnya fajar serta tenggelamnya matahari itu mengikuti daerahnya masing-masing, demikian pula penetapan bulan itu sebagaimana penetapan waktu harian (yaitu mengikuti daerahnya masing-masing)”. (Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20/47-48, Darul Wathon – Darul Tsaroya, cetakan terakhir, tahun 1413 H)

👉🏼  Kesimpulan dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, puasa Arafah mengikuti penanggalan atau penglihatan di negeri masing-masing dan tidak mesti mengikuti wukuf di Arafah. Wallahu a’lam, wallahu waliyyut taufiq.

Semoga bermanfaat.

Ustadz Zainal Abdin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى.

Kriteria Suami Tanggung Jawab…

Suami yang bertakwa kepada Allah pada setiap keadaan dan kesempatan.
.
Suami yang menunaikan hak dan kewajiban secara seimbang baik secara materi maupun non materi.
.
Suami yang mengutamakan ridha Allah daripada ridha manusia.
.
Suami yang hidupnya disibukkan dengan berbagai macam ibadah dan taqarrub kepada Allah.
.
Suami yang menggiring keluarganya kepada jalan surga.
.
Suami yang senantiasa membimbing istri dan anak-anaknya kepada kebenaran dan kebaikan.
.
Suami yang sabar dan lapang dada dengan berbagai macam ujian dan cobaan.
.
Suami yang suka membantu keluarga dan orang-orang sekitarnya dalam kebaikan dan ketakwaan.
.
Suami yang terus istiqomah di atas alkitab dan as-Sunnah.
.
Suami yang tidak mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan.
.
Suami yang sportif dan jantan mengakui berbagai macam kesalahan dan kekurangan dalam rangka untuk perbaikan.
.
Suami yang tidak pernah membuang-buang waktu dan umur untuk perkara sia-sia.
.
Suami yang senantiasa tulus dalam menasehati dan mendakwahi keluarga dan orang-orang sekitarnya.
.
Suami yang dermawan dengan berbagai macam sedekah, infaq dan sumbangan.
.
.
Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Sesuaikanlah…

جالس العلماء بعقلك

Duduklah bersama ‘Ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك

Duduklah bersama Pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك

Duduklah bersama Teman dengan kesantunan adabmu

وجالس أهل بيتك بعطفك

Duduklah bersama Keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك

Duduklah bersama Orang Bodoh dengan kemurahan hatimu

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, ha حفظه الله تعا

 

4 GOLONGAN MANUSIA PENGHANCUR ISLAM…

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menuturkan :

قال محمد بن الفضل: ذهاب الإسلام على يدي أربعة أصناف من الناس:

Imam Muhammad bin al-Fadl berkata: Lenyapnya agama Islam di tangan empat golongan manusia :

○صنف لا يعملون بما يعلمون،

1.  Golongan yang tidak mau mengamalkan sesuatu yang sudah diketahuinya,

○و صنف يعملون بما لا يعلمون،

2.  Golongan yang mengamalkan sesuatu yang tidak diketahuinya,

○و صنف لا يعملون ولا يعلمون،

3.  Golongan yang tidak beramal dan tidak mengetahui tentang Islam,

○و صنف يمنعون الناس من التعلم.

4.  Golongan yang menghalangi umat manusia untuk mempelajari Islam.

قلت-أي بن القيم-:

Aku berkata (Ibnu Qayyim):

●الصنف الأول: من له علم بلا عمل؛ فهو أضر شيء على العامة؛ فإنه حجة لهم في كل نقيصة و مبخسة.

GOLONGAN KE-1, orang yang punya ilmu tanpa amal, dia sosok paling berbahaya buat awwam, ia menjadi hujjah (pembenaran) buat mereka pada setiap kelemahan dan keburukan mereka.

●الصنف الثاني: العابد الجاهل؛ فإن الناس يحسنون الظن به لعبادته و صلاحه فيقتدون به على جهله.
و هذان الصنفان هما اللذان ذكرهما بعض السلف في قوله:《احذروا فتنة العالم الفاجر و العابد الجاهل فإن فتنتهما فتنة لكل مفتون》؛ فإن الناس إنما يقتدون بعلمائهم و عبادهم، فإذا كان العلماء فجرة و العباد جهلة عمت المصيبة بهما و عظمت الفتنة على الخاصة و العامة.

GOLONGAN KE-2, ahli ibadah yang jahil, sedangkan umat manusia berprasangka baik kepadanya karena ketekunan ibadah dan kesalehannya, mereka menjadikannya sebagai panutan padahal ia berada dalam kebodohan.

Kedua golongan tersebut, sebagian ulama salaf memperingatkan: Waspadalah terhadap fitnah ahli ilmu yang bejat dan ahli ibadah yang bodoh, karena fitnah keduanya adalah biang segala fitnah. Karena umat manusia senantiasa meneladani ahli ilmu dan ahli ibadah. Bila ahli ilmu bejat dan ahli ibadah bodoh maka musibah akan merata dan fitnah akan merajalela pada kalangan khusus dan umum.

●و الصنف الثالث: الذين لا علم لهم و لا عمل؛ و إنما هم كالأنعام السائمة.

GOLONGAN KE-3, mereka yang tidak punya ilmu dan tidak punya amal, sehingga mereka laksana hewan ternak.

●و الصنف الرابع: نواب إبليس في الأرض؛ و هم الذين يثبطون الناس عن طلب العلم و التفقه في الدين ؛ فهؤلاء أضر عليهم من شياطين الجن؛ فإنهم يحولون بين القلوب و بين هدى الله و طريقه .

GOLONGAN KE-4, mereka para agen iblis di muka bumi, mereka membuat umat manusia berat melangkah untuk menuntut ilmu dan memahami agama, bahkan mereka lebih berbahaya ketimbang setan dari kalangan jin, karena mereka menjauhkan hati mereka dari hidayah Allah dan jalanNya.

مفتاح دار السعادة :490/1

Penterjemah :
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى