Category Archives: Display Picture Dakwah

Satu Lagi Do’a Setelah Tasyahud Akhir – Sebelum Salam

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى  berikut ini :

ini adalah salah satu do’a yang dibaca saat dalam sholat, yaitu setelah tasyahud akhir (sebelum salam).. Di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan hadits ini dinyatakan shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahullah.

Dan dalam riwayat Imam an-Nasa’i 1301, ada tambahan sedikit (garis merah) dalam lafazh do’anya dan hadits ini juga dinyatakan shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahullah dalam Shohiiih an-Nasa’i, jadi KEDUA LAFAZH DO’A DIATAS.. Allahu a’lam

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengamalkannya di sholat-sholat kita baik di sholat fardhu/wajib yang 5 waktu maupun di sholat-sholat sunnah seperti sholat Dhuha pagi ini dst..

ARTIKEL TERKAIT
Dzikir Yang Dahsyat
Dzikir Sebelum Meninggalkan Pertemuan Yang Bukan Majelis Ilmu

Mutiara Sayyidul Istighfar

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sayyidul istighfar.
“Allahumma anta Robbii.. Laa ilaaha illa anta kholaqtanii..
Sampai: abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii..”
“Aku kembali kepada-Mu dengan kenikmatan-Mu kepadaku..
Dan aku kembali dengan membawa dosaku..”

Renungkanlah..
Menyaksikan Nikmat..
Pengakuan Dosa..

Sebuah mutiara yang amat berharga..
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah berkata..
“Seorang hamba berjalan kepada Allah antara menyaksikan ni’mat dan melihat aib diri..
Menyaksikan ni’mat menimbulkan cinta, pujian dan rasa syukur..
Dan melihat aib diri menimbulkan penghinaan diri, ketundukan dan taubat..”

(Shohih Al Wabil Ash Shoyyib hal 16-17).

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

.
.
Rosulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni Surga.”
.
[HR. Bukhari no. 6306, 6323]

da171114-0009

PENTING..! – Dzikir Sebelum Meninggalkan Pertemuan Yang Bukan Majelis Ilmu

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى  berikut ini :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu di majelis itu banyak perbuatan dan kata-kata yang salah dan tidak pantas (sia-sia), kemudian sebelum bangkit dari majelis itu ia membaca (dzikir di bawah),

Subhaana-kallahumma wabihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka | Maha suci Engkau ya Allah, segala puji untuk-Mu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

maka Allah akan menghapus dosa dan kesalahannya yang terjadi di majelis tersebut..”

[HR. At-Tirmidzi no 2433 – Hasan Shohih]

ARTIKEL TERKAIT
Dzikir Yang Dahsyat – Yuuk Baca..

Sunnah Yang Terlupakan Di 10 Hari Pertama DZULHIJJAH…

Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhuma- datang ke sebuah pasar pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir dan manusia pun bertakbir terinspirasi takbir mereka. (HR. Al Bukhari)

Inilah salah satu aktivitas shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah (*). Aktivitas yang tidak lain merupakan arahan dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- saat beliau bersabda:

“PERBANYAKLAH MEMBACA TAHLIL (LAA ILAAHA ILLALLAH), TAKBIR DAN TAHMID PADA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH INI.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Ahmad Syakir)

Saudaraku,
Sudahkah takbir mengiringi aktivitas-aktivitas anda pada 10 hari ini ?

ALLAH -ta’ala- berfirman dalam QS. Al Hajj: 28

‏﴿٢٨﴾ … وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومٰتٍ

“… Agar mereka berdzikir (dan bertakbir) pada hari-hari yang telah diketahui (baca: 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah**)”

*lihat juga Akhbaru Makkah lil Faakihi 3/10.

**penjelasan Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhu-, lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam ayat tersebut.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

da080116-0632

Takbir Di Hari-Hari Awal Dzulhijjah…

Mengenai TAKBIR di awal bulan DZUL-HIJJAH… Takbir Muqoyyad artinya Takbir yang sudah ditentukan waktunya oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam…

Lafal takbir

Terdapat beberapa macam lafal takbir Idul Fitri dan Idul Adha yang diriwayatkan dari para sahabat.

Pertama:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U)

Lafal takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (HR. Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kedua:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U)

Lafal ini juga diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Ketiga:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ ، الله ُأَكبَرُ و أَجَلُّ ، الله ُأَكبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, WA-LILLAHILHAMD(U), ALLAHU AKBARU WA AJALLU, ALLAHU AKBARU ‘ALAA MAA HADZAANAA

Takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu. (HR. Al Baihaqi, dalam As-Sunan Al-Kubra; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Keempat:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ  كَبِيراً

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBARU KABIIRON

Lafal ini diriwayatkan dari Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu. (HR. Abdur Razaq; sanadnya dinilai sahih oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar)

Ref :  https://konsultasisyariah.com/7301-takbir-idul-fitri.html

Bacaan SHOLAWAT Yang Utama…

Di antara bentuk sholawat yang diajarkan oleh Rosuulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam ialah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى\n (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ (فِي رِوَايَةٍ: وَ بَارِكْ) عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى) آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollayta ‘alaa Ibroohiim wa ‘alaa aali Ibroohiim, innaKa Hamiidum Majiid. Allahumma baarik (dalam satu riwayat, wa baarik, tanpa Allahumma) ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiim wa ‘alaa aali Ibroohiim, innaKa Hamiidum Majiid).
.
.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

Dan sholawat yang paling sempurna, yang sampai kepada beliau adalah sholawat Ibrohimiyyah sebagaimana yang beliau ajarkan kepada ummatnya, maka tidak ada shalawat yang lebih sempurna darinya, meski sebagian orang merasa lebih pintar membuat lafadz sholawat).”

(Zadul Ma’ad 2/356).
.
.
Imam As-Sakhaawi رحمه الله تعالى
(wafat tahun 902 H ) berkata:

“Pengajaran Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya tentang cara bersholawat kepada beliau setelah ditanya menunjukkan bahwa sholawat tersebut adalah sholawat yang paling afdhol caranya karena beliau tidak memilih untuk diri beliau kecuali yang paling mulia dan yang paling afdhol.”

(Al-Qaulul Badi’ fish shalah ‘alal Habib
Asy-Syafi’, As-Sakhaawi hal: 47)
.
.
Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad حفظه الله تعالى berkata, ”Salafush Sholih, termasuk para ahli hadits, telah biasa menyebut shalawat dan salam kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebut beliau, dengan dua bentuk yang ringkas, yaitu:

صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ

(sholallahu ‘alaihi wa sallam) dan

عَلَيْهِ الصّلاَةُ وَالسَّلاَمُ

(‘alaihish sholaatu was salaam).
.
Alhamdulillah, kedua bentuk ini memenuhi kitab-kitab hadits. Bahkan mereka menulis wasiat-wasiat di dalam karya-karya mereka untuk menjaga hal tersebut dengan bentuk yang sempurna. Yaitu menggabungkan antara shalawat dan permohonan salam atas Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam.”

[Fadh-lush Shalah ‘Alan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hlm. 15, karya Syaikh Abdul Muhshin bin Hamd Al ‘Abbad]

.

.

Ingatlah..

Allah berfirman (yang artinya),

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS 2:216)

Ingat.. kita tidak akan mampu lepas atau menghindar dari apa yang Allah ‘Azza wa Jalla telah takdirkan.. seandainya kita ridho dengan pilihan Allah maka takdir akan menghampiri kita dalam keadaan kita terpuji dan tersyukuri serta terkasihi oleh Allah..

bila tidak ridho, maka takdir tetap akan menghampiri kita dalam keadaan kita tercela dan tidak mendapatkan kasih sayang-Nya karena kita bersama pilihan
kita sendiri.. wal ‘iyadzubillah..

Ref : https://t.co/WuM4bmi1W8

*