Category Archives: Display Picture Dakwah

Masa Depan Yang Sesungguhnya Adalah…

Syaikh Ali Musthafa ath-Thantawi, rohimahullah mengatakan,

“…Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.

Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan

Setelah lulus SMA mereka mengatakan,demi masa depan lanjutkan hingga sarjana“.

Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: “Carilah pekerjaan demi masa depan…

Setelah aku bekerja mereka mengatakan:“Menikahlah demi masa depan…

Setelah menikah mereka mengatakan: “Segeralah punya momongan demi masa depan…

Dan saat ini ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun dan aku masih menunggu masa depan…

Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai…
Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya…

Masa depan yang sesungguhnya adalah ketika engkau membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya dan mendapatkan surga-Nya…

Do’a Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘Anhu Agar Menyertai Nabi Shollallahu ‘Alayhi Wasallam Di Surga Tertinggi…

Do’a Ibnu Mas’ud agar menyertai Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam di surga tertinggi.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لاَ يَرْتَدُّ ، وَنَعِيمًا لاَ يَنْفَدُ ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu iman yang tidak pernah berbalik menjadi kufur, kenikmatan yang tidak sirna, dan agar mengiringi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam di surga abadi yang paling tinggi.” 

[HR Ahmad, Ibnu Hibban, Ath-Thobroni dalam al-Kabiir]

 

=================================

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam masuk Masjid. Beliau ada di antara Abu Bakr dan Umar. Ternyata Ibnu Mas’ud tengah sholat, dengan membaca Surat An-Nisa’. Hingga Ibnu Mas’ud sampai pada penghujung ayat ke-100 dari An-Nisa’, lalu berdo’a, sedangkan ia tengah menunaikan sholat (malam).

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda (tanpa diketahui Ibnu Mas’ud), “Mintalah, niscaya engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi” Lalu Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang merasa senang membaca Al-Quran secara segar sebagaimana ia diturunkan, maka hendaklah ia membacanya dengan bacaan (cara dan sikap membaca) Ibnu Ummi ‘Abd (yaitu Abdullah bin Mas’ud).”

Pagi harinya, Abu Bakr rodhiyallahu ‘anhu bergegas menuju Ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu , untuk memberi kabar gembira tersebut. Abu Bakr rodhiyallahu ‘anhu bertanya, “Apa yang  engkau minta kepada Allah Azza wa Jalla tadi malam ?” Ia menjawab, “Aku mengucapkan, Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu iman yang tidak pernah berbalik menjadi kufur, kenikmatan yang tidak sirna, dan agar selalu bersama Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam di surga abadi yang paling tinggi.

Kemudian Umar rodhiyallahu ‘anhu datang juga kepada Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu. Dan dikatakan kepada Umar rodhiyallahu ‘anhu bahwa Abu Bakr rodhiyallahu ‘anhu telah mendahuluimu. Umar pun berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakr rodhiyallahu ‘anhu. Tidaklah aku berusaha untuk mendahuluinya dalam kebaikan sama sekali, melainkan ia telah mendahuluiku.” [HR. Ahmad]

Dalam riwayat lain Ibnu Mas’ud berkata, “Tidaklah aku sholat fardhu maupun sunnah, melainkan aku berdo’a kepada Allah di penghujung sholatku, Ya Allah, sesungguhnya aku meminta …. [lihat Mirqootul Mafaatîh, 11/173]

FAIDAH

1️⃣  Iman yang kokoh merupakan benteng agung yang menjaga seseorang dari kekufuran. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, apakah amalan yang paling utama ? Di antara jawaban Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah, Iman yang tak ada keraguan di dalamnya. [HR. Ahmad dan an-Nasa’i]

2️⃣ Kenikmatan yang tiada sirna adalah kenikmatan surga. Dan itulah kenikmatan hakiki.

3️⃣ Begitu pentingnya untuk memiliki himmah (cita-cita dan kemauan) yang tinggi, dengan  meminta yang terbaik. Sebagaimana Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu meminta untuk menyertai Rosulullah di surga tertinggi. Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bila seorang dari kalian berdoa, janganlah berucap, Ya Allah (berilah kami) bila Engkau menghendaki. Akan tetapi agar ia meminta permohonan yang besar nan agung. Sesungguhnya pemberian yang Allah berikan tidak ada yang berat bagi-Nya.” [HR. Ahmad].”

Ref : https://almanhaj.or.id/7378-doa-ibnu-masd-agar-menyertai-rasl-shallallahu-alaihi-wa-sallam-di-surga-tertinggi.html

Hanya Karena Allah…

Imam Al-Hasan al-Bashry rohimahullah berkata,

رحم الله عبداً وقف عند همّه، فـإن كان لله مضـى، وإن كان لغيره تأخر.

“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti ketika ingin melakukan sesuatu… jika hal itu dia niatkan untuk Allah maka dia meneruskannya, namun jika hal itu dia niatkan untuk selain-Nya maka dia mundur.”

[ Ighotsatul Lahafan ]

Adab Masuk Kamar Mandi / WC Yang Sering Terlewatkan…

 


.
Alhamdulillah… Banyak dari kaum Muslimin sudah hafal dan mengamalkan do’a masuk dan keluar Kamar Mandi / WC, namun ada satu tambahan bacaan sebelum do’a yang belum banyak diketahui padahal kita mengetahui bahwa Jin senang berada di tempat-tempat najis seperti Kamar Mandi / WC dan mereka bisa memandang aurat kita…

Jika anda marah bila mengetahui bahwa ada manusia lain yang “mengintip” anda di Kamar Mandi / WC, bagaimana bila yang “mengintip” itu Jin..?

Ingatlah bahwa Jin itu ada Jin Laki-Laki dan ada Jin Perempuan. Manusia tidak bisa melihat Jin tapi Jin bisa melihat manusia. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al A’raf – 27 (yang artinya) : “Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.”

Lalu bagaimana caranya agar mereka tidak melihat aurat anda ?

Alhamdulillah… Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam telah mengajarkan kita caranya, perhatikan hadits berikut ini :

Rosulullah Shollallahu ‘alahi wassalam bersabda:

“Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat Bani Adam adalah ketika ada seorang diantara mereka yang masuk kamar mandi maka hendaknya mengucapkan : “BISMILLAH”

Hadits Shohih (HR. at-Tirmidzi no. 606 dan Ibnu Majah no. 297, Hadits ini Shohih sebagaimana dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Gholil no. 50).

Yuk baca “BISMILLAH” sebelum membaca do’a masuk WC mulai sekarang…dan adab-adab lainnya.

Wallahu a’lam

#wc
#kamarmandi
#doa
#sunnahnabi

Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
Follow IG: @bbg_alilmu
http://instagram.com/bbg_alilmu

Di Antara Hikmah Al-Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun…

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah berkata:

الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَةِ أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَهُوَ رَجَبٌ، وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَامِ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.

“Hikmah pada dijadikannya al-Muharrom sebagai awal tahun adalah,
agar tahun diawali dengan bulan suci dan ditutup dengan bulan suci juga,
dan tahun di tengah-tengahnya juga terdapat bulan suci yaitu Rojab,
dan berturut-turutnya dua bulan suci di akhir tahun (Dzulqo’dah dan Dzulhijjah -pent) untuk menunjukkan keutamaan penutup dan bahwasanya amal-amal itu tergantung atau dinilai berdasarkan penutupnya.”

[Fathul Bary, jilid 8, hlm. 108]

Kisah Ulama