Category Archives: Display Picture Dakwah

MUTIARA SALAF : Mempersiapkan Diri

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Sungguh dungu, orang yang tidaklah tahu kapan mati mendatanginya, tapi dia tidak mau menyiapkan diri untuk menghadapinya. Dan manusia yang paling lalai adalah orang yang usianya itu sudah melewati 60 tahun dan mendekati 70 tahun, tapi dia tetap lalai tidak mempersiapkan dirinya, padahal usia antara 60 sampai 70 tahun adalah medan perang hidup mati, dan seharusnya orang yang terjun di medan perang itu menyiapkan dirinya..”

[ Shaidul Khaathir hal 439 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Do’a Memohon Perlindungan Dari Do’a Yang Tidak Dikabulkan

Do’a memohon perlindungan kepada Allah dari do’a yang tidak didengar/tidak dikabulkan, dan perlindungan dari 3 perkara lainnya..

mari kita hafalkan lafzhnya dan pahami maknanya sehingga dapat bersungguh-sungguh saat memanjatkan do’a ini terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat hujan, 1/3 malam terakhir, Jum’at sore, saat sujud dan sebelum salam (dalam sholat)..

▪️ ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA-‘U
▪️ WAMIN QOLBIN LAA YAKH-SYA-‘U
▪️ WAMIN NAFSIN LAA TASYBA-‘U
▪️ WAMIN DUAA-‘IN LAA YUSMA-‘U

jangan lupa.. salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :

▪️memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum..

▪️lalu membaca sholawat (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.. (lafazh sholawat yang utama adalah lafazh sholawat yang kita baca saat tasyahudd dalam sholat)

▪️lalu mulailah berdo’a..

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

HADITS : Larangan Duduk Di Tempat Yang Terkena Teduh Dan Panas

Dari seorang sahabat rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

“Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melarang duduk di antara (tempat yang) panas (yang tidak ada naungannya) dan (tempat yang) dingin (yang ada naungannya), dan beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘(Itu adalah) tempat duduknya setan..’ ”

[ HR. Ahmad – 3/413 ]
hadits shohih – Silsilah Shohihah: 838

Dari Qays bin Abi Hazim dari ayahnya, beliau bercerita,

“Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam melihat aku duduk di bawah terik matahari, lalu beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Pindahlah ke tempat teduh..!’ ”

[ HR. al-Hakim – 4/271 ]
hadits shohih – Silsilah Shohihah: 833

Kedua hadits di atas menunjukkan adanya larangan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bagi mereka yang duduk di tempat yang terkena teduh dan panas, atau mereka yang duduk di tempat yang semua kena panas, agar ia berpindah ke tempat yang semuanya terkena teduh.

dari segi kesehatan juga tidak baik, sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Munawi rohimahullah bahwa,

“duduk di tempat yang sebagian terkena teduh sementara sebagian yang lain terkena sinar matahari, membahayakan bagi badan. Karena ketika orang duduk di tempat semacam ini, cairan tubuhnya rusak, karena ada 2 pengaruh yang bertolak belakang yang mengenai badan..”

[ Faidhul Qodir – 6/351 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

 

Do’a Perbaiki Urusan Agama, Dunia Dan Akhirat


jangan lupa.. salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :
.
▪️memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum..
.
▪️lalu membaca sholawat (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.. lafazh sholawat yang utama adalah lafazh sholawat yang kita baca saat tasyahud dalam sholat
.
▪️lalu mulailah berdo’a..
.
◾ALLAAHUMMA ASH-LIH LII DIINIY
ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII
◾WA ASH-LIH LII DUN-YAAYA
ALLATII FIIHAA MA’AASYII
◾WA ASH-LIH LII AAKHIROTII
ALLATII FIIHAA MA’AADII
◾WAJ-’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOYRIN
◾WAJ-’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN
.
Imam Al-Qurthubi rohimahullah berkata,
.
“Do’a ini begitu agung karena berisi kebaikan dunia dan akhirat, permintaan baiknya agama dan dunia.. Hendaklah do’a ini dihafalkan dan digunakan untuk berdo’a pada malam dan siang hari.. Semoga saja do’a tersebut dipanjatkan pada waktu mustajabnya do’a sehingga memperoleh kebaikan dunia dan akhirat..”
.
[ Al-Mufhim, 7:49, dinukil dari Minhah Al-‘Allam, 10:472]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

HADITS : Dzikir Penggugur Dosa

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama para sahabatnya, dan ketika itu beliau membawa tongkat di tangannya.. lalu beliau melewati pohon yang dedaunannya telah kering dan memukul pohon itu dengan tongkat yang ada di tangannya maka daun-daun yang kering itu berguguran..

dan saat para sahabat melihat dedaunan pohon itu berguguran di depan mereka, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kalimat
SUBHAANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR
menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana dedaunan pohon ini berguguran..”

[ HR. at-Tirmidzi – shohih ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

 

#COVID_19 : Kumpulan Artikel Terkait Covid-19

Berikut ini adalah beberapa artikel yang telah kami posting sebelumnya terkait musibah wabah Covid-19, semoga bermanfaat..

  1. Do’a Saat Tertimpa Musibah
  2. Do’a Mohon Perlindungan Dari Keburukan Segala Penyakit
  3. Do’a Mohon Perlindungan Dari Berubahnya Kesehatan
  4. Do’a Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
  5. Do’a Saat Menghadapi Kesulitan
  6. Dzikir Ketika Melihat Oang Lain Terkena Musibah Penyakit
  7. Dzikir Saat Mengalami Kesusahan/Kesedihan
  8. Keutamaan Bersedekah Di Hari-Hari Ini
  9. SELESAI – MASIF : WAKAF 2 Sumur Bor + 2 Jaringan Pipa
  10. Keutamaan Sedekah Air #1
  11. Keutamaan Sedekah Air #2
  12. Memberikan Minuman = Sedekah Yang PALING Afdhol…
  13. Berniat Mengharapkan Pahala Dari Musibah Dunia
  14. Ladang Pahala Yang SANGAT BESAR..
  15. SELESAI – Tebar Sembako dan Air Minum
  16. Ladang Pahala
  17. Sikap Orang Beriman Terhadap Wabah Virus Corona
  18. Apakah Wafat Di Hari Selain Jum’at Tidak Mendapatkan Husnul Khotimah..?
  19. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  20. Tawakal Yang Hakiki
  21. Do’akan Kebaikan Bagi Saudaramu
  22. Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Dari Qs Al Baqoroh
  23. Tentang Berjabat Tangan
  24. Apakah Takut Terinfeksi Corona Merusak Tauhid..?
  25. Apakah Qunut Nazilah Disyari’atkan Dalam Kasus Wabah Penyakit..?
  26. Hal Ghoib Semakin Dipercaya
  27. Tenanglah Wahai Saudaraku Seiman
  28. Penjelasan Hadits Tentang Berlindung ke Masjid Ketika Wabah
  29. Ringankan Orang Yang Sakit
  30. Peniadaan Kegiatan Sholat Jum’at Besok di Jakarta
  31. Pahala Yang Sama Bila Ada Udzur
  32. Sholatlah Di Rumah Saat Wabah Seperti Ini
  33. Jangan Sampai Kita Kalah Dengan Ketakutan Kita Sendiri !
  34. Agar Tidak Tertular Atau Menularkan
  35. Pelajaran Dari Peristiwa Penyakit Menular Di Suriah dan Mesir
  36. Kabar Gembira
  37. Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…
  38. Bahagia Itu Bila Orientasi Anda Akherat…
  39. Nasehat dan Fatwa dan Tata Cara Sholat Bagi Tenaga Medis
  40. Besarnya Pahala Akan Sesuai Dengan Besarnya Cobaan
  41. Physical Distance Juga Bagian Dari Islam
  42. Beriman Kepada Qodar Baik Dan Buruk Keduanya Dari Allah
  43. Untukmu Yang Harus Keluar Rumah Untuk Mencari Nafkah
  44. Landasan Setiap Kebaikan
  45. Musibah Menghapus Dosa…
  46. Mendung Kan Berakhir
  47. Ampuni dan Sayangilah Kami Ya Ghofuur Ya Rohiim
  48. Bersabar Menghadapi Musibah
  49. Allah Yang Mengetahui Akhir Dari Perkara Kita
  50. Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu
  51. Jangan Sampai Anda Turut Menularkan Virus
  52. Bertambah Kesulitan, Betambah Pula Keimanannya
  53. Akibat Dosa
  54. Yang Penting Untuk Di Pahami Saat Menghadapi Musibah
  55. Agar Musibah Anda Berpahala… Agar Kesedihan Anda Seakan Tiada…
  56. Hakikat Iman
  57. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan
  58. Bersabarlah Dan Berhusnudzonlah Kepada Allah Dalam Ujian Dan Musibah
  59. Bisa Jadi Pada Wabah Ini Banyak Kebaikan
  60. Saling Mendo’akan
  61. Renungan Ayat – 3
  62. Menunggu Jalan Keluar
  63. Tentang Sholat Iedul Fitri Di Rumah
  64. Tentang Tidak Sholat Berjama’ah Di Masjid Saat Pandemi Virus Corona

MUTIARA SALAF : Nasihat Bagi Para Wanita Muslimah

Al Imam Al Baghowi rohimahulloh berkata,

“Apabila seorang wanita berbicara dengan laki-laki asing (bukan mahrom), maka selayaknya ia berbicara dengan lantang (tidak mendayu-dayu) untuk mencegah hasrat buruk (para lelaki)..”

[ Ma’aalimuttanzil – 3/635 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kapan Mulai Takbir Muqoyyad..?

TAKBIR MUQOYYAD DIMULAI SEJAK BESOK SETELAH SHOLAT SHUBUH 9 DZULHIJJAH
.
1️⃣ Dari ‘Umar bin Khotthob rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah zhuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dishohihkan Syaikh Al Albani rohimahullah)
.
2️⃣ Dari ‘Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ‘ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Syaikh Al Albani rohimahullah mengatakan: “Shohih dari ‘Ali rodhiyallahu ‘anhu“)
.
3️⃣ Dari Ibn ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah). (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Syaikh Al Albani rohimahullah mengatakan: Sanadnya shohih)
.
4️⃣ Dari Ibn Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dishohihkan An Nawawi dalam Al Majmu’)
.
.
APAKAH TAKBIR DILAKUKAN LANGSUNG SETELAH SALAM SECARA BERSAMA ATAUKAH SENDIRI-SENDIRI..?
.
Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,
.
“YANG DISYARIATKAN KETIKA SELESAI SHOLAT ADALAH MEMBACA DZIKIR YANG SUDAH DIKENAL, KEMUDIAN BILA ANDA SELESAI BERDZIKIR SILAHKAN BERTAKBIR. Begitu pula disyariatkan supaya orang-orang tidak bertakbir bersama, akan tetapi SETIAP ORANG BERTAKBIR SENDIRI-SENDIRI..
.
Inilah yang disyariatkan sebagaimana di hadits Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu mereka bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam saat haji, diantara mereka ada yang mengeraskan bacaan talbiah, sebagian lagi bertakbir, mereka tidak dalam satu bentuk..”

[ Majmu’ Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/261 ]
.