Category Archives: Kajian Audio

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-EMPAT..

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-LIMA  (segera menyusul…)
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-EMPAT 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Az Zumar – 30-31 : (30) “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). (31) Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-TIGA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-EMPAT bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-TIGA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al A’raf – 188 : Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-DUA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL PERTAMA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-DUA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Maidah – 75 : Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Pertama…

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

🌿 DALIL PERTAMA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim – 11 : Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-21

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 20) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 21 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah shollallahu ‘alayhi wasallam…

Kemudian… yang selanjutnya yang menghalangi seseorang dari kebenaran, yaitu…

⚉   Bergaul dengan orang-orang yang bathil… bergaul dengan orang-orang yang buruk. [خلطة أهل الباطل]

Kata beliau (penulis kitab – Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman):

الخلطة شأنُها كبير فِي التأثير على أخلاق المختلط بِهم، وعاداتهِم، وعقائدهم

“Begaul itu mempunyai pengaruh yang besar, pada akhlak orang yang bergaul, kebiasaan dan bahkan aqidah mereka.”

⚉   Oleh karena itu Al-haafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata dalam kitab Lathoiful Ma’arif (halaman 138) :

‎إن النفوس تتأ سى بِما تشاهده من أحوال أبناء الجنس

“Jiwa itu akan mengikuti apa yang ia saksikan dari penduduk/ lingkungan sekitar.”

⚉   Ibnu Taimiyyah rohimahullah dalam kitab Al Istiqomah (jilid 2 halaman 254) berkata:

‎وهذه الأ مور مِمَّا تعظم بِها الْمِحنة على المؤ منين

“Ini merupakan perkara yang besar ujiannya atas kaum Mu’minin”

‎فإنَّهم يَحتاجون إلَى شيئين

“Karena mereka membutuhkan dua perkara”

Untuk apa ?

‎لدفع الفتنة الَّتِي ابتلي بِها نظر اؤ هم من فتنة الدين والد نيا عن نفو سهم، مع قيام المقتضي لَها

“Untuk menolak fitnah yang mereka di uji dengan yang semisal dengan mereka berupa fitnah agama dan dunia dari jiwa mereka, disertai adanya sebab-sebab yang mengharuskan atau menjerumuskannya.”

‎فإن معهم نفو سًا و شياطينَ كما مع غيرهم

“Karena bersama mereka ada jiwa dan ada syaitan juga.”

Maka manusia bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, sebagaimana juga syaitan berusaha mempengaruhi.

Maka kita berusaha agar jiwa kita tidak terpengaruh dengan keburukan… tentu tiada lain adalah dengan cara bergaul dengan orang-orang yang sholeh.

‎ومن أجل تأثير الخلطة جاء الشرع با لحميَّة من خلطة أهل البدع

“Maka untuk mencegah kita supaya tidak terpengaruh oleh keburukan, syari’at menyuruh kita untuk tidak bergaul dengan ahli bid’ah wa ahlil fasad dan orang-orang yang rusak.”

⚉   Allah berfirman (QS An-Nisaa : 140 )

‎وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ

“Dan sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian dalam Al-Quran bahwa apabila kalian mendengarkan ayat-ayat Allah yang dikufuri/diperolok maka jangan kalian duduk bersama mereka. Sampai mereka berbicara kepada pembicaraan yang lain, sesungguhnya jika kalian lakukan itu berarti kalian sama saja dengan mereka.”

⚉   Allah juga berfirman ( QS Al-An’am :68 )

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ

“Apabila kamu melihat orang-orang yang tenggelam di dalam memperolok ayat-ayat kami, berpalinglah dari mereka.”

Ayat ini menunjukan tidak boleh kita duduk-duduk bersama orang-orang yang memperolok ayat-ayat Allah.

⚉   Dan Ibnu Jarir atthobari rohimahullah mengatakan : “masuk dalam ayat ini duduk bersama orang-orang yang menyimpang pemikirannya, yang memahami ayat dengan pemahaman yang salah sesuai dengan hawa nafsu mereka.” Karena itu semakna dengan memperolok.

⚉   Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh untuk memilih teman. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

‎المرء على دين خليله

“Seseorang itu bergantung di atas agama temannya.”

‎فلينظر أحدكم من يخالل

“Hendaklah seseorang melihat dengan siapa dia berteman”
(Diriwayat Abu Dawud).

⚉   Bundaar bin Al Husaini rohimahullah berkata :

‎صحبة أهل البدع تورث اﻹعر اض عن الحقَّ

“Bersahabat dengan ahli bid’ah itu menyebabkan kita berpaling dari kebenaran.”

⚉   Imam Malik rohimahullah berkata:

‎الدنو من الباطل هلكة

“Mendekati kebathilan itu kebinasaan.”

‎و القول فِي الباطل يصدُّ عن الْحَقَّ

“Dan mengucapkan kebathilan itu menghalangi dari kebenaran.”

⚉   Al Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah berkata :

من جالس صا حب بدعة لَمْ يُعطَ الحكمة

“Siapa yang suka duduk-duduk bersama ahli bid’ah (atau duduk di majelis ahli bid’ah) ia tidak akan diberikan hikmah.”

⚉   Ibnul Qayyim rohimahullah berkata

‎إن العبد إذا اعتاد سَماع الباطل وقبوله؛ أكسبه ذلك تَحر يفًا للحقَّ عن مواضعه

“Seorang hamba kalau terbiasa mendengarkan kebathilan dan menerimanya… itu akan menyebabkan dia akan bengkok dari kebenaran. Dia akan menyimpang dari kebenaran”

👉🏼  Maka berhati-hatilah jangan sampai kita bergaul dengan orang-orang ahli bathil dari orang pelaku maksiat, pelaku bid’ah, demikian pula orang-orang yang menyeru kepada kebathilan.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-20

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 19) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 20 🌿

Kita masuk ke penghalang berikutnya yaitu…

⚉   dimana kebathilan di campur dengan kebenaran… sehingga menjadi samarlah kebathilan tersebut.. dan akhirnya banyak orang yang terhalang dari kebenaran.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab Al Istiqomah jilid 2 hal 178 , dalam kitab Daru’ at-ta’aaru bil ’aqli wannaql 7/170

‎الباطل لا يظهر لكثير من الناس أنه باطل لِما فيه من الشبهة؛ فإن الباطل الْمَحض الذي يظهر بطلانه لكلَّ أحد؛ لا يكو ن قولاً و مذهبًا لطائفة تذبُّ عنه

“Kebathilan yang tidak tampak kepada kebanyakan manusia sebagai sebuah kebathilan itu akibat daripada adanya kesamaran, karena kebathilan yang murni yang tampak dengan jelas kebathilannya kepada setiap orang, tidak akan ada orang yang mau berpegang dengannya akan tetapi ketika kebathilan itu dicampuri dengan kebenaran, maka pada waktu itu banyak orang yang tertipu.”

Sebagaimana Allah berfirman [QS Ali ‘Imran : 71]

‎لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

“Mengapa kalian mencampurkan kebenaran dengan kebathilan”

‎وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan kalian menyembunyikan kebenaran dalam keadaan kamu mengetahuinya”

Oleh karena itulah orang-orang yang berusaha untuk melariskan kebathilan akan berusaha untuk mencampurkannya dengan sedikit kebenaran. Supaya apa..? Supaya ia laris di kalangan manusia/ditengah-tengah manusia.

⚉   Ibnu Taimiyah rohimahullah juga berkata dalam kitab Majmuu’ Fatawa 35/190

‎و لا ينفق الباطل فِي الو جو د إلا بِشَو بٍ من الحق

“Kebathilan itu tidak laris di dunia ini kecuali apabila dicampur dengan kebenaran”

Sebagaimana ahli kitab mereka mencampur adukkan antara haq dengan kebathilan, lalu akhirnya merekapun berhasil menyesatkan banyak manusia…. kenapa..?
Karena ada sedikit kebenaran yang ada pada mereka tersebut.

Maka dari itulah.. kewajiban kita adalah untuk jangan sampai tertipu dengan kebathilan yang tercampur dengan kebenaran tersebut .
Tapi berusaha untuk memilah dengan ilmu, mana haq dan mana bathil. Dan kita tidak mencampur adukkan antara kebathilan dan kebenaran tersebut.

⚉   Syaikh Al Mu’alimii berkata:

يسعى فِي التمييز بين معد ن الحجج، و معدن الشبهات

“Hendaknya seseorang itu berusaha membedakan antara kebenaran dengan syubhat”

Maka kalau dia mampu itu mudah bagi dia untuk membedakannya dan mengikuti kebenaran.
Beda (kata Beliau), apabila itu dicampuri dengan syubhat kesamaran.

Kata beliau:

لكن أهل الأهو اء قد حاو لوا التشبيه ولتمو يه

“Para pengikut hawa nafsu ini berusaha menyamarkan kebenaran”

Dimana, dengan cara apa itu ?
Mencampur adukkan antara kebenaran dengan kebathilan tersebut.

فالواجب على الرَّاغب فِي الحق ألا ينظر إلَى ما يجيئه من معدن الحق من وراء ز جاجاتِهم الملو نة

“Maka kewajiban orang yang mencari kebenaran.. jangan sampai ia mendatangi tempat-tempat yang tercampur antara haq dengan bathil tersebut..” akan tetapi hendaklah ia betul-betul mendatangi tempat-tempat yang memang benar-benar diatas haq murni dan ilmu yang kuat tentunya. Supaya kita selamat.

⚉   Imam Asy-Syaatibii rohimahullah juga mengatakan demikian. Kata beliau:

‎إذ المتشابه لا يُعطي بيانًا شافيًا

“Sesuatu yang samar itu tidak bisa memberikan penjelasan yang jelas.”
Sehingga akhirnya banyak orang yang tergelincir di situ.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran. Karena di zaman ini kebathilan dan kebenaran betul-betul bercampur aduk sehingga banyak orang yang tersamar kepadanya kebenaran.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-19

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 18) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 19 🌿

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu…

⚉   Keadaan orang yang menyampaikan kebenaran [ حال المتكلم بالحق ]

Maksudnya.. terkadang orang yang menyampaikan kebenaran itu jatuh misalnya kepada sebagian dosa besar.
Gara-gara itu, karena yang menyampaikan kebenaran ini ternyata jatuh kepada dosa besar, maka orang-orang menjadi lari darinya. Dan orang-orang itu tidak mau menerima apa yang ia sampaikan walaupun itu kebenaran.

Oleh karena itulah.. orang-orang benci kepada kebenaran.
Diantara cara mereka untuk menghalang-halangi manusia dari kebenaran, yaitu mencari-cari kesalahan orang yang menyampaikan kebenaran tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Fir’aun ketika di dakwahi oleh Nabi Musa ‘alaihish-sholatu wassalam kepada Tauhid, apa kata Fir’aun kepada Nabi Musa ?! Allah berfirman [QS Asyu’ara : 18-19]

أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
‎وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Bukankah kami sudah membesarkan kamu semenjak kecil dan kamu tinggal kepada kami pada waktu yang panjang, lalu kamu melakukan perbuatan kamu itu”

Maksudnya yaitu: Nabi Musa waktu itu pernah memukul salah satu kaumnya Fir’aun sampai mati. Maka Fir’aun pun mengingatkan hal itu, menyebutkan hal itu bahwa Nabi Musa melakukan perbuatan itu,

Allah mengatakan:

‎وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Kalau kamu melakukan perbuatan yang kamu telah perbuat tersebut, dan kamu termasuk orang-orang kafir waktu itu.”

Disini Fir’aun sengaja menyebutkan kesalahan Nabi Musa terdahulu untuk menghalang-halangi manusia dari menerima dakwah beliau.

Persis seperti di zaman ini, dimana di zaman ini, orang-orang yang benci kepada kebenaran berusaha mencari-cari ucapan atau perkataan atau kesalahan-kesalahan seorang ustadz yang menyampaikan kepada kebenaran lalu di viralkan.
Tujuannya apa ?
Supaya membuat orang lari dari ustadz tersebut, agar orang tidak mau menerima kebenaran tersebut.

Padahal kalau kita mencari kesalahan semua orang, setiap orang pasti akan ada kesalahan.

Maka dari itulah pernah orang-orang Mesir datang kepada ‘Umar bin Khothhob rodhiyallahu ‘anhu.
Diceritakan oleh Al Hasan Al Basri rohimahullah bahwa ada orang-orang datang kepada Abdullah bin ‘Amr di Mesir dan berkata: Kami menemukan dalam Alqur’an perkara-perkara yang di perintahkan untuk diamalkan, tapi banyak orang Islam yang tidak mengamalkan”.

Kami ingin bertemu dengan Amir al-Mu’minin, lalu kemudian orang-orang Mesir itu pergilah kepada ‘Umar, kemudian ‘Umar pun mengumpulkan mereka, kemudian ‘Umar berkata kepada mereka orang-orang mesir itu, “Aku mau tanya kalian, apakah kalian sudah membaca Alqur’an ? Seluruhnya ?”.
Kata mereka, “Sudah”
Kata ‘Umar, “Apakah kalian sudah mengamalkan semua pada diri kalian ?”
Kata mereka, “Tidak”
Kata ‘Umar, “Apakah kamu sudah mengamalkan dalam matamu, dalam lafazmu, dalam kehidupanmu sehari-hari ?” Maka mereka pun diam.”

(Kisah tersebut dikeluarkan oleh ath-Thobariy dalam kitab Jaami’ul Bayaan, dan Ibnu Katsir mengatakan sanadnya shohih.)

Maksudnya bahwa orang yang membawa kebenaran pasti tidak lepas dari kesalahan, suatu ketika ia akan jatuh kepada dosa kecil ataupun dosa besar bahkan.., tapi ketika ia berusaha untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu itu kebaikan buat dia, namun kemudian orang yang tidak suka, berusaha mencari kesalahan-kesalahan tersebut untuk diviralkan dengan tujuan supaya manusia lari dari pembawa kebenaran tersebut.
Allahulmusta’aan

Ini adalah salah satu tata cara iblis dan bala tentaranya menghalang-halangi manusia dari kebenaran.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-18

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 17) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 18 🌿

Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran yaitu..

⚉   Berlebih-lebihan dalam meng-konsumsi yang mubah atau melakukan perbuatan yang mubah [ فضول المباحات ]

Perbuatan yang mubah adalah perkara yang di perbolehkan secara syari’at dan halal. Namun juga tidak mengandung perkara yang sifatnya ibadah.

Melakukan yang mubah boleh tapi tidak menghasilkan pahala apa-apa.

Sesuatu yang sifatnya mubah wajib diyakini akan kemubahannya. Namun tentu di dalam mengkonsumsi yang mubah atau melakukan perkara yang mubah-pun tidak boleh berlebih-lebihan.

Maka perkara yang mubah itu hendaknya kita pilih, antara :

1. Yang mubah namun bermanfaat untuk hidup kita, untuk iman kita, untuk agama kita, maka ini perkara yang bisa menjadi bernilai ibadah bila disertai dengan niat.

Demikian pula perkara-perkara yang mubah yang bisa menjadi wasilah menuju keta’atan. Maka.. inipun juga menjadi pahala sebagaimana disebutkan dalam kaidah “Wasilah di hukumi sesuai dengan maksud tujuannya”.

2. Dan adapun apabila yang mubah itu menjadi wasilah kepada yang haram, maka itu haram.
Atau menjadi wasilah kepada yang makruh maka itu makruh, dan apabila yang mubah itu sesuatu yang sia-sia, tidak ada manfa’atnya sama sekali maka ini yang tidak bernilai pahala dan memperbanyaknya itu adalah kerugian.

Diantara kerugiannya :

⚉   ketika seseorang misalnya memperbanyak makan.. melebihi kebutuhan badannya.. dimana dia selalu kenyangkan perutnya, maka ini berbahaya. Apa bahayanya..?!
Bahayanya menyebabkan :
– badannya berat
– syahwatnya kuat
– ibadahnya lemah

Imam Syafi’i rohimahullah berkata:

‎إن الشبع يثقل البدن

‘kenyang itu membuat berat badan’

ويقسَّي القلب

‘membuat hati keras’

و يز يل الفطنة

‘dan menghilangkan kecerdasan’

و يَجلب النَّوم

‘dan mendatangkan ngantuk’

و يضعف صاحبه عن العبادة

‘dan membuat pelakunya berat atau lemah dari ibadah’

(Dalam kitab Manaqib Imam Syafi’i halaman 106)

Maka ketika seseorang berlebihan dalam makan akan menimbulkan hal seperti itu.

⚉   Ada lagi orang yang berlebihan dalam berbicara, ngobrol sampai habis waktunya untuk hal-hal yang tidak ada manfa’atnya, akhirnya memalingkan ia dari banyak sekali hal-hal bermanfa’at (ibadah, zikir dan yang lainnya).

⚉   Ada orang yang berlebih-lebihan dalam nonton bola.. akhirnya terkadang jatuh kepada perbuatan yang tidak baik seperti menonton aurat, melihat aurat tentu ini tidak boleh atau setidaknya ia melalaikan perkara yang lebih bermanfa’at dari itu, apalagi ia melalaikan yang wajib.
Maka itu menjadi wasilah menuju yang haram, maka itu tidak boleh, haram hukumnya.

⚉   Atau orang yang misalnya terlalu banyak tidur.. inipun juga sangat tidak baik sekali.

👉🏼   Yang jelas.. berlebih-lebihan dalam melakukan perbuatan yang mubah, ini perkara yang menghalangi banyak diantara kaum muslimin dari melaksanakan sesuatu yang lebih bermanfa’at. Akhirnya dia terhalang dari banyak kebaikan.

⚉   Orang yang lebih asyik misalnya dengan menonton film di youtube, akhirnya ia habis waktunya untuk itu, lalu kemudian terpalingkan hatinya dari membaca Alqur’an, sehingga Alqur’an menjadi sesuatu yang tidak asyik lagi di hatinya.
Lebih dalam film-film tersebut banyak sekali kemungkaran-kemungkaran-nya.

⚉   Orang yang lebih asyik yang ngobrol di ‘whatsapp’ itu lebih asyik bagi dia dari pada membaca kitab-kitab yang bermanfa’at. Orang yang lebih asyik dengan media sosial.. akhirnya itu bagi dia lebih mengasyikkan di hatinya daripada menghasilkan ilmu yang bermanfa’at.

Tentu ia akan terhalang dari banyak kebaikan dan kebenaran.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN