Category Archives: Kitab Fiqih MAUSU’AH MUYASSAROH

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #9

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #8  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. masih tentang..

⚉ KHUTBAH JUM’AT

⚉ Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiallahu ‘anhu ia berkata, adalah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ

“Apabila berkhutbah matanya memerah, suaranya tinggi dan marahnya terlihat, ia sangat berapi api, seakan-akan beliau memberi peringatan akan datangnya pasukan musuh seakan beliau mengatakan, “musuh menyerang kalian diwaktu pagi dan petang” dan beliau berkata, “sesungguhnya sebaik baik ucapan adalah firman Allah/kitabullah dan sebaik baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam seburuk buruknya perkara adalah yang diada-adakan dan setiap bid’ah itu sesat” (HR Imam Muslim dalam shohihnya)

Ini yang selalu Nabi ucapkan dalam khutbah jum’at namun sayang di zaman ini ucapan “kullu bid’atin dholalah” dijadikan perkara yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat, dan bahkan dianggap radikal, padahal ini sunnah Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Dalam riwayat Muslim juga adalah khutbah Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam pada hari jum’at dengan memuji Allah dan menyanjungnya, kemudian setelah itu menyampaikan khutbah dalam keadaan suara meninggi.

⚉ Kata Syaikh Al Uwaisyah (penulis buku ini), “hadits ini merupakan dalil disunnahkan untuk khotib meninggikan suaranya saat khutbah dan menyampaikan khutbah yang padat dan dalam maknanya, dan berisi targhib (memotivasi agar beramal) dan tarhib (ditakut-takuti dari api neraka agar tidak bermaksiat)”

Dalam hadits yang shohih bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “setiap khutbah yang tidak ada padanya tasyahud “asyhadu an-laa ilaaha illallah, was asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh” bagaikan tangan yang terputus”
(HR Imam Ahmad dalam musnadnya Abu Daud)

Isi ceramah yang Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam sampaikan adalah tentang kaedah-kaedah islam dan syari’atnya, dan juga perintah dan larangan dan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menyuruh agar manusia bertaqwa kepada Allah dan memotivasi mereka dalam melakukan amalan-amalan sholih dengan surga dan neraka..

Ini semua adalah isi ceramah jum’at Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, tidak seperti yang dilakukan oleh banyak khotib dizaman ini isinya tidak lain adalah tentang politik, ekonomi.. yang sama sekali tidak menghidupkan hati manusia padahal tujuan khutbah adalah untuk menghidupkan hati.

Pendapat yang shohih, khutbah jum’at itu boleh dengan bahasa apapun karena tujuannya adalah untuk memberikan peringatan. Misalnya di Indonesia, khutbah dengan bahasa Indonesia dan masing-masing negeri berkhutbah dengan bahasanya masing-masing yang dipahami karena itu merupakan tujuan dari pada khutbah dan yang khutbah jum’at.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #8

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #7  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. kemudian pembahasan kita selanjutnya yaitu..

⚉ IMAM KETIKA KHUTBAH MEMULAI DENGAN KHUTBATUL HAAJAH

Kata beliau, “termasuk sunnah (tidak wajib) seorang khotib membuka khutbahnya dihari jum’at dengan khutbatul hajah” yaitu yang banyak diucapkan oleh banyak ustadz

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

⚉ kemudian membawakan surat Ali Imran ayat 102

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

⚉ kemudian membacakan surat Annisa ayat 1

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

⚉ kemudian membawakan surat Al Ahzab ayat 70-71

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

⚉ Lalu membacakan

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

(HR Imam Muslim dalam shohihnya)

Dan mengucapkan ini disunnahkan ketika memulai khutbah jum’at demikian pula waktu khutbah ied, khutbah nikah dan lainnya muhadhoroh, tapi ini hukumnya sunnah, kalau misalnya ia memuji Allah dengan yang lain silahkan saja.

Kemudian kata beliau..

⚉ SIFAT KHUTBAH JUM’AT DAN APA YANG DISAMPAIKAN PADANYA

Kata beliau, “ketahuilah bahwa khutbah yang disyari’atkan itu adalah yang dibiasakan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam berupa memberikan motivasi kepada manusia untuk beramal sholih dan menakut nakuti mereka dengan api neraka dan ini merupakan ruh daripada khutbah jum’at”

Adapun pensyaratan alhamdulillah atau sholawat untuk Rosulullah atau membaca Al Qur’an itu semua keluar dari maksud tujuan khutbah namun tetap dianjurkan untuk membaca itu semuanya, akan tetapi tujuan khutbah adalah agar manusia mau semangat didalam kebaikan dan menjauhi kemaksiatan dan agar mereka mengharapkan keridhoan Allah dan kehidupan akhirat. Ini merupakan isi khutbah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Seorang khotib tentunya berusaha untuk membawakan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam demikian pula perkataan para ulama, yang tentu semua itu adalah tidak lain untuk membuat manusia lebih memahami tentang hakikat islam.. tujuan kehidupan didunia ini.

⚉ Disebutkan dalam sebuah riwayat dari Ummu Hisyam bintu Haritsah bintu Nu’man, ia berkata, “aku tidak hafal surat Qof kecuali dari lisan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dimana beliau selalu membacanya disetiap hari jum’at diatas mimbar saat khutbah”
(HR Muslim)

➡️➡️ Artinya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam saking seringnya membawakan surat “Qaf wal qur’anil majiid” dikhutbah jum’at beliau, sampai sampai Ummu Hisyam hafal karenanya.

⚉ Dari Ya’la bin Ummayyah ia berkata, aku mendengar Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam diatas mimbar membaca Az Zukhruf ayat 77

وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مَّاكِثُوْنَ

“mereka penduduk api neraka memanggil ya Malik hendaklah
Tuhanmu mematikan kami saja”

Bersambung pekan depan in sya Allah
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #7

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #6  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. masih tentang Jum’atan.. masuk pembahasan tentang..

⚉ KHUTBAH JUM’AT

Kata beliau, “khutbah jum’at itu wajib karena Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa melakukannya tidak meninggalkannya”

⚉ Berkata Muhammad Siddiq al Bukhori dalam kitabnya Al Mauizhoh al Hasanah, “telah tetap dan pasti bahwasanya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkan khutbah di sholat jum’at”

⚉ Syaikh al-Albani rohimahullah dalam kitabnya Al Ajiwah An Nafi’ah hal. 53 mengatakan, “..dan adanya perintah untuk menuju kepadanya menunjukkan akan bahwa itu perkara yang wajib”

⚉ KETIKA IMAM NAIK MIMBAR MENGUCAPKAN SALAM

⚉ Sebagaimana dalam riwayat Bukhori dalam hadits Jabir, “bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam apabila telah naik mimbar beliau mengucapkan salam” Dan yang menguatkan ini adalah perbuatan khulafaur rosyidin.

⚉ Sebagaimana Ibnu Syaibah dari Abu Natroh ia berkata, “adalah ‘Utsman telah tua, apabila naik mimbar ia ucapkan salam” (sanadnya shOhih)

⚉ Demkian pula diriwayatkan Amir bin Muhajir, “bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berada diatas mimbar beliau mengucapkan salam kepada manusia dan manusiapun menjawab salamnya” (sanadnya shOhih)

⚉ MAKMUM HENDAKNYA MENGHADAP KEPADA KHOTIB

⚉ Syaikh al-Albani rohimahullah membawakan sebuah riwayat, “kata seorang sahabat, adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam apabila telah naik mimbar, maka wajah-wajah kami menghadap kepada beliau”

Dan diantara atsar yang menunjukkan kepada ini adalah;
⚉ Atsar Ibnu Mubarok dan Ibnu Umar, “beliau selesai dari sholat sunnah pada hari jum’at, sebelum keluarnya imam dan apabila telah keluar tidaklah imam duduk sampai ia menghadap kepadanya” (Ini sanadnya jayid).. Dan atsar-atsar lain yang banyak.

Disunnahkan untuk makmum mereka hendaknya menghadapkan wajahnya kepada khotib yang sedang berkhutbah, ini konsekwensi wajibnya mendengarkan khutbah, karena ketika imam sedang khutbah jum’at maka makmum wajib mendengarkan khutbah.

⚉ BERKUMANDANG ADZAN ITU APABILA KHOTIB TELAH DUDUK DIATAS MIMBAR DENGAN SEKALI ADZAN SAJA

⚉ Dari Sa’id bin Yazid ia berkata, “adalah pada hari jum’at adzan yang pertama itu apabila imam duduk diatas mimbar, ada dizaman Nabi, Abu Bakar, ‘Umar, ketika dizaman ‘Utsman orang-orang telah banyak ‘Utsman menambahkan adzan yang ketiga yang dilakukan di Zauro’ disebuah tempat dipasar kota Madinah” (HR Imam Bukhori)

Yang dimaksud adzan yang ketiga yaitu adzan yang dilakukan sebelum waktu jum’at.

Mereka menamai itu dengan istilah adzan yang ketiga.
Ini pertama kali dilakukan oleh ‘Utsman bin Affan, karena dizaman Nabi, Abu Bakar dan ‘Umar adzan itu hanya sekali pas ketika masuk waktu kemudian iqomah, dan iqomah disebut dengan adzan, yang disebut dengan adzan yang kedua itu iqomah, jadi adzan yang ketiganya itu adalah yang sebelum waktunya.

Tujuan ‘Utsman adalah untuk mengingatkan orang-orang yang ada dipasar makanya adzannya dipasar, kalau dizaman sekarang mau mengamalkan perbuatan ‘Utsman hendaknya adzan yang dilakukan itu bukan di masjid tapi dipasar-pasar dalam rangka untuk mengingatkan sholat jum’at agar mereka bersiap-siap tidak seperti yang dilakukan di zaman ini.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #6

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #5  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

⚉ BERAPA JUMLAH PALING SEDIKIT SHOLAT JUM’AT ?

Terjadi ikhtilaf para ulama sampai 15 pendapat. Ada yang mengatakan 40, 12, 3.. ada yang mengatakan sama dengan sholat berjama’ah lainnya.

Imam asy-Syaukani rohimahullah membela pendapat yang terakhir yaitu sholat jum’at sama dengan sholat berjama’ah. Maka kalau imamnya satu kemudian makmumnya satu orang, itu sudah mencukupi.

Beliau juga mengatakan pendapat-pendapat yang mensyaratkan harus 40, 12 semuanya itu tidak ada dalilnya.

➡️ Adapun mereka yang berdalil 40 berdasarkan, bahwasanya jum’at yang pertama kali dilakukan di kota Madinah kebetulan waktu itu jumlahnya 40, kata Imam asy-Syaukani itu kebetulan terkumpulnya 40, sehingga tidak bisa dijadikan dalil karena sesuatu yang kebetulan jumalahnya segitu, tidak disengaja, maka pada waktu bukan menjadikannya dalil.

➡️ Demikian juga mereka yang mensyaratkan paling sedikit 12 berhujjah dengan dasar tentang Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika sedang khutbah datanglah iringan iringan kafilah yang membawa barang dagangan kemudian pergi meninggalkan Nabi sehingga tersisa 12 orang, inipun juga kebetulan tidak disengaja, dan ini bukan dalil, sebab jika hal-hal tsb dijadikan dalil bagaimana dengan sholat-sholat berjama’ah Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam yang kebetulan tidak sengaja jumlahnya sekian-sekian apakah itu menjadi dalil batasan.. tentu tidak.

➡️ Maka Imam asy-Syaukani rohimahullah merojihkan bahwa sholat jum’at tidak ada bedanya dengan sholat berjama’ah.

➡️➡️ Ini juga yang dibela oleh Syaikh al-Albani rohimahullah beliau berkata dalam silsilah hadits dhoifah no 1204 “dan inilah yang benar in-syaa Allah.”

⚉ DIMANA TEMPAT SHOLAT JUM’AT DILAKSANAKAN ?

Sholat jum’at dilaksanakan di tempat-tempat tinggal, di tempat yang menjadi wathon. Tempat tinggal disini maksudnya tempat mukim bukan dalam keadaan safar. Contohnya, kalau ada orang yang sholat jum’at di kapal di lautan, maka para Ulama mengatakan sholat jum’atnya tidak sah, karena syaratnya harus sholatnya di daerah tinggalnya bukan di tempat seperti perahu, ataupun pesawat terbang, maka tidak disyariatkan sehingga sholat jum’atnya tidak sah disana.

Apakah harus dikota besar ataukah boleh dimana saja ?

Selama itu merupakan wathon (tempat tinggal bisa berupa perkampungan, perkotaan), Ini diperbolehkan tidak disyariatkan harus di perkotaan.

Disebutkan dalam sebuah atsar dari,
⚉ Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, “bahwasanya mereka yang berada di desa-desa menulis surat kepada Umar tentang sholat jum’at, maka Umar berkata, “laksanakan sholat jum’at dimana saja kalian berada”
Maksudnya baik dikota, didesa ataupun di sebuah perkampungan yang jumlah penduduknya sedikit, selama itu merupakan tempat tinggal mereka semuanya yang berada di kampung tsb. Maka itu diperbolehkan.

⚉ Kata Syaikh al-Albani rohimahullah “dalam atsar-atsar salaf dari ‘Umar, Malik, Imam Ahmad.. menunjukkan bahwasanya sholat jum’at itu diperintahkan baik itu di kota, maupun di desa-desa, ataupun yang lebih sedikit dari desa.”

karena pedesaan di jazirah arab itu biasanya jumlah penduduknya tidak lebih dari 5 KK (kepala keluarga), maka tetap dilaksanakan sholat jum’at disana.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #5

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #4  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan.. masih tentang Jum’atan.. kemudian

⚉ KAPAN WAKTU SHOLAT JUM’AT

Syaikh al-Albani rohimahulah dalam kitabnya al Ajwid annafi’ah hal 20 – 25 menyebutkan bahwa waktu Jum’at ada 2 sbb,

1⃣ Setelah tergelincirnya matahari = waktu Zhuhur

2⃣ Sebelum tergelincirnya matahari, yaitu sebelum masuk waktu Zhuhur (dan ini madzhab Imam Ahmad bin Hambal)

➡️➡️ Adapun waktu yang pertama dalilnya hadits dari ;

Sa’id bin Yazid bahwasanya, “adzan yang pertama itu ketika imam duduk diatas mimbar” ini menunjukkan kepada waktu yang pertama yaitu ketika telah masuk waktu zhuhur saat matahari telah tergelincir.

Dan ini dikuatkan juga oleh riwayat Ibnu Majah, dari Sa’ad Al Qorodh mu’adzinnya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, “bahwa beliau beradzan dihari jum’at di zaman Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika telah tergelincir matahari.

➡️➡️ Adapun waktu yang kedua, yaitu sebelum waktu zawal (sebelum waktu zhuhur).

Berdasarkan hadits diantaranya ;

Salama bin al Aqwa ia berkata, “kami sholat jum’at bersama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam apabila matahari telah tergelincir kemudian kami kembali mencari-cari bayangan untuk berteduh” (HR. Imam Bukhori)

Ini menunjukkan bahwa Salama bin al Aqwa menyebutkan bahwa, “waktu itu kami sholat bersama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika matahari tergelincir”, berarti sudah dimulai adzan dan kutbah sebelum itu.

Dari Anas bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam,

كُنَّا نُجَمِّعُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ

“Adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam sholat jum’at ketika matahari telah tergelincir” (HR Bukhori)

Dari Jabir adalah, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam apabila matahari telah tergelincir beliau sholat jum’at” (HR at-Thobroni dengan sanad yang hasan)

Hadits ini menunjukan bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mulai sholatnya ketika matahari telah mulai tergelincir, berarti menunjukan bahwa adzan dan khutbahnya sebelum itu.

Dan yang lebih shorih lagi hadits yang dikeluarkan Imam Muslim, bahwasanya “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam sholat jum’at kemudian kami pergi menuju unta kami dan mengistirahatkannya ketika matahari telah tergelincir”

Artinya selesai sholat jum’at ketika matahari telah tergelincir. Ini tegas sekali menunjukkan bahwa Nabi memulainya sebelum itu.

Dan atsar-atsar dari para sahabat juga banyak diantaranya sbb ;

Abdullah bin Sayyidan Wassulami berkata, “aku menyaksikan jum’atan bersama Abu Bakar As Shiddiq, khutbah dan sholatnya sebelum pertengahan siang, kemudian kami menyaksikan jum’atan bersama ‘Umar, maka khutbah dan sholatnya sampai pertengahan siang, kemudian kami menyaksikan bersama ‘Utsman sholat jum’at adalah khutbah dan sholatnya sampai tergelincir maka aku tidak melihat siapapun yang mengingkari perbuatan mereka”
(HR Ibnu Syaibah dan Addaruquthni)

Abdullah bin Salamah ia berkata, “Abdullah bin Mas’ud sholat mengimami kami Jum’at diwaktu dhuha lalu ia berkata, aku khawatir atas kalian kalau kalian terkena panas” (HR Imam Ibnu Syaibah)

Sa’id bin Suaid ia berkata, bahwa “Mu’awiyah pernah sholat jumat juga di waktu dhuha”

Dari Bilal bin al Absy bahwasanya, “Ammar sholat mengimami manusia jum’at dan manusia ada dua kelompok sebagian mereka berkata, matahari telah tergelincir dan sebagian mengatakan belum”
(HR Ibnu Syaibah)

Dari Abu Rozin ia berkata, “kami sholat bersama Ali sholat jum’at terkadang kami mendapatkan bayangan dan terkadang tidak mendapatkannya” (HR Ibnu Syaibah)

Ini semua atsar-atsar menunjukkan para sahabat dahulu pernah melakukan sholat jum’at sebelum masuk zhuhur bahkan masih diwaktu dhuha.

Ini menunjukkan bahwa waktu jum’at itu ada dua.
1⃣ Setelah tergelincir matahari = waktu Zhuhur
2⃣ Sebelum masuk waktu Zhuhur dan ini boleh dilakukan atas pendapat Imam Ahmad bin Hambal. Dan ini yang dirojihkan oleh Imam asy-Syaukani dan lainnya
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #4

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #3  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan ensiklopedi fiqihnya..

⚉ MELAKSANAKAN SHOLAT JUM’AT ITU DIMASJID JAMI’

Apa itu masjid jami’ ? Yaitu merupakan tempat/masjid yang besar, yang dapat menampung jumlah yang sangat banyak.
Hendaknya disebuah kampung ada masjid jami’nya dimana manusia hendaknya sholat dimasjid tsb.

⚉ Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha berkata,
“adalah orang orang berdatangan pada hari jum’at dari rumah rumah mereka di Awali” (Awali yaitu sebuah tempat sekitar 4 mil dari kota Madinah)

⚉ ‘Athaa’ bin Abi Robah berkata,
“apabila kamu berada di desa besar, kampung besar lalu dipanggil untuk sholat dihari jum’at maka kewajiban kamu menyaksikannya, baik kamu mendengar adzan maupun kamu tidak mendengarkannya, dan adalah Anas ditempatnya terkadang melakukan sholat jum’at terkadang tidak yaitu disebuah tempat yaitu Zawiyah (sebuah tempat di Basroh) sekitar 2 farsakh dari kota Basroh.”

📖 Disebutkan dalam Irwahul al gholil jilid 3 hal 81 no 620 bahwasanya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan khulafaknya, tidak menegakkan kecuali satu juma’atan saja, adalah shahih dan mutawatir.

⚉ Ibnu Mulakin dalam Badrumunir, “ini menunjukkan dizaman Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dahulu bahwa sholat juma’at itu dilaksanakan dimasjid Nabawi saja, maka semua orang yang berada disekitar Madinah seperti di Awali yang jaraknya sekitar 4 mil dari Madinah mereka berdatangan untuk sholat di masjid Nabawi.”

⚉ Ini yang dipilih oleh Imam Syafi’i beliau berkata, “tidak boleh melaksanakan sholat jum’at disebuah kota walaupun besar tidak pula dimasjid masjid kecuali disatu masjid saja yang demikian dikarenakan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dan khalifah setelahnya tdaklah melakukan kecuali demikian”

⚉ Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa ia berkata, “tidak ada jum’atan kecuali dimasjid yang paling besar yang sholat padanya imam kaum muslimin”

➡️ Namun ternyata kalau kota tsb jumlah orangnya banyak sekali sehingga tidak mungkin ditampung oleh satu masjid maka diperbolehkan untuk mengadakan jum’atan atau membuat masjid jami’ lainnya ditempat lain karena itu dibutuhkan.

➡️ Adapun jika disuatu kampung tsb sudah dicukupkan dengan satu masjid yang besar untuk jum’atan maka hendaknya dilaksanakan jum’atan dilakukan hanya disatu masjid saja, yang lainnya semua datang ke masjid tsb.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #3

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #2  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan ensiklopedi fiqihnya..

⚉ SETIAP MUSLIM YANG BALIGH DAN BERAKAL DAN LAKI-LAKI WAJIB MENYAKSIKAN SHOLAT JUM’AT

Namun dikecualikan darinya,

1⃣ HAMBA SAHAYA
2⃣ WANITA
3⃣ ANAK KECIL YANG BELUM BALIGH
4⃣ ORANG SAKIT

Berdasarkan hadits,

⚉ Dari Thoriq bin Syihab rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“Jum’at itu adalah hak yang wajib atas setiap muslim secara berjama’ah kecuali 4 orang, hamba sahaya atau wanita atau anak anak atau orang sakit” (dan demikian pula orang yang mengurus orang sakitpun tidak wajib sholat jum’at) (HR. Abu Daud)

⚉ Dari Isma’il bin Abdurrahman, “bahwasanya Ibnu ‘Umar pernah pergi bersiap siap menuju sholat jum’at, lalu terdengar kematian Sa’id bin Zaid bin Amar bin Nuvail, maka kemudian Ibnu ‘Umar pun datang untuk mengurusnya dan meninggalkan sholat jum’at” (HR. Imam Bukhori dan Baihaqi)

5⃣ MUSAFIR
Berdasarkan hadits,

⚉ Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لَيْسَ عَلَى الْمُسَافِرِ جُمُعَةٌ

“Tidak ada kewajiban jum’at atas musafir”

Demikian pula perkataan ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu kepada seseorang yang ingin pergi safar, “silahkan keluar saja bersafar karena sesungguhnya jum’at tidak mencegah seseorang dari safar”

⚉ Syaikh al-Albani rohimahullah berkata, “penelitian terhadap hadits-hadits menunjukkan, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersafar bersama para sahabatnya pada waktu haji maupun lainnya namun tidak ada seorangpun dari mereka sholat jum’at padahal berkumpul padanya manusia yang banyak”

➡️ Ini menunjukkan bahwa musafir tidak ada kewajiban sholat jum’at.

6⃣ SEMUA ORANG YANG PUNYA UDZUR
Seperti misalnya terjadi hujan besar, jalannya sangat becek, dingin yang sangat, maka ini semuanya udzur untuk tidak sholat jum’at.

➡️ Orang yang tidak sholat jum’at diganti dengan sholat zhuhur.

⚉ Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa bahwasanya Ibnu ‘Abbas berkata pada muadzinnya pada hari hujan lebat, “apabila kamu mengucapkan “asyhadu an-laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah” maka jangan kamu ucapkan “hayya ‘alassholaah” tapi ucapkanlah “sholluu fii buyuutikum” (sholatlah kalian dirumah rumah kalian), namun ternyata orang-orang seakan akan mengingkari ucapan muadzin tsb, lalu Ibnu ‘Abbas berkata, “apakah kalian merasa heran dengan ini ? sementara orang yang lebih baik dariku (yaitu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam) telah melakukan perbuatan ini, sesungguhnya jum’atan itu adalah kewajiban dan sesungguhnya aku tidak suka mengeluarkan kalian lalu kalianpun berjalan ditanah yang becek/tanah lumpur sehingga kalian merasa kesusahan”  (HR Abu Daud)

➡️ Ini menunjukkan Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa memandang bahwa hujan lebat itu termasuk udzur untuk tidak sholat jum’at.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #2

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Adab Sholat Jum’at #1  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita melanjutkan fiqihnya..

Apabila ada khotib jum’at melihat ada yang masuk masjid lalu langsung duduk tanpa sholat tahiyat, hendaklah ia memerintahkan orang tsb untuk sholat tahiyat masjid.

Berdasarkan hadits,
⚉ Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Ada seorang laki laki datang sementara Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam sedang berkhutbah hari jum’at, lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bertanya padanya, “kamu sudah sholat wahai fulan ?”
kata dia, “Belum ya Rosulullah”,
kata Rosulullah “berdirilah dan sholatlah” (HR. Bukhori dan Muslim)

➡️ Hadits ini menunjukkan bahwa imam boleh menegur seorang makmum yang melakukan kesalahan, seperti melihat makmum yang ngobrol, boleh diingatkan oleh imam, boleh juga mengingatkan orang yang langsung duduk tidak sholat tahiyatul masjid hendaklah imam mengingatkan.

⚉ Dalam riwayat lain (HR Muslim), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “apabila salah seorang dari kalian datang pada hari jum’at sementara imam sedang berkhutbah hendaklah ia sholat dahulu 2 roka’at dan hendaklah ringankan sholatnya”

➡️ Hadits ini membantah pendapat yang mengatakan bahwa seseorang apabila masuk masjid dalam keadaan imam sedang khutbah jum’at hendaklah ia langsung duduk karena menurut mereka mendengarkan khutbah itu wajib, namun pendapat ini bertolak belakang dengan hadits yang telah kita sebutkan tadi.

⚉ ORANG YANG TERTIMPA NGANTUK YANG BERAT, YANG LEBIH BAGUS IA PINDAH DARI TEMPATNYA

⚉ Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa ia berkata, aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“apabila salah seorang dari kalian ngantuk dimasjid hendaklah ia berpindah dari tempat duduknya tsb ketempat yang lain” (HR Imam Ahmad, Abu Daud dan dishohihkan oleh Syaikh al Albani)

WAJIBNYA SHOLAT JUM’AT (ijma’ seluruh ulama)

⚉ Allah Ta’alaberfirman Al Jumu’ah : 9

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“hai orang-orang yang beriman apabila dipanggil menuju sholat jum’at maka hendaklah kalian segera pergi menuju dzikir kepada Allah (yaitu sholat), dan tinggalkan jual beli, itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui”

Disini Allah Subhaanahu Wata’ala melarang berjual beli saat kumandangkan sholat jum’at, sehingga terjadi ikhtilaf para ulama apakah jual belinya sah apa tidak.
Pendapat yang rojih bahwa jual beli yang dilakukan oleh orang-orang yang wajib sholat jum’at dari kalangan laki laki yang baligh itu tidak sah. Adapun dari anak anak dan wanita itu sah.

⚉ Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
“kita ini generasi terakhir namun yang paling duluan nanti pada hari kiamat, walaupun mereka itu (yahudi nashrani) diberikan kitab sebelum kita, kemudian inilah hari (jum’at) yang Allah wajibkan atas mereka namun mereka itu (yahudi dan nashrani) tidak mendapatkan hari ini, lalu Allahpun berikan hidayah kita pada hari ini, maka orang orang yahudi nashrani mengikuti kita, yahudi hari sabtu dan nashrani hari ahad” (HR. Bukhori dan Muslim)

Ini menunjukkan wajibnya sholat jum’at dan ini juga ijma’ seluruh ulama akan wajibnya sholat jum’at.

⚉ Bahkan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam disini mengancam, “siapa yang meninggalkan sholat jum’at 3x karena menganggapnya remeh, Allah akan stempel mati hatinya” (HR. Imam Ahmad)

⚉ dalam riwayat lain, “ia akan ditulis sebagai orang yang munafik” (HR. ath-Thobroni)

⚉ dalam riwayat lain, “ia telah membuang Islam kebelakang punggungnya” (HR. Abu Ya’la)
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Adab Sholat Jum’at #1

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Anjuran Untuk Bersegera Menuju Sholat Jum’at  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita melanjutkan kajian kita.. yaitu ensiklopedi fiqih..

⚉ ADAB SHOLAT JUM’AT

1⃣ MENDEKAT KEPADA IMAM

Sebagaimana hadits Samurah bin Jundub rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam,

حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْضُرُوا الْجُمُعَةَ وَادْنُوا مِنْ الْإِمَامِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَخَلَّفُ عَنْ الْجُمُعَةِ حَتَّى إِنَّهُ لَيَتَخَلَّفُ عَنْ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِهَا

“Hadirilah sholat jum’at dan mendekatlah ke imam karena seseorang senantiasa menjauh dari imam sampai ia diakhirkan disurga, walaupun ia masuk kedalam surga” (HR Abu Daud dan Al Hakim)

➡️ Hadits ini ancaman bagi mereka yang selalu terlambat pergi sholat jum’at bahwasanya ia akan diakhirkan masuk kedalam surga, walaupun ia penduduk surga.

➡️ Berarti itu menunjukkan semakin seseorang bergegas kepada sholat jum’at pada kebaikan semakin ia akan didahulukan untuk masuk kedalam surga.

2⃣ TIDAK BOLEH MELANGKAHI PUNDAK-PUNDAK ORANG

Abdullah bin Bushr rodhiyallahu ‘anhu ia berkata,
“Ada seorang laki-laki melangkahi pundak pundak manusia pada hari jum’at sementara Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam sedang berkhutbah maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “duduklah kamu, kamu sudah menyakiti orang” (HR Imam Ahmad, Abu Daud dan lainnya, dan dishohihkan oleh Syaikh Albani)

Namun boleh melangkahi pundak orang kalau memang itu dibutuhkan dan kita berusaha untuk minta izin terlebih dahulu supaya tidak menyakitinya.

Dari Uthbah bin Al Harits rodhiyallahu ‘anhu ia berkata,
“aku sholat dibelakang Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dikota Madinah sholat ‘ashar, maka beliaupun mengucapkan salam kemudian beliau segera bangkit dengan tergesa-gesa dan beliaupun melangkahi pundak-pundak orang untuk menuju sebagian rumah istri-istrinya

Maka orang-orangpun merasa heran dengan ketergesa-gesaan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, lalu tak lama Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam keluar dari rumahnya dan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam melihat para sahabat merasa heran maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan, “aku tadi ingat sepotong emas yang belum aku infaqkan (bagi-bagikan), maka aku tidak suka masih tersimpan dirumahku tsb” (HR Bukhori)

➡️ Dalam hadits ini disebutkan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam melangkahi pundak-pundak orang karena beliau ada hajat, maka ini boleh kalau memang dibutuhkan.

3⃣ DI HARI JUM’AT, DI SYARI’ATKAN SHLAT SUNNAH SEBELUM IMAM NAIK MIMBAR

Dari Nafi’ ia berkata, “adalah Ibnu ‘Umar rodhiyalahu ‘anhumaa memperpanjang sholatnya sebelum jum’atan dan beliau sholat setelah jum’atan 2 roka’at dirumahnya dan menyebutkan bahwa itu dilakukan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam” (HR Abu Daud)

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Siapa yang mandi jum’at kemudian ia mendatangi jum’atan, lalu ia sholat sesuai yang ditakdirkan untuknya (sholat intidzor) kemudian ia mendengarkan imam berkhutbah sampai selesai kemudian ia sholat bersama imam maka akan diampuni dosa-dosanya antara jum’at tsb dengan jum’at berikutnya ditambah tiga hari” (HR Imam Muslim)

➡️ Ini menunjukkan keutamaan memperbanyak sholat sunnah sebelum imam naik mimbar, namun sunnah ini kita lihat sudah hilang zaman ini.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Anjuran Untuk Bersegera Menuju Sholat Jum’at

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Anjuran Untuk Memperbanyak Sholawat dan Salam Di Hari Jum’at  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya..

➡️ BERSEGERA MENUJU SHOLAT JUM’AT

⚉ Dari Abu Hurairah rodhiallahu ‘anhu (semoga Allah meridhoinya), Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Siapa yang mandi di hari Juma’at seperti mandi janabat kemudian dia pergi diwaktu yang pertama seakan-akan berkurban dengan unta, dan siapa yang pergi yang kedua seakan-akan ia berkurban dengan sapi, dan siapa yang pergi yang ketiga seakan-akan ia berkurban dengan kambing yang bertanduk, dan siapa yang pergi yang ke empat seakan-akan ia berkurban dengan ayam, dan siapa yang pergi disaat yang ke lima seakan-akan ia berkurban dengan telur, apabila imam keluar maka malaikatpun hadir untuk mendengarkan khutbah” (HR. Bukhori dan Muslim)

➡️ Hadits ini menunjukkan keutamaan bersegera pergi menuju Jum’at dimana orang yang pergi disaat yang pertama, yaitu sekitar jam 7 atau jam 8 pagi, ia bisa mendapatkan seperti berkurban dengan seekor unta.

Ini menunjukkan bahwa dihari jum’at bagi laki-laki dianjurkan banyak menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dimasjid.

⚉ Dari Aus bin Aus Atsaqofi rodhiallahu ‘anhu ia berkata, aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Siapa yang mencuci kepalanya dan mandi pada hari Jum”at dan ia bersegera pergi menuju sholat Jum’at ia berjalan kaki dan tidak berkendara dan ia mendekat kepada imam dan ia mendengarkan khutbah imam dan tidak melakukan perbuatan sia sia maka setiap langkah kakinya itu sama dengan amalan setahun, sama dengan amalan puasa dan sholat selama setahun.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah dan yang lainnya dan dishohihkan oleh Syaikh Albani)

➡️ Hadits ini menunjukan bahwa besar sekali pahala orang yang bersegera pergi menuju sholat Jum’at. Sampai-sampai langkah kakinya itu ditulis sama dengan amalan sholat dan puasa selama setahun, subhaanallah…

➡️ Hadits ini juga menunjukan anjuran untuk mendekat ke imam karena Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan dan ia mendekat ke imam, dan hadits ini juga menunjukan dianjurkan pergi sholat jum’at berjalan kaki tidak berkendaraan, karena Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan berjalan kaki dan tidak berkendaraan.

Ini adalah merupakan sunnah-sunnah saat dihari jum’at ketika pergi menuju sholat Jum’at.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah