Category Archives: Nasihat Ulama

Melalaikan Ibadah Di 10 Hari Awal Dzulhijjah

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Amal sholih di 10 hari (di awal) bulan Dzulhijjah -diantaranya puasa- lebih dicintai oleh Allah dibandingkan amal sholih di 10 terakhir dari bulan Ramadhan..

Walaupun demikian, terhadap 10 hari (di awal) bulan Dzulhijjah ini manusia melalaikannya. Hari-hari tersebut berlalu sementara manusia seperti kebiasaan mereka..

Engkau tidak menjumpai ada peningkatan dalam membaca al-Qur’an maupun ibadah-ibadah yang lainnya.. bahkan untuk sekedar ber-takbir saja sebagian mereka ada yang kikir untuk melakukannya..”

[ Asy-Syarhul Mumti’ – 6/470 ]
.
#dzulhijjah

Akibat DUA Perkara

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
تحصل الهموم والغموم ‏والأحزان من جهتين :
‏احداهما: الرغبة فى الدنيا والحرص عليها
‏والثانى : التقصير فى أعمال البر والطاعة”
“Kegundahan dan kesedihan terjadi akibat dua perkara:
Pertama: Terlalu menginginkan dunia dan tamak padanya.
Kedua: Melalaikan amal kebaikan dan ketaatan..”

(Uddatush-shobirin 1/265)

Saat hati sangat menginginkan dunia..
Ia menjadi gundah karenanya dan khawatir tidak dapat meraihnya..
Bila ia telah meraihnya..
Ia dihinggapi kekhawatiran untuk kehilangannya..

Namun ketika hati mengharapkan akhirat..
Ia berharap pahala saat mencari dunia..
Ketika ia telah meraihnya..
Ia khawatir hisabnya kelak di hari akhirat..
Sehingga dunia itu tidak ia simpan di hatinya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Dengki

الحقد أصل الشرِّ، ومن أضمر الشر في قلبه أنبت له نباتًا مرًّا مذاقه، نماؤه الغيظ، وثمرته الندم
(روضة العقلاء ص ١٣٤)

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,
“Dengki adalah pokok keburukan. Siapa yang menyembunyikan keburukan di hatinya maka akan tumbuh pohon yang pahit rasanya. Tumbuhnya dari kemarahan, dan buahnya adalah penyesalan..”
[ Roudhotul ‘Uqolaa – 134 ]

Dengki yang membuat iblis tak mau tunduk kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam alaihissalam..
Dengki yang membuat kaum yahudi tak mau beriman kepada nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam..
Dengki seringkali menghinggapi orang yang diberi kelebihan lalu ada saingan yang melebihinya..

Hampir tak ada hati yang selamat dari dengki..
Karena hidup tak lepas dari persaingan..
Namun orang orang mulia berusaha memadamkan kedengkiannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Pokok Semua Kesalahan Ada TIGA

قال ابن القيم – رحمه الله – :
” أصول الخطايا كلها ثلاثة :
الكِبْرُ : وهو الذي صار إبليس إلى ما أصاره .
والحرص : وهو الذي أخرج آدم من الجنة .
والحسد : وهو الذي جر ابن آدم على أخيه .
فمن وقي شر هذه الثلاثة فقد وقي الشر فالكفر من الكبر والمعاصي من الحرص والبغي والظلم من الحسد ” .

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Pokok semua kesalahan ada tiga (yaitu)..

1️⃣ Sombong. Hal inilah yang menjadikan Iblis seperti itu.
2️⃣ Rakus (Ambisi). Hal inilah yang menjadikan nabi Adam dikeluarkan (Allah) dari dalam Surga.
3️⃣ Iri dan dengki. Inilah yang menyebabkan putra Adam (Qobil) berbuat zholim terhadap saudaranya (yaitu membunuh Habil).

Maka barangsiapa dilindungi (Allah) dari keburukan tiga kesalahan tersebut, maka sungguh ia telah dilindungi dari segala keburukan. Yang demikian ini karena kekufuran itu terjadi disebabkan sifat sombong, perbuatan maksiat disebabkan sifat rakus (ambisi terhadap dunia), dan perbuatan zholim terjadi disebabkan sifat iri dan dengki..”

(Lihat kitab Al-Fawaaid hal. 58)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Muhammad Wasito MA,  حفظه الله تعالى

Ucapan Adalah Tawanan Hingga..

والكلام أسيرك ، فإذا خرج من فِيْكَ صِرتَ أنت أسيره ، واللهُ عند لسان كلِّ قائل {ما يلفظ من قول إلا لديه رقيبٌ عتيدٌ} .
الداء والدواء [٢٤٩]

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Ucapan adalah tawananmu, bila ia keluar dari mulutmu maka kamulah yang menjadi tawanannya.. dan Allah akan mencatat ucapan setiap orang..”

[ Ad-Daa’u wa Ad-Dawaa – 249 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan

قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”.
الزهد للإمام أحمد

al-Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..”

[ Az Zuhd Lil Imam Ahmad ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Dahsyatnya Sedekah

Diantara keutamaan sedekah sunnah adalah penyebab selamatnya seorang muslim dari panasnya hari kiamat dan penyebab mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat.

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

(( كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفصل بَيْنَ النَّاسِ ))

“Setiap manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya sampai perkara-perkara manusia diputuskan (pada hari kiamat kelak)..“
(HR. Ibnu Hibban: 3310, Dishohihkan oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shohih Targhib wa tarhib: 1/523)

⚉ Makna dari “dibawah naungan sedekah” adalah orang bersedekah dijaga (dilindungi) oleh Allah karena sedekahnya, bisa jadi maknanya naungan secara hakikiy, yakni sedekahnya dijadikan seperti naungan diatas kepalanya, Allah Maha mampu untuk menjadikan sesuatu yang sifatnya maknawiy menjadi suatu yang inderawiy.

⚉ Ada hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam yang menjelaskan pada kita bahwa surat Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang pada hari kiamat menjadi dua awan, atau dua kelompok burung yang membela orang yang membaca dua surat tersebut, sebagaimana dalam hadits Muslim no. 804.

⚉ Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin Rohimahullah berkata :
“Seseorang telah bercerita kepadaku ketika aku masih kecil, dulu ia seorang yang bakhil, ia tidak mengizinkan istrinya untuk bersedekah dari hartanya..

(pada suatu saat) ia tidur dan bermimpi seakan-akan berada di hari kiamat, matahari dekat dengan manusia, dan manusia banyak, mereka berada dalam kesusahan, kemudian datanglah kepadanya seperti sebuah kain yang menaunginya.. tetapi ada 3 celah (lobang) yang cahaya matahari masuk menerobos lewat tiga lobang itu, iapun melihat sesuatu yang menyerupai kurma kemudian menutupi lobang-lobang tersebut, iapun terbangun dari mimpinya, kemudian ia ceritakan mimpinya tersebut kepada istrinya, ia menuturkan: “aku melihat begini dan begitu..”

Istrinya berkata: “iya, apa yang engkau lihat itu benar adanya.. telah datang seorang yang fakir kepadaku, akupun memberinya pakaian sebagai sedekah, dan setelah itu datang lagi seorang fakir kemudian akupun memberinya 3 buah butir kurma..” Subhanallah, pakaian (yang disedekahkan) adalah kain itu, dan kurma-kurma itu datang menutupi lobang-lobang yang ada pada pakaian tersebut..”

[ Fathu Dzil Jalali wal Ikram bisyarhil Bulughil Maram: 6/219-221 ]

Semoga kita bisa berbagi dengan sesama apalagi disaat-saat seperti ini…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

3 Perbuatan Indah

Dalam Al Qur’an, Allah menyebutkan tiga perbuatan yang disifati indah.
Shobrun Jamil : artinya Sabar yang indah.
Hajrun Jamil : artinya meninggalkan yang indah.
Shofhun Jamil : artinya memaafkan yang indah.

Sabar yang indah adalah sabar yang tidak disertai keluh kesah..

Hajr yang indah adalah meninggalkan gangguan orang lain kepada kita tanpa menyakiti hati..

Dan maaf yang indah adalah memaafkan orang lain tanpa disertai kesal dan caci maki..

[ Bada’iul Fawaid karya Ibnul Qoyyim ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Dari Bersihnya Hati

قال سفيان بن دينار رحمه الله:
قلت لأبي بشر:
أخبرني عن أعمال من كان قبلنا
قال: كانوا يعملون يسيراً ويؤجرون كثيراً
قال: قلت: ولم ذاك؟ قال: لسلامة صدورهم

Sufyan bin dinar rohimahullah berkata kepada Abu Bisyir,

“Kabarkan kepadaku tentang amal orang sebelum kita..” Beliau berkata, “Mereka amalnya sedikit tapi pahalanya banyak..”

Aku berkata, “mengapa demikian..?” Beliau berkata, “Karena bersihnya hati mereka..”

[ Ibnu Sirin dalam Az Zuhd ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Dari Dzikir

قال ابن رجب رحمه الله:

فأما رِقَّة القلوب فتنشأ عن الذكر،
فإن ذكر الله يوجب خشوع القلب وصلاحه ورقته ويذهب بالغفلة عنه

لطائف المعارف [١٦]

Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Adapun kelembutan hati, ia muncul dari dzikir, karena mengingat Allah menimbulkan kekhusyuan hati, kesalehan dan kelembutannya, dan menghilangkan kelalaiannya..”

[ Latho’iful Ma’arif – 16 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى