Category Archives: Nasihat Ulama

Menutup Tempat Makan dan Minum…

وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ بِعُودٍ

“Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.” (HR. Ahmad 14597)

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata :

“Perintah Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam untuk menutup bejana ini bertujuan untuk memperoleh keselamatan dari gangguan setan. Allah Ta’ala menjadikan hal itu sebagai sebab terhindarnya seorang hamba dari gangguannya, karena setan tidak bisa membuka bejana, jika sebab yang disebutkan tadi (dengan menyebut nama Allah) dilakukan.”              [ Syarah Shahih Muslim, 13/185 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

3 Ciri Orang Memiliki Sifat Ikhlas…

Dzun Nuun Al-Misri yang menyebutkan tiga ciri tanda seorang manusia memiliki sifat ikhlas :

1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain, 
2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat
3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

[ At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi, hal. 50-51, Maktabah Ibnu ‘Abbas, cetakan pertama, tahun 1426 H ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Beginilah Kondisi Alam Kubur…

Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzahullahu ta’ala berkata :

عذاب القبر على نوعين : النوع الأول : عذاب دائم وهو عذاب الكفار؛ كما قال تعالى : النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا . النوع الثاني :يكون إلى مدة ثم ينقطع، وهو عذاب بعض العصاة من المؤمنين، فيعذب بحسب جرمه ثم يخفف عنه. وقد ينقطع عنه العذاب بسبب دعاء أو صدقة أو استغفار.

ADZAB KUBUR ADA DUA :

1⃣  PERTAMA adalah : Adzab kubur yang sifatnya terus menerus dan ini adalah adzab yang akan menimpa orang kafir sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
“Neraka akan diperlihatkan kepada mereka di pagi dan petang hari.” (Qs. Ghafir 46)

2⃣  KEDUA : Adzab kubur yang sifatnya sementara dan untuk selanjutnya akan sirna dan ini merupakan adzab yang akan menimpa sebagian pelaku maksiat dari kalangan kaum mukminin. Dia akan diadzab sesuai dosanya untuk kemudian diringankan kadar siksaanya dan terkadang dihilangkan darinya adzab kubur karena : Do’a, Sedekah atau Permohonan ampun dari orang orang yang masih hidup.

[ Syarh aqidah wasitiyyah 132 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Larangan Menghina Dengan Nama Binatang…

Sa’id bin Al Musayyab rohimahullah berkata :

لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟

“Jangan engkau berkata kepada temanmu ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘. Sehingga kelak di hari kiamat engkan akan ditanya: ’apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi ?’”

[ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282 ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Risih Melanggar Adat Atau Risih Melanggar Syariat..?

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata :

“Saya melihat banyak adat istiadat dan tradisi suatu kelompok masyarakat dapat mengalahkan syari’at dalam prakteknya. Mereka merasa tidak enak jika melanggar adat, namun tidak merasa risih saat melanggar syari’at.” 

[ Shaidul Khathir ]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Amalan Pelebur Dosa…

Ibnul Qoyyim rohimahullahu berkata :

المعاصي والفساد : توجب الهمّ ، والغمّ ، والخوف ، والحزن ، وضيق الصدر ، وأمراض القلب . ولا دواء لها إلا : الاستغفار ، والتوبة

“Dosa dan kerusakan menyebabkan munculnya: Kegelisahan, Kegalauan, Ketakutan, Kesedihan, Kesempitan dada, Dan berbagai penyakit kalbu, Maka tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya kecuali istighfar dan taubat.”

[Zadul Ma’ad 191]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Diantara Sebab Kekalahan…

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullahu Ta’ala berkata :

“Jika kaum Muslimin melalaikan jihad melawan diri sendiri, mereka tidak akan mampu jihad melawan musuh-musuh mereka, sehingga dengan sebab itu terjadi kemenangan musuh terhadap mereka.”

[Khuthab wa Mawa’izh min Hajjatil-Wada halaman 53]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Menentang Kebenaran Karena…

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره، ومع هذا يجحد ذلك: لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس. ويحمله ذلك الهوى على: أن يعتدي عليه، ويرد ما يقول بكل طريق وهو في قلبه يعلم أن الحق معه.

“Sungguh terkadang seseorang mengetahui bahwa kebenaran ada pada orang lain, bersamaan dengan itu ia menentang kebenaran itu karena ia hasad kepada orang tersebut, atau ingin lebih tinggi darinya, atau karena hawa nafsunya.

Sehingga, hawa nafsu tersebut menyebabkannya berbuat zalim kepada orang tersebut dan menolak semua ucapannya dengan segala cara. Padahal di dalam hatinya, ia mengetahui bahwa kebenaran bersama orang tersebut.”

[Majmu’ Fatawaa, juz 7, hlm. 191]

Hakekat Kehidupan Kita…

Jibril ‘alaihis salam berkata kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam:

‏يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئتَ فإنَّكَ مَيِّتٌ، وأحْبِبْ مَنْ شِئتَ فإنَّكَ مُفارِقُهُ،
واعْمَلْ مَا شِئتَ فإنَّكَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ.

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, namun sungguh engkau pasti akan mati,
cintailah siapa saja yang engkau inginkan, namun sungguh engkau pasti akan berpisah dengannya, dan
berbuatlah semaumu, namun sungguh engkau pasti akan diberi balasan yang setimpal dengannya.”

[Silsilah ash-Shohihah, no. 831]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/

Kalimat Yang Membungkam..!

Zubaid bin al-Harits rohimahullah berkata:

‏أسكتتني كلمة ابن مسعود رضي الله عنه عشرين سنة “من كان كلامه لا يوافق فعله فإنما يوبخ نفسه”

“Ada sebuah kalimat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu yang membuat saya terbungkam selama 20 tahun, yaitu: ‘siapa yang ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya, maka sesungguhnya dia hanya mengecam dirinya sendiri.’

[Uyunul Akhbar, jilid 1 hlm. 204]

Ustadz DR. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى.

ref : https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.MA/