Category Archives: Nasihat Ulama

Mengikuti Hawa Nafsunya

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

من اتبع هواه في مثل طلب الرئاسة والعلو ; أو جمعه للمال يجد في أثناء ذلك من الهموم والغموم والأحزان والآلام وضيق الصدر ما لا يعبر عنه . وربما لا يطاوعه قلبه على ترك الهوى ولا يحصل له ما يسره ; بل هو في خوف وحزن دائما : إن كان طالبا لما يهواه فهو قبل إدراكه حزين متألم حيث لم يحصل . فإذا أدركه كان خائفا من زواله وفراقه . وأولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

“Siapa yang mengikuti hawa nafsunya, seperti pada mencari kedudukan atau mengumpulkan harta. Ketika mencarinya ia akan mendapatkan kegundahan, kesedihan, kesakitan, dan kesempitan dada yang tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Bahkan barangkali hati tak kuasa meninggalkan hawa nafsu dan tidak meraih kegembiraan. Tetapi ia selalu dalam kekhawatiran dan kesedihan.

Saat ia tidak mendapatkannya, ia bersedih dan merasa sakit. Dan saat mendapatkannya ia merasa khawatir kehilangannya. Sedangkan wali wali Allah tidak merasa khawatir tidak juga bersedih hati.”

[Majmu’ Fatawaa 10/652]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Akal Dan Syahwat Manusia

Qotadah rohimahullah berkata,

“Allah menciptakan Malaikat dengan akal tanpa syahwat, dan menciptakan hewan dengan syahwat tanpa akal, serta menciptakan manusia dan menjadikan baginya akal dan syahwat..
Maka barangsiapa akalnya mengalahkan syahwatnya, maka dia bersama Malaikat, dan barangsiapa syahwatnya mengalahkan akalnya, maka dia seperti hewan..”

[‘Uddatush Shobirin 1/15]

Menundukkan Pandangan Dari Keharaman

قال ابن القيم
ولهذا كان غض البصر عن المحارم يوجب ثلاث فوائد عظيمة الخطر جليلة القدر
1- حلاوة الإيمان ولذته ….
2- نور القلب وصحة فراسته …
3- قوة القلب وثباته وشجاعته …

[ إغاثة اللهفان 1 / 76 – وشرح كل فائدة باستيعاب ]

Ibnul Qoyyim berkata,

“Menundukan pandangan dari keharaman mendatangkan 3 faidah besar,
1. Manisnya iman
2. Cahaya hati dan firasat yang benar
3. Hati yang kuat dan kokoh..”

[Ighootsatul Lahfaan 1/76]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hingga Mushafpun Berdebu

قال الضحاك بن مزاحم رحمه الله : . يأتي على الناس زمان تكثر فيه الأحاديث ؛ حتى يبقى المصحف عليه الغبار لا يُنظَر فيه .
– الزهد للإمام أحمد

Adh Dhohak bin Muzahim rohimahullah berkata,

“Akan datang zaman banyak padanya berbicara hingga mushafpun berdebu tidak dibaca.”

[Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Udzur Untuknya

Abu Qilabah rohimahullah berkata,

”Jika sampai padamu berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusahalah cari alasan (berbaik sangka) kepadanya semampumu.. Jika kamu tidak dapatkan alasan untuknya, maka katakan pada dirimu sendiri, mungkin saudaraku itu mempunyai alasan yang tidak aku ketahui

[ Hilyatul Auliya, 2 – 285 ]

Keutamaan Menjaga Waktu

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rohimahullah berkata,

“من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار يطيب قلبـه ويلين”

📚مجموع فتاوى ابن باز – 244/5

“Barangsiapa yang menjaga waktunya,
digunakan untuk berdzikir kepada Allah,
membaca Alquran,
berteman dengan teman yang baik,
dan menjauhi teman yang lalai dan jelek,
maka niscaya akan membuat hati baik dan membuatnya lunak.”

[ Majmu’ Fatawa – 5/244 ]

Wajib Bagimu Untuk Memperhatikan Hatimu Ketika…

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

الشــيخ العـلامــة
محمـد بـن صــالح الـ؏ـثيمين
ـ رحمـہ اللّـہ تـعالـﮯ ـ

قال رحمـہ اللـہ : إذا رأيتَ من نفسكـ أن أوقاتكـ ضائعـــة بلا فائدة فيجب عليكـ أن تلاحظ قلبكـ ؛ فإن هذا لا يكــــون إلا مـن غفلـة القلب عن ذكر الله تعالى !!!

ولو نظــــرتَ فيما سبق من التاريخ كيف أنتج العلماء رحمهـــم الله ما أنتجــوا من المؤلفات، ومن فطاحل العلماء الذيـــن تخرجوا على أيديهم فـﮯ أوقات قد تكون أقل من الوقت الذي عشتــہ أنت، وذلكـ بسبب ما ملأ الله تعالى بــہ قلوبهم من ذكره .

( تفسير ســـورة الأحزاب صـ ٤٩٩)

“Jika kamu melihat dari dirimu bahwa waktu-waktu yang kamu miliki terbuang percuma tanpa manfaat, maka wajib bagimu untuk memperhatikan hatimu.
Karena sesungguhnya ini tidaklah terjadi melainkan karena lalainya hati dari mengingat Allah !!

Jika kamu mau melihat sejarah yang telah lalu bagaimana para ulama (semoga Allah merahmati mereka semua) bisa menghasilkan karya-karya tulis mereka.

Ada diantara ulama-ulama terkemuka yang terhasilkan dari tangan-tangan mereka dengan waktu yang boleh jadi lebih sedikit dari waktu yang kamu miliki untuk hidupmu.

Dan itu (bisa diperoleh) dengan sebab apa yang telah Allah Ta’ala penuhkan hati mereka (yaitu) dengan mengingat-Nya.”

[ Tafsir QS al Ahzaab hal. 499 ]