Category Archives: Nasihat Ulama

Menggapai Hakikat Iman

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

“Seorang hamba tidak akan menggapai hakikat iman kecuali setelah..
➡️ menganggap musibah sebagai nikmat,
➡️ nikmat sebagai musibah,
➡️ tidak peduli dengan dunia yang dinikmati, dan
➡️ sama sekali tidak ingin mendapatkan pujian karena ibadah kepada Allah Ta’ala yang ia kerjakan..”

[ Hilyatul Auliya’ – 8/94 ]

#COVID_19 : Karena Musibah Adalah Bagian Dari Nikmat…

قال ابن القيم رحمه الله ‏:-‏

[ وضع الله المصائب والبلايا والمحن رحمةً بين عباده يُكفِّرُ بها من خطاياهم ،
فهي من أعظم نِعَمهِ عليهم وإن كرهتها أنفسُهم ، ولا يدري العبدُ أيُّ النعمتين عليه أعظم :
نعمتُهُ عليه فيما يكرهُ ؟ أو نعمتُه عليه فيما يحبُّ؟
(( وما يصيب المؤمن من همٍّ ولا وصبٍ ولا أذىً حتى الشوكة يشاكها إلا كفَّر الله بها خطاياه ))
اخرجه البخاري و مسلم .
،وإذا كان للذنوب عقوبات ولا بدَّ فكل ما عوقب به العبد من ذلك قبل الموتِ خيرٌ له مما بعدهُ وأيسرُ وأسهلُ بكثير ] .‏

( مفتاح دار السعادة 2 / 826 )

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Allah Meletakkan berbagai macam musibah, bala’ (bencana), dan penderitaan sebagai rahmat diantara para hamba-Nya sebagai kafarat (tebusan) dari kesalahan mereka.

Karena berbagai macam musibah tersebut adalah bagian dari nikmat yang paling besar atas mereka, meskipun jiwa-jiwa mereka membencinya, dan tidaklah seorang hamba mengetahui yang mana di antara dua kenikmatan atas dirinya yang paing besar,

– apakah nikmat-Nya atas dirinya dalam apa-apa yang ia benci ?

– ataukah nikmat-Nya atas dirinya pada apa-apa yang ia cintai ?

“dan tidaklah seorang mu’min itu tertimpa kekhawatiran, sakit terus menerus, penderitaan sampai sepotong duri yang menusuknya kecuali Allah hilangkan dengannya kesalahannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

dan apabila ia memiliki dosa sebagai hukuman dan tentulah setiap apa yang hamba tersebut di hukum dengannya sebelum kematian lebih baik baginya daripada setelahnya, lebih banyak gampangnya, dan lebih banyak mudahnya.”

[ Miftah Daaris Sa’aadah 826-2 ]

Ancaman Bagi Mereka Yang Menjadikan Dunia Tujuan Hidupnya

Qotadah rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya..

adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat..”

[ Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhiim, tafsir surat Hud ayat 15-16 ]

Tidak Pernah Hasad

Muhammad bin Sirin rohimahullah berkata,

“Aku tidak pernah hasad terhadap seseorang dalam urusan dunia sama sekali. Sebab, apabila dia termasuk penduduk surga, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia sedangkan dia akan menuju ke surga..?

adapun jika dia termasuk penduduk neraka, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia, sedangkan dia akan menuju ke neraka..?”

[ Roudhotul ‘Uqola – 149]

#COVID_19 : Tentang Berjabat Tangan

Syaikh Prof. DR. Sulaiman Ar Ruhaili,  حفظه الله تعالى berkata :

“Salam secara syariat dengan menggunakan lisan dan berjabat tangan merupakan tambahan kebaikan, dan termasuk perbuatan baik pada hari ini adalah meninggalkan berjabat tangan dikarenakan menolak mafsadah didahulukan atas mendatangkan mashlahat.

maka aku menganjurkan semua kaum muslimin untuk mencukupkan dengan salam menggunakan lisan dan meninggalkan untuk berjabat tangan, mempersedikit keluar dari rumah, mempersedikit perkumpulan-perkumpulan yang tidak harus, serius dalam menjaga kebersihan serta bertawakkal kepada Allah sebelum dan setelahnya..”

📌 المصافحة بالأيدي في هته الأيام
✍ تغريدة لفضيلة الشيخ أ.د #سليمانبنسليماللهالرحيلي حفظه الله

@solyman24

📲 رابط التغريدة:

🔗 https://twitter.com/solyman24/status/1238923365496356864?s=19

 أسهم في النشر فالدال على الخير كفاعله
#كورونا
#فيروس_كورونا
#كورونا_الجديد

#COVIDー19
#Algerie
#coronavirus
#COVID19