Category Archives: Nasihat Ulama

Menceritakan Semua Yang Dilihat…

Kholid bin Ma’dan rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang menceritakan kepada orang-orang semua yang dia lihat dengan kedua pasang matanya, atau apapun yang dia dengar dengan kedua pasang telinganya, atau apa saja yang dipungut oleh kedua tangannya, maka dia termasuk orang-orang yang menyukai   tersebarnya kekejian di tengah-tengah kaum  yang beriman.”

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui” (QS. an-Nuur: 19).”

[Min Kitab az-Zuhd li Ibni Abi Hatim, Hal. 71)]

Kholid bin Ma’dan rohimahullah adalah seorang Ulama yang wafat pada tahun 104 Hijriyah.

Semoga Tiga Hal Ini Ada Pada Diri Kita…

Yahya bin Mu’adz ar-Razi rohimahullah berkata,

“Hendaknya seorang mukmin mendapati tiga hal ini
dari Anda :
⚉  jika Anda tidak bisa memberi manfaat kepadanya,
janganlah memberinya mudhorot;

⚉  jika Anda tidak mampu membuatnya gembira,
janganlah membuatnya sedih; dan

⚉  jika Anda tidak memberi pujian kepadanya,
janganlah mencelanya.”

[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab al-Hanbali,
hlm. 456]

Amal Yang Paling Berat Ada Tiga…

Imam asy-Syafi’i rohimahullah berkata,

“Amal yang paling berat ada tiga,

⚉  dermawan ketika kondisi serba sedikit,

⚉  bersikap waro’ atau menjauhi keharaman
tatkala bersendirian, dan

⚉  mengucapkan kebenaran di hadapan orang
yang diharapkan dan ditakuti.” 

[Al-Fawa’id wa al-Akhbar wa al-Hikayat, Hal. 133]

Imam asy-Syafi’i rohimahullah wafat di tahun 204 Hijriyah. Beliau adalah seorang Ulama besar, pendiri dan pemrakasa madzhab Syafi’i yang merupakan madzhab yang banyak dianut di bumi pertiwi nusantara ini.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syaafi’ bin As-Saaib bin ‘Ubaid bin ‘Abd Yaziid bin Haasyim bin Al-Muthollib bin ‘Abdi Manaaf, sehingga nasab beliau bermuara kepada Abdu Manaaf kakek buyut Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Muthollib adalah saudaranya Hasyim ayahnya Abdul Muthholib kakek Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kepada Syafi’ bin As-Saaib penisbatan Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah (lihat Siyar A’laam An-Nubalaa 10/5-6 dan Tobaqoot Asy-Syaafi’iyah Al-Kubro 2/71-72)

 

Semestinya…

Sebagian orang bijak mengatakan,

“Semestinya bagi orang yang berakal untuk
senantiasa memperhatikan wajahnya di
depan cermin.

Apabila wajahnya bagus maka janganlah dia
perburuk dengan perbuatan jelek.

Dan apabila wajahnya jelek maka janganlah dia 
mengumpulkan dua kejelekan di dalam dirinya.”

(Al-Muntakhob min Kitab az-Zuhd wa ar-Roqoo’iq
Hal. 105)

 

Orang Yang Beristighfar Namun Dimurkai Allah…

Yahya bin Mu’adz ar-Razi rohimahullah berkata,

“Betapa banyak orang yang beristighfar namun
dimurkai. Dan betapa banyak orang yang diam
namun dirahmati.”

Kemudian beliau menjelaskan, “Orang ini
beristighfar akan tetapi hatinya diliputi
kefajiran atau dosa. Adapun orang itu diam,
namun hatinya senantiasa berdzikir.”

[Al-Muntakhob min Kitab az-Zuhd wa ar-Roqoo’iq,
karya al-Khothib al-Baghdadi, Hal. 69]

Bagi Para Penuntut Ilmu…

Abu Abdillah ar-Rudzabari rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang berangkat menimba ilmu sementara yang dia inginkan semata-mata ilmu,
maka ilmunya tidak akan bermanfaat baginya.

Dan yang berangkat menimba ilmu dalam rangka mengamalkan ilmu, niscaya ilmu yang sedikit pun akan bermanfaat baginya.

[Al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Roqoo’iq, karya al-Khathib al-Baghdadi, Hal. 71]

Wahai Manusia…

Yahya bin Mu’adz ar-Razi rohimahullah berkata,

“Wahai manusia… engkau mencari dunia dalam
keadaan engkau bersungguh-sungguh untuk
mendapatkannya dan engkau mencari akhirat dalam keadaan seperti orang yang tidak membutuhkannya (malas-malasan).

Padahal dunia sudah mencukupimu walaupun engkau tidak mencarinya. Sedangkan akhirat hanya didapatkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencarinya. Maka pahamilah keadaanmu”

[ad-Dunya Zhillun Zail, hlm.31]

Nasihat al Imam Hasan al Bashri Rohimahullah…

Nasihat al-Imam Hasan al-Bashri rohimahullah

“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, aku pun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya.

Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.

Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan ALLAH ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk mentaati-Nya, tidak pula melarang dari bermaksiat kepada-Nya.

Namun dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta rasa aman dari lupa dan kekhilafan.

Maka terus meneruslah–semoga ALLAH mengampuni kalian–engkau berada pada majelis-majelis dzikir (majelis ilmu), bisa jadi satu kata yang terdengar merendahkan diri kita sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada ALLAH ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”

(Mawai’zh lilImam al-Hasan al-Bashri, hlm. 185)

Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Kumpulan artikel dari pembahasan Kitab “Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola – Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasyanya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan- karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : 

  1. Yang Di Rahasiakan Dari Manusia Harus Lebih Baik Daripada Yang Di Tampakkan Kepada Manusia… 
  2. Bila Anda Sedang Bersendirian, Jangan Katakan…
  3. Bila Anda Sedang ‘FUTUR’, Maka…
  4. Perhatikan Apa Yang Membuat Hati Bahagia dan Sedih 
  5. Senantiasa Memperhatikan Apa Yang Masuk dan Keluar Dari Hatinya
  6. Senantiasa Menjaga Hati…
  7. Allah Akan Tampakkan Kelak Di Akhirat Apa Yang Tersembunyi Di Hati…
  8. Senantiasa Menjaga Niat Karena dan Untuk Allah Semata…
  9. Tentang Ikhlas Dalam Ibadah…
  10. Orang Yang Bertakwa Akan Selaras Ucapan dan Perbuatannya…
  11. Senantiasa Memperhatikan Keadaan Dengan Penuh Waro’…
  12. Hati Yang Bertakwa…
  13. Jika Berhadapan Dengan Pilihan…
  14. Senantiasa Bertakwa Dimanapun Seseorang Itu Berada…
  15. Wajib Mempelajari Ilmu Yang Utama…
  16. Jangan Bakhil Pelit Dengan Ilmu Yang Dimiliki…
  17. Jangan Malas Menuntut Ilmu…
  18. Perbaiki Hati Sebelum Menuntut Ilmu…
  19. Menuntut Ilmu Itu Ada Tingkatannya…
  20. Ilmu Sebagai Hiasan dan Penyelamat…
  21. Tujuan Menuntut Ilmu Untuk Mengambil Manfa’atnya…
  22. Tujuan Menuntut Ilmu Untuk Mengamalkannya…
  23. Menuntut Ilmu Yang Bermanfaat Untuk Dunia dan Akhirat Setiap Harinya…
  24. Senantiasa Menjaga Lisan…
  25. Senantiasa Berkata Jujur…
  26. Senantiasa Tawadhu dan Menjauhi Kesombongan…
  27. Senantiasa Menjaga Akhlak Dalam Bergaul…
  28. Anjuran Untuk Berteman Dengan Orang-Orang Sholeh dan Larangan Unuk Berteman Dengan Orang-Orang Buruk…
  29. Anjuran Untuk Menjauhi Sifat Rakus…
  30. Larangan Tajassus (Mencari-Cari Kesalahan) dan Buruk Sangka…