SELESAI – PROGRAM RUTIN – IFTHOR JAMA’I – Kamis 05 Des 2019…

Alhamdulillahilladzii bi ni’matihi tatimmush shoolihaat..

Total 131 orang, termasuk jama’ah masjid Sulaiman Fauzan al Fauzan dan santriwati pp Assunnah, berbuka puasa hari ini Kamis tanggal 05 Des 2019.

Jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin (donatur), semoga Allah memberikan kepada anda pahala puasanya 131 orang….

In-syaa Allah, rekening saat ini terus terbuka untuk menerima donasi untuk acara ifthor jama’i/bukber hari Senin mendatang tanggal 09 Des 2019 (klik ➡️ DI SINI )

daftar penerimaan dari pkl. 12.00 (Senin 02 Des 2019) s/d pkl. 12.00 (Kamis 05 Des 2019). ➡️ Lap 05 Des 2019

.
Laporan penerimaan untuk ifthor puasa sebelumnya (Senin 02 Des 2019) bisa dibaca DI SINI
.
===========================
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Dalam hadits lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya):

“Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

================

Dengan izin Allah ‘azza wa jalla, kami membuka kesempatan untuk berpartisipasi dalam menyiapkan bekal makanan dan minuman bagi mereka yang berpuasa di setiap hari senin-kamis.
.
Untuk sementara ini, kami terapkan kuota 400 paket ifthor bagi 400 orang yang berpuasa per setiap senin dan kamis, dan kuota ini bisa juga lebih atau kurang dari 400, tergantung laporan dari tim di lapangan.

.
dalam program ini, kami bekerjasama dengan posko Assunnah Lombok Timur.
.
➡️ dikarenakan adanya perbedaan zona waktu (WIB – WITA), maka donasi untuk ifthor di setiap hari senin dan kamis kami batasi hingga pukul 12.00 WIB (13.00 WITA), dan donasi yang masuk setelahnya dan/atau melebihi kuota ifthor di hari tsb, maka akan dialokasikan untuk kuota ifthor di hari puasa senin/kamis berikutnya, dan begitu seterusnya in-syaa Allah…
.
mau ikutan..?
.
silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
no rek. 748 000 4447
an. Al Ilmu TA’AWUN
.
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838-0662-4622
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya untuk sedekah ifthor untuk jama’ah Masjid Sulaiman al Fauzan dan santri/santriwati ponpes Assunnah Lombok Timur yang melaksanakan ibadah puasa, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

SELESAI – Waqaf Sumur Bor + Jaringan Pipa Air

UPDATE – KAMIS PAGI – 09 ROBI’UL AKHIR 1441 / 05  DESEMBER 2019
.
alhamdulillahilladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat… dengan izin Allah, kami SUDAHI donasi untuk program waqaf sumur bor + jaringan pipa 1 Km untuk warga dan pondok Tahfizh al Irfan di desa Atu’ Walupang, pulau Lembata, NTT. Saksikan video penemuan air di sore/malam hari tanggal 5 desember 2019 : https://youtu.be/i5Eu-5F236A

Jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya untuk program ini. Donasi yang masuk ke rekening setelah ini akan dialokasikan untuk program air berikutnya.

Berikut adalah daftar partisipasi para muhsinin dalam program ini (silahkan cek dan bila ada yang terlewat mohon info ke no 0838-0662-4622)➡️Al Irfan - Laporam Penerimaan

.
klik GALLERY (paling bawah) untuk lihat foto dokumentasi
.

.
===================================
.
WAQAF SUMUR BOR DAN JARINGAN PIPA AIR SEJAUH 1 KM
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
⚉ Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu , beliau mengatakan, “Rosuulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

[HR. al-Bazzar dalam Kasyful Astaar, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah dalam Shohihul Jami’, no. 3602]

Syaikh ‘Abdur Rozzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr حفظه الله تعالى  (dalam al-Fawaaid al-Mantsuurah, hlm. 11-15, terkait amal jariyah no. 3 – menggali sumur) mengatakan,

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya. (Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut. Maka (dengan perbuatannya itu) Allah ‘Azza wa Jalla bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya.

Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rosuulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.” [HR. Bukhari, no. 2466 dan Muslim, no. 2244]

Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.”
.
===================================
.
dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla, kami membuka kesempatan partisipasi dalam amal jariyah – waqaf sumur bor (tahap 1) dan jaringan pipa air sejauh 1 Km (tahap 2).

Kebutuhan akan sumur bor ini datang dari desa Atu’ Walupang, Buyasari, kab. Lembata, NTT. Di desa di pelosok NTT ini ada 20 kampung yang dihuni oleh sekitar 1000 KK, dan sebuah pondok Tahfizh Manahil al Irfan (berdiri tahun 2009) dengan sekitar 350 santri dan santriwati dari keuarga kurang mampu yang berasal dari pulau dan daerah sekitarnya seperti Rote, Maumere, Alor, dll tanpa dipungut biaya pendidikan.

Qoddarallah wa maa syaa-a fa’al, seluruh 20 kampung di desa ini sudah lama mengalami krisis air bersih, dan mereka harus membeli air bersih terus menerus. Hal ini menimbulkan masalah karena kondisi ekonomi warga di desa tersebut.

Pondok al Irfan sendiri harus mengalokasikan air dengan bijak yaitu untuk wudhu, masak dan bersuci dari hadats, sedangkan untuk mandi hanya dilakukan sekali dalam 2 s/d 3 hari, itupun subhaanallah harus keluar berjalan kaki dari pondok sejauh +/- 5 km (lihat foto). Oleh karena ini, pihak pondok al Irfan berupaya membuat sumur bor untuk warga desa, dan alhamdulillah, tim survey sudah berkunjung ke wilayah tersebut, dan alhamdulillah hasil survey geolistrik menunjukkan debit air di kedalaman antara 100 – 110 m. Jarak sumur dan pondok al Irfan adalah 1 Km.

Biaya yang dibutuhkan (dengan kondisi) hingga sumur selesai dan airnya bisa dimanfaatkan oleh warga desa, adalah Rp. 275 juta, termasuk diantaranya bak air, mesin pompa besar. Ini adalah TAHAP 1, sedangkan TAHAP 2 adalah pemasangan jaringan pipa dari sumur ke pondok sejauh 1000 m (1 km) sehingga memudahkan warga sekitar pondok dan juga para santri/santriwati pondok untuk mendapatkan air bersih. Biaya TAHAP 2 ini adalah Rp. 70 juta, termasuk 1000 m pipa, biaya transportasi dari Surabaya ke desa Atu Walupang, dan biaya pemasangan pipa. Total biaya adalah Rp. 345 juta.

Alhamdulillah sudah tersedia bantuan terpisah dari
Seorang muhsinin sebesar Rp. 25 juta,
⚉ Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) ’95, sebesar Rp. 90 juta

dengan adanya TAHAP 2, maka sisa biayanya yang kita upayakan dalam proposal ini, yaitu Rp. 230 juta. (lihat UPDATE SALDO paling atas). Perjanjian dengan tim survey dan pengebor adalah pembayaran HANYA akan dilakukan bilamana air sudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh warga.

Ini akan menjadi sumur pertama di desa Atu’ Walupang dan in-syaa Allah dengan adanya sumur bor ini, akan meringankan kesulitan 1000 KK warga desa dalam mendapatkan air bersih untuk kegiatan ibadah sholat 5 waktu, minum, mandi, memasak dll, in-syaa Allah. Kegiatan ini di koordinir oleh Ustadz Muhammad Wujud  حفظه الله تعالى. qq Al Furqon Magelang, yang sudah mengunjungi dan melihat langsung kondisi pondok al Irfan sekitar 2 bulan lalu.

yang hendak berpartisipasi dalam program ini, baik itu INFAQ maupun yang hendak menyalurkan harta RIBA silahkan transfer ke :
.
Bank Syariah Mandiri (kode bank 451)
.
no. rekening : 748 000 9996
.
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838 0662 4622
.
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

Siapa yang meringankan kesusahan dunia saudaranya, Allah akan mengangkat kesulitannya pada hari kiamat.
Siapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang susah, Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat.
Siapa yang menutup aib saudaranya, Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.
Allah senantiasa akan menolong hamba selama ia menolong saudaranya.
Siapa yang menempuh jalan menuntut ilmu, Allah akan memberikan ia kemudahan menuju surga.
Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, lalu ia membaca kitab Allah, lalu ia mengajarkan satu dan lainnya, melainkan akan turun kepadanya ketenangan, akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi malaikat, Allah akan senantiasa menyebutnya di sisi makhluk-Nya yang mulia.
Siapa yang lambat amalnya, maka kedudukan nasabnya yang mulia tidak bisa mengejar lambatnya amalnya tadi.”
.
[ HR. Muslim ]
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Saatnya Kita Super Hati-Hati…

Dalam situasi seperti sekarang ini, saatnya kita super hati-hati dalam menjadikan seseorang sebagai rujukan ilmu agama

⚉ Imam Adz-Dzahabi -rohimahulloh- mengatakan:

“Mayoritas para imam salaf.. mereka memandang bahwa hati itu lemah dan syubhat itu menyambar-nyambar” [Siyaru A’lamin Nubala’ 7/261].

Ini di zaman mereka, apalagi di zaman kita sekarang ini… oleh karena itu, harusnya kita selalu wasapada dan mengingat terus pesan-pesan para ulama Ahlussunnah dalam masalah ini:

⚉ Sahabat Ibnu Abbas -rodhiallohu ‘anhuma-:

“Dahulu, jika kami mendengar orang mengatakan ‘Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda’; mata-mata kami langsung tertuju kepadanya, dan telinga-telinga kami juga langsung mendengarkannya dengan seksama.

Lalu ketika orang-orang menaiki tunggangan yang liar dan jinak (yakni: menceburkan diri dalam urusan yang tidak mereka kuasai dengan baik); maka kami pun tidak mengambil dari orang-orang, kecuali ilmu yang kami ketahui (sebelumnya).” [Muqoddimah Shahih Muslim 1/13].

⚉ Imam Ibnu Sirin -rohimahulloh-:

“Dahulu para ulama salaf tidak menanyakan tentang sanad, lalu ketika terjadi fitnah, mereka pun mengatakan: ‘sebutkan kepada kami orang-orang (sumber ilmu) kalian!’, maka jika dilihat orang tersebut ahlussunnah; haditsnya diterima, dan jika dilihat orang tersebut ahli bid’ah; haditsnya tidak diterima.” [Muqoddimah Shahih Muslim 1/15].

Beliau juga mengatakan dalam pesannya yang masyhur:

“Sungguh ilmu ini adalah agama kalian, maka lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian.” [Muqoddimah Shahih Muslim 1/14].

⚉ Imam Ibrohim An-Nakho’i -rohimahulloh-:

“Dahulu, jika mereka ingin mengambil (ilmu agama) dari seseorang; mereka (lebih dahulu) melihat kepada shalatnya, kepada penampilan lahirnya, dan kepada perhatiannya terhadap sunnah.” [Al-Jarhu Wat Ta’dil libni Abi Hatim 2/29].

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua dalam menimba ilmu agama, dan semoga Allah meneguhkan kita di atas sunnah Nabi shollallohu alaihi wasallam, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da2201171742

Akal Dan Syahwat Manusia

Qotadah rohimahullah berkata,

“Allah menciptakan Malaikat dengan akal tanpa syahwat, dan menciptakan hewan dengan syahwat tanpa akal, serta menciptakan manusia dan menjadikan baginya akal dan syahwat..
Maka barangsiapa akalnya mengalahkan syahwatnya, maka dia bersama Malaikat, dan barangsiapa syahwatnya mengalahkan akalnya, maka dia seperti hewan..”

[‘Uddatush Shobirin 1/15]

Enak Ya..

Enak ya, kalau bisa tinggal di kampung islami, desa sunnah, kampung ulama’ dst.

Demikian gumam atau mimpi sebagian orang..
benarkah demikian ?

Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya permasalahan yang serupa, kemudian beliau menjelaskan bahwa keutamaan tinggal di satu tempat tidaklah dinilai dari kampungnya atau negerinya.

Kelebihan tinggal di suatu tempat dinilai dari apa yang bisa Anda lakukan. Bila Anda tinggal di suatu negeri atau Perkampungan yang banyak pelaku maksiat nya, atau bahkan banyak Non-muslim nya, namun anda bisa banyak berbuat kebaikan di sana ingin memerintahkan yang Ma’ruf dan melarang yang Mungkar.

Sedangkan bila anda tinggal di negeri muslim maka Anda hanya menjadi pupuk bawang tidak banyak yang bisa Anda lakukan, walaupun anda lebih nyaman hati atau anda lebih tenang, maka menurut beliau dengan tetap tinggal di negeri yang lebih banyak maksiat namun anda juga lebih banyak bisa berbuat kebaikan lebih baik dan lebih utama daripada anda tinggal di negeri Islam yang hanya sebagai pupuk bawang.

Beda halnya bila anda tidak berguna di kampung yang heterogen bahkan anda terkontaminasi negatif maka “bertiarap” dengan berpindah agar selamat itu bisa menjadi solusi bagi ketidak berdayaan anda.

Makanya Fokuslah untuk berbuat baik di mana pun anda berada, dibanding sibuk memikirkan kampung ini atau itu, negeri ini atau negeri itu.. karena nilai anda ada pada karya Anda, Bukan pada rumah Anda atau alamat kantor Anda atau kampung Anda.

Beliau lalu berdalil dengan surat Al Hujurot ayat : 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”

Dengan demikian Anda tidak mudah tertipu dengan kampung Islam atau negri sunnah atau kampung taqwa atau desa kurma atau kampung unta dan nama nama serupa lainnya, yang telah terbukti jadi jargon perdagangan yang juga terbukti indah di dengar pahit di rasa dan fakta.

[silahkan baca Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 27/39-40]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Kesusahan Hidup Adalah Rahmat

Ibnu Qoyyim rohimahullah berkata,

ومِن رحمته – عز و جل – أنْ نغّص عليهم الدنيا و كدّرها؛ لئلا يسكنوا إليها، ولا يطمئنوا إليها، ويرغبوا في النعيم المقيم في داره وفي جواره.
‏فساقهم إلى ذلك بسياط الإبتلاء و الامتحان.؛ فمنعهم ليعطيهم، وابتلاهم ليعافيهم، وأماتهم ليُحييهم.

“Diantara rahmat Allah adalah menjadikan dunia penuh ujian dan kesusahan. Agar mereka tidak condong kepada dunia dan tidak merasa tentram kepadanya.
Dan agar mereka mengharapkan kenikmatan yang abadi di negeri (surga) di sisi-Nya.
Allah menggiring mereka kepada kenikmatan akherat dengan cambuk ujian dan cobaan.
Allah tidak memberi mereka (dunia) karena ingin memberi mereka (yang lebih baik dari dunia).
Allah memberi mereka ujian agar menyelamatkan mereka (dari adzab-Nya).”

[Ighotsatulahafan 2/917]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bertemanlah Dengan Orang Yang Melupakan Kebaikannya Kepadamu

Berkata Ghassaan ibn Al-Mufaddhol rohimahullah,

ﻛﺎﻥ ﻳﻘﺎﻝ: ﺍﺻﺤﺐ ﻣﻦ ﻳﻨﺴﻰ ﻣﻌﺮﻭﻓﻪ ﻋﻨﺪﻙ

”Dahulu dikatakan: ‘Bertemanlah dengan orang yang melupakan kebaikannya kepadamu.”
Dikeluarkan oleh ibnu Abidunya

Teman yang selalu mengingat kebaikannya kepada kita..
Suatu ketika ia akan bersikap tak baik dan merasa telah berjasa..
Barangkali ia sulit memaafkan saat kita berbuat salah kepadanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Iman Pasti Diuji, Agar Terbukti Murni Bukan Imitasi

Anda mengaku beriman ? Sudahkah anda diuji sehingga terbukti iman anda murni bukan iman imitasi ?

Adapun janji Allah Ta’ala, maka pasti benar dan sudah terbukti, berbeda dengan iman anda, karena itu jangan bermimpi menguji kebenaran janji Allah, namun bersiaplah untuk diuji kebenaran iman anda.

Kisah berikut cukup unik untuk anda renungkan, bagaimana orang beriman menjalani ujian iman.

Sahabat Abu Said Al Khudri mengisahkan,
“Suatu hari datang seorang lelaki kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,
“Wahai Rasulullah, sejatinya saudaraku saat ini sedang menderita diare”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْقِهِ عَسَلًا»

“Minumi ia madu”

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan petunjuk Nabi, yaitu meminumi saudaranya madu.

Tidak selang berapa lama, ia kembali lagi menemui Rosulullah dan berkata kepadanya, “aku telah meminumkan madu kepadanya, namun ternyata diarenya malah bertambah parah”

Mendengar laporan itu, beliau kembali memerintahkannya untuk terus meminuminya madu.

Segera lelaki itu pergi dan menjalankan perintah Rosulullah, namun lagi-lagi diare sauadaranya semakin bertambah parah. Sehingga ia kembali menemui Rosulullah dan mengabarkan hal ini kepada beliau.

Mendapat laporan perihal diare saudara lelaki itu yang semakin bertampah parah, lagi-lagi Rosulullah memerintahkannya untuk meminuminya madu.

Tanpa pikir panjang atau ragu sedikitpun, lelaki itu kembali mematuhi perintah Rosulullah.

Dan lagi-lagi diare saudaranya semakin bertambah parah, hingga akhirnya untuk yang ketiga kalinya ia menyampaikan kejadian ini kepada Nabi. Dan Nabi pun kembali memerintahkannya dengan pengobatan yang sama. Dan kembali lagi diare saudara lelaki itu juga belum kunjung sembuh.

Walau sudah mencoba pengobatan ala Rosulullah untuk ketiga kalinya, namun lelaki itu tidak putus asa atau bergeming dan ragu. Ia tetap dengan yakin meminta petunjuk dari Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan untuk keempat kali ini, Rosulullah bersabda,

صَدَقَ اللهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ»

“Allah Maha Benar, sedangkan perut saudaramu yang tidak benar/ mengalami gangguan”

Selanjutnya Rosulullah memerintahkan lelaki itu untuk meminumkan madu kepada saudaranya, dan SUBHANALLAH, setelah minum madu empat kali, barulah diare saudara lelaki itu sembuh total.” (Muslim)

Rosulullah menyatakan bahwa Allah Maha Benar, karena Allah telah menjelaskan bahwa pada madu terdapat kesembuhan, sebagaimana ditegaskan pada ayat 69 surat An Nahl.

Demikianlah contoh nyata bagaimana seorang mukmin melatih keimanan, walau gagal tiga kali, namun tetap saja teguh dan tegar menerapkan ajaran Rosulullah, hingga akhirnya berhasil mendapatkan bukti akan kebenaran ajaran beliau.

Bagaimana dengan anda sobat ?

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah