Enam Dzikir Yang Mudah Diamalkan Setiap Saat

Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Enam dzikir yang paling mulia setelah Kitabullah Subhaanahu wa Ta’ala. Alangkah mudahnya (untuk diamalkan) :

Subhanallaah (Maha Suci Allah)

Walhamdulillaah (Segala puji bagi Allah)

Walaa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah)

Wallaahu akbar (Allah Maha Besar)

Walaa hawla walaa quwwata illaa billaah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Wa shollallaahu ‘alaa Muhammad (Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Muhammad)

Alangkah sederhananya .. tidak membutuhkan usaha berat dan tidak ada hal yang bisa mengalihkan darinya.

Seseorang bisa mengucapkannya :
– saat berada di dalam mobil, atau
– bisa mengucapkannya ketika sedang menunggu sesuatu.

Dan kami mendapati sebagian dari masyaikh (guru) kami yang tidak pernah berhenti berdzikir, seperti Syaikh bin Baz rohimahullah.

Bahkan ketika beliau sedang mendengarkan pertanyaan, di sela-sela mendengarkan pertanyaan tersebut beliau tetap berzikir kepada Allah, “Astaghfirullaah .. Subhaanallaah..”

Dan barangkali sebagian dari kalian, jika pernah mendengarkan program Nuur ‘alaa ad-Darb bersama Syaikh bin Baz rohimahullah, akan menyadari hal ini.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang banyak berdzikir mengingat-Nya..”

Diantara Tanda Tanda Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Teman

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman al-Ruhayli حفظه الله تعالى berkata,

“Jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya) .. jangan berteman dengan orang yang durhaka (kepada orangtuanya)

Seorang sahabat .. ketika dia berteman, dia menginginkan kebaikan (kesetiaan) dari sahabatnya, (namun) jika orang ini saja tidak berbakti kepada ibu dan ayahnya,
– bagaimana mungkin dia akan berbuat baik (setia) kepadamu..?
– bagaimana mungkin kebaikan akan datang kepadamu darinya..?

Oleh karena itu, wahai saudara saudara, di antara tanda tanda yang harus diperhatikan dalam memilih teman adalah bagaimana keadaan/sikap teman tersebut terhadap kedua orangtuanya.

Jika dia berbakti kepada kedua orangtuanya, maka pegang erat-eratlah (pertahankan) pertemanan dengannya. Karena sesungguhnya jika engkau membutuhkannya, engkau akan menemukannya (dia akan membantumu).

Adapun jika dia tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, maka berhati-hatilah (waspadalah) terhadapnya, dan jangan jadikan dia sebagai teman dekat bagaimanapun kondisinya.

Karena sesungguhnya, barangsiapa yang tidak menunaikan hak kedua orangtuanya, maka dia tidak akan pernah menunaikan hak hak orang lain di antara manusia..”

Memikirkan Aib Dan Kekurangan Diri Sendiri

Muhammad bin Nadhr Al Haritsi rohimahullah berkata:

ذُكِرَ رجل عند الربيع بن خيثم فقال : “ما أنا عن نفسي براض فأتفرغ منها إلى ذم غيرها ، إن العباد خافوا الله على ذنوب غيرهم وأمنوه على ذنوب أنفسهم

“Disebutkan tentang seseorang di sisi Rabie’ bin Al Khutsaim.

Maka beliau berkata,

“Aku sendiri belum ridho kepada diriku. Lalu apakah aku akan sibuk mencela orang lain..?

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada adzab Allah atas dosa-dosa orang lain, tetapi mereka merasa aman dari dosa-dosa dirinya sendiri..”

(Syu’abul Iman 16/100)

Janganlah Berdo’a Dengan Do’a Yang Terlalu Detail

Syaikh Abdussalam asy-Syuwai’ir, حفظه الله تعالى menjelaskan sebagai berikut,

Imam Abu Amr Al-Auza’i rohimahullah ta’ala pernah suatu ketika melakukan thowaf di Baitullah, lalu beliau mendengar seorang Arab Badui berdo’a :

– Ya Allah,  sesungguhnya Engkau mengetahui keadaanku, dan

– Engkau mengetahui apa yang dapat memperbaiki keadaanku.

– Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang membahayakanku (membuatku merugi), dan

– Engkau mengetahui apa yang mendatangkan kebaikan serta mampu menghilangkan kemudhorotanku.

– Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan urusanku kepada-Mu.

Imam Al-Auza’i rohimahullah berkata, ‘Aku pun takjub dengan do’anya..’

Beliau melanjutkan, ‘Maka aku terus memperhatikannya hingga ketika ia keluar dari tempat thowaf, tiba tiba ada seorang lelaki yang mendatanginya dan berkata, Wahai Fulan, kerabatmu yang bernama Fulan telah meninggal dunia dan engkau mendapatkan warisan darinya..’

Maka orang Arab Badui itu pun berkata, ‘Allah telah mengabulkan hajatku..’

Selalu —terutama di tempat-tempat yang mulia seperti ini— bersungguh sungguhlah untuk tidak berdo’a meminta perkara yang terlalu men-detail .. serahkanlah segala urusan kepada Robb-mu.

Mengenai anak-anakmu, ucapkanlah,

Ya Allah, perbaikilah (urusan) anak-anakku.

Maka Allah ‘Azza wa Jalla akan memperbaiki mereka dengan cara yang di dalamnya terdapat taufik (petunjuk-Nya).

Sebagian orang (berdo’a) harus di kampus tertentu, dengan nilai IPK tertentu, dengan kriteria tertentu, dengan bentuk tertentu, dan dengan rincian-rincian tertentu. Sehingga, jika tidak terwujud apa yang ia inginkan —padahal apa yang dipilihkan oleh Allah pasti lebih baik daripada apa yang ia pilih sendiri— engkau akan melihatnya bersedih, bahkan berputus asa. Bahkan, terkadang ia berburuk sangka kepada Robb-nya ‘Jalla wa ‘Alaa’ dengan menganggap bahwa do’anya tidak dikabulkan.

Maka dari itu, selalulah bersungguh sungguh untuk menyerahkan segala urusan kepada Robb-mu.

Katakanlah,
– Ya Allah, pilihlah untuk ayah dan ibuku kesembuhan, kesehatan, serta kebaikan dalam urusan mereka.

– Ya Allah, pilihlah untuk mereka kebaikan dalam urusan mereka.

Dan jika mereka sedang sakit, katakanlah:
– Ya Allah, sembuhkanlah orangtuaku.
– Ya Allah, tetapkanlah kesehatan untuknya.
– Ya Allah, tetapkanlah kebaikan dalam urusannya.
– Ya Allah, pilihlah untuk mereka apa saja yang Engkau kehendaki.

Jadi, selalulah pasrahkan segala urusan kepada Robb-mu.

Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah untuk memanjatkan do’a-do’a yang bersifat universal (jawaami’ud du’a) dan jangan meminta hal-hal yang terlalu mendetail. Karena sesungguhnya hal itu lebih menyempurnakan imanmu dan lebih berpeluang bagi dikabulkannya doamu dengan perintah Allah ‘Azza wa Jalla.

Do’a apa saja yang dipanjatkan oleh seorang hamba, maka dengannya akan tercapai maksud (tujuan utama) yang diinginkan.

=====

KISAH MENAKJUBKAN TENTANG DO’A ORANGTUA UNTUK ANAKNYA

Imam al-Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah pernah mendo’akan putranya yang bernama Ali dengan do’a :

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah bersungguh-sungguh dalam mendidik Ali, namun aku tidak mampu mendidiknya (sesuai harapanku), maka didiklah ia untukku..”

Maka Allah mengabulkan do’anya. Ali pun tumbuh menjadi salah satu ulama kaum muslimin dan orang yang paling sholeh di antara mereka. Bahkan, sebagian ulama ada yang menganggapnya lebih utama daripada ayahnya dalam hal ibadah dan rasa takut kepada Allah.

Abdullah bin al-Mubārak berkata, “Manusia terbaik adalah al-Fudhayl, dan yang lebih baik darinya adalah putranya, Ali..”

(Siyar A’laam al-Nubalaa’ – 8/445)

Diantara Tolok Ukur Dalam Mencari Menantu Pria

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Sekarang .. jika seseorang ingin menikahkan anak perempuannya, hal pertama yang harus dia tanyakan adalah tentang sholat.

Dia (ayah anak perempuan) harus pergi ke jama’ah di lingkungan sekitar pelamar tersebut dan bertanya kepada orang-orang di lingkungan tersebut mengenai bagaimana pelaksanaan sholatnya.

Ini adalah tolok ukur harian.

Jika mereka memberitahunya bahwa pelamar tersebut jarang terlihat di masjid kecuali sedikit, dan dia tidak pernah menghadiri sholat Shubuh, misalnya, maka dia (ayah anak perempuan) harus menghindari pelamar tersebut.

Dia harus menghindarinya karena sholat adalah tolok ukur.

Sholat adalah tolok ukur harian yang melaluinya .. seseorang dapat menilai dirinya sendiri, dan juga menilai orang lain..”

Diantara Keutamaan Sholat Malam

Syaikh Abdurrozzaq al Badr حفظه الله تعالى menjelaskan tentang keutamaan sholat malam (qiyaamul lail), beliau berkata :

“Dan sesungguhnya di dalam sholat malam terdapat manfaat yang besar serta buah yang agung, yang akan dipetik oleh seorang hamba jika ia diberi taufik untuk menjaga ibadah ini.

Dari Bilal rodhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Hendaklah kalian melakukan sholat malam, karena ia adalah :
– kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian,
– sarana pendekatan diri kepada Allah,
– pencegah dari perbuatan dosa,
– penghapus kesalahan-kesalahan, dan
– pengusir penyakit dari tubuh..”

(HR. At-Tirmidzi)

● Sabda beliau ‘hendaklah kalian melakukan sholat malam..’, maksudnya adalah sholat tahajud di malam hari.’

● Sabda beliau ‘karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholeh..’, maksudnya adalah adat, tabiat, dan jalan hidup mereka.

● Sabda beliau ‘sarana pendekatan diri kepada Allah.’, maksudnya adalah perkara terbesar yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.

● Sabda beliau ‘pencegah dari perbuatan dosa..’, maksudnya mencegah dari melakukannya. Allah Ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..’

Dan Dia (Allah) juga berfirman, ‘Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar..’

● Dan sabda beliau ‘penghapus kesalahan-kesalahan..’, maksudnya adalah pelebur bagi dosa-dosa dan penutup baginya.

● Dan sabda beliau ‘dan pengusir penyakit dari tubuh..’, maksudnya menolak dan menjauhkan penyakit dari jasmani (badan).

Ikatan Iman Adalah Ikatan Terkuat

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhohumallah berkata,

“Allah telah menciptakan para malaikat. Sebagaimana kita ketahui, para malaikat adalah makhluk yang berbeda dari manusia. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan anak Adam (manusia) diciptakan dari tanah liat.

Meskipun berasal dari jenis yang berbeda, Allah berfirman, ‘Malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya, mereka beriman kepada-Nya dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman. (Seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan peliharalah mereka dari adzab neraka Jahanam..”

Ini adalah do’a dari mereka (para malaikat) dan bentuk rasa cinta dari malaikat kepada orang-orang beriman.

Mengapa demikian..?! Karena adanya ikatan itu, yaitu ikatan iman.

Walaupun malaikat dan manusia berasal dari jenis yang berbeda—yang satu diciptakan dari cahaya dan yang lain dari tanah liat—mereka mencintai orang-orang beriman karena adanya ikatan yang menyatukan mereka.

Ikatan itu adalah ikatan iman.

Dan ikatan iman adalah ikatan yang paling kuat di antara seluruh ikatan..”

Diantara Cara Berterima Kasih Kepada Kedua Orangtua

Allah Ta’ala berfirman,

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu..” (Qs. Luqman: 14)

📌 Sufyan Ats Tsauri rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang mendirikan sholat lima waktu, maka sesungguhnya ia telah bersyukur kepada Allah Ta’ala .. dan barangsiapa yang mendo’akan kedua orangtuanya di setiap akhir sholat, maka sesungguhnya ia telah bersyukur/berterima kasih kepada keduanya..”

(Tafsir Al-Qurtubi – 14/65)

SELESAI : Puasa Arofah 1447 & Puasa Asyuro 1448

SENIN PAGI – 22 JUNI / 6 AL MUHARROM
===============

Alhamdulillah, dengan ini kami sudahi partisipasi buk-ber Arofah 1447 dan Asyuro 1448, jazaakumullahu khoyron semoga menjadi bekal pemberat timbangan amal sholeh kelak di akherat, aamiin .. selanjutnya insyaa Allah terbuka partisipasi buk-ber puasa senin dan kamis santri ma’had assunnnah, infonya dapat dibaca dalam artikel berikut : https://bbg-alilmu.com/archives/67400

====

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Al Muharrom) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim – no. 1162)
===============
Alhamdulillah, terbuka kembali kesempatan berpartisipasi dalam menghidangkan makanan dan minuman pembuka puasa sunnah :
– Asyuro : 10 Al Muharrom 1448

===============
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============
1️⃣ PUASA ASYURO 1448

Tahap 1 : 1,000 porsi
Tahap 2 : 200 porsi
buk-ber bagi sekitar 1,200 jama’ah dan santri di beberapa masjid di Lombok Timur, NTB. Perkiraan anggaran : Rp. 30 Juta.

Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, maka nilainya saat ini Rp. 25.000/porsi. semoga Allah mudahkan.

SALDO 
● 22 Jun – pkl. 05.00 wib:  Rp.     36.2 Juta
● tambahan partisipasi    :  Rp.       0.0 Juta
bukber puasa Asyuro   :    Rp. (30.0) Juta
—————————————————
● 22 Jun – pkl. 05.00 wib  : Rp.       6.2 Juta (*)
————————————————

📌 (*) menjadi saldo kegiataan buka puasa senin dan kamis santri ma’had assunnnah insyaa Allah .. informasi kegiataan tsb bisa dibaca dalam artikel berikut : https://bbg-alilmu.com/archives/67400

2️⃣ PUASA AROFAH
Tahap 1 : 1,000 porsi
Tahap 2 : 200 porsi
Tahap 3 : 800 porsi
Tahap 4 : 350 porsi
Alhamdulillah telah terlaksana buk-ber puasa Arofah bagi sekitar 2,350 jama’ah dan santri di ma’had Assunnah dan sekitar 7 masjid di Lombok Timur, NTB.

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

1. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. At Tirmidzi no. 807)

2. “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya..” (HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur .. silahkan share ke kerabat, teman, dll.

Rosulullah shollallahu ’alayhi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Menebar Cahaya Sunnah