Taubat Secara Umum

Taubat tidak harus untuk dosa tertentu, bisa juga untuk dosa-dosa secara umum.

=====

Syeikhul Islam -rohimahullah- mengatakan:

والناس في غالب أحوالهم لا يتوبون توبة عامة مع حاجتهم إلى ذلك،
– فإن التوبة واجبة على كل عبد في كل حال؛
– لأنه دائمًا يظهر له ما فرط فيه من ترك مأمور،
– أو ما اعتدى فيه من فعل محظور، فعليه أن يتوب دائمًا.

“Mayoritas keadaan manusia tidak bertaubat dengan taubat yang umum (untuk semua dosanya), padahal mereka sangat membutuhkan taubat ywng demikian..

– Karena taubat itu diwajibkan kepada seluruh hamba di semua keadaan.
– Karena selalu terjadi pada dirinya; tindakan melalaikan apa yang diperintahkan kepadanya.
– atau tindakan melakukan kezaliman dengan melakukan sesuatu yang diharamkan padanya..

Oleh karenya, sudah seharusnya ia selalu bertaubat kepada-Nya..”

[Majmu’ Fatawa 6/175]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Sungguh-Sungguh Waktu Muda.. Tua Memetik Buah

Al-Qurthubiy rohimahullah berkata :

إن الإنسان إذا عمّر في الدنيا و هرم لفي نقص و ضعف و تراجع، إلا المؤمنين، فإنهم تكتب لهم أجورهم التي كانوا يعملونها في حال شبابهم

“Sesungguhnya manusia itu apabila diberi umur panjang, dan menjadi tua renta, sungguh (pada hakikatnya) ia dalam keadaan berkurang, kelemahan, dan dalam kemunduran, kecuali orang-orang yang beriman, dicatat untuk mereka pahala mereka, dari amalan yang mereka lakukan dahulu di masa muda..”

(Al-Jami’ li-ahkamil-Qur’an: 20/180).

Waktu berjalan dan berlalu terus tidak akan pernah menunggu kita, orang yang paling bahagia adalah yang mengisi waktunya dengan mentauhidkan Allah, dengan ibadah dan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat..

Jangan tertipu dengan angan-angan, dan ungkapan “bersenang-senang dengan maksiat mumpung masih muda, tua tinggal bertaubat..”

Justru yang harus kita ingat adalah isilah waktu kita dengan hal-hal yang mendatangkan ridho Allah ta’ala, dan ketika tua renta tinggal memetik buah-buah pahala kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

HADITS : Apabila Allah Menginginkan Kebaikan Kepada Seorang Hamba

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا عَلَيْكُمْ أَنْ تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ؟ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمُرِهِ -أَوْ: بُرهَة مِنْ دَهْرِهِ -بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ لَدَخَلَ الْجَنَّةَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ، لو مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ: قَالَ: “يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

“Jangan merasa kagum kepada amal seseorang hingga kamu lihat ia meninggal di atas apa..

Karena ada orang yang beramal sholih dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk surga. Tapi ia berubah lalu beramal keburukan..

Dan ada lagi hamba yang beramal keburukan dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk neraka. Kemudian ia berubah dan beramal sholih..

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan ia beramal sebelum wafatnya..”

Mereka berkata, “Bagaimana dijadikan beramal..?”

Beliau bersabda, “Yaitu Allah memberinya taufik kepada amal sholih kemudian ia wafat di atasnya..”

(HR. Ahmad)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keindahan Senja

Keindahan senja..
Akan pudar digantikan gelapnya malam..

Demikian kehidupan silih berganti..

Ada masa kita tertawa..
Lalu datang masa kita menangis..

Namun setelah malam yang gelap..
Terbitlah keindahan pagi..
Memberi kehangatan dalam sanubari..

Semua itu agar terpatri ubudiyah dalam hidup kita…
Baik saat susah maupun saat senang..

وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ (١٤٠)

“Dan hari-hari itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zholim..” (Q.S. Ali ‘Imran ayat 140)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akhlak Yang Baik – 3

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Wajah yang berseri-seri dapat membuat orang menjadi senang, dapat merekatkan kasih sayang dan dapat pula menjadikan dirimu dan orang yang kamu jumpai menjadi berlapang dada..

Tetapi jika engkau bermuka masam, maka orang lain akan menjauhimu, tidak merasa nyaman duduk bersamamu, apalagi untuk berbincang-bincang denganmu..

Orang yang tertimpa penyakit berbahaya, yaitu depresi (tekanan jiwa), dapat sembuh dengan resep yang sangat ampuh, yaitu berlapang dada dan wajah yang berseri-seri..

Oleh karena itu para dokter menasehati orang-orang yang tertimpa penyakit depresi untuk menghindari hal-hal yang membuatnya marah atau emosi, karena hal tersebut akan memperparah penyakitnya..

Adapun lapang dada dan wajah yang berseri-seri dapat menghilangkan penyakit tersebut, sehingga ia akan dicintai dan dihormati oleh orang lain..”

(Makarimul Akhlaq – hal: 29-30)

Akhlak Yang Baik – 2

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Kebanyakan orang memahami bahwa akhlak yang baik itu khusus muamalahnya seorang hamba dengan sesamanya, tidak ada hubungannya dengan muamalah dengan Al-Kholiq, tetapi ini adalah pemahaman yang dangkal..

Akhlak yang baik mencakup muamalah dengan sesama makhluk dan juga muamalah seorang hamba dengan Allah..

Ini harus dipahami oleh kita semua. Akhlak yang baik dalam bermuamalah dengan Allah mencakup tiga perkara :

1. Membenarkan berita-berita yang datang dari Allah,
2. Melaksanakan hukum-hukum-Nya
3. Sabar dan ridho kepada takdir-Nya..”

(Makarimul Akhlaq – hal: 16)

Akhlak Yang Baik – 1

Dalam beberapa hadits terkait akhlak yang baik, akhlak yang mulia, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian..”

(HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shohih Al-Jaami’ no. 2201)

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan (amal) lebih berat dari akhlak yang mulia.. sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin sholat..”

(HR. At Tirmidzi no. 2134. Al-Abani mengatakan bahwa hadits ini shohih. Lihat Shohih Al Jaami’ no. 5726)

“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan sholat malam dengan sebab akhlaknya yang baik..”

(HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165. Dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhiib no. 2643)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya..”

(HR. At Tirmidzi no. 1162. Dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Ash-Shohihah no. 284)

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya tentang sebab terbanyak yang memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab,

“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik..”

(HR. At Tirmidzi dan di hasankan oleh Al-Albani dalam Shohih At Tirmidzi 2/194)

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya..”

(HR. Bukhari)

“Janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik sedikit pun, meskipun engkau berjumpa saudaramu dengan wajah berseri-seri..”

(HR. Muslim)

MUTIARA SALAF : Tanda Orang Yang Jujur Imannya

Imam Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Orang yang jujur (imannya) merasa takut kemunafikan ada pada dirinya dan khawatir meninggal dalam keadaan su-ul khotimah.. Maka ia berada dalam kesibukan (beramal sholeh), tidak peduli dengan pujian dan juga acungan jempol..

Oleh karena itu, di antara tanda dari ilmu yang bermanfaat adalah ia pun tidak pernah memperhatikan keadaan dan kedudukan dirinya (di mata manusia)..

Hatinya tidak menyukai pujian manusia dan rekomendasi mereka, dan ia tidak sombong kepada siapapun..”

[ Fadhlu ‘Ilmis Salaf hal 83 ]

Jangan Tergesa Meninggalkan Tempat Sholat

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya,

“Malaikat mendo’akan salah seorang dari kalian, selama..
– ia tetap di tempat sholatnya, dan
– tidak berhadats..

Mereka mendo’akan, ‘Ya Allah ampunilah ia.. Ya Allah, rahmatilah ia..”

[ HR. Bukhori no. 445 ]

● Ibnu Baththol rohimahullah berkata,

“Siapa yang banyak dosanya dan ingin agar Allah menghapus (dosa tsb) tanpa ia bersusah payah, maka hendaknya ia memperbanyak menetap di tempat sholatnya setelah sholat, agar malaikat banyak mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya..”

[ Syarh Shohih Al Bukhori – Ibnu Baththol 2 hal. 95 ]

Nasihat Bagi Para Orangtua

Hendaknya para orangtua berhati-hati dalam berucap terutama saat dalam keadaan marah kepada anak. Jangan sampai keluar kata-kata buruk sehingga hal itu berakibat buruk pula pada anak-anak.

Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لا تُوافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةَ يُسأَلُ فِيهَا عَطَاءً، فَيَسْتَجِيبَ لَكُم

“- janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk diri kalian..
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk anak-anak kalian..
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk harta kalian..

Jangan sampai kalian berdo’a seperti itu menepati suatu waktu yang jika Allah dimintai sesuatu maka akan dikabulkan..”

[ HR. Muslim no. 5328 ]

Menebar Cahaya Sunnah