Jadwal Pendidikan Anak…

Jadwal Pendidikan Anak

Umur 0-6 tahun:
1. Belajar Huruf Hijaiyyah dan Membaca Alquran.
2. Belajar menghafal surat pendek
3. Belajar mengucapkan kalimat tauhid
4. Belajar Tata cara berwudhu dan tayammum
5. Belajar Tata shalat
6. Belajar Adab dan doa serta dzikir keseharian

Umur 7-12 tahun
1. Memperlancar Bacaan Alquran
2. Menambah hafalan Alquran secukupnya
3. Menambah hafal doa dan dzikir pagi dan petang
4. Belajar Adab bergaul
5. Belajar Mandi Junub
6. Belajar menulis Arab
7. Belajar Akidah Al Ushul Ats Tsalatsah (Tiga Landasan Akidah Islam)

Umur 13-15
1. Mengkhatamkan hafalan Alquran jika mampu/ 15 juz Alquran
2. Belajar Bahasa Arab, berbicara membaca.
3. Menghafal hadits Arbain Nawawi
4. Memperajari/menghafal Kitab Tauhid
5. Mempelajari Matan Al Ghayah Wat Taqrib (fikih Syafii)

Umur 16-18
1. Melanjutkan hafalan Alquran dan atau memperlancarnya
2. Menghafal Hadits Umdatul Ahkam
3. Melanjutkan mempelajari Matan Al Ghayah Wat Taqrib. (Fikih Syafii)
4. Mempelajari Al Aqidah Al Wasithiyyah

Ditulis oleh,
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @Ahmadzainuddins)

Dalil TEGAS Tentang Sampainya Pahala Sedekah Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal…

Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»

Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau ? Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.”

(HR. Al Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

 

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhumaa, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»

Wahai Rosulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau ?” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

(HR. Al Bukhari 2756)

Ref : https://konsultasisyariah.com/11272-menghadiahkan-pahala-sedekah-untuk-mayit.html

Waspadalah Akan Dosa Di Sisa Umurmu…

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu..

karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan disiksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

[ Latho-iful Ma’aarif ]

Amal Kebaikan Yang Anda Lakukan Adalah Karena Pertolongan Allah…

Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata,

وَيَجِبُّ أن يَعلَـمَ العَبـدُّ أنَّ عَمَلَـهُ مِن الحَسَنَـاتِ هُـوَ بِفَـضلِ اللَّهِ وَرَحمَتِـه ، ومِن نِعمَتِـهِ ، كَمَـا قَـالَ أهـلُ الجَنَّـة

“Dan wajib diketahui oleh setiap hamba bahwasanya apa yang dia usahakan dari amal kebaikan itu semata-mata karena keutamaan dari Allah Ta’ala, rahmat dan kenikmatan dari-Nya. Sebagaimana yang diucapkan oleh para penduduk surga,

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهتَدِيَّ
لَولَا أَن هَـدَانَا اللَّهُ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami untuk ini dan kami tidak akan mendapatkan hidayah kalau sekiranya kami tidak diberi hidayah oleh Allah.”

[Majmu’ al Fatawa]

Susu Sapi Adalah Obat…

Susu sapi adalah obat sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam,

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَمْ يُنْزِلْ دَاءً، إِلا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، إِلا الْهَرَمَ، فَعَلَيْكُمْ بِأَلْبَانِ الْبَقَرِ، فَإِنَّهَا تَرُمُّ مِنْ كُلِّ شَجَرٍ

“Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menurunkan penyakit melainkan Ia menurunkan juga untuknya obatnya, kecuali penyakit tua. Maka hendaklah kalian minum SUSU SAPI, karena ia makan semua jenis pepohonan”

[Diriwayatkan oleh Ahmad 4/315, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok 4/196, dan Al-Baihaqi 9/345 (580) no. 19571 – lafazhnya milik Al-Hakim. Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shohiihah no. 518].

Hukum Mujtahid Tidak Boleh Disebut Hukum Allah…

Ibnu Qayyim berkata, “Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam melarang panglima perangnya yang bernama Buraidah bila mengepung musuh lalu menyerah untuk diberikan kepada mereka hukum Allah. Beliau bersabda,

‎فإنك لا تدرى أتصيب حكم الله فيهم أم لا ولكن أنزلهم على حكمك وحكم أصحابك

“Karena kamu tidak mengetahui apakah (ijtihadmu) sesuai dengan hukum Allah atau tidak. Tapi berlakukanlah kepada mereka hukummu dan para sahahabatmu.”
(HR Muslim)

Perhatikanlah bagaimana beliau membedakan antara hukum Allah dengan hukum seorang mujtahid. Nabi melarang menamai hukum mujtahid sebagai hukum Allah.

Sama halnya dengan hasil analisa seorang dokter, tidak boleh ia menisbatkan analisanya sebagai kesehatan ala Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

HAKIKAT BID’AH dan Hukum-Hukumnya – Pembagian Bid’ah # 2…

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Pembagian Bid’ah # 1) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Pembagian Bid’ah # 2 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

Kita lanjutkan.. kajian hakikat bid’ah nya…

Kemarin sudah kita sebutkan bahwa bid’ah tebagi menjadi 2…

Bid’ah Haqiqiyah : yaitu bid’ah yang sama sekali tidak ada asalnya dari syari’at.
Bid’ah ‘Idhofiyah : yaitu bid’ah yang ditambahkan pada perkara yang disyari’atkan

Contoh : sholat disyari’atkan lalu kemudian ditambahkan padanya bacaan-bacaan atau gerakan-gerakan yang tidak ada asalnya dari syari’at.

Al Imam asy-Syatibi membagi bid’ah ‘Idhofiyah menjadi 2 macam:

1⃣ Bid’ah ‘Idhofiyah yang mendekati bid’ah Haqiqiyah.
Contohnya : adalah orang yang tidak mau memakai pakaian yang bagus, dimana ia menganggap memakai pakaian yang bagus itu cinta dunia, atau dalam rangka melatih jiwa dan ia tidak mau makan-makanan yang enak karena takut tertipu dengan dunia misalnya, atau takut ujub dan yang lainnya.

Makanya yang seperti ini tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah, Rosulullah tetap makan makanan yang biasa, yang enak, memakai pakaian yang bagus namun tidak mewah. Adapun kemudian beribadah kepada Allah dengan cara meninggalkan pakaian yang bagus dan baik, atau meninggalkan makanan yang enak, yang baik, yang sehat tentu ini adalah perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah ‎shollallahu ‘alayhi wasallam

2⃣ Bid’ah ‘Idhofiyah yang mendekati sunnah, sampai-sampai dikira itu sunnah, padahal bukan.

Contoh : adalah terus menerus melakukan suatu ibadah sunnah yang Nabi tidak mendawamkannya, karena perbuatan ibadah sunnah itu ada 2:

ada yang didawamkan oleh Nabi, seperti sholat tahajud, sholat qobliyah shubuh, sholat witir, sholat sunnah rowatib.
ada lagi sholat yang tidak di dawamkan oleh Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wasallam dari ibadah-ibadah yang sifatnya sunnah, seperti sholat qobliyah magrib, sholat sunnah mutlak dan yang lainnya.

Ketika kita mendawamkan dan terus-menerus sesuatu yang Nabi tidak dawamkan itu bisa saja menjadi bid’ah.

Sebuah contoh misalnya Syaikhul Islam, menyebutkan bahwa tidak baik membaca terus menerus di shubuh hari Jum’at, (surat) Assajadah terus, sehingga akhirnya dikira oleh orang, bahwa itu hukumnya wajib. Maka yang seperti inipun tidak bagus.

Sofyan ats-Tsauriy juga pernah ditanya tentang orang yang memperbanyak membaca Al Ikhlas dan tidak membaca surat yang lainnya, pokoknya dalam sholat dia hanya membaca Al Ikhlas saja diulang-ulang, maka Sofyan ats-Tsauriy tidak menyukainya dan berkata

‎إنما أنتم متبعون فاتّبعوا الأولين

“kalian itu harusnya ittiba’, maka ikutilah orang-orang pertama

‎ولم يبلغنا عنهم نحو هذا

dan tidak pernah sampai kepada kami ibadah seperti itu

‎وإنما أنزل القرآن ليُقرأ ولا يُخص شيء

Alqur’an diturunkan untuk dibaca semuanya, tidak dikhususkan suatu surat tanpa surat yang lainnya”

(Dalam Kitab Al-Bida’ Wannahyu ‘Anha halaman 43)

Maka ini adalah diantara contoh bid’ah ‘Idhofiyah yang dikira oleh orang itu sunnah, padahal ternyata itu tidak sunnah, tapi masuk dalam kategori yaitu bid’ah ‘Idhofiyah.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.

Dari kitab yang berjudul Haqiiqotul Bid’ah wa Ahkaamuhaa, tentang Hakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya, ditulis oleh Syaikh Sa’id bin Nashir Al Ghomidi, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Haqiiqotul Bid’ah wa AhkaamuhaaHakikat Bid’ah dan Hukum-Hukumnya
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

AL FAWAID AL ILMIYYAH GROUP

SELESAI – Tangki Air Bersih…

UPDATE – RABU PAGI 10 SHOFAR 1441 / 09 OKTOBER 2019
.
Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk distribusi +/- 150 tangki air bersih @ 5.000 liter SUDAH TERPENUHI, walhamdulillah.. oleh karena itu kami SUDAHI pengumpulan donasi tangki air bersih. silahkan cek daftar penerimaan ➡️ 

Daftar Penerimaan Donasi - Tangki Air Bersih - Lotim dan Jawa Tengah

alhamdulillah alladzii bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat…

GALLERY (klik salah satu gambar lalu geser kiri/kanan)

===================================
DONASI DISTRIBUSI 150 TANGKI AIR BERSIH @ 5.000 LITER DI LOMBOK TIMUR DAN JAWA TENGAH
.
Bismillahirrohmaanirrohiim
.
Alhamdulillah.. ash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah

Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “sedekah apakah yang PALING afdhol ?” Beliau menjawab: “memberikan minuman.” [HR. Ahmad, dihasankan oleh Syeikh Albani].

Ibnu Baththol -rohimahulloh- dalam Syarah Shohih Bukhorinya mengatakan: “Memberikan minuman, merupakan salah satu ibadah paling agung yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Salah seorang tabi’in mengatakan: “Barangsiapa banyak dosanya, maka hendaknya dia (bersedekah) memberikan minuman (kepada orang lain). Karena, jika dosa seorang yang memberikan minuman kepada anjing saja bisa diampuni, apalagi orang yang memberikan minuman kepada seorang mukmin yang bertauhid, atau memberikan kehidupan kepadanya ?!”.

Dengan izin Allah, kami membuka kesempatan amal jariyah, yaitu distribusi dan pengadaan air besih seumlah +/- 150 tangki air @ 5.000 liter ke sejumlah dusun/desa krisis air di Lombok Timur dan Jawa Tengah. Total biaya yang diperlukan  Rp. 51.000.000 (lihat UPDATE SALDO paling atas)

yang hendak berpatisipasi dalam program amal jariyah ini, silahkan transfer ke :
.
bank syariah mandiri (kode bank 451)
.
no. rekening : 748 000 9996
.
an. al ilmu INFAQ
.
konfirmasi (tidak harus) :
0838 0662 4622
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya. Semoga Allah menerimanya dan menjadikannya naungan kelak di yaumul hisab.. hari dimana tidak ada naungan selain naungan Allah Subhanahu Wata’ala.. 
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Kafarat Ghibah…

‏قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله :
.
كفارة الغيبة إن علم صاحبك ، فاذهب إليه واستسمح منه ، وإن لم يعلم فكفارة ذلك أن تستغفر له ، وأن تذكر صفاته الحميدة في المجلس الذي اغتبته فيه ؛ لأن الحسنات يذهبن السيئات
.
– لقاء الباب المفتوح

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Kafarat ghibah jika yang di ghibahi tahu, minta maaflah kepadanya. Jika tidak tahu maka kafaratnya mohon ampunan untuknya dan menyebut kebaikannya di majelis yang kami ghibahi ia. Karena kebaikan menghapus keburukan”

[Liqo al Baabul Maftuh]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Apabila Allah Memberimu Ilmu…

قال أبو قلابة -وهو من أعلام التابعين- :

“إذا أحدثَ الله لك علماً، فأحدِثْ لله عبادةً
ولا تكن إنما همّكَ أن تحدثَ به الناسَ”

“فتح المغيث”٣/ ٢٩٤

Abu Qilabah rohimahullah, seorang tabi’in berkata,

“Apabila Allah memberimu ilmu maka timbulkanlah ibadah kepada Allah. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk men-share kepada manusia.”

[Fath al-Mughits 294/3]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

Menebar Cahaya Sunnah