Perkara Yang Harus Dilakukan AGAR Kita Kelak Bisa Minum Dari Telaga Haudh…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

 

Tentang TELAGA HAUDH…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Waktunya Berpuasa…

Saat kita berada di hari-hari utama pada bulan haram (baca: bulan Dzul Qa’dah), tentu saja iman kita akan menggerakkan raga ini untuk memperbanyak ibadah.

Diantara ibadah yang direkomendasi oleh mayoritas ulama kita (madzhab hanafiyyah, malikiyyah, syafi’iyyah dan sebagian ulama hanabilah) adalah *berpuasa sunnah.*

Diantara dalilnya, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Perbanyaklah berpuasa di bulan-bulan haram (Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Al Muharram, dan Rajab) dan berbukalah di sebagian hari-harinya.”
(HR. Ahmad, Syu’aib Al Arnauth menyatakan hasan lighairihi)

Maka jangan menunda,
niatkan berpuasa di bulan haram, lakukan dan nikmati keutamaannya dalam kehidupan anda.

Catatan:
Banyak ulama menasehati agar kita tidak berpuasa sebulan penuh sebagaimana hadits diatas dan ‘Aisyah menyatakan Nabi tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.
(HR. Muslim)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Amalan-Amalan Yang Berat Timbangan Pahalanya Di Sisi ALLAH…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Perkara Yang Menjadi Jaminan Seseorang Dimasukkan Ke Surga…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 22 : Membimbing Sikap Tawasuth (Pertengahan) dan Mencela Sikap Meremehkan dan Ghuluw…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 22

Al Qur’an membimbing kepada sikap tawasuth (pertengahan) dan mencela sikap meremehkan dan sikap ghuluw (melebihi batas).

Allah Ta’ala berfirman:
إن الله يأمر بالعدل

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada keadilan.” (An Nahl:90)

Terhadap para Nabi, Al Qur’an menyuruh untuk beriman kepada mereka, mencintai, menghormati dan mengetahui keagungan hak mereka.

Sebaliknya, Al Qur’an melarang bersikap guluw kepada mereka dengan mendudukkan mereka melebihi kedudukan mereka sebagai hamba dan nabi.

Al Qur’an mencela yahudi yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmu. Juga mencela nashrani yang beramal tanpa ilmu. Dan memerintahkan untuk berilmu dan beramal.

Dalam masalah infaq misalnya. Al Qur’an melarang kekikiran, namun juga melarang sikap pemborosan.

ولا تجعل يدك مغلولة إلى عنقك ولا تبسطها كل البسط

“Janganlah kamu merantai tanganmu ke lehermu (kikir) dan jangan pula terlalu membukanya (boros).” (Al Isra: 29)

Dan sebagainya

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 23 : Perintah Untuk Menjaga Batasan-Batasan Allah …

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Pelajaran Dari Kehidupan…

Ulat itu menjijikkan
Berjalannya pun lambat menggelikan…

Tapi Sang ulat mulai berbenah, ia pun menggeliat memasuki kempompong, memenjarakan dirinya untuk merancang cita-citanya, memulai mengepakkan sayapnya, dan terbang sebagai kupu-kupu.

Ia tak lagi menjijikkan tapi indah menawan
Ia tak lagi lambat berjalan, bahkan tak berlari tapi ia terbang menggapai impian…

Terkadang langkah harus terhenti
Bahkan harus mundur ke belakang..
Bukankah anak panah akan melesat melaju ke depan sesudah ia ditarik ke belakang ?

Fadlan Fahamsyah,  حفظه الله تعالى 

Apakah Yang Kelak Ditimbang Amalannya Saja Atau Juga Orangnya…?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Apakah Hanya Ada Satu Ataukah Ada Banyak Timbangan/Al Mizan..?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, حفظه الله

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rahimahumallah.

Menebar Cahaya Sunnah