Sentuhan Al Qur’an…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Allah berfirman yang artinya:

“Apakah kalian mengira..
bahwa kami menciptakan kalian sia sia..
dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami..
maha tinggi Allah raja yang haq..”
QS 23: 115-116

Indahnya al Qur’an..
bagi kaum yang berfikir…

Menanyakan Amalan Orang Lain…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Bila ada teman menanyakan apakah kita telah berbuat suatu amalan seperti tahajjud, membaca AlQur’an atau lainnya, bagaimana menjawabnya, apakah harus jujur atau bolehkah kita berdusta (untuk menjaga dari perasaan ujub dan riyaa’) ?

Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini :

Heh.. Si Fulan Itu Wali Lho…

Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Heh.. Si fulan itu wali lho… dia punya banyak KAROMAH.. Masa dia salah?

Itulah yang sering kita dengar saat kita menyampaikan tuntunan Nabi -shollallohu alaihi wasallam- yang telah menjadi asing di tengah-tengah masyarakat zaman akhir ini. Padahal karomah itu tidak menjadikan pemiliknya maksum.

Sekaliber Imam Syafi’i -rohimahulloh- saja mengatakan:

“Jika kalian dapati dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi SUNNAH rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, maka ambillah perkataan beliau itu, dan TINGGALKAN perkataanku!” [Siyaru A’lamin Nubala’ 10/34].

Jika Imam Syafi’ saja demikian, bagaimana dengan orang yang di bawah beliau…

Dan tentang KAROMAH para wali dan kekasih Allah ini, Syeikhul Islam -rohimahulloh- mengatakan:

“Karomahnya orang-orang saleh itu menunjukkan kebenaran agama (Islam) yang dibawa oleh Rosul, dia TIDAK menunjukkan bahwa wali itu maksum, TIDAK pula menunjukkan bahwa wali itu harus dita’ati dalam semua perkataannya.

Dari sinilah banyak orang dari kaum nasrani dan yang lainnya tersesat, karena orang-orang hawariyyun (pembela Nabi Isa alaihissalam) dan yang lainnya, mereka dahulu memiliki banyak karomah, sebagaimana orang-orang saleh dari umat ini memiliki banyak karomah.

Kemudian mereka mengira bahwa karomah tersebut menjadikan mereka maksum, sebagaimana mukjizat para nabi menjadikan mereka maksum, sehingga mereka mengharuskan mengikuti para pemilik karomah tersebut dalam semua ucapan mereka.

Dan ini kesalahan, karena Nabi itu wajib diikuti semua perkataannya, karena beliau seorang nabi yang mendakwakan kenabian, dan mukjizat itu sebagai bukti kejujurannya, dan Nabi adalah seorang yang maksum.

Adapun karomah, dia tidaklah menunjukkan kenabian, tapi menunjukkan (benarnya) mengikuti Nabi dan benarnya agama Nabi, oleh karenanya karomah itu tidak menjadikan pengikut Nabi (pemilik karomah) itu menjadi maksum”.

[Kitab: Annubuwwat 1/143].

———

Keterangan di atas bukan bertujuan merendahkan kedudukan karomah para wali, TAPI untuk mendudukkannya pada tempatnya yang layak, sehingga dapat menyelamatkan kaum muslimin dari godaan setan yang sangat lihai memanfaatkan karomah ini untuk menyesatkan manusia.

Semoga Allah menjaga dan meneguhkan kita di atas jalan-Nya yang lurus, amin.

Menebar Cahaya Sunnah