Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Mengapa kita tidak diperbolehkan memberikan ucapan selamat hari raya non muslim ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Mengapa kita tidak diperbolehkan memberikan ucapan selamat hari raya non muslim ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Sebagai aparat keamanan, penanya mendapat tugas menjaga rumah ibadah non muslim yang merayakan hari raya mereka. Bagaimana ia menyikapinya sebagai seorang muslim ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Mengapa Musnad Imam Ahmad rohimahullah tidak dimasukkan dalam Kutubu Sittah ?
Simak jawaban Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badrin MA, حفظه الله تعالى
Bagi banyak orang, menyikapi undangan perayaan natalan atau yang serupa terasa dilematis. Tidak datang, ndak enak sama yang ngundang, tapi kalau datang kok itu perayaan agama lain? Aduuuh, bingung deh jadinya.
Ada lagi yang mendadak jadi ahli ijtihad, atau paling kurang ahli fatwa. Kan hanya datang untuk ikut makan makan, tidak untuk ikut merayakan atau menjalankan ibadahnya, Mengapa dirisaukan?
Berbicara masalah seperti ini, saya yakin sudah sering dibicarakan dan dibahas, terlebih pada hari hari ini. Karena itu saya rasa sudah cukup banyak dalil yang diutarakan dan alasan yang dikemukakan untuk melarang ummat islam ikut serta merayakan natalan. Namun pada status ini saya ingin menyoroti ucapan di atas: “ndak enak perasaan bila tidak hadir pada undangan teman dekat, atau atasan atau kerabat, padahal mereka sudah baik kepada kita selama ini”.
Mendengar atau membaca ucapan di atas, terasa disambar petir. Kok bisa orang islam merasa sungkan, tidak enak perasaan menolak undangan natalan?!
Di saat yang sama orang nashara tanpa sungkan mengundang anda menghadiri perayaannya, padahal ia tahu bahwa anda membenci agamanya, meyakini bahwa agama dia sesat, bahkan bentuk kejahatan dan penipuan terbesar.
Betapa tidak, setiap orang yang berakal sehat akan heran, kok ada anak tuhan atau bahkan tuhan kalah oleh teroris, sehingga mati dibunuh dengan sadis? Walau demikian, mereka Dengan enaknya mengundang anda untuk menghadiri perbuatan jahat alias hina dan bodoh mereka. Namun anehnya, anda merasa malu atau sungkan untuk menunjukkan kecerdasan, kebenaran dan keadilan anda?
Mereka tanpa sungkan menunjukkan keyakinannya, dan bahkan menawarkannya kepada anda dalam bentuk undangan “makan&minum” namun aneh sekali, anda malu untuk menyuarakan dan menunjukkan keyakinan anda?
Mungkinkah, adanya “makan & minum” telah berhasil melunturkan kehormatan iman dan harga diri keyanikan anda?
Seharusnya mereka menjaga perasaan anda yang sakit hati dan murka bila menyaksikan perbuatan kufur mereka. Namun kenyataannya sangat aneh, andalah yang kini merasa sungkan dan merasa perlu untuk menjaga perasaan mereka, sedangkan mereka merasa bangga sehingga berani mengundang anda, seakan undangan mereka ini adalah bentuk kehormatan yang mereka berikan kepada anda. Padahal sejatinya undangan ini adalah bentuk penghinaan dan penistaan terhadap agama dan keyakinan anda.
Kenapa kok seakan telah tidak ada rasa sakit hati sedikitpun pada diri anda atau amarah karena mengetahui mereka menghinakan Allah, Tuhan Yang Maha Suci? Kemanakah, suara iman anda? Kemanakah semangat ingkar mungkar dan amar ma’ruf anda?
Ustadz Abdullah Taslim, MA, حفظه الله تعالى
Seseorang di negara ini telah mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam belum tentu masuk surga. Apakah benar demikian ?
Simak jawaban Ustadz Abdullah Taslim, MA, حفظه الله تعالى berikut ini:
Ustadz Abdullah Taslim, MA, حفظه الله تعالى
Apa keutamaan sholat Isyroq dan bagaimana tata caranya ?
Simak jawaban Ustadz Abdullah Taslim, MA, حفظه الله تعالى berikut ini:
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعالى
Sebagai manusia, anda pasti punya perasaan. Dan karena berperasaan, tentu anda ingin untuk selalu merasa nyaman dan senang.
Saya yakin, siapapun anda tidak akan pernah mengharapkan adanya rasa tidak nyaman walau hanya sedikit. Rasa tidak nyaman sekecil apapun sebisa mungkin anda hindari dan jauhkan.
Siapapun diri anda saya yakin pasti anda tidak pernah bercita cita untuk menjadi korban keusilan orang lain.
Menurut hemat anda, Adakah yang salah dengan sikap di atas?
Namun demikian sangat mengherankan bila kemudian ada tetangga atau teman anda yang MENDUGA bahwa anda mencurigai dirinya. Setiap usaha anda mencari rasa nyaman ia anggap sebagai bentuk kekecewaan anda kepada dirinya. Ia meyakini bahwa dengan upaya semacam itu berarti anda meyakini bahwa tetangga atau teman andalah yang menjadi biang rasa tidak nyaman. Demikian seterusnya, ia merasa sebagai pihak yang tertuduh.
Cara berpikir semacam ini bisa jadi benar namun kenyataannya lebih sering sebagai bentuk suuzzhon/buruk sangka. Betapa tidak, siapakah orangnya yang sakit hati atau kecewa bila mendapat kesenangan?
Dan sebaliknya, siapakah orangnya yang siap disakiti atau diusik atau diganggu kepentingannya?
Karena itu, sikapilah dengan baik usaha teman anda mencari kenyamanan dan tidak perlu merasa sebagai yang tertuduh. Karena ternyata anda juga melakukan hal yang sama.
Sebagaimana bila anda merasa tidak siap untuk disakiti maka sepatutnya anda jangan pernah menyakiti. Dan sebagaimana anda merasa perlu untuk membentengi diri agar tidak diganggu, maka jangan pernah anda mengorbankan orang lain apalagi menjadikan orang lain sebagai tumbal demi kenyamanan diri anda sendiri.
Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam setiap kali keluar rumah, beliau berdoa:
اللهم إني أعوذ بك من أن أزل أو أضل أو أظلم أو أظلم أو أجهل أو يجهل علي
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat/berbuat kesalahan atau disesatkan, tindak kelaliman atau menjadi korban kelaliman, bersikap bodoh atau menjadi korban kebodohan orang.” ( Abu Dawud dll)