Rumah Tanpa Isteri Ibarat Malam Tanpa Rembulan

Ustadz Abdullah Hadrami, حفظه الله تعالى

Isteri adalah pengganti ibu yang sangat dibutuhkan setiap lelaki, karena laki-laki itu, siapapun dia, setinggi apapun ilmu dan kedudukannya tetap saja dia adalah lelaki yang tidak lain hanyalah;
‘Anak Kecil Bertubuh Besar [Thiflun Kabir]’.

Cara memahami laki-laki itu sama persis dengan cara memahami anak kecil.

Suami yang lelah bekerja dan beraktivitas di luar rumah merasa bahagia ketika telah pulang ke rumah karena mendapatkan apa yang ia inginkan dari isterinya..

Bersama isteri, suami mendapatkan sakinah, yaitu; ketenangan, ketenteraman dan kedamaian.

Dalam rumah tangga ada mawaddah wa rahmah, yaitu; cinta dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan setiap insan.

Sungguh benar firman Allah dalam surat 30 Ar-Ruum ayat 21 yang artinya;

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Isteri ibarat “pakaian” bagi suami yang memberikan kehangatan, kenyamanan, menutupi keburukan dan memperindah suaminya.

“Di balik laki-laki yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu isterinya.”

Kata orang Jawa, isteri itu adalah “garwo” sigare nyowo atau separuh jiwa.

Isteri adalah partner dan mitra suami, ia ada untuk menyempurnakan iman dan hidup kita agar hidup kita menjadi semakin “hidup”…

Terima Kasih Cinta..

Diantara jasa-jasa Isteriku;
1. Mau menikah denganku.
2. Menyelamatkanku dari perbuatan terlarang.
3. Setia menemani dan membantuku dalam suka dan duka.
4. Mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anakku.
5. Menjadi madrasah bagi anak-anakku.
6. Sabar merawat anak-anakku dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.
7. Menjadi pelengkap hidupku…Dll..

Ya Allah, kumpulkan kami di dunia ini sampai di Jannah Firdaus, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat ridhaMu tanpa kemurkaanMu selamanya.. Ya Robb..

Uhibbuki Ya Zaujati.. Jazakillah Khoir Wa Barokalloh Fiik..

Antara Rindu Dan Mabuk Kepayang

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وَسُئِلَ بعض الْعلمَاء عَن عشق الصُّور فَقَالَ قُلُوب غَفَلَتْ عَن ذكر الله فابتلاها الله بعبودية غَيره

“Seorang ulama ditanya tentang mabuk kepayang terhadap keelokan rupa, maka ia menjawab : “Itu adalah hati yang lalai dari mengingat Allah maka Allahpun menghukumnya dengan tunduk kepada selain Allah” (Miftaah Daaris Sa’aadah 1/112)

Kerinduan terhadap keindahan rupa wajah yang mempesona adalah kewajaran, akan tetapi jika sampai pada derajat ‘isyq (mabuk kepayang) yang menjadikannya lalai dan tidak teringat dibenaknya dan hatinya kecuali keelokan rupa tersebut, maka itu menunjukan hatinya telah lalai dari mengingat Allah, sehingga terisilah hatinya dengan ketundukan kepada rupa yang jelita tersebut. Wallahu A’lam

Toleransi Dalam Islam

Ust. M Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Prinsip toleransi yang ditawarkan Islam dan ditawarkan sebagian kaum muslimin sungguh sangat jauh berbeda. Sebagian orang yang disebut ulama mengajak umat untuk turut serta dan berucap selamat pada perayaan non muslim. Namun Islam tidaklah mengajarkan demikian. Prinsip toleransi yang diajarkan Islam adalah membiarkan umat lain untuk beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka. Senyatanya, prinsip toleransi yang diyakini sebagian orang berasal dari kafir Quraisy di mana mereka pernah berkata pada Nabi kita Muhammad,

“Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.” (Tafsir Al Qurthubi, 14: 425).

Prinsipnya sama dengan kaum muslimin saat ini di saat non muslim mengucapkan selamat Idul Fitri, mereka pun balik membalas mengucapkan selamat natal. Itulah tanda akidah yang rapuh.
Toleransi dalam Islam vs JIL

Siapa bilang Islam tidak mengajarkan toleransi? Justru Islam menjunjung tinggi toleransi. Namun toleransi apa dulu yang dimaksud. Toleransi yang dimaksud adalah bila kita memiliki tetangga atau teman Nashrani, maka biarkan ia merayakan hari besar mereka tanpa perlu kita mengusiknya. Namun tinggalkan segala kegiatan agamanya, karena menurut syariat islam, segala praktek ibadah mereka adalah menyimpang dari ajaran Islam alias bentuk kekufuran.

Satu kesalahan besar bila kita turut serta merayakan atau meramaikan perayaan mereka, termasuk juga mengucapkan selamat. Sebagaimana salah besar bila teman kita masuk toilet lantas kita turut serta masuk ke toilet bersamanya. Kalau ia masuk toilet, maka biarkan ia tunaikan hajatnya tersebut. Apa ada yang mau temani temannya juga untuk lepaskan kotorannya? Itulah ibarat mudah mengapa seorang muslim tidak perlu mengucapkan selamat natal. Yang kita lakukan adalah dengan toleransi yaitu kita biarkan saja non muslim merayakannnya tanpa mengusik mereka. Jadi jangan tertipu dengan ajaran toleransi ala orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang “sok intelek” yang tak tahu arti toleransi dalam Islam yang sebenarnya.
Toleransi dalam Islam

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Ayat ini mengajarkan prinsip toleransi, yaitu hendaklah setiap muslim berbuat baik pada lainnya selama tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik kepada non muslim yang tidak memerangi kalian seperti berbuat baik kepada wanita dan orang yang lemah di antara mereka. Hendaklah berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247). Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan bahwa bentuk berbuat baik dan adil di sini berlaku kepada setiap agama. Lihat Tafsir Ath Thobari, 14: 81.

Sedangkan ayat selanjutnya yaitu ayat kesembilan adalah berisi larangan untuk loyal pada non muslim yang jelas adalah musuh Islam. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 248.
Bentuk Toleransi atau Berbuat Baik dalam Islam

Bagaimana toleransi atau bentuk berbuat baik yang diajarkan oleh Islam?
1- Islam mengajarkan menolong siapa pun, baik orang miskin maupun orang yang sakit.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.” (HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244). Lihatlah Islam masih mengajarkan peduli sesama.
2- Tetap menjalin hubungan kerabat pada orang tua atau saudara non muslim.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15). Dipaksa syirik, namun tetap kita disuruh berbuat baik pada orang tua.

Lihat contohnya pada Asma’ binti Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ibuku pernah mendatangiku di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan membenci Islam. Aku pun bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tetap jalin hubungan baik dengannya. Beliau menjawab, “Iya, boleh.” Ibnu ‘Uyainah mengatakan bahwa tatkala itu turunlah ayat,

لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِى الدِّينِ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu ….” (QS. Al Mumtahanah: 8) (HR. Bukhari no. 5978).
3- Boleh memberi hadiah pada non muslim.

Lebih-lebih lagi untuk membuat mereka tertarik pada Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

رَأَى عُمَرُ حُلَّةً عَلَى رَجُلٍ تُبَاعُ فَقَالَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ابْتَعْ هَذِهِ الْحُلَّةَ تَلْبَسْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَإِذَا جَاءَكَ الْوَفْدُ . فَقَالَ « إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذَا مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ فِى الآخِرَةِ » . فَأُتِىَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مِنْهَا بِحُلَلٍ فَأَرْسَلَ إِلَى عُمَرَ مِنْهَا بِحُلَّةٍ . فَقَالَ عُمَرُ كَيْفَ أَلْبَسُهَا وَقَدْ قُلْتَ فِيهَا مَا قُلْتَ قَالَ « إِنِّى لَمْ أَكْسُكَهَا لِتَلْبَسَهَا ، تَبِيعُهَا أَوْ تَكْسُوهَا » . فَأَرْسَلَ بِهَا عُمَرُ إِلَى أَخٍ لَهُ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ قَبْلَ أَنْ يُسْلِمَ

“’Umar pernah melihat pakaian yang dibeli seseorang lalu ia pun berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Belilah pakaian seperti ini, kenakanlah ia pada hari Jum’at dan ketika ada tamu yang mendatangimu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Sesungguhnya yang mengenakan pakaian semacam ini tidak akan mendapatkan bagian sedikit pun di akhirat.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan beberapa pakaian dan beliau pun memberikan sebagiannya pada ‘Umar. ‘Umar pun berkata, “Mengapa aku diperbolehkan memakainya sedangkan engkau tadi mengatakan bahwa mengenakan pakaian seperti ini tidak akan dapat bagian di akhirat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Aku tidak mau mengenakan pakaian ini agar engkau bisa mengenakannya. Jika engkau tidak mau, maka engkau jual saja atau tetap mengenakannya.” Kemudian ‘Umar menyerahkan pakaian tersebut kepada saudaranya di Makkah sebelum saudaranya tersebut masuk Islam. (HR. Bukhari no. 2619). Lihatlah sahabat mulia ‘Umar bin Khottob masih berbuat baik dengan memberi pakaian pada saudaranya yang non muslim.

Baca selengkapnya :
http://rumaysho.com/aqidah/toleransi-dalam-islam-5673

Laporan Dana Ta’awun 18 Desember 2014

بسـم الله الرحمن الرحيـمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, “Program Ta’awun” terus berjalan. Dalam program ini para donatur yang mendaftarkan diri, mendonasikan sejumlah dana tetap setiap bulannya secara ikhlas, yang akan digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin, dalam bentuk dana dan/atau sembako.Total Dana per Kamis 18 Desember 2014 sebesar :
Masuk : Rp. 15.273.355
Disalurkan : Rp. 7.000.000

Saldo : Rp. 15.273.355

Program yang telah dilakukan adalah paket sembako ke 100 KK.

Bagi yang ingin bergabung dan menjadi donatur tetap dalam program ini, mohon kirim data sebagai berikut:
* Nama
* Email address
* No Hp yang bisa dihubungi
* pin BB
* Nilai donasi per bulannya
Kirim ke.: +6281280414886
PIN BB. : 2758CCC5

* No rekening program ta’awun:

748 000 444 7
AL ILMU TA’AWUN
Bank Syariah Mandiri ( BSM )
Kode Bank 451 .

* Sumbangan berupa barang (sembako) kirim ke alamat :
Jl Batas 1 no 40 rt 02 rw 03 Kalisari Jakarta Timur.
PIC : +6281311305100
Laporan penerimaan dan pengeluaran dana dapat dilihat di :

https://bbg-alilmu.com/archives/11135

Semoga Allahu Ta’ala meridhoi program ini dan menjadikannya wasiilah amal kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak.

أميــــن يــارب العـالــمي
بارك الله فيكم

Saldo Awal        4,022,855
Pemasukan
31/08/2014 08:20 Ta’awun 100,000
31/08/2014 09:29 Ta’awun 350,000
01/09/2014 07:27 Ta’awun 50,000
01/09/2014 22:20 Ta’awun 100,000
02/09/2014 10:12 Ta’awun 300,000
03/09/2014 07:05 Ta’awun 100,000
04/09/2014 08:22 Ta’awun 50,000
04/09/2014 12:20 Ta’awun 75,000
04/09/2014 19:46 Ta’awun 100,000
09/09/2014 21:41 Ta’awun 100,000
10/09/2014 18:53 Ta’awun 200,000
12/09/2014 06:56 Ta’awun 50,000
15/09/2014 12:49 Ta’awun 100,000
19/09/2014 11:51 Ta’awun 25,000
20/09/2014 06:58 Ta’awun 50,000
21/09/2014 15:19 Ta’awun 300,000
23/09/2014 17:37 Ta’awun 200,000
24/09/2014 10:16 Ta’awun 50,000
24/09/2014 12:30 Ta’awun 500,000
24/09/2014 13:22 Ta’awun 600,000
24/09/2014 18:58 Ta’awun 100,000
25/09/2014 04:09 Ta’awun 100,000
25/09/2014 13:12 Ta’awun 50,000
25/09/2014 20:06 Ta’awun 100,000
26/09/2014 09:04 Ta’awun 100,000
26/09/2014 09:31 Ta’awun 200,000
26/09/2014 13:20 Ta’awun 50,000
26/09/2014 18:26 Ta’awun 50,000
28/09/2014 06:48 Ta’awun 50,000
29/09/2014 06:04 Ta’awun 50,000
30/09/2014 08:17 Ta’awun 500,000
30/09/2014 17:01 Ta’awun 500,000
01/10/2014 09:16 Ta’awun 50,000
01/10/2014 13:12 Ta’awun 50,000
02/10/2014 06:14 Ta’awun 50,000
02/10/2014 15:35 Ta’awun 75,000
02/10/2014 17:35 Ta’awun 100,000
03/10/2014 09:02 Ta’awun 100,000
03/10/2014 12:46 Ta’awun 100,000
04/10/2014 09:55 Ta’awun 50,000
05/10/2014 06:23 Ta’awun 100,000
06/10/2014 16:24 Ta’awun 100,000
07/10/2014 08:32 Ta’awun 122,500
08/10/2014 17:23 Ta’awun 350,000
08/10/2014 18:20 Ta’awun 100,000
11/10/2014 13:51 Ta’awun 50,000
18/10/2014 18:36 Ta’awun 200,000
22/10/2014 15:06 Ta’awun 300,000
23/10/2014 11:21 Ta’awun 200,000
24/10/2014 08:43 Ta’awun 50,000
24/10/2014 20:31 Ta’awun 100,000
25/10/2014 10:38 Ta’awun 50,000
25/10/2014 19:56 Ta’awun 53,000
26/10/2014 12:54 Ta’awun 100,000
26/10/2014 19:02 Ta’awun 50,000
27/10/2014 18:27 Ta’awun 100,000
28/10/2014 20:02 Ta’awun 100,000
29/10/2014 04:50 Ta’awun 100,000
29/10/2014 08:55 Ta’awun 100,000
01/11/2014 07:36 Ta’awun 100,000
01/11/2014 09:59 Ta’awun 50,000
01/11/2014 16:33 Ta’awun 100,000
04/11/2014 15:24 Ta’awun 75,000
10/11/2014 07:46 Ta’awun 100,000
10/11/2014 15:53 Ta’awun 100,000
12/11/2014 06:40 Ta’awun 100,000
12/11/2014 18:14 Ta’awun 50,000
18/11/2014 17:00 Ta’awun 100,000
25/11/2014 05:37 Ta’awun 50,000
25/11/2014 16:44 Ta’awun 100,000
26/11/2014 08:27 Ta’awun 100,000
26/11/2014 09:50 Ta’awun 100,000
27/11/2014 04:47 Ta’awun 100,000
27/11/2014 12:43 Ta’awun 200,000
28/11/2014 19:49 Ta’awun 100,000
01/12/2014 17:31 Ta’awun 50,000
02/12/2014 10:32 Ta’awun 100,000
03/12/2014 05:05 Ta’awun 300,000
03/12/2014 12:37 Ta’awun 300,000
05/12/2014 07:16 Ta’awun 75,000
05/12/2014 17:09 Ta’awun 100,000
13/12/2014 21:57 Ta’awun 450,000
15/12/2014 07:55 Ta’awun 100,000
15/12/2014 08:49 Ta’awun 100,000
Pengeluaran
Penyaluran ke warga Kalisari        (7,000,000)
Saldo Akhir 8,273,355

Laporan Dana ZIS Plus 18 Desember 2014

بسـم الله الرحمن الرحيـم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, kami tetap membuka kesempatan bagi anda yang hendak menyalurkan dana zakat, infaq dan ribhat (riba+syubhat) ke pihak-pihak yang berhak menerima.

Berikut ini adalah laporan ringkas dana ZIS Plus yang terkumpul dan tersalurkan hingga kini :

Zakat :
Masuk : 22.419.994
Keluar : 1.740.000
Saldo : 20.679.994

Infaq :
Masuk : 9.221.500
Keluar : 7.065.000
Saldo : 2.156.500

Riba :
Masuk : 57.506.662
Keluar : 53.300.000
Saldo : 4.206.662

Rincian pemasukan dan pengeluaran dapat dilihat di :
https://bbg-alilmu.com/archives/11138

Semoga Allahu Ta’ala memberikan ridho-Nya atas program ini dan menjadikannya wasiilah amal kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak.

أميــــن يــارب العـالــمي

بارك الله فيكم

 

Laporan ZAKAT
Saldo Awal              11,879,994
Pemasukan
04/08/2014 11:15 Zakat Maal                1,000,000
01/09/2014 10:51 Zakat Maal                  495,000
25/09/2014 18:35 Zakat Maal                  495,000
26/09/2014 12:54 Zakat Maal                2,500,000
03/10/2014 08:37 Zakat Maal                2,500,000
04/10/2014 11:42 Zakat Maal                3,250,000
06/10/2014 10:39 Zakat Maal                  300,000
Pengeluaran
Bayar hutang uang sekolah              (1,740,000)
Saldo Akhir                20,679,994
Laporan RIBA
Saldo Awal                  240,671
Pemasukan
04/05/2014 08:35 Riba 50,000
06/05/2014 10:46 Riba 350,000
09/05/2014 15:04 Riba 5,000,000
14/05/2014 17:36 Riba 1,500,000
28/05/2014 10:42 Riba 1,160,000
01/06/2014 19:40 Riba 5,000,000
02/06/2014 18:54 Riba 50,000
24/06/2014 16:49 Riba 5,000,000
10/07/2014 06:42 Riba 200,000
11/07/2014 14:00 Riba 300,000
16/07/2014 08:46 Riba 2,000,000
21/07/2014 09:39 Riba 33,000
21/07/2014 09:45 Riba 515,000
21/07/2014 09:47 Riba 93,000
21/07/2014 09:52 Rba 629,000
21/07/2014 09:55 Riba 645,000
21/07/2014 17:48 Riba 200,991
24/07/2014 19:47 Riba 950,000
27/07/2014 15:29 Riba 5,000,000
09/08/2014 06:32 Riba 130,000
13/08/2014 09:45 Riba 70,000
21/08/2014 09:05 Riba 150,000
07/09/2014 12:31 Riba 600,000
26/09/2014 07:16 Riba 5,000,000
26/09/2014 07:17 Riba 5,000,000
02/10/2014 20:30 Riba 5,000,000
06/10/2014 06:38 Riba 400,000
17/10/2014 09:08 Riba 50,000
19/10/2014 14:31 Riba 105,000
24/10/2014 07:11 Riba 9,000,000
03/11/2014 10:50 Riba 110,000
18/11/2014 09:11 Riba 225,000
20/11/2014 05:19 Riba 500,000
20/11/2014 05:23 Riba 500,000
04/12/2014 11:19 Riba 1,500,000
11/12/2014 11:30 Riba 250,000
Pengeluaran
Tangki air STDIIS Jember              (1,500,000)
Biaya obat Miskin              (4,000,000)
Biaya keluarkan jenazah              (7,500,000)
Bantuan Miskin              (2,000,000)
Pulsa Asaatidz              (3,800,000)
Operasional Khitan/Qurban NTT               (10,500,000)
CT scan + obat bayi simtom “Dandy Walker                (6,000,000)
Biaya pasien kanker serviks                (7,000,000)
Biaya pasien kanker tulang belakang                (5,000,000)
Perbaikan Ponpes Salaf di Wangon akibat longsor                (6,000,000)
Saldo Akhir                  4,206,662
Laporan INFAQ
Saldo Awal                  871,500
Pemasukan
03/07/2014 09:10 Infaq 50,000
27/07/2014 15:28 Infaq 3,000,000
29/07/2014 09:30 Infaq 200,000
14/08/2014 12:00 Infaq 500,000
28/08/2014 10:15 Infaq 500,000
11/09/2014 14:08 Infaq 1,000,000
14/09/2014 05:36 Infaq 100,000
18/09/2014 11:36 Infaq 1,000,000
28/09/2014 06:09 Infaq 1,000,000
13/10/2014 18:28 Infaq 500,000
04/12/2014 11:18 Infaq 500,000
Pengeluaran
Biaya Bank Transfer                  (65,000)
Dauroh Mod              (6,000,000)
Biaya Web/Server              (1,000,000)
Saldo Akhir                  2,156,500

Ketika Sunnah Dianggap Menyelisihi Ajaran Syeh Siti Jenar

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Di beberapa daerah di Jawa, ajaran sunnah tidak diajarkan ke masyarakat oleh para ustadz setempat karena dianggap tidak sesuai dengan adat dan menyelisihi ajaran syeh Siti Jenar dan Sunan Ampel. Bagaimana kita menyikapinya ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini:

Bisakah Seorang Anak Sholeh Memberikan Syafa’at Kepada Orangtuanya Yang Di Neraka ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Bisakah seorang anak yang sholeh memberikan syafa’at kepada orangtuanya yang di neraka atau sebaliknya yaitu orangtua yang sholeh memberikan syafa’at kepada anaknya yang berada di Neraka  ?

Simak jawaban Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini:

 

 

Bila PRASANGKA BURUK Menghinggapi Hati Anda

Ibnu Qudamah -rohimahulloh- mengatakan:

“Jika terbetik di hatimu prasangka buruk terhadap seorang muslim, maka hendaklah kamu memberikan PERHATIAN yang lebih kepadanya dan juga MENDO’AKAN kebaikan untuknya.

Karena hal itu akan menjadikan setan marah dan menjauh dari Anda, sehingga dia tidak melemparkan kepada Anda prasangka buruk, karena khawatir Anda malah akan sibuk mendo’akan kebaikan untuknya dan lebih memperhatikannya..”

[Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah, hal: 172].

——–

Saudaraku, sibuklah memperbaiki diri sendiri…

Suatu ketika ada seseorang disebut keburukannya di depan Robi’ bin Khutsaim -rohimahulloh-, maka beliau pun mengatakan:

“Aku saja tidak puas dengan diriku, maka mengapa aku meninggalkannya, lalu mencela orang lain..?!

Sungguh para hamba itu takut kepada Allah atas dosa-dosa orang lain, tapi mereka merasa aman dari Allah atas dosa-dosa mereka sendiri..!”

[Syu’abul Iman, Albaihaqi, 10/57].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah