Jika Imam Sujud Sahwi Setelah Salam, Apakah Makmum Mengikutinya?

Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Syeikh Al-Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Intinya: Jika sujud (sahwi) nya imam sebelum salam, maka makmum wajib mengikutinya, apapun keadaannya.

Jika sujud (sahwi) nya imam SETELAH SALAM, maka apabila makmum tidak ketinggalan sama sekali; dia wajib mengikuti (sujud sahwinya) imam.

Namun, apabila makmum ketinggalan sebagian dari sholat imamnya, maka dia tidak usah mengikuti imamnya, karena adanya udzur bagi dia untuk mengikutinya (yaitu: adanya pemisah antara dia dengan sholatnya, berupa salam)…

Maka, apabila makmum mendapati lupanya imam, dia wajib sujud sahwi setelah salam. Dan apabila lupanya imam terjadi sebelum dia masuk bersamanya, maka dia tidak wajib sujud sahwi (setelah itu).

[Majmu’ Fatawa Syeikh Al-Utsaimin 14/46].

Jangan Lalaikan Ke-ridho-an Ibumu

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Kata seorang penyair “Keridoan ibu adalah rahasia sukses keberhasilanku”
Maka kejarlah keridoannya niscaya kesuksesan dunia dan akhirat akan mengejarmu…!!

Hati-hati jangan sampai engkau mengejar kesuksesan dunia sehingga engkau melalaikan dan melupakan keridoan ibumu…!!

Dalam hadits bahwa penyambung silaturahmi akan dilapangkan rizkinya, maka bagaimana lagi jika yang disambung silaturahmi adalah ibu, yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya hingga 3 kali…??

Senyuman ibumu adalah pintu surgamu dan kebahagiaan duniamu…

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami kesempatan untuk bakti kepada ibu kami sebelum maut menjemput kami.

Silaturahmi Sejati

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Penyambung silaturahmi sejati adalah yang tetap berbuat baik dan menyambung hubungan dengan kerabat yang berbuat buruk atau jahat kepadanya, dalam hadits :

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Bukanlah penyambung silaturahmi adalah yang hanya menyambung kalau dibaikin, akan tetapi penyambung silaturahmi adalah yang tetap menyambung meskipun silaturahminya diputuskan (oleh kerabatnya)” (HR Al-Bukhari no 5991)

Kita bersilaturahmi karena perintah Allah, tidak menunggu dibaiki baru kita berbuat baik. Justru semakin membuktikan kita tunduk kepada perintah Allah tatkala kita diputuskan silaturahmi -dengan keburukan ataupun kejahatan- namun kita tetap berusaha menyambungnya karena Allah.

Karenanya jangan sampai kita sekarang dalam kondisi lagi marahan sama keluarga…marahan sama kakak, atau adik, atau om atau tante, atau bahkan sama orang tua.

Maafkan mereka, dan tetap sambung silaturahmi…karena Allah, niscaya umur kita berkah dan dipanjangkan oleh Allah, rizki dilapangkan dan dimudahkan.

Siapa Sajakah Yang Dimaksud Dengan “Rahiim” Dan Sampai Mana Batasan Menyambungnya ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Siapa saja yang dimaksud dengan ‘Rahiim’, kerabat yang kita wajib menyambung perbuatan baik ? dan sampai mana batasan menyambungnya ?

Simak jawaban  Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Yang Menyewa Tempat Kita Melakukan Judi ?

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Seseorang memiliki tempat sarana olahraga futsal yang disewakan namun ternyata yang menyewa melakukan taruhan/judi, apakah hasil sewa yang diterima pemilik tempat futsal tersebut halal ?

Simak jawaban  Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

 

 

Belajarlah Bahasa Arab…

Ust. Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Belajarlah bahasa arab, agar Anda dapat memahami Alqur’an dan Sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam-.

=====

Dalam sebuah kajian di sebuah masjid di Inggris, Syeikh Sa’ad Asy Syatsri -hafizhohulloh- mengatakan:

Allah -jalla wa’ala- mengutus Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- dengan BAHASA ARAB yang jelas, bukankah Allah mampu untuk menjadikan Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- mengetahui semua bahasa dunia, lalu dia berbicara dengan semua kaum dengan bahasa mereka?! Meskipun demikian Dia menjadikannya tidak berbicara KECUALI dengan bahasa arab.

(Allah) Rabbul Izzah wal Jalal (juga) mampu untuk menurunkan banyak kitab dengan semua bahasa dunia, meski demikian Dia tidak menurunkan KECUALI Alqur’an yang berbahasa arab.

Oleh karena itu … KALIAN HARUS BELAJAR BAHASA ARAB, agar kalian dapat memahami Alqur’an dan dapat memahami Sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. Dan dengan begitu kalian dimungkinkan untuk sampai pada derajat ijtihad, dan tidak perlu bertaklid.

Diam Maka Rileks, Komentar Bikin Masalah

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Al-Hafiz Al-Mizzi rahimahullah berkata :

وَلَوْ سَكَتَ مَنْ لاَ يَدْرِي لاَسْتَرَاحَ وَأَرَاحَ، وَقَلَّ الْخَطَأُ، وَكَثُرَ الصَّوَابُ

“Kalau seandainya orang yang tidak tahu itu diam maka dia akan istirahat dan akan mengistirahatkan (orang banyak), akan sedikit kesalahan dan tersebar banyak kebenaran” (Tahdzibul Kamaal 4/362)

Jika kita punya ilmu berbicaralah, jika tidak maka lebih baik kita diam. Karena komentar kita terhadap sesuatu yang kita tidak punya ilmu tentangnya menjadikan banyak orang yang membacanya gelisah.

Semoga Allah menjadikan kita berbicara dengan ilmu

Menebar Cahaya Sunnah