Mengapa..?

Mengapa seringkali seseorang berat menjalankan syariat Islam, padahal katanya Islam itu ajaran yang ringan dan sesuai dengan fitrah manusia..?!

=====

Ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini :

1. Sesuai dengan fitrah, tidak harus ringan, bisa jadi terasa berat tapi masih wajar..

misalnya: bekerja mencari nafkah, itu sesuai fitrah, tapi tidak harus ringan.. ada juga orang-orang yang harus berjuang keras dalam mencari nafkahnya. Sesuai dengan fitrah, maksudnya fitrah manusia bisa menerimanya dan tidak menentangnya.

2. Yang berat menjalankan syariat, biasanya orang-orang yang fitrahnya sudah berubah karena dirusak oleh setan.. Seandainya masih lurus fitrahnya, tentu dia akan ringan menjalankan syariat.

Lihatlah anak kecil, ketika diminta menjalankan sebagian syariat, dia akan ringan menjalankannya.. begitu pula dengan orang dewasa yang fitrahnya masih lurus .. apalagi jika dia memiliki kesadaran bahwa dia sangat membutuhkan ibadahnya.

3. Bisa jadi seseorang sudah terbiasa menjalankan sesuatu yang ringan tapi salah, dan itu dianggap baik-baik saja.

Orang yang seperti ini bila dituntut menjalankan syariat yang lebih berat dari kebiasaannya, tentu akan merasa berat, karena sudah terbiasa dengan yang ringan.

4. Keberatan menjalankan syariat juga sering dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.. apalagi bila lingkungan sekitar memusuhinya saat menjalankan syariat.

Jadi bukan syariatnya yang berat, tapi karena lingkungan yang buruk, dia berat menjalankan syariat.

5. Kejahilan terhadap syariat Islam.

Dan ini efeknya sangat banyak.. bisa jadi sebenarnya bukan bagian syariat, dia anggap bagian syariat, padahal berat untuk dilakukan.. bisa jadi sebenarnya bukan wajib, dia anggap wajib.. bisa jadi sebenarnya ada banyak solusinya, dia tidak tahu.. bisa jadi sebenarnya boleh, dia anggap tidak boleh.. dst.

Wallahu a’lam.

Diposting oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.