Allah Ta’ala berfirman,
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا (٨)
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.. (Qs Al-Insan ayat 8)
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا (٩)
(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu..” (Qs Al-Insan ayat 9)
● Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
من طلب من الفقراء الدعاء أو الثناء خرج من هذه الآية
“Siapa yang meminta dido’akan oleh fakir miskin (setelah memberinya) maka ia keluar dari ayat ini..”
(Majmu’ Fatawa 11/111)