Audio

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-DELAPAN…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-TUJUH bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-SEMBILAN (segera menyusul…)
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-DELAPAN 🌿

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa ia pernah mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mengangkat kepalanya dari ruku’ di roka’at yang terakhir dketika sholat Shubuh, beliau mengucapkan: ‘Allaahummal ‘an fulaanan wa fulaanan wa fulaanan (Wahai Allah laknatlah Si Fulan, Si Fulan, dan Si Fulan)’, setelah beliau mengatakan Sami’allahu liman hamidah Robbanaa walakal hamdu,’ 

Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya): ‘Sama sekali soal (mereka) itu bukan menjadi urusanmu, apakah Allah akan menerima taubat mereka, atau mengadzab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zholim’ (QS Ali Imran/3:128).

[HR. Bukhari, no. 4069]

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-TUJUH…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-ENAM bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-DELAPAN bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-TUJUH 🌿

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa gigi geraham Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pecah ketika perang Uhud, dan kepala beliau juga terluka hingga mengalirkan darah, beliau lalu bersabda: “Bagaimana mungkin suatu kaum akan beruntung, sedangkan mereka melukai nabinya dan mematahkan gigi gerahamnya.”

Oleh karena itu beliau memohon kepada Allah untuk mengutuk mereka, lalu Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat: ‘Kamu tidak memiliki wewenang apa-apa terhadap urusan mereka…’ (Qs. Ali Imran: 128).

[HR. Bukhari, no. 4068; Muslim, no. 1791]

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-ENAM…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-LIMA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-TUJUH bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-ENAM 🌿

“Dari Sa’id bin Musayyab, dari bapaknya (Musayyab bin Hazn), dia berkata: Tatkala (tanda) kematian datang kepada Abu Thalib, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam mendatanginya. Beliau mendapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah berada di dekatnya.

Lalu beliau berkata: “Wahai pamanku, katakanlah Laa ilaaha illa Allah, sebuah kalimat yang aku akan berhujjah untukmu dengannya di sisi Allah !”

Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah menimpali, ”Apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Muththalib ?” Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam terus-menerus menawarkan itu kepadanya, dan keduanya juga mengulangi perkataan tersebut. Sehingga akhir perkataan yang diucapkan Abi Thalib kepada mereka, bahwa dia berada di atas agama Abdul Muththalib. Dia enggan mengatakan Laa ilaaha illa Allah.

Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ”Demi Allah, aku akan memohonkan ampun untukmu selama aku tidak dilarang darimu,” maka Allah menurunkan (ayat-Nya) “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik” – QS at Taubat/9 ayat 113- Dan Allah menurunkan (ayat-Nya) tentang Abu Thalib “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya”. – QS al Qashash/28 ayat 56″.

[HR. Bukhari, no. 4772; Muslim, no. 24]

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-LIMA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-EMPAT bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-ENAM bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-LIMA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Qoshos – 56 : (30) “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” 

 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-EMPAT..

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-LIMA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-EMPAT 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Az Zumar – 30-31 :

(30) “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). (31) Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu” 

FAEDAH :

1. Bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mati seperti manusia biasa. Maka tidak layak bergantung kepada yang mati.

2. Ayat ini menerangkan kebenaran Tauhid dan bathilnya syirik, sebab manusia kelak akan berbantah-bantahan di hadapan Allah tentang Tauhid dan Syirik, dan Allah  akan menengahi bahwa Tauhid itu yang benar dan syirik itu yang bathil.

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-TIGA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-EMPAT bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-TIGA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al A’rof – 188 :

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil Ke-DUA…

Dalil sebelumnya, yaitu DALIL PERTAMA bisa disimak di SINI

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-TIGA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

🌿 DALIL KE-DUA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Al Maidah – 75 :

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” 

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Syirik Tidak Kenal Nabi dan Orang Sholeh – Dalil PERTAMA…

Dalil berikutnya, yaitu DALIL KE-DUA bisa disimak di SINI
=====================

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

🌿 DALIL PERTAMA 🌿

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim – 11 :

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-21

Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 20) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 21 🌿

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosulillah shollallahu ‘alayhi wasallam…

Kemudian… yang selanjutnya yang menghalangi seseorang dari kebenaran, yaitu…

⚉   Bergaul dengan orang-orang yang bathil… bergaul dengan orang-orang yang buruk. [خلطة أهل الباطل]

Kata beliau (penulis kitab – Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman):

الخلطة شأنُها كبير فِي التأثير على أخلاق المختلط بِهم، وعاداتهِم، وعقائدهم

“Begaul itu mempunyai pengaruh yang besar, pada akhlak orang yang bergaul, kebiasaan dan bahkan aqidah mereka.”

⚉   Oleh karena itu Al-haafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata dalam kitab Lathoiful Ma’arif (halaman 138) :

‎إن النفوس تتأ سى بِما تشاهده من أحوال أبناء الجنس

“Jiwa itu akan mengikuti apa yang ia saksikan dari penduduk/ lingkungan sekitar.”

⚉   Ibnu Taimiyyah rohimahullah dalam kitab Al Istiqomah (jilid 2 halaman 254) berkata:

‎وهذه الأ مور مِمَّا تعظم بِها الْمِحنة على المؤ منين

“Ini merupakan perkara yang besar ujiannya atas kaum Mu’minin”

‎فإنَّهم يَحتاجون إلَى شيئين

“Karena mereka membutuhkan dua perkara”

Untuk apa ?

‎لدفع الفتنة الَّتِي ابتلي بِها نظر اؤ هم من فتنة الدين والد نيا عن نفو سهم، مع قيام المقتضي لَها

“Untuk menolak fitnah yang mereka di uji dengan yang semisal dengan mereka berupa fitnah agama dan dunia dari jiwa mereka, disertai adanya sebab-sebab yang mengharuskan atau menjerumuskannya.”

‎فإن معهم نفو سًا و شياطينَ كما مع غيرهم

“Karena bersama mereka ada jiwa dan ada syaitan juga.”

Maka manusia bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, sebagaimana juga syaitan berusaha mempengaruhi.

Maka kita berusaha agar jiwa kita tidak terpengaruh dengan keburukan… tentu tiada lain adalah dengan cara bergaul dengan orang-orang yang sholeh.

‎ومن أجل تأثير الخلطة جاء الشرع با لحميَّة من خلطة أهل البدع

“Maka untuk mencegah kita supaya tidak terpengaruh oleh keburukan, syari’at menyuruh kita untuk tidak bergaul dengan ahli bid’ah wa ahlil fasad dan orang-orang yang rusak.”

⚉   Allah berfirman (QS An-Nisaa : 140 )

‎وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ

“Dan sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian dalam Al-Quran bahwa apabila kalian mendengarkan ayat-ayat Allah yang dikufuri/diperolok maka jangan kalian duduk bersama mereka. Sampai mereka berbicara kepada pembicaraan yang lain, sesungguhnya jika kalian lakukan itu berarti kalian sama saja dengan mereka.”

⚉   Allah juga berfirman ( QS Al-An’am :68 )

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ

“Apabila kamu melihat orang-orang yang tenggelam di dalam memperolok ayat-ayat kami, berpalinglah dari mereka.”

Ayat ini menunjukan tidak boleh kita duduk-duduk bersama orang-orang yang memperolok ayat-ayat Allah.

⚉   Dan Ibnu Jarir atthobari rohimahullah mengatakan : “masuk dalam ayat ini duduk bersama orang-orang yang menyimpang pemikirannya, yang memahami ayat dengan pemahaman yang salah sesuai dengan hawa nafsu mereka.” Karena itu semakna dengan memperolok.

⚉   Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh untuk memilih teman. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

‎المرء على دين خليله

“Seseorang itu bergantung di atas agama temannya.”

‎فلينظر أحدكم من يخالل

“Hendaklah seseorang melihat dengan siapa dia berteman”
(Diriwayat Abu Dawud).

⚉   Bundaar bin Al Husaini rohimahullah berkata :

‎صحبة أهل البدع تورث اﻹعر اض عن الحقَّ

“Bersahabat dengan ahli bid’ah itu menyebabkan kita berpaling dari kebenaran.”

⚉   Imam Malik rohimahullah berkata:

‎الدنو من الباطل هلكة

“Mendekati kebathilan itu kebinasaan.”

‎و القول فِي الباطل يصدُّ عن الْحَقَّ

“Dan mengucapkan kebathilan itu menghalangi dari kebenaran.”

⚉   Al Fudhayl bin ‘Iyadh rohimahullah berkata :

من جالس صا حب بدعة لَمْ يُعطَ الحكمة

“Siapa yang suka duduk-duduk bersama ahli bid’ah (atau duduk di majelis ahli bid’ah) ia tidak akan diberikan hikmah.”

⚉   Ibnul Qayyim rohimahullah berkata

‎إن العبد إذا اعتاد سَماع الباطل وقبوله؛ أكسبه ذلك تَحر يفًا للحقَّ عن مواضعه

“Seorang hamba kalau terbiasa mendengarkan kebathilan dan menerimanya… itu akan menyebabkan dia akan bengkok dari kebenaran. Dia akan menyimpang dari kebenaran”

👉🏼  Maka berhati-hatilah jangan sampai kita bergaul dengan orang-orang ahli bathil dari orang pelaku maksiat, pelaku bid’ah, demikian pula orang-orang yang menyeru kepada kebathilan.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN