Al Hakam rohimahullah mengatakan,
إذا كَثُرَتْ ذُنُوبُ العَبْدِ، ولَمْ يَكُنْ لَهُ مِنَ العَمَلِ ما يُكَفِّرُها عَنْهُ، ابْتَلاهُ اللَّهُ بِالحُزْنِ لِيُكَفِّرَها عَنْهُ.
Jika dosa (seorang hamba) telah menumpuk dan ia tidak memiliki amalan yang dapat menghapuskannya, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan agar dosa-dosanya berguguran.
(At Taubah – Ibnu Abid Dunya, hlm. 131)