Yahya bin Mu’adz Ar Razi rohimahullah berkata,
Siapa yang beristighfar dengan lisannya namun hatinya masih bertekad untuk kembali bermaksiat setelah Ramadhan, maka puasanya tertolak dan pintu ampunan tertutup baginya.
Namun, siapa yang berazam (bertekad kuat) untuk tidak kembali berdosa, maka itulah tanda ampunan yang nyata.
(Al Mawa’izh wal Majalis – Ibnul Jauzi 188)