Jangan biarkan hari Arofah berlalu begitu saja seperti hari-hari biasa. Bisa jadi, satu do’a yang tulus akan mengubah arah hidupmu untuk selamanya.
Dan bisa jadi, satu tetes air mata yang jatuh karena Allah akan membukakan pintu-pintu rahmat-Nya untukmu.
● Al-Auza’i rohimahullah berkata,
“Aku menyadari bahwa orang orang menyimpan perkara perkara mereka (do’a, kebutuhan, dan keinginan mereka) khusus untuk hari Arofah agar bisa mereka mintakan kepada Allah..”
Dan sebagian dari mereka ada yang berkata, “Selama lima puluh tahun aku selalu berdo’a pada hari Arofah, dan tidaklah tahun tersebut berlalu melainkan aku melihat jawaban dari do’aku terwujud nyata seperti terangnya cahaya shubuh (sejelas fajar menyingsing)..”
(Lathoiful Ma’aarif – 494)
● Ibnul Mubarak rohimahullah berkata,
“Aku mendatangi Sufyan ats-Tsauri pada sore hari Arofah ketika beliau sedang bersimpuh sementara air matanya mengalir deras.
Lalu aku bertanya kepadanya: ‘Siapakah di antara perkumpulan orang di sini yang keadaannya paling buruk..?’
Beliau menjawab, ‘Orang yang mengira bahwa Allah tidak mengampuni mereka..’
(Lathoiful Ma’aarif – 287)