Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
‘Tidaklah seorang yang bertahlil (mengucapkan Laa ilaaha illallah) melainkan akan diberi kabar gembira, dan tidaklah seorang yang bertakbir melainkan akan diberi kabar gembira..’
Ditanyakan kepada beliau shollallahu ‘alayhi wasallam, ‘Wahai Rosulullah, apakah kabar gembira itu dengan surga..?’
Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, ‘Ya..’
(HR. Ath Thabrani – Al Ausath no. 7943)
Dihasankan oleh Al Albani
Shohiih al Jaami’ no. 5569,
Al Silsilah Ash Shoḥiiḥah no. 1621
Shohiih At Targhiib no. 1137
=======
● Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah, saat menafsirkan ayat-ayat haji atau momen sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, menjelaskan bahwa:
Janji kabar gembira berupa surga ini adalah bentuk motivasi agung bagi :
* Jamaah haji dan umroh yang letih di tanah suci agar lisan mereka tidak berhenti bertalbiyah dan bertakbir, dan
* Kaum muslimin secara umum (yang tidak berhaji) agar ikut memanen pahala surga tersebut dengan cara memaksimalkan takbir dan tahlil di rumah mereka pada waktu-waktu utama, seperti di (hari hari) awal bulan Dzulhijjah dan hari raya.
Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah juga menguraikan bahwa orang yang lisannya basah dengan tahlil dan takbir akan mendapatkan ketenangan hati di dunia, serta jaminan keselamatan dari ketakutan besar (al-faza’ al-akbar) saat malaikat menyambut mereka dengan kabar gembira surga di akhirat kelak.
– Syarh Shohiih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir – audio ceramah
– Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar hal. 20-35