Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Hendaklah kalian benar-benar merasa malu kepada Allah ‘Azza wa Jalla..”
Para sahabat menjawab, “Kami sudah merasa malu, wahai Rosulullah..”
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Bukan itu maksudnya, akan tetapi barangsiapa yang benar-benar merasa malu kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka dia harus :
– menjaga kepala beserta isinya,
– menjaga perut beserta isinya, dan
– dia terus mengingat kematian.
Orang yang menginginkan akherat, dia pasti akan meninggalkan keindahan dunia.
Barangsiapa melakukan ini berarti dia benar-benar merasa malu kepada Allah..”
(HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
📌 Dalam hadits di atas, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menjelaskan dengan gamblang sifat orang yang tertanam rasa malu kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam lubuk hatinya. Yaitu dia terus berusaha :
– menjaga seluruh anggota tubuhnya agar tidak berbuat dosa dan maksiat,
– senantiasa ingat kematian,
– tidak punya keinginan yang muluk-muluk terhadap dunia dan tidak terlena dengan nafsu syahwat.
Orang yang merasa malu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia akan menjauhi semua larangan Allah ‘Azza wa Jalla dalam segala kondisi, baik saat sendiri maupun di tengah keramaian.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk memiliki rasa malu kepada-Nya dengan rasa malu yang sebenarnya, aamiin.
ref : https://almanhaj.or.id/61101-esensi-malu-dalam-kehidupan-2.html