Ibnu al-Jauzi rohimahullah berkata,
“Tahukah engkau siapa laki-laki sejati itu..?
Laki-laki sejati adalah ia yang mendapati dirinya :
– sendirian bersama kemaksiatan,
– memiliki kemampuan untuk melakukannya, dan
– syahwatnya mendesak untuk memuaskan dahaganya,
namun ia merenungkan bahwa Allah sedang memandangnya, sehingga ia merasa malu jika membuat-Nya murka, dan seketika itu pula keinginannya sirna.
Namun tampaknya, engkau hanyalah meninggalkan hal-hal yang memang tidak engkau sukai, atau hal-hal yang sejak awal memang tidak menarik bagimu, atau bahkan hal-hal yang memang tidak mampu engkau dapatkan..!
Inilah kebiasaanmu..!”
(Shoydul Khoothir – 352)
📌 Nasihat ini merupakan tamparan keras bagi jiwa yang merasa sudah “sholeh” hanya karena tidak melakukan maksiat tertentu, padahal ia memang tidak punya akses atau minat terhadap maksiat tersebut.
Dua poin penting :
IHSAN DI KALA SEPI
Inti dari nasihat ini adalah derajat Ihsan :
– beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya,
– atau yakin bahwa Dia melihatmu.
Ujian iman yang sesungguhnya bukan di keramaian, melainkan saat pintu terkunci dan kesempatan terbuka lebar.
KE-SHOLEHAN YANG SEMU
Ibnul Jauzi rohimahullah memberikan kritikan kepada :
– orang yang merasa suci karena tidak mabuk, padahal ia memang benci rasa alkohol, atau
– orang yang merasa terjaga pandangannya, padahal ia memang tidak punya akses ke tempat maksiat.
📌 Beliau rohimahullah menekankan bahwa meninggalkan maksiat yang sangat diinginkan karena takut kepada Allah jauh lebih bernilai daripada meninggalkan ribuan hal yang memang tidak kita inginkan.

jangan lupa adab sebelum berdo’a :
– puji Allah : yaa Hayyu yaa Qoyyuum
– baca sholawat : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad
– mulai berdo’a