Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Perkara Yang Menakjubkan

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,

“Tidak mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya..

Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut..

Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda..”

[ Al-Fawaid, hal: 35 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Kelembutan Hati Seorang Mukmin

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

من دلائل رقة قلب المؤمن،
أن يتوجع لعثرة أخيه المؤمن
إذا عثر،
حتى كأنه هو الذي عثر بها، ولا يشمت به.

“Diantara tanda kelembutan hati mukmin adalah merasa sedih ketika saudaranya tergelincir seakan ia sendiri yang tergelincir.. dan ia tidak bergembira dengan ketergelincirannya..”

(Madarijussalikin 1/436)

Karena kaum mukminin satu sama lainnya bagaikan satu badan..

Mukmin ingin agar ia dan saudara-saudaranya seiman dapat bersama masuk jannah dan selamat dari jahannam..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Gambaran Ringkas Tentang Dunia

Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu ditanya, “wahai Abul Hasan, gambarkanlah dunia kepada kami..”

Beliau menjawab, “aku panjangkan atau aku ringkas..?”

“mohon anda ringkas..”

Beliau pun mengatakan,
“yang halal dari dunia akan dihitung dan dimintai pertanggung-jawabannya, sedangkan yang haramnya di neraka..”

[ Az Zuhd – Ibnu Abid Dunya ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Allah Maha Melihat Apa Yang Kita Kerjakan

Ibnu Jarir ath-Thobari rohimahullah, ketika menerangkan ayat QS. Al-Baqoroh: 96 (yang artinya). “Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan..” mengatakan,

“Allah itu melihat apa yang manusia kerjakan, tidak ada yang samar dalam ilmu Allah. Allah mengetahui semuanya dari segala sisi. Allah yang menjaga dan mengingat amalan mereka, sampai nantinya akan memberikan hukuman..

Bashiir berasal dari mubshir yaitu yang melihat, lalu diubah mengikuti wazan fa’iil. Sebagaimana musmi’  (yang mendengar) menjadi samii’, siksa yang pedih (mu’lim) menjadi aliim (sangat pedih), mubdi’ as-samaawaat (pencipta langit) menjadi badii’, dan semisal itu..”

[ Sya’nu Ad-Du’aa’, hlm. 60-61. Lihat An–Nahju Al-Asma’ fi Syarh Asma’ Allah Al-Husna, hlm. 164 ]

TAMBAHAN :
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya),

“Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan..” [QS. Al-Baqoroh: 233]
“Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya..” [QS. Ali Imran: 15, 20]
“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan..” [QS. Al-Hadid: 4]
“Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu..” [QS. Al-Mulk: 19]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Pohon Keikhlasan

Tatkala menjelaskan tentang Syajarotul Ikhlaash (Pohon Keikhlasan), Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Tahun itu bagaikan sebatang pohon, bulan-bulannya adalah dahan, hari-harinya adalah ranting, jam-jamnya adalah daun, dan nafas (detak jantung) adalah buahnya..

Barangsiapa yang waktu-waktunya diisi dengan ketaatan, maka buah dari pohon yang ia miliki akan bagus. Akan tetapi barangsiapa yang waktu-waktunya dihabiskan dalam kemaksiatan maka pohonnya akan berbuah pahit..

Hanya saja untuk mengetahui buah mana yang manis atau pahit dapat diketahui pada musim panen ketika semua buah dipetik, yaitu pada hari yang dijanjikan (kiamat)..

Ikhlas dan tauhid bagaikan sebatang pohon di dalam hati manusia, dahannya adalah amal perbuatan, sedang buahnya adalah kehidupan yang bahagia di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat.. ⁣

Sebagaimana pohon yang ada dalam surga yang terus berbuah, tak pernah berhenti, juga tidak terlarang diambil, buah dari pohon tauhid dan ikhlas di dunia ini demikian pula, tidak pernah terputus buahnya dan tidak pernah terlarang dicicipi.⁣.

Dan demikian pula Syirik, dusta, dan riya’ adalah pohon di dalam hati manusia. Buahnya di dunia ini adalah rasa takut, kegelisahan, kesempitan hati, dan gelapnya hati..

Sedangkan buahnya di akhirat adalah zaqqum (makanan ahli neraka) dan azab yang kekal. Kedua pohon inilah yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an surat Ibrahim..”

[ Al-Fawaa’id – 214 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Balasan Bagi Orang Yang Pemaaf

Suatu malam Hasan al-Bashri rohimahullah memanjatkan do’a seraya berkata : “Ya Allah, ampunilah (hamba-Mu) siapapun yang pernah menzholimiku..”

Begitu banyak beliau mengulang-ulang do’a itu hingga terdengar oleh seseorang dan ia bertanya, : “Wahai Abu Sa’id, malam ini sungguh aku mendengarmu mendo’akan kebaikan (memohon ampunan kepada Allah Ta’ala) bagi siapapun yang telah menzholimimu sehingga aku pun (sempat) berharap termasuk orang yang pernah berbuat zholim kepadamu. Apa yang sesungguhnya yang mendorong engkau melakukan hal tersebut..?”

Hasan pun menjawab : “(Yang mendorongku itu tidak lain adalah) firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Barangsiapa memaafkan dan berbuat kebajikan, maka Allah pun akan melimpahkan pahala baginya..” (QS. Asy-Syuura [26]: 40)

[ Syarah al-Bukhari VI/575 oleh Ibnu Baththol ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Diantara Keutamaan Menyediakan Fasilitas Air Bersih

Sebagian Tabi’in rohimahumullah mengatakan,

“Siapa yang banyak dosa-dosanya maka hendaklah dia memberi minum orang lain, Allah saja telah mengampuni dosa-dosa orang yang memberi minum seekor anjing, lalu bagaimana dengan orang yang memberi minum seorang mu’min yang bertauhid dan berusaha menjaga hidupnya..”

[ Tafsir al-Qurthuby 7 – 194 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sikap Terhadap TIGA Perkara

Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata:

“Wahai bangsa Arab.. bagaimana sikap kalian terhadap tiga :
– dunia yang memutuskan leher kalian..
– kesalahan ulama..
– dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..

Merekapun diam..

Beliau berkata :
Adapun ulama..
jika ia di atas hidayah, maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..

Jika ia salah, jangan kalian putuskan hubungan dengannya.. karena seorang mukmin terkadang terfitnah.. kemudian ia bertaubat..

Adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan, tidak tersembunyi pada siapapun.. apa yang kalian ketahui ilmunya, jangan mempertanyakannya.. dan apa yang kalian merasa ragu padanya, maka serahkan kepada ‘alimnya..

Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya, sungguh ia beruntung.. dan siapa yang tidak diberikan, maka dunia tidak bermanfaat untuknya..

(Shohih Jaami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadlihi hal 390)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Perkara Yang Besar Bahayanya

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

من أعظم الأشياء ضررًا على العبد،
‏ بطالته وفراغه،
‏ فإن النفس لا تقعد فارغة،
‏ بل إن لم يشغلها بما ينفعها شغلته بما يضره.
‏”إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوء ِ”

“Termasuk perkara yang besar bahayanya bagi hamba adalah waktu kosongnya karena jiwa tidak pernah diam.. jika ia tidak disibukkan dengan perkara yang bermanfaat maka ia akan sibuk dengan perkara yang bermudhorot.. karena “sesungguhnya jiwa itu suka menyuruh kepada keburukan..”

(Kitab Thoriqul Hijrotain)

Jiwa yang mulia…
keinginannya kepada perkara perkara yang mulia..

Sedangkan jiwa yang buruk..
menginginkan perkara perkara yang buruk..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Angan-Anganku

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang sholeh..”

[ Qs. Al-Munaafiquun: 10 ]

Ibrahim At Taimi rohimahullah berkata,

“Aku membayangkan tatkala diriku dicampakkan ke neraka, Lalu kumakan buah Zaqqum dan kuminum nanah, sedang tubuhku terkait dengan rantai dan belenggu.. saat itu kutanya diriku, “Apa yang engkau angan-angankan sekarang..?” maka jawabku, “Aku ingin kembali ke dunia dan beramal sholeh..”

maka aku berkata, “Engkau sedang berada dalam angan-anganmu sekarang, maka beramallah..!”

[ Umniyat al Mauta ]

Ibrahim at-Taimi rohimahullah (w. 92/95 H) adalah salah seorang fuqoha generasi tabi’in (muridnya shahabat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam) dan seorang ahli ibadah.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL