Category Archives: Mutiara Salaf

Amalan Yang Lebih Baik Dari Jihad

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan,

“Dan ketahuilah bahwa berbakti dan berbuat baik kepada orangtua (Birrul Walidain) adalah termasuk sebaik-baik amalan.

Bahkan hingga Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya lebih utama daripada Jihad fii Sabiilillah (berjihad di jalan Allah). Hal ini dikarenakan ‘Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu pernah bertanya, ‘Wahai Rosulullah, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah..?’

Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Menyalurkan/mengerjakan sholat pada waktunya..’

Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa..?’ Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orangtua..’

Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi..?’ Beliau menjawab, ‘Jihad fii Sabiilillah..’

Maka beliau shollallahu ‘alaihi wasallam menempatkan Birrul Walidain (berbakti dan berbuat baik kepada orangtua) lebih didahulukan daripada Jihad fii Sabiilillah ‘Azza wa Jalla..”

Sepuluh Makna Dari Kata – As Suu’ – Dalam Alqur’an

Ibnul Jauzi rohimahullah menjelaskan sepuluh sisi makna yang berbeda dari kata as-suu’ (السوء) dalam Al-Qur’an. Beliau berkata,

Kata as-suu’ (السوء) dalam Al-Qur’an memiliki sepuluh makna :

1. KESULITAN ATAU PENDERITAAN BERAT, sebagaimana firman Allah: يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ   |  Mereka menimpakan kepada kalian adzab yang sangat berat  |  Qs Al Baqoroh (2) – 49

2. PERZINAAN, sebagaimana firman Allah: مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ  |  Kami tidak mengetahui adanya keburukan (perbuatan tercela) pada dirinya  |  Qs Yusuf (12) – 51

3. PENYAKIT KUSTA, sebagaimana firman Allah: تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ  |  Ia keluar dalam keadaan putih bersih, tanpa cacat atau penyakit  |  Qs Thoha (20) – 22

4. ADZAB, sebagaimana firman Allah: لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ  |  Adzab tidak menyentuh mereka  |  Qs Az Zumar (39) – 61

5. KESYIRIKAN, sebagaimana firman Allah: مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ   |  Kami dahulu tidak melakukan kesyirikan  |  Qs. An Nahl (16) – 21

6. CACIAN ATAU MAKIAN, sebagaimana firman Allah: وَأَلْسِنَتُهُمْ بِالسُّوءِ   |  Dan lisan-lisan mereka mengucapkan keburukan  |  Qs. Al-Mumtahanah (60) – 2

7. MUDHOROT ATAU KESUSAHAN, sebagaimana firman Allah: وَيَكْشِفُ السُّوءَ.  |  Dan Dia menghilangkan kemudaratan  |  Qs. An-Naml (27) – 62

8. DOSA, sebagaimana firman Allah: يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ   |  Mereka melakukan dosa karena ketidaktahuan  |  Qs. An-Nisa’ (4) – 17

9. PEMBUNUHAN DAN KEKALAHAN, sebagaimana firman Allah: لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ  |  Mereka tidak tertimpa pembunuhan maupun kekalahan  |  Qs. Aali ‘Imran (3) – 174

10. MELUKAI ATAU MENYEMBELIH UNTA, sebagaimana firman Allah: وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ  | Janganlah kalian menyentuhnya dengan sesuatu yang buruk (janganlah kalian melukainya)  |  Qs. Hud (11) – 64

(At Tabshiroh – 1/82)

Tanda Tanda Kebahagiaan

Asy Syathibi rohimahullah berkata,

“من علامات السعادة على العبد: تيسير الطاعة عليه، وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح، وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق، واهتمامه للمسلمين، ومراعاته لأوقاته.”

Tanda kebahagiaan hamba adalah :

– dimudahkan untuknya ketaatan,
– perbuatannya sesuai dengan sunnah,
– bersahabat dengan orang orang sholeh,
– baik akhlaknya kepada teman temannya,
– suka berbuat baik kepada makhluk,
– perhatian kepada kaum muslimin dan
– menjaga waktu waktunya.

(Al I’tishom 2/152)

Diantara Keutamaan Memperbanyak Sholawat

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

Dan ketahuilah, tidaklah seorang hamba muslim memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam, melainkan Allah akan :

– menyinari hatinya,
– mengampuni dosanya,
– melapangkan dadanya, dan
– mempermudah urusannya.

(Bustaan al-Waa’izhiin wa Riyaad as-Saami’iin – 287)

Jangan Meremehkan Siapapun

Al Munawi rohimahullah berkata,

“Seorang insan jangan meremehkan siapapun. Barangkali orang yang diremehkan lebih bersih hatinya, lebih baik amalnya dan lebih ikhlas niatnya.”

(Faidhul Qodiir 5/280)

Saat diberi kelebihan..
Sulit menjaga hati agar tidak merasa lebih baik..

Saat melihat orang yang terjatuh kepada kesalahan..
Seringkali hati meremehkannya dan mentertawakan..
Padahal mungkin ia segera taubat dan menangisi dosanya..

Dan kitapun tak tahu di atas apa kita akan meninggal..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Memuji Allah Karena Empat Perkara

Syuraih rohimahullah berkata,

Sesungguhnya aku pernah ditimpa musibah, maka aku memuji Allah karena EMPAT perkara,

– Kupuji Allah karena tidak diberikan musibah yang lebih berat dari itu.

– Kupuji Allah karena aku diberikan kesabaran.

– Kupuji Allah karena telah memberikanku taufiq untuk istirja’.. sehingga aku dapat berharap pahala.

– Kupuji Allah karena musibah itu tidak menimpa agamaku.

(Siyar A’laam An Nubalaa 4/105)

(*) Istirja’ : adalah pengucapan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uin” yang artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Ghibah Takjub

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Diantara mereka ada yang melakukan ghibah dengan gaya takjub..

Ia berkata,
– ‘aku heran sama si fulan, kok bisa dia melakukan itu..’
– ‘si fulan bisa ya jatuh kepada kesalahan itu..’

Diantara mereka ada juga yang melakukan ghibah dengan gaya sedih..

Ia berkata, ‘kasihan si fulan, sedih saya terhadap apa yang dia lakukan..’

Orang yang mendengarnya menyangka bahwa ia lakukan itu karena iba.

Padahal hatinya merasa puas. Bahkan jika ia mampu ia lakukan lebih dari itu. Terkadang sengaja ia ucapkan di hadapan musuhnya agar mereka merasa puas.

Ini adalah termasuk penyakit hati yang paling besar dan menipu Allah dan makhluk-Nya..”

(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 28/237)

Jauhkan Dirimu Dari Teman Yang Buruk

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya .. sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap..”

(HR. Al Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

📌 Mutharrif bin Abdillah rohimahumallah berkata,

“Teman yang sholeh lebih baik dari menyendiri .. dan menyendiri lebih baik dari teman yang tak baik..”

(Az Zuhd – 1365)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Amal Yang Paling Berat

Imam Asy Syafii rohimahullah berkata,

Amal yang paling berat itu tiga:
– Dermawan saat susah..
– Wara’ di saat sendirian..
– Dan menyampaikan kebenaran kepada orang yang diharapkan dan ditakutkan..

(Shifatu Ash Shofwah 1/531, karya Ibnul Jauzi)

Kebanyakan orang dermawannya saat kaya..
Ketika susah menjadi pelit..
Karena dermawan saat susah memang sulit..

Saat sendiri rasa takut kepada Allah seringkali kalah oleh syahwat..
Berbeda saat di hadapan orang..
Maka takut kepada Allah saat sendiri pahalanya amat besar..

Saat kita berharap kepada seseorang bantuan dan hartanya..
Atau takut kehilangan sesuatu darinya..
Seringkali membuat berat untuk mengingatkan kesalahannya..
Dan menyampaikan kebenaran kepadanya..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى