Category Archives: Mutiara Salaf

Hanya Satu Jalan Keselamatan

Jalan keselamatan hanya satu.. yaitu jalan Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya..

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata:

“Barangsiapa di antara kalian mengikuti suatu jejak (sunnah) hendaklah ia mengikuti jejak orang yang telah meninggal, karena sesungguhnya orang yang masih hidup tidak dijamin terpelihara dari fitnah. Itulah mereka para Sahabat Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam..

Mereka adalah orang-orang yang paling utama di antara umat ini, hati-hati mereka paling berbakti, ilmu mereka paling mendalam dan paling sedikit takallufnya (membebani diri dalam beramal). Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilh Allah untuk mendampingi Nabi-Nya sholallahu ‘alaihi wa sallam dan menegakkan agama-Nya, maka kenalilah akan keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka dan berpegang teguhlah pada akhlak serta agama semampumu, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus..”

[ Sittu Duror Min Ushuli Ahlil Atsar hal. 66-67 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya,

“apakah seseorang dibolehkan ber-shodaqoh dengan harta lalu (niat) menyertakan selainnya dalam pahala..?”

=======

Beliau rohimahullah menjawab :

”Sesorang dibolehkan ber-shodaqoh dengan niat untuk ayah, ibu dan saudaranya dan siapa saja yang dikehendaki (dari) ummat Islam. Karena pahala itu banyak. Sementara shodaqoh jika ikhlas karena Allah dan dari hasil yang halal, akan dilipat gandakan berlipat-lipat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ   

(سورة البقرة: 261)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui..” (QS. Al-Baqoroh: 261)

Dahulu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menyembelih satu kambing untuknya dan untuk keluarganya..”

(Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah, ref 18 / 249 )

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #1
Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #2
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal

MUTIARA SALAF : Buktikan Imanmu Saat Ujian Datang Dengan Bersabar

Syaikh Al ‘Utsaimin -rahimahullah- mengatakan:

“Palsunya emas, tidak bisa diketahui kecuali jika kita lelehkan dengan api..
Wanginya gaharu, tidak bisa diketahui kecuali jika kita bakar dengan api..
Begitu pula seorang mukmin, tidak bisa diketahui (imannya) kecuali dengan ujian dan cobaan..

Maka saudaraku, bersabarlah..

Bisa jadi engkau diganggu karena agamamu..
Bisa jadi engkau dihina, bisa jadi engkau dicurigai, bisa jadi engkau diawasi..
Meski demikian, tetaplah bersabar dan teguh..

Lihatlah apa yang didapatkan oleh para Rasul yang berjuluk “Ulul Azmi”.. Bersabarlah dan berharaplah pahala dari kesabaranmu..

Ketahuilah, bahwa ujian apapun yang menimpamu, maka puncaknya adalah kematian. Padahal jika engkau mati dalam keadaan bersabar karena Allah, maka sejatinya engkau telah berpindah dari suatu negeri ke negeri lain yang lebih baik darinya..”

[Tafsir Al Baqarah 3/41]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Harta Kalian Pada Hakikatnya Bukanlah Milik Kalian

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
.
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rosul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar..”
.
[ Qs. Al Hadiid/57 : 7 ]

Al Qurthubi rohimahullah berkata tentang ayat 7 dari Qs Al Hadiid/57,

“Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian..”

[ Tafsir Al Qurthubi ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara :

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini.

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami.” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai.

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat

4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah.

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bisa Jadi Ajalmu Sudah Dekat

Syaikh Bin Baz -rahimahullah- berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai..

Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore..
Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi..
Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi..

Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat..”

[ Syarh Riyadushsholihin 1/245 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sesuatu Yang Terbaik Bagi Seseorang

Hubaib Al Jallab berkata, “Aku bertanya kepada Abdullah bin Mubarok tentang apakah sesuatu yang terbaik bagi seseorang..?”
Beliau menjawab, “Akal yang kuat..”

Aku berkata, “Jika ia tidak memiliki itu..?”
Beliau menjawab, “Adab yang bagus..”

Aku bertanya lagi, “Jika ia tidak punya..?”
Beliau menjawab, “Saudara yang baik yang bisa dimintai nasehatnya..”

Aku kembali bertanya, “Jika tidak..?”
Beliau menjawab, “Diam yang panjang..”

“Jika tidak..?” Tanyaku lagi.
Beliau menjawab, “Kematian yang segera..”

[ Siyar A’lam Nubala 8/397 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Ada Apa Dengan Bulan Dzulqo’dah..?

Allah Subhaana waTa’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HAROM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU.” (QS. At Taubah: 36)
.
Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
.
Allah Ta’ala berfirman, “MAKA JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al harom juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zholim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
.
Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, DOSA-DOSA DI DALAMNYA DI LIPATGANDAKAN.”
.
Empat bulan tersebut adalah :
1⃣ Dzul Qo’dah,
2⃣ Dzulhijjah,
3⃣ Muharrom,
4⃣ Rojab.
.
Lalu beliau (Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu ‘Abbas  rodhiyallahu ‘anhumaa dan Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu yang menguatkan ucapan beliau.
.
Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan harom itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif – 207)
.
Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezholiman di bulan-bulan harom lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezholiman pada bulan-bulan lainnya.”
.
Wallahu a’lam
.
#haram
#bulan
#mulia
#pahala
#dosa
#suci
#rojab
.
.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL