Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Nambah Lagi

Ada hal yang harus bertambah seiring dengan selalu bertambahnya usia kita, bahkan secara khusus ALLAH ta’ala berfirman kepada kekasih-Nya:

‏﴿١١٤﴾ … وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

… dan katakanlah (wahai Muhammad): “Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku..” (Thaahaa: 114)

Jika ALLAH ta’ala meminta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk berdo’a dan berupaya agar ilmu beliau selalu bertambah, bagaimana dengan kita..?!

Sudahkah kita memanjatkan do’a diatas..?
Sudahkah kita berusaha agar ilmu kita terus bertambah, hari ini lebih banyak dari kemarin..?

Dan sudahkah ilmu yang kita miliki membuat kita “bertambah”…
Tambah yakin kepada ALLAH,
Tambah semangat beribadah,
Tambah baik dan santun dalam bertutur dan bersikap..?

Imam Syafi’i rohimahullah menegaskan:
“Ilmu bukanlah teori yang anda hafal namun yang bermanfaat (diamalkan) dalam kehidupan anda..” (Baihaqi dalam Al Madkhal 516)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Cinta Membuat Ia Bertahan

Muhammad bin Isma’il, seorang ulama yang sangat terkenal dengan nama Imam Bukhari rohimahullah.

Tidak terhitung fitnah dan cela yang beliau rasa, layaknya setiap tokoh yang pasti memiliki lawan.

Namun yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdo’a agar ALLAH membalas mereka.

Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan:
Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu..?

Beliau menjawab:
Karena Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)..”
(HR. Bukhari)

Ternyata, cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.

Saudaraku,
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan..?

Referensi:
Siyar A’lamin Nubalaa’ 12/461 dengan perubahan.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Andai Mereka Tahu

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini, lalu saya mau kemana..?
Jika saya keluar dari bidang haram ini, lalu saya mau kerja dimana..?
Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya..?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak..” (An Nisaa: 100)

Ternyata..
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thobari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Dosa Di Bulan Rojab

Banyak orang tidak sadar bahwa bulan Rojab bukan hanya anugerah bagi setiap insan yang bertaqwa, namun di waktu yang sama merupakan mimpi buruk bagi setiap pendosa.

‘Abdullah bin ‘Abbas -rodhiyallahu ‘anhuma- menjelaskan:

وجعل الذنبَ فيهن أعظم

”Dan ALLAH menjadikan dosa di 4 bulan haram (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Al Muharrom dan Rojab) lebih besar (dari bulan-bulan biasa)..” (Tafsir Ath Thobari dalam QS. At Taubah: 36)

Saudaraku,
ternyata setiap dosa dilipatgandakan di bulan ini, maka jadikanlah ia sebagai momentum menyatakan tidak pada dosa.

”.. Janganlah kalian menzholimi diri kalian (melakukan dosa) di 4 bulan harom ini..” (QS. At Taubah: 36)

Dan bagi kita yang tergelincir dan khilaf, maka segeralah beristighfar dan bertaubat.

Bukankah istighfar dan taubat adalah sebuah amal sholih disamping sebagai penghapus dosa, dan amal sholih di bulan Rojab dilipat-gandakan oleh ALLAH.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Waktunya Berpuasa

Saat kita berada di hari-hari utama pada bulan haram (baca: bulan Rajab), tentu saja iman kita akan menggerakkan raga ini untuk memperbanyak ibadah.

Di antara ibadah yang direkomendasi oleh mayoritas ulama kita (madzhab hanafiyyah, malikiyyah, syafi’iyyah dan sebagian ulama hanabilah) adalah berpuasa sunnah.

Di antara dalilnya, sabda Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam :
“Perbanyaklah berpuasa di bulan-bulan haram (Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Al Muharram, dan Rajab) dan berbukalah di sebagian hari-harinya..” (HR. Ahmad, Syu’aib Al Arnauth menyatakan hasan lighairihi)

Maka jangan menunda,
niatkan berpuasa di bulan haram, lakukan dan nikmati keutamaannya dalam kehidupan anda.

Catatan:
Banyak ulama menasehati agar kita tidak berpuasa sebulan penuh sebagaimana hadits di atas dan ‘Aisyah menyatakan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. (HR. Muslim)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Rahasia Suu’ul Khotimah

“Bahwa suu’ul khotimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhohir dengan istiqomah dan memiliki hati yang bersih..”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhohullah, At Tadzkirah 192-193).

2 kata kunci saudaraku…
1. Istiqomah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Sang Gula

Beliau bernama Imam Muhammad bin Maimun Abu Hamzah, ‘Sang Gula’

Mengapa beliau dijuluki dengan “Sang Gula”..??

Mari kita simak keterangan Imam Adz Dzahabi:

“Beliau bukanlah seorang penjual gula, akan tetapi dinamakan as sukkari (sang gula) karena manisnya tutur kata beliau..”

(Siyar A’laamin Nubalaa’ 7/386)

Benar memang, saat telinga ini disapa dengan rangkaian kata yang penuh dengan kesantunan dan kelembutan, maka akan terasa manis di dalam jiwa, rasa yang lebih manis dari gula dan madu.

Bukankah sesendok gula yang disajikan dengan umpatan dan cacian akan terasa pahit di dalam hati..?!

“Kata-kata yang baik adalah sebuah sedekah..”
Sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam Shahih Bukhari dan Muslim.

Rasanya tidak berkebihan jika kita berharap lahirnya “sang gula – sang gula” berikutnya untuk menghiasi layar kehidupan keluarga, pergaulan, dunia dakwah dan SOSMED kita.

(Terinspirasi oleh Faidah Syaikh Shalih bin ‘Abdil ‘Aziz As Sindi)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/134129847234901/posts/908836939764184/

 

Beberapa Jam Saja Untuk Membersihkan Dosa Selama 1 Tahun

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyuro (10 Al Muharrom)..?

Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyuro akan menghapus dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim 1162)

Sebuah penawaran yang sangat menarik bagi kita yang berlumur dosa.. 1 tahun adalah waktu yang cukup lama dalam menumpuk dosa-dosa kecil¹ dan dapat kita putihkan dengan puasa beberapa jam saja.

Tidak heran jika sebagian ulama-ulama klasik kita (seperti Ibnu ‘Abbas, Abu Ishaq, Az Zuhri) berusaha berpuasa di tanggal 10 Al Muharrom walaupun mereka sedang safar, bukan mewajibkan namun semangat untuk meraih ampunan dan keutamaan.²

Imam Az Zuhri -rahimahullah- ditanya:
“(Mengapa) Anda berpuasa ‘Asyuro saat safar sedangkan saat Ramadhan anda berbuka (tidak berpuasa) ketika safar..?”

Maka beliau menjawab:
“Sesungguhnya (mengganti puasa) Ramadhan itu memiliki hari-hari yang lain, sedangkan ‘Asyuro akan lewat begitu saja (yaitu tidak bisa tergantikan)..”³

¹ Syarah Muslim Nawawi 4/179, Al Furuu’ 3/83
² Lathooiful Ma’aarif 53, At Tamhid 7/215
³ Siyar A’laamin Nubala’ 5/342

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى