All posts by BBG Al Ilmu

Tiga Hal Yang Sangat Berharga Dalam Kehidupan…

Tiga hal yang sangat berharga dalam kehidupan… Jangan sampai kita sia-siakan.

Muhammad bin Wasi’ -rohimahulloh- mengatakan:

“Tidak ada yang tersisa dari kehidupan dunia ini kecuali tiga hal:

(Pertama): Sholat berjama’ah; engkau mendapatkan keutamaannya dan dimaafkan lupamu di dalamnya.

(Kedua): Kehidupan yang mandiri dan bersih; engkau tidak merasa berhutang budi di dalamnya pada orang lain, dan harta itu tidak mendatangkan dosa kepada Allah.

(Ketiga): Saudara yang baik denganmu, jika engkau salah; dia meluruskanmu”.

[Kitab: Roudhotul Uqola’, hal: 86].

——-

Di saat kita diganggu dengan kegaduhan berita oleh media-media.. kita perlu mengingat pesan-pesan sederhana seperti di atas ini.

Kita juga perlu menyadarkan diri, bahwa sebenarnya banyak berita yang hanya mengganggu pikiran kita.. kita hanya dibuat khawatir olehnya, tapi kita tidak bisa berusaha mengubahnya.

Jika kita hanya penonton, mengapa cari tontonan yang tidak mengenakkan pikiran.. sudah saatnya kita ganti dengan menonton kajian sunnah yang menyejukkan hati dan mendekatkan kepada ilahi.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

da0302170724

Dalil TEGAS Tentang Sampainya Pahala Sedekah Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal…

Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»

Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau ? Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.”

(HR. Al Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

 

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhumaa, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»

Wahai Rosulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau ?” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”

(HR. Al Bukhari 2756)

Ref : https://konsultasisyariah.com/11272-menghadiahkan-pahala-sedekah-untuk-mayit.html

Masa Depan Yang Sesungguhnya Adalah…

Syaikh Ali Musthafa ath-Thantawi, rohimahullah mengatakan,

“…Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.

Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan

Setelah lulus SMA mereka mengatakan,demi masa depan lanjutkan hingga sarjana“.

Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: “Carilah pekerjaan demi masa depan…

Setelah aku bekerja mereka mengatakan:“Menikahlah demi masa depan…

Setelah menikah mereka mengatakan: “Segeralah punya momongan demi masa depan…

Dan saat ini ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun dan aku masih menunggu masa depan…

Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita capai…
Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya…

Masa depan yang sesungguhnya adalah ketika engkau membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari neraka-Nya dan mendapatkan surga-Nya…

Merasa Paling Benar…

‘Jangan merasa paling benar sendiri..’
sebuah ucapan yang sering terdengar..
untuk berkilah ketika ditegur atau diingatkan..

Padahal merasa benar adalah fitrah manusia.. karena tidak ada di dunia ini yang merasa paling sesat sendiri..

Lihatlah Fir’aun, ia berkata:
“Aku tidaklah memandang kecuali yang aku pandang baik, dan aku hanyalah membimbing kalian kepada jalan kebenaran.” (Ghafir: 29).

Bila ada yang berkata kepadamu: “Jangan merasa paling benar sendiri.”
tanyalah ia: “Anda berkata demikian apakah merasa benar ?”
tentu ya..

Merasa paling benar dalam perkara yang telah jelas dalilnya.. adalah perkara yang diperintahkan..

Sedangkan dalam perkara yang bersifat ijtihad dan tidak ada nash yang gamblang.. maka kita hanya memilih yang kita pandang kuat tanpa menyesatkan yang lainnya..

Yang salah adalah orang yang merasa paling benar.. namun tidak memiliki hujjah dan dalil yang kuat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Apakah IKHLAS Itu Artinya Tidak Memaksakan Diri Dalam Beramal..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da161017-1958

Bagaimana Caranya Agar Hati Bisa IKHLAS Terus ..? Adakah Do’anya..?

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

da311215-2125