Ka’ab al-Ahbar rodhiyallahu ‘anhu berkata,
إن العبد ليعمل الذنب الصغير فيحقرهُ ولا يندم عليه، ولا يستغفر الله منه، فيعظم عند الله حتى يكون مثل الطود، ويعمل الذنب العظيم فيندم عليه، ويستغفر الله منه،فيصغر عند الله حتى يغفره له.
Sesungguhnya seorang hamba ketika melakukan dosa kecil, namun ia menyepelekan dosa tersebut, tidak menyesalinya dan tidak juga memohon ampunan kepada Allah, maka dosa tersebut akan menjadi besar di sisi Allah layaknya gunung yang tinggi.
Namun bila ia melakukan dosa besar, kemudian ia menyesalinya dan memohon ampunan kepada Allah, maka dosa tersebut akan menjadi kecil di sisi Allah, sehingga ia diampuni.
(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab – 1/392)