Dua Sisi Hati Seorang Mukmin Di Akhir Ramadhan

Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily حفظه الله تعالى menjelaskan tentang dua sisi hati seorang mukmin dalam menghadapi hari raya Idul Fitri.

1. SISI KESEDIHAN (REFLEKSI DIRI)

– Perpisahan dengan musim kebaikan : Sedih karena kehilangan waktu di mana pahala dilipatgandakan.

– Ketidak-pastian Usia : Menyadari bahwa tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali dengan Ramadan tahun depan.

– Penyesalan yang positif : Merasa sedih atas kekurangan dan kelalaian dalam ibadah selama sebulan penuh. Kesedihan ini harus menjadi motivasi untuk memperbaiki diri di masa depan, bukan malah membuat putus asa.

2. SISI KEBAHAGIAAN (SYUKUR)

– Merayakan karunia Allah : Bahagia karena Allah telah memberikan taufik (kemampuan) kepada kita untuk menyelesaikan puasa dan sholat malam.

– Sesuai perintah Alqur’an : Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bergembira atas rahmat dan karunia-Nya (QS. Yunus: 58).

– Dua kebahagiaan puasa : Mengingat janji Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam tentang kebahagiaan saat berbuka (termasuk merayakan Idul Fitri) dan kebahagiaan saat bertemu Allah kelak.

📌 Kesimpulan: Seorang mukmin yang bijak akan menyeimbangkan keduanya .. menyesal atas kekurangannya sehingga ia terus memperbaiki diri .. namun tetap bersyukur dan bahagia atas kesempatan ibadah yang Allah telah berikan kepadanya.

🎙
Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily, حفظه الله تعالى

Masjid An Nabawi

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.