Keutamaan & Beberapa Adab Dalam Membaca Alqur’an

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam berdabda,

“Orang yang mahir membaca Alqur’an, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Alqur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala..” (HR. Muslim)

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam juga bersabda,

“Sesungguhnya jika seorang hamba bersiwak, kemudian melakukan sholat, maka ada seorang malaikat yang berdiri di belakangnya untuk mendengarkan bacaannya. Malaikat itu akan mendekat kepadanya hingga meletakkan mulutnya pada mulut orang tersebut. Dan tidaklah keluar dari mulut orang tersebut berupa bacaan Alqur‘an kecuali akan masuk ke dalam perut malaikat, maka bersihkanlah mulut kalian bila hendak membaca Alqur‘an..”

(HR. Al-Bazzar, hasan)

● Ibnus Ṣalaḥ rohimahullah berkata,

“Membaca Alqur’an adalah sebuah kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan umat manusia. Para malaikat tidak diberikan (keistimewaan) ini, dan mereka sangat berhasrat untuk mendengarkannya dari manusia..”

(Al-Itqan fī ʿUluum Alqurʾ’an 1/275 – As Suyuti)

📌 Dalam kitabnya tsb, Al Imam As Suyuti rohimahullah menjelaskan beberapa adab yang seharusnya dijaga oleh seorang pembaca Alqur’an,

1. KONDISI FISIK DAN TEMPAT

Bersuci (Wudhu) : Disunnahkan dalam keadaan suci. Meskipun boleh membaca tanpa menyentuh mushaf bagi yang berhadats kecil, namun dalam keadaan suci adalah bentuk penghormatan tertinggi.

Siwak : Membersihkan mulut sebelum membaca sebagai bentuk pemuliaan terhadap kalimat-kalimat Allah.

Menghadap Kiblat : Memilih posisi duduk yang sopan, tenang, dan jika memungkinkan menghadap ke arah kiblat.

2. MENGAWALI DENGAN ISTI’ADZAH DAN BASMALAH

Membaca Isti’adzah (A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim) untuk memohon perlindungan dari gangguan setan agar fokus terjaga.

Membaca Basmalah di setiap awal surat (kecuali Qs At-Taubah).

3. TARTIL DAN TADABBUR (PERENUNGAN)

Tartil : Membaca dengan perlahan, tidak terburu-buru, dan sesuai dengan hukum tajwid.

Tadabbur : Menghadirkan hati untuk memahami makna ayat. Al Imam As Suyuthi rohimahullah menekankan bahwa tujuan utama membaca adalah untuk memahami pesan Allah.

Menangis : Berusaha untuk tersentuh hatinya hingga menangis saat membaca ayat-ayat tentang adzab atau rahmat Allah sebagai tanda kelembutan hati.

4. MERESPONS AYAT – SAJDAH DAN DO’A

Sujud Tilawah : Melakukan sujud ketika melewati ayat-ayat sajdah.

Berdo’a : Disunnahkan memohon rahmat saat membaca ayat tentang surga, dan memohon perlindungan saat membaca ayat tentang neraka.

(Al-Itqan fī ʿUluum Alqurʾ’an)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.