Apa Yang Harus Dilakukan Seseorang Ketika Tertimpa Takdir Yang Tidak Disukai

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Jika sebuah takdir yang tidak disukai menimpa seseorang, maka ia hendaknya memiliki enam pandangan (pertimbangan) :

1. Pandangan Tauhid : Menyadari bahwa Allah-lah yang telah menetapkan takdir itu baginya, menghendakinya, dan menciptakannya. Apa pun yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa pun yang tidak Allah kehendaki tidak akan pernah terjadi.

2. Pandangan Keadilan : Menyadari bahwa takdir itu terjadi atas perintah Allah. Hal itu adalah adil dalam rangka memenuhi keadilan Allah.

3. Pandangan Rahmat : Menyadari bahwa rahmat (kasih sayang) Allah dalam apa yang telah ditetapkan secara umum lebih dahulu ada daripada kemarahan dan balasan-Nya. Rahmat-Nya tetap ada di sana, namun tersembunyi dan tidak tampak secara lahiriah.

4. Pandangan Hikmah : Menyadari bahwa Hikmah Allah —Subhanahu— meniscayakan takdir tersebut. Allah tidak menetapkan ini dengan sia-sia atau memerintahkannya tanpa alasan.

5. Pandangan Pujian : Menyadari bahwa segala pujian yang sempurna adalah milik Allah atas takdir yang ditetapkan ini, dari sudut pandang mana pun engkau melihatnya.

6. Pandangan Penghambaan (Ubudiyah) : Menyadari bahwa seseorang adalah murni hamba Allah dari segala sisi. Ketentuan-ketentuan Tuannya (Allah) berlaku atasnya dan dijalankan karena ia adalah milik dan hamba Tuannya. Maka, Allah mengaturnya di bawah hukum-hukum takdir-Nya sebagaimana Allah mengaturnya di bawah hukum-hukum agama (syariat). Oleh karena itu, seorang hamba harus tunduk dan menjalani ketentuan-ketentuan tersebut.

(Al Fawaid – 93-94)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.