Category Archives: Hadits

HADITS : Do’a Yang Mengumpulkan Dunia Dan Akherat

Dari Thoriq bin Asyyam rodhiyallahu ‘anhu,

أنه سمع النبي ﷺ وأتاه رجل فقال: يا رسول الله: كيف أقول حين أسأل ربي؟
‏قال: ”قل: اللهم اغفر لي، وارحمني، وعافني، وارزقني -ويجمع أصابعه إلا الإبهام- فإن هؤلاء تجمع لك دنياك وآخرتك“.

“Ia mendengar Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam didatangi seorang laki laki. Ia berkata, “Ya Rosulullah, apa yang aku ucapkan bila aku meminta kepada Robbku..?”

Beliau bersabda, “Ucapkanlah :

Allaahummagfirlii
Warhamnii
Wa ’aafinii
Warzuqnii

Yang artinya: “Ya Allah ampuni aku, rahmati aku, berilah aku ‘afiat dan rezeki..”

Beliau kumpulkan semua jari jemarinya kecuali jempol seraya bersabda, “Do’a ini mengumpulkan bagimu dunia dan akheratmu..”

(Silsilah Hadits Shohih no 1318)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

HADITS : Bertakwa Kepada Allah Di Saat Sendiri

Dari sahabat Tsauban rodhiyallahu ‘anhu,  Rosulullah  shollallahu ’alaihi wasallam bersabda,

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Sungguh aku mengetahui bahwa ada beberapa kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan- kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Namun, Allah menjadikannya debu yang berhamburan..”

Tsauban rodhiyallahu ‘anhu berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ

“Wahai Rosulullah, mohon sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami. Tolong jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak termasuk dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya..”

Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian. Mereka beribadah di sebagian malamnya, sebagaimana kalian mengerjakannya. Namun, mereka adalah beberapa kaum yang apabila sedang menyendiri dengan perkara-perkara yang diharamkan Allah, mereka melanggarnya..”

[ HR. Ibnu Majah no. 4245 ]

Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Ibn Majah no. 3442

Salah Satu Penyebab Allah Mencintai Kita

Rosulullah Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda,

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.

Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya, “engkau mau kemana..?”

Ia menjawab, “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini..”

Malaikat bertanya, “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya..?”

Orang tadi mengatakan, “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla..”

Maka malaikat mengatakan, “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya..“

(HR. Muslim no.2567)

Mengunjungi teman yang kita cintai karena Allah..
Adalah penyebab Allah mencintai kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menunjukkan Orang Lain Kepada Kebaikan

جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَقالَ: إنِّي أُبْدِعَ بي فَاحْمِلْنِي، فَقالَ: ما عِندِي، فَقالَ رَجُلٌ: يا رَسولَ اللهِ، أَنَا أَدُلُّهُ علَى مَن يَحْمِلُهُ، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: مَن دَلَّ علَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “sesungguhnya kendaraanku mati, bisakah engkau membawaku..?”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “aku tidak punya..”

Lalu ada seorang laki-laki berkata, “wahai Rosulullah, aku akan menunjukkannya kepada orang yang bisa membawanya..”

Maka Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapat pahala yang sama dengan yang melakukannya..” (HR Muslim)

Saat kita tak punya..
Lalu ada saudara kita yang membutuhkan..
Maka kita hubungi teman kita yang punya kelebihan harta agar membantu dia..
Maka kita telah menunjukkannya kepada kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kehidupan Seorang Mukmin

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن المؤمن خلق مفتنا توابا نسيا وإذا ذكر تذكر

“Sesungguhnya mukmin itu tercipta dalam keadaan suka terfitnah, segera bertaubat, dan suka lupa. Namun ketika diingatkan ia segera kembali..”

(HR. Ath Thabrani)

Demikianlah kehidupan mukmin..
ia manusia dan bukan malaikat..
terkadang ia jatuh dalam dosa dan kesalahan..

namun saat diingatkan..
ia segera kembali dan bertaubat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Salah Satu Adab Berdo’a

Fadholah bin ‘Ubaid rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki.

Orang itu kemudian sholat dan berdo’a, ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmat-Mu kepadaku’

Maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdo’a. Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdo’a, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bersholawatlah kepadaku, kemudian berdo’alah’

Kemudian datang orang lain, setelah sholat dia berdo’a dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdo’a, berdo’alah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’amu..’

(HR. at-Tirmidzi no 3476)

Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah – Shohiihul Jaami’ no 3988

nb  : salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Bersedekahlah

Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

هَلْ تُـنْصَرُوْنَ وَتُـرْزَقُوْنَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ.

”Kalian hanyalah diberikan pertolongan dan diberikan rezeki dengan sebab (do’a) orang-orang lemah di antara kalian..”

[ HR. Al-Bukhari no. 2896 ]

● Imam Ibnu Baththol rohimahullah berkata,

“Tafsir hadits ini ialah bahwa orang-orang yang lemah (fakir miskin) lebih ikhlas dalam berdo’a dan lebih khusyu’ dalam beribadah disebabkan kosongnya hati mereka dari ketergantungan kepada perhiasan dunia..”

[ Fathul Baari Syarh Shohiih al-Bukhari – VI/89 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Umat Yang Dirahmati

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أمتي هذه أمةٌ مرحومةٌ ، ليس عليْها عذابٌ في الآخرةِ ، عذابُها في الدُّنيا ، الفتنُ ، والزلازلُ ، والقتلُ

“Umatku adalah umat yang dirahmati, tidak ada adzab untuk mereka di akherat. Namun adzabnya di dunia saja dengan fitnah, gempa bumi, dan dibunuh..”

(HR Abu Dawud)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Merapatkan Dua Telapak Kaki Saat Sujud Dalam Sholat

Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallahu ’anha berkata,

فقدتُ النبيﷺ ليلة من فراشي، فالتمسته فوقعت يدي على قدميه وهو يقول:
‏(اللهم إني أعوذ برضاك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك وبك منك لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على
نفسك)

“Suatu malam aku kehilangan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dari ranjangku. Maka akupun mencari beliau.. Lalu tanganku memegang dua kaki beliau yang sedang berdo’a (yang artinya) :

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu. Dengan maaf-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (adzab) Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepadaMu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu..” (HR Muslim)

Faidah Hadits ini :

Disyari’atkan merapatkan dua kaki saat sujud. Karena ‘Aisyah memegang dua telapak kaki beliau dengan satu tangan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

nb : posisi seluruh jari kaki kanan dan kaki kiri ditekan diarahkan/dihadapkan ke arah kiblat.

 

Janganlah Meremehkan Kebaikan Atau Dosa Sekecil Apapun

Kebaikan yang kecil terkadang menjadi sebab masuk surga.

عَنْ أَبِي هُرَيرةَ رضيَ اللهُ عنه، عن النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، قال: «لقد أُرِيتُ رجلًا يتقلَّبُ في الجنَّةِ في شَجَرةٍ قطعَها مِنْ ظَهْرِ الطريقِ، كانت تُؤذِي المسلمين.”

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Aku diperlihatkan seorang laki laki yang mondar-mandir di dalam surga karena menyingkirkan pohon dari jalan yang mengganggu kaum muslimin..”

(HR Muslim)

Maka jangan anggap remeh kebaikan sedikitpun..

Sebagaimana jangan menganggap remeh dosa sekecil apapun..
Karena bisa jadi dosa yang dianggap remeh itu..
Menjadi penyebab ia masuk Neraka..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى