Category Archives: Hadits

Jika Tertimpa Suatu Kemalangan Jangan Ucapkan ‘ANDAIKAN’

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu..’ tetapi katakanlah ‘QODARULLAH WA MAA SYAA-A FA’ALA’ (ini sudah takdir dari Allah dan apapun yang dikehendaki-Nya pasti terlaksana..) karena sesungguhnya ungkapan kata ‘seandainya’ akan membukakan jalan bagi godaan syaithon..”

[ HR. Muslim – 2664 ]

Do’a Yang Akan Dikabulkan

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan.. pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya.. setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata, ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan..”

[ HR. Muslim ]

yuuk perbanyak do’a untuk diri sendiri, orangtua dan orang lain.. apalagi di saat-saat #psbb..
.
dari hadits ini, ada dua golongan manusia yang di do’akan malaikat yaitu orang yang di do’akan dan juga orang yang mendo’akan.. keduanya sama-sama dido’akan malaikat.. walhamdulillah..
.
Al-Qadhi ‘Iyadh rohimahullah berkata,
.
“Jika generasi Salaf hendak berdo’a untuk dirinya sendiri, mereka juga berdo’a untuk saudaranya sesama muslim dengan do’a tersebut, karena do’a tersebut adalah do’a yang mustajab, dan dia pun akan mendapatkan apa yang didapatkan oleh saudaranya sesama muslim..”
.
[ Syarh an-Nawawi – XVII/49 ]
.
Sebarkan..!
.
Baarokallahu fiikum..
.
#stayhome
#staysafe
#stayclean
#stayapart

Berbaik Sangka Kepada Allah

عن جابر بن عبدالله رضي الله عنهما سَمِعْتُ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، قَبْلَ مَوْتِهِ بثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يقولُ: «لا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إلَّا وَهو يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ». ــــ

صحيح مسلم(2877 )

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah seseorang dari kalian meninggal kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla..”

[ HR Muslim – 2877 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kabar Gembira Bagi Yang Bertaubat

Allah Ta’ala berfirman:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا .

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu keburukan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang..” (Al Furqan: 70)

Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله يحاسب عبده يوم القيامة فيعرض عليه صغار ذنوبه، ويخبئ عنه كبارها. فيقال:عملت كذا وكذا، وعملت كذا وكذا، ‏فيقول:نعم،وهو مشفق من كبار ذنوبه.
‏فيقال له:فإن لك مكان كل سيئة حسنة. فيقول:رب، قد عملت أشياء لا أراها هاهنا

Allah akan menghisab seorang hamba-Nya pada hari kiamat. Allah akan menampakkan kepadanya dosa-dosa kecilnya dan menyembunyikan dosa dosa besarnya..

Lalu dikatakan kepadanya, “Kamu dahulu melakukan ini dan itu..”
Si hamba berkata, “Benar” dan ia amat ketakutan dengan dosa-dosa besarnya.

Lalu dikatakan, “Buat kamu kebaikan pada setiap kesalahan yang kamu lakukan..”
Si hamba berkata, “ya Robbi, dahulu aku pernah melakukan dosa-dosa. Kok aku tidak melihatnya di sini..?”

Perawi hadits berkata, “Aku melihat Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya..”

(HR Muslim)

Si hamba tersebut tidak melihat dosa-dosa besarnya karena ia telah bertaubat darinya sehingga Allah gantikan dengan kebaikan…

Namun ini bagi yang istiqomah di atas taubatnya sampai akhir hayatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Larangan Duduk Bersandar Dengan Tangan Kiri

➡️ Syirrid bin Suwaid rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Rosulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai..?”

[ HR. Abu Daud no. 4848 ] Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih

➡️ Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan,

“Duduk dengan bersandar pada tangan kiri disifatkan dengan duduk orang yang dimurkai Allah. Adapun meletakkan kedua tangan di belakang badan lalu bersandar pada keduanya, maka tidaklah masalah. Juga ketika tangan kanan yang jadi sandaran, maka tidak mengapa..

Yang dikatakan duduk dimurkai sebagaimana disifati nabi adalah duduk dengan menjadikan tangan kiri di belakang badan dan tangan kiri tadi diletakkan di lantai dan jadi sandaran. Inilah duduk yang dimurkai sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan..”

[ Syarh Riyadhus Sholihin ]

Cara Jalan Yang Sehat

“Dahulu para sahabat mengadukan kepada nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam lelahnya berjalan maka nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian melakukan naslan (berjalan cepat dengan langkah yang pendek).” Lalu kamipun melakukannya dan ternyata itu lebih ringan untuk kami.”

[ HR. AlHakim dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam silsilah shahihah no 465 ]

Di alih-bahasakan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى