Category Archives: Hadits

Jaminan Surga Bagi Orang Yang Menjaga Enam Perkara

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

اضْمَنُوا لِي سِنًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْنُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِثْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

Jaminkanlah enam perkara untukku, maka aku akan menjaminkan surga untuk kalian :

1. jujurlah ketika berbicara
2. penuhilah janji-janji kalian
3. tunaikanlah amanah jika kalian mendapatkan amanah
4. jagalah kemaluan kalian
5. tundukkanlah pandangan, dan
6. tahanlah tangan-tangan kalian (dari mengambil yang bukan hak kalian)

(HR. Ahmad – Musnad Ahmad no. 22,757, Ibnu Hibban no. 273)

Syaikh Al Albani rohimahullah berkata : Shohih Lighoyrihi – Shohih At Targhiib wat Tarhiib

Jauhkan Dirimu Dari Teman Yang Buruk

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya .. sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap..”

(HR. Al Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

📌 Mutharrif bin Abdillah rohimahumallah berkata,

“Teman yang sholeh lebih baik dari menyendiri .. dan menyendiri lebih baik dari teman yang tak baik..”

(Az Zuhd – 1365)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rangkaian Amalan Yang Mendatangkan Pahala Satu Tahun Puasa Dan Sholat Malam

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang mandi dan memandikan (mandi Jum’at), berangkat paling awal dan mendapati awal khutbah, berjalan kaki dan tidak berkendara, mendekat kepada imam lalu menyimak khutbah serta tidak berbuat sia-sia; maka dari setiap langkah kakinya ia mendapatkan pahala amalan satu tahun : yaitu puasa (di siang hari) dan sholat malamnya..”

(HR. Abu Dawud no. 345, At-Tirmidzi no. 496, An-Nasa’i no. 1381, Ibnu Majah no. 1087 dan Ahmad no. 16218)

Status Hadist: Shohih menurut Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam Shohih Sunan Abi Dawud.

📌 Penjelasan sebagian ulama terkait kata غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ (mandi dan memandikan) dan ungkapan setelahnya yang merupakan bentuk pengulangan untuk ta’kiid / penegasan dan mubalaghoh) :

1. Kutipan Imam Al-Khattabi rohimahullah dalam kitab: Ma’alim al-Sunan (Jilid 1, hlm. 108–109)

“Para ulama berbeda pendapat mengenai makna kedua kata tersebut (ghosala wa aghtasala, bakkaro wa ibtakaro). Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa ini termasuk pengulangan (takrir) yang dimaksudkan untuk penegasan (ta’kiid) .. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa beliau bersabda dalam hadis ini: ‘dan ia berjalan kaki serta tidak berkendara’, padahal makna keduanya sama..! Pendapat inilah yang dipegang oleh Al-Athram..”

2. Kutipan Imam Ibnul Jawzi rohimahullah dalam kitab: Kashf al-Musykil min Hadith al-Shahihain / Al-Mughni ‘an al-Hifzh wa al-Kitab

“Dan dikatakan pula: Keduanya bermakna sama, dan hanyalah disebutkan secara bersamaan sebagai bentuk penegasan (ta’kiid) serta penyampaian yang sangat kuat (mubalaghoh) dalam mengimbau pelaksanaan mandi dan bersegera (ke masjid), sebagaimana beliau bersabda pada lanjutan hadis tersebut: ‘dan ia berjalan kaki serta tidak berkendara’..”

=======
● Dalam riwayat lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang :

– mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu

– ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu

– ia mendekat pada imam,

– mendengar khutbah serta diam,

maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa (di siang hari) dan sholat malam setahun..”

(HR. At Tirmidzi no. 496)

Status hadits : Shohih menurut Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam :
Shohih Sunan At-Tirmidzi (No. 496)
​Shohih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir (No. 6405)
​Shohih At-Targhiib wa At-Tarhiib (No. 687)

==================

📌 Syaikh Prof. Dr. Abdussalam bin Muhammad Asy-Syuwai’ir hafizhohullah menjelaskan,

” Lihat sholat fardhu, dalam hadits Abu Hurairah di Ash-Shohihain (Shohih A lBukhari dan Muslim), bahwa Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu di rumahnya lalu keluar untuk sholat, tidak ada yang membuatnya keluar selain sholat, maka dari setiap langkahnya ia mendapat satu kebaikan dan dihapuskan satu keburukannya..’

Hanya itu.

​Sedangkan untuk sholat Jum’at .. setiap langkah berpahala satu tahun puasa beserta sholat malamnya..!

Lihat perbedaannya..!

Oleh karena itulah sebagian ulama merasa takjub dengan keutamaan yang sangat besar ini atas amalan yang tergolong sedikit..”

📌 Bagaimana mandinya..?

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Siapa yang mandi di hari Jum’at seperti mandi junub, kemudian dia berangkat (menuju sholat) Jum’at (di waktu pertama) maka seperti berkurban unta..”

(HR. Al Bukhari 881 – Muslim 850)

📌 Penjelasan para ulama :

“Mandi Jum’at disyari’atkan bagi orang yang menghadiri sholat Jum’at dan bukan karena hari tersebut adalah hari Jum’at..”

(Ar Roudhotun Nadiyah)

maka wanita atau anak-anak yang tidak punya kewajiban untuk sholat Jum’at, tidak terkena perintah ini (mandi Jum’at).

wallaahu ta’ala a’lam

Larangan Menyisir Rambut Setiap Hari Bagi Pria

Simak penjelasan ringkas haditsnya oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

LARANGAN MENYISIR RAMBUT SETIAP HARI BAGI PRIA

● Asy-Syaukani rohimahullah menjelaskan bahwa hadits ini merupakan larangan bagi laki-laki menyisir sepanjang hari (seharian dan terlalu sering).

Beliau berkata,

ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺍﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﺑﺎﻟﺘﺮﺟﻴﻞ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ؛ ﻷﻧﻪ ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺮفه…
ﻭﺍﻹﺭﻓﺎﻩ : ﺍﻻﺳﺘﻜﺜﺎﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻳﻨﺔ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﻬﻴﺊ ﻧﻔﺴﻪ

“Hadits ini menunjukkan makruhnya menyibukkan diri dengan menyisir sepanjang hari, karena ini termasuk bermegah-megah. Al-Irfah maksudnya adalah terlalu banyak berhias dan selalu mempersiapkan dirinya untuk berhias..”

(Nailul Author 1/159)

Memang ada perintah dan sunnah agar kita menyisir, meminyaki dan menjaga rambut, akan tetapi tidak bertentangan dengan hadits ini.

● Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan,

ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺗﻌﺎﺭﺽ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ – ﺃﻱ ﺑﻴﻦ ﺣﺪﻳﺚ ‏( ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺷﻌﺮ ﻓﻠﻴﻜﺮﻣﻪ ‏) ، ﻭﺑﻴﻦ ﺣﺪﻳﺚ ‏( ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﺮﺟﻞ ﺇﻻ ﻏﺒﺎً ‏) – ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻣﺄﻣﻮﺭ ﺑﺈﻛﺮﺍﻡ ﺷﻌﺮﻩ ﻭﻣﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻭﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻓﺎﻫﻴﺔ ﻭﺍﻟﺘﻨﻌم

“Yang benar adalah tidak ada pertentangan dari kedua hadits tersebut, yaitu hadits “barangsiapa yang memiliki rambut maka muliakanlah..” dengan hadits “larangan terlalu sering menyisir rambut kecuali jarang-jarang..”.

Seorang hamba diperintahkan untuk memuliakan rambutnya dan dilarang untuk berlebihan dalam bermegah-megahan..”

(Hasyiatus Sunan 11/147)

Qona’ah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Q0NA’AH dengan rezeki tersebut..”

)HR. Ibnu Majah no. 4138)
Syaikh Al Albani rohimahullah berkata : hadits ini shohih.

📌 Ibnu Batthol rohimahullah menjelaskan,

“Hakikat kekayaan adalah kekayaan jiwa, yaitu orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, QONA’AH (puas), ridho, dan tidak berambisi menambahnya .. dan kekayaan jiwa itu tumbuh dari RIDHO terhadap ketetapan (takdir) Allah Ta’ala dan berserah diri pada keputusan-Nya, karena mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal..”

(Fathul Baari – 11/272)

📌 KESIMPULANNYA: hakikat kekayaan (yang sejati) bukanlah banyaknya harta benda, melainkan :
– merasa cukup dengan apa yang telah diberikan oleh Allah
– ridho kepadanya,
– serta tidak tamak untuk terus menambahnya.

Dua Hal Yang Mendatangkan Keberkahan Yang Sempurna Di Rumah Rumah Kaum Muslimin

📌 Syaikh Prof Dr Abdurrozzaq Al Badr, حفظه الله تعالى menjelaskan :

“Dua hal yang jika keduanya berkumpul pada diri manusia di rumah-rumah mereka, niscaya keberkahan akan makin sempurna di dalam rumah tersebut dan setan-setan akan pergi keluar dari rumah (yaitu) :

1. Membaca At-Tasmiyah saat hendak masuk : ketika dia membuka pintu untuk masuk, dia mengucapkan BISMILLAH

2. Mengucapkan salam saat bertemu penghuni rumah : Dan jika dia telah sampai/bertemu dengan penghuni rumah, dia mengucapkan ASSALAAMU ‘ALAYKUM

======
DALILNYA

1. MENGUCAPKAN BISMILLAH

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah (mengucapkan BISMILLAH) ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata (kepada kawan-kawannya), ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam..’

Namun jika dia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap..’ Dan jika dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam..’

(HR. Muslim no. 2018)

2. MENGUCAPKAN SALAM
– Assalaamu ‘alaykum, atau
– Assalaamu ‘alaykum warohmatullah, atau
– Assalaamu ‘alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu,

“Wahai anakku, jika engkau masuk menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam. Niscaya salam itu akan menjadi keberkahan bagimu dan bagi penghuni rumahmu..”

(HR. At Tirmidzi no. 2698)

Do’a Yang Paling Singkat Dan Padat Maknanya

Syaikh Muhammad Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya do’a ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya.

Bacaan do’a:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia ini..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di DUNIA, yaitu berupa:
– Istri Sholihah
– Kendaraan yang nyaman
– Tempat tinggal yang menentramkan
– Dan kebaikan selainnya.

Demikian pula bacaan do’a berikut :

“dan berilah kami kebaikan di akhirat (kelak)..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di dalam kehidupan AKHIRAT, yaitu berupa:
– Hisab yang mudah
– Menerima kitab catatan amalan dengan tangan kanan
– Menyeberangi Ash-Shirot (Jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam menuju Surga) dengan mudah
– Minum air telaga Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam
– Masuk Surga
– Dan selainnya dari segala kebaikan di negeri akhirat.

Oleh karenanya, do’a (sapu jagad) ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya, karena mengandung makna yang lengkap dan komprehensif..”

(Syarah Riyadhus Sholihin Juz VI hal.16)

Bersegera Untuk Hadir Awal Pada Sholat Jum’at

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Apabila hari Jum’at tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah..”

(HR. Al Bukhari 3211)

📌 Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan maksud hadis di atas,

“Yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khotib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jum’atan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan sholat, dzikir, berdo’a, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal..”

(Fathul Bari, 2/367)

➡️ Maka pada sholat Jum’at, ada 3 malaikat yang mencatat amal manusia.

1/ Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia

2/ Malaikat yang berjaga di pintu masjid, mencatat setiap mereka yang datang sebelum khotib naik mimbar, sesuai urutannya.

Ketika seseorang datang terlambat dan khotib sudah naik mimbar, maka orang yang terlambat tsb tidak mendapatkan catatan jenis yang kedua, yaitu catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal, wallaahu a’lam.