Category Archives: Hadits

Do’a Yang Paling Singkat Dan Padat Maknanya

Syaikh Muhammad Sholeh Al Utsaimin rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya do’a ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya.

Bacaan do’a:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia ini..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di DUNIA, yaitu berupa:
– Istri Sholihah
– Kendaraan yang nyaman
– Tempat tinggal yang menentramkan
– Dan kebaikan selainnya.

Demikian pula bacaan do’a berikut :

“dan berilah kami kebaikan di akhirat (kelak)..”

Maknanya telah mencakup segala KEBAIKAN di dalam kehidupan AKHIRAT, yaitu berupa:
– Hisab yang mudah
– Menerima kitab catatan amalan dengan tangan kanan
– Menyeberangi Ash-Shirot (Jembatan yang terbentang di atas neraka Jahanam menuju Surga) dengan mudah
– Minum air telaga Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam
– Masuk Surga
– Dan selainnya dari segala kebaikan di negeri akhirat.

Oleh karenanya, do’a (sapu jagad) ini merupakan DO’A yang paling singkat dan padat maknanya, karena mengandung makna yang lengkap dan komprehensif..”

(Syarah Riyadhus Sholihin Juz VI hal.16)

Bersegera Untuk Hadir Awal Pada Sholat Jum’at

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Apabila hari Jum’at tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah..”

(HR. Al Bukhari 3211)

📌 Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah menjelaskan maksud hadis di atas,

“Yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khotib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jum’atan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan sholat, dzikir, berdo’a, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal..”

(Fathul Bari, 2/367)

➡️ Maka pada sholat Jum’at, ada 3 malaikat yang mencatat amal manusia.

1/ Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia

2/ Malaikat yang berjaga di pintu masjid, mencatat setiap mereka yang datang sebelum khotib naik mimbar, sesuai urutannya.

Ketika seseorang datang terlambat dan khotib sudah naik mimbar, maka orang yang terlambat tsb tidak mendapatkan catatan jenis yang kedua, yaitu catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal, wallaahu a’lam.

Diantara Keutamaan Sholat Malam

Syaikh Abdurrozzaq al Badr حفظه الله تعالى menjelaskan tentang keutamaan sholat malam (qiyaamul lail), beliau berkata :

“Dan sesungguhnya di dalam sholat malam terdapat manfaat yang besar serta buah yang agung, yang akan dipetik oleh seorang hamba jika ia diberi taufik untuk menjaga ibadah ini.

Dari Bilal rodhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Hendaklah kalian melakukan sholat malam, karena ia adalah :
– kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian,
– sarana pendekatan diri kepada Allah,
– pencegah dari perbuatan dosa,
– penghapus kesalahan-kesalahan, dan
– pengusir penyakit dari tubuh..”

(HR. At-Tirmidzi)

● Sabda beliau ‘hendaklah kalian melakukan sholat malam..’, maksudnya adalah sholat tahajud di malam hari.’

● Sabda beliau ‘karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholeh..’, maksudnya adalah adat, tabiat, dan jalan hidup mereka.

● Sabda beliau ‘sarana pendekatan diri kepada Allah.’, maksudnya adalah perkara terbesar yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.

● Sabda beliau ‘pencegah dari perbuatan dosa..’, maksudnya mencegah dari melakukannya. Allah Ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..’

Dan Dia (Allah) juga berfirman, ‘Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar..’

● Dan sabda beliau ‘penghapus kesalahan-kesalahan..’, maksudnya adalah pelebur bagi dosa-dosa dan penutup baginya.

● Dan sabda beliau ‘dan pengusir penyakit dari tubuh..’, maksudnya menolak dan menjauhkan penyakit dari jasmani (badan).

Bacalah Surat Al Kaafiruun Sebelum Tidur

Abdullah bin Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa menyebutkan dalam Tafsir Surat Al-Kafiruun,

«لیس في القرآن أشد غیظاً لأبلیس لأنھا توحید و bراءة من الشرك.»

“Tidak ada sesuatu pun di dalam Al-Qur’an yang membuat Iblis lebih marah (daripada surat ini), karena (surat ini) adalah Tauhid dan bentuk berlepas diri sepenuhnya dari Syirik..”

(Tafsir Al-Qurtubi 20/199)

=======
📌 silahkan download beberapa poster dzikir dan do’a sebelum tidur di artikel berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/39314

Allah Yang Melapangkan Dan Menyempitkan Rezeki

Dari sahabat Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Harga barang melonjak mahal pada masa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, lalu orang-orang berkata, ‘Wahai Rosulullah, patoklah harga (pasar) untuk kami..!’

Maka beliau shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah-lah :
– yang menentukan harga,
– yang menyempitkan,
– yang melapangkan, dan
– yang memberi rezeki.

Dan sungguh aku berharap dapat menemui Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku atas suatu kezholiman dalam urusan darah (nyawa) maupun harta..’

(HR. Abu Dawud no. 3451)
Syaikh Al Albani rohimahullah berkata hadits shohih – dalam beberapa kitab takhrijnya, seperti Irwa’ al-Gholil (no. 1325) dan Shohih Sunan Abi Dawud.

Rezeki Tidak Akan Tertukar

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

لَا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَكُنْ عَبْدٌ لِيَمُوتَ حَتَّى يَبْلُغَهُ آخِرُ رِزْقٍ هُوَ لَهُ، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ: أَخْذِ الْحَلَالِ، وَتَرْكِ الْحَرَامِ

“Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya.

Maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram..”

(HR. Abdurazzaq dalam Al Mushannaf, Ibnu Hibban no. 3239 – Syaikh Al-Albani rohimahullah men-shohihkan hadits ini dalam kitab Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shohiihah No. 2607)

📌 Al Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Wahai anak Adam.. sesungguhnya engkau tidak dapat mendahului ajalmu, dan tidak ada yang dapat menghalangimu dari rezeki yang telah ditetapkan untukmu, dan (engkau juga) tidak akan diberi rezeki yang bukan bagianmu.

Lantas, mengapa engkau terlalu berlebihan dalam bekerja (sehingga lalai dari Allah)..?! atas dasar apa engkau membinasakan dirimu..?!”

( Mawaizh Lil Imam Al Hasan al-Bashri – 91 )

📌 Abu Hazim Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

“Aku memikirkan tentang rezeki temyata aku mendapatinya dua macam.

Satu untukku yang pada saatnya akan aku dapatkan, maka aku tidak bisa menyegerakannya walaupun aku berusaha mendapatkannya dengan kekuatan langit dan bumi .. dan yang satunya lagi untuk orang lain. Jadi apa yang telah lalu tidak akan aku dapatkan, maka aku hanya mencari yang masih tersisa.

Rezekiku tidak akan dimiliki oleh orang lain sebagaimana rezeki orang lain tidak akan dimiliki oleh diriku. Lantas untuk yang mana aku akan menghabiskan umurku..?!”

( Hilyatul Auliya’ – 7/44 )

Diantara Keutamaan Mengajarkan Tauhid

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Ketika seekor anjing sedang berputar putar di sekitar sumur dan hampir mati karena kehausan, tiba tiba seorang wanita pezina dari kaum Bani Israil melihatnya. Maka wanita itu melepas sepatunya (khuff), lalu mengambilkan air dengan sepatu itu dan memberi minum si anjing. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalnya itu..”

(HR. Al Bukhari no. 3467)

📌 Syaikh Abdurrozzaq Al Badr hafizhohullah berkata,

“Jika memberi minum untuk menghilangkan rasa haus seekor anjing saja bisa menjadi sebab diampuninya seorang wanita (pezina) oleh Allah, maka apalagi dengan orang yang menghilangkan dahaga manusia dengan (mengajarkan mereka) Tauhid..!”

(Syarah Kitab At Tauhid)

Do’a Dahsyat Yang Kita Butuhkan

DO’A DAHSYAT YANG KITA BUTUHKAN
( BAGIAN – 1 )

Dalam hadits (no. 770) yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rohimahullah, Ummul Mu’minin, ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa ketika bangun di malam hari, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam akan memulai sholatnya (do’a istiftah) dengan kalimat kalimat ini :

ALLAAHUMMA ROBBA JIBROO-IILA
WA MIIKAA-IILA WA ISROO-FIILA,

FAATHIROS-SAMAAWAATI WAL-ARDHI
‘AALIMAL-GHOYBI WASY-SYAHAADAH,

ANTA TAHKUMU BAYNA ‘IBAADI-KA
FII-MAA KAANUU FII-HI YAKHTALIFUUN

IIHDINII LIMAKH-TULIFA FII-HI
MINAL-HAQQI BI-IDZNI-KA,

INNA-KA TAHDII MAN TASYAA-U
ILAA SHIROOTHIM-MUSTAQIIM

(HR. Muslim no. 770)
====================

DO’A DAHSYAT YANG KITA BUTUHKAN
( BAGIAN – 2 )

(berikut adalah rangkuman terjemahan penjelasan Syaikh ‘Abdurrozzaq al-Badr حفظه الله تعالى mengenai do’a istiftah d poster)

Syaikh menjelaskan bahwa kita semua sangat membutuhkan do’a ini dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau menyebutkan bahwa Ibnu Taimiyyah rohimahullah selalu berwasiat dan sangat menganjurkan untuk terus memohon kepada Allah menggunakan do’a penuh berkah ini, yang diajarkan langsung oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam.

Jika seseorang terus-menerus mendesak (memohon) kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan merendahkan diri di hadapan-Nya agar diberi petunjuk menuju kebenaran di tengah perselisihan, maka Allah akan memudahkan urusannya.

Pintu-pintu kebaikan akan dibukakan, dan tanda-tanda sunnah akan tampak jelas baginya.

Seseorang yang mungkin terjerumus dalam bid’ah, khurafat, atau amalan yang jauh dari tuntunan sunnah, akan mendapati Allah memberikan kemudahan baginya untuk menjauhi hal-hal tersebut setelah ia berdo’a memohon petunjuk.

Setiap dari kita perlu bersungguh-sungguh dan tulus bersandar kepada Allah dengan mengulang-ulang do’a ini

📌 Waktu yang paling utama untuk membacanya adalah sebagai do’a istiftah ketika membuka atau memulai sholat malam (tahajud)

Di akhir video, Syaikh mengajak untuk berserah diri kepada Allah dan menutupnya dengan mengulang-ulang potongan do’a tersebut :

ALLAAHUMMAH-DINII
LIMAKH-TULIFA FII-HI
MINAL-HAQQI BI-IDZNI-KA,

INNA-KA TAHDII MAN TASYAA-U
ILAA SHIROOTHIM-MUSTAQIIM

“Yaa Allah, tunjukilah kami kepada kebenaran dalam apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjuki siapa pun yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus..”

📌📌 NB : potongan do’a di atas ini bisa dibaca kapan saja, namun ketika kita mau membacanya sebagai do’a istiftah saat mulai sholat malam, maka bacalah do’a istiftah versi panjangnya sebagaimana yang ada di poster (HR. Muslim no 770)

Karakteristik Istri Sholehah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

‘Maukah kalian aku beritahukan tentang wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni surga..?’

‘Yaitu wanita yang :
– penyayang (kepada suaminya),
– subur (banyak keturunan), dan
– selalu kembali (kepada suaminya) yaitu wanita yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti olehnya (dalam riwayat lain disebutkan, ‘jika suaminya marah kepadanya’) maka ia mendatangi suaminya, memegang tangannya, dan berkata,

‘Demi Allah, aku tidak akan merasakan tidur sampai engkau ridho..’

(HR. An-Nasa’i no. 257, dan Ath-Thabrani dalam Al Ausath no. 201, Syaikh Al-Albani menghasankan hadits ini dalam Silsilah al-Ahaadits ash-Shohiihah no. 287)

📌 Syaikh Sulaiman ar-Ruhayli hafizhohullah menjelaskan,

“Di antara hak suami atas istrinya adalah sang istri bersungguh sungguh untuk tidak membuat suaminya marah dan tidak menjadi marah kepadanya .. dan jika sang istri marah kepada suaminya atau ia membuat suaminya marah, maka ia segera kembali kepada suaminya untuk berusaha membuatnya ridho..”

(Huquuq az-Zawjain – hal. 36)

📌 Seorang istri yang sholehah tidak bersaing dengan suaminya, ia menjaga kedamaian rumah tangga, dan mencari ridho Allah melalui hal tersebut.