Category Archives: Hadits

TIGA Perkara

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya..

1. Harta hamba tidak akan berkurang karena disedekahkan..
2. Tidaklah seorang hamba dizalimi lalu ia bersabar, kecuali Allah menambahkan kemuliaan untuknya..
3. Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta kecuali Allah bukakan untuknya pintu kefakiran..”

[ HR Ahmad ]

Mari Kita Perbanyak Sholawat

hendaknya seorang muslim memperbanyak sholawat atas Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, SETIAP SAAT.. SETIAP HARI.. tanpa batas waktu dan tempat tertentu.. Allah berfirman (yang artinya),
.
“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam untuknya..” (Qs. Al- Ahzab: 56).
.
selain itu juga disyariatkan bersholawat seperti ketika
.
1. Di malam dan hari Jum’at,
2. Disebutkan nama dan gelar beliau, shollallahu ‘alayhi wa sallam
3. Tasyahhud awal dan akhir dalam sholat..
4. Setelah takbir kedua pada sholat jenazah..
5. Mau berdo’a..
6. Masuk masjid..
7. Keluar masjid..
8. Setelah menjawab muadzdzin (sebelum do’a setelah adzan)..
.
.
Semakin banyak sholawat yang kita lantunkan, sebakin besar peluang untuk mendapat keistimewaan di sisi Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam..

Apa keistimewaan yang dijanjikan..? Baca hadits berikut ini :

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku..”

[ HR. At-Tirmidzi ]
Hadits ini dihasankan Syaikh Al-Albani

Lafazh sholawat yang paling utama adalah yang kita baca saat tasyahud dalam sholat..

Meskipun demikian boleh mengucapkan sholawat dengan lafazh yang semisal seperti mengucapkan:

⚉ Shollallahu ‘alayhi wa sallam
⚉ Ash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillah
⚉ Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

Abul ‘Aliyah rohimahullah berkata,

“Sholawat dari Allah maksudnya adalah pujian Allah pada Nabi di sisi para malaikat. Sholawat dari malaikat maksudnya adalah do’a.. Sedangkan  kalimat salam itu bermakna Allah yang menyelamatkan, menjaga dan menolong Nabinya..” (Syarh Al-Mumthi’, 3: 149, 163, 164)

Jauhi lafazh-lafazh sholawat yang ghuluw, yang berlebihan dalam memuji beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam dengan kemampuan yang HANYA DIMILIKI oleh Allah dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya.. seperti bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta do’a..

Dan jauhi cara sholawat yang tidak ada dalilnya seperti bersholawat dengan berjama’ah, dinyanyikan, diiringi rebana, dll.. karena ini semua tidak pernah dicontohkan oleh para pendahulu kita salafush sholih, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in..
.
Wallahu a’lam

Bersedekahlah Walaupun Sedikit

Dari Adiy bin Hatim, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ اللّهُ، لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali akan diajak berbicara oleh Allah tanpa penerjemah antara ia dengan Allah. Ia melihat ke kanan, tidak melihat kecuali amal yang telah ia lakukan. Ia melihat ke kiri, tidak melihat kecuali apa yang telah ia amalkan. Ia melihat ke depan, tidak melihat kecuali api Neraka di hadapannya.. Maka selamatkan diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah setengah kurma..”
(HR Bukhari dan Muslim)

Sedekah walaupun sedikit…
Amat bermanfaat pada hari kiamat kelak…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Pujilah Allah Saat Ditimpa Musibah

Sebagian salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا لوردنا الآخرة من المفاليس

“Kalau bukan karena musibah musibah dunia, kita akan datang pada hari akherat dalam keadaan bangkrut..”
(Tazkiyatunnufus hal 91)

Karena musibah itu menggugurkan dosa…
Sedangkan dosa mengurangi timbangan kebaikan…

Maka pujilah Allah saat ditimpa musibah…
Dan mohon kepada Allah kesabaran…

Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ )

“Sesungguhnya seorang hamba ketika ditentukan kedudukan tinggi di sisi Allah namun amalannya tidak sampai, maka Allah akan mengujinya di badan atau harta atau anaknya..” (HR Abu Dawud no 3090)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Ghibtoh Kecuali Kepada 2 Orang

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya…”

[ HR. Bukhari – 73, Muslim – 816 ]

note: Ghibthoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang..

Jangan Memaki Siapapun

Dari Jabir bin Sulaim Al Hujaimi berkata:

يا رسول الله ، أنا من أهل البادية ، وفي جفاؤهم ، فأوصني . فقال : ” لا تحقرن من المعروف شيئا ، ولو أن تلقى أخاك ووجهك منبسط ، ولو أن تفرغ من دلوك في إناء المستقي ، وإن امرؤ شتمك بما يعلم فيك فلا تشتمه بما تعلم فيه ، فإنه يكون لك أجره وعليه وزره . وإياك وإسبال الإزار ، فإن إسبال الإزار من المخيلة ، وإن الله لا يحب المخيلة ، ولا تسبن أحدا ” . قال : فما سببت بعده أحدا ، ولا شاة ولا بعيرا

“Wahai Rosulullah aku berasal dari pedesaan, beri aku wasiat..”
Beliau bersabda..
jangan meremehkan kebaikan sedikitpun walaupun dengan tersenyum di wajah saudaramu.. Walaupun dengan menuangkan air ke bejana orang yang meminta air..

jika ada yang mencacimu dengan aib yang ia ketahui ada pada dirimu, janganlah membalas mencacinya dengan aib yang kamu tahu ada pada dirinya.. karena pahalanya untukmu dan dosanya untuk dia..
jangan memakai kain melebihi mata kaki karena itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukai kesombongan.., dan
jangan memaki siapapun..”

Jabir berkata, “Semenjak itu aku tidak pernah memaki siapapun walaupun kepada kambing dan unta..”

(HR Abu Dawud dan An Nasai)
.
Wasiat-wasiat yang agung…
Maka camkanlah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Sifat Seorang Mukmin

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Orang mukmin
bukanlah orang yang suka mencela,
bukan pula orang yang suka melaknat,
bukan orang yang berkata keji, dan
bukan pula orang yang suka berkata kotor..”

[ HR Tirmidzi – ash-Shohihah – 320 ]

RAHASIAKANLAH Rencana Anda

Rahasiakanlah rencana Anda, agar anda sukses dalam menggapainya.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

استعينوا على إنجاح الحوائج بالكتمان ، فإن كل ذي نعمة محسود

“Bantulah KESUKSESAN hajat-hajat kalian dengan MERAHASIAKANNYA, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran HASAD orang lain..” [Silsilah Shohihah: 1453]

Oleh karena itulah, seringkali rencana kita gagal atau mengalami banyak hambatan ketika beritanya mulai tersebar.

Wallahu a’lam..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

2508152051

 

Di Jalan Allah

Dari Abu Musa Al Asy’ariy rodhiyallahu ‘anhu berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً، وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً، وَيُقَاتِلُ رِيَاءً؛ أَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam ditanya tentang orang yang berperang karena keberanian, dan karena fanatik golongan, dan karena riya. Manakah yang di jalan Allah..?”
Beliau bersabda, “Siapa yang berperang agar kalimat Allah yang paling tinggi maka ia di jalan Allah..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Bukan agar kalimat partainya yang paling tinggi..
Bukan agar kalimat organisasinya yang paling tinggi..
Bukan agar kalimat ustadznya yang paling tinggi..
Semua itu bukanlah di jalan Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى