– janganlah mendo’akan kejelekan bagi diri kalian,
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan kepada anak-anak,
– janganlah mendo’akan kejelekan kepada pembantu kalian,
– janganlah pula mendo’akan kejelekan kepada harta-harta kalian.
Bisa jadi tatkala do’a kejelekan itu diucapkan, saat itu merupakan waktu dikabulkannya do’a oleh Allah.
(HR. Muslim no. 3009 dari sahabat mulia Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu)
ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII KAFAANII WA AAWAANII (segala puji bagi Allah yang telah mencukupi diriku dan melindungiku)
ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII ATH-‘AMANII WA-SAQOONII(segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku makan dan memberikan kepadaku minum)
ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII MANNA ʿALAYYA FA-AFḌHOLA (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku karunia yang penuh dengan keutamaan dan kelebihan)
Maka sungguh ia telah memuji Allah dengan pujian seluruh makhluk..”
(HR. Al Baihaqi – hadits hasan)
===
Dalam riwayat lainnya, dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa apabila Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam akan tidur, beliau mengucapkan,
ALHAMDU LILLAAHIL-LADZII ATH-’AMANAA WA-SAQOONAA (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami makan dan memberikan kepada kami minum)
WA KAFAANAA WA AAWAANAA
(dan telah mencukupi kami dan melindungi kami)
FAKAM MIMMAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’WIYA (betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan)
(HR. Muslim no. 2715)
📌 Syaikh Abdurrozzaq Al Badr, حفظه الله تعالى berkata,
“(Sebelum tidur) engkau mengingat nikmat Allah atasmu berupa makanan, minuman, kecukupan, dan tempat bernaung. Serta (mengingat) betapa banyak manusia yang terkadang tidak mendapati hal tersebut, dan tidak dimudahkan baginya hal-hal itu. Maka, pujilah Allah (sebelum tidur)..”
======= 📌 silahkan download beberapa poster dzikir dan do’a sebelum tidur di artikel berikut ini :
Simak hadits berikut yang dibacakan oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
Dalam hadits lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
Janganlah kamu menamai anakmu dengan Yasaar, Robaah, Najiih, atau Aflah. Sungguh akan dikatakan, ‘apakah dia ada..?’ dan dia tidak ada sehingga seseorang menjawab, ‘tidak..’
(HR. At Tirmidzi no. 2836 – shohiih)
– Yasaar (kemudahan)
– Robaah (keuntungan)
– Najiih (orang yang berhasil)
– Aflah (orang yang paling menang)
contoh : saat ada orang yang berkata, ‘apakah Yasaar (kemudahan) ada..?’ apabila dijawab ‘tidak ada Yasaar..’ maka jawaban tsb artinya tidak ada kemudahan di sana.