Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
والسعادة في معاملة الخلق: أن تعاملهم لله، فترجو الله فيهم ولا ترجوهم في الله، وتخافه فيهم ولا تخافهم في الله”.
Kebahagiaan dalam bergaul dengan manusia adalah bergaul dengan mereka karena Allah :
– engkau berharap keridhoan Allah pada mereka, dan bukan berharap keridhoan mereka saat di jalan Allah.
– engkau takut kepada Allah saat bergaul dengan mereka, dan bukan takut kepada mereka saat di jalan Allah.
(Majmu Fatawa 1/51)
Itulah kunci kebahagiaan dalam bergaul..
Adapun bergaul bukan karena Allah dan tidak memperhatikan batasan batasan Allah..
Hanya akan mendatangkan penyesalan di hari kiamat kelak..
Allah berfirman,
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا (٢٨)
“Wahai, celaka aku..! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku) (Qs. Al-Furqon ayat 28)
لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا (٢٩)
sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia..” (Qs. Al-Furqon ayat 29)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى