Tj Budak Wanita

190. BBG Al Ilmu – 23

Pertanyaan:
Maaf mau tanya, kalau budak wanita yang akan digauli oleh pemiliknya harus dinikahi dan diberi mahar seperti pada wanita merdeka juga kan? Kalau budak wanitanya muslim/kafir apakah ada perbedaan hukumnya?

Jawaban:
Hukum wanita budak berbeda dengan wanita merdeka. Tanpa ada nikah. Jika seorang pria ingin menikahi wanita budak miliknya, maka ia harus merdekakan dia lebih dahulu baru kemudian ia bisa menikahinya.

Penting diperhatikan bahwa Islam datang pada saat perbudakan telah tersebar dimana-mana. Islam menganjurkan dan memberikan keutamaan dalam membebaskan Budak
Allah berfirman:
“Tetapi ia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.” [Al-Balad: 11-13]

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tiga kelompok yang akan diberikan pahala mereka dua kali: (1) Laki-laki ahli Kitab yang beriman kepada Nabinya lalu berjumpa dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia beria beriman kepada beliau, mengikutinya dan membenarkannya, maka ia memperoleh dua pahala. (2) Seorang budak yang melaksanakan hak Allah dan hak tuannya, maka ia memperoleh dua pahala. Dan (3) seorang laki-laki yang mempunyai budak wanita, lalu ia memberi makanan, pendidikan, dan pelajaran yang baik, kemudian ia membebaskan dan menikahinya, maka ia memperoleh dua pahala.”. (Shahiih al-Bukhari dan Muslim).

والله أعلم بالصواب

Sumber:
Ust. Rochmad Supriyadi Lc

http://www.islam-qa.com/en/ref/128160/slave

http://almanhaj.or.id/content/3062/slash/0/sikap-islam-terhadap-perbudakan/

http://almanhaj.or.id/content/1058/slash/0/kitab-pembebasan-budak/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.